Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Hipertensi merupakan masalah besar kesehatan masyarakat. Salah satu

upaya penurunan angka mortalitas dan morbilitas hipertensi adalah dengan cara

patuh minum obat (Kemenkes, 2015). Kepatuhan minum obat merupakan

faktor utama dalam mengontrol tekanan darah. Angka prevalensi kepatuhan

minum obat antihipertensi di dunia hanya 50-70% setiap tahunnya.

Ketidakpatuhan minum obat antihipertensi mengakibatkan 9,4 juta penyakit

kardiovaskuler dan stroke. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab

kematian di dunia (G ulcan Bahc ec io glu Turan, 2018).

Menurut Departemen Kesehatan RI (2017), kejadian hipertensi di

seluruh dunia mencapai lebih dari 1,3 miliyar kasus. Di perkirakan akan

meningkat pada tahun 2025. Menurut hasil rikesdas 2018 hipertensi menempati

urutan ke 9 dari 10 penyakit tidak menular di Indonesia. Angka kejadian

hipertensi mengalami peningkatan sejak 3 tahun terakhir. Pada tahun 2013

tercatat sebanyak 25,8% kejadian hipertensi, pata tahun 2018 tercatat sebanyak

34,1% kejadian hipertensi. Dari data tersebut tercatat sebanyak 13,3%

penderita hipertensi tidak minum obat antihipertensi, sebanyak 32,3% tidak

patuh dalam minum obat antihipertensi (Nanda Galip Putri, 2019). Menurut

data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember melaporkan pada tahun 2019

mencapai 553.104 kunjungan kasus. Kasus hipertensi tertinggi berada di

puskesmas banjarsengon dengan jumlah mencapai 337.963. Kunjungan kasus


baru mencapai 4.963 penderita dan kunjungan kasus lama sejumlah 333

penderita (Dinas Kesehatan Kota Jember 2019).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Banjarsengon

Jember, penderita hipertensi yang patuh minum obat antihipertensi hanya

sekitar 56%. Desa yang angka kepatuhan minum obat antihipertensi relatif

rendah yaitu di desa Baratan, persentase kepatuhan hanya sekitar 46%.

Penderita hipertensi di wilayah ini tidak patuh dalam mengkonsumsi obat

antihipertensi karena sering lupa dan hanya meminum obat saat merasa pusing

ataupun mengetahui tekanan darah tinggi.

Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang tidak bisa

disembuhkan. Pada penderita hipertensi diharuskan untuk minum obat

antihipertensi seumur hidup (selamanya), akan tetapi pada penderita hipertensi

juga bisa menerapkan pola hidup yang sehat, dari olah raga rutin, mengatur

makanan, dan menurunkan berat badan. Pada sebagian besar kasus, menjalani

pola hidup yang sehat tidak cukup membuat tekanan darah terkendali. Maka

dari itu, kebanyakan orang dengan hipertensi masih butuh minum obat

pengendali tekanan darah. Jika hipertensi ini tidak diobati secara rutin dapat

menyebabkan resiko terjadinya kerusakan pada jantung, otak dan ginjal.

(Kemenkes, 2019). Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan

penderita dalam mengkonsumsi obat antihipertensi (Harijanto , 2014).

Kepatuhan penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan sangat diperlukan

agar di dapatkan kualitas hidup penderita hipertensi yang lebih baik.

Obat antihipertensi terbukti dapat mengontrol tekanan darah penderita

hipertensi. Sehingga tingkat keberhasilan pengobatan pasien hipertensi juga


meningkat (Sandra Puspita Ningrum, 2018). Pada penderita yang tidak

terkontrol tekanan darahnya, 50-70% diantaranya dikarenakan memiliki

masalah kepatuhan terhadap minum obat antihipertensi (Hariyanto, 2015).

Ketidakpatuhan pada minum obat antihipertensi juga disebabkan oleh beberapa

faktor seperti pemilihan obat, biaya pengobatan, kurangnya dukungan keluarga

dan kondisi sosio ekonomi (Sarwono, 2017).

Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dari terapi keluarga.

Karena melalui keluarga berbagai masalah-masalah kesehatan itu muncul

dapat diatasi. Rendahnya kesadaran keluarga untuk memeriksakan tekanan

darahnya secara rutin merupakan pemicu peningkatan kekambuhan pada

penderita hipertensi. Sehingga dukungan keluarga merupakan salah satu faktor

yang cukup berarti serta sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan

pasien hipertensi (Sandra Puspita Ningrum, 2018). Keluarga memiliki peran

penting dalam proses pengawasan, pemeliharaan dan pencegahan terjadinya

komplikasi hipertensi (Imran, 2017). Keluarga juga dapat berperan sebagai

motivator terhadap anggota keluarganya yang sakit (penderita), sehingga

mendorong penderita untuk terus berfikir positif terhadap sakitnya dan patuh

terhadap pengobatan yang di anjurkan oleh tenaga kesehatan (Ria Wulandari,

2019).

Melihat fenonema penyakit hipertensi sebagai penyakit tidak menular

tertinggi dan masih banyak penderita hipertensi tidak patuh dalam

mengkonsumsi obat antihipertensi. Maka peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian tentang hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat

antihipertensi di Desa Baratan Kecamatan patrang Kabupaten Jember.


1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan di atas terdapat

masalah atau pertanyaan yaitu “Adakah hubungan dukungan keluarga dengan

kepatuhan minum obat Anti Hipertensi pada penderita hipertensi di Desa

Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember ?”

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum

obat pada pasien hipertensi di Desa Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten

Jember.

1.3.2 Tujuan khusus

a. Mengidentifikasi dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Desa

Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember

b. Mengidentifikasi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa

Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember

c. Menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum

obat pada pasien hipertensi di Desa Baratan Kecamatan Patrang

Kabupaten Jember.

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Manfaat

yang akan diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut :


1.4.1 Bagi penderita

Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan masukan dalam rangka

meningkatkan kepatuhan dalam menjalan pengobatan hipertensi.

1.4.2 Bagi peneliti

Hasil penelitian ini sebagai pengaplikasian untuk disiplin ilmu yang telah

di pelajari, sehingga dapat menambah pengawasan peneliti.

1.4.3 Bagi masyarakat atau keluarga

Menambah informasi bagi masyarakat khususnya keluarga supaya

memberikan dukungan kepada penderita hipertensi agar lebih patuh dalam

menjlakan pengobatan hipertensi.

1.4.4 Bagi institusi

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi institusi

pendidikan dalam mengembangkan program keperawatan terhadap cara

mencegah dan mengobati hipertensi.


1.5. Keaslian Penelitian

Judul Penulis & tahun Metode penelitian Sampel Hasil penelitian


Dukungan keluarga Fitra Yeni, Miftahul Penelitian menggunakan Jumlah sampel Hasil penelitian menunjukan Dukungan
mempengaruhi Husna, uji korelasi Rank 59 responden keluarga mempunyai hubungan sangat
kepatuhan pasien Dachriyanus Spearman kuat dengan kepatuhan dan terdapat
hipertensi Tahun 2016 hubungan searah, Dukungan keluarga
berkontribusi sebesar 61,8% terhadap
kepatuhan di dapatkan nilai (r)=0,786.

Pengaruh dukungan Meyreme Aksoy Penelitian menggunakan Jumlah sampel Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh
sosial pada Tahun 2018 uji korelasi deskriptif 259 responden dukungan sosial dapat meningkatkan
kepatuhan kepatuhan terhadap pengobatan pada
pengobatan pasien pasien hipertensi di dapatkan nilai p-value
hipertensi 0,000 (p<0,05)
Tabel 1.5 Keaslian Penelitian