Anda di halaman 1dari 20

DESAIN KAPAL MULTIPURPOSE 11 A

Oleh : Tony H Rumapea, MSc.

Pendahuluan.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 16 ribu lebih pulau-pulau,
sebagian besar daerahnya terdiri dari laut. Untuk mengangkut barang-barang dari satu
pulau ke pulau lainnya dalam mengerakkan perekonomian Indonesia ini, diperlukan
alat-alat transportasi laut yang baik. Pada tahun 2019 Indonesia telah mempunyai
pelabuhan-pelabuhan khusus petikemas yang berada di pulau-pulau besar seperti
pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi dan pulau Irian.
Pelabuhan-pelabuhan peti kemas ini sudah dilengkapi dengan fasilitas derek (crane)
bongkar muat petikemas yang baik. Adapun pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada
pelabuhan petikemasnya adalah Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta, Pelabuhan Tanjung
Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Pelabuhan Belawan Medan,
Pelabuhan Makasar Makasar dan Pelabuhan Jayapura di Papua.
Hampir semua pelabuhan di Indonesia sudah mempunyai derek (crane) untuk
keperluan bongkar muat barang.
Kapal Multipurpose adalah suatu alat transportasi laut yang cocok untuk mengangkut
bermacam-macam muatan antar pulau di Indonesia. Kapal Multipurpose ini harus dapat
mengangkut bermacam-macam muatan seperti muatan curah (bulk), petikemas
(container) dan barang-barang lainnya (general cargo). Kapal jenis Multipurpose ini
sebaiknya mempunyai sarat yang rendah sehingga dapat berlabuh di pelabuhan-
pelabuhan yang mempunyai kedalaman yang tidak terlalu dalam. Melihat fasilitas
bongkar muat yang tersedia di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia tersebut dan
mahalnya harga crane untuk bongkar muat untuk kapal general cargo, kapal
Multipurpose ini tidak harus diperlengkapi dengan derek (crane) sehingga diharapkan
harga kapal multipurpose ini lebih murah daripada kapal general cargo dengan fasilitas
bongkar muat kapal sendiri.

1.Maksud dan tujuan.


Maksud dan tujuan dari desain kapal Multipurpose ini adalah untuk memberikan usulan
suatu desain produk kapal multipurpose yang baik dan murah, untuk dapat memenuhi
kebutuhan angkutan bermacam-macam jenis muatan termasuk petikemas (container)
dengan harga jual yang lebih murah pula.

2.Keunggulan.
Keunggulan dari desain kapal Multipurpose ini dengan panjang hanya sekitar 84 meter
dan body plan yang baik adalah suatu desain kapal Multipurpose yang dapat
mengangkut muatan dengan harga yang lebih murah, dikarenakan harganya yang
murah dan daya angkut yang besar. Sarat(T) kapal mutipurpse ini berkisar antara = 3.1
– 4.7 m, sehingga dapat berlabuh dibanyak pelabuhan di Indonesia.

Tony H Rumapea, MSc pg. 1 Multipurpose 11 A


3.Desain kapal Multipurpose 11A.
Untuk mengangkut bermacam-macam barang ke seluruh Indonesia dengan harga
murah diperlukan suatu kapal pengangkut barang yang efisien.
Kapal Multipurpose 11 A ini didesain untuk menghasilkankan sebuah kapal barang
yang dapat mengangkut bermacam barang dengan biaya pengangkutan yang murah
dengan kecepatan yang cukup cepat. Kapal barang ini harus mempunyai daya angkut
yang besar dengan ukuran utama yang tertentu pula. Untuk keperluan ini dipilihlah
body plan Kapal Ro-Ro A yang cukup stabil dan hidrodinamis. Panjang dari Kapal Ro-
Ro A ini adalah 78.1 m dengan lebar 16.6 m. Dikarenakan panjang 78.1 m ini kurang
cukup memadai untuk penempatan container-container dengan optimal, maka panjang
kapal ini diperpanjang menjadi 84 m pada desain iterasi kedua. Kapal multipurpose ini
harus dapat mengangkut paling tidak 186 TEU (Container 20 ft) atau muatan/barang
lainnya. Untuk mengangkut 186 TEU (Container 20 ft) kapal multipurpose tidak perlu
terlalu panjang, cukup pada kisaran panjang (Lpp) : 84 m.

3.1.Metode desain.
Metode desain yang dipergunakan adalah metode desain iterasi. Metode ini memang
banyak memakan waktu daripada metode iterasi lainnya, Pada saat waktu yang
tersedia cukup dan data-data perbandingan kapal kurang memadai, metode ini cocok
dipergunakan.

4.Rute-rute kapal Multipurpose 11 A.


Kemungkinan rute-rute yang akan dilayari oleh kapal multipuporse ini adalah :
Jakarta - Semarang – Surabaya – Banjarmasin – Makasar – Ambon – Jayapura-
Merauke.
Jakarta – Pontianak – Medan – Banda Aceh.
Rute -rute ini selalu dimulai dari Jakarta, karena Jakarta merupakan pelabuhan utama
untuk pengiriman barang-barang keperluan yang dibutuhkan masyarakat di seluruh
Indonesia. Di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan Bandung terdapat banyak pabrik-
pabrik barang-barang konsumen dan barang-barang lainnya.
Barang-barang konsumen dan barang-barang lainnya tersebut adalah pakaian, sepatu,
barang eletronik, makanan dalam kemasan, suku cadang kendaraan bermotor dan lain-
lainnya. Pada kembalinya ke Jakarta kapal multipurose ini dapat membawa barang
muatan yang diperlukan masyarakat di pulau Jawa, seperti kayu bahan bangunan, kayu
lapis, minyak kelapa sawit, pasir bahan bangunan dan sebagainya.

Tony H Rumapea, MSc pg. 2 Multipurpose 11 A


Tabel.1.Rute, jarak rute dan tinggi gelombang.
No Rute Jarak (km) Jarak Tinggi gelombang (m)
(seamile)
1 Jakarta - Palembang 560 301 0 -1.0
2 Jakarta - Pontianak 796 430 0 -1.0
3 Jakarta - Medan 1967 1058 0–1.5
4 Jakarta – Banda Aceh 2500 1344 0 -1.5
5 Jakarta - Makasar 1600 861 0 -2.5
6 Jakarta - Ambon 2740 1473 0 -2.5
7 Jakarta - Jayapura 4390 2350 0 -2.5
8 Jakarta - Merauke 5525 2971 0 -2.5
9 Jayapura - Merauke 3540 1904 0 -2.0
10 Jakarta - Surabaya 810 436 0 -1.0

5.Ukuran utama kapal Multipupose 11 A hasil iterasi pertama.


Pada iterasi pertama ini bodi plan yang dipergunakan adalah bodi plan Kapal Ro-Ro A,
7030 GRT. Hasil dari iterasi pertama proses desain ini adalah sebagai berikut :
Panjang keseluruhan (Loa) : 78.1 m.
Panjang Perpendicular (Lpp) : 66.0 m.
Lebar keseluruhan (B) : 16.6 m.
Tinggi (H) : 9.6 m.
Sarat (T) : 3.9 m.
Diameter Propeler : 1.7 m.
Displacement : 2894 ton.
Kecepatan Jelajah (Vs) : 15 knot.
Kecepatan maksimum (Vmax) : 20 knot. ( padaTrata2 = 3 m).
Jarak jelajah : 3000 mil laut.
Kapasitas angkut :
Kapasitas angkut container : 190 TEU.
Jumlah awak kapal : 12 orang.

Tony H Rumapea, MSc pg. 3 Multipurpose 11 A


Tony H Rumapea, MSc pg. 4 Multipurpose 11 A
6.Ukuran utama Kapal Multipupose 11 A hasil iterasi kedua.
Pada desain iterasi kedua ini dalam penyusunan container didalam lambung terjadi
ketidaksamaan dalam jumlah pada penempatan container. Untuk menambah kapasitas
angkut kapal multipurpose ini dan mengoptimalkan penempatan container didalam
lambung, maka panjang kapal ini diperpanjang menjadi 84 m. Bodi plan Kapal Ro – Ro
A, harus dimodifikasi dengan panjang dan bentuk rata-rata kapal multipurpose pada
umumnya.
Ukuran utama dari hasil dari iterasi kedua adalah sebagai berikut :
Panjang keseluruhan (Loa) : 84.0 m.
Panjang Perpendicular (Lpp) : 76.0 m.
Lebar keseluruhan (B) : 16.6 m.
Tinggi (H) : 9.6 m.
Sarat (T) : 4.6 m.
Diameter Propeler : 1.7 m.
Displacement : 3990 ton.
Kecepatan Jelajah (Vs) : 14 knot.
Kecepatan maksimum (Vmax) : 19.5 knot. ( padaTrata2 = 4 m).
Jarak jelajah : 4600 mil laut.
Kapasitas angkut :
Kapasitas angkut container : 200 TEU.
Jumlah awak kapal : 12 orang.
Ukuran utama ini merupakan hasil iterasi kedua, yang sudah merupakan modifikasi dari
bodi plan dari iterasi pertama. Tentunya bodi plan ini berbeda dari bodi plan hasil dari
iterasi pertama. Adapun 2 nd General Arrangement dan bentuk dari bodi plan
Multipurpose 11A hasil iterasi kedua adalah sebagai berikut :

Tony H Rumapea, MSc pg. 5 Multipurpose 11 A


6.2 General Arrangement kapal Ro-Ro – A, 7030 GRT pada iterasi
kedua.

Tony H Rumapea, MSc pg. 6 Multipurpose 11 A


Tony H Rumapea, MSc pg. 7 Multipurpose 11 A
Tony H Rumapea, MSc pg. 8 Multipurpose 11 A
Gambar.3 Bodi plan Multipurpose 11A pada iterasi kedua.

Tony H Rumapea, MSc pg. 9 Multipurpose 11 A


6.2.Data hidrodinamis Kapal Multipupose 11 A.
Pada Sarat (T) = 3.0 m.
Tabel.2
Displacement (tonne) 2349 Cb 0.6
Volume (m3) 2291.9 Cm max 0.976
Draft to Baseline (m) 3.0 Cwp 0.774
Immersed depth (m) 3.0 KB (m) 1.656
Lwl (m) 75.8 KG (m)
B wl (m) 16.6 BMt (m) 8.1
Max Cross Sect Area 48.6 BML (m) 135.9
(m2)
Wetted surface Area (m2) 1217.9 GMt (m)

Waterplane Area (m2) 973.15 GML (m)


LCB from zero point 37.9 KMt (m) 9.721
LCF from zeropoint 36.8 KML (m) 137.554
LCB from zero point (%) 50 Immersion (TPC) 9.98
tonne/ cm
LCF from zero point (%) 48.6 MTC (tonne.m) 40.9
Cp 0.623 R mat 1 deg GMt 398.656

Pada sarat (T) : 4.6 m.


Tabel.3
Displacement (tonne) 4088 Cb 0.656
Volume (m3) 3989 Cm max 0.984
Draft to Baseline (m) 4.6 Cwp 0.854
Immersed depth (m) 4.6 KB (m) 2.57
Lwl (m) 78.9 KG (m)
B wl (m) 16.6 BMt (m) 5.82
Max Cross Sect Area 75.1 BML (m) 114.1
(m2)
Wetted surface Area (m2) 1565.1 GMt (m)
Waterplane Area (m2) 1128.42 GML (m)
LCB from zero point 37.2 KMt (m) 8.4
LCF from zeropoint 36.1 KML (m) 116.681
LCB from zero point (%) 47.1 Immersion (TPC) 11.56
tonne/ cm
LCF from zero point (%) 45.8 MTC (tonne.m) 60.375
Cp 0.672 R mat 1 deg GMt 599.543

Tony H Rumapea, MSc pg. 10 Multipurpose 11


A
Kapal Multipupose 11 A, pada ketinggian (H) = 9.6 m (tinggi sampai dengan dek utama)
mempunyai volume 10 085 m3, ( 2.78 cubic meter = 1 Registered ton).
Volume 10 085 m3 = 3627.7 Gross Registered Tons (GRT), ditambah dengan volume
dari dek-dek akomodasi diatasnya, total tonnage (GRT) Kapal Multipurpose 11 A
adalah 4619 ton disebutkan menjadi 4640 GRT.
.

7.Tahanan Air Kapal (Ship Resistance) dan Daya mesin pendorong


(Powering).
Tahanan air kapal (Ship Resistance) adalah tahanan yang diberikan oleh air pada saat
kapal bergerak maju. Semakin cepat kapal tersebut bergerak maju, semakin besar juga
tahanan air kapal (Ship Resistance) tersebut. Besarnya tahanan air kapal (Ship
Resistance) berbanding kwadrat dengan kecepatan maju kapal tersebut.
Dengan mempergunakan Maxsurf Bentley, tahanan air kapal (Ship Resistance) dari
model yang dibuat pada software ini, dapat dihitung. Hasil dari perhitungan dengan
mempergunakan software ini adalah tahanan air kapal total (Total Ship Resistance, Rt),
yang dihitung dengan pada kecepatan jelajah tertentu dengan angka Froude yang
tertentu pula. Untuk kapal Multipurpose 11 A ini kecepatan jelajahnya (Vs) = 14 knot,
dan Froud numbernya (Fn) : 0.26. Froud number = V/(√𝑔𝐿). Hasil dari perhitungan
tersebut dapat dilihat pada table.1dan table.2, juga grafik.1 dan grafik.2.

7.1.Toeslag Tahanan air kapal pada Multipurpose 11 A (Toeslag Ship


Resistance).
Vesturen : 1 %.
Inlaat Scoops : 1 %.
Kimkielen : 2 %.
Boegstraal : 2 %.
Korte Asbroeken : 4 %.
Tambahan extra-extra : 6 %.
Total toeslag = 1 % + 1 % + 2 % + 2% + 4 % + 6 % = 16 %.
Tahanan total (Total ShipResistance) pada table 2 dan 3 masih harus ditambahkan
toeslag sebesar 16 % . Jadi total Ship Resistance dari kapal tersebut adalah 1.16 kali
dari Total Ship Resistance yang ada pada table.2 dan table.3
.

Tony H Rumapea, MSc pg. 11 Multipurpose 11


A
Pada sarat (T) : 3 m.
Tabel.4.

Speed (Vs) Holtrop Holtrop


Resist (kN) Power (kW)
0 0 0
1,2 0,8 0,511
2,4 3,0 3,748
3 6,5 7,1
3,6 4,7 12,1
4.2 8.7 18,8
5,4 14 38,85
6,6 20,4 69,43
7,2 24,1 89,4
8.4 32.6 140.84
9 37.5 173.52
10.2 49.1 257.6
11.4 64.3 376.91
12 73.7 455.1
13.2 96.8 657.49
14.4 130.6 967.43
15 153.1 1181.16
16.2 200.4 1669.9
17.4 242.7 2172.7
18 266 2463
19.2 331 3270
20.4 439 4607.6
21 515 5570.1
21.6 622.9 6922.1
22.8 856.5 10045.8
23.4 973.6 11720.45
24 1091 13470.6

Tony H Rumapea, MSc pg. 12 Multipurpose 11


A
A
0
1000
1200

200
400
600
800

0
10000
12000
14000
16000

2000
4000
6000
8000
P(kW)
Rt(kN)
0 0
0.6 0.6
1.2 1.2
1.8 1.8
2.4 2.4

Tony H Rumapea, MSc


3 3
3.6 3.6
4.2 4.2
4.8 4.8
5.4 5.4
6 6
6.6 6.6
7.2 7.2
7.8 7.8
8.4 8.4
9 9
9.6 9.6
10.2 10.2
10.8 10.8
11.4 11.4
(Holtrop)

(Holtrop)

pg. 13
12 12

Power (kW)
12.6 12.6
Resistance (kN)

13.2 13.2
13.8 13.8
14.4 14.4
15 15
15.6 15.6

Grafik.2. Daya (P) – Kecepatan (V)


16.2 16.2
16.8 16.8
Grafik.1. Tahanan air (Rt) – Kecepatan (V)

17.4 17.4
18 18
18.6 18.6
19.2 19.2
19.8 19.8
20.4 20.4
21 21
21.6 21.6
22.2 22.2
22.8 22.8

V(Knot)
23.4 23.4
V (Knot)

Multipurpose 11
Pada sarat (T) : 4.6 m.
Tabel.3

Speed (Vs) Holtrop Holtrop


Resist (kN) Power (kW)
0 0 0
1,2 1.3 0.82
2,4 4.9 6
3 7.4 11.4
3,6 10.4 19.3
4.2 13.9 30
5,4 22.1 61.3
6,6 31.9 108.3
7,2 37.4 138.6
8.4 49.8 215.4
9 56.9 263.4
10.2 73.5 386
11.4 95.3 559.2
12 109.1 673.8
13.2 144.4 980.6
14.4 191.8 1420.7
15 226.2 1745.8
16.2 320.8 2673.5
17.4 412.8 3694.7
18 449.6 4163.6
19.2 528.7 5221.9
20.4 660.6 6933.2
21 762.9 8241.6
21.6 896.2 9958.5
22.8 1371.1 16082.3
23.4 1612 19405.5
24 1853 22881.41

Tony H Rumapea, MSc pg. 14 Multipurpose 11


A
A
0
1000
1200
1400
1600
1800

200
400
800

600

0
10000
15000
20000
25000

5000
P(kW)
0
Rt(kN)
0 0.6
0.6 1.2
1.2 1.8
1.8 2.4
2.4 3

Tony H Rumapea, MSc


3 3.6
3.6 4.2
4.2 4.8
4.8 5.4
5.4 6
6 6.6
6.6 7.2
7.2 7.8
7.8 8.4
8.4 9
9 9.6
9.6 10.2
10.2 10.8
10.8 11.4
12
(Holtrop)

11.4

(Holtrop)
12.6

pg. 15
12
13.2

Power (kW)
12.6
Resistance (kN)

13.2 13.8
13.8 14.4
14.4 15
15 15.6
16.2
15.6 16.8
16.2

Grafik.4. Daya (P) – Kecepatan (V)


17.4
16.8 18
17.4
Grafik.3. Tahanan air (Rt) – Kecepatan (V)

18.6
18 19.2
18.6 19.8
19.2 20.4
19.8 21
20.4 21.6
21 22.2
21.6 22.8
22.2 23.4
V(Knot)

V(Knot)
22.8
23.4

Multipurpose 11
7.2. Tahanan Angin pada kapal (Wind Resistance) pada arah
melintang.
Tahanan angin (Wind Resistance, RWind ) pada kecepatan kapal = 19.5 knot, sarat (T) =
3.0 m, pada kecepatan angin 4 Beaufort (7.6 m/s) Moderate Breeze dari arah depan
Kapal. RWind = 1/2 x CAA x ρaa (wind) x Aw x V2 ( N).
Aw = total permukaan angin, (Total Wind Area),
Aw = 124.8 + 134.9 + 66.4 + 28.6 = 354.7 m2.
RWind (Wind Resistance) = 1/2 x 0.9 x 0.125 x 354.7 x (10 + 7.6)2 = 6181.1 N.
CAA = 0.9 untuk bentuk kurang hidrodinamis.
Massa jenis dari Angin (ρaa) = 0,125 kg/m 2.
Total Tahanan air pada kapal (RT) pada sarat 3.0 m =
(100 % +16 %) x 355.2 kN+ 6.2 kN = 418.23 kN.
Pe = RT x Vs = 418.23 x 10 = 4182.32 kW.
ηD = 0.7 (Rendemen single propeller). PB = 4182.3/0.7 = 5974.3 kW.
.

8.Daya mesin pendorong (Powering).


Dengan adanya tahanan air pada kapal, diperlukan mesin pendorong untuk mendorong
kapal tersebut maju. Besarnya daya mesin pendorong yang diperlukan, ditentukan oleh
besarnya tahanan air kapal tersebut. Dengan memperhitungkan kehilangan rendemen-
rendemen pada roda gigi (gear box), as, baling-baling (propeller) dan daya yang
dipergunakan untuk memutar as generator (Alternator).
Kehilangan rendemen pada sistim tersebut sekitar 6 %
1 buah Asleiding masing-masing 2 % = 2 %.
1 buah Gearbox masing-masing 2 % = 2 %.
1 buah shaftbearing(StuwBlok) 2 % = 2 %.
Daya yang diperlukan pada kecepatan jelajah (Vmax = 19.5 kn pada sarat = 4 m)
Rt = 468 + 4.8 = 474.2 kN. Pe = 474.2 x 10 = 4742 kW,
PB = 4742 kW/0.7 = 6774.3 kW , = 6774.3 / 0.94 = 7206.7 kW.
Daya yang diperlukan untuk 118 % MCR) = 1.18 x 7206.7 kW = 8503.9 kW.
Daya yang terpasang = 8531.44 kW.
Kecepatan maksimal = 19.5 kn pada sarat = 4 m dapat terpenuhi.

Daya yang diperlukan pada kecepatan jelajah (Vservice = 14.4 kn, pada sarat = 4.6 m)
Rt = 191.8 + 6.2 = 198 kN. Pe = 198 x 7.408 = 1466.7 kW/0.7 = 2095.3 kW.
PB = 2294.7 kW. Daya yang diperlukan (125% MCR) = 1.25 x 2095.3 kW =2619.1 kW.
Dengan daya mesin 8540 kW kecepatan maksimal yang dapat dicapai pada sarat = 4.6
m adalah 18.6 kn , Vs = 18.6 kn, Rt =486 kN ( lihat table.3).
Total tahanan = 1.16 x 486 + 6.2 = 570 kN. Pe = 570 x 9.26 = 5279 kW.

Tony H Rumapea, MSc pg. 16 Multipurpose 11


A
Total daya yang dibutuhkan utk berlayar dengan kecepatan 18.6 kn = 5279/0.7 =
7541.4 kW. 7541.4/0.94 = 8022.8 kW.
Daya yang terpasang adalah 8540 kW. Wartsila 31, tipe 14V31.

8.1. Permesinan dan Pembangkit tenaga listrik.


Mesin pendorong utama yang dipergunakan untuk kapal Multipurpose 11 A ini adalah
Mesin Wartsila 31 tipe 14V31 dengan daya 8540 kW pada 750 rpm atau MAN 7L48/60
CR dengan daya 8400 kW Mesin ini mempunyai putaran, rotation per minute (RPM)
yang dikategorikan sedang (300-1000 RPM).
Dengan dilengkapi 1 buah mesin utama ini, Multipurpose ini dapat berlayar dengan
kecepatan maksimal 19.5 knot pada sarat rata-rata : 4.0 m. Pada sarat kurang dari 4 m
kapal Multipurpose 11 A ini juga dapat berlayar hingga 20 knot.
Untuk kelistrikan Kapal Multipurpose 11A ini dilengkapi dengan 1 set Generator
Auxillary dengan daya 250 kW dan 1 sebuah Alternator (Shaft generator) dengan daya
250 kW. Alternator hanya dipergunakan pada saat kapal Multipurpose berlayar dengan
kecepatan sekitar 8 – 16.5 knot, diatas kecepatan tersebut, kecepatan tinggi seperti
16.5 – 20 knot alternator tersebut tidak dapat dipergunakan. Keperluan tenaga listrik di
Kapal Multipurpose 11 A ini dipenuhi oleh Generator auxillary dengan daya 250 kW.
Kapal Multipurpose 11 A ini dilengkapi juga dengan 1 buah rumah gigi (Gear box) untuk
penyetalan putaran daya pendorong (rpm propeller) di baling-balingnya.

9.Perbekalan.
9.1.Persedian bahan bakar diesel dan minyak pelumas :
Spesifik pemakaian bahan bakar untuk mesin diesel ini adalah : 186-192 gr/kWh.
Daya yang terpasang adalah : 8540 kW (Wartsila31 -14V31, 8540 kW).
Pemakaian bahan bakar diesel untuk mesin utama dalam 6 hari dengan kecepatan 19.5
knot adalah : 8540 x 0.192 kg/kWh x 24 hours x 6 days = 236114 kg = 236.2 ton.
Pemakaian bahan bakar diesel untuk mesin utama dalam 16 hari dengan
kecepatan jelajah 14.4 knot adalah : 2619.1 x 0.192 kg/kWh x 24 hours x 16 days
= 168963.4 kg = 193.2 ton
Pemakaian bahan bakar diesel untuk Auxillary Generator adalah
: 250 x 0.2 kg/kWh x 24 hours x 16 days= 16800 kg = 19.2 ton.
Total pemakaian bahan bakar diesel untuk mesin utama dalam 16 hari dengan
kecepatan jelajah 14.4 knot adalah : 193.2 + 19.2 = 212.4 ton
Pemakaian Minyak pelumas untuk Auxillary Generator adalah : 0.5 ton.

9.2.Persedian air tawar dan bahan makanan :


Jumlah pemakaian air tawar : 12 orang x 30 liter/orang x 16 hari = 5760 liter = 5.76 m3.
Jumlah pemakaian air minum : 5 l/orang x 12 orang x 16 hari = 960 liter = 1 m3.
Jumlah air tawar = 5.76 m3 + 1 m3 = 6.76 m3.

Tony H Rumapea, MSc pg. 17 Multipurpose 11


A
Total berat air tawar keseluruhan = 1 ton/m3 x 6.76 m3 = 6.76 ton.
Persedian bahan makanan : 6 kg/orang x 12 orang x 16 hari = 1152 kg = 1.152 ton.

10.Pembagian tangki.
Pembagian tangki-tangki dari kapal Multipurpose 11 A adalah sebagai berikut :
1.Tangki-tangki bahan bakar.
2.Tangki-tangki air tawar.
3.Tangki-tangki air balas. Tangki – tangki tersebut ditempatkan di double bottom dan di
sisi kiri dan kanan, yaitu didalam double skin ( kulit ganda).

10.1.Tangki-tangki di Double Bottom.


Pada double bottom terdapat 8 tangki bahan bakar (Fuel tank), 6 tangki air balas (Water
Ballast tank) dan 2 tangki air tawar (Fresh water tank). Tinggi double bottom ini adalah
1.6 m dan tinggi double bottom dibawah kamar mesin adalah 1 m, di double bottom
dibawah kamar mesin ini terdapat tangki-tangki oli pelumas dan tangki pembuangan.

Gambar.5 Pembagian tangka-tangki di double bottom.

Tony H Rumapea, MSc pg. 18 Multipurpose 11


A
Gambar.6 Pembagian tangka-tangki di tanktop.
Total kapasitas tangki-tangki bahan bakar diesel yang berada didalam double bottom
kapal Multipurpose 11A adalah : 255.6 ton.
Tangki bahan bakar dibawah kamar mesin.
Tabel.4 Tangki bahan bakar dibawah kamar mesin.
Volume (m3) Berat (ton)
1 Tangki D.O 1_SB 12.9 10
2 Tangki D.O 1_BB 12.9 10
3 Tangki D.O 2_SB 19.3 16.2
4 Tangki D.O 2_BB 19.3 16.2
52.4

Tangki bahan bakar dibawah ruang muatan.


Tabel.9 Tangki bahan bakar dibawah ruang muatan.
Volume (m3) Berat (ton)
1 Tangki D.O 3_SB 59.5 56.2
2 Tangki D.O 3_BB 48.1 45.4
3 Tangki D.O 4_SB 59.5 56.2
4 Tangki D.O 4_BB 48.1 45.4
203.2

Tony H Rumapea, MSc pg. 19 Multipurpose 11


A
Tangki-tangki air balas dibawah ruang muatan.
Tabel.10 Tangki-tangki air balas dibawah ruang muatan.
Tangki Air Tawar Volume (m3) Berat (ton)
1 Tangki W.B 1_SB 61.1 62.6
2 Tangki W.B 2_SB 50.2 51.5
3 Tangki W.B 3_SB 43.3 44.4
4 Tangki W.B 1_BB 61.1 62.6
5 Tangki W.B 2_BB 50.2 51.5
6 Tangki W.B 2_BB 43.3 44.4
Total 309.2 317
Tangki Air Tawar
1 Tangki F.W_SB 67.1 67.1
2 Tangki F.W_BB 67.1 67.1
Total 134.2 134.2

10.3.Tangki-tangki sisi (Side tank).


Pada sisi samping belakang kapal Multipurpose 11A ini terdapat 8 tangki balas samping
dan 2 tangki bahan bakar (Side tank), masing-masing 4 tangki balas dan 1 tangki bahan
bakar pada sisi kanan dan 4 tangki balas dan 1 tangki bahan bakar sisi kiri (lihat
gambar.2).
Tangki-tangki air balas disamping.
Tabel.7 Tangki-tangki air balas disamping.
Volume (m3) Berat (ton)
1 Tangki W.B 4_SB 16.1 16.5
2 Tangki W.B 5_SB 32.6 33.4
3 Tangki W.B 6_SB 73.6 75.4
4 Tangki W.B 7_SB 55.2 56.6
5 Tangki W.B 4_BB 16.1 16.5
6 Tangki W.B 5_BB 32.6 33.4
7 Tangki W.B 6_BB 73.6 75.4
8 Tangki W.B 7_BB 55.2 56.6
Total 355 363.8

Tony H Rumapea, MSc pg. 20 Multipurpose 11


A