Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

MANAJEMEN BISNIS RETAIL DAN WARALABA

“ALFAMART”

Disusun Oleh:
Nama : Umi Habibah
NIM : 2016521382
Kelas : F16 (Malam)

STIE IPWIJA Tahun Ajaran 2019/2020

Jalan Letda Nasir No. 7 Nagrag Cikeas Bogor Jawa Barat

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah
serta inayah-Nya kepada saya, sehingga sami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Makalah Manajemen Bisnis Retail dan Waralaba ”ALFAMART”.

Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar penyusunan makalah ini. Untuk itu saya
menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
penyusunan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak
kekurangan baik dari susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan
tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki makalah-makalah selanjutnya.

Akhir kata, saya berharap semoga makalah Makalah Manajemen Bisnis Retail dan
Waralaba ”ALFAMART” ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi terhadap pembaca.

Bogor, Juli 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI............................................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
BAB II ISI .................................................................................................................................. 2
2.1. Sejarah ......................................................................................................................... 2
2.2. Visi, Misi dan Budaya ................................................................................................. 2
2.2.1. Visi ....................................................................................................................... 2
2.2.2. Misi ...................................................................................................................... 3
2.2.3. Budaya ................................................................................................................. 3
2.3. Strategi Pemasaran Alfamart ....................................................................................... 3
2.4. Kebijakan Manajemen Resiko .................................................................................... 6
2.4.1. Tujuan Manajemen Resiko .................................................................................. 6
2.4.2. Prinsip Manajemen Resiko .................................................................................. 7
2.4.3. Kerangka Manajemen Resiko .............................................................................. 7
2.4.4. Proses Manajemen Resiko ................................................................................... 7
2.5. Klasifikasi Jabatan....................................................................................................... 7
2.6. Tugas Masing-Masing Karyawan Alfamart ................................................................ 8
2.7. Pembagian Shift di Alfamart ....................................................................................... 9
2.8. Pembagian Gaji dan Upah ......................................................................................... 10
2.9. Syarat Pendirian ........................................................................................................ 11
BAB III PENUTUP ................................................................................................................. 13
3.1. Kesimpulan................................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Salah satu mitra belanja masyarakat Indonesia yang sudah eksis selama 17 tahun
adalah Alfamart Indonesia. Alfamart Indonesia adalah jaringan minimarket lokal yang
memiliki sistem waralaba. Waralaba Alfamart sendiri, hingga kini jumlahnya sudah
mencapai puluhan ribu gerai di Indonesia. Maka tak heran jika Anda menemukan gerai
waralaba Alfamart yang tersebar pada hampir seluruh penjuru kota. Atas kepercayaan
masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Alfamart Indonesia, tahun lalu
waralaba Alfamart pun berhasil memperoleh penghargaan Top Brand Award 2015.

Banyak fasilitas yang bisa diperoleh dengan berbelanja di Alfamart. Anda bisa
mendapatkan berbagai layanan Alfamart yang disiapkan dengan standar pelayanan yang
berkualitas. Seperti tersedianya promo Alfamart yang terus berganti di hampir setiap hari,
dan kartu belanja Alfamartku yang memberikan keuntungan lebih dari biasanya. Alfamart
Indonesia juga membuka program investasi Alfamart yang memberi peluang bagi Anda
peminat bisnis waralaba. Di luar perihal layanan untuk konsumen saat berbelanja,
Alfamart juga membetuk suatu wadah untuk menyalurkan bantuan kepada sesama
melalui CSR Alfamart.

Berbagai kegiatan dan program Alfamart memang sengaja dirancang khusus untuk
memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Apalagi, Alfamart telah
berkomitmen untuk menjadi Alfamart Sahabat Indonesia, mitra belanja Anda satu-
satunya. Dapatkan kemudahan berbelanja di Alfamart dengan berbagai layanan Alfamart
yang akan memanjakan keluarga Anda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pun,
semua produk yang ditawarkan Alfamart selalu terjangkau harganya. Alfamart Indonesia
memiliki kartu Alfamartku yang akan memberikan fasilitas lebih untuk Anda ketika
berbelanja di Alfamart. Anda juga bisa bergabung dengan investasi Alfamart. Melalui
Program CSR Alfamart, minimarket berslogan “Belanja Puas Harga Pas” ini selalu
menggalakkan budaya memberi untuk orang-orang yang membutuhkan.

1
BAB II
ISI

2.1.Sejarah

Alfamart adalah sebuah brand minimarket penyedia kebutuhan hidup sehari - hari
yang dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Pada tahun 1989 merupakan awal
berdirinya Alfamart, dengan dimulainya usaha dagang rokok dan barang - barang
konsumsi oleh Djoko Susanto dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikannya
dijual kepada PT. HM Sampoerna pada Desember 1989. Pada tahun 1994 Struktur
kepemilikan berubah menjadi 70% dimiliki oleh PT HM Sampoerna Tbk dan 30%
dimiliki oleh PT Sigmantara Alfindo (keluarga Djoko Susanto). PT. Alfa Minimart
Utama (AMU) didirikan pada tanggal 27 Juli 1999, dengan pemengang saham PT. Alfa
Retailindo, Tbk sebesar 51% dan PT. Lancar Distrindo sebesar 49%. PT. Alfa Minimart
Utama (AMU) ini kemudian membuka Alfa Minimart pada tanggal 18 Oktober 1999
berlokasi dijalan Beringin Raya, Karawaci Tangerang.

Pada tanggal 27 Juni 2002, PT.HM Sampoerna Tbk secara resmi merestrukrurisasi
kepemilikan sahamnya di PT.Alfa Retailindo Tbk. Saham HM Sampoerna di Alfa
Retailindo yang semula 54,4% dikurangi menjadi 23,4%. Di sisi lain, perusahaan rokok
terbesar kedua di Indonesia akan mulai menggarap serius pasar minimarket yang selama
ini belum tergarap melalui Alfa . Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan beralih ke
PT. Sumber Alfaria Trijaya dengan pemegang saham PT.HM. Sampoerna, Tbk sebesar
70% dan PT.Sigmantara Alfalindo sebesar 30%. Kemudian nama Alfa Minimart diganti
menjadi Alfamart pada tanggal 1 Januari 2003.

Pada tahun 2005 Jumlah gerai Alfamart bertumbuh pesat menjadi 1.293 gerai hanya
dalam enam tahun. Semua toko berada di pulau Jawa. Awal tahun 2006 PT HM
Sampoerna Tbk menjual sahamnya, sehingga struktur kepemilikan menjadi PT
Sigmantara Alfindo (60%) dan PT Cakrawala Mulia Prima (40%). Mendapat Sertifikat
ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu”. Pertengahan 2007 Alfamart sebagai
Jaringan Minimarket Pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000
untuk Sistem Manajemen Mutu. Jumlah gerai mencapai 2000 toko dan telah memasuki
pasar Lampung. Awal 2009 menjadi perusahaan publik pada tanggal 15 Januari 2009 di
Bursa Efek Indonesia disertai dengan penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko dan
juga memasuki Pasar Bali.

2.2.Visi, Misi dan Budaya

2.2.1. Visi
"Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas,
berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan
harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global".

2
2.2.2. Misi
1. Memberikan kepuasan kepada pelanggan / konsumen dengan berfokus pada
produk dan pelayanan yang berkualitas unggul.
2. Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu
menegakkan tingkah laku / etika bisnis yang tertinggi.
3. Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuhkembangkan
jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha.
4. Membangun organisasi global yang terpercaya, tersehat dan terus bertumbuh
dan bermanfaat bagi pelanggan , pemasok, karyawan, pemegang saham dan
masyarakat pada umumnya

2.2.3. Budaya
1. Integritas yang tinggi.
2. Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik.
3. Kualitas & Produktivitas yang tertinggi.
4. Kerjasama Team.
5. Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.

2.3.Strategi Pemasaran Alfamart

SAT bergerak melalui format minimarket Alfamart. Gerai-gerai minimarket


Alfamart menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan rumah tangga
antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan makanan/minuman, permen, rokok
serta barang personal care dan household care. SAT bergerak dalam bidang perdagangan
umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari melalui kelas
minimarket yaitu Alfamart. Toko waralaba merupakan toko yang dimiliki dan dikelola
oleh terwalaba dengan menggunakan merek Alfamart dan sistem Alfamart (franchise)
yang diatur dengan perjanjian waralaba (franchise) yang diatur dengan perjanjian
waralaba dengan SAT.

Dalam menghadapi persaingan industri ritel, beberapa strategi yang digunakan dan
telah diterapkan Alfamart saat ini diantaranya adalah pemilihan lokasi yag menjangkau
masyarakat, promo harga dan produk, pembukaan sebagian gerai Alfamart dalam 24 jam,
kemudahan pembayaran tidak tunai (non-cash), terdapat fasilitas kartu anggota dan
penerapan strategi lainnya. Penetapan strategi tersebut merupakan beberapa strategi
bersaing Alfamart dan dapat dijadikan sebagai competitive strategy oleh Alfamart.
Alfamart memfokuskan usahanya pada penyediaan kebutuhan pokok dan sehari-hari
dengan luas area penjualan tidak lebih dari 250 m². Target pasar Alfamart dapat
dikelompokkan menurut tiga perspektif berikut:

1. Geografis: area perumahan, fasilitas publik, gedung perkantoran


2. Demografis: ibu rumah tangga, anak-anak, kelas ekonomi menengah (SES B&C =
ekonomi menengah dan bawah)
3. Psikografis: kenyamanan, pelayanan yang ramah

3
Strategi perusahaan yang diterapkan di Alfamart adalah terus memperluas jaringan
dan meningkatkan jumlah gerai minimarket di Indonesia, memperluas jaringan distribusi
gerai dengan format yang beragam, pengembangan distribution center, memberikan
kepuasan kepada pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan
prima, mengedepankan aspek pemilihan lokasi-lokasi gerai strategis, pemanfaatan
jaringan gerai perseroan, hubungan yang baik dengan mitra bisnis perseroan, peningkatan
pelaksanaan tanggung jawab sosial (corporate social responbility) dan perencanaan
keuangan yang matang.

Kegiatan SAT dilakukan melalui kantor pusat dan cabang-cabang SAT yang tersebar
di Jabotabek, Bandung, Cirebon, Cilacap, Lampung, Semarang dan Sidoarjo. Kantor
pusat SAT berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No. 9, Cikokol, Tangerang. Penjualan usaha
SAT diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan digerai dan pendapatan hasil uasaha
lain-lain yang terdiri dari penyewaan gondola, partisipasi promosi dan kegiatan waralaba.

Kesuksesan SAT sangat dipengaruhi oleh kepuasaan konsumen, dimana jika


kepuasan konsumen telah terpenuhi maka akan tercipta konsumen yang loyal terhadap
Alfamart. Inti kepuasaan konsumen untuk industri ritel seperti Alfamart terletak pada
produk dan pelayanan. Produk yang dijual oleh Alfamart adalah produk yang melalui
proses pengawasan dan seleksi yang terjamin, karena setiap produk dari pemasok harus
melalui proses checking dan packing di gudang kantor cabang, yang selanjutnya
didistribusikan ke gerai minimarket Alfamart.

Dalam hal pelayanan pada gerai minimarket Alfamart, SAT menerapkan sistem
yang terstandar mulai dari proses rekuitmen, pelatihan dan pengelolaan sumber daya
manusia, sehingga SAT mendapatkan karyawan yang berkualitas dan dapat memberikan
pelayanan yang baik terhadap konsumen. Selalu menjadi yang terbik dalam segala hal
yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi. Etika
bisnis yang diterapkan Alfamart adalah mematuhi segala bentuk peraturan pemerintah
seperti membayar pajak, mengikuti peraturan yang berhubungan dengan bisnis ritel dan
menerapkan corporate social responbility, ikut berpartisipasi dalam membangun negara
dengan menumbuhkembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha dan membangun
organisasi global yang terpercaya, sehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi
pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.

Pada saat ini, jumlah waralaba minimarket Alfamart telah mencapai 33,3 persen dari
seluruh gerai Alfamart yang ada di Indonesia yaitu sebanyak 798 gerai waralaba dan
2.396 gerai milik SAT. Penerapan ISO 9001 : 2000 pada SAT merupakan bentuk
standarisasi pelayanan Alfamart dan melengkapi keunggulan Alfamart dalam
pengembangan minimarket Alfamart. ISO 9001 : 2000 merupakan salah satu perantara
untuk membawa Alfamart beroperasi dengan standar internasional.

Menurut Kotler yang termasuk komponen dari produk adalah product variety,
quality design, features, brand name, packaging, sizes, services dan warranties. Jenis
produk yang dijual di Alfamart beraneka macam dengan varietas sekitar 3.000 jenis

4
merek produk lokal ditambah dengan merek private label yaitu “Pasti”. Selain itu, produk
yang ditawarkan ukurannya lengkap, jumlah produk yang tersedia banyak dan
penempatan produk di rak terlihat teratur dimana klasifikasi produk dibagi menjadi
produk makanan dan bukan makanan. Dari segi kualitas dan service produk, Alfamart
menerapkan pengawasan kualitas produk yang sangat ketat mulai dari pendistribusian
barang dari DC sampai penjualan akhir di gerai Alfamart. Format dasar yang melandasi
jenis produk yang dijual di Alfamart adalah produk kebutuhan sehari-hari dengan harga
terjangkau dengan tata letak produk yang baik dan tidak campur aduk serta menjangkau
konsumen berbagai kelas.

Alfamart menyadari bahwa harga merupakan suatu hal yang sangat sensitif sekali
bagi konsumen, bagi ritel yang dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah
maka kemungkinan menguasai pasar sangat tinggi. Keadaan tersebut memicu persaingan
harga antar ritel khususnya antara sesama ritel kelas minimarket. Untuk ritel kelas
Hypermarket seperti Carrefour, harga produk yang ditawarkan bisa lebih rendah
dibandingkan harga yang ditawarkan oleh kelas minimarket seperti Alfamart. Hal ini
terjadi karena kapasitas permintaan Hypermart yang lebih besar dibandingkan dengan
economies of scale. Namun perbedaan harga antar Hypermarket dan minimarket bukan
merupakan sesuatu yang berbahaya bagi minimarket karena target pasar dan jangkauan
lokasinya yang berbeda.

Dilihat dari segi harga, saat ini Alfamart berusaha menerapkan harga produk sesuai
dengan kualitas barang. Alfamart dapat memberikan harga yang kompetitif bila
dibandingkan dengan harga produk minimarket lainnya. Alfamart memberikan discount
dan penawaran khusus untuk jenis barang tertentu bagi konsumen, terutama bagi
konsumen yang menjadi member Alfamart melalui kartu AKU (Alfamart-KU). Beberapa
keuntungan yang diperoleh pelanggan dari kartu AKU antara lain:

1. Hematku, berupa potongan harga hemat atau bonus untuk produk tertentu
2. Spesialku, berupa program penjualan produk eksklusif dengan harga special
3. Hadiahku berupa program hadiah langsung atau undian

Selain itu, terdapat jenis penawaran khusus seperti jika berbelanja mencapai nilai
nominal 50 ribu, maka konsumen mendapatkan kesempatan membeli produk gulaku
dengan harga 50 persen.

Promosi merupakan suatu hal yang menunjang keberhasilan bagi sebuah usaha ritel.
Komponen yang termasuk ke dalam promosi diantaranya adalah sales promotion,
advertising, sales force, public relations, direct marketing. Alfamart menyediakan
kebutuhan barang-barang konsumsi maka promosi merupakan bagian dari marketing
communication. Alfamart memperkokoh keberadaan perusahaan dengan memiliki mascot
seekor lebah bernama Albi (Alfamart Bee) yang dilatarbelakangi filosofi dari lebah yang
memiliki kesamaan dengan karakteristik Alfamart. Lebah merupakan serangga pekerja
keras, mahir dan cekatan yang hidupnya berkelompok dalam kebersamaan, memberikan
manfaat (madu) dan pintar mencari tempat yang paling sesuai untuk membina

5
koloni/sarang baru, jarang membuat konflik dengan sesama dan lebih senang
menghindari pertentangan

Alfamart juga menggunakan media cetak atau media elektronik sebagai sarana
komunikasi khususnya untuk program-program promosi. Alfamart juga menggunakan
mailer dan media luar ruang serta melalui beberapa sponsorship event. Selain itu, gerai
minimarket Alfamart tersedia banner, flyer dan papan petunjuk yang memberikan
informasi mengenai promosi. Ketersediaan pamflet dan catalog yang berisikan informasi
mengenai daftar produk yang sedang promosi dan discount. Catalog dan pamflet secara
regular dievaluasi untuk memperkirakan tingkat efektivitasnya serta relevansi konsep dan
sisinya terhadap situasi pasar dan tren konsumen yang sedang berlangsung. Setiap
bulannya Alfamart menggelar program product of the month yaitu pemilihan tiga produk
tertentu yang dijadikan mascot setiap bulannya. Program sales promotion dengan tema
“kejutan belanja gratis”, bagi konsumen yang beruntung dan berbelanja dengan nominal
tertentu akan mendapatkan kejutan hadiah uang pada saat transaksi.

2.4.Kebijakan Manajemen Resiko

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (“Perseroan”) mempunyai komitmen untuk


membangun sistem dan proses manajemen risiko agar tujuan Perseroan dapat terpenuhi
sesuai visi dan misi yang ditetapkan Perseroan. Sistem dan proses manajemen risiko yang
memadai menjamin terwujudnya tata kelola perusahaan sehingga dapat memberikan
manfaat dan nilai tambah yang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan. Oleh
karenanya Perseroan menjadikan manajemen risiko sebagai bagian integral dari proses
organisasi. Ruang lingkup kebijakan manajemen risiko berlaku bagi seluruh lini
organisasi Perseroan di unit bisnis dan pendukung. Perseroan berkomitmen untuk
menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk memastikan tujuan sistem manajemen
risiko Perseroan dapat tercapai.

2.4.1. Tujuan Manajemen Resiko


1. Melindungi Perseroan dari risiko yang signifikan yang berpotensi menghalangi
pencapaian tujuan Perseroan.
2. Memberikan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten dan sistematis
(identifikasi, analisa, evaluasi, kelola, monitoring dan pelaporan) atas risiko-
risiko yang dihadapi Perseroan.
3. Mendorong manajemen untuk menciptakan budaya mengelola risiko dan
kehati-hatian dalam pengambilan keputusan yang tepat di seluruh lini
organisasi.
4. Membantu manajemen meningkatkan nilai perusahaan melalui penyajian
informasi berdasar tingkat risiko yang berguna bagi pengembangan strategi dan
perbaikan proses bisnis.

6
2.4.2. Prinsip Manajemen Resiko
Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip manajemen risiko
berikut:

1. Menciptakan nilai tambah


2. Bagian integral dari proses organisasi
3. Bagian dari pengambilan keputusan
4. Secara khusus mengantisipasi ketidakpastian
5. Bersifat sistematis, terstruktur dan tepat waktu
6. Berdasarkan informasi terbaik yang tersedia
7. Disusun berdasarkan kebutuhan
8. Memperhitungkan faktor manusia dan budaya
9. Bersifat transparan dan inklusif
10. Bersifat dinamis, iterative dan responsive terhadap perubahan
11. Memfasilitasi perbaikan dan pengembangan berkelanjutan

2.4.3. Kerangka Manajemen Resiko

Struktur manajemen risiko Perseroan disusun secara terintegrasi melalui


organisasi yang terstruktur, berbagai prosedur dan metodologi yang bertujuan
untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, mengendalikan dan melaporkan
risiko-risiko yang ada maupun yang akan ada.

Review dan perbaikan manajemen risiko dilakukan secara berkala dengan


memperbaiki kebijakan, penyempurnaan prosedur dan menjaga agar penerapan
manajemen risiko sejalan dengan perkembangan dan tantangan usaha yang
dihadapi Perseroan.

2.4.4. Proses Manajemen Resiko

Proses manajemen risiko merupakan cara sistematis untuk menentukan


konteks yang meliputi konteks strategis, organisasi, manajemen risiko,
pengembangan kriteria dan struktur kebijakan. Melalui konteks yang sudah
ditetapkan, setiap unit bisnis pemilik risiko dapat mengidentifikasi, menganalisa,
mengevaluasi dan mampu mengelola risiko. Dalam setiap tahapan dapat dilakukan
komunikasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan terkait guna
mendapatkan respon. Proses monitoring dan review untuk menilai kembali profil
risiko yang dihadapai Perseroan.

2.5.Klasifikasi Jabatan

Di dalam satu buah toko,memang terdapat beberapa karyawanya,tetapi mereka


semua memiliki posisi atau jabatan yang berbeda-beda.Berikut jabatan atau posisi apa
saja yang ada di alfamart :

1. Crew Store ( Pramuniaga dan Kasir )

7
2. Asisten Chief of Store

3. Chief of Store ( Kepala Tokonya )

Jadi dalam satu toko,kurang lebih terdapat tiga jenis jabatan atau posisi yang
berbeda.Mungkin untuk orang awam mereka sama saja,tetapi dalam susunan kerja
perusahaan,mereka berbeda baik untuk tugasnya dan mungkin gajinya.

2.6.Tugas Masing-Masing Karyawan Alfamart

Tugas dan pekerjaan karyawan alfamart apa saja? apa yang mereka kerjakan? Selain
dari jabatan yang berbeda-beda,ternyata jobdesk mereka juga berbeda antara satu dengan
yang lainya sesuai dengan posisi yang mereka tempati.Berikut job desk dari masing-
masing karyawanya :

1. Crew Store
 Pramuniaga ( biasanya laki-laki ) tugasnya adalah :
a. Mengatur barang-barang yang ada di rak
b. Membersihkan raknya
c. Menyortir barang-barang yang hampir expired
d. Bertanggung jawab atas kebersihan took
e. Mengawasi pembeli ( mencegah pencurian )
f. Melayani pembeli ( menunjukan rak yang ditanyakan,memberikan
keranjang belanja,dll )
g. Membantu kasir jika keteteran ( pembeli over )
h. Memasang banner promosi di depan toko
i. Merawat alat-alat ( genset,mesin makanan,freezer,dll )
j. Merawat kebersihan dan kerapihan gudang belakang took
k. Membongkar barang yang datang dari pusat

Mungkin dari sebuah jabatan yang ada,pramuniagalah yang memiliki


tugas paling banyak.Tetapi itu semua bukanlah masalah jika dalam satu toko
memiliki kerjasama team yang solid dan kompak.Ini mungkin adalah posisi
pertama yang harus dilewati ( untuk lulusan SMA ) jika ingin terus berkarir
dan menjadi karyawan tetap ataukartap di alfamaret.

 Kasir ( biasanya wanita atau perempuan ) tugasnya adalah :


a. Melayani segala mecam jenis pembayaran
b. Menawarkan produk yang sedang dipromosikan
c. Mengecek uang yang masuk ( mencegah uang palsu masuk berangkas )
d. Mencegah minus atau selisih uang saat akhir shift ( jumlah barang
yang terjual harus pas dengan uang yang masuk saat shiftnya )

Tanggung jawab utama kasir tidak jauh-jauh dari uang dan segala hal
yang berhubungan dengan itu.Memang jika dilihat dari segi fisik,tugasnya

8
tidak terlalu capek atau berat,tetapi jika sampai ada " minus " seperti yang saya
katakan,kasirlah yang bertanggung jawab menggantinya dengan uang pribadi.

Tetapi jika anda para wanita ingin menjadi kasirnya,tidak perlu


takut,karena biasanya dalam satu toko itu,kerjasamanya luar biasa.Anda tidak
akan dibiarkan menanggungnya sendiri ( semoga saja anggota yang lain team
worknya bagus yaa,hehe ).

2. Asistent Chief of Store


Kalau dalam bahasa saya,jabatan ini bisa juga dibilang asistenya chief store (
kepala tokonya ).Biasanya jika anda diangkat menjadi karyawan tetap,posisi inilah
yang akan anda emban ( tetapi tidak selalu ).Untuk tugasnya adalah :
1. Menangani laporan dari semua suplier
2. Mengatur uang dalam brangkas
3. Pengganti chief store saat tidak ada ditempat
4. Pengecekan barang datang dari pusat
5. Penaanggung jawab shift yang sedang berlangsung
6. Mengecek dan memastikan semua promosi berjalan
7. Menghitung uang saat pergantian shift
8. Mempersiapkan barang yang akan di return ke pusat

Hampir sama dengan kasir.Posisi ini kerjanya tidak terlalu berat jika dilihat dari
segi fisik,tetapi tanggung jawabnya besar.Biasanya jika dalam sebuah shift ( entah
pagi,atau sore ) terjadi masalah,orang pertama yang dicari supervisor atau meneger
adalah mereka.

3. Chief of Store
Ini merupakan jabatan paling tinggi ( didalam toko bukan seluruh alfamaret ).Ini
adalah posisi jika anda mendapatkan kesempatan naik jabatan dari posisi sebelumnya
( asisten chief ).Tugasnya adalah :
1. Memastikan kerjasama team selalu bagus
2. Sebagai penengah jika ada masalah antar karyawan didalam took
3. Memastikan penjualan toko sesuai target
4. Memastikan tugas karyawan yang lain dijalankan dengan baik
5. Menjaga toko terhindar dari " minus " saat audit
6. Melakukan koordinir dengan orang-orang setempat

Tanggungjawabnya lebih ke arah operasional dan performa toko,jadi ini


mungkin posisi yang bisa dikatakan tidak terlalu capek kerjanya.

2.7.Pembagian Shift di Alfamart

Shift adalah pembagian jam kerja dalam satu hari.Jadi dalam satu hari atau 24 jam
biasanya terdapat 2 atau 3 shift.Saya akan jelaskan :

9
1. Shift 1
Ini adalah istilah yang diberikan untuk mereka yang bertugas pada pagi
hari,mulai jam 07 pagi sampai jam 03 sore.tetapi,jika melewati jam tersebut,belum
tentu itu dihitung lembur karena disini berlaku sistim " loyalitas ".

Mungkin kalau di perusahaan seperti ASTRA,TOYOTA,dll begitu waktu jam


selesai,ya sudah,beres belum beres anda bisa pulang.Beda halnya dengan disini,jika
jam waktunya pulang tapi kerjaan anda belum selesai,biasanya anda tidak
diperkenankan pulang.
2. Shift 2
Ini adalah istilah yang diberikan untuk mereka yang bekerja dari jam 03 sore
sampai jam 11 malam.Ini merupakan kelanjutan dari jam kerja pagi.Saat pergantian
jam kerja seperti inilah terjadi perhitungan uang dimana peran kasir akan sangat
terlihat disini.

Jika semuanya OK,berarti anda semua bisa bertukar tempat sekarang.Yang jam
pagi bisa pulang dan istirahat,yang jam sore mulai pekerjaanya.
3. Shift 3
Ini adalah istilah yang diberikan untuk mereka yang bekerja pada jam 11 malam
sampai jam 07 pagi.Tetapi tidak semua toko mendapatkan jatas shift sampai shift
3.Hanya beberapa toko saja yang memiliki daya jual tinggi yang memperolehnya.

2.8.Pembagian Gaji dan Upah

Mungkin bagian ini yang paling anda ingin tahu.Saya akan jelaskan beberapa hal
disini.Tetapi sebelumnya saya harapkan anda sudah membaca penjelasan saya diawal
karena jika anda langsung membaca bagian ini,anda akkan sedikit kebingungan nantinya.
Pemberian gajinya seperti ini :

 Semua karyawan dan berlaku untuk semua jabatan,gaji pokoknya adalah


SAMA!.Berapa? Sesuai dengan UMR atau UMK daerah anda bekerja
nantinya.Lantas kenapa bisa beda? apa yang membuat upah dari masing-masing
jabatan berbeda?
1. Tunjangan profesi atau jabatanya
2. Perhitungan jam lemburnya
 Semakin tinggi jabatan yang anda peroleh,maka semakin tinggi ppula tunjagan
uangnya,perhitungan lemburnya juga berbeda.Jika untuk crew,dalam lemburan satu
hari dibayar ( kita ibaratkan ) 1000 rupiah,maka untuk jabatan diatasnya bisa 1.500
atau mungkin lebih.

10
2.9. Syarat Pendirian

Alfamart memang merupakan bisnis waralaba/franchise yang ditetapkan oleh


perusahan PT Sumber Alfaria Trijaya. Syarat wajib untuk mendirikan franchise Alfamart
adalah:

1. Memiliki modal besar


Untuk bekerjasama dengan Franchise Alfamart adalah kita harus memilki
modal yang sangat banyak. Modal disini kisaran harga antara 300-350 juta. Modal ini
sudah modal seluruh kebutuhan yang akan kita keluarkan. Harga bisa naik ketika
bertambahnya tahun. Maka dari itu untuk memulai bissnis Alfamart ini kita harus
memilki modal yang ditetapkan, dimana kisaran harga seperti yang dijelaskan diatas.

2. Sudah memiliki tempat untuk mendirikan usaha


Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa dalam mendirikan Alfamart kita
harus sudah memilki tempat diamna kita akan mendirikan Alfamart tersebut. Maka
dari itu kita harus menyiapakan tanah dimana kita akan mendirikan Alfamart tersebut.
Apabila kita telah membeli sebuah tanaha, maka kepemilikan tanah harus miliki kita
sendiri, bukan merupakan tanah yang dibayar secara kredit. Ini dikarenakan supaya
semua beres dan tidak ada tanggungan beban dalam perjalanan usaha, maka kita harus
membayar apa yang kita butuhkan dengan cara dibayar lunas.

3. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)


Sebagai pengusaha yang akan berfaranchise maka syarat utama dan yang
utama adalah merupajkan warga negara Indonesia. Kita tidak ingin yang menguasai
usaha milik Indonesia adlaah warga negara asing. Ini menjadi salah satu nilai plus dari
frenchise alfamart dimana mereka melarang pihak luar Indonesia memiliki saham atau
posisi di dalmnya. Dengan begitu kehadiran alfamart benar-benar untuk memajukan
negara Indonesia tanpa harus ada campur tangan pihak asing.

4. Harus memiliki badan Usaha


Yang mengajukan Franchise alfamart haruslah Badan Usaha yang minimal
sudah berdiri 3 tahun. Tidak semua pihak bebas atau boleh memiliki frenchise
alfamart, namun benar-benar pihak-pihak yang sudah terpilih dan memnuhi kriteria
yang ada salah satunya adalah memiliki badan usaha sendiri. Hal ini dimaksudkan
agar yang memegang frenchise benar—benar berpengalaman sehingga usaha ini bisa
berkembang dengan pesat.

5. Mengikuti persyaratan perijinan


Persyaratatan perijinan ini mengahruskan kita untuk memenuhi surat-surat
atau berkas yang dibutuhkan. Setelah surat perizianan telah dibuat maka perizinana
kita sudah bisa dilakukan. Hal ini diberlakukan membuktikan bahwasannya frenchise
alfamart benar-benar legal dan telah mendapatkan izin dari pemerintah. Ini menjadi

11
syarat mutlak yang harus dijalankan oleh berbagai pihak yang ingin bergabung
dengan frenchise alfamart.

6. Mengikuti system prosedur yang ada


Karena kita adalah seorang pemilki modal, maka sepenuhnya kita harus patuh
terhadap system prosedur dan peraturan yang ditetapkan oelh pemillik usaha, karea
kita melakuakn bisnis yang sudah dirintis oleh pemilik usaha, sehingga kita harus
patuh sepenuhnya. Semua hal pasti memiliki sistem prosedur yang sudah ada. maka
secara otomatis dalam frenchise alfamart ini semua pihak juga harus menjalankan
sistem prosedur yang ada dan yang telah ditetapkan.

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Alfamart Indonesia adalah jaringan minimarket lokal yang memiliki sistem


waralaba. Waralaba Alfamart sendiri, hingga kini jumlahnya sudah mencapai puluhan
ribu gerai di Indonesia. Maka tak heran jika Anda menemukan gerai waralaba Alfamart
yang tersebar pada hampir seluruh penjuru kota. Atas kepercayaan masyarakat terhadap
kualitas layanan yang diberikan oleh Alfamart Indonesia, tahun lalu waralaba Alfamart
pun berhasil memperoleh penghargaan Top Brand Award 2015.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://alfamartku.com/

https://id.wikipedia.org/wiki/Alfamart

http://tipsblogpedia.blogspot.com/2014/03/sejarah-alfamart-pt-sumber-alfaria.html

http://tipsblogpedia.blogspot.com/2014/04/analisa-strategi-pemasaran-alfamart.html

https://www.wartaekonomi.co.id/read170249/mengulik-strategi-pemasaran-digital-
alfamart.html

14