Anda di halaman 1dari 20

DAMPAK MELEMAHNYA NILAI TUKAR RUPIAH

TERHADAP MASYARAKAT

MAKALAH

Disusun Untuk Melengkapi Salah Satu Persyaratan


Kelulusan Mata Kuliah Sosiologi

Oleh:

RANDI IRHAM AKBAR


NMP: 010118348

Kelas IJ

(……………..….)

Dosen Mata kuliah:

Sapto Handoyo DP,S.H,M.H.

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kami bisa

menyelesaikan makalah dengan tepat waktu, yang kami beri

Judul “Dampak Melemahnya Nilai Rupiah Terhadap Masyarakat”.

Tujuan dari penyusunan makalah ini guna memenuhi salah satu

tugas mata kuliah Sosiologi di Fakultas Hukum (FH) Program Studi Ilmu

Hukum di Universitas Pakuan.

Dalam pengerjaan makalah ini melibatkan banyak pihak yang

sangat membantu dalam banyak hal. Oleh sebab itu, disini kami sebagai

penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang

telah banyak membantu dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan

makalah ini.

Bogor, 08 Oktober 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... 2

DAFTAR ISI ............................................................................................................. 3

BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................... 4

1.1Latar Belakang .......................................................................................... 4

1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................. 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA................................................................................. 6

2.1Pengertian Kurs (Nilai Tukar) ................................................................... 6

2.2 Daya Beli masyarakat .............................................................................. 8

2.3 faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat ................................. 8

BAB 3 PEMBAHASAN ................................................................................................. 11

3.1 Faktor penyebab melemahnya nilai rupiah .......................................... 13

3.2 Dampak negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap

masyarakat ................................................................................................... 15

3.3 Upaya mengatasi melemahnya rupiah terhadap masyarakat ............. 16

BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................... 19

4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 19

4.2 Saran ...................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 20

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Uang merupakan alat yang sah sebagai pembayaran dalam

melakukan transaksi jual beli dan setiap negara pasti memiliki mata uang

sendiri yang nilanya tidak sama antara mata uang satu negara dengan

negara lain. Untuk itulah adanya kurs tukar atau nilai tukar yang disepakati

antar dua negara yang tukar-menukar mata uang masing-masing negara

tersebut. Saat ini, Indonesia sedang diguncang oleh terus melemahnya

kurs rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat.

Dolar Amerika Serikat yang merupakan patokan mata uang di

seluruh dunia walaupun kenyataannya masih terdapat mata uang yang

lebih kuat dari pada dolar Amerika Serikat yaitu mata uang Euro (EUR)

yang digunakan hampir disebagian besar negara-negara di Eropa dan

Poundsterling (GBP) yang merupakan mata uang negara Ratu Elizabeth,

Inggris. Namun tetap saja, dolar Amerika Serikat menjadi patokan utama

mata uang dunia dan patokan utama pertukaran uang di dunia.

Kurs tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar sangat

berdampak terhadap perekonomian Indonesia, Maka oleh sebab itu

makalah ini akan mebahas mengenai dampak melemahnya rupiah

terhadap daya beli masyarakat baik itu berdampak positif maupun

berdampak negatif.

4
1.2 Identifikasi Masalah

1. Apa faktor yang menyebabkan melemahnya nilai rupiah?

2. Apa saja dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap

masyarakat?

3. Bagaimana cara mengatasi melemahnya rupiah terhadap

masyarakat ?

1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan

Tujuan dari makalah ini adalah :

1. Mengetahui penyebab melemahnya nilai rupiah.

2. Mengetahui dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap

masyarakat.

3. Mengetahui mengatasi melemahnya rupiah terhadap masyarakat.

5
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kurs (Nilai Tukar)

Menurut Mankiw (2007), nilai tukar mata uang antara dua negara

adalah harga dari mata uang yang digunakan oleh penduduk negara-

negara tersebut untuk saling melakukan perdagangan antara satu sama

lain.

Fabozzi dan Modigliani (1995) mendefinisikan nilai tukar mata uang

sebagai jumlah dari mata uang suatu negara yang dapat ditukarkan per

unit mata uang negara lain, atau dengan kata lain harga dari satu mata

uang terhadap mata uang lain. Sedangkan, Abimanyu (2004) menyatakan

bahwa nilai tukar mata uang adalah harga mata uang relatif terhadap

mata uang negara lain, dan oleh karena nilai tukar ini mencakup dua mata

uang maka titik keseimbangannya ditentukan oleh penawaran dan

permintaan dari kedua mata uang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai tukar mata uang

adalah harga dari mata uang suatu negara terhadap mata uang negara

lain yang dipergunakan dalam melakukan perdagangan antara kedua

negara tersebut dimana nilainya ditentukan oleh penawaran dan

permintaan dari kedua mata uang.

Mata uang suatu negara dapat ditukarkan atau diperjualbelikan

dengan mata uang negara lainnya sesuai dengan nilai tukar mata uang

6
yang berlaku di pasar mata uang atau yang sering disebut dengan pasar

valuta asing.

Dengan perubahan kondisi ekonomi serta sosial politik yang terjadi

di suatu negara, nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang

negara lainnya dapat berubah secara substansial. Mata uang suatu

negara dikatakan mengalami apresiasi jika nilai tukarnya relatif terhadap

mata uang negara lain mengalami kenaikan. Sebaliknya, mata uang

suatu negara dikatakan mengalami depresiasi jika nilai tukarnya relatif

terhadap mata uang negara lain mengalami penurunan.

Dalam kondisi tertentu, kenaikan dan penurunan nilai tukar rupiah

terjadi atas intervensi pemerintah, dalam hal ini kebijakan bank sentral

dalam menaikkan dan menurunkan nilai tukar mata uang domestik untuk

menyesuaikannya dengan nilai tukar mata uang yang sebenarnya di

pasar. Penyesuaian ke atas atau kenaikan nilaitukar mata uang yang

dilakukan oleh bank sentral disebut dengan revaluasi. Sedangkan,

penyesuaian ke bawah atau penurunan nilai tukar mata uang yang

dilakukan oleh bank sentral disebut dengan devaluasi.

7
2.2 Daya Beli masyarakat

Menurut Carlsson et al. (2006) dalam Sreenivasan dan Noor

(2010) konsumen sangat sensitif dengan biaya dan harga perubahan.

Hal ini disebabkan oleh alasan bahwa daya beli mereka berbeda

berdasarkan beragam ekonomis latar belakang. Pengertian daya beli

menurut Putong (2003) adalah kemampuan konsumen membeli

banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu,

dengan tingkat harga tertentu, pada tingkat pendapatan tertentu, dan

dalam periode tertentu. Daya beli berkaitan dengan tingkat konsumsi,

harga dan pendapatan. Konsumen dengan daya beli rendah atau

memiliki pendapatan yang relatif kecil, akan mengkonsumsi produk

dengan harga yang relatif murah dengan jumlah yang relatif lebih sedikit

agar dapat memenuhi kebutuhannya, dan kalau memungkinkan bisa

memenuhi keseluruhan kebutuhannya

2.3 faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat

1. Tingkat Pendapatan

Pendapatan merupakan suatu balas jasa dari seseorang atas tenaga

atau pikiran yang telah disumbangkan, biasanya berupa upah atau gaji.

Makin tinggi pendapatan seseorang makin tinggi pula daya belinya dan

semakin beranekaragam kebutuhan yang harus dipenuhi, dan

sebaliknya.

8
2. Tingkat Pendidikan

Makin tinggi pendidikan seseorang makin tinggi pula kebutuhan yang

ingindipenuhinya. Contohnya seorang sarjana lebih membutuhkan

computer dibandingkan seseorang lulusan sekolah dasar.

3. Tingkat Kebutuhan

Kebutuhan setiap orang berbbeda-beda. Seseorang yang tinggal di

kotadaya belinya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang tinggal

di desa.

4. Kebiasaan Masyarakat

Di zaman yang serba modern muncul kecenderungan

konsumerismedidalam masyarakat. Penerapan pola hidup ekonomis

yaitu dengan membeli barang dan jasa yang benar-benar dibutuhkan,

maka secara tidak langsung telahmeningkatkan kesejahteraan hidup.

5. Harga Barang

Jika harga barang naik maka daya beli konsumen cenderung menurun

sedangkan jika harga barang dan jasa turun maka daya beli konsumen

akan naik. Hal inisesuai dengan hokum permintaan.

6. Mode

Barang-barang yang baru menjadi mode dalam masyarakat biasanya

akan laku keras dipasar sehingga konsumsi bertambah. Dengan dengan

demikian mode dapat mempengaruhi konsumsi.

9
Manusia senantiasa berusaha untuk memperoleh kepuasan setinggi-

tingginya dan mencapai tingkat kemakmuran dengan memenuhi berbagai

macam kebutuhannya. Usaha itu di lakuakan dengan mengkonsumsi

barang dan jasa yang dibutuhkan.

Tujuan konsumsi antara lain :

1. Pendapatan seseorang tidak semuanya dihabiskan untuk

konsumsi.

2. Konsumsi akan menciptakan tingkat permitanan masyarakat.

3. Konsumsi dapat memenuhui kebutuhan nilai ganda pada

seseorang.

4. Konsumsi dapat memenuhi kepuasan seseorang.

10
BAB 3

PEMBAHASAN

Nilai dari mata uang suatu negara mencerminkan tingkat

perekonomian negara itu sendiri. Tinggi rendahnya nilai tukar mata uang

suatu negara dapat diketahui dengan cara membandingkannya dengan

nilai tukar mata uang negara lain. Banyak hal yang secara langsung

maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perubahan kurs mata uang

suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain.

Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika

menjadi bukti bahwa rupiah merupakan mata uang yang tidak berharga di

dunia. Pemerintah dengan optimis menyuarakan agar masyarakat jangan

kuwatir dengan anjloknya nilai rupiah. Mereka berasumsi bahwa

melemahnya rupiah tidak berdampak besar tehadap pertumbuhan

ekonomi nasional.

Rupiah sebagai mata uang dimana nilainya memiliki peranan

penting dalam laju pertumuhan ekonomi, harus bernilai dan berharga

terhadap mata uang asing, kususnya dollar Amerika, sebagai mata uang

yang memiliki peranan penting dalam perekonomian global.

Apabila melemahnya rupiah terjadi secara berkesinambungan,

dikhawatirkan akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi

Indonesia. Bagaimana pun rupiah merupakan alat utama kita dalam

11
bertansaksi jual beli. Apabila alat bertransaksi kita tidak bernilai tentu saja

akan mengakibatkan dampak negatif terhadap transaksi import kita.

Naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sangat

berdampak terhadap kegiatan perekonomian di Indonesia. Melemahnya

nilai mata uang rupiah jelas memperlambat laju pertumbuhan ekonomi

Indonesia.

Pelemahan rupiah menimbulkan dampak negatif di berbagai sektor.

Salah satunya, penurunan daya beli masyarakat terhadap barang yang

diimpor dari luar negeri sehingga harga barang relative meningkat.

Sebagai contohnya, harga tempe dan tahu yang meningkat akibat harga

kedelai yang diimpor dari luar negeri meningkat dalam rupiah. Hal serupa

juga terjadi di sektor industri lain seperti sektor manufaktur dan tekstil.

Namun, beberapa sektor tidak terlalu berpengaruh atas pelemahan rupiah

seperti sector perkebunan dan pertambangan.

Melemahnya nilai rupiah seharusnya menjadi kesempatan untuk

meningkatkan ekspor. Secara teori, dengan melemahnya rupiah maka

komoditas ekspor dari Indonesia dapat bersaing karena harga yang

murah. Akan tetapi Indonesia masih tertinggal dari infrastruktur maupun

teknologi, selain itu yang menyebabkan penurunan ekspor Indonesia

adalah akibat belum mampunya Indonesia bersaing dengan Cina dan

Vietnam yang melakukan devaluasi mata uang sehingga produk-produk

yang berasal dari Cina dan Vietnam lebih murah dibandingkan dengan

produk-produk Indonesia.

12
3.1 Faktor penyebab melemahnya nilai rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh beberapa faktor,

yakni faktor internal dam eksternal. Faktor internalnya antara lain :

1. Terus membengkaknya defisit neraca transaksi berjalan yaitu

ekspor dan impor barang dan Kalau tahun 2012 defisit itu sebesar

Rp 24,418 miliar, meningkat menjadi Rp 29,115 miliar, dan

meningkat lagi menjadi Rp 29,233 miliar tahun 2014. Sebab

defisit adalah naiknya impor bahan baku dan barang modal dan

pembayaran utang luar negeri.

2. Kecenderungan perusahaan dalam negeri membayar hutang

dalam bentuk dollar. Dollar semakin banyak digunakan dan

stoknya Kurs beli dollar menguat, sedangkan kurs jual rupiah

melemah.

3. Produk impor sangat banyak di pasaran, sementara ekspor

Indonesia mengalami defisit perdagangan, akibatnya nilai tukar

rupiah melemah.

4. Aktivitas perusahaan asing membayar dividen dalam bentuk

dollar ke Negara.

5. Sifat masyarakat yang konsumtif terhadap barang-barang mewah

luar negeri sehingga meningkatkan penggunaan dollar.

6. Banyak masyarakat yang lebih menyukai barang luar negeri dari

pada produk lokal, hal ini menyebabkan tingginya angka impor.

13
Selain faktor internal diatas, naik turunnya nilai tukar rupiah juga

dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal,

1. Aksi borong dollar yang dilakukan spekulan asing menjelang akhir

Aksi ini dipicu oleh momen liburan panjang seluruh umat manusia

berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru masehi.

Kebutuhan akan Dollar meningkat drastis.

2. Kebijakan moneter Eropa dan Jepang yang melemahkan Euro

dan Yen. Euro melemah sebanyak 13 persen dan yen melemah

12 persen. Kebijakan moneter (quantitative easing /QE) diambil

agar pasar mata uang pemakai euro dan yen lebih Imbasnya,

kondisi ekonomi negara-negara berkembang menjadi tak stabil

dan mata uang mereka cenderung melemah.

3. Membaiknya ekonomi AS sehingga nilai tukar dolar AS menguat

terhadap semua mata uang lain.

4. Isu kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menarik dana

insentif untuk memperbaiki ekonomi AS karena ekonomi AS

memang sudah membaik (dikenal sebagai kebijakan Tappering

Off)

5. Keinginan AS menaikan suku bunga lebih cepat.

14
3.2 Dampak negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap

masyarakat

1. Pertumbuhan ekonomi melambat.

2. Pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. PHK terjadi pada

industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor.

Buruh yang di PHK terus meningkat jumlahnya, seiring dengan

terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika

Serikat.

3. Pengangguran meningkat. Jumlah pencari kerja setiap tahun

sekitar 2,5 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi

sebelumnya, maka banyak pencari kerja yang masih menganggur,

sekarang ditambah lagi dengan buruh yang di PHK.

4. Inflasi bahan pangan meningkat. Meningkatnya inflasi dibidang

sembako, sangat terkait erat dengan kebijakan masa lalu yang

import minded. Dalam 5 (lima) tahun terakhir, inflasi sembako

setiap tahun mencapai 60 persen.

5. Kemiskinan meningkat. Kalau barang-barang terutama sembako

meningkat harganya, penghasilan tidak meningkat bahkan tidak

mempunyai penghasilan karena di PHK dan menganggur, maka

otomatis kemiskinan meningkat.

6. Daya beli menurun. Konsekuensi logis meningkatnya harga-harga

barang terutama sembako dan penghasilan tidak meningkat,

15
bahkan penghasilan hilang karena di PHK dan menganggur, maka

otomatis daya beli masyarakat menurun.

7. Kesejahteraan masyarakat menurun. Dampak spiral selanjutntya

ialah menururnnya tingkat kesejahteraan masyarakat (kesmas).

8. Gizi masyarakat menurun. Dampak turunannya dari 7 faktor di atas,

maka otomatis gizi masyarakat memburuk. Melalui paket kebijakan

ekonomi tahap 1, pemerintah berusaha keras mencegahnya

semakin menurunnya gizi masyarakat.

9. Angka putus sekolah meningkat terutama mereka yang sekolah di

swasta dan sedang kuliah di perguruan tinggi.

10. Depresi meningkat, Menurut Kartono (2002) depresi adalah

kemuraman hati (kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan)

yang patologis sifatnya. Biasanya timbul oleh; rasa inferior, sakit

hati yang dalam, penyalahan diri sendiri dan trauma psikis. Jika

depresi itu psikotis sifatnya, maka ia disebut melankholi.

3.3 Upaya mengatasi melemahnya rupiah terhadap masyarakat

Naik turunnya nilai tukar akan selalu berubah – berubah sesuai

dengan perkembangan pasar dalam negeri maupun pasar global. Maka

ada baiknya bila Indonesia menemukan solusi yang tepat agar rupiah

tidak terus – menerus tertekan. Tindakan yang mungkin dapat dianggap

tepat dilakukan dalam kondisi ini antara lain :

1. Membeli produk dalam negeri.

16
2. Menerapkan kembali UU No 7/2011.

UU tersebut dengan tegas menetapkan bahwa setiap transaksi

harus dilakukan dengan mata uang rupiah. Bila berhasil

dilaksanakan sepenuhnya, tentu rupiah akan terjaga dari tekanan

fluktuasi. Jadi, di dalam negeri akan dilarang bertransaksi dengan

dolar.

3. Pemerintah dapat meningkatkan government spending untuk

memicu investasi dan kegiatan ekonomi lainnya di Indonesia,

seperti mengurangi biaya produksi melalui penurunan harga

listrik, tax holiday, penurunan suku bunga, atau melakukan

deregulasi peraturan yang menghambat usaha-usaha di

Indonesia karena adanya birokrasi yang rumit.

4. Memperbaiki defisit transaksi berjalan dengan cara mulai

membangun industri-industri substitusi

5. Memperbaiki struktur industri di dalam Pasalnya, bahan baku

industri di Indonesia sebagian besar masih bergantung pada

impor sedangkan peningkatan hasil untuk ekspor masih belum

signifikan. Dengan demikian, pelemahan rupiah belum bias

dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor.

6. Menarik devisa hasil ekspor yang sekarang masih banyak

berada di bank-bank luar negeri dengan cara misalnya

membebaskan pajak bunga deposito hasil ekspor Devisa hasil

ekspor dapat berperan sangat penting untuk meyangga

17
cadangan devisa Indonesia untuk kepentingan BI menstabilkan

nilai tukar rupiah.

7. Menjaga pertumbuhan ekonomi.

8. Menjaga daya Pemerintah berkoodinasi dengan BI untuk

menjaga gejolak harga dan inflasi.

9. Menarik turis asing untuk dating ke Indonesia dengan berbagai

cara misalnya promosi, peningkatan kualitas tempat wisata dan

sebagainya.

10. Menjaga kestabilan ekonomi dan politik

11. Perkuat modal industri berbahan baku domestik untuk

mengoptimalkan ekspor.

12. Menjaga kestabilan harga makanan pokok agar kualitas hidup

masyarakat terjaga.

13. Meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan domestik

sebagai bahan konsumsi nasional.

14. Meningkatkan iklan wisata untuk menarik wisatawan mancanegara.

15. Mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak dari non- produktif

kearah produktif.

18
BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

 Nilai dari mata uang suatu negara mencerminkan tingkat


perekonomian negara itu sendiri.
 Tinggi rendahnya nilai tukar mata uang suatu negara dapat diketahui
dengan cara membandingkannya dengan nilai tukar mata uang
negara lain.
 Melemahnya nilai rupiah seharusnya menjadi kesempatan untuk
meningkatkan ekspor.
 Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan nilai tukar
rupiah dan banyak dampak negatif dari turunnya nilai tukar rupiah ini

4.2 Saran

 Sebaiknya pemerintah segera melaksanakan upaya-upaya dalam


memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar sehingga kelangsungan,
kesejahteraan masyarakat Indonesia.
 Sebaiknya masyarakat Indonesia beralih menggunakan produk produk
lokal.

19
DAFTAR PUSTAKA

http://www.fundbisnis.com/ penyebab-menurunnya-nilai-tukar-mata-

uangrupiah-terhadap-dollar-amerika/html

https://manajemenkelasj.wordpress.com/2013/12/29/melemahnya-nilai-

tukar-rupiah/

http://unclesyaiful.blogspot.com/2016/08/dampak-melemahnya-nilai-

tukar.html

https://sbm.binus.ac.id/2016/08/02/nilai-tukar-rupiah-yang-melemah/

Sukardi. 2009. Ekonomi. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan

Nasional.

20