Anda di halaman 1dari 30

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : MAs Insan Qurani


Kelas / Semester : XII / 2
Materi Pembelajaran : Mutasi
Alokasi Waktu : 6 X 20 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali

A. Kompetensi Inti (KI)


KI I : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI II : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI III : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI IV : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (KD) dan (IPK)
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.8 Menganalisis peristiwa mutasi 3.8.1 Menjelaskan pengertian mutasi dengan benar
berdasarkan kajian literatur.
3.8.2 Menjelaskan jenis mutasi tingkat gen akibat
perubahan jumlah basa nitrogen dengan benar
berdasarkan kajian literatur
3.8.3 Menjelaskan perbedaan duplikasi, adisi, insersi,
dan delesi pada mutasi tingkat gen dengan
menggunakan diagramdengan benar berdasarkan
kajian literatur
3.8.4 Menjelaskan jenis mutasi tingkat gen akibat
perubahan jenis basa nitrogen dengan benar
berdasarkan kajian literatur
3.8.5 Menjelaskan perbedaan urutan jenis asam amino
penyusun hemoglobin normal dengan hemoglobin
penderita siklemia akibat mutasi gendengan benar
berdasarkan kajian literatur
3.8.6 Membedakan jenis mutasi kromosom delesi,
duplikasi, inversi, translokasi dan katenasidengan
benar berdasarkan kajian literatur
3.8.7 Menjelaskan perbedaan mutasi akibat perubahan
jumah kromosom euploid dengan aneuploiddengan
benar berdasarkan kajian literatur
3.8.8 Menggambar diagram euploid dan
aneuploiddengan benar berdasarkan kajian literatur
3.8.9 Membedakan autopoliploid dengan
alopoliploiddengan benar berdasarkan kajian
literatur
3.8.10 Menuliskan rumus nulisomi, monosomi, trisomi,
dan tetrasomi dengan benar berdasarkan kajian
literatur
3.8.11 Menyebutkan contoh mutagen kimia, mutagen
fisika dan mutagen biologi dengan benar
berdasarkan kajian literatur
3.8.12 Menjelaskan klasifikasi mutasi dengan benar
berdasarkan kajian literatur
3.8.13 Menyebutkan contoh kelainan pada manusia akibat
mutasidengan benar berdasarkan kajian literatur
3.8.14 Menjelaskan mutasi dalam mekanisme proses
evolusi dengan benar berdasarkan kajian literatur
3.8.15 Menuliskan kata kata dalam word square berkaitan
dengan mutagendengan benar berdasarkan kajian
literatur
4.8 Menyajikan data proses mutasi 4.8.1 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil simulasi
berkaitan dengan mutasi tingkat gen dan kromosom
dengan benar berdasarkan prosedur

C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Perubahan materi genetik dapat terjadi secara alami yang menyebabkan
berbagai jenis organisme pada tingkat sel maupun individu yang memiliki sifat yang
abnormal. Perubahan materi genetik tersebut dikenal sebagai peristiwa mutasi.

2. Materi Konsep
 Mutasi adalah peristiwa perubahan materi genetik kromosom atau DNA di dalam inti
sel.
 Adanya perubahan materi genetik menyebabkan perubahan sifat pada tingkat sel
maupun tingkat individu.
 Berdasarkan tingkatan terjadinya, mutasi dibedakan menjadi dua macam yaitu mutasi
tingkat gen dan mutasi tingkat kromosom.
 Mutasi tingkat gen dapat terjadi akibat perubahan jumlah basa nitrogen
(duplikasi/penggandaan, adisi/penambahan, insersi/penyisipan, dan
delesi/pengurangan), perubahan macam basa nitrogen (substitusi transisi dan
substitusi transverse), perubahan letak urutan basa nitrogen pada rantai nukleotida
(transposisi).
 Mutasi tingkat kromosom dapat terjadi akibat perubahan struktur kromosom (delesi,
duplikasi, inverse, translokasi, dan katenasi) dan perubahan jumlah kromosom
(Euploid dan aneuploid).
 Kelainan pada manusia akibat mutasi adalah sindrom Klinefelter, sindrom Turner,
sindrom tripel X, sindrom Jacob, sindrom Y, hermafrodit, sindrom cri du chat,
sindrom Patau, sindrom Edward, sindrom Down, dan sindrom Wolf.

3. Materi Prinsip
 Mutasi yang terjadi pada sel-sel somatik janin dapat menyebabkan teratogen (cacat
sejak lahir).

4. Materi Prosedural
 Mengetahui bahan bahan penyebab mutasi menggunakan word square

D. Model Pembelajaran: Discovery learning (penemuan) non-eksperimen.

E. Metode Pembelajaran
 Diskusi
 Pembelajaran kooperatif
 Praktikum
 Kuis
 Mind map
F. Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan ke-1 = 4 x 20 menit


No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning Waktu
Pembelajaran (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai 15’
implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta didik
tentang mutasi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik: Pernahkah
Anda mengonsumsi buah semangka tanpa biji?
Bagaimanakah membuat buah semangka tanpa biji?
- Guru menyampaikan manfaat belajar mutasi, yaitu
kita menjadi tahu bahwa di alam tempat kita hidup
terdapat zat-zat penyebab mutasi. Mutasi ada yang
menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.
 Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi
indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan
menganalisis gambar tentang mutasi.

Semangka dan jeruk tanpa biji

Domba ancon
Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
pengamatan gambar peristiwa mutasi.
- Apa yang dimaksud dengan mutasi?
- Apa yang menyebabkan terjadinya mutasi?
- Apakah mutasi bersifat merugikan?
- Adakah mutasi yang menguntungkan?
- Apakah buah semangka tanpa biji akibat mutasi
materi genetik?
- Bagaimana terjadinya mutasi?
- Bagaimana terjadinya domba ancon?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian literatur
secara cermat dan teliti tentang mutasi subtopik
pengertian mutasi dan jenis mutasi.

Pengolahan Data
 Kelompok diminta untuk melakukan kegiatan bermain
simulasi tentang mutasi gen dan mutasi kromosom yang
berada dalam buku
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
- Peristiwa mutasi tingkat gen seperti perubahan jumlah
basa nitrogen akibat duplikasi, adisi, insersi, delesi ).
- Peristiwa mutasi tingkat kromosom seperti perubahan
struktur kromosom akibat delesi, duplikasi, inversi,
translokasi, katenasi kromosom.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas tentang mutasi gen dan mutasi kromosom.
 Setiap kelompok mengomunikasikan hasil diskusinya,
dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam pengembangan
konsep dan meluruskan kesalahpahaman konsep.
Kelompok bisa menunjukkan hasil simulasi tentang
peristiwa mutasi, kelompok lainnya menebak/ menjawab
jenis mutasi yang terjadi.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai penguatan
atas kesimpulan peserta didik tentang pengertian mutasi
dan jenis mutasi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang pengertian mutasi dan
jenis mutasi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari ini, dan
memberikan penghargaan kepada peserta didik atau
kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan pengertian mutasi dan jenis mutasi.
 Tindak lanjut: Penugasan individu menjawab fitur kuis
bio
 Rencana pembelajaran selanjutnya: subtopik penyebab
mutasi/ mutagen, klasifikasi mutasi, kelainan pada
manusia akibat mutasi, mutasi dalam mekanisme evolusi

2. Pertemuan ke-2 = 4 x 20 menit

No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu


Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama 15’
(sebagai implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta
didik tentang mutagen dan kelainan akibat
mutasi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Apakah di alam tempat kita hidup terdapat
mutagen? Bagaimanakah akibatnya jika
tubuh kita terkena mutagen?
- Guru menyampaikan manfaat belajar
mutagen, yaitu agar kita senantiasa
melindungi tubuh dari pengaruh mutagen
yang terdapat di alam sekitar atau yang
terkandung dalam makanan.
 Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.

2 Kegiatan inti Stimulasi 50’


 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis gambar tentang kelainan pada
manusia akibat mutasi.

Mutagen kimia

Manusia akar

Siklemia

Sindrom Klinefelter dan sindrom Patau


Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar kelainan akibat mutasi.
- Apa yang menyebabkan mutasi?
- Apakah bahan-bahan kimia merupakan
mutagen?
- Selain bahan kimia, adakah mutagen yang
lainnya (mutagen fisika dan mutagen
biologi)?
- Apakah mutasi dapat menyebabkan penyakit
pada manusia?
- Apa yang menyebabkan terjadinya kelainan
“manusia akar”?
- Jenis mutasi apakah yang menyebabkan
penyakit siklemia?
- Peristiwa mutasi apakah yang menyebabkan
sindrom Klinefelter dan sindrom Patau?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang mutasi
subtopik mutagen, klasifikasi mutasi, kelainan
akibat mutasi, dan mutasi dalam mekanisme
evolusi

Pengolahan Data
 Kelompok diminta untuk melakukan kegiatan
7.2 menemukan berbagai jenis mutagenpada
word square dan menuliskan hasilnya ke dalam
tabel.
 Setiap kelompok menjawab pertanyaan pada
lembar kegiatan
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
mutagen, klasifikasi mutasi, kelainan akibat
mutasi, dan mutasi dalam mekanisme evolusi.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas tentang mutagen, klasifikasi
mutasi, kelainan akibat mutasi, dan mutasi dalam
mekanisme evolusi.
 Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep. Kelompok bisa
menunjukkan hasil penemuan berbagai jenis
mutagen pada word square.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
mutagen, klasifikasi mutasi, kelainan akibat
mutasi, dan mutasi dalam mekanisme evolusi.
 Guru menghimbau kepada peserta didik untuk
berhati-hati dan waspada terhadap radiasi di
sekitar lingkungan
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang mutagen,
klasifikasi mutasi, kelainan akibat mutasi, dan
mutasi dalam mekanisme evolusi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan mutagen, klasifikasi mutasi,
kelainan akibat mutasi, dan mutasi dalam
mekanisme evolusi.
 Tindak lanjut: Penugasan individu menjawab
soal-soal uji kompetensi
 Rencana pembelajaran selanjutnya:Evolusi

G. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat


1. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas.
Penerbit Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu
Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 7.
Internet dan lingkungan

2. Bahan ajar:
 Bahan presentasi tentang mutasi

3. Alat:
 Komputer/LCD, VCD/CD player.

H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Mind Map
c. Ulangan harian.
Contoh soal:
 Jelaskan ciri-ciri mutan sindrom Wolf.
 Bagaimanakah cara membuat tanaman buah-buhan poliploid?
 Jelaskan perbedaan autopoliploid dengan alopoliploid.
 Tuliskan rumus monosomi.
 Tuliskan masing-masing 3 contoh mutagen yang merupakan mutagen kimia,
mutagen fisika, dan mutagen biologi.
 Adakah hubungan antara peristiwa mutasi dengan proses evolusi organisme?

2. Keterampilan
 Pelaporan secara lisan dan tulisan hasil penemuan berbagai jenis mutagen pada
word square

3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PELAPORAN SECARA TERTULIS

Indikator:Melaporkan secaratertulis hasil simulasi berkaitan dengan mutasi tingkat gen dan
kromosom.
Judul kegiatan : Mutasi gen dan kromosom
Tanggal Penilaian :……………………….
Kelas :………………………
No Nama Aspek yang dinilai Jumlah Nilai
Kebenaran Kelengkapan Sistematika Tatabahasa Skor
konsep gagasan penulisan
1
2

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP PADA KEGIATAN DISKUSI

Aspek yang dinilai


Jumlah
No Nama Kerja Rasa ingin Nilai
Santun Komunikatif Skor
sama tahu

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.

Aceh Besar, Juli 2018

Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Biologi

(Wahyu Saputra, S.Pd. I) (_________________________)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : MAs Insan Qurani


Kelas / Semester : XII / 2
Materi Pembelajaran : Evolusi
Alokasi Waktu : 10 X 20 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali

A. Kompetensi Inti (KI)


KI I : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI II : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI III : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI IV : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.9 Menganalisis tentang teori 3.9.1 Menjelaskan pengertian evolusi.
evolusi dan seleksi alam 3.9.2 Mendeskripsikan jenis-jenis evolusi.
dengan pandangan baru 3.9.3 Menjelaskan perkembangan pemikiran evolusi
mengenai pembentukan spesies sebelum teori Darwin.
baru di bumi berdasarkan studi 3.9.4 Menjelaskan perjalanan Darwin dalam penemuan
literatur teori evolusi.
3.9.5 Menjelaskan teori evolusi Darwin.
3.9.6 Menjelaskan perbandingan antara teori evolusi
Lamarck, Weismann, dan Darwin.
3.9.7 Menjelaskan fenomena-fenomena berkaitan dengan
teori evolusi, seperti adaptasi dan seleksi alam.
3.9.8 Mendeskripsikan petunjuk adanya evolusi,
misalnya fosil, perbandingan anatomi dan
embriologi, dan peristiwa domestikasi.
3.9.9 Menjelaskan proses evolusi kuda dengan
menggunakan gambar.
3.9.10 Memberikan contoh-contoh homologi dan analogi.
3.9.11 Menganalisis pohon filogenetik makhluk hidup
yang menunjukkan hubungan evolusi.
3.9.12 Menjelaskan peranan variasi genetik akibat
rekombinasi gen dan mutasi gen terhadap
mekanisme evolusi.
3.9.13 Menjelaskan hukum Hardy-Weinberg.
3.9.14 Menghitung frekuensi alel dan frekuensi genotipe
dalam suatu populasi.
3.9.15 Menjelaskan faktor penyebab perubahan
kesetimbangan frekuensi alel dan genotipe dalam
populasi.
3.9.16 Menjelaskan mekanisme terbentuknya spesies baru
(spesiasi)
4.9 Mengevaluasi pemahaman diri 4.9.1 Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan
tentang berbagai pandangan kontroversi teori perancangan cerdas
mengenai evolusi makhluk (intelligentdesign) terhadap teori evolusi Darwin
hidup dan menciptakan untuk dipresentasikan.
gagasan baru tentang 4.9.2 Membuktikan adanya seleksi alam melalui
kemungkinan-kemungkinan eksperimen adaptasi dan seleksi
teori evolusi berdasarkan 4.9.3 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil
pemahaman yang dimilikinya eksperimen adaptasi dan seleksi

C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama.
Berdasarkan jumlah spesies yang berevolusi dan dihasilkan, evolusi dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu evolusi divergensi dan konvergensi. Evolusi duvergensi
merupakan evolusi yang diawali dari satu spesies kemudian menghasilkan banyak spesies
baru.

Contoh evolusi divergen

Liatrus spicata Echinacea purpurea

Pemikiran mengenai evolusi sebenarnya sudah muncul sejak dahulu. Salah satunya adalah
Charles Robert Darwin. Darwin melakukan pelayaran dengan kapal HMS Beagle. Selain
Charles Darwin, ilmuwan lainnya juga berpendapat tentang teori evolusi, yaitu Jean
Baptiste Lamarck.

Perbandingan proses evolusi jerapah menurut Darwin dan Lamarck

2. Materi Konsep
 Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Waktu
proses evolusi sangat lama, yaitu, ratusan, ribuan hingga jutaan tahun.
 Evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik (evolusi universe) dan evolusi
organik (evolusi makhluk hidup), mikroevolusi dan makroevolusi (evolusi
transpesifik), evolusi progresif dan evolusi regresif, sereta evolusi divergensi dan
evolusi konvergensi.
 Alam merupakan lingkungan yang selalu menyeleksi organisme yang hidup di
dalamnya.
 Petunjuk-petunjuk adanya evolusi, yaitu fosil, anatomi perbandingan, embriologi
perbandingan, organ tubuh yang tersisa pada organisme, perbandingan fisiologi,
perbandingan biokimia dan peristiwa domestikasi.
 Hukum Hardy-Weinberg adalah frekuensi alel dan prekuensi genotipe dalam suatu
populasi dari generasi ke generasi berikutnya akan selalu tetap (konstan) pada kondisi
tertentu.
 Faktor penyebab perubahan frekuensi alel atau genotipe adalah hanyutan (genetik
drift), aliran gen (gene flow), mutasi, perkawinan yang tidak acak dan seleksi alam.

3. Materi Prosedural
 Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan kontroversi teori perancangan
cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin.

D. Model Pembelajaran: Discovery learning (penemuan) non-eksperimen dan eksperimen,


sertaProblem Based Learning (pembelajaran memecahkan masalah).

E. Metode Pembelajaran
 Presentasi Peserta didik
 Diskusi
 Pembelajaran kooperatif
 Kuis

F. Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan ke-1 = 4 x 20 menit

No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu


Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama 15’
(sebagai implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta
didik tentang evolusi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Cobalah perhatikan hewan primata seperti
gibon, orangutan, gorila, dan simpanse,
dapatkah Anda menjelaskan persamaan ciri-
ciri yang dimilikinya? Dengan adanya
persamaan ciri-ciri yang dimilikinya,
mungkinkah beberapa organisme tersebut
mempunyai asal mula yang sama?
- Guru menyampaikan manfaat belajar evolusi,
yaitu kita mengkaji informasi dari beberapa
para ahli tentang asal-usul makhluk hidup
yang beranekaragam.
 Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis gambar tentang variasi bentuk
paruh burung; serta persamaan dan perbedaan
kelompok Primata.
Variasi bentuk paruh burung finch (emprit).

Kelompok Primata yang memiliki persamaan dan


perbedaan ciri-ciri.

Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar variasi bentuk paruh
burung; serta persamaan dan perbedaan kelompok
Primata:
- Apa yang dimaksud dengan evolusi?
- Apa semua makhluk hidup mengalami mutasi?
- Bagaimana terjadinya bentuk paruh burung
yang beranekaragam?
- Apakah bentuk paruh burung menyesuaikan
dengan makanannya?
- Adakah mutasi yang menguntungkan?
- Apakah keanekaragaman golongan Primata
merupakan hasil evolusi?
- Apakah manusia juga mengalami evolusi?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang evolusi
subtopik pengertian evolusi, teori-teori evolusi
dari para ahli (halaman 282 – 290).

Pengolahan Data
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
- Perkembangan teori evolusi sebelum Darwin.
- Perbandingan beberapa teori evolusi, antara
lain menurut Darwin, Lamarck, dan Weisman.
 Kelompok diminta untuk mempelajari peta jalur
pelayaran Darwin, dan gambar perbandingan
proses evolusi jerapah menurut Lamarck dan
Darwin.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas tentang perbandingan beberapa teori
evolusi.
 Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep teori-teori evolusi.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
teori-teori evolusi, juga teori perancangan cerdas
(intelligent design) yang menentang teori evolusi
Darwin.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang pengertian evolusi
dan teori-teori evolusi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan pengertian evolusi dan teori-teori evolusi.
 Tindak lanjut: Penugasan individu melakukan
tugas mandiri membuat makalah tentang
pandangan pro dan kontra terhadap teori evolusi
Darwin
 Rencana pembelajaran selanjutnya:subtopik
Fenomena yang berkaitan dengan teori evolusi .
Melakukan praktik Adaptasi dan Seleksi,
kelompok membawa bahan berupa kertas
berwarna daun, dan bunga.

2. Pertemuan ke-2 = 4 x 20 menit


No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama 15’
(sebagai implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta
didik tentang fenomena berkaitan dengan teori
evolusi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik: Apa
yang Anda ketahui tentang adaptasi dan
seleksi alam?
- Guru menyampaikan manfaat belajar
fenomena evolusi, yaitu kita mengenal
kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan
bumi dengan berbagai makhluk hidup
ciptaanNya, namun masih banyak kejadian-
kejadian yang belum dapat diungkap oleh
manusia.
 Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis gambar/ film video tentang
fenomena evolusi, antara lain peristiwa adaptasi
dan seleksi alam, penemuan fosil, atau homologi.

Adaptasi evolusioner kuda laut yang hidup pada


ganggang laut.

Ngengat Biston betularia hinggap di pohon.

Fosil Archaeopteryx

Homologi
Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar/ film video tentang
fenomena evolusi, antara lain peristiwa adaptasi
dan seleksi alam, penemuan fosil, atau homologi.
- Apa hubungan antara adaptasi makhluk hidup
dengan seleksi alam?
- Apa tujuan makhluk hidup melakukan
adapatasi terhadap lingkungannya seperti
yang tampak pada gambar kuda laut yang
hidup pada ganggang?
- Apa semua makhluk hidup mengalami
adaptasi?
- Bagaimana adaptasi ngengat Biston betularia?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang evolusi
subtopik fenomena yang berkaitan dengan teori
evolusi dan petunjuk adanya evolusi
 Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang adaptasi dan seleksi, dan
diberi kesempatan untuk menanya jika kurang
paham.
 Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar, dan tidak
merusak rumput yang tumbuh di lapangan tempat
kegiatan.
 Kelompok melakukan praktikum di lapangan
rumput tentang adaptasi dan seleksi.
 Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.

Pengolahan Data
 Peserta didik mengolah data hasil pengamatan
dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada
lembar kerja
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
fenomena yang berkaitan dengan teori evolusi
dan petunjuk adanya evolusi.
 Kelompok diminta untuk mempelajari gambar
evolusi kuda, homologi dan analogi, dan
perbandingan embriologi.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas untuk memverifikasikan data hasil
praktikum dengan teori pada buku sumber, untuk
membuktikan adanya peristiwa seleksi alam.
 Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
 Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
fenomena yang berkaitan dengan teori evolusi
dan petunjuk adanya evolusi, terutama adanya
seleksi alam yang terjadi bumi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang fenomena yang
berkaitan dengan teori evolusi dan petunjuk
adanya evolusi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan fenomena yang berkaitan
dengan teori evolusi dan petunjuk adanya evolusi.
 Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum adaptasi dan
seleksi.
 Rencana pembelajaran selanjutnya: Evolusi
subtopik Mekanisme evolusi

3. Pertemuan ke-3 = 4 x 20 menit

No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Problem Waktu


Pembelajaran Based Learning (Pemecahan Masalah) (menit)
1 Pendahuluan Pendahuluan 15’
 Guru memberikan salam dan berdoa bersama
(sebagai implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta didik
tentang mekanisme evolusi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Bagaimana terbentuknya variasi genetik dalam
populasi? Apakah rekombinasi gen dalam
perkawinan generatif dan mutasi dapat
menyebabkan terjadinya variasi genetik yang
akan mengarah terjadinya evolusi?
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
mekanisme evolusi, yaitu peserta didik dapat
memahami kemungkinan terbentuknya spesies-
spesies baru di bumi.
 Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru menyampaikan hukum Hardy-Wenberg:
Bahwa frekuensi alel dan frekuensi genotipe
dalam suatu populasi dari generasi ke generasi
berikutnya akan selalu konstan pada kondisi
tertentu.
 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis:
- gambar “Efek leher botol” pada konsep
perubahan kesetimbangan frekuensi alel dan
genotipe dalam populasi.
- Contoh terbentuknya spesies alopatrik.

Efek leher botol.

Contoh spesies alopatrik.

Orientasi peserta didik pada masalah (identifikasi


masalah)
 Peserta didik dimotivasi untuk menemukan
masalah dengan mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan, setelah mengamati gambar “efek
leher botol” dan contoh spesiasi alopatrik.
- Apa yang dimaksud dengan kondisi tertentu
pada hukum Hardy-Weinberg?
- Apakah frekuensi alel dan frekuensi genotipe
dalam suatu populasi dapat berubah?
- Apakah gambar”efek leher botol”
menggambarkan perubahan frekuensi alel dan
genotipe dalam suatu populasi?
- Apa yang dimaksud dengan spesies alopatrik?
- Apa yang menyebabkan anggota spesies
terpisah?
- Apakah jika suatu spesies terpisah oleh kondisi
geografis yang berjauhan akan membentuk
spesies baru?

Mengorganisasikan peserta didik


 Guru membantu peserta didik untuk
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah:
- maksud dari teori “efek leher botol” pada
peristiwa perubahan frekuensi alel dan
genotipe dalam populasi.
- bagaimana penerapan rumus aljabar hukum
Hardy-Weinberg: p2 + 2pq + q2
- faktor-faktor apakah yang menyebabkan
mikroevolusi
- Apa yang menyebabkan terjadinya isolasi
reproduksi

 Guru memberikan soal-soal/ permasalahan/ kasus


tentang frekuensi alel dan frekuensi genotipe
dalam populasi untuk sifat-sifat tertentu, misalnya
perasa PTC, albino, butawarna, atau golongan
darah.

Membimbing penyelidikan individu dan kelompok


 Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk
menjawab soal-soal/ permasalahan/ kasus yang
diberikan oleh guru, dengan kajian literatur
mekanisme evolusi.
 Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah/ membahas kasus/
menjawab soal-soal.

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


 Peserta didik menjawab soal-soal/ pembahasan
kasus dan masalah dalam bentuk laporan tertulis.
 Kelompok mempresentasikan/ mengomunikasikan
laporan tertulisnya.
 Guru memberikan informasi tambahan untuk
mengembangkan konsep, yaitu tentang perubahan
kesetimbangan frekuensi alel dan genotipe dalam
populasi, spesiasi, dan terjadinya isolasi
reproduksi.

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
 Diskusi kelas untuk membahas jawaban soal-soal
berbasis masalah terutama penerapan hukum
Hardy-Weinberg.
 Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan mekanisme evolusi.
 Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
mekanisme evolusi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang konsep
mekanisme evolusi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan mekanisme evolusi dan penerapan hukum
Hardy-Weinberg.
 Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
menjawab soal-soal uji kompetensi
 Rencana pembelajaran selanjutnya: Bioteknologi.

G. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat


1. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas. Penerbit
Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA), Bab 8.
Lingkungan dan Internet

2. Bahan ajar:
 Bahan presentasi tentang evolusi

3. Alat:
 Komputer/LCD

H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
 Apakah perbedaan teori evolusi menurut Lamarck dengan Weismann?
 Apa yang dimaksud dengan evolusi ?
 Sebutkan perbedaan antara homologi dan analogi.
 Bagaimana seleksi alam berperan dalam kehidupan ?
 Bagaimana bunyi hukum Hardy-Weinberg ?

2. Keterampilan
 Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan kontroversi teori perancangan
cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin

3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi.

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN MEMBUAT MAKALAH


Judul kegiatan: Membuat makalah tentang pandangan kontroversi teori perancangan cerdas
(intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin.

Tanggal :…………………
Kelas:…………………

No Nama Aspek yang dinilai Jumlah Nilai


Kebenaran Kelengkapan Sistematika Tatabahasa Skor
konsep gagasan penulisan
1
2

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.


INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP PADA KEGIATAN DISKUSI

Aspek yang dinilai


Jumlah
No Nama Kerja Rasa ingin Nilai
Santun Komunikatif Skor
sama tahu

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.

Aceh Besar, Juli 2018

Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Biologi

(Wahyu Saputra, S.Pd. I) (_________________________)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : MAs Insan Qurani


Kelas / Semester : XII / 2
Materi Pembelajaran : Bioteknologi
Alokasi Waktu : 10 X 20 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali

A. Kompetensi Inti (KI)


KI I : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI II : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI III : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI IV : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.10 Memahami tentang 3.10.1 Menjelaskan pengertian bioteknologi.
prinsip-prinsip bioteknologi 3.10.2 Menjelaskan perbedaan bioteknologi konvensional
yang menerapkan bioproses dengan bioteknologi modern.
dalam menghasilkan produk 3.10.3 Menjelaskan pengembangan bioteknologi kondisi
baru untuk meningkatkan non-steril dan steril.
kesejahteraan manusia dalam 3.10.4 Menjelaskan peranan mikroorganisme penghasil
berbagai aspek kehidupan makanan dan minuman.
3.10.5 Mendeskripsikan mikroorganisme penghasil
protein.
3.10.6 Mendeskripsikan mikroorganisme penghasil zat-zat
organik, enzim, dan vitamin.
3.10.7 Menjelaskan peranan mikroorganisme penghasil
obat.
3.10.8 Mendeskripsikan mikroorganisme penghasil energi.
3.10.9 Menjelaskan peranan mikroorganisme pembasmi
hama tanaman (biopestisida).
3.10.10Menjelaskan pemanfaatan mikroorganisme dalam
bidang peternakan.
3.10.11Menjelaskan peranan mikroorganisme pengolah
limbah (bioremidiasi).
3.10.12Menjelaskan bioplastik.
3.10.13Menjelaskan peranan mikroorganisme dalam
bidang pertambangan.
3.10.14Menjelaskan prinsip kultur jaringan pada
tumbuhan.
3.10.15Menjelaskan tahapan kloning embrio dan kloning
transfer inti pada hewan dengan menggunakan
diagram
3.10.16Menjelaskan teknologi hibridoma.
3.10.17Menjelaskan prinsip rekombinasi DNA.
3.10.18Menjelaskan tahapan teknologi plasmid dengan
menggunakan diagram.
3.10.19Mendeskripsikan organisme transgenik.
3.10.20Menganalisis dampak negatif penerapan
bioteknologi
4.10 Merencanakan dan melakukan 4.10.1 Membuat produk makanan/ minuman berbasis
percobaan dalam penerapan bioteknologi.
prinsip-prinsipbioteknologi 4.10.2 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil praktik
konvensional untuk pembuatan produk bioteknologi
menghasilkan produk dan
mengevaluasi produk yang
dihasilkan serta prosedur
yang dilaksanakan

C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Kemajuan di bidang bioteknologi saat ini, bahwa perkembangbiakan
tanaman bisa dilakukan dengan kultur jaringan yang memanfaatkan sifat totipotensi.
Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara kultur jaringan

2.Materi Konsep
 Bioteknologi adalah ilmu yang menerapkan prinsip ilmiah dan kerekayasaan untuk
penanganan dan pengolahan bahan mentah organik maupun anorganik dengan bantuan
makhluk hidup seperti mikroorganisme, sel hewan dan tumbuhan untuk meningkatkan
potensi makhluk hidup, menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.
 Bioteknologi dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi
modern, bioteknologi kondisi non-steril dan steril.
 Prinsip bioteknologi yang digunakan pada proses fermentasi, yaitu prinsip respirasi
anaerob oleh ragi (jamur).
 Penerapan bioteknologi dalam segala bidang kehidupan semakin meningkat sejak
ditemukannya struktur dan fungsi DNA.
 Pemanfaatan mikroorganisme dalam bioteknologi, antara lain sebagai penghasil
makanan/minuman, protein, zat organik, enzim, vitamin, obat, energi, biopestisida,
bioremediasi, bioplastik dan pertambangan.
 Dampak negative bioteknologi, kemungkinan menciptakan mikroorganisme pangan baru,
timbulnya bahan makanan yang mengandung protein baru bersifat toksik, munculnya
tanaman supergulma, teknik bayi tabung, membingungkan status orangtuanya, resiko
tinggi bagi organisme hasil kloning, penyebaran bakteri strain secara liar, erosi plasma
nutfah, terganggunya keseimbangan ekosistem, dan penyalahgunaan senjata biologis.

3. Materi Prosedural
 Membuat yoghurt susu kedelai (soyghurt)

D. Model Pembelajaran:Penemuan (discovery learning).

E. Metode Pembelajaran
 Presentasi Peserta didik
 Diskusi
 Pembelajaran kooperatif
 Praktikum
 Mind map
 Kuis

F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 20 menit
No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan Pendahuluan 15’
 Peserta didik berada di laboratorium, dan duduk sesuai
dengan kelompoknya masing-masing.
 Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta didik
tentang bioteknologi.
 Memotivasi:
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
bioteknologi, agar kehidupan manusia semakin
maju dan sejahtera dengan dihasilkannya produk-
produk melalui penerapan bioteknologi.
- Guru menanyakan persiapan bahan-bahan praktik
membuat soyghurt yang di bawa peserta didik: alat
(stoples, blender, kain saring, panci perebus,
kompor) dan bahan kacang kedelai yang sudah
direndam 8 jam, gula pasir, susu skim).
 Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi
indikator pembelajaran
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan
menganalisis gambar/ film video tentang produk
bioteknologi.
Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
pengamatan gambar/video tentang produk bioteknologi.
- Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
- Produk apa saja yang dihasilkan oleh bioteknologi?
- Jenis mikroorganisme apakah yang dipergunaakan
untuk membuat tempe, tape, kecap, dan yoghurt?
- Bagaimana cara membuat yoghurt?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian literatur
secara cermat dan teliti tentang pengertian bioteknologi,
diagram bioteknologi, perbedaan bioteknologi
konvensional dan modern, pengembangan bioteknologi
kondisi steril dan nonsteril
 Peserta didik diminta untuk mempelajari cara kerja
praktikum tentang pembuatan soyghurt dan diberi
kesempatan untuk menanya jika kurang paham.
 Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas cara
kerja praktikum yang benar, cara mengerjakannya harus
steril agar tidak tercemar organisme lainnya yang
bersifat patogen. Hati-hati menggunakan kompor agar
tidak terjadi kebakaran.
 Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
pembuatan soyghurt. Waktu inkubasi bakteri selama 12
jam, sehingga hasilnya baru bisa dinilai keesokan
harinya.

Pengolahan Data
 Peserta didik menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan
 Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks tentang
penggunaan mikroorganismedalam bioteknologi
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil makanan
dan minuman;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil protein;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil zat-zat
organik, enzim, dan vitamin;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil obat;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil energi;
- pemanfaatan mikroorganisme sebagai biopestisida;
- pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang
peternakan;
- pemanfaatan mikroorganisme di bidang
pertambangan;
- bioremidiasi;
- bioplastik.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas untuk memverifikasikan data percobaan
dengan bantuan menjawab pertanyaan yang ada di
lembar kegiatan (halaman 330).
 Setiap kelompok mengomunikasikan hasil diskusinya
tentang pemanfaatan mikroorganisme dalam
bioteknologi, dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam pengembangan
konsep dan meluruskan kesalahpahaman konsep.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
pemanfaatan mikroorganisme dalam bioteknologi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang konsep pemanfaatan
mikroorganisme dalam bioteknologi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari ini,
dan memberikan penghargaan kepada peserta didik atau
kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan pemanfaatan mikroorganisme dalam
bioteknologi dan prinsip-prinsip pembuatan soyghurt.
 Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk membuat
laporan tertulis praktikum pembuatan soyghurt.
 Rencana pembelajaran selanjutnya: materi kultur
jaringan, kloning, dan rekayasa genetika. (halaman 341
– 358). Melakukan kegiatan 9.2 tentang rekayasa
genetika. Guru memberikan penjelasan kepada peserta
didik, agar membawa alat dan bahan untuk pembuatan
puzzle (gunting, lem, spidol, kardus bekas, gambar-
gambar tentang metode rekayasa genetika).

2. Pertemuan ke-2 = 4 x 20 menit


No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai 15’
implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta didik
tentang kultur jaringan, kloning, dan rekayasa genetika.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Bagaimanakah penerapan teknik rekayasa genetika
pada kehidupan manusia saat ini?
- Guru menyampaikan manfaat belajar kultur
jaringan, kloning, dan rekayasa genetika, agar kita
paham terhadap produk-produknya yang sudah
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh
dunia.
 Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi
indikator pembelajaran.

2 Kegiatan inti Stimulasi 50’


 Guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan
menganalisis gambar tentang kultur jaringan, kloning,
dan produk yang memanfaatkan rekayasa genetika.

Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
pengamatan gambar kultur jaringan, kloning, dan
produk yang memanfaatkan rekayasa genetika.
- Apa yang dimaksud dengan teknik kultur jaringan?
- Bagaimana teknik kultur jaringan?
- Bagaimana teknik kloning yang menghasilkan
domba Dolly?
- Apa yang dimaksud dengan tanaman transgenik?
- Bagaimana teknik pembuatan tanaman transgenik?

Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang tentang kultur
jaringan, kloning, dan rekayasa genetika (halaman 341
– 357).
 Setiap kelompok membuat puzzel yang berisikan
materi metode-metode rekayasa genetika dalam
aplikasi bioteknologi seperti teknologi hibridoma,
teknologi plasmid, dan mekanisme pembuatan
organisme transgenik (kegiatan 9.2, halaman 358).

Pengolahan Data
 Setiap kelompok diminta memainkanpuzzel hasil
karyanya untuk memahami metode-metode rekayasa
genetika dalam aplikasi bioteknologi.
 Setiap kelompok menjawab pertanyaan pada lembar
kegiatan 9.2 (halaman 358).
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
metode-metode rekayasa genetika dalam aplikasi
bioteknologi.

Pembuktian (Verifikasi)
 Setiap kelompok menunjukkan puzzel hasil karyanya.
 Antar kelompok bertukar puzzel, kemudian kelompok
lainnya diminta menyusun puzzel tersebut dengan
tujuan peserta didik memahami urutan langkah-langkah
dalam metode rekayasa genetika.
 Setiap kelompok mengemukakan pendapatnya tentang
isi materi yang digambarkan pada puzzel kelompok
lainnya. Kelompok yang berbeda diberi kesempatan
untuk menanggapinya.
 Diskusi kelas tentang metode-metode rekayasa
genetika dalam aplikasi bioteknologi seperti teknologi
hibridoma, teknologi plasmid, dan mekanisme
pembuatan organisme transgenik.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam pengembangan
konsep dan meluruskan kesalahpahaman konsep.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
metode-metode rekayasa genetika dalam aplikasi
bioteknologi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang metode-metode
rekayasa genetika dalam aplikasi bioteknologi.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari ini,
dan memberikan penghargaan kepada peserta didik
atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan metode-metode rekayasa genetika dalam
aplikasi bioteknologi.
 Rencana pembelajaran selanjutnya: Bioteknologi,
subtopik Dampak Negatif Bioteknologi

3. Pertemuan ke -3 = 4 x 20 menit
No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan  Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai 15’
implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai disiplin).
 Apersepsi: Guru menggali pengetahuan peserta didik
tentang dampak positif dan dampak negatif
bioteknologi.
 Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Mungkinkah bioteknologi akan disalahgunakan
oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung
jawab?
- Guru menyampaikan manfaat belajar dampak
negatif bioteknologi, agar selalu berhati-hati dalam
menggunakan produk bioteknologi karena sebagian
bisa menimbulkan resiko seperti alergi dari
mengonsumsi makanan dari organisme transgenik.
 Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi
indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 50’
 Guru mengajak peserta didik untuk menyimak
paparanguru/ wacana dari media, tentang
penyalahgunaan bioteknologi, misalnya penggunaan
senjata biologi dalam peperangan, desain baby dari
teknik kloning, kultur jaringan untuk tumbuhan bahan
narkotika, dll.

Identifikasi Masalah
 Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
mendengar paparan guru / membaca wacana dari
media, misalnya:
- Apa akibatnya jika kloning diterapkan pada
manusia?
- Apa akibatnya jika mikroorganisme pemakan
limbah minyak terlepas ke alam bebas?
- Apa akibatnya jika mikroorganisme pengurai
limbah plastik terlepas dan hidup di alam bebas?
Pengumpulan Data
 Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan peserta didik.
 Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang tentang
dampak negatif bioteknologi
 Peserta didik bisa mencari informasi tambahan lainnya
dari internet.

Pengolahan Data
 Guru mengajak kelompok untuk mendiskusikan:
dampak negatif bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani dampak negatif
tersebut.

Pembuktian (Verifikasi)
 Diskusi kelas tentang dampak negatif bioteknologi dan
cara-cara alternatif untuk mencegah atau menangani
dampak negatif tersebut.
 Setiap kelompok mengemukakan pendapatnya tentang
dampak negatif bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani dampak negatif
tersebut.
 Kelompok lain diberikan kesempatan untuk
menanggapinya.
 Guru memfasilitasi peserta didik dalam pengembangan
konsep dan meluruskan kesalahpahaman konsep.

Generalisasi (Menarik Kesimpulan)


 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
dampak negatif bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani dampak negatif
tersebut.
 Guru menghimbau kepada peserta didik agar selalu
hati-hati dalam menggunakan produk bioteknologi.
3 Penutup  Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 15’
menyimpulkan kembali tentang dampak negatif
bioteknologi dan cara-cara alternatif untuk mencegah
atau menangani dampak negatif tersebut.
 Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari ini,
dan memberikan penghargaan kepada peserta didik
atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
 Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berkaitan
dengan dampak negatif bioteknologi dan cara-cara
alternatif untuk mencegah atau menangani dampak
negatif tersebut.
G. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat
1. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas. Penerbit
Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA), Bab 9. Lingkungan dan internet

2. Bahan ajar:
 Bahan presentasi/ video tentang bioteknologi.
 Bahan praktikum: Susu skim, gula pasir, kacang kedelai, starter bakteri.
3. Alat:
 Komputer/LCD, VCD/CD player.
 Panci perebus, stoples,blender, kain saring

A. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
 Jelaskan perbedaan antara bioteknologi modern dengankovensional.
 Jelaskan secara siangkat cara pembuatan soyghurt dari kacang kedelai.
 Sebutkan dampak negative adanya bioteknologi.
 Apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika?
 Bagaimana proses kloning pada makhluk hidup?
 Jelaskan teknologi plasmid dalam pembuatan hormon insulin dengan menggunakan
skema.

2. Keterampilan: Praktikum membuat yoghurt susu kedelai (soyghurt)

3. Sikap: Pengamatan sikap dan perilaku pada saat praktikum.


INSTRUMEN PENILAIAN PRODUK DARI PERAKTIK PEMBUATAN SOYGHURT

Persiapan Kebersihan Bentuk Cita


Teknik Jumlah
No. Nama alat dan dalam fisik Rasa Nilai
pengolahan Skor
bahan pengolahan produk
1.
2.

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP PADA KEGIATAN DISKUSI


Aspek yang dinilai
Jumlah
No Nama Kerja Rasa ingin Nilai
Santun Komunikatif Skor
sama tahu

Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.

Aceh Besar, Juli 2018

Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Biologi

(Wahyu Saputra, S.Pd. I) (_________________________)