Anda di halaman 1dari 3

UJIAN MID SEMESTER I

PROGRAM STUDI MANAJEMEN RUMAH SAKIT


AKADEMI MANAJEMEN YOGYAKARTA

Mata kuliah : Epidemiologi Manajerial


Dosen : Ubaidillah S.Si.,M.Kes,Epid
Tanggal : 28 Oktober 2018
Tipe Soal : Take Home Exam

LAPORAN :

Penyakit Leptospirosis Ancam Warga Bantul

Usman Hadi - detikNews

Bantul - Penyakit leptospirosis mengancam warga Bantul. Hingga bulan Mei 2017 ini tercatat 1
warga Bantul meninggal akibat ini.

Angka ini bisa saja bertambah, lantaran ada 6 warga lainnya juga meninggal karena suspect
leptospirosis. Mayoritas korban leptospirosis di wilayah ini adalah petani.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Pramudi
Darmawan menjelaskan jika total penderita leptospirosis di Bantul sampai Mei ada 55 orang.
Data ini merujuk surat kewaspadaan dini rumah sakit (KDRS) yang dilaporkan ke Dinkes.

"Setiap rumah sakit di Bantul yang merawat pasien leptospirosis pasti mengirimkan KDRS," jelas
Pramudi, Senin (29/5/2017).

• Karena mayoritas penderita penyakit ini adalah petani. Pramudi menduga penularan
bakteri Leptospira interrogans, penyebab leptospirosis, yakni melalui genangan air
persawahan yang terkontaminasi urin tikus. Setelahnya bakteri itu masuk ke tubuh
lewat luka atau lecet, selaput di dalam mulut, hidung, dan mata.

Oleh sebab itu, Pramudi meminta masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Caranya saat mandi usai bekerja menggunakan sabun dan rutin cuci tangan
menggunakan sabun. Apalagi setelah bersentuhan dengan obyek yang ditengarai
terinfeksi Leptospira.

Pamong Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, Lilik Raharjo, menambahkan jika
di Srimartani ada dua warga yang terjangkit leptospirosis.
"Warga Dusun Wanujoyo baru beberapa hari ini kena, terus dilarikan ke RSUD
Panembahan Senopati," ungkapnya.

Setelah ada warga yang terkena leptospirosis, pihak desa mengagendakan program
bersih-bersih. Langkah itu diambil untuk mencegah munculnya korban susulan.

• Selama ini Dinkes melakukan audit pasien yang meninggal, untuk memastikan penyebab
kematiannya. Hasilnya diketahui 1 korban meninggal positif karena leptospirosis

"Adanya kasus ini, kami sudah lapor ke puskesmas setempat," pungkas dia.
Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3514524/penyakit-
leptospirosis-ancam-warga-bantul

Tugas :

1. Pahami informasi tersebut, Baik mengenai kasus, agent penyebab, vektor, peran
lingkungan dan Transmisi penularannya

2. Bagaimana mereka mendiagnosa leptospirosis, memastikan bahwa itu positif, dan


memastikan pula investigasi epidemiologinya, juga memastikan bahwa kematian
disebabkan karena leptospirosis dan bukan karena komplikasi atau infeksi sekunder,
(penegakan Diagnosisnya)

3. Sebagai seorang manager bidang epidemiologi, apa yang akan anda lakukan untuk
mendapatkan data-data tambahan dan terangkan pula mekanisme surveilans
epidemiologinya

4. Apabila anda seorang pemangku kebijakan, anda dituntut melakukan usaha pencegahan
dan promkes di masyarakat agar penularan bisa diatasi. Terangkan secara jelas usaha-
usaha apa yang akan anda lakukan sebagai seorang epidemiologi Managerial.
(hubungannya dengan Perencanaan, Organisasi, Staffing, Directing, Coordinasi,
Budgeting, Evaluasi dan monitoringnya) dan uraikan program apa yang bisa anda
terapkan dalam rangka mengurangi morbiditas leptospirosis.

5. Kerjakan dalam kertas Folio bergaris dikumpulkan dua minggu setelah pemberian tugas.