Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BAHASA INDONESIA

TRANSLITERASI

Makalah Ini Bertujuan Untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia

Kelompok XII

Di susun Oleh :

Fikri Nopriansyah 1920103081


Fadhil Abdullah 1930103103
Hidayat Tullah 1930103099

JURUSAN HUKUM PIDANA ISLAM


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, dimana telah diberi kesehatan dan
pemikiran sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan bersama, dan
tak lupa kami junjungkan kepada nabi Muhammad SAW, yang telah mengubah
zaman jahiliyah ke zaman yang terang menderang.

Terimakasih dari kami kepada segenap kawan-kawan dan dosen


pembimbing yang telah membantu dan mengajari dalam memahami belajar
Bahasa Indonesia umumnya dan khususnya memahami materi tentang
TRANSLITERASI.

Kami juga lupa menyadari bahwasanya banyak sekali kesalahan maupun


kekeliruan dalam pembuatan Laporan Ini, oleh karena itu diharapkan Kritik dan
Saran yang membangun untuk dapat menjadikan laporan yang baik lagi.

Hormat Kami

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman

Cover .................................................................................................................... i
Kata Pengantar ......................................................................................................ii
Daftar Isi ...............................................................................................................iii
Daftar Tabel ..........................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan..................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Transliterasi..................................................................................3
2.2. Penyerapan Kata Dalam Transliterasi ............................................................ 4
2.3. Pedoman Transliterasi Arab Indonesia .......................................................... 5
2.3.1. Pedoman transliterasi (alih aksara) ............................................................. 5
1. Syaddah (Tasydid) .................................................................................... 7
2. Ta Marbūtah .............................................................................................. 7
3. Vokal Pendek ........................................................................................... 8
4. Kata Sandang Alif Lam ..........................................................................8
5. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis penulisannya ......8
6. Huruf Kapital ............................................................................................ 9
7. Pemakaian Transliterasi dalam Kalimat Bahasa Indonesia ...................... 9

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 10
3.2 Saran .........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12

iii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1. Perbandingan antara alih aksara dan kata serapan tersebut ..................4
Tabel 2.2. Pedoman alih aksara ............................................................................ 5
Tabel 2.3. Kata alih bunyi ..................................................................................... 6
Tabel 2.4. Ahli Bunyi yang berdasarkan pengucapanya ....................................... 6
Tabel 2.5. Ditulis dengan huruf kapital (Al) atau tidak (al). ................................. 7

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Setiap bahasa memiliki peraturannya masing-masing apalagi dalam hal


penulisannya. Begitupun bahasa Indonesia, tata bahasa Indonesia memiliki
banyak peraturan yang mengatur tata-tata cara penulisan, ejaan, dan lain-lain
untuk penulisan karya tulis. Dan salah satunya akan dibahas dalam makalah ini
yakni transliterasi atau dalam bahasa Indonesia disebut alih aksara. Pengetahuan
akan hal ini seharusnya tidak saja diketahui oleh para mahasiswa yang akan
membuat sebuah karya tulis saja, melainkan oleh para dosen, khususnya dosen
pembingbing dan dosen penguji, agar terjadi saling kontrol dalam penerapannya.

Alih aksara (Transliterasi) huruf Arab ke Latin dalam ejaan bahasa


Indonesia ada yang menyebutkan diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri
Agama dan Menteri P dan K Nomor 158 tahun 1987-Nomor 0543 b/u/1987,
Transliterasi merupakan suatu program penelitian yang pelaksanaannya dimulai
pada tahun 1983/1984 untuk mencapai rumusan yang lebih baik. Transliterasi
dikalangan masyarakat tidak ada pedoman buku yang digunakan sebagai
satu acuan sehingga banyak perbedaan transilterasi sama halnya di perguruan
tinggi tertentupun menggunakan transliterasi sendiri.

1.2 Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah
sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud transliterasi?

2. Bagaimana pedoman transliterasi yang benar?

1
1.3 Tujuan dan Manfaat Makalah

Secara khusus makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok yang
telah disepakati diawal perkuliahan. Adapun manfaat dari pembahasan makalah
ini yang akan kita dapat:

1. Mengetahui tentang transliterasi dalam bahasa Indonesia.

2. Mengetahui transliterasi yang benar.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Transliterasi

Secara bahasa, tranlsiterasi berasal dari bahasa Inggris “transliteration”,


yang artinya, lambang bunyi, fonem atau kata dalam sistem penulisan, atau
lambang yang ditentukan menurut aturan tata bahasa. Dari pengertian ini, dapat
diketahui bahwa transliterasi berhubungan dengan lambang bunyi dan sistem
penulisan.

Dalam kamus besar bahasa indonesia (1999) disebutkan bahwa


mennerjemahkan berarti menyalin atau memindahkan dari suatu bahasa ke bahasa
lain. Kata terjemah sendiri berasal dari bahasa arab yakni, tarjamah yang
mengandung arti menjelaskan dengan bahasa lain atau memindahkan makna dari
satu bahasa ke bahasa lain.

Menurut Jakobson, secara garis besar penerjemah terbagi dalam tiga kategori:

1. Penerjemahan intraligual (intraligual translation), yaitu penerjemah terjadi


dalam bahasa yang sama.

2. Penerjemahan interlingual (interlingual translation), yaitu penerjemahan dari


satu bahasa ke dalam bahasa lainnya.

3. Penerjemahan intersemiotik (intersemiotic translation), yaitu penerjemahan ke


dalam bentuk lain, seperti ke dalam bentuk musik, film, atau lukisan. Dalam
buku ini, penerjemahan yang dimaksud tentu saja adalah penerjemahan
kategori yang kedua.

Alih adalah pindah atau ganti transliterasi dimaksudkan sebagai pengalih


hurufan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Menurut kamus besar Indonesia
Transliterasi atau alih huruf adalah penggantian huruf dari huruf abjad yang satu
ke abjad yang lain (terlepas dari lafal bunyi kata yang sebenarnya).

Jadi transliterasi adalah pengalihan suatu jenis huruf kejenis huruf lainya,
misalkan alih aksara, dari aksara jawa kehuruf latin, dari huruf jawi ke huruf latin,

3
dari aksara arab kehuruf latin. Beberapa penulis menggunakan sumber berbahasa
Inggris berserta alih aksaranya,dalam bahasa Inggris yang sering digunakan
adalah alih aksara Qalam, kadang-kadang perbedaan alih aksara ini dengan alih
aksara kritis Indonesia menimbulkan kesalahpahaman dan kekeliruaan
pembacaan. Contoh alih aksara Qalam (Inggris) , Omar, hadith. Alih aksara kritis
Indonesia, Uts, mar, hadits.

Disimpulkan bahwa transliterasi adalah penulisan atau pengucapan lambang


bunyi bahasa asing yang dapat mewakili bunyi yang sama dalam sistem penulisan
suatu bahasa tertentu. Di Indonesia, transliterasi yang dimaksudkan adalah
transliterasi Arab-Latin, yaitu penyalinan lambang bunyi huruf Arab ke dalam
sistem penulisan huruf latin.

2.2. Penyerapan Kata Dalam Transliterasi

Kata dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia mengalami
penyederhanaan atau perubahan, baik dalam hal penulisan maupun
pengucapannya. Sebagai contoh, huruf ? (qaf) pada Irak, Ya’kub, akhlak, fikih,
kadar, dan kaidah telah diserap menjadi kaf sedangkan pada pada Qur’an dan
Masjidil Aqsa tetap bentuknya dan dialih aksarakan sebagai qaf.

Tabel 2.1. perbandingan antara alih aksara dan kata serapan tersebut.

Alih
Penulis Alih
aksara Peruba Kata dari alih
No an aksara Kata serapan
diplom han aksara kritis
Arab kritis
atik
Assalamu’alaykum,
Assalamualaikum,
‘Ashr, ‘Abdullah,
1. ‫ع‬ ‘a ‘a A Ashar, Abdullah,
‘Abdul Muththalib,
Abdul Muttalib,
‘Aisyah, ‘Amr,
2. ‫ع‬ ‘i ‘i I ‘Isa, ‘Isya’, ‘Idul Isa, Isya, Idul Fitri,

4
Fithri, ‘Idul Adhha, Idul Adha, Irak,
al-‘Iraq, dhu’afa’, duafa, dhaif, adh-
dha’if, adh- Dhaifah
Dha’ifah
‘Umar ibn al-
3. ‫ع‬ ‘u ‘u U Umar bin Khattab,
Khaththab,

2.3. Pedoman Transliterasi Arab Indonesia

Transliterasi berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri


Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 22 Juni 1988 NO:
158/1987 dan 0543b/U/1987.

2.3.1. Pedoman transliterasi (alih aksara)

Tabel 2.2 pedoman alih aksara

Huruf Arab Alih aksara Keterangan


‫ا‬
‫ب‬ Bb
‫ت‬ Tt
‫ث‬ Ṡṡ s dengan satu titik di atas
‫ج‬ Jj
‫ح‬ Ḥḥ h dengan satu titik di bawah
‫خ‬ Kh kh
‫د‬ Dd
‫ذ‬ Żż z dengan satu titik di atas
‫ر‬ Rr
‫ز‬ Zz

5
‫س‬ Ss
‫ش‬ Sy sy
‫ص‬ Ṣṣ s dengan satu titik di bawah
‫ض‬ ḍḌ d dengan satu titik di bawah
‫ط‬ Ṭṭ t dengan satu titik di bawah
‫ظ‬ Ẓẓ z dengan satu titik di bawah

Penulisan kata majemuk dapat dilakukan menurut alih aksara kata perkata
atau alih bunyi.

Tabel 2.3. Kata alih bunyi

Transliterasi Transkripsi
Abd Allah Abdullah, Abdillah, Abdallah
Nashir al-Din Nashiruddin
Sidrat al-Muntaha Sidratul Muntaha
Syu’ab al-Iman Syu’abul Iman

Ditulis berdasarkan alih aksara (transliterasi) atau alih bunyi (transkripsi).


Transliterasi ini mengikuti gaya penulisan dalam bahasa Inggris atau untuk
keperluan pengurutan abjad, sedangkan transkripsi lebih banyak penggunaannya
dalam bahasa Indonesia yang cenderung menuliskan kata sebagaimana
pengucapannya.

Tabel 2.4. Ahli Bunyi yang berdasarkan pengucapanya

Transliterasi Transkripsi
al-Din ad-Din
al-Rahman ar-Rahman
al-Tirmidzi at-Tirmidzi

6
Tabel 2.5. Ditulis dengan huruf kapital (Al) atau tidak (al).

Al Al
Al-Qur’an al-Qur’an
Al-Bukhari al-Bukhari
Al-Albani al-Albani

1. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid dilambangkan dengan menggandakan huruf yang


diberi tanda syaddah tersebut. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku jika huruf yang
menerima tanda syaddah itu terletak setelah kata sandang (partikel) yang diikuti
oleh huruf-huruf syamsiyyah. Misalnya: ‫ الدّفتر‬tidak ad-daftar tetapi al-daftar.

Contoh:

‫متعقدين‬ ditulis muta’aqqidĩn.

‫عدة‬ ditulis ‘iddah.

2. Ta Marbūtah

Ta marbutah diatur dalam tiga kategori:

a. Jika huruf ta marbutah berdiri sendiri, huruf tersebut ditransliterasikan menjadi


/h/. Misalnya :‫ محكمة‬mahkamah

b. Jika huruf ta marbutah diikuti oleh kata sifat (na’at), huruf tersebut
ditransliterasikan menjadi /h/. Misalnya ‫المنورة‬
ّ ‫ المدينة‬al-maidah al-
Munawwarah

c. Jika huruf ta marbutah diikuti oleh kata benda (isim), huruf tersebut
ditransliterasikan menjadi /t/. Misalnya: ‫ روضة االءطفال‬raudat al-atfal

7
3. Vokal Pendek

(fathah) ditulis /a/, contoh ‫ضرب‬ ditulis daraba

(kasrah) ditulis /i/, contoh: ‫علم‬ ditulis fahima

(dhammah) ditulis /u/ contoh: ‫كتب‬ ditulis qutiba

4. Kata Sandang Alif Lām

Kata sandang dalam bahasa arab dilambangkan denga () ditransliterasikan


menjadi /al-/.

a. Bila didukung huruf qomariyah ditulis /al-/

Contoh :

‫القران‬ Ditulis al-qur’ān

‫القياس‬ Ditulis al-qiyās

b. Bila didukung huruf syamsiyyah, ditulis dengan menggandeng


huruf syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf /l-/nya .

Contoh :

‫السماء‬ Ditulis as-samā’

‫الشمس‬ Ditulis Asy-syams

5. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis penulisannya

Setiap kata ditulis terpisah, contoh :

‫ذوي الفروض‬ Ditulis żawĩl al-furūd

‫اهل السنّة‬ Ditulis ahlu as-sunnah

8
6. Huruf Kapital

Dalam bahasa arab tidak dikenal adanya aturan huruf kecil dan kapital.
Aturan huruf kapital dalam transliterasi Arab-Latin mengikuti Pedoman Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD), seperti untuk menulis nama diri, bulan, dan
tahun.penulisan nama diri yang didahului oleh kata sandang (artikel) al-, bukan
kata sandangnya yang menggunakan huruf kapital melainkan huruf awal nama
tersebut.
Seperti al-Ghazali, al- Farabi.

7. Pemakaian Transliterasi dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Penulisan transliterasi dalam bahasa Arab harus menggunakan huruf miring


(italic), hal ini dikarenakan kata bahasa Arab tersebut belum disesuaikan dengan
ejaan dan lafalnya dalam bahasa Indonesia.

9
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, transliterasi diartikan sebagai
penyalinan dengan penggantian huruf abjad satu ke abjad yang lain.
Transliterasi adalah penulisan atau pengucapan lambang bunyi bahasa asing
yang dapat mewakili bunyi yang sama dalam sistem penulisan suatu bahasa
tertentu. Di Indonesia, transliterasi yang dimaksudkan adalah transliterasi Arab-
Latin, yaitu penyalinan lambang bunyi huruf Arab ke dalam sistem penulisan
huruf latin
Pedoman transliterasi Arab-Latin meliputi:
a. Konsonan Tunggal
b. Syaddah (Tasydid)
c. Ta Marbūtah
d. Vokal Pendek
e. Kata Sandang Alif Lām
f. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis penulisannya
g. Huruf Kapital
h. Pemakaian Transliterasi dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Transliterasi adalah pengalihan suatu jenis huruf kejenis huruf lainya
misalkan alih aksara,dari aksara jawa kehuruf latin, dari huruf jawi ke huruf
latin, dari aksara arab kehuruf latin. Beberapa penulis menggunakan
sumber berbahasa Inggris berserta alih aksaranya,dalam bahasa Inggris yang
sering digunakan adalah alih aksara Qalam, kadang-kadang perbedaan alih
aksara ini dengan alih aksara kritis Indonesia menimbulkan kesalah
pahaman dan kekeliruaan pembacaan. Contoh alih aksara Qalam (Inggris) ,
Omar, hadith. Alih aksara kritis Indonesia, Uts, mar, hadits.

10
2. Kata dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia
mengalami penyederhanaan atau perubahan, baik dalam hal penulisan
maupun pengucapannya.
3. Berdasarkan alih aksara (transliterasi) atau alih bunyi (transkripsi).
Transliterasi inimengikuti gaya dalam bahasa atau untuk keperluan
pengurutan abjad.

3.2. Saran
Dari penjelasan yang telah diuraikan diatas, maka hal yang dapat kita ambil
pelajaran adalah menggunakan transliterasi Arab-Latin yang benar sesuai
pedoman yang telah ditentukan. Adapun saran dari kami adalah:
1. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI.
2. Gunakan transliterasi dengan baik, dengan cara kita harus lebih mempelajari
pedoman yang telah ditentukan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Alex dan Ahmad.2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Jakarta:


Kencana)
Gaffar Ruskhan, Abdul.2007. Kompas Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.

http://www.referensimakalah.com/pengertian-transliterasi-menurut-kamus.html
diakses pada selasa 27 november 2019
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_alih_aksara_Arab_ke_Latin,
diakses pada selasa 27 november 2019

Transliterasi”.http://yenimusfiroh.wordpress.com/bahasa-indonesia transliterasi
/#respon diakses pada selasa 27 november 2019

Yeni Musfiroh. 2013. “Bahasa Indonesia Transliterasi (Alih Aksara)”.


Semarang: Gramedia

Zaka Al Farisi,M. 2014. Pedoman Penerjemah Arab Indonesia. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya.

12