Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Belajar Peserta Didik

Jurnal belajar peserta didik diperoleh setelah proses pembelajaran. Hasil analisis data

jurnal belajar peserta didik dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Uji Rerata Jurnal Belajar Peserta Didik


Sekolah Rerata Normalitas* Homogenitas** Signifikansi
2 2
MAN 2 66,45 X hitung < X Tabel Signifikan
Homogen
0,137 < 5,99 thitung > ttabel
F Hitung < FTabel
Ulumul 62,39 X2hitung < X2Tabel 2,260 > 2,000
0,520 < 3,15
Quran 0,136 < 5,99 (Berbeda Nyata)
Ket. *) = Chi Square Test (Normal, nilai X2 hit < X2 tab, α = 0,05)
**) = Uji F (Homogen, Nilai F hit < F tab, α = 0,05)
***) = Uji t (Signifikan, thit > ttab, α = 0,05)

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa rerata jurnal belajar peserta didik pada MAN

2 Banda Aceh mendapat rerata 66,45 dan MAS Ulumul Quran mendapat rerata 62,39.

Berdasarkan hasil analisis uji chi square X2tabel diambil berdasarkan nilai pada tabel nilai kritis

X2 pada taraf signifikansi 5% (0,05). Kolom keputusan dibuat berdasarkan pada ketentuan

pengujian hipotesis normalitasnya, yaitu jika X2 hitung < X2 tabel maka dinyatakan data berdistribusi

normal. Sebaliknya jika X2 hitung > X2 tabel maka dinyatakan data tidak berdistribusi normal. Pada

Tabel 4.1 terlihat bahwa nilai X2 hitung < X2 tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua data

berdistribusi normal.

Selanjutnya dilakukan pengujian homogenitas terhadap kedua data dengan menggunakan

uji F yang disajikan dalam Tabel 4.1 di atas. Pada uji homogenitas penentuan keputusan juga

didasarkan pada ketentuan pengujian hipotesa. Homogenitas yaitu apabila F hitung <F tabel maka

dinyatakan kedua data kedua sekolah memiliki varians yang homogen. Sebaliknya apabila F hitung

>F tabel maka dinyatakan kedua data tidak memiliki varians yang homogen. Berdasarkan Tabel

4.1 maka dapat disimpulkan bahwa data pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki

varians data yang homogen karena memiliki nilai Fhitung (0,520 ) < F tabel (3,15).
Untuk uji beda rata-rata dianalisis dengan uji t. Penentuan keputusan juga didasarkan

pada ketentuan pengujian hipotesa tabel t dengan nilai signifikansi α = 0,05. Pengambilan

keputusan dibuat berdasarkan pada ketentuan pengujian hipotesis uji t, yaitu jika thit > ttab maka

dinyatakan data berbeda nyata. Sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Sebaliknya jika thit < ttab

maka dinyatakan data tidak berbeda nyata sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Pada tabel 4.1

terlihat bahwa nilai thitung (2,260) > ttabel (2,000), sehingga disimpulkan bahwa Ho diterima dan

Ha ditolak, yaitu nilai jurnal peserta didik tidak berbeda nyata antara kedua sekolah. Artinya

penggunaan jurnal belajar berbasis problem solving memberikan pengaruh yang baik bagi

peserta didik di kedua sekolah.

Aspek jurnal belajar meliputi 5 komponen yaitu pemahaman materi, pengalaman belajar,

hambatan belajar, usaha belajar, manfaat belajar. Nilai jurnal belajar baik di MAN 2 Banda Aceh

dan MAS Ulumul Quran adalah 3.23 dengan kriteria sedang.Berdasarkan aspek jurnal belajar

peserta didik yang diberikan untuk empat kali pertemuan, maka diperoleh data skor jurnal belajar

peserta didik untuk setiap aspek di MAN 2 dan Ulumul Quran dapat dilihat pada Gambar 4.1.
MAN 2 Ulumul Quran

3.68
3.61
4.00

2.68
2.68
3.50

2.48
2.35
2.35

2.26
2.19
Rerata

3.00

2.10
2.50
2.00
1.50
1.00
Pemahaman materi

Hambatan belajar

Manfaat Belajar
Pengalaman Belajar

Aspek Jurnal Belajar Usaha Belajar


Gambar 4.1 Rerata
Jurnal Belajar Peserta Didik di MAN 2 dan Ulumul Quran

Berdasarkan Gambar 4.1 dapat dilihat bahwa jurnal belajar dengan aspek tertinggi baik di

MAN 2 dan Ulumul Quran adalah pemahaman materi dengan rerata 3,61 di MAN 2 dan 3,68 di

MAS Ulumul Quran. Sedangkan aspek terendah baik di MAN 2 dan MAS Ulumul Quran adalah

manfaat belajar dengan rerata 2,10 di MAN 2 dan di MAS Ulumul Quran aspek terendah adalah

usaha belajar dengan rerata 2,19.

Jurnal belajar yang diberikan kepada peserta didik baik di MAN 2 dan MAS Ulumul

Quran untuk pemahaman materi hampir semuanya paham dengan materi sistem peredaran darah.

Sistem peredaran darah sistem tubuh yang meliputi jantung dan jaringan pembuluh darah.

Jantung bertugas memompa darah keseluruh bagian tubuh, sedangkan darah tidak hanya

menjalankan peran sebagai media transportasi bagi nutrisi dan gas, namun juga sebagai jalur

komunikasi antar bagian tubuh dengan mengalirkan pesan kimiawi melalui hormon yang

diproduksi oleh kelenjar endokrin (Campbell, 2011 dalam Syukriah, 2014).


Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kelas eksperimen yang diberikan

jurnal belajar telah dapat sepenuhnya merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan dengan

sungguh-sungguh dikarenakan sebelum penulisan jurnal belajar, guru telah memberikan

pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya penulisan jurnal belajar, sehingga jurnal

belajar yang dituliskan peserta didik benar-benar merefleksikan pembelajaran dengan cara

memecahkan permasalahan dengan baik.

Pemecahan masalah yang dilakukan sendiri oleh peserta didik dapat memberikan

pengalaman tersendiri bagi peserta didik sehingga akan selalu diingat oleh peserta didik Hapsari

(2011). Dalam jurnal belajar juga ditemukan hambatan yang dialami oleh peserta didik seperti

tidak melihat gambaran langsung atau video tentang sistem peredaran darah pada manusia, selain

itu istilah yang digunakan juga membuat peserta didik kurang memahami materi. Selain itu

dalam pembuatan jurnal belajar juga mengidentifikasi bagaimana usaha yang dilakukan peserta

didik agar bisa memahami materi yaitu dengan cara membaca kembali buku, melihat video dan

gambar agar lebih jelas, dan bertanya kepada guru agar lebih memahami materi.

Penggunaan jurnal belajar dapat memberikan keuntungan baik bagi guru maupun peserta

didik. Jurnal belajar dapat mendorong proses belajar peserta didik dan dapat mengetahui tingkat

pemahaman peserta didik untuk setiap kali pertemuan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Moon

(2006) yang menyatakan bahwa jurnal belajar dapat mengukur keterlibatan peserta didik dalam

pembelajaran sehingga peserta didik dapat menuliskan secara terbuka pengalaman belajarnya.

Selain itu jurnal belajar yang diberikan kepada peserta didik juga dapat memberikan informasi

kepada guru tentang bagaimana perasaan peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan

memperhatikan peranan peserta didik, guru dapat memutuskan strategi yang baik dan tidak untuk

diterapkan dalam pembelajaran.


Jurnal belajar merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh guru bagi

peserta didiknya karena jurnal dapat memberikan informasi tentang kebutuhan peserta didik

yang terkait dengan metode pengajaran, mata pelajaran, fasilitas, dan sikap guru. Terkait dengan

pengajaran yang berdampak pada pemahaman materi peserta didik, bahwa banyan peserta didik

meminta guru untuk mengajarkan sesuatu yang kontekstual. Sehingga peseta didik dapat belajar

sesuai dengan pengetahuan dan berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari (Berns dan

Erickson, 2001).