Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN MAGANG 1

DI SMA NEGERI 1 SURAKARTA

Disususn oleh :

Emy Dian Tari

NIM : K6418024

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAKARTA

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang
memberikan limpahan karunia-Nya, sehingga kami dapat melaksanakan serta menyelesaikan
kegiatan Magang 1 dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Profesi Kependidikan ini
dengan baik dan tepat waktu.

Terlaksananya kegiatan Magang 1 ini tak lepas dari peran serta semua pihak yang
bersedia membantu serta mengulurkan tangan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan
lancar. Atas selesai dan terlaksananya kegiatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada bapak/ibu/saudara sekalian yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu persatu.

Semoga laporan kegiatan yang sederhana ini dapat dipahami oleh seluruh kalangan
masyarakat terutama para pembaca. Kami memohon maaf sebanyak-banyaknya apabila
terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Kami menyadari bahwa di dalam Laporan Kegiatan
Magang 1 ini masih ada banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Tidak ada gading
yang tak retak, begitu pula dalam Laporan Kegiatan Magang 1 ini yang masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itulah kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat
membangun dalam rangka penyempurnaan laporan ini. Atas perhatian dan kerjasamanya
yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.

Surakarta, 24 Mei 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL............................................................................................................................i

KATA PENGANTAR......................................................................................................ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1

A. Latar Belakang..........................................................................................1

B. Tujuan dan Manfaat...................................................................................2

C. Tempat dan Waktu.....................................................................................3

BAB II PELAKSANAN.................................................................................................4

A. Hasil Setiap Aspek.....................................................................................4

1. aspek kompetensi Pedagogik...................................................................4

2. Aspek Kompetensi Kepribadian..............................................................6

3. Aspek Kompetensi Sosial.........................................................................7

4. Kultur Sekolah.........................................................................................8

B.Faktor Pendukung dan Penghambat...........................................................9

C. Hasil yang Diperoleh.................................................................................10

BAB III PENUTUP........................................................................................................11

A. Simpulan....................................................................................................11

B. Saran..........................................................................................................11

LAMPIRAN....................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................13

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Magang kependidikan merupakan kegiatan akademik yang tercantum dalam


kurikulum semua program studi jenjang S1 yang ada di lingkungan FKIP UNS dan
memberikan pengalaman awal (earlier exposure) untuk membangun jati diri calon
pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi,
memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru, mengembangkan perangkat
pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun bidang keahlian calon
pendidikan.
Tujuan akhir dari pendidikan S1 yaitu adanya keterampilan di dunia kerja. Tetapi
dialam dunia perkuliahan, kebanyakan mahasiswa hanya belajar teori tanpa keterampilan
untuk diaplikasikan di dunia kerja. Khususnya untuk pendidikan SI keguruan, harus
memiliki keterampilan agar dapat menyampaikan materi dengan semenarik mungkin dan
siswa dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru. Dalam rangka
mengembangkan keterampilan mengajar ini, maka mahasiswa diwajibkan mengikuti
kegiatan magang di suatu sekolah tertentu tujuannya supaya mahasiswa memiliki
pengalaman ketika nanti mulai terjun dalam dunia pendidikan yang sebenarnya.
Manusia adalah makhluk yang senantiasa berkembang, begitu juga halnya dengan
peserta didik. Di era modern ini sifat dan kondisi dari peserta didik pun juga semakin
berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Untuk itu pendidik harus menyesuaikan
dengan peserta didik. Pendidik harus senantiasa menggali dan memahami bagaimana
kondisi terbaru dari peserta didik. Maka dari itu, para mahasiswa memerlukan kegiatan
magang agar mengetahui kultur pada persekolahan yang sesungguhnya itu seperti apa.
Karena seiring berjalannya waktu, pendidik harus menyesuaikan dengan peserta didik.
Peserta didik akan membuat kriteria tertentu dalam menunjukkan ketertarikannya dalam
mengkuti pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Misalnya seorang peserta didik

1
akan lebih mudah memahami materi ketika disampaikan oleh guru tertentu karena metode
yang digunakan pendidik tersebut mampu menarik minat dari siswa itu sendiri.

B. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan

Berdasarkan latar belakang sebelumnya Kegiatan Magang 1 ini memiliki tujuan,


diantaranya:

1. Mendeskripsikan Aspek Kompetensi Pedagogik


2. Mendeskripsikan Aspek Kompetensi Kepribadian
3. Mendeskripsikan Aspek Kompetensi Sosial
4. Mendeskripsikan Kultur Sekolah SMA N 1 Surakarta.
5. Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat
6. Mendeskripsikan Hasil yang Diperoleh Selama Proses Magang Berlangsung
2. Manfaat :

Bagi Mahasiswa
1) Menambah pemahaman dan penghayatan tentang proses pendidikan dan
pembelajaran di sekolah.
2) Memperoleh pengalaman tentang cara berpikir dan bekerja
secara interdisipliner,sehingga dapat memahami adanya keterkaitan ilmu
dalam mengatasi permasalahan pendidikan yang ada disekolah.
3) Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melaksanakan pembelajaran
dan kegiatan manajerial di sekolah.

Bagi Sekolah
1) Memperoleh kesempatan untuk ikut dalam menyiapkan calon guru yang
berdedikasi dan professional.
2) Mendapat bantuan pemikiran, tenaga, ilmu dan teknologi dalam
merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah.

2
Bagi Universitas Sebelas Maret
1) Memperoleh umpan balik dari pelaksanaan Program Magang di sekolah, guna
mengembangkan kurikulum perguruan tinggi yang disesuaikan dengan
kebutuhan masyarakat.
2) Memperoleh berbagai sumber belajar dan menemukan berbagai permasalahan
untuk mengembangkan penelitian dan pendidikan.

C. Tempat dan Waktu

Tempat : SMA Negeri 1 Surakarta yang beralamat di Jl. Monginsidi


No.40 57137, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

Waktu pelaksanaan :

- Pertemuan pertama : permohonan Izin


- Pertemuan kedua : konfirmasi izin magang dan melakukan pertemuan dengan
guru model.
- Pertemua ketiga : wawancara

3
BAB II

PELAKSANAAN

A. Hasil Setiap Aspek

1. Aspek Kompetensi Pedagogik

Potensi dari peserta didik yang ingin dikembangkan oleh SMA Negeri
1 Surakarta adalah potensi akademik dan non akademik. Potensi yang
dikembangakan bukan hanya dari segi fisik seperti pengetahuan, namun juga
dari segi akhlak seperti sopan santun. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki
oleh peserta didik, pihak sekolah atau guru biasanya dapat mengetahuinya
melalui observasi dengan mengetahui hobi dari masing-masing peserta didik.
Selain itu, secara klasikal seorang guru dapat mengetahui potensi peserta didik
dengan menggali berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran serta tugas-tugas
yang diberikan oleh guru yang bersangkutan. Untuk pihak sekolah dapat
mengetahui potensi peserta didik biasanya melalui lomba ataupun kegiatan
ekstrakurikuler yang diikuiti oleh peserta didik tersebut. Selanjutnya dalam
rangka untuk pengembangan potensi dilakukan dengan cara mengadakan
kegiatan-kegiatan ataupun perlombaan, misalnya lomba adzan digunakan
untuk mengembangkan potensi siswa dalam hal keagamaan. Kegiatan bazar
anak yang biasanya dilakukan setiap semester sekali setelah UAS yang
bertujuan untuk melatih serta mengembangakan jiwa entrepreneur.

Untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik di SMA


Negeri 1 ini juga terdapat beberapa daftar ekstrakurikuler, yaitu :

Teater Bakset Cheerleader


KIR Marga Giri Basket B
PMR RAW Bulu Tangkis
Pecinta alam Saninkai PKS
madding Debat Inggris OASE
Slime Paski Karawitan
Expresso/Perkusi Karate Pasprama
VIVO

4
Kemudian mengenai kemandirian peserta didik selama mengikuti
pembelajaran relatif beragam. Sebagian besar peserta didik sudah mampu mandiri,
namun beberapa dari peserta didik juga ada yang masih perlu dibimbing untuk
menuju proses mandiri. Biasanya dari tugas-tugas individual yang diberikan oleh
guru, dapat dilihat seberapa tingkat kemandiiran siswa tersebut, serta tugas-tugas
mandiri yang diberikan tersebut dapat melatih siswa untuk tidak bergantung pada
orang lain. Untuk tingkat kemandirian di SMA Negeri 1 Surakarta ini sudah baik
karena apabila dipresentasekan dapat mencapai sekitar 70%. Penyebabnya adalah
ketika seleksi masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta ini cukup ketat, sehingga peserta
didik yang berhasil lolos merupakan orang-orang pilihan. Jadi, tidak diragukan
apabila hanya terdapat 30% saja dari siswa yang kurang mandiri. Namun, terlepas
dari semua itu, siswa dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas secara mandiri.
Semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran relatif beragam.
Tingkat antusiasme siswa tergantung pada jam pelajaran. Ketika jam pelajaran ke
1-5 rata-rata siswa masih semangat mengikuti pembelajaran, tetapi apabila sudah
memasuki jam ke 6-10 semangat siswa sudah mulai menurun dalam mengikuti
pembelajaran. Maka dari itu, ketika jam-jam siang guru harus membuat model
pembelajaran yan bervariatif agar siswa tidak merasa jenuh. Biasanya ibu Ana
Dwi ketika mendapat jatah mengajar jam ke 8-10, beliau menggunakan model
diskusi agar siswa ikut aktif dalam pembelajraan. Siswa lebih tertarik ketika
diskusi yang menyangkut tentang politik. Dalam diskusi mayoritas siswa ikut
berperan aktif dalam menyampaikan pendapatnya. Dari pembelajaran secara
diskusi mengajari peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa,
dikarenakan peserta didik dituntut supaya mampu mempresentasikan pendapatnya
dengan cara yang baik. Pendapat dari peserta didik dapat diterima dan dipahami
dengan baik apabila cara penyampaiannya baik dengan bahasa yang baik. Maka
dari kegiatan diskusi tersebut kemampuan berbahasa siswa terasah secara
otomatis. Dari pembelajaran yang mengutamakan aspek kemandirian tadi bisa
membentuk pribadi yang percaya diri.
Setelah belajar dan mendapatkan pengetahua yang cukup, siswa sudah mampu
menerapkan pengetahuan yang ia peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai
contoh penerapan pengetahuan mata pelajaran PPKn dalam hal kejujuran, mereka
sudah tidak diragukan lagi. Dibuktika ketika mengerjakan soal ujian mereka

5
mengerjakannya secara mandiri tidak ada yang tengok kanan kiri untuk mencari
contekan jawaban. Dalam hal membuang sampah, mereka menamkan untuk
membuang sampah pada tempatnya.

2. Aspek kompetensi kepribadian

Secara klasikal tindakan siswa sudah mencerminkan apa yang


diucapkanya. Misalnya, ketika diberikan tugas, mereka menyanggupi untuk
mengerjakannya dalam waktu satu hari, maka mereka dalam waktu satu hari
tersebut akan menyelesaikannya. Untuk tingkat kejujurannyapun relatif sudah
baik. Strategi untuk menarik perhatian peserta didik agar tidak mudah bosan
selama pembelajaran dapat dilakukan dengan cara selalu mengupdate terhadap
isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat, karena peserta didik sangat
tertarik ketika membahas isu yang sedang terjadi, kemudian menanyakannya
dengan kritis. Dalam keterangan yang disampaikan oleh guru model, Bu Ana
Dwi, beliau menyatakan masih belajar tentang bagaimana caranya agar siswa
tertarik dengan mata pelajaran PPkn. Sebelum Penilaian Akhir Semester,
beliau biasanya meminta siswa untuk mengevaluasi selama pengajaran yang
telah berlangsung kemdudian meminta masukan dari siswa tentang model
pembelajaran bagaimana yang mereka sukai. Kebanyakan siswa tertarik
apabila diberikan pembelajaran yang audio visual, misalkan dengan menonton
video atau film. Dalam memeberikan pengajaran guru model biasanya
menerapkan metode diskusi dengan model PBL(program based learning)
yaitu mengaitkan masalah dengan kompetensi dasar.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan sikap empati
pada peserta didik biasanya dilakukan dengan tidak memberikan terlalu
banyak banyak tugas. Karena guru memahami apabila peserta didik juga
mepunyai kesibukan lain selain belajar, seperti aktif mengikuti kegiatan
organisasi. Selanjutnya, Untuk menanamkan sikap kolaboratif pada peserta
didik, guru memberikan tugas yang bersifat dua arah, atau mengharuskan
siswa bekerjasama serta berdiskusi. Selain itu, kelompok untuk berdiskusi
tersebut juga diganti-ganti. Hal ini dimaksudkan agar nantinya siswa dapat
berkolaborasi dengan siapapun tanpa tergantung dengan siapa dia akan
6
mendiskusikan dengan siapa. Maksud lainnya adalah mengurangi sifat siswa
yang individul agar mampu bekerjasama dalam tim, dan juga melatih siswa
yang kurang mampu menyampaikan pendapat dengan baik agar kedepan
mampu menyampaikan pendapatnya.

Sementara untuk menanamkan sikap suka menolong pada peserta


didik, guru selalu menghimbau kepada peserta didik agar ketika temannya ada
yang tidak bisa mengerjakan tugas, anak yang sudah bisa mengerjakan tugas
diminta untuk membantu mengajarinya. Kegiatan diluar kelas untuk
menanamkan sikap menolong adalah dengan mengadakan kegiatan social.
Misalnya infaq jumat yang hasilnya nanti ditujukan untuk membantu teman
yang sakit atau terkena musibah. Dari kegiatan yang dilakukan siswa tersebut
sudah menunjukkan apabila siswa sudah mampu menerapkan sikap tolong
menolong.

3. Aspek kompetensi sosial

Di SMA N 1 Surakarta peserta didik merupakan panutan dalam


kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, apabila ada alumni yang tidak dapat
dijadikan panutan maka guru model menceritakan kepada peserta didik agar
dapat dijadikan sebagai contoh. Seperti contoh yang telah dilakukan oleh guru
model adalah menceritakan kepada peserta didiknya apabila ada alumni daroi
SMA N 1 Surakarta tertangkap KPK. anak-anak karena terlibat dalam kasus
Krakatau Stree, yang merupakan alumni tahun 1987. hal itu disampaikan
sampaikan kepada siswa bahan pembelajaran dan sikap yang tidak baik
tersebut tidak diulangi oleh peserta didik. Selain itu guru model juga
menceritakan tentang alumni dari SMA N 1 Surakarta yang menjadi tokoh
penting dalam masyarakat sebagian imbangannya untuk memberikan inspirasi
kepada peserta didik. Secara keseluruhan peserta didik banyak yang toleran, di
dalam kehidupan sehari-harinya juga baik. Secara akhlak, sikap sosial juga
sudah baik. Misalnya siswa selalu menghormati guru dengan menyapa, baik
itu kepada guru yang dikenal maupun belum dikenal. Guru model juga
menyatakan apabila selama mengajar di beberapa sekolah, memang terlihat

7
perbedaannya dimana sikap siswa SMA N 1 ini lebih baik daripada sekolah
yang lain.
Untuk menanamkan sifat kepemimpinan kepada peserta didik
dilakukan melalui diskusi. Dengan menjadi ketua kelompok, anggota dari
setiap kelompok pun dalam setiap kesempatan selalu diganti agar siswa dapat
berlatih mengenai kepemimpinan dan juga mampu bersosialisasi dengan baik
kepada semua orang. Tidak diperbolehkan anggota kelompok diskusi tersebut
sama dengan yang sebelumnya. Ketua kelompok juga harus ganti untuk setiap
diskusi. untuk pembagian kelompok biasanya dengan menggunakan absen
ganjil-ganjil-ganjil atau absen genap-genap-genap. Serta berdasar tempat
duduk. Untuk dilaur kelas berlatih kepemimpinan dapat dipelajari dengan
mengikuti ekstrakulikuler yang ada di SMA N 1 Surakarta. Selama
pembelajaran berlangsung sebagian besar peserta didik komunikatif, guru
dapat mendorong siswa untuk komunikatif dengan cara membetikan stimulan
yang berupa kasus atau suatu pernyataan, kemudian siswa diminta untuk
menanggapinya.
Tingkat kooperatif peserta didik selama kegiatan belajara mengajar
juga baik dibuktikan dengan contoh kecil tentang pengumpulan tugas yang
selalu tepat waktu.

4. Kultur sekolah

Peserta didik mampu mentaati peraturan sekolah dengan baik. Untuk


melatih agar siswa disiplin sekolah meberlakukan sanksi apabila peraturan
tersebut dialnggar. Contohnya sekolah memanggil siswa yang jarang masuk
sekolah dengan alasan yang tidak masuk akal. Peserta didik juga menjalankan
agamanya dengan baik. Dibuktikan dengan adanya kegiatan tadarus pagi jam
06.45 untuk siswa muslim. Sekolah juga memfasilitasi untuk siswa yang
beragama lain, untuk siswa yang beragama Kristen dan Katolik di ruang doa
masing-masing. Untuk siswa yang beragama Budha dan Hindu biasanya di
Perpus juga ada guru pendampingnya. Toleransi untuk keberagaman agama
juga baik. Anak-anak sudah terbentuk untuk toleran. Mereka saling mengritik
untuk membangun. Meski terkadang perlu diarahkan untuk menjaga perasaan
agama lain. Hubungan antar warga sekolah juga baik. Antara siswa dengan
guru, dan warga sekolah lain sudah baik untuk membangun hubungan yang
8
baik ini sekolah biasanya mengadakan kegiatan tertentu misalnya buka
bersama antara guru dengan komite. Dan mengadakan pertemuan dengan
orangtua murid. kegiatan rutin warga sekolah dalam hubungan kekelurgaan
dan lingkungan adalah arisan khusus untuk guru. Kalau dengan siswa biasanya
melalui acara halal bihalal, pengajian bersama, doa bersama serta kegiatan
“SMANSA Berbicara” untuk aspirsi murid kepada sekolah, yang dilaksanakan
setahun sekali dan biasanya dikoordinatori oleh OSIS, kegaitan ini bertempat
di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan-masukan
kepada guru yang di hadiri oleh perwakilan kelas, perwakilan guru. Dan
hasilnya akan di sosialisasikan. Contohnya kritikan mengenai guru yang sering
datang terlambat.

B. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung :

1. Lokasi SMA N 1 Surakarta yang strategis.


2. Pihak SMA N 1 Surakarta yang menyambut keperluan magang ini dengan
ramah dan hangat.
3. Teman satu tim yang mampu bekerjasama dengan baik selama kegiatan
magang berlangsung dan dalam penyusunan laporan magang 1 ini.
4. Guru model yang ramah serta memberikan pengarahan untuk menyusun
laporan magang 1 ini sebaik mungkin.

Faktor pengahambat :
1. Waktu pelaksanaan magang fleksibel, namun untuk menyesuaikan dengan
guru model agar dapat melaksanakan wawancara maka harus izin tidak
mengikuti beberapa mata kuliah.
2. Waktu obserwasi dan wawancara bertepatan dengan jadwal ulangan akhir
semester SMA.

C. Hasil yang diperoleh

a) Melalui magang 1 ini saya memperoleh gambaran tentang bagaimana menjadi guru
yang baik.
b) Saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana menghadapi dan menangani peserta didik
selama proses pembelajaran berlangsung.
c) Memahami lingkungan kerja yang akan saya naungi kelak.
9
d) Mendapat informasi bahwasanya menjadi guru itu membutuhkan kemampuan khusus,
seperti mempunyai metode pembelajaran yang beragam, cara menyelesaikan masalah
yang dihadapi peserta didik, dan cara memberi sanksi bagi peserta didik yang
melanggar tata tertib sekolah.
e) Harus mampu memahami karakter peserta didik yang beragam dan bersikap objektif
agar terhindar dari sikap diskriminatif.
f) Lebih mengenal lingkungan sekolah dan lingkungan profesinya sehingga nantinya
mampu melaksanakan kegiatan praktik mengajar dalam mata kuliah PPL.

10
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Dari hasil observasi magang kependidikan 1 ini dapat disimpulkan bahwa guru
model berperilaku baik, sopan, ramah, serta hangat baik kepada peserta didik, teman
sejawat, maupun warga sekolah lainnya. Di sisi lain, sikap dan perilaku guru model
patut dicontoh oleh guru-guru muda dan calon guru yang ingin menjadi tenaga
pendidik professional.

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, karena sampai akhir hayat kita harus
mengabdi kepada negara untuk mencerdaskan kehidupan generasi penerus bangsa.
Guru haruslah selalu berpegang teguh pada etika keprofesian guru, serta harus selalu
menjaga sikap agar patut dijadikan panutan atau contoh peserta didik pada khususnya
dan masyarakat pada umumnya. Selain itu, sebagai tenaga pendidik professional guru
harus selalu mengikuti perkembangan zaman dengan tujuan meremajakan wawasan
serta pengetahuannya. Guru juga harus mampu mempunyai kemampuan khusus agar
peserta didik dapat tertarik dengan apa yang disampaikan. Seorang guru merupakan
contoh bagi peserta didik, oleh sebab itu guru harus mampu menjaga sikap. Bukan
apa yang selalu dinasihatkan, namun melalui contoh yang diberikan dan bagaimana
guru bertingkah laku selama melakukan pengajaran maupun diluar kelas.

B. Saran

Hal yang harus kita lakukan agar menjadi tenaga pendidik yang professional
adalah sungguh-sungguh dalam menyelesaikan jenjang pendidikan S1 fakultas
keguruan dan ilmu pendidikan yang sedang kita tempuh saat ini dan menjalankan
dengan baik tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Semua itu untuk kepentingan
nantinya yang akan berguna ketika sudah terjuan ke dalam dunia pendidikan dan
memberikan pengajaran yang sesungguhnya kepada murid. Di sisi lain, kita juga
harus pintar-pintar dalam melihat sikap dan sifat tenaga pendidik di sekitar kita
sehingga kita memiliki contoh untuk selalu menjadi baik.

11
LAMPIRAN

DOKUMENTASI

12
DAFTAR PUSTAKA

Usada dan Suharno. 2009. Profesi Kependidikan. Surakarta: Yuma Pustaka.

13