Anda di halaman 1dari 39

MAKALAH

GELOMBANG DAN OPTIK


PENDULUM

KELOMPOK 6 (SESI KAMIS 9.40-12.20)

NAMA : DEMI DWI ARYANTI 17033006 (4)


DINDA LARA PUTRI 17033008 (6)
JEREMIA VINCENSIUS 17033020 (14)
NADYA SARI PUTRI 17033027 (21)

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA B 2017

DOSEN : Dra. YENNI DARVINA, M.Si.

ASISTEN : EDI KURNIA, S.Si.


FAUZAN AL HAQQI
IHSAN JUNIRA PRASETYO

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
PENDULUM

A. Tujuan Praktikum
1. Menyelidiki hubungan antara panjang tali dan periode pada pendulum
2. Menyelidiki hubungan massa dan periode pada pendulum
3. Menentukan besarnya percepatan gravitasi planet bumi, bulan, planet yupiter, dan
planet-X

B. Alat dan Bahan


1. Laptop
2. Software pendulum
3. Stopwatch
4. Busur
5. Mistar

C. Teori dasar
Pendulum adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan
periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan.
Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei,
bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan T) dipengaruhi oleh panjang tali dan
percepatan gravitasi.Gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum
(bandul).

Bandul terbagi menjadi dua, yaitu bandul mekanis dan bandul fisis. Bandul mekanis atau
bandul sederhana adalah sebuah bandul yang terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola
kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, gaya gesekan udara
kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola. Bila
bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya kemudian dilepas, maka bandul akan
berayun karena pengaruh gravitasi atau bandul bergetar dengan ragam getaran selaras.
Gravitasi adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai
massa di alam semesta. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan teori
relativitas umum dari Einstein, namun hukum gravitasi universal newton yang dirumuskan
‘setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang
menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua
massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik
tersebut’ yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan
kasus.

Sedangkan bandu fisis merupakan sembarangan benda tegar yang digantungkan yang
dapat berayun dalam bidang vertikal terhadap sumbu tertentu. Bandul fisis sebenarnya
memiliki bentuk yang kompleks, yaitu sebagian benda tegar. Waktu yang diperlukan untuk
satu getaran sempurna disebut dengan perioda getaran(T). sedangkan jumlah getaran yang
dilakukan setiap sekon disebut frekuensi (f).

Hubungan f dan T adalah:

1
T (1)
f

Dimana:

T= perioda (sekon/detik)

f= frekuensi (Hz)

Gambar 1. Pendulum Sederhana

Gaya yang bekerja pada bob adalah gaya T yang diberikan oleh string dan gaya gravitasi
mg . komponen tangensial mg sin  dari gaya gravitasi selalu bertindak menuju   0 ,
sebaliknya perpindahan dari bob dari posisi terendah. Oleh karena itu, komponen tangensial
adalah gaya pemulih , dan kita dapat menerapkan hukum kedua Newton untuk gerak dalam
arah tangensial:

Ft  mat (2)
d 2s
 mg sin   m (3)
dt 2

Dimana tanda negatif menunjukkan bahwa gaya tangensial bertindak terhadap posisi
ekuilibrium (vertikal) dan s adalah posisi bob dengan diukur sepanjang busur s . kita telah
menyatakan percepatan tangensial sebagai turunan kedua dari posisi s . karena s  L
(persamaan, dengan r  L ) dan L adalah konstan, persamaan ini tereduksi menjadi:

d 2 g
   sin  (4)
 L
2
dt

Untuk sudut kecil, sin    persamaan gerak menjadi:

d 2 g
   (untuk nilai  kecil ) (5)
L
2
dt

Jadi dapat disimpulkan bahwa gerakan untuk amplitudo kecil dari osilasi dapat
dimodelkan sebagai gerak harmonik sederhana. Oleh karena itu, solusi dari persamaan 4
adalah    max cos(t   ) , dimana  max adalah posisi sudut maksimum dan frekuensi sudut

 adalah:

g
 (6)
L

l
T  2 (7)
g

Dengan: T = peroda osilasi (s)

l = panjang tali (m)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

Dengan kata lain perioda dan frekuensi bandul sederhaan hanya bergantung pada panjang
tali dan percepatan gravitasi. Karena perioda independen dari massa, kita menyimpulkan
bahwa semua pendulum sederhana yang panjang yang sama dan di lokasi yang sama
(sehingga g konstan) berosilasi dengan periode yang sama. Pendulum sederhana dapat
digunakan sebagai pencacah waktu karena periodenya hanya bergantung pada panjang dan
nilai lokal g . ini juga merupakan perangkat yang mudah digunakan untuk membuat
pengukuran yang tepat dari percepatan jatuh bebas. Pengukuran tersebut penting karena
variasi dalam nilai-nilai lokal g dapat memberikan informasi tentang lokasi minyak dan
sumber daya berharga lainnya di bawah tanah.

(Tim Matakuliah Gelombang dan Optik, 2019: 59-62)

Pendulum sederhana terdiri dari sebuah benda kecil (bola pendulum) yang digantungkan
pada ujung tali yang ringan.

Gambar 2. Pendulum Sederhana

Kita anggap tali tidak teregang dan massanya dapat diabaikan relatif terhadap bola. Gerak
bolak-balik pendulum sederhana dengan gesekan yang dapat diabaikan menyerupai gerak
harmonis sederhana: pendulum berosilasi sepanjang busur sebuah lingkaran dengan amplitudo
yang sama di tiap sisi titik setimbang (di mana ia tergantung vertikal) dan sementara melalai
titik setimbang, lajunya bernilai maksimum tetapi apakah oendulum tersebut memang
mengalami GHS ? Yaitu, apakah gaya pemulih sebanding dengan simpangannya.

Simpangan pendulum sepanjang pendulum dinyatakan dengan x  L , dimana  adalah


sudut yang dibuat tali dengan garis vertikal dan L adalah panjang tali. Dengan demikian, jika
gaya pemulih sebanding dengan x atau dengan  , gerak tersebut adalah harmonis sederhana.
Gaya pemulih adalah komponen berat, mg , yang merupakan tangen terhadap busur:

F   mg sin  (8)

Dimana tanda minus, berarti bahwa gaya mempunyai arah yang berlawanan dengan
simpangan sudut  . karena F sebanding dengan sinus  dan tidak dengan  itu sendiri,
gerakan tersebut bukan merupakan GHS. Bagaimanapu jika  kecil, maka sin  hampir sama
dengan  jika dinyatakan dalam radian. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 11-12 bahwa
panjang busur x  ( L ) hampir sama panjang dengan tali (  L sin  ) yang ditunjukkan

dengan garis terputus yang lurus, jika  kecil. Untuk sudut yang lebih kecil dari 150 ,
perbedaan antara  (dalam radian) dan sin  lebih kecil dari 1 persen. Berarti, sampai
pendekatan yang sangat baik untuk sudut kecil,

F  mg sin   mg (9)

Dengan menggunakan x  L , kita dapatkan:

mg
F x (10)
L

Dengan demikian, untuk simpangan yang kecil, gerak tersebut pada intinya merupakan
harmonis sederhana, karena persamaan ini sesuai dengan Hukum Hooke, F  kx , dimana
mg
konstanta gaya efektif adalah k  . perioda pendulum sederhana dapat dicari dengan
L
mg
menggunakan persamaan , dimana untuk k diganti dengan
L

m
T  2 (11)
k

m
T  2 (12)
mg
L

L
T  2 (13)
g

Dan frekuensi adalah

1 1 g
f   (14)
T 2 L

(Giancoli,2001: 375-376)

Contoh gerak osilasi yang terkenal ialah gerak osilasi bandul. Gerak bandul merupakan
gerak harmonis sederhana hanya jika amplitudo geraknya kecil. Seperti pada gambar.
Gambar 3. Pendulum Sederhana

Gambar diatas memperlihatkan bandul sederhana yang terdiri dari tali dengan panjang L
dan beban bermassa m . gaya yang bekerja pada beban adalah beratnya mg dan tegangan T
pada tali. Bila tali membuat sudut  terhadap vertikal, berat memiliki komponen-komponen
mg cos  sepanjang tai dan mg sin  tegak lurus tali dalam arah berkurangnya  . misalkan s
sebagai panjang busur diukur dari dasar lingkaran. Panjang busur dihubungkan ke sudut 
oleh:

s  L (15)

2
Komponen tangensial percepatan benda adalah d s . komponen tangensial hukum
dt 2
kedua Newton adalah

d 2s
Ft  mg sin   m (16)
dt 2

Atau

d 2s s
2
  g sin    g sin (17)
dt L

s
Jika s jauh lebih kecil dari , sudut s  L adalah kecil, dan kita dapat mendekati sin 
L
s s
dengan sudut  . Dengan menggunakan sin    dalam persamaan di (17) kita akan
L L
memperoleh:

d 2s s
2
 g (18)
dt L
Dapat dilihat bahwa untuk sudut cukup kecil sehingga sin    berlaku, percepatan
tangensial berbanding lurus dengan simpangan. Gerak bandul dengan demikian mendekati
gerak harmonis sederhana untuk simpangan kecil. Persamaan (18) dapat ditulis:

d 2s
2
  2 s (19)
dt

Dengan

g
2  (20)
L

Penyelesaian persamaan (19) adalah s  s0 cost    , dengan s0 adalah simpangan


maksimum diukur sepanjang busur lingkaran. Perioda gerak harmonik tersebut adalah:

2 L
T  2 (21)
 g

Menurut persamaan (21) makin panjang tali, makin besar perioda, yang konsisten dengan
pengamaatn eksperimen. Perhatikan bahwa periode tidak bergantung pada massa. Hal ini
F
berlaku karena gaya pemulih berbanding lurus dengan massa. Karena itu, percepatan a 
m
karena itu tak bergantung pada massa. Perhatikan bahwa frekuensi dan peroda takk
bergantung pada amplitudo osislasi, segi umum gerak harmonik sederhana.

Seringkali gerak bandul sederhana lebih mudah dinyatakan dalam bentuk simpangan
sudutnya  . dengan menggunakan s  L dalam persamaan (18), kita akan memperoleh:

d 2 L 
  g sin  (22)
dt 2

atau

d 2 L  g
2
  sin  (23)
dt L

Yang untuk  kecil menjadi :

d 2 g
2
     2 (24)
dt L

Penyelesaian persamaan (24) adalah


  0 cos(t   ) (25)

s0
Dengan  0 sebagai simpangan sudut maksimum. Kriteria gerak harmonik sederhana
L
yang dinyatakan dalam besaran - besaran sudut ini dalah bahwa percepatan sudut harus
berbanding lurus dengan simpangan sudut dan berlawanan arah seperti dalam persamaan (24).

Percepatan gravitasi dengan mudah dapat diukur dengan menggunakan bandul. Anda
hanya perlu mengukur panjang L dengan meteran dengan perioda T dengan menentukan
waktu untuk satu osolasi. (orang biasanya mengukur waktu untuk n osilasi dan kemudian
membaginya dengan n untuk mengurangi kesalah dalam pengukuran waktu). percepatan
gravitasi ditentukan dengan menyelesaikan persamaan (22) untuk g :

4 2 L
g (26)
T2

Bila amplitudo getaran tidak kecil, gerak bandul bersifat periodik, namun tidak harmonik
sederhana. Periode sedikit memiliki kebergantungan pada amplitudo. Ketergantungan ini
biasanya di ungkapkan dalam bentuk amplitudo sudut 0 . untuk amplitudo yang tidak harus
kecil, periode diberikan oleh :

 1 2 1 1 3
2
1 
T  T0 1  2 sin 0  2   sin 4 0  .... (27)
 2 2 2 4 2 

l
Dengan T0  2 adalah perioda untuk amplitudo yang sangat kecil.
g

(Tipler, 2010:440-444)

D. Prosedur Kerja
1. Membuka laptop/netbook
2. Menghidupkan laptop/netbook
3. Membuka software praktikum pendulum
4. Memunculkan timer dengan menceklis pilihan photogate timer
5. Menentukan gravitasi bumi
1) Menentukan hubungan panjang tali dengan perioda
a. Memilih planet Earth (bumi)
b. Menetapkan massa benda (m) yang akan digunakan
c. Menetapkan panjang tali (L), dan menyimpangkan benda sejauh sudut θ

Gambar 1. Menetapkan simpangan tali 10o


d. Menekan tombol start pada photogate timer dan tombol start untuk memulai
aplikasi
e. Mencatat nilai perioda (T)

Gambar 2. Perioda pada Bumi


f. Melakukan langkah b s/d e dengan memvariasikan panjang tali benda sebanyak
10 kali
g. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 1a
h. Menghitung frekuensi (f), kuadrat perioda (T2 ) , dan gravitasi bumi (g)

2) Menentukan hubungan massa benda dengan perioda


a. Menetapkan panjang tali sebesar 1 m
b. Menetapkan massa benda (m) dan menyimpangkan beda sejauh sudut θ
c. Mengukur besarnya perioda (T)
d. Mengulangi langkah b s/d c dengan memvariasikan massa benda sebanyak 5 kali
e. Memasukkan data pada tabel 1b

6. Menentukan gravitasi bulan


1) Menentukan hubungan panjang tali dengan perioda
a. Memilih planet moon (bulan)
b. Menetapkan massa benda (m) yang akan digunakan
c. Menetapkan panjang tali (L), dan menyimpangkan benda sejauh sudut θ

Gambar 3. Menetapkan simpangan tali 10o


d. Menekan tombol start pada photogate timer dan tombol start untuk memulai
aplikasi
e. Mencatat nilai perioda (T)

Gambar 4. Perioda pada Bulan


f. Melakukan langkah b s/d e dengan memvariasikan panjang tali benda sebanyak
10 kali
g. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 2a
h. Menghitung frekuensi (f), kuadrat perioda (T2 ) , dan gravitasi bumi (g)

2) Menentukan hubungan massa benda dengan perioda


a. Menetapkan panjang tali sebesar 1 m
b. Menetapkan massa benda (m) dan menyimpangkan beda sejauh sudut θ
c. Mengukur besarnya perioda (T)
d. Mengulangi langkah b s/d c dengan memvariasikan massa benda sebanyak 5 kali
e. Memasukkan data pada tabel 2b\

7. Menentukan gravitasi planet X


1) Menentukan hubungan panjang tali dengan perioda
a. Memilih planet X
b. Menetapkan massa benda (m) yang akan digunakan
c. Menetapkan panjang tali (L), dan menyimpangkan benda sejauh sudut θ

Gambar 5. Menetapkan simpangan tali 10o


d. Menekan tombol start pada photogate timer dan tombol start untuk memulai
aplikasi
e. Mencatat nilai perioda (T)

Gambar 6. Perioda pada planet X


f. Melakukan langkah b s/d e dengan memvariasikan panjang tali benda sebanyak
10 kali
g. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 3a
h. Menghitung frekuensi (f), kuadrat perioda (T2 ) , dan gravitasi bumi (g)

2) Menentukan hubungan massa benda dengan perioda


a. Menetapkan panjang tali sebesar 1 m
b. Menetapkan massa benda (m) dan menyimpangkan beda sejauh sudut θ
c. Mengukur besarnya perioda (T)
d. Mengulangi langkah b s/d c dengan memvariasikan massa benda sebanyak 5 kali
e. Memasukkan data pada tabel 3b

8. Menentukan gravitasi planet yupiter


1) Menentukan hubungan panjang tali dengan perioda
a. Memilih planet yupiter
b. Menetapkan massa benda (m) yang akan digunakan
c. Menetapkan panjang tali (L), dan menyimpangkan benda sejauh sudut θ

Gambar 7. Menetapkan simpangan tali 10o


d. Menekan tombol start pada photogate timer dan tombol start untuk memulai
aplikasi
e. Mencatat nilai perioda (T)

Gambar 8. Perioda pada yupiter


f. Melakukan langkah b s/d e dengan memvariasikan panjang tali benda sebanyak
10 kali
g. Memasukkan data hasil pengukuran pada tabel 4a
h. Menghitung frekuensi (f), kuadrat perioda (T2 ) , dan gravitasi bumi (g)

2) Menentukan hubungan massa benda dengan perioda


a. Menetapkan panjang tali sebesar 1 m
b. Menetapkan massa benda (m) dan menyimpangkan beda sejauh sudut θ
c. Mengukur besarnya perioda (T)
d. Mengulangi langkah b s/d c dengan memvariasikan massa benda sebanyak 5 kali
e. Memasukkan data pada tabel 4b

E. Tabel Data
Tabel 1. Menentukan gravitasi bumi
a. m = 1kg
No L (m) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 1,4209 0,70 2,01 9,81
2 0,8 1,7974 0,55 3,23 9,76
3 1 2,0097 0,49 4,03 9,78
4 1,2 2,2015 0,45 4,84 9,77
5 1,5 2,461 0,40 6,05 9,77
6 1,7 2,6204 0,38 6,86 9,77
7 1,9 2,7703 0,36 7,67 9,76
8 2 2,8423 0,35 8,07 9,77
9 2,3 3,048 0,32 9,24 9,81
10 2,5 3,1778 0,31 10,09 9,77

b. L = 1 m
No M (kg) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 2,0097 0,49 4,03 9,78
2 0,7 2,0097 0,49 4,03 9,78
3 1 2,0097 0,49 4,03 9,78
4 1,2 2,0097 0,49 4,03 9,78
5 1,5 2,0097 0,49 4,03 9,78

Tabel 2. Menentukan gravitasi bulan


a. m = 1kg
No L (m) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 3,4444 0,29 11,86 1,66
2 0,8 4,357 0,22 18,98 1,66
3 1 4,8173 0,20 23,20 1,69
4 1,2 5,3362 0,18 28,47 1,66
5 1,5 5,9661 0,16 35,59 1,66
6 1,7 6,3514 0,15 40,34 1,66
7 1,9 6,7146 0,14 45,08 1,66
8 2 6,8891 0,14 47,45 1,66
9 2,3 7,3877 0,13 54,57 1,66
10 2,5 7,7022 0,12 59,32 1,66

b. L = 1 m
No M (kg) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 4,8173 0,20 23,20 1,69
2 0,7 4,8173 0,20 23,20 1,69
3 1 4,8173 0,20 23,20 1,69
4 1,2 4,8173 0,20 23,20 1,69
5 1,5 4,8173 0,20 23,20 1,69

Tabel 3. Menentukan gravitasi planet X


a. m = 1kg
No L (m) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 1,1809 0,84 1,39 14,18
2 0,8 1,4939 0,66 2,23 14,14
3 1 1,6703 0,59 2,78 14,18
4 1,2 1,8298 0,54 3,34 14,16
5 1,5 2,0458 0,48 4,18 14,15
6 1,7 2,1779 0,45 4,74 14,14
7 1,9 2,3025 0,43 5,30 14,13
8 2 2,3623 0,42 5,58 14,13
9 2,3 2,5334 0,39 6,41 14,15
10 2,5 2,5878 0,38 6,69 14,73
b. L = 1 m
No M (kg) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 1,6703 0,59 2,78 14,18
2 0,7 1,6703 0,59 2,78 14,18
3 1 1,6703 0,59 2,78 14,18
4 1,2 1,6703 0,59 2,78 14,18
5 1,5 1,6703 0,59 2,78 14,18

Tabel 4. Menentukan gravitasi planet yupiter


a. m = 1kg
No L (m) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 0,8741 1,14 0,76 25,94
2 0,8 1,106 0,90 1,22 25,86
3 1 1,2366 0,80 1,52 25,94
4 1,2 1,3547 0,73 1,83 25,86
5 1,5 1,5147 0,66 2,29 25,84
6 1,7 1,6125 0,62 2,60 25,78
7 1,9 1,7048 0,58 2,90 25,83
8 2 1,7491 0,57 3,05 25,86
9 2,3 1,8757 0,53 3,51 25,84
10 2,5 1,9556 0,51 3,82 25,81

b. L = 1 m
No M (kg) T (s) f (Hz) T2 (s2) g (m/s2)
1 0,5 1,2366 0,80 1,52 25,94
2 0,7 1,2366 0,80 1,52 25,94
3 1 1,2366 0,80 1,52 25,94
4 1,2 1,2366 0,80 1,52 25,94
5 1,5 1,2366 0,80 1,52 25,94
F. Pengolahan Data
4 2 L
g
T2

Tabel 1. Menentukan gravitasi bumi

a. m = 1 kg
 Data 1 T = 2,0097 s

1 1
L = 0,5 m 𝑓= = = 0,49 Hz
𝑇 2,0097

T = 1,4209 s
T2 = 2,00972 = 4,03 s2
1 1
𝑓= = = 0,70 Hz 4 (3,14)(3,14)1
𝑇 1,4209 g= = 9,78 m/s2
4,03

T2 = 1,42092 = 2,01 s2 9,78−9,8


% KSR = | |x100% = 0,2 %
9,8
4 (3,14)(3,14)0,5
g= = 9,81 m/s2
2,01

9,81−9,8
% KSR = | |x100% = 0,1 %  Data 4
9,8

L = 1,2 m

 Data 2 T = 2,2015 s

1 1
L = 0,8 m 𝑓= = = 0,45 Hz
𝑇 2,2015

T = 1,7974 s
T2 = 2,20152 = 4,84 s2
1 1
𝑓= = = 0,55 Hz 4 (3,14)(3,14)1,2
𝑇 1,7974 g= = 9,77 m/s2
4,84

T2 = 1,79742 = 3,23 s2 9,77−9,8


% KSR = | |x100% = 0,3 %
9,8
4 (3,14)(3,14)0,8
g= = 9,76 m/s2
3,23

9,76−9,8
% KSR = | |x100% = 0,4 %  Data 5
9,8

L = 1,5 m

 Data 3 T = 2,461 s

1 1
L=1m 𝑓= = = 0,40 Hz
𝑇 2,461
T2 = 2,4612 = 6,05 s2 T = 2,8423 s

4 (3,14)(3,14)1,5 1 1
g= = 9,77 m/s2 𝑓= = = 0,35 Hz
6,05 𝑇 2,8423

% KSR = |
9,77−9,8
|x100% = 0,3 % T2 = 2,84232 = 8,07 s2
9,8
4 (3,14)(3,14)2
g= = 9,77 m/s2
8,07

 Data 6 % KSR = |
9,77−9,8
|x100% = 0,3 %
9,8

L = 1,7 m

T = 2,6204 s
 Data 9
1 1
𝑓= = = 0,38 Hz L = 2,3 m
𝑇 2,6204

T2 = 2,62042 = 6,86 s2 T = 3,04 s

4 (3,14)(3,14)1,7 1 1
g= = 9,77 m/s2 𝑓= = = 0,32 Hz
6,86 𝑇 3,04

% KSR = |
9,77−9,8
|x100% = 0,3 % T2 = 3,042 = 9,24 s2
9,8
4 (3,14)(3,14)2,3
g= = 9,81 m/s2
9,24

 Data 7 % KSR = |
9,81−9,8
|x100% = 0,1 %
9,8

L = 1,9 m

T = 2,7703 s
 Data 10
1 1
𝑓= = = 0,36 Hz L = 2,5 m
𝑇 2,7703

T2 = 2,77032 = 7,67 s2 T = 3,1778 s

4 (3,14)(3,14)1,9 1 1
g= = 9,76 m/s2 𝑓= = = 0,31 Hz
7,67 𝑇 3,1778

% KSR = |
9,76−9,8
|x100% = 0,4 % T2 = 3,17782 = 10,09 s2
9,8
4 (3,14)(3,14)2,5
g= = 9,77 m/s2
10,09

 Data 8 % KSR = |
9,77−9,8
|x100% = 0,3 %
9,8

L=2m
9,81+9,76+9,78+9,77+9,77+9,77+9,76+9,77+9,81+9,77 97,77
grata-rata = = = 9,777 m/s2
10 10

9,777−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 %
9,8

b. L = 1 m
 Data 1 𝑓=
1
=
1
= 0,49 Hz
𝑇 2,0097

m = 0,5 kg
T2 = 2,00972 = 4,03 s2
T = 2,0097 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 9,78 m/s2
4,03
1 1
𝑓= = = 0,49 Hz
𝑇 2,0097 9,78−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 %
9,8
2 2 2
T = 2,0097 = 4,03 s

4 (3,14)(3,14)1
g= = 9,78 m/s2
4,03
 Data 4
9,78−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 % m = 1,2 kg
9,8

T = 2,0097 s

 Data 2 𝑓=
1
=
1
= 0,49 Hz
𝑇 2,0097

m = 0,7 kg
T2 = 2,00972 = 4,03 s2
T = 2,0097 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 9,78 m/s2
4,03
1 1
𝑓= = = 0,49 Hz
𝑇 2,0097 9,78−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 %
9,8
2 2 2
T = 2,0097 = 4,03 s

4 (3,14)(3,14)1
g= = 9,78 m/s2
4,03
 Data 5
9,78−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 % m = 1,5 kg
9,8

T = 2,0097 s

 Data 3 𝑓=
1
=
1
= 0,49 Hz
𝑇 2,0097

m = 1 kg
T2 = 2,00972 = 4,03 s2
T = 2,0097 s
4 (3,14)(3,14)1 9,78−9,8
g= = 9,78 m/s2 % KSR = | 9,8
|x100% = 0,2 %
4,03

9,78+9,78+9,78+9,78+9,78 9,78
grata-rata = = = 9,78 m/s2
5 5

9,78−9,8
% KSR = | |x100% = 0,2 %
9,8

Tabel 2. Menentukan gravitasi bulan

a. m = 1 kg
 Data 1  Data 3

L = 0,5 m L=1m

T = 3,4444 s T = 4,8173 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,29 Hz 𝑓= = = 0,20 Hz
𝑇 3,4444 𝑇 4,8173

T2 = 3,44442 = 11,86 s2 T2 = 4,81732 = 23,20 s2

4 (3,14)(3,14)0,5 4 (3,14)(3,14)1
g= = 1,66 m/s2 g= = 1,69 m/s2
11,86 23,20

1,66−1,62 1,69−1,62
% KSR = | |x100% = 2,4 % % KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62 1,62

 Data 2  Data 4

L = 0,8 m L = 1,2 m

T = 4,357 s T = 5,3362 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,22 Hz 𝑓= = = 0,18 Hz
𝑇 4,357 𝑇 5,3362

T2 = 4,3572 = 18,98 s2 T2 = 5,33622 = 28,47 s2

4 (3,14)(3,14)0,8 4 (3,14)(3,14)1,2
g= = 1,66 m/s2 g= = 1,66 m/s2
18,98 28,47

1,66−1,62 1,66−1,62
% KSR = | |x100% = 2,4 % % KSR = | |x100% = 2,4 %
1,62 1,62
 Data 5 % KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 %
1,62

L = 1,5 m

T = 5,9661 s
 Data 8
1 1
𝑓= = = 0,16 Hz L=2m
𝑇 5,9661

T2 = 5,96612 = 35,59 s2 T = 6,8891 s

4 (3,14)(3,14)1,5 1 1
g= = 1,66 m/s2 𝑓= 𝑇
= 6,8891
= 0,14 Hz
35,59

% KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 % T2 = 6,88912 = 47,45 s2
1,62

4 (3,14)(3,14)2
g= = 1,66 m/s2
47,45

 Data 6 % KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 %
1,62

L = 1,7 m

T = 6,3514 s
 Data 9
1 1
𝑓= = = 0,15 Hz L = 2,3 m
𝑇 6,3514

T2 = 6,35142 = 40,34 s2 T = 7,3877 s

4 (3,14)(3,14)1,7 1 1
g= = 1,66 m/s2 𝑓= 𝑇
= 7,3877
= 0,13 Hz
40,34

% KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 % T2 = 7,38772 = 54,57 s2
1,62

4 (3,14)(3,14)2,3
g= = 1,66 m/s2
54,57

 Data 7 % KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 %
1,62

L = 1,9 m

T = 6,7146 s
 Data 10
1 1
𝑓= = = 0,14 Hz L = 2,5 m
𝑇 6,7146

T2 = 6,71462 = 45,08 s2 T = 7,7022 s

4 (3,14)(3,14)1,9 1 1
g= = 1,66 m/s2 𝑓= 𝑇
= 7,7022
= 0,12 Hz
45,08
T2 = 7,70222 = 59,32 s2 % KSR = |
1,66−1,62
|x100% = 2,4 %
1,62

4 (3,14)(3,14)2,5
g= = 1,66 m/s2
59,32

1,66+1,66+1,69+1,66+1,66+1,66+1,66+1,66+1,66+1,66 16,63
grata-rata = = = 1,663 m/s2
10 10

1,663−1,62
% KSR = | |x100% = 2,6 %
1,62

b. L = 1 m
 Data 1 m = 1 kg

m = 0,5 kg T = 4,8173 s

1 1
T = 4,8173 s 𝑓= = = 0,20 Hz
𝑇 4,8173

1 1
𝑓= = = 0,20 Hz T2 = 4,81732 = 23,20 s2
𝑇 4,8173

T2 = 4,81732 = 23,20 s2 4 (3,14)(3,14)1


g= = 1,69 m/s2
23,20

4 (3,14)(3,14)1
g= = 1,69 m/s2 1,69−1,62
23,20 % KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

1,69−1,62
% KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

 Data 4

 Data 2 m = 1,2 kg

m = 0,7 kg T = 4,8173 s

1 1
T = 4,8173 s 𝑓= = = 0,20 Hz
𝑇 4,8173

1 1
𝑓= = = 0,20 Hz T2 = 4,81732 = 23,20 s2
𝑇 4,8173

T2 = 4,81732 = 23,20 s2 4 (3,14)(3,14)1


g= = 1,69 m/s2
23,20

4 (3,14)(3,14)1
g= = 1,69 m/s2 1,69−1,62
23,20 % KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

1,69−1,62
% KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

 Data 5

 Data 3 m = 1,5 kg
T = 4,8173 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 1,69 m/s2
23,20
1 1
𝑓= = = 0,20 Hz 1,69−1,62
𝑇 4,8173 % KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

T2 = 4,81732 = 23,20 s2

1,69+1,69+1,69+1,69+1,69 8,45
grata-rata = = = 1,69 m/s2
5 5

1,69−1,62
% KSR = | |x100% = 4,3 %
1,62

Tabel 3. Menentukan gravitasi planet X

a. m = 1 kg
 Data 1  Data 3

L = 0,5 m L=1m

T = 1,1809 s T = 1,6703 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,84 Hz 𝑓= = = 0,59 Hz
𝑇 1,1809 𝑇 1,6703

T2 = 1,18092 = 1,39 s2 T2 = 1,67032 = 2,78 s2

4 (3,14)(3,14)0,5 4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s2 g= = 14,18 m/s2
1,39 2,78

 Data 2  Data 4

L = 0,8 m L = 1,2 m

T = 1,4939 s T = 1,8298 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,66 Hz 𝑓= = = 0,54 Hz
𝑇 1,4939 𝑇 1,8298

T2 = 1,49392 = 2,23 s2 T2 = 1,82982 = 3,34 s2

4 (3,14)(3,14)0,8 4 (3,14)(3,14)1,2
g= = 14,14 m/s2 g= = 14,16 m/s2
2,23 3,34
 Data 5  Data 8

L = 1,5 m L=2m

T = 2,0458 s T = 2,3623 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,48 Hz 𝑓= = = 0,42 Hz
𝑇 2,0458 𝑇 2,3632

T2 = 2,04582 = 4,18 s2 T2 = 2,36322 = 5,58 s2

4 (3,14)(3,14)1,5 4 (3,14)(3,14)2
g= = 14,15 m/s2 g= = 14,13 m/s2
4,18 5,58

 Data 6  Data 9

L = 1,7 m L = 2,3 m

T = 2,1779 s T = 2,5334 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,45 Hz 𝑓= = = 0,39 Hz
𝑇 2,1779 𝑇 2,5334

T2 = 2,17792 = 4,74 s2 T2 = 2,53342 = 6,41 s2

4 (3,14)(3,14)1,7 4 (3,14)(3,14)2,3
g= = 14,14 m/s2 g= = 14,15 m/s2
4,74 6,41

 Data 7  Data 10

L = 1,9 m L = 2,5 m

T = 2,3025 s T = 2,5878 s

1 1 1 1
𝑓= = = 0,43 Hz 𝑓= = = 0,38 Hz
𝑇 2,3025 𝑇 2,5878

T2 = 2,30252 = 5,30 s2 T2 = 2,58782 = 6,69 s2

4 (3,14)(3,14)1,9 4 (3,14)(3,14)2,5
g= = 14,13 m/s2 g= = 14,73 m/s2
5,30 6,69

14,18+14,14+14,18+14,16+14,15+14,14+14,13+14,13+14,15+14,73 142,09
grata-rata = = = 14,209 m/s2
10 10
b. L = 1 m
 Data 1 𝑓=
1
=
1
= 0,59 Hz
𝑇 1,6703

m = 0,5 m
T2 = 1,67032 = 2,78 s2
T = 1,6703 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s2
2,78
1 1
𝑓= = = 0,59 Hz
𝑇 1,6703

T2 = 1,67032 = 2,78 s2
 Data 4
4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s m = 1,2 m
2,78

T = 1,6703 s

 Data 2 𝑓=
1
=
1
= 0,59 Hz
𝑇 1,6703

m = 0,7 m
T2 = 1,67032 = 2,78 s2

T = 1,6703 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s2
2,78
1 1
𝑓= = = 0,59 Hz
𝑇 1,6703

T2 = 1,67032 = 2,78 s2
 Data 5
4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s2 m = 1,5 m
2,78

T = 1,6703 s

 Data 3 𝑓=
1
=
1
= 0,59 Hz
𝑇 1,6703

m=1m
T2 = 1,67032 = 2,78 s2

T = 1,6703 s 4 (3,14)(3,14)1
g= = 14,18 m/s2
2,78

14,18+14,18+14,18+14,18+14,18 70,9
grata-rata = = = 14,18 m/s2
5 5

Tabel 4. Menentukan gravitasi planet Yupiter

a. m = 1 kg
 Data 1 L = 0,5 m
T = 0,8741 s

𝑓=
1
=
1
= 1,14 Hz  Data 4
𝑇 0,8741

L = 1,2 m
T2 = 0,87412 = 0,76 s2

4 (3,14)(3,14)0,5 T = 1,3547 s
g= = 25,94 m/s2
0,76
1 1
𝑓= = = 0,73 Hz
25,94−24,79 𝑇 1,3547
% KSR = | |x100% = 4,6 %
24,79
T2 = 1,35472 = 1,83 s2

4 (3,14)(3,14)1,2
g= = 25,86 m/s2
1,83
 Data 2
25,86−24,79
L = 0,8 m % KSR = | |x100% = 4,3 %
24,79

T = 1,106 s

𝑓=
1
=
1
= 0,90 Hz  Data 5
𝑇 1,106

L = 1,5 m
T2 = 1,1062 = 1,22 s2

4 (3,14)(3,14)0,8 T = 1,5147 s
g= = 25,86 m/s2
1,22
1 1
𝑓= = = 0,66 Hz
25,86−24,79 𝑇 1,5147
% KSR = | |x100% = 4,3 %
24,79
T2 = 1,51472 = 2,29 s2

4 (3,14)(3,14)1,5
g= = 25,83 m/s2
2,29
 Data 3
25,83−24,79
L=1m % KSR = | |x100% = 4,1 %
24,79

T = 1,2366 s

𝑓=
1
=
1
= 0,80 Hz  Data 6
𝑇 1,2366

L = 1,7 m
T2 = 1,23662 = 1,52 s2

4 (3,14)(3,14)1 T = 1,6125 s
g= = 25,94 m/s2
1,52
1 1
𝑓= 𝑇
= 1,6125
= 0,62 Hz
25,94−24,79
% KSR = | |x100% = 4,6 %
24,79
T2 = 1,61252 = 2,60 s2
4 (3,14)(3,14)1,7 25,86−24,79
g= = 25,78 m/s2 % KSR = | 24,79
|x100% = 4,3 %
2,60

25,78−24,79
% KSR = | |x100% = 3,9 %
24,79

 Data 9

L = 2,3 m
 Data 7
T = 1,8757 s
L = 1,9 m
1 1
T = 1,7048 s 𝑓= = = 0,53 Hz
𝑇 1,8757

𝑓=
1
=
1
= 0,58 Hz T2 = 1,87572 = 3,51 s2
𝑇 1,7048

4 (3,14)(3,14)2,3
T2 = 1,70482 = 2,90 s2 g= = 25,84 m/s2
3,51

4 (3,14)(3,14)1,9 25,84−24,79
g= = 25,83 m/s2 % KSR = | 24,79
|x100% = 4,2 %
2,90

25,83−24,79
% KSR = | |x100% = 4,1 %
24,79

 Data 10

L = 2,5 m
 Data 8
T = 1,9556 s
L=2m
1 1
T = 1,7491 s 𝑓= = = 0,51 Hz
𝑇 1,9556

𝑓=
1
=
1
= 0,57 Hz T2 = 1,95562 = 3,82 s2
𝑇 1,7491

4 (3,14)(3,14)2,5
T2 = 1,74912 = 3,05 s2 g= = 25,81 m/s2
3,82

4 (3,14)(3,14)2 25,81−24,79
g= = 25,86 m/s2 % KSR = |
24,79
|x100% = 4,1 %
3,05

25,94+25,86+25,94+25,86+25,84+25,78+25,83+25,86+25,84+25,81 258,56
grata-rata = = = 25,856 m/s2
10 10

25,856−24,79
% KSR = | |x100% = 4,3 %
24,79

b. L = 1 m
 Data 1 T = 1,2366 s

m = 0,5 m
1 1 4 (3,14)(3,14)1
𝑓= = = 0,80 Hz g= = 25,94 m/s2
𝑇 1,2366 1,52

T2 = 1,23662 = 1,52 s2 % KSR = |


25,94−24,79
|x100% = 4,6 %
24,79
4 (3,14)(3,14)1
g= = 25,94 m/s2
1,52

% KSR = |
25,94−24,79
|x100% = 4,6 %  Data 4
24,79

m = 1,2 m

T = 1,2366 s
 Data 2
1 1
m = 0,7 m 𝑓= = = 0,80 Hz
𝑇 1,2366

T = 1,2366 s T2 = 1,23662 = 1,52 s2

1 1 4 (3,14)(3,14)1
𝑓= = = 0,80 Hz g= = 25,94 m/s2
𝑇 1,2366 1,52

T2 = 1,23662 = 1,52 s2 % KSR = |


25,94−24,79
|x100% = 4,6 %
24,79
4 (3,14)(3,14)1
g= = 25,94 m/s2
1,52

% KSR = |
25,94−24,79
|x100% = 4,6 %  Data 5
24,79

m = 1,5 m

T = 1,2366 s
 Data 3
1 1
m=1m 𝑓= = = 0,80 Hz
𝑇 1,2366

T = 1,2366 s T2 = 1,23662 = 1,52 s2

1 1 4 (3,14)(3,14)1
𝑓= = = 0,80 Hz g= = 25,94 m/s2
𝑇 1,2366 1,52

T2 = 1,23662 = 1,52 s2 % KSR = |


25,94−24,79
|x100% = 4,6 %
24,79

25,94+25,94+25,94+25,94+25,94 129,7
grata-rata = = = 25,94 m/s2
5 5

25,94−24,79
% KSR = | |x100% = 4,6 %
24,79
Gravitasi Bumi (m=1kg)

12

10

T (s)
6
f (Hz)
g (m/s2)
4

0
0.5 0.8 1 1.2 1.5 1.7 1.9 2 2.3 2.5

Gravitasi Bumi (L=1m)

12

10

T (s)
6
f (Hz)
g (m/s2)
4

0
0.5 0.7 1 1.2 1.5
Gravitasi Bulan (m=1kg)

5 T (s)
f (Hz)
4
g (m/s2)
3

0
0.5 0.8 1 1.2 1.5 1.7 1.9 2 2.3 2.5

Gravitasi Bulan (L=1m)

T (s)
3
f (Hz)
g (m/s2)
2

0
0.5 0.7 1 1.2 1.5
Gravitasi Planet-X (m=1kg)

16

14

12

10
T (s)
8
f (Hz)

6 g (m/s2)

0
0.5 0.8 1 1.2 1.5 1.7 1.9 2 2.3 2.5

Gravitasi Planet-X (L=1)

16

14

12

10
T (s)
8
f (Hz)

6 g (m/s2)

0
0.5 0.7 1 1.2 1.5
Gravitasi Yupiter (m=1kg)

30

25

20

T (s)
15
f (Hz)
g (m/s2)
10

0
0.5 0.8 1 1.2 1.5 1.7 1.9 2 2.3 2.5

Gravitasi Yupiter (L=1m)

30

25

20

T (s)
15
f (Hz)
Series 3
10

0
0.5 0.7 1 1.2 1.5
G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan tentang pendulum, kami
melakukannya secara virtual lab. Kami melakukan percobaan untuk menentukan besar
gravitasi pada Bumi, Bulan, Planet-X, dan Planet Jupiter. Selain menentukan besar gravitasi
masing-masing planet tersebut, kami juga menyelidiki pengaruh perubahan panjang tali dan
perubahan massa pada masing-masing planet terhadap perioda.
Pada tabel pertama kami melakukan percobaan untuk menentukan besar gravitasi bumi
dengan massa ditetapkan 1 Kg sedangkan panjang talinya divariasikan sebanyak sepuluh kali
variasi (0,5; 0,8; 1; 1,2; 1,5; 1,7; 1,9; 2; 2,3; dan 2,5) m. Pada saat pendulum disimpangkan
sebesar 10˚, pada masing-masing panjang tali, menghasilkan perioda yang berbeda-beda yang
tercatat pada Timegrapher. Dari data yang diperoleh dapat terlihat bahwa semakin panjang
tali, periodanya juga semakin besar. Ini sesuai dengan persamaan perioda pada gerak osilasi
pendulum. Setelah periodanya diperoleh, kami bisa menentukan besar frekuensi
menggunakan rumus f = 1/T. Serta untuk menentukan T2 dan percepatan gravitasi bumi.
Setelah dilakukan perhitungan untuk frekuensi, dapat dilihat bahwa jika semakin besar
perioda maka frekuensi akan semakin kecil. Sedangkan untuk percepatan rata - rata gravitasi
bumi yang kami peroleh berdasarkan percobaan adalah 9,777 m/s2. Sedangkan gravitasi bumi
secara teori yaitu 9,8 m/s2.Selanjutnya kami menetapkan nilai panjang tali dan memvariasikan
massa pendulum yang kami gunakan. Dengan menggunakan panjang tali 2 m dan variasi
massa sebanyak 5 kali (0,5; 0,7; 1; 1,2; dan 1,5) kg. Setelah dilakukan percobaan, dapat
diketahui bahwa perioda yang dihasilkan untuk setiap variasi massanya tetap sama. Begitu
pula dengan frekuensinya juga sama, karena perioda yang dihasilkan juga sama maka
frekuensinya juga akan sama untuk setiap variasi massa. Hal ini membuktikan bahwa massa
tidak mempengaruhi perioda dan frekuensi. Sedangkan untuk gravitasi yang kami peroleh
berdasarkan percobaan yaitu 9.78 m/s2.
Untuk percobaan selanjutnya yaitu menentukan gravitasi Bulan kami menggunakan cara
yang sama dengan menentukan gravitasi bumi. Kami memvariasikan panjang tali dan
menetapkan massa pendulum yang digunakan sama dengan variasi pada percobaan untuk
penentuan gravitasi bumi. Dari data yang kami peroleh terlihat bahwa benda berosilasi lebih
lambat di bulan dibandingkan dengan dibumi. Perioda osilasinya lebih besar, sehingga dari
pengolahan data yang kami lakukan didapatkan gravitasi rata - rata Bulan sebesar 1,663 m/s2,
yang nilainya lebih kecil dari gravitasi bumi. Sedangkan untuk percobaan yang menetapkan
panjang tali dan memvariasikan massa, kami juga memperoleh nilai perioda yang sama untuk
setiap variasi sehingga dapat dikatakan bahwa massa tidak mempengaruhi perioda osilasi
benda. Dari gravitasi yang kami peroleh dari percobaan, ternyata nilainya mendekati dengan
gravitasi planet bulan yang kita ketahui berdasarkan teori yaitu 1,62 m/s2, dengan kesalahan
relatif yang kami dapat yaitu 2,6%.
Selanjutnya menentukan gravitasi planet-X, disini kami juga menggunakan variasi
panjang tali dan massa sama seperti cara pada penentuan gravitasi bumi dan bulan. Ketika
percobaan dilakukan dapat terlihat bahwa di planet-X bandul berosilasi lebih cepat
dibandingkan di bumi dan bulan. Hal ini dibuktikan dengan data yang kami peroleh setelah
dilakukan pengolahan data, diperoleh bahwa gravitasi pada planet-X lebih besar daripada
gravitasi di bumi dan bulan yaitu sebesar 14,209 m/s2. Dapat dilihat bahwa perioda dan
panjang tali berbanding lurus. Yaitu jika semakin panjang tali yang kita gunakan, maka
semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk satu osilasi.
Percobaan yang terakhir yaitu menentukan gravitasi di planet Jupiter dengan variasi
panjang tali dan massa yang sama dengan variasi yang dilakukan pada percobaan sebelumnya
yaitu penentuan gravitasi planet bumi, bulan, dan planet-X. Pada percobaan ini, kami melihat
bahwa di planet Jupiter, untuk setiap varisi panjang tali yang kami gunakan, bandul berosilasi
lebih cepat dibandingkan dengan palnet-planet sebelumnya. Hal ini diperkuat dengan hasil
percobaan yang kami dapat dan setelah diolah, bahwa besar gravitasi rata - rata di jupiter
adalah 25,94 m/s2. Angka ini adalah angka terbesar untuk gravitasi dari keempat planet yang
ditentukan gravitasinya. Berdasarkan teori yang ada, gravitasi di Jupiter adalah 24,79 m/s2.
Dengan begitu hasil yang kami peroleh untuk percobaan menentukan gravitasi jupiter
dikatakan mendekati nilai teori yang ada, dengan kesalahan relatif yang kami dapatkan
sebesar 4.6%. Dapat dilihat bahwa perioda dan panjang tali berbanding lurus.. Yaitu jika
semakin panjang tali yang kita gunakan, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan
untuk satu osilasi.
Jadi, besar kecilnya perioda tergantung panjang tali yang digunakan, bukan tergantung
pada massa benda yang digunakan.

H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan pendulum yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan
sebagai berikut :
1. Hubungan antara panjang tali dan kuadrat periode pada pendulum adalah berbanding
lurus. Dimana semakin panjang tali maka kuadrat perioda osilasi bandul juga akan
semakin besar.
2. Hubungan massa dan periode pada pendulum adalah tidak ada, dimana massa tidak
mempengaruhi perioda pada pendulum, berapa pun massa yang kita gunakan perioda
yang dihasilkan akan tetap sama.
3. Besar gravitasi Bumi, Bulan,planet – X dan Jupiter (rata – rata ) secara berurutan dari
yang terkecil adalah sebagai berikut :
gbulan < gbumi < gplanet – X < gjupiter
1.663 m/s2 9.777 m/s2 14.209 m/s2 25.856 m/s2
Daftar Pustaka

Giancoli, C. Douglas. 2001. Fisika Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Tim Matakuliah Gelombang dan Optik. 2019. Modul Praktikum Gelombang dan Optik.
Padang: UNP.

Tipler,Paul.A.2010. Fisika Untuk Sains dan Teknik Jilid 1. Jakarta: erlangga.


Lampiran
Tabel 1
Tabel 1a

Tabel 1b

Tabel 2
Tabel 2a
Tabel 2b

Tabel 3
Tabel 3a

Tabel 3b
Tabel 4
Tabel 4a

Tabel 4b