Anda di halaman 1dari 10

NAMA : FEBRI DINA

KELAS : C/RS/4

MAKUL : Manajemen Rumah Sakit

NIM :17002922

1. jelaskan garis besar kegiatan yang ada dibagian-bagian manajemen di Rumah


Sakit?

Jawab :

a. Bidang manajemen perencanaan


Pada hakikatnya perencanaan adalah upaya yang meliputi :
1. Penilaian atas keadaan masalalu,sekarang dan kecenderungan dimasa
datang.
2. Penetapan tujuan yang ingin dicapai diwaktu yang akan datang.
3. Penyusunan rencana tindakan atau langkah-langkah unytuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan waktu bisa dibedakan tiga macam rencana yaitu rencana
jangka panjang yang meliputi kurun waktu 10 th atau malah
lebih,rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek yaitu yang
mencangkup kurun waktu satu tahun.
b. Bidang Manajemen keuangan
Manajemen keuangan rumah sakit sangat diperlukan dalam usaha :
1. Mengelola biaya operasional dan pemeliharaan.
2. Mengambil keputusan tentang investasi.
3. Menyisihkan sisa hasil usaha.
Sebelum memulai kegiatan mengelola keuangan rumah
sakit,manajemen rumah sakit haruslah terlebih Dahulu menetapkan
atau menyusun suatu system dan prosedur yang disesuaikan dengan
struktur organisasi.sistem dan prosedur ini tentu memerlukan formulir-
formulir,jurnal,buku besar,buku pembantu dan daftar keuangan.
c. Manajemen Personalia
Pada dasarnya dirumah sakit ada tiga kelompok tenaga kerja,yaitu
kelompok professional,kelompok manajerial dan kelompok pekarya.

Kelompok professional bertugas mengupayakan penyembuahan pasien


yangdirawat.yang termasuk kelompok ini adalah dokter,perawat,opoteker
,ahligizi,psikolog, ahli laboratorium,radiographer,fisioterapis,kelompok
manajerial bertugas membantu memperlancar jalannya pelayanan
kesehatan rumah sakit.
Pengelolaan SDM haruslah berpedoman pada:
1. Usaha mendayagunakan tenaga kerja melalui seleksi tenaga,latihan
dan promosi.
2. Memberikan imbalan susuai dengan besarnya tanggung jawab dan
prestasi.
3. Usaha menciptakan susasana kerja yang mendorong SDM berniat
untuk meningkatkan kemampuan dengan terus belajar,berkompetensi
tanpa meninggalkan sifat koperatif.
d. Manajemen informasi dan rekam medic
System informasi dirumah sakit sebaiknya telah menggunakan jaringan
computer dan datanya bisa diolah secara elektronik.semakin besar dan
semakin komplek sebuah rumah sakit,semakin memerlukan system
informasi medis yang modren.
Informasi yang diperlukan untuk menjalankan daur manajemen yaitu
mulai dari perencanaan,penggerakkan,pengendalian,dan kembali lagi
keperencanaan.berdasarkan informasi,manajemen RS bisa bertindak tepat
dalam mengambil keputusan,missal saat mengambil keputusan kapan
suatu obat harus dipesan agar tidak sampai kehabisan persediaaan.

e. Manajemen perkantoran
Manajemen perkantoran adalah kegiatan mengatur administrasi kantor
kegiatan administrasi kantor dirumah sakit tersebar dihampir semua unit
kerja tetapi yang paling padat kegiatan admnistrasinya adalah diunit kerja:
1.tata usaha atau secretariat rumah sakit
2. unit rekam medis
3. laboratorium
Dan baru disesuaikan oleh unit kerja lainnya.

Pekerjaan kantor atau tata usaha dirumah sakit adalah merupakan


pekerjaan pengelolaan data dan informasi.kegiatannya bisa dibedakan
menjadi:
1.komunikasi dan persuratan
2.registrasi
3. komputasi
4.informasi
5.kearsipan.

f. Manajemen logistic
Dalam lingkup rumah sakit,logistic adalah subsistem yang bertugas
menyediakan barang dan bahan yang diperlukan untuk kegfiatan
operasional rumah sakit dalam jumlah,kualitas,dan pada waktu yang tepat
sesuai kebutuhan dengan harga yang efisisen.
Logistic merupakan penunjang keberhasilan pelayanan kesehatan dirumah
sakit,tujuan menajmen logistic adalah tersedianya obat dan bahan-bahan
yang sesuai macamnnya,jumlanya menguntumgkan harganya serta baik
mutunya.manajemen logistik juga bertanggung jawab atas keaamanan
penyimpanan obat dan bahan.
Barang-barang yang harus disediakan dikelompokkan sebagai persediaan
farmasi,persediaan makanan,persediaaan barang- barang selain
farmasi/makanan yang digolongkan persesiaan logistic (teknik,rumah
tangga,ATK,linen).
Agar fungsi Rumah sakit berjalan lancer perlu proses
1.perencanaa kebutuhan
2.penganggaran
3.pengadaan
4.penerimaan barang
5.penyimpanan
6.pendistribusian
7.penghapusan
8.evaluasi.

g. Manajemen farmasi
Rumah sakit sebaiknya mempunyai pedoman terapi dan
formalium.formalum rumah sakit adalah daftar obat baku yang dipakai
oleh rumah sakit yang dipilih secara rasional dan dilengkapi penjelasan
sehingga merupakan informasi yang lengkap untuk pelayanan rumah
sakit.
Rumah sakit diwajibkan menyediakan obat esensial dengan nama generic
untuk kebutuhan pasien berobat jalan dan rawat inap.berkaitan dengan
obat generic sebaiknnya disediakan informatoriumobat generik.
Pasien yang datang kerumah sakit untuk berobat akan mendapat diagnosis
dari dokter dan sekaligus mendapat resep untuk mengambil obat.resep ini
akan dibawa ke apotek rumah sakit,apotek akan membuat atau meracik
obat untuk diserahkan kepada pasien.
Fungsi pokok apotek rumah sakit adalah :
1.membuat dan menstrerilkan obat injeksi.
2. membuat obt yang sederhana.
3.memberikan obat,bahan kimia, dan preparat farmasi.
4.mengisi dan memberikan etiket pada semua container yang berisi obat
dan diberikan kepada pasien maupun lain bagian rumah sakit.
5.mengawasi semua pharmaceutical supplies yang dikirimkan dan
dipergunakan diberbagai bagian rumah sakit.
Menyediakan persediaan antidotum dan lain lain obat untuk keadaan
gawar darurat.
6.mengawasi pengeluaran obat narkotika dan alcohol serta membuat daftar
inventory.
7.membuat spesifikasi dari pembelian semua obat yang dipakai untuk
pengobatan pasien di rumah sakit.
8.memberikan informasi perkembangan obat kepada para dojkter perawat
dan orang2 berkepentingan.
9.melaksanakan keputusan keputusan yang diambil oleh panitia pharmary
and therapeutics.

h. Manejemen Pelayanan Medis dan perawatan


Yang perlu diingat oleh provider dalam pelayanan medis adalah :
1. Pengguna jasa rumah sakit datang kerumah sakit untuk meminta
pertolongan.
2. Pengguna jasa rumah sakit ingin mendapat pelayanan yang terbaik.
3. Pengguna jasa rumah sakit adalah awam mengenai hal-hal kesehatan
dan mudh sekali tertipu akibat consumer ignorance,oleh karenanya
manajemen rumah sakit harus melindungi pengguna jasanya dari
akibat keawamannya.
4. Untuk mencapai kesembuhan pasien dan keluarganya bersedia
menempuh segala upaya dengan mengorbankan harta yang tak terbatas
asal bisa sembuh.
5. Pasien dan keluarganya dalam kedaan jiwa yang labil,cepat
marah,cepat tersinggung.
6. Provider harus bekerja berdasarkan ilmunya,berdasarkanetika profesi.
7. Tidak seluruh anggapan yang baik dari pasien selalu baik dari segi
provider dan sebaliknya tidak selalu yang benar dalam pemikiran
provider dan juga sebaliknya.
8. Pasien tidak selalu dapat menentuka pelayanan medis apa sebetulnya
yang ia perlukan.
9. Pelayanan medis merit goods yang distribusinya tidak semata-mata
ditentukan oleh kemampuan membayar pasien.
10. Salus aegroti spreema lex,kepentingan penderita adalah hokum
tertinggi.
11. Pengguna jasa ingij mendapat perhatian/pelayanan.
12. Provider harus menghormati hak2 pasien.

i. Manajemen keselamatan kerja


Bidang keselamatan kerja tidak boleh sampai terlupakan.semua pegawai
yang bekerja dirumah sakit harus tahu dan mengerti serta melaksanakan
system keselamatan kerja.
Rumah sakit harus dilengkapi dengan alat pemadara kebakaran sesuai
dengan kegunaannya berupa hidran,pasir gala pangit,racun api baik yang
untuk alat-alat non maupun yang alat-alat elektronik.para pekerja diberi
khusus tentang kewaspadaan,bagaiman bersikap dan bertindak apabila
terjadi musibah kebakaran,bagaimana mengevakuasi pasien.
Occupational hazard dirumah sakit berupa:
1.bahan kimia
2.radiasi
3.penyakit menular
4.fisik.

j. Manajemen keamanan
Rumah Sakit adalah merupakan tempat masyarakat umum berkumpul,oleh
karenanya seperti halnya tempat umum yang lain harus dipikirkan
keamanannya.ruamah sakit harus menjaga keselamatan barang-barang
inventarisnya dan ganguan pengunjung,pencuri,binatang dan semua yang
merugikan.
Harus ada yang bertugas menjaga,patrol,mengawasi jam kunjungan orang
sakit.semua orang yang membawa keluar peraltan harus menggunakan
surat jalan yang dikeluarkan oleh kepala rumah tangga dan diketahui oleh
petugas keamanan.

Usaha penjagaan rumah sakit :


1. Pimpinan rumah sakit bisa menanmkan suasana bahwa keamanan
rumah sakit adalah tanggung jawab bersama.semua orang bertanggung
jawab atas trselenggaranya keamanan.
2. Halaman rumah sakit berpagar,bila dianggap perlu bisa menggunakan
kawat berduri atau tanaman berduri.
3. Pintu masuk dan pintu keluar terpisah
4. Harus ada yang jaga parkiran dan mengatur lalu lintas kendaraan
masuk dan keluar.
5. Diluar jam kerja pintu masuk dan keluar hanya satu yang digunakan
yang lain harus ditutup
6. Ada generator listrik yang selalu siap apabila tiba-tiba listrik PLN
mati.
7. Ada lampu emergenci pada lokasi yang sangat memerlukan
penerangan.
8. Lorong panjang mau tempat yang mungkin rawan harus
berpenerangan.
9. Sakelar dan beginjer diletakkan pada lokasi yang tidak dilewati oleh
umum agar tidak dimainkan oleh tangan jahil.
10. Pada kantor keuangan,laboratorium, dan kamar-kamar yang perlu
mendapat penjagaan ketat diberi terali.
11. Petugas keamanan mudah dihubungi dengan telepon,aiphone,ataupun
HT.
12. Penyimpanan kunci harus dilemari kunci yang selalu terjaga.
13. Jangan da tangga di halaman yang bisa digunakan oleh pencuri.
14. Barang-barang milik rumah sakit harus berlogo rumah sakit atau
bertanda.
15. Ada informasi tata letak ruangan disetiap blok.
k. Manajemen pemasaran
Pada awalnya rumah sakit menggunakan upaya pemasaran hanya untuk
mencari dana dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat.
Perkembangan selanjutnya ruamh sakit melakukan analisis pemasaran
yang lebih luas untuk mengetahui perilaku masyarakat pengguna jasa,
pengembanganpelayananbaru,pentarifan,mengidentifikasi
peluang,memperbaiki komunikasi antara staf dan karyawan antara
pengguna jasa dan rumah sakit serta menyusun pemasaran yang lebih
efisien.

l. Manajemen pengawasan dan evaluasi


Untuk mengevaluasi dan mengawasi hasil kerja ruamh sakit dilakukan
usaha-usaha :
1. Pengawasan melekat
2. Audit medic
3. Perhitungan efisiensi
4. Angket pendapat pengguna jasa rumah sakit.

a. Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh


atasan langsung,merupakan suatu fungsi manajemen secara siklus
bagi seorang pemimpin disamping-samping fungsi
perencanaan,pengorganisasian dan pelaksaan kerja.
b. Audit medic adalah kegiatan untuk menilai mutu pelayanan
medim di rumah sakit.
c. Perhitungan efisiensi adalah menghitung seperti BOR atau jumlah
temapt tidur dll.
d. Angket pendapatan ruamh sakit adalah pendapatan yang diperoleh
rumah sakit.