Anda di halaman 1dari 94

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manajemen merupakan dimana proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui

upaya orang lain. Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua

kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas

yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan

bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan,

pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan

yang ditentukan sebelumnya.

Keperawatan adalah suatu proses yang mencakup unsur holistic seseorang,

jadi mencakup beberapa hal yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang sangat

kompleks dan holistic pemberian asuhan keperawatan membutuhkan suatu

perencanaan hingga pendokumentasian yang baik sehingga kualitas pelayanan yang

di berikan dapat di jaga.

Menurut Nursalam 2002, manajemen adalah sebagai proses dalam

menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain, sedangkan dalam keperawatan,

manajement adalah suatu proses bekerja melalui anggota keperawatan untuk

memberikan asuhan keperawatan secara profesional. Untuk mencapai hal tersebut

diperlukan suatu pemahaman konsep tentang bagaimana mengelola dan memimpin

orang lain dalam mencapai tujuan asuhan keperawatan yang berkualitas. Sebagai

perawat profesional diharapkan mampu mengelola sebuah proses secara keseluruhan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 1


yang memungkinkan orang lain dapat menyelesaikan tugasnya dalam memberikan

asuhan keperawatan peningkatan derajat pasien menuju kearah kesehatan yang

optimal.

Sistem pengorganisasian keperawatan profesional yang mampu memberikan

suatu manajemen asuhan yang secara holistic berdasarkan kebutuhan, namun tetap

berorientasi pada tugas dan mutu asuhan adalah Model Praktek Keperawatan

Profesional Tim.

Kenyataannya, sangat sulit untuk menerapkan model proses manajemen

keperawatan dalam pelayanan kesehatan atau lahan klinik. Masih banyak kendala

yang dialami seperti kurangnya pengetahuan perawat tentang proses manajemen

keperawatan, sarana dan prasarana pendukung,serta kurangnya dukungan dari pihak

lain. Di Ruang MawarRSUD Jombang saat ini sudah menerapkan proses manajemen

keperawatan dengan baik.

Oleh sebab itu kami, Mahasiswa semester VII STIKES ICME Jombang,

melakukan observasi dan evaluasi tentang proses manajemen keperawatan di ruang

Mawar RSUD Jombang dengan harapan memperoleh gambaran bagaimana

pelaksanaan proses manajemen keperawatan di rumah sakit. Dengan demikian ruang

tersebut merupakan salah satu ruang yang dapat digunakan dalam pembelajaran

Praktik Manajemen Keperawatan yang dilakukan Mahasiswa semester VII STIKES

ICME Jombang.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 2


1.2. Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Setelah mengikuti proses pembelajaran praktika manajemen

keperawatan diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan model asuhan

keperawatan profesional dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien di

ruang rawat inap.

1.2.2 Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pembelajaran praktika manajemen keperawatan

diharapkan mahasiswa mampu menerapkan beberapa aspek dalam

pengelolaan pemberian pelayanan atau asuhan keperawatan, yaitu:

a. Pengumpulan data (Analisa Situasi)

b. Perencanaan

c. Pengorganisasian

d. Pengelolaan Staff

e. Pengarahan

f. Pengawasan

1.3. Manfaat

1.3.1. Bagi Mahasiswa

a. Tercapainya pengalaman dalam pengelolaan suatu ruang rawat sehingga

dapat memodifikasi metode penugasan yang akan dilaksanakan.

b. Mahasiswa dapat mengumpulkan data dalam penerapan model MAKP.

c. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan penerapan

model MAKP.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 3


d. Mahasiswa dapat menganalisis masalah dengan metode analisa SWOT dan

menyusun rencana strategi.

e. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menerapkan model asuhan

keperawatan profesional.

1.3.2. Bagi Pasien

a. Tercapai kepuasan klien yang optimal.

b. Klien merasa aman saat perawatan.

c. Klien merasa percaya pada perawat.

1.3.3. Bagi Perawat

a. Tercapai tingkat kepuasan kerja yang optimal.

b. Terbinanya hubungan antar perawat, perawat dengan tim kesehatan yang

lain, perawat dengan pasien serta dengan keluarga.

c. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin dari perawat.

d. Terbinanya hubungan dengan klien dan perawat secara harmonis

1.3.4. Bagi Rumah Sakit

a. Tercapainya pengalaman dalam pengelolaan suatu ruang rawat sehingga

dapat memodifikasi MAKP yang telah dijalankan saat ini.

b. Sebagai evaluasi atas keefektifan penerapan model asuhan keperawatan

professional saat ini yang telah dijalankan

c. Meningkatkan mutu pelayanan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 4


BAB II

PERENCANAAN

2.1. Pengorganisasian

Kepala Ruangan :AlikFatmawati S.Kep. Ns

Pembimbing Ruang : Niken Sri W. S.Kep, Ns.

Pembimbing Akademik : Arif Wijaya S. Kep M. Si

Ketua Kelompok : Anang Kurniawan

Wakil Ketua : Lailin Mufidah

Sekretaris :1. Kurnia Aqidatul I

2. Aida Safitri

Bendahara : 1. Ellin Puji A

2. Nanik Winarti

Humas : 1. Rifki Ainur S

2. Ismi Sulaikah

3. Endah Widiawati

Perlengkapan : 1. Bayu Indra S

2. Bangun Sutopo

3. Novita Febri S

4. Intan Diah S

5. Puri Agusti N

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 5


2.2. Rencana Kegiatan Praktika Manajemen Keperawatan

GANCHART PROGRAM PENDIDIKAN PRAKTIKA MANAJEMEN

KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN

STIKES INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

DI RUANG MAWAR RSUD JOMBANG

13 November 2017 – 25Desember 2017

No Kegiatan Tanggal

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Pembentukan
1 √
Struktur

Melakukan
2 √ √ √ √
Pengkajian

Pengumpulan
3 √ √ √ √
Data

Persiapan

4 Desiminasi √

Awal

Desiminasi
5 √ √ √
Awal

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 6


Aplikasi

MAKP
6
(Discharge

Planning )

Observasi
7
MAKP

a. Sentralisasi

Obat

b. Discharge

Planning

c. Supervise √

d. Timbang √

Terima

e. Ronde

Keperawat

an

Desiminasi
8
Akhir

Penyusunan
9
Laporan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 7


2.3. Struktur Organisasi

PERENCANAAN STRUKTUR KELOMPOK PRAKTIKA MANAJEMEN

STIKes ICMe JOMBANG SEMESTER VII di Ruang MAWAR

AKETUA KELOMPOK

Anang Kurniawan

WAKIL KETUA
Lailin Mufidah

SEKRETARIS BENDAHARA B
PERLENGKAPAN HUMAS
Bayu Indra S
Kurnia Aqidatul I Ellin Puji A Rifki Ainur S
Bangun Sutopo
Aida Safitri Nanik Winarti Ismi Sulaikha
Novita Febri S
Intan Diah S Endah Widiawati
Puri Agusti N

ba

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 8


BAB III

PROFIL RUANG MAWAR RSUD JOMBANG

3.1 Visi dan MisiRSUD JOMBANG

3.1.1 Visi

Menjadi rumah sakit rujukan terdepan pilihan utama masyarakat

dengan layanan paripurna melalui sistem pendidikan kesehatan yang

terintegrasi.

3.1.2 Misi

1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan paripurna serta

terjangkau oleh semua lapisan masyarakat

2. Meningkatkan sarana prasarana dan sumber daya manusia sesuai

standar

3. Menyelenggarakan pendiidkan kedokteran, kesehatan lainnya dan

penunjang system layanan kesehatan serta melaksanakan

penelitian secara terintegrasi

4. Menyelenggarakan tata kelola organisasi yang Profesional dan

Akuntabel.

3.1.3 KREDO “CINTAKU”

Kredo RSUD Jombang adala “CINTAKU” pelayanan yang

diberikan Rumah Sakit Umum Daerah Jombang adalah pelayanan

prima yaitu pelayanan yang cepat, sigap dan berhasil guna, dilayanai

dalam kondisi lingkungan yang indah dan suasana yang nyaman serta

tarif yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tak kalah

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 9


pentingnya adalah memberikan jaminan rasa aman baik secara fisik

maupun psikologis serta tetap menjaga kepercayaan pengguna jasa

pelayanan dengan tekad kepuasan pasien sebagai yang utama dan

pertama yang berlaku pada seluruh masyarakat umum tanpa

membedakan status sosial.

3.2 Visi dan Misi PAVILIUN MAWAR JOMBANG

3.2.1 Visi

Menjadikan ruang paviliun mawar sebagai ruang rawat yang aman

dan nyaman berlandaskan pada pemberian asuhan keperawatan yang

holistik.

3.2.2 Misi

1. Meningkatkan kebersihan dan kerapian ruangan

2. Melindungi klien, pengunjung dan tenaga medis dari resiko infeksi

nasokomial (INOS)

3. Meningkatkan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan

keperawatan

4. Memberikan asuhan keperawatan yang optimal dari tahap pre-

interaksi,interaksi,terminasi dan dokumentasi

5. Mengutamakan kepentingan pasien

3.2.3 Motto

BERSATU “BERsama Selalu Akan Tingkatkan mutU”

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 10


3.3 Falsafah, Misi dan Tujuan Pelayanan Keperawatan

3.3.1 Misi Pelayanan Keperawatan

1. Memberikan pelayanan keperawatan yang professional, berpenampilan,

dan selalu menjaga etika kepada setiap pasien yang membutuhkan

2. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan

melalui Standar Asuhan Keperawatan

3. Meningkatkan profesionalisme dan kualitas SDM keperawatan melalui

pendidikan dan pelatihan

4. Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim

kesehatan dan bagian yang terkait dilingkungan RSUD Kabupaten

Jombang.

3.3.2 Falsafah Pelayanan Keperawatan

1. Manusia adalah holistic yang biologis memiliki kebutuhan bio-psiko-

sosial-spiritual untuk kebutuhan ini harus ada pertimbangan dalam

memberikan asuhan keperawatan

2. Keperawatan adalah bantuan kepada manusia untuk meningkatkan derajat

kesehatan secara optimal dengan tidak membedakan bangsa, suku,

agama, dan status sosialnya di setiap tempat pelayanan kesehatan

3. Perawat bertanggungjawab dan bertanggung gugat serta memiliki

wewenang melakukan asuhan keperawatan secara utuh berdasarkan

standar asuhan keperawatan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 11


4. Pendekatan keperawatan berkelanjutan harus dilaksanakan secara terus

menerus untuk perkembangan staf dalam memberikan pelayanan

kesehatan

5. Tujuan asuhan keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari

seluruh anggota tim kesehatan pasien dan keluarganya

3.3.3 Tujuan Pelayanan Keperawatan

1. Terwujudya system pelayanan keperawatan dengan hubungan tata kerja

yang baik, jelas dan diketahui oleh semua pihak yang terkait

2. Terpenuhinya penerapan asuhan keperawatan sesuai dengan standar

asuhan keperawatan

3. Terbinanya etika keperawatan secara mantap

4. Mutu Pelayanan keperawatan tetap terjaga dan terpelihara dengan baik

sesuai dengan standar

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 12


BAB IV

PENGKAJIAN

4.1 Pengkajian Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang digunakan dalam praktik manajemen keperawatan

mahasiswa semester VII Stikes ICME Jombang adalah Paviliun Mawar RSUD

Jombang.

Kondisi umum ruangan serta fasilitas fisik serta pengorganisasian Ruang

Mawar adalah sebagai berikut :

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 13


1. Jumlah Tenaga Di Ruang Mawar

MASA
NO NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKAT
KERJA

1. Pelatihan

pengolahan

limbah bahan

berbahaya dan

beracun di Rumah

Sakit Daerah

Kab.Jombang

Tahun 2015

Alik Fatmawati, Kepala 2. Penanggulangan


1 S1 Kep 26 Tahun
S.Kep, Ns. Ruangan penderita gawat

darurat Tahun

2015

3. Workshop &

Hands on

oudiometri

dantimpanometri

Tahun 2012.

4. Pelatihan Kepala

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 14


Ruangan di

Bangsal rawat

inap tahun 2017.

5. Pelatihan BHD

dan BHL Tahun

2018

6. Pelatihan Resiko

Tinggi Tahun

2018

7. Pelatihan Sistem

Manajement Data

Mutu,

Keselamatan

Pasien dan

Manajement

Resiko di RS

Tahun 2018

8. Pelatihan

Kebersihan

Tangan dan APD

Tahun 2018

9. Pelatihan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 15


Manajement

Fasilitas dan

Keselamatan

Tahun 2018

10. Simulasi Evakuasi

bencana dan

APAR Tahun

2018

11. Konsep Dasar

Pelayanan

Terpadu Geriatri

Tahun 2018

1. Basic Trauma

Cardiac Life

Support Tahun

2013

Niken Sri W, Wa.Ka 2. Pelatihan Clinical


2 S1 Kep 13 Tahun
S.Kep,Ns. Ruangan Education Bagi

Pembimbing

Klinik Dan Dosen

Keperawatan/

Kebidanan di

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 16


RSUD Jombang

Tahun 2011

3. Basic Life Support

Tahun 2011

4. Pelatihan

Pencegahan Dan

Pengendalian

Infeksi (PPI) dasar

Tahun 2016

5. Pelatihan Pola

Bimbingan

Presptorship

Tahun 2014

6. Seminar “Aplikasi

Hypnoterapi pada

Asuhan

Keperawatan dan

Praktik Layanan

Keperawatan”

Tahun 2016

7. Pelatihan In House

Training “Peran

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 17


Kepala Ruangan

Dalam

Keperawatan yang

Berfokus Pada

Pasien” Tahun

2016

8. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,

penggunaaan

APAR dan Hand

Hygiene tahun

2014

1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,

Iwan Ludin S, Penggunaan Apar


3 Perawat D3 Kep 17 Tahun
Amd.Kep dan Hand hygiene

Tahun 2014

2. Basic Cardiac Life

support Tahun

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 18


2004

3. Kursus Elektro

Kardiografi Tahun

2014

4. Talk Show Legal

Ethics In Nursing

Tahun 2013

5. Workshop Bundle

Heal Thcare

Associated

Infections Tahun

2013

6. Pelatihan provider

inisiative and

conseling Tahun

2013

1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Danu Eko W, Paru Otak,


4 Perawat D3 Kep 12 Tahun
Amd.Kep Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 19


1. Kseminar

kebijakan

pemerintah

tentang Izin dan

penyelanggaraan

praktek perawat

tahun 2013

2. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,

Rubianing, Penggunaan Apar


5 Perawat D3 Kep 6 Tahun
Amd.Kep dan Hand hygiene

Tahun 2014

3. Penanggulangan

penderita gawat

darurat tahun 2015

4. Teknikcepat

dalam intrepetasi

gambaran EKG

dan penatalksaan

Cardiac

emergency secara

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 20


komperhensip

tahun 2013

5. Kemoterapi tahun

2010

6. Perawatan luka

terkini tahun 2010

7. Safe handling

chemotheraphy

tahun 2013

8. BLS tahun 2012

9. Talk Show Legal

ethics in nursing

tahun 2013

1. Seminar kebijakan

pemerintah

tentang izin dan

penyelenggaraan
Eli Kuswatin,
6 KATIM 1 D3 Kep 17 Tahun praktek perawat
Amd.Kep
Tahun 2013

2. Safe handling

chemotheraphy

tahun 2013

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 21


3. Pencegahan dan

pengendalian

infeksi tahun 2015

4. Seminar keajaiban

bekam dalam

penyembuhan

berbagai penyakit

tahun 2016

5. BLS tahun 2011

6. Teknik cepat

dalam intrepetasi

gambaran EKG

dan

penatalaksanaan

cardiac emergency

secara

komperhensip

tahun 2013

7. Seminar kebijakan

pemerintah

tentang izin dan

penyelenggaraan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 22


praktek perawat

tahun 2013

8. Penanggualangan

penderita gawat

darurat tahun 2013

1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,

Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

2. Seminar Kebijkan

pemerintah

7 Kariyadi, Amd.Kep Perawat D3 Kep 18 Tahun tentang izin dan

enyelenggaraan

praktek perawat

tahun 2013

3. Seminar informasi

dasar HIV AIDS

dan tatalaksana

PEP tahun 2016

4. Talk show legal

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 23


ethics in nursing

tahun 2013

5. PPGD Tahun

2015

6. Retrukturisasi

profesi

keperawatan

dalam

mempersiapkan

pelaksanaan

SK.MENKES.NO.

467 tahun 2000

dan tanggung

jawab Profesi

Perawat Tahun

2001

7. Seminar

keperawatan

tehnik cepat dalam

intepretasi

gambaran EKG

dan penatalaksaan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 24


Cardiac

Emergency secara

komprehensif

tahun 2013

8. Seminar sehari

proses perawat

dalam penanganan

narkoba dan HIV

AIDS tahun 2010

9. Seminar BLS

tahun 2012

10. Safe handling

chemotheraphy

tahun 2013

1. Seminar

“keajaibanbekam

dalam

Siti Lailatuning H, penyembuhan


8 KATIM 2 D3 Kep 17 Tahun
Amd.Kep berbagai macam

penyakit” tahun

2016

2. Pelatihan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 25


Resusitasi Jantung

Paru Otak,

Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

3. Seminar PPI tahun

2016

4. Seminar Ilmiah

Keperawatan

“Retrukurisasi

Profesi

Keperawatan

dalam

mempersiapkan

pelaksanaan

SK.MENKES.NO.

647 Tahun 2000

dan tanggung

jawab profesi

perawat tahun

2001

5. Seminar

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 26


“kebijakan

pemerintah

tentang Izin dan

penyelenggaraan

praktek perawat

Tahun 2013

6. Safe handling

Chemotheraphy

tahun 2013

7. Teknik cepat

dalam intrepretasi

gambaran EKG

dan penataksanaan

Cardiac

Emergency secara

Komprehensip

Tahun 2013

8. Seminar Sehari

“menyikapi

perubahan

permenkes dan

perundang-

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 27


undangan di

bidang kesehatan

2011

9. Seminar

“komunikasi seks

kunci keutuhan

rumah tangga dan

kesejahteraan

keluarga” tahun

2007

10. Seminar BCLS

tahun 2004

1. Penanggulangan

Penderita

GawatDarurat

Tahun 2015

Doxtaria Oxsana, 2. Pelatihan PITC


9 KATIM 3 D3 Kep 11 Tahun
Amd.Kep Tahun 2015

3. Workshop

Penatalaksanaan

Kemoterapi

Dengan Aman

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 28


(save Handling

chemotheraphy)

bagi tenaga

perawat Tahun

2013

4. Pelatihan

perawatan luka

terkini Tahun 2013

5. Talk show legal

ethics in nursing

tahun 2013

6. Seminar

“Kebijakan

Permerintah

tentang Izin dan

Penyelenggaraan

Praktek Perawat”

tahun 2013

7. Seminar

“tehnikcepat

dalam intepretasi

gambaran EKG

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 29


dan

penatalaksanaan

cardiac emergency

secara

komprehensip”

Tahun 2013

8. Seminar sehari

“peran perawat

dalam penanganan

narkoba dan HIV

AIDS” tahun 2010

9. Seminar praktek

mandiri

keperawatan”

tahun 2004

10. Seminar regional

Keperawatan

“critical care in

coronary heart

disease” tahun

2003

11. Piagam

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 30


penghargaan PMI

tahun 2007

Hardina Pratami,
10 Perawat D3 Kep 5 Tahun
Amd.Kep

1. BLS

Tahun 2012

2. Pelatihan Service

Excelent dan Etos

Kerja

Tahun 2017

3. Pelatihan Sistem

Manajement Data

Imam Hanafi, Mutu,


11 Perawat D3 Kep 3 Tahun
Amd.Kep Keselamatan

Pasien dan

Manajement

Resiko di RS

Tahun 2018

4. Pelatihan

Kebersihan tangan

dan Penggunaan

APD

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 31


Tahun 2018

5. Pelatihan

Pelayanan Resiko

Tinggi

Tahun 2018

6. Stimulasi

Evakuasi Bencana

dan APAR

Tahun 2018

7. Pelatihan Bnatuan

Hisup Dasar dan

Bantuan Hidup

Lanjut

Tahun 2018

12 Anita, SST. Keb Admin D4 Keb 1 Tahun

Enggar Bustomi,
13 Perawat D3 Kep 4 Tahun
Amd.Kep

1. Peran perawat

dalam penanganan
Indah Widayani,
14 Perawat D3 Kep 12 Tahun narkoba dan HIV
Amd.Kep
AIDS tahun 2010

2. Peningkatan mutu

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 32


dan

pendayagunaan

lulusan akademi

keperawatan di era

globalisasi tahun

2003

3. Seminar kebijakan

tentang izin dan

penyelenggaraan

praktek

keperawatan tahun

2013

4. BLS tahun 2015

5. Pelatihan bantuan

hidup dasar dan

bantuan hidup

lanjut Tahun 2018

6. Workshop

Intepretasi EKG

Tahun 2016

7. Pelatihan

Keperawatan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 33


Cardiovaskuler

bagian 2 Tahun

2016

8. Pelatihan

penanganan PICC

Tahun 2016

Liya Nurcholifah,
15 Perawat D3 Kep 3 Tahun
Amd.Kep

1. Pelatihan service

excellence dan

etos kerja tahun

2016

Mila Sari ESN, 2. Pelatihan


16 Perawat D3 Kep 2 Tahun
Amd.Kep standarisasi APN

tahun 2012

3. Mengikuti

pelatihan klinik

tahun 2013

1. Basic Cardiac

Sri Nurwarindah, Support


17 Perawat D3 Kep 6 Tahun
Amd.Kep Tahun 2010

2. Management

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 34


Terkini Dalam

Penangganan HPP

(Hemoragic Post

Partum)

Tahun 2013

3. Teknik Cepat

Dalam Intrepretasi

Gambaran EKG

dan

Penatalaksanaan

Cardiac

Emergency Secara

Komprehensif

Tahun 2013

4. Pealatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,

Penggunaan

APAR dan Hand

Hygiene di RSUD

Jombang

Tahun 2014

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 35


5. Pelatihan Service

Excelent dan Etos

Kerja

Tahun 2017

6. BLS

Tahun 2016

7. Pelatihan

Kebersihan

Tangan dan

Penggunaan APD

Tahun 2018

8. Pelatihan Sistem

Menejement Data

Mutu,

Keselamatan

Pasien dan

Manejement

Resiko di RS

9. Stimulasi

Evakuasi Bencana

dan APAR

Tahun 2018

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 36


10. Pelatihan

Pelayanan Resiko

Tinggi

Tahun 2018

1. Pelatihan BTLS
Erni Rumaladewi,
18 Perawat D3 Kep 4 Tahun tahun 2016
Amd.Kep
2. BLS tahun 2012

1. BLS tahun 2012

2. Pelatihan

Resusitasi

Jantung Paru

Otak,

Penggunaan Apar

dan Hand
Leni Indrawati,
19 Perawat D3 Kep 6 Tahun hygiene Tahun
Amd.Kep
2014

3. Pelatihan

Bantuan Hidup

Dasar dan

Bantuan Hidup

Lanjut

Tahun 2018

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 37


4. Pelatihan Basic

Trauma Life

Suport di RSUD

Jombnng

Tahun 2016

5. Pelatihan

“Service

Excellence dan

Etos Kerja”

Tahun 2017

6. BLS

Tahun 2012

1. Pelatihan

Resusitasi

Jantung Paru

Otak,

Muslikin Afandi, Penggunaan Apar


20 Perawat D3 Kep 9 Tahun
Amd.kep dan Hand

hygiene Tahun

2014

2. PPGD tahun

2015

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 38


3. Teknik cepat

dalam intepretasi

gambaran EKG

dan

penatalaksanaan

cardiac

emergency secara

komprehensip

tahun 2013

4. Seminar

implementasi UU

keperawatan NO

38 tahun 2014

dalam pendidikan

dan praktek

keperawatan,

dalam rangka

HUT PPNI ke 41

tahun 2015

1. Pelatihan
Rikky Arief P,
21 Perawat S1 Kep 9 Tahun Resusitasi
S.Kep,Ns
Jantung Paru

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 39


Otak,

Penggunaan Apar

dan Hand

hygiene Tahun

2014

2. Seminar dan

workshop kiat

sukses meraih

STR tahun 2015

3. PPGD tahun

2013

1. Pelatihan

Resusitasi

Jantung Paru

Otak,

Penggunaan Apar
Nurul Hidayati,
22 Perawat D3 Kep 4 tahun dan Hand
Amd.Kep
hygiene Tahun

2014

2. Pelayanan gadar

neonatal tahun

2011

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 40


3. Seminar

megabrain tahun

2010

4. Seminar one day

nursing seminar

update on burn

menegement

tahun 2010

5. Praktek klinik

keperawatn jiwa

selama 90 jam di

RSJ Lawang

tahun 2011

6. Tim kesiap

siagaan

pelayanan

penolongan

pertama hari raya

idul fitri 1413H.

palang merah

Indonesia kota

Kediri Tahun

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 41


2010

7. Kegiatan

pembentukan

posyandu lansia

dan pemeriksaan

kesehatan tahun

2012

8. BLS tahun 2012

1. BLS tahun 2013

2. Pelatihan

Resusitasi

Jantung Paru
Achmad Fatoni,
23 Perawat D3 Kep 3 Tahun Otak,
Amd.Kep
Penggunaan Apar

dan Hand

hygiene Tahun

2014

1. Pelatihan service

excellence dan
Novita Dwi R,
24 Perawat D3 Kep 8 Tahun etos kerja tahun
Amd.Kep
2016

2. Talk show legal

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 42


ethics in nursing

tahun 2013

3. Seminar

kebijakan

pemerintah

tentang izin dan

penyelenggaraan

praktek perawat

tahun 2013

4. Seminar

manajemen

terkini dalam

penanganan HPP

dan trauma

abdomen tahun

2013

5. Seminar peran

perawata dalam

penanganan

narkoba dan HIV

AIDS tahun 2010

25 Zullya Septian W. Asper Asper 6 Tahun

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 43


26 Iswanto Asper STM 7 Tahun

1. Pelatihan PITC

tahun 2015

2. PPGD tahun

2013

3. Pelatihan

Resusitasi

Jantung Paru

Otak,

Penggunaan Apar

dan Hand
Yolanda Ayu N,
27 Perawat S1 Kep 3 Tahun hygiene Tahun
S.Kep,Ns
2014

4. Seminar HIV

AIDS tahun 2010

5. Praktek klinik

keperawatan

tahun 2013

6. Pelatihan

pendidik sebaya

III komisi

penanggulangan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 44


AIDS

Kab.Jombang

tahun 2009

7. Penelitian

kesehatan dan

hypnocare tahun

2010

8. Praktek profesi

keperawattan

jiwa selama 150

jam di RSJ

Dr.Radjiman

Widyodiningrat

Lawang Tahun

2013

28 Budi Hartini Administrasi SMEA 30 Tahun

1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,
29 Emi Kuswartini Asper SMA 24 Tahun
Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 45


1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,
30 Nurul Mahila Asper SMA ( Pkt C ) 30 Tahun
Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

1. Pelatihan

Resusitasi Jantung

Paru Otak,
31 Lilik Sukarminati Asper SMA ( Pkt C ) 30 Tahun
Penggunaan Apar

dan Hand hygiene

Tahun 2014

1. Pelatihan

Penanganan

Gawat Darurat

Tahun 2013

Abdul Rochim, 2. PPI


32 Perawat D3 Kep 2 Tahun
Amd.Kep Tahun 2016

3. Pasien Safety

Tahun 2014

4. Look Beautiful

and Elegant Pasca

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 46


Combustio With

Dresing

Mousturizer

Balance and

Plastic Surgercon

Tahun 2013

5. RSJ dr. Radjiman

Wideodiningrat

Lawang Malang

Tahun 2014

6. PKL Dr. Soetomo

Tahun 2014

7. Pelatihan APD

Tahun 2018

8. Pelatihan

Pelayanan Resiko

Tinggi

Tahun 2018

9. Pelatihan Bantuan

Hisup dan

Bantuan Hidup

Lanjut

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 47


Tahun 2018

10. Simulasi Bencana

dan APAR

Tahun 2018

Andri Kurniawan,
33 Perawat D3 Kep 1 Tahun
Amd.Kep

1. Sertifikat

Pelatihan

Pelayanan

Resiko Tinggi

Tahun 2018

2. Pelatihan

Kebersihan

Sunanik Afrida, Tangan dan


34 Perawat D3 Kep 2 Tahun
Amd.Kep Penggunaan

Alat Pelindung

Diri (APD)

Tahun 2018

3. Pelatihan

Sistem

Manajemen

Data Mutu,

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 48


Keselamatan

Pasien dan

Manajemen

Resiko di

Rumah Sakit

Tahun 2018

4. Simulasi

Evakuasi

Bencana dan

APAR

Tahun 2018

5. Pelatihan

Bantuan

Hidup Dasar

dan Bantuan

Hidup Lanjut

Tahun 2018

6. Bassic Life

Support

Tahun 2013

Lia Agustina,
35 PJOR D3 Keb 1 Tahun
Amd.Keb

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 49


Alfian Hakiki,
36 Perawat S1 Kep 1 Tahun
S.Kep,Ns

Atik Purwati,
37 Perawat D3 Kep 1 Tahun
Amd.Kep

Farida Trisaraswati,
38 Perawat D3 Kep 1 Tahun
Amd.Kep

Anita Trisnasari
39 Administrasi D4 Keb 1 Tahun
S,ST Keb

Annisa Silfitriani,
40 Administrasi D3 Keb 1 Tahun
Amd.Keb

a. Tenaga Keparawatan

No Klasifikasi Jumlah

1 Kepala Ruang 1

2 Wakil kepala ruang 1

3 KATIM 3

4 Perawat 25

5 Bidan pelaksana 1

b. Tenaga Non Keperawatan

NO KUALIFIKASI JUMLAH

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 50


1 Administrasi 3

2 Asper 5

3 Kebersihan 3

4 PJOR 1

c. Tenaga Medis

Tenaga medis di paviliun Mawar RSUD Jombang terdiri dari :

No Kualifikasi Jumlah

Dokter Spesialis:

a. Bedah umum 3

1 b. Bedah plastik 1

c. Bedah urologi 1

d. Jiwa 1

2 Dokter anestesi 2

d. Tenaga Mahasiswa Praktek

No Kualifikasi Jumlah

Profesi S1 Keperawatan Stikes


1 5
Husada Jombang

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 51


2 Dokter Muda UMM 6

3 Proksus 4

e. Mahasiswa Praktek Managemet (Observasi)

No Kualifikasi Jumlah

S1 Keperawatan Semester VII STIKES


1 14
ICME Jombang

2. Kasus Terbanyak

Kasus penyakit terbanyak di ruang Mawar periodebulan Oktober 2017

adalah Appendicitis ( 17 orang )

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 52


DAFTAR 10 BESAR KASUS PENYAKIT TERBANYAK

18
DAFTAR 10 BESAR
16 17 KASUS PENYAKIT
14 TERBANYAK

12

10

8
8
6 7 7 7
6
4 5 5
4 4
2

3. Tingkat Ketergantungan Pasien dan Kebutuhan Tenaga Perawat.

Tingkat ketergantungan klien di paviliun Mawar RSUD Jombang

dengan menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut

Orem; Total, Partial, Minimal care (Nursalam, 2002). Menurut Douglas, dan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 53


menurut gillies.Klasifikasi ketergantugan pasien dibagi menjadi 3 katagori,

yaitu:

a. Perawatan minimal yang memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam,

b. Perawatan parsial dengan waktu 3-4jam/24 jam,

c. Dan perawatan total dengan waktu 5-6 jam/24jam.

MENURUT PERHITUNGAN GILIES (1994)

Tingkat ketergantungan klien di paviliun Mawar RSUD Jombang

dihitung dengan menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien

menurut Orem: Total, Parsial, Minimal Care (Nursalam,2009). Menurut

perhitungan Gilies (1994) didapatkan datapada :

a. Tingkat ketergantungan klien di Ruang “MAWAR” dihitung dengan

menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem:

total, parsial, minimal care (Nursalam,2009). Menurut perhitungan

GILIES (1994) di dapatkan datapada tanggal 13 November 2017 dengan

rata-rata jumlah pasien per hari adalah 27 orang.

Tingkat ketergantungan: 2 MC x 2 jam = 4

19 PC x 4 jam = 76

6 TC x 6 jam = 36+

Total = 116

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 54


Rata – rata 116 :27 = 4,2 jam

b. Tingkat ketergantungan klien di ruang “MAWAR” dihitung dengan

menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem:

total, parsial, minimal care (Nursalam,2009). Menurut perhitungan

GILIES (1994) di dapatkan datapada tanggal 14 November 2017 dengan

rata-rata jumlah pasien per hari adalah 29 orang.

Tingkat ketergantungan: 3 MC x 2 jam = 6

18 PC x 4 jam = 72

8 TC x 6 jam = 48

Total = 126

Rata – rata 126 : 29 = 4,3 jam

c. Tingkat ketergantungan klien di Ruang “MAWAR” dihitung dengan

menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem:

total, parsial, minimal care (Nursalam,2009). Menurut perhitungan

GILIES (1994) di dapatkan datapada tanggal 15 November 2017 dengan

rata-rata jumlah pasien per hari adalah 30 orang.

Tingkat ketergantungan: 4 MC x 2 jam = 8

20 PC x 4 jam = 80

6 TC x 6 jam = 36

Total = 124

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 55


Rata – rata 124 : 30 = 4,1 jam

d. Tingkat ketergantungan klien di Ruang “MAWAR” dihitung dengan

menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem:

total, parsial, minimal care (Nursalam,2009). Menurut perhitungan

GILIES (1994) di dapatkan datapada tanggal 16 November 2017 dengan

rata-rata jumlah pasien per hari adalah 32 orang.

Tingkat ketergantungan: 2 MC x 2 jam = 4

23 PC x 4 jam = 92

7 TC x 6 jam = 42

Total = 138

Rata – rata 138 : 32 = 4,3 jam

e. Rata –rata jam per hari.

4,2 + 4,3 + 4,1 + 4,3


= 4,2 𝑗𝑎𝑚
4

f. Rata- rata pasien per hari

27 + 29 + 30 + 32
= 29,5 → 30 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛
4

g. Perhitungan jumlah tenaga perawat yang dinas di ruang “MAWAR”

rata−rata pasien rata−rata jam perawatan


x x hari kerja 1 tahun
hari hari
= jumlah hari libur
hari kerja dalam satu tahun − x jumlah jam kerja
tahun

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 56


30 𝑥 4,2 𝑥 365
=
(365 − 86)𝑥 7

45990
=
1953

= 23,54  24 perawat

h. Prosentase distribusi tenaga per hari

1) Pagi = 42% x 24 = 10,08 = 10 orang

2) Sore = 26% x 24 = 6,24 = 6 orang

3) Malam = 32% x 24 = 7,68 = 8 orang

i. Jumlah perawat yang libur/hari

jumlah hari yang tidk kerja tenaga yang dibutuhkan


x
tahun hari
= Jumlah kerja
tahun

86 𝑥 18
=
297

= 5,6  6 orang

j. Jumlah perawat yang dinas di ruang MAWAR

Jumlah perawat yang dinas 24 jam + jumlah perawat yang libur

= 24+ 6

= 30

Jumlah perawat yang dibutuhkan tanggal 13 - 16 November 2017 untuk

bertugas per hari di paviliun MAWAR adalah : 30 + 2 orang struktural

(kepala ruangan dan wakil ruangan) = 32 orang.

Analisa SWOT M1 (Man).

NO. ANALISA SWOT BOBOT RATING BOBOT x RATING

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 57


1 Sumber daya manusia (man).
a. Internal faktor
Strength
1. Adanya system pengembangan 0,2 3 0,6 S-W
staf berupa pelatihan dan =3,2 – 2
sebanyak 57% perawat telah = 1,2
mengikuti pelatihan. Misalnya
(PKRS, LSH, MANAGEMENT,
AUDIT, CI).
2. Jenis ketenagaan.
a. S1 Keperawatan: 5 orang. 0,4 4 1,6
b. D3 Keperawatan : 26 orang
c. Bidan pelaksana : 1 orang
d. Asper : 5 orang
e. CS: 3 orang.
f. TU : 3 orang.
g. PJOR : 1 orang
3. Masa Kerja >15 tahun sebanyak
8 orang, 5-15 tahun sebanyak 0,2 2 0,4
13 orang. Sedangkan <5 tahun
sebanyak 23 orang.
4. Adanya pelatihan managemen 0,2 3 0,6
keperawatan dan bangsal
keperawatan 2 orang .

TOTAL 1 3,2

Weakness.
1. Sebagian perawat belum 1 2 2
mengikuti pelatihan MAKP.

TOTAL 1 2

b. Eksternal faktor (EFAS).


Opportunity.
1. Adanya kerjasama yang baik 0,2 3 0,6 O–T
antar mahasiswa fakultas = 3,4 – 2,2
keperwasatan dengan perawat = 1,2
klinik.
2. Adanya program pelatihan atau 0,3 4 1,2
seminar khusus tentang
managemen keperawatan dari

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 58


diklat.
3. Adanya kesempatan 0,3 4 1,2
melanjutkan pendidikan ke
jenjang ynag lebih tinggi.

4. Adanya kebijakan pemerintah 0,2 2 0,4


tentang professionalisasi
perawat.

TOTAL 1 3,4

Treathened.
1. Adanya tuntutan tinggi dari 0,4 3 1,2
masyarakat untuk pelayanan
yang profesionalisasi.
2. Semakin tingginya kesadaran 0,2 1 0,2
masyarakat akan hukum.
3. Makin tingginya kesadaran 0,2 2 0,4
masayarakat akan pentingnya
kesehatan.
4. Persaingan antar rumah sakit 0,2 2 0,4
semakin kuat

TOTAL 1 2,2

4.1.2 M2 (MATERIAL)

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 59


a. Lokasi dan denah ruangan

Terlampir 1

b. Sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan keperawatan di ruang

Mawar.

1. Fasilitas Pasien diruang Mawar

2. Peralatan linen total keseluruhan yang ada di ruang Mawar.

a) Fasilitas Pasien diruang Mawar

Kondisi
No Nama Barang Jumlah Kurang
Baik
Baik
1. Tempat Tidur 31 √ -
2. Toilet 9 √ -
3. Meja Pasien 31 √ -
4. Kursi 37 √ -
5. Jam Dinding 7 √ -
6. Kipas Angin / AC 11/2 √ -
7. wWastafel 11 √ -
8. Tempat sampah 28 √ -
9. Cermin 11 √ -
10. Hand Rub 39 √ -

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 60


b) Peralatan linen total keseluruhan yang ada di ruang Mawar.

Kondisi
Jumlah
No Jenis Barang Kurang
Barang Baik
Baik
1. Seprei 95 95
2. Selimut 35 35
3. Sarung Bantal 70 70
4. Steek Laken 97 97
5. Handuk Kecil 85 85
6. Perlak Pasien 64 64
7. Duk Combus 7 7
8. Skort Petugas 17 17
9. Baju OP 17 17
10. Taplak Meja 25 25
11. Tutup Jenazah 2 2
12. Korden Coklat 0 0

c) Fasilitas peralatan dan bahan kesehatan yang ada di ruang Mawar

Kondisi
Jumlah
No Jenis Barang Kurang
Barang Baik Rusak
Baik
1. Tensimeter 8 8
2. Stetoscope 4 2 2
3. Timbang berat 1 1
badan
4. Gunting verban 2 2
5. Bak instrumen 4 4
kecil

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 61


6. Bengkok 6 6
7. Standart infus 34 34
8. Cucing + tutup 6 6
9. Brancard 2 1 1
10. APAR 3 3
11. Oxymetri Vortable 1 1
12. Syringe Pump 7 7
13. Tensimeter 8 8
14. Monitor ( HCU ) 6 6
15. Infuse Pump 4 4
16. Suction Pump 1 1
17. Blood Warner 1 1
18. Termometer 5 5
Kulkas
19. Termometer Axilla 3 3
20. Termometer Ruang 5 5
21. Troly O2 6 6
22. Troly Besar 2 2
23. Troly Kecil 2 2
24. Troly Visite 1 1
25. Troly Emergency 2 2
26. Troly Rawat Luka 1 1
27. Troly Urinal Bed 1 1
Pan
28. Rak Bad Pan Besar 15 15
29. Set Rawat Luka 3 3
30. Set AJ 1 1
31. Set Heating 1 1
32. Senter Riester 1 1

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 62


33. Senter Besar 2 2
34. Tabung Oksigen 12 12
Kecil
35. Manometer 2 2
36. Manset DNS 1 1
37. Urinal Plastik 12 12
38. Bed Pan 17 17
39. Ambubag 1 1
40. Kursi Roda 4 3 1
41. Tong Spatel 5 5
42. Turning HT 4 4

d) Sarana dan prasarana di ruang Mawar (Kantor Keperawatan)

No Nama Barang Jumlah Kondisi

1. Meja tulis kantor 4 Baik

2. Meja kerja 1 Baik

3. Kursi perawat 17 Baik

4. Meja administrasi 2 Baik

5. Lemari arsip kecil 1 Baik

6. Almari Narkotika 1 Baik

7. Kipas angin 2 Baik

8. Jam dinding 2 Baik

9. Komputer 1 Baik

10. Lemari es 1 Baik

11. White board 2 Baik

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 63


12. Tempat sampah 2 Baik

13. Lemari alat 1 Baik

14. Kamar mandi 1 Baik

15. Wastafel 1 Baik

16. Kaca 1 Baik

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 64


c. Buku-buku SPO dan Acuan

1. Buku penunjang

 Asssesment patient standart

 Standart AP 1 (EP 123)

 Standart AP 2(EP 1-6)

 Pendidikanpasiendankeluarga

 Materippk

 Materiedukasidankolaborasi

 Formuliredukasi

 APK

 Komunikasidaninformasi

 Peraturanrumahsakit

 MKI (ManajemenKomunikasidanInformasi)

 PAB

 Surat terimapasien

 Panduanlayananbedah

 Dokumen PPI

 Panduanpelayanananestesi

 Pedomanpelayananbedah

 HPK (HakPasiendanKeluargaa) panduandanpedoman

 Pelayananpasien

 Alurpelayanan pasien TB

 Bukurapatruangan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 65


 Kriteria peniaian kebersihan kamar mandi

 Peningkatan mutu pelayanan

 Paduan medis dan radiologi

 Paduan praktik klinik dan bedah umum

 Penyuluhan

 Formulir permintaan pelayanan kerohanian

 Pengkajian pasien menjelang akhir hayat

 Formulir persetujuan second opinion

 Formulir persetujuan dan penolakan tindakan medis

 Formulir DNN formulir observasi nyeri dan catatan observasi

 Pengkajiannyeri

 Formulirpengaduanlangsung

 Formulir general consent

 Formulir pemberian informasi jadi satu dengan format

pengkajian kebutuhan edukasi (PPK)

 Formulir daftar kelompok beresiko

 Daftar tindakan medik yang memerlukan informed consent

2. Standart prosedur operasional pelayanan keparawatan

 SPO transfer unit pasien ke unit lain dalam rumahsakit

 SPO transfer unit pasien ke intensif

 SPO transfer unit pasien keruangan

 SPO transfer unit pasien ke unit operasi

 SPO transfer pasien dari kamar operasi

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 66


 SPO PEM

 SPO pedoman acute pain service

 SPO pedoman pelayanan instalasi rawat inap

 SPO pemeriksaan radiologi

 SPO pengambilan analisa gas darah

 SPO penaganan reaksi tranfusi

 SPO efek samping obat

 SPO manajemen fasilitas dan keselamatan

 SPO material safety data sheet

 SPO program penanggulangan HIV dan TB

 SPO pemberian pelayanan kerohanian

 SPO identifikasi nilai-nilai kepercayaan pasien

 SPO pelayanan sesuai kebutuhan privasi pasien

 SPO komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga

 SPO edukasi proses penyakit dan pengobatanya

 SPO perlindungan hak pasien

 SPO pemberian informasi hak dan tanggungjawab

 SPO perlindungan harta benda

 SPO perlindungan kekerasan fisik terhadap anak, individu yang

cacat dan lanjut usia

 SPO persetujuan dan penolakan tindakan medis

 SPO persetujuan umum (general consent)

 SPO second opinion

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 67


 SPO penyelesaian keluhan dan complain

 SPO penolakan resusitasi (bantuan dasar hidup)

 SPO assessment nyeri

 SPO asuhan pasien

 SPO penentuan DPJP pasien baru

 SPO pelayanan dokter penanggung jawab pasien

 SPO mengenali pasien tahap terminal

 SPO perawatan menghadapi kematian

 SPO perilaku petugas RS dalam menghadapi kebutuhan pasien pada

pelayanan pasien tahap terminal

 SPO pelayanandarah di BANK darah

 SPO pengadaandarahdarurat

 SPO pelaporanreaksi transfusi

 SPO penangananlimbah bank darah

 SPO penyerahandarahkepasien

 SPO pengelolaan darah batal

 SPO permintaan darah

 SPO pengelolaan pasien transfusi darah

 SPO sampling sampeldarah untuk transfusi

 SPO penanganan limbah kantong darah

 SPO transfusi fresh frozen plasma

 SPO transfuse trombosit konsentral

 SPO transfuse WP/PRC padadewasa

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 68


 SPO pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus

 SPO penyimpanan darah

 SPO pembayaran pengolahan darah

 SPO pemantauan pemberian transfusi darah

 SPO kualitas dan keamanan darah

MATERIAL (M-2) Bobot Rating BXR Skor

Internal Faktor (IFAS)

STRENGHT

Mempunyai sarana dan S – W =


prasarana untuk pasien, 3.6 – 2.6 =
0.25 3 0.75
keluarga pasien dan tenaga 1
kesehatan

1. Terdapat hand rub pada


setiap bed pasien dan ruang 0.15 3 0.45
perawat
2. Nursing station berada di
0.20 4 0.8
tengah ruangan pasien.
3. Ventilasi dan pencahayaan
0.15 2 0.3
diruangan yang memadai.
RS pemerintah tipe B
sekaligus sebagai RS 0.15 2 0.3
pendidikan

4. Adanya buku-buku
0.20 4 0.8
penunjang (SAK dan SOP).
5. Sudah ada pemeliharaan
0.10 2 0.2
dan perawatan sarana dan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 69


prasarana penunjang
kesehatan
Total 1 3.6

WEAKNESS

1. Pengelolaan data
manajemen pada tahun
0.15 3 0.45
2016 banyak yang belum di
revisi
Tuntutan dari masyarakat
untuk mendapat sarana dan
0.15 2 0.3
prasarana yang lebih
memadai

Ada ruang dokter khusus 0.25 2 0.5

Ada kamar mandi yang


0.20 3 0.6
memadai untuk kelas 3

2. Adanya fasilitas pasien


yang dalam keadaan kurang
0.25 3 0.75
baik seperti AC kurang
dingin.
Total 1 2.6

Eksternal Faktor (EFAS) O – T =


3.26 – 3.85
OPPORTUNITY = -0.25
1. Adanya upaya untuk
mengganti alat-alat medis 0.45 4 1.8
yang kurang baik.
2. Adanya kerjasama yang
baik antar mahasiswa 0.25 3 0.75
STIKES dengan RS dengan

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 70


adanya bantuan sarana
prasarana.
Adanya pelatihan khusus
0.30 2 0.6
untuk pengoprasian alat

Total 1 3.26

THREATENED

1. Tuntutan yang semakin


tinggi dari pasien untuk
0.40 4 1.6
mendapatkan fasilitas yang
memadai.
2. Fasilitas RS lain yang lebih
0.15 3 0.45
memadai.
3. Adanya kesadaran pasien
untuk mendapatkan 0.25 4 1
pelayanan yang memadai
4. Adanya kesenjangan antara
jumlah pasien dengan 0.20 4 0.8
peralatan yang diperlukan.
Total 1 3,85

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 71


4.1.3 M3 (Metod).

Metode Pemberian Asuhan Keperawatan (M3-Methode)

Penerapan Model Asuhan Keperawatan

a. Penerapan Pemberian Model Asuhan Keperawatan (MAKP)

Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 13 – 16 November 2017 di

PaviliunMawar RSUD Jombang saat ini menerapkan MAKP model tim

modifikasi, dan telah terdapat tugas, peran dan wewenang yang jelas pada

setiap anggota tim. Pada pelaksanaan MAKP tim modifikasi bisa berjalan

maksimal dikarenakan pembagian jumlah ketenagaan pada masing-masing

shift sudah sama dan sudah jelas.

b. Timbang Terima

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, timbang terima di

paviliun MAWAR sudah dilakukan disetiap pergantian shift yang diikuti

oleh semua perawat yang bertugas di masing-masing shift. Timbang terima

dilakukan secara lisan di masing-masing bed pasien dan sudah di lakukan

pendokumentasian sehingga rencana tindakan yang belum dan sudah

dilaksanakan tidak ada yang terlewati untuk disampaikan pada shift

berikutnya. Selain itu, mekanisme timbang terima juga sudah sesuai dengan

SOAP dan menyesuaikan dengan kondisi di ruangan. Alur timbang terima di

Paviliun Mawar ini yaitu menyampaikan rencana tindakan yang belum

dilaksanakan, menyebutkan nama perawat yang akan melaksanakan shift

selanjutnya, menyebutkan nama dokter yang akan memeriksa.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 72


Pada penyampaian isi timbang terima masih dilakukan diruangan

secara langsung dan juga melakukan timbang terima di nurse station yang

dipimpin kepala ruangan Mawar.

c. Ronde Keperawatan

Ronde keperawatan merupakan metode untuk menggali dan membahas

secara mendalam masalah keperawatan yang terjadi pada pasien dengan

melibatkan tim keperawatan, kepala ruangan dan staf perawat yang dinas,

kemudian diskusi membahas masalah keperawatan yang muncul. Jika

menemukan suatu kendala pemecahan kasus, maka akan mengemukakan

masalah dan pilihan intervensi kepada CM dan dokter, untuk selanjutnya

dilakukan diskusi pemecahan masalah keperawatan yang muncul.

Sedangkan penerapan Ronde keperawatan secara teoritis belum bisa di

terapkan di Ruang MAWAR . Hal ini disebabkan oleh :

 Dokter memiliki waktu yang terbatas

 Padatnya kegiatan perawat di ruang Mawar

Saat ini di Ruang Mawar menggunakan metode refleksi kasus, yaitu

diskusi dilakukan oleh semua tim ruangan yang terdiri dari kepala ruangan,

perawat, dan dokter untuk memecahkan suatu kasus yang dilakukan bila

terdapat kondisi urgent selama jam dinas. Sebelum melakukan ronde

keperawatan, mengundang tim-tim yang bersangkutan dan perawat yang

sedang dinas ikut serta dalam ronde keperawatan, setelah itu meminta

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 73


blangko ke humas tentang ronde keperawatan dan mengisi absensi sesuai

kasus dan masalah.

d. Pengelolaan Sentrilisasi Obat

Sentralisasi obat adalah pegelolaan obat dengan system menyerahkan

seluruh obat pasien sepenuhnya kepada perawat, dengan tujuan peggunaan

obat dapat dilakukan secara benar sehingga tidak terjadi pemborosan dan

kemungkinan terjadinya kesalahan obat.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala tim di

paviliun MAWAR, sentralisasi obat sudah pernah dilakukan sebelumnya,

sehubungan dengan diadakannyaa UDD pelaksanaan sentralisasi obat tetap

berjalan. Mekanisme sentralisasi obat dilakukan saat pasien pertama kali

MRS, di ruang mawar meliputi pengisian format CPO sesuai UDD (Unit

Dose Dispensing). CPO diruang mawar ada 4 yaitu CPO 1 (CPO selain

CPO 2 contohnya cairan RL,Asering), CPO 2 (Obat-obat yang perlu

diwaspadai,contohnya diazepam, obat yang hampir mirip nama nya, cairan

yang pekat), CPO 3 (termasuk alat-alat kesehatan seperti spuit),CPO 4 (obat

yang dibawa pasien pulang). Terapi yang diberikan ke pasien sesuai advis

dokter dan pengambilan obat melalui PJOR.

Diruang mawar ini dari HCU sampai dengan kelas 3 mengguakan

sentralisasi obat yang diletakkan di loker sesuai nama masing-masing di

ruang obat.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 74


Sebelum itu melakukan inform concent oleh keluarga dengan

penjelasan obat oleh perawat. Kekurangan dalam sentralisai obat di paviliun

mawar ini yaitu ketelatan pengiriman obat dari apotek, .

e. Supervisi Keperawatan

Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan

peningkatan kemampuan pihak yang di supervisi agar mereka dapat

melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif

(Sudjana, 2004).

Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 13 – 16 November 2017 di

PaviliunMawar RSUD Jombang, terdapat 2 jenis supervisi, yaitu supervise

langsung dan supervisi tidak langsung. Supervisi langsung yaitu supervise

yang dilakukan sesuai jadwal setiap 6 bulan sekali, kepala ruangan keliling

untuk observasi kenerja tim perawat, Sedangkan supervise tidak langsung

yaitu supervise yang dilakukan sewaktu-waktu dalam setiap hari jika

ditemukan masalah. Kepala ruangan keliling mengobservasi kinerja tim

perawat untuk menghindari kesalahan dalam tindakan asuhan keperawatan,

juga mengecek fasilitas dan sarana prasarana dan dilakukan sewaktu-waktu.

yang dipakai adalah SOP yang sudah ditentukan direksi rumah sakit.

f. Discharge Planning

Perencanaan pulang merupakan bagian penting dari program

keperawatan klien yang dimulai segera setelah klien masuk rumah sakit. Hal

ini merupakan suatu proses yang menggambarkan usaha kerjasama antar tim

kesehatan, klien dan keluarga kien. Berdasarkan hasil pengkajian pada

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 75


tanggal 13 – 16 November 2017 di Paviliun Mawar RSUD Jombang, Isi dari

discharge planning sudah dilakukan secara optimal yakni meliputi

pemberian informasi tentang Penyakit yang diderita, obat yang diminum,

apa yang harus dibawa saat control dan waktu kontrol, makanan yang boleh

dikonsumsi, apa yang tidak boleh dilakukan dirumah. Namun media sebagai

pengingat informasi yang disampaikan untuk pasien hanya diberikan secarik

kertas, dan belum memberikan leaflet, tetapi leaflet sudah tersedia pada

ruang edukasi dan meja depan nurse station.

g. Penerimaan Pasien Baru

Alur Pasien Masuk


Pasien Masuk

IGD POLI

Rawat Inap

Perawatan

Pasien pulang sembuh Pasien pulang paksa Pasien pindah ruangan Pasien meninggal

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 76


h. Dokumentasi Keperawatan

Sistem Pendokumentasian yang berlaku saat ini adalah SOAP. Adapun

lembar timbang terima dengan SOAP terdiri dari: Subyektif, Obyektif,

Assesment dan Planing.. Metode ini telah diterapkan pada dokumentasi

sehari-hari sebagai evaluasi dari tindakan keperawatan yang telah

dilaksanakan.

Analisa SWOT M-3 (METHOD)


ANALISA SWOT BOBOT RATING BOBOT X
RATING
METHOD (M-3)
1. MAKP
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. RS memilikivisi, misi, dan motto sebagai acuan 0,2 4 0,8 S-W
melaksanakan kegiatan pelayanan. =2,5-2
2. Sudah ada model MAKP yang digunakan yaitu 0,2 4 0,8 =0,5
MAKP Modifikasi TIM.
3. Supervisi sudah dilakukan kepala ruangan. 0,15 2 0,3
4. Mempunyai Standar Asuhan Keperawatan (SAK). 0,1 1 0,1
5. Mempunyai SOP setiap melakukan tindakan. 0,15 2 0,3
6. Terlaksananya komunikasi yang adekuat :perawat 0,1 1 0,1
dan tim kesehatan lain.
7. Ketenagaan keperawatan sudah memenuhi syarat 0,1 1 0,1
untuk MAKP (S1 Keperawatan5 orang)
TOTAL 1 2,5
WEAKNESS
1. Pelaksanaan model MAKP sudah dilaksanakan 1 2 2

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 77


tetapi kerjasama antar tim masih kurang.
TOTAL 1 2

b. Eksternal Faktor (EFAS)


OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa keperawatan yang melakukan 0,3 3 0,9 O-T
praktik managemen keperawatan. =3,4-2,4
2. Ada kebijakan pemerintah tentang professional 0,3 3 0,9 =1
perawat.
3. Adanya kebijakan RS tentang pelaksanaan 0,4 4 1,6
MAKP
TOTAL 1 3,4
TREATHENED
1. Persaingan dengan RS swasta yang semakin ketat. 0,3 2 0,6
2. Adanya tuntutan masyarakat yang semakin tinggi 0,4 3 1,2
terhadap peningkatan pelayanan keperawatan
yang lebih professional.
3. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan 0,3 0,6
pentingny akesehatan.
TOTAL 1 2 2,4
2. TimbangTerima
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Timbang terima sudah menjadi rutinitas setiap 0,3 4 1,2 S-W
pergantian shift. =3,6-3
2. Adanya laporan jaga setiap shift. 0,2 3 0,6 =0,6
3. Adanya kemauan perawat untuk melakukan 0,3 4 1,2
timbang terima.
4. Adanya buku khusus untuk pelaporan timbang 0,2 3 0,6

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 78


terima.
TOTAL 1 3,6
WEAKNESS
1. Timbang terima pada tenaga keperawatan saat 1 3 3
pergantian shift pagi ke sore masih sering
terlambat
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Kemampuan merata pada semua perawat dalam 0,3 3 0,9 O-T
melakukan timbang terima. =3,4-3
2. Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa 0,3 3 0,9 =0,4
keperawatan S1 Keperawatan yang praktik
dengan perawat ruangan.
3. Kebijakan RS (bidang keperawatan) tentang 0,4 4 1,6
timbang terima.
TOTAL 1 3,4
TREATHENED
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari 0,5 3 1,5
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan
keperawatn yang professional.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang 0,5 3 1,5
tanggungjawab dan tanggung gugat perawat
sebagai pemberi asuhan keperawatan.
TOTAL 1 3
3. Ronde Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Bidang perawatan dan ruang mendukung adanya 0,5 4 2 S-W

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 79


kegiatan ronde keperawatan =4-2,4
2. Banyaknya kasus yang memerlukan perhatian 0,5 4 2 =1,6
kusus.
TOTAL 1 4
WEAKNESS
1. Ronde keperawatan kurang berjalan sesuai teori 0,4 3 1,2
di ruangan karena padatnya aktivitas perawat
selama jam dinas.
2. Karakteristik tenaga yang memenuhi kualifikasi 0,3 2 0,6
belum merata.
3. Jumlah tenaga yang tidak seimbang dengan 0,3 2 0,6
jumlah tingkat ketergantungan pasien.
TOTAL
1 2,4
b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanyapelatihandan seminar 0,5 4 2 O-T
tentangmanajemenkeperwatan. =4-3
2. Adanyankesempatandarikepalaruanganuntukmen 0,5 4 2 =1
gadakanrondekeparawatanpadaperawatdanmahasi
swapraktik
TOTAL
1 4
TREATHENED
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari 1 3 3
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang
professional.
TOTAL 1 3

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 80


4. Sentralisasi Obat
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Tersedianya sarana dan prasarana untuk 0,2 3 0,6 S-W
pengelolaan sentralisasi obat. =2,8-2
2. Kepala ruangan mendukung kegiatan sentralisasi 0,2 3 0,6 =0,8
obat.
3. Sudah dilakukan kegiatan sentralisasi obat oleh 0,2 3 0,6
perawat berkolaborasidengan farmasi.
4. Adanya kemauan perawat untuk melakukan 0,1 2 0,2
sentralisasi obat.
5. Adanya buku injeksi dan obat oral bekerjasama 0,1 2 0,2
dengan farmasi.
6. Ada lembar pendokumentasi obat yang diterima 0,2 3 0,6
disetiap status pasien.
TOTAL 1 2,8
WEAKNESS
1. Pelaksanaan sentralisasi obat di RS menggunakan 0,5 2 1
sistem Unit Dose Dispending (UDD).
2. Ketelatan obat pada sentralisasi obat.
TOTAL 0,5 2 1

1 2
b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanyamahasiswa S1 Keperawatan yang praktik 0,5 4 2 O-T
manajemen keperawatan. =4-3
2. Kerjasama yang baik antara perawat dan 0,5 4 2 =1
mahasiswaS1 Keperawatan.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 81


TOTAL 1 4
TREATHENED
1. Adanya tuntutan pasien untuk mendapatkan 0,5 3 1,5
pelayanan yang profesional.
2. Adanya kesadaran pasien dan keluarga tentang 0,5 3 1,5
hukum yang tinggi.
TOTAL 1 3

5. Supervisi Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT

1. Adanya supevisi yang dilakukan oleh 0,3 4 1,2 S-W


supervisor dari atasan. =2,7-2
2. Telah ada program pelatihan dan sosialisasi 0,2 3 0,6 =0,7
supervisi.
3. Kepala ruangan mendukung dan 0,1 1 0,1
melaksanakan supervisi.
4. Sudah mempunyai format yang 0,2 3 0,6
bakudalampelaksanakansupervisi.
5. Supervisi sudah terstruktur dan sudah ada 0,1 1 0,1
formulir penilaian yang tepat.
6. Sudah adanya dokumentasi yang jelas. 0,1 1 0,1

TOTAL 1 2,7
WEAKNESS
1. Kurangnya program pelatihan dan sosialisasi 1 2 2
tentang supervisi
TOTAL 1 2

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 82


b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa S1 Keperawatan yang praktik 0,5 4 2 O-T
manajemen keperawatan. =4-3
2. Adanyan teguran dari kepala ruangan bagi 0,5 4 2 =1
perawat yang belum melakasanakan tugas dengan
baik.
TOTAL
1 4
TREATHENED
1. Tuntutan pasien sebagai konsumen untuk 1 3 3
mendapatkan pelayanan yang profesional.
TOTAL 1 1
6. Discharge Planning
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Tersedianya sarana dan prasarana discharge 0,4 4 0,8 S-W
planning di ruangan untuk pasien pulang (format =2,2-1,4
atau kartu DP). =0,8
2. Perawat memberikan pendidikan kesehatan 0,3 3 0,9
kesehatan secara informal kepada pasien /
keluarga selama dirawat atau pulang.
3. Adanya kartu kontrol. 0,1 1 0,1
4. Discharge planning sudah dilakukan dengan baik 0,2 2 0,4

TOTAL 1 2,2

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 83


WEAKNESS
1. Discharge Planning belum optimal karena belum 0,3 1 0,3
disertakan media yang cukup seperti leaflet.
2. Pendidikan kesehatan belum terdokumentasi. 0,4 2 0,8
3. Belum tersedianya lefleat pasien pulang 0,3 1 0,3
TOTAL
1 1,4
b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa S1 Keperawatan yang 0,5 4 2 O-T
melakukan praktik manajemen keperawatan. =4-3
2. Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa 0,5 4 2 =1
S1 Keperawatan.
TOTAL 1 4
THREATENED
1. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan 0,5 3 1,5
pentingnya kesehatan.
2. Adanya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan 0,5 3 1,5
pelayanan keperawatan yang professional.
TOTAL 1 3
7. Dokumentasi
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Dokumentasi keperawatan yang dilakukan 0,5 4 2 S-W
meliputi pengkajian, dokumentasi, perencanaan, =4-3
implementasi dan evaluasi yang menggunakan =1
metode SOAP

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 84


2. Kelengkapan pengisian dokumentasi keperawatan 0,5 4 2
oleh perawat yang sudah baik.
TOTAL 1 4
WEAKNESS
1. Sistem pendokumentasian masih dilakukan secara 0,5 3 1,5
manual (belum ada komputerisasi)
2. Belum semua tindakan perawat di 0,5 3 1,5
dokumentasikan
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang 0,4 2 0,8 O-T
melakukan praktik management keperawatan. =2,6-2
2. Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa 0,6 3 1,8 =0,6
S1 keperawatan dengan perawat ruangan.
TOTAL 1 2,6
THREATENED
1. Adanya kesadaran pasien dan keluarga akan 0,5 2 1
tanggung jawab dan tanggung gugat.
2. Akreditasi rumah sakit tentang system 0,5 2 1
pendokumentasian
TOTAL 1 2
8. Penerimaan Pasien Baru
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGHT
1. Tersedianya sarana dan prasarana untuk 0,3 4 1,2 S-W
melakukan peneriman pasien baru =3-2
2. Kepala ruangan mendukung pelaksanan 0,2 3 0,6 =1
penerimaan pasien baru

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 85


3. Adanya dokumentasi penerimaan pasien baru 0,2 3 0,6
4. Sudah dilakukan kegiatan 0,2 2 0,4
penerimaan pasien oleh perawat ruangan
5. Adanya kemauan perawat untuk melakukan 0,1 2 0,2
penerimaan pasienbaru
TOTAL
1 3
WEAKNESS
1. Perawat terkadang lupa mengenalkan nama 1 2 2
perawat dan fasilitas ruangan jika ada pasien
baru
TOTAL 1 2
b. Eksternal Faktor (Efas)
OPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang 0,5 3 1,5 O-T
melakukan praktik manajemen keperawatan =3-2
2. Ada kerjasama yang baik antara mahasiswa 0,5 3 1,5 =1
dengan perawat ruangan
TOTAL 1 3
THREATENED
1. Adanya tuntutan pasien untuk mendapatkan 1 2 2
pelayanan yang professional
TOTAL 1 2

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 86


4.1.4 M4 (Money)

Tarif yang berlaku di ruang Mawar RSUD Jombang terjangkau oleh

seluruh kalangan masyarakat pengguna layanan kesehatan. Adapun tarif

pelayanan di ruang Mawar tahun 2017adalah :

Tarif
No Nama Kamar Visite
Kamar
dr. Spesialis
1 HCU Rp 150.000,- Rp 80.000,-
2 Kelas 1 Rp 130.000,- Rp 60.000,-
3 Kelas 2 Rp 35.000,- Rp 35.000,-
4 Kelas 3 Rp 15.000,- Rp 15.000,-
sumber data : sumber dana ruangan Mawar dari anggaran rumah sakit
Laporan Pasien KRS periode 01-10-2017 s.d 31-10-2017 Paviliun

No Jenis Pasien Pasien Rawat Inap


Urut Jumlah Pasien Keluar Jumlah Lama Dirawat
1 2 3 4
1 Umum (Non BPJS) 19 84
2 Jamsostek (Non BPJS) 1 5
3 Kartu Jombang Sehat (Non BPJS) 16 75
4 Jasaraharja (Non BPJS) 2 12
5 PNS (BPJS) 6 24
6 BPJS (BPJS) 174 801
Jumlah 218 1.001
MAWARsumber data : Tata Usaha Paviliun Mawar

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 87


Sebagian besar sumber pembiayaan ruangan berasal dari rumah sakit
yang diperoleh dari APBD Propinsi Jawa Timur. Pembiayaan pasien sebagian
besar dari JAMKESMAS, sedangkan sisanya dari ASKES PNS, Jamsostek,
Askes swasta dan umum (biaya sendiri).

Analisa SWOT M4 (Money)

No Analisis SWOT Bobot Rating Bobot x Hasil


Rating
1. a. Internal factor (IFAS)
Strength
1. Mutu pelayanan sudah terlaksana sesuai 0,25 1 0,25 S-W=
ketentuan RS 1,8-1
2. Sistem administrasi di ruangan sudah 0,15 1 0,15 0,8
terstruktur
3. Administrasi dan keuangan di ruangan 0,15 1 0,15
sudah diatur menggunakan sistem
komputerisasi
4. Tarif kamar dan biaya perawatan 0,35 3 1,05
terjangkau.
5. Pelayanan diberikan tanpa memandang 0,20 1 0,20
status
Total 1 1,8
Weaknes
1. Latar pendidikan admin yang terkadang 1 1 1
tidak sesuai

1 1
Total

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 88


b. EksternalFaktor
Opportunity. 0,25 3 0,75 O-T=
1. Rumah sakit milik pemerintah tapi 3,5-3=
swadana dikelola pihak Rumah Sakit 0,25
sendiri 0,25 2 0,50
2. Adanya kartu indonesia sehat 0,50 4 2
3. Adanya BPJS kesehatan 1 3,5
Total

Threatened.
1. Tingkat kesadaran pasien dan keluarga 0,50 3 1,5
tentang mutu pelayanan yang
profesional sehingga pasien dan
keluarga merasa puas sesuai dengan
tarif biaya yang dikeluarkan
2. Adanya tuntutan masyarakat akan 0,50 3 1,5
pelayanan administrasi yang profesional
dan efektif.
Total 1 3

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 89


4.1.5 M5 (Market)
a. BOR pasien
Berdasarkan hasil pengkajian pada hari senin, tanggal, didapatkan
gambaran kapasitas tempat tidur Ruang Pav. Mawar RSUD Jombang yaitu
tempat tidur dengan rincian sebagai berikut:

BOR DALAM BULAN OKTOBER


JUMLAH PASIEN = 218
JUMLAH SEMUA BED = 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] = 218/31 X 100% =70,32%

1. 13 November 2017
No. Nama Ruang Jumlah Pasien Jumlah Bed
1 HCU 6 6
2 Combus 1 2
3 Kelas 1 3 4
4 Kelas 2 3 4
5 Kelas 3 13 13
6 Tetanus 1 2
Jumlah 27 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] 87%

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 90


2. 14 November 2017
No. Nama Ruang Jumlah Pasien Jumlah Bed
1 HCU 8 6
2 Combus 1 2
3 Kelas 1 2 4
4 Kelas 2 3 4
5 Kelas 3 13 13
6 Tetanus 2 2
Jumlah 29 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] 93,54%

3. 15 November 2017
No. Nama Ruang Jumlah Pasien Jumlah Bed
1 HCU 6 6
2 Combus 2 2
3 Kelas 1 3 4
4 Kelas 2 4 4
5 Kelas 3 13 13
6 Tetanus 2 2
Jumlah 30 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] 96,77%

4. 16 November 2017
No. Nama Ruang Jumlah Pasien Jumlah Bed
1 HCU 7 6
2 Combus 2 2
3 Kelas 1 4 4

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 91


4 Kelas 2 4 4
5 Kelas 3 13 13
6 Tetanus 2 2
Jumlah 32 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] 103,2%

BOR DALAM 4 HARI


JUMLAH PASIEN = 27 + 29 + 30 + 32 = 118/4=29,5
JUMLAH SEMUA BED = 31
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐩𝐚𝐬𝐢𝐞𝐧
BOR[𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚𝐁𝐞𝐝 𝐱𝟏𝟎𝟎%] = 29,5 / 31 x 100% = 95,16%

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 92


Analisa SWOT M-5 (MARKET)

MARKET Bobot Rating BXR Skor


Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1. Mutu pelayanan sudah terlaksana dengan baik 0.5 2 3 S – W =
dan efektif sesuai dengan ketentuan yang 4,5 – 1,9
ditetapkan oleh RS. = 2,6
Rata-rata bor cukup baik. 0.25 3 0.75
2.
Fluktuasi BOR ruang Mawar menunjukkan 0.25 3 0.75
keberhasilan kinerja pemberian asuhan
keperawatan.
Total 1 4.5
WEAKNESS
Rata-rata BOR 83%. 0.20 3 0.6
1.
Kurang terlaksananya perhitungan BOR tiap 0.40 3 1.2
pagi.

2. Kurang perhatiannya para tim perawat pada visi 0.40 2 0.8


misi ruangan.
Total 1 1.9
Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Mahasiswa S-1 keperawatan praktik 0.50 3 1,5 O – T =
manajement. 3.5 – 3 =
Kerjasama yang baik antara perawat dan 0.50 4 2 0,5
mahasiswa.

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 93


Total 1 3.5
THREATENED
Adanya peningkatan standart masyarakat yang 0,75 3 2,25
harus di penuhi.
Persaingan RS dalam memberikan pelayanan 0,25 3 0,75
keperawatan.
Total 1 3

STIKES ICME JOMBANG 2017 Page 94