Anda di halaman 1dari 2

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Percobaan
4. 1. 1. Pemisahan Sampel
Jumlah methanol yang dihasilkan dari proses pemisahan yaitu sebanyak 14 mL.
4. 1. 2. Identifikasi Sampel
No Prosedur Hasil Percobaan Keterangan
2-3 tetes sampel +
Pembanding berwarna
1. H2SO4 pekat Larutan berwarna coklat
hijau kehitaman
+ 4-5 tetes aquadest
2-3 tetes sampel +
Larutan berwarna kuning Pembanding berwarna
2. HNO3 pekat
kuning
+ aquadest Larutan tidak berwarna
2-3 tetes sampel +
Pembanding berwarna
3. Formaldehid + H2SO4 Larutan berwarna coklat
coklat kemerahan
pekat

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, dilakukan percobaan identifikasi zat aktif dalam sediaan
salep eritromisin 2,5%. Pada saat mengidentifikasi, pertama-tama sampel dilarutkan
dalam metanol karena sebagian besar basis salep tidak larut dalam metanol. Setelah salep
dilarutkan dalam metanol kemudian divorteks. Tujuannya adalah untuk memperluas
kontak pelarut dengan zat aktif yang sejenis agar mudah ditarik
dari basis salep. Hal ini dilakukan karena basis salep yang lengket maka zat aktif di
dalam basis sulit untuk dipisahkan. Karena salep tidak akan hancur maka, hal kedua yang
dilakukan apabila basis salep berada di atas permukaan pelarut adalah dengan
memanaskan sampel dan pelarut tersebut di atas penangas air. Tujuannya agar basis salep
melumer atau mencair apabila dipanaskan. Pemanasan diperlukan waktu
yang lama agar basis melumer, oleh karena itu selanjutnya dilakukan pemisahan
(dekantasi) apabila basis tetap padat. Sampel tersebut mengandung bau yang sedikit khas
namun ternyata itu adalah dari pewangi bawaan salep.
Setelah dipanaskan, diambil sampel hasil pemanasan tersebut untuk dilakukan
identifikasi. Sampel di identifikasi dengan menggunakan senyawa H2SO4 pekat, HNO3
pekat, dan formaldehid. Hasil identifikasi seluruhnya adalah positif yang ditunjukkan
dengan perubahan warna yang sama dengan pembanding (eritromisin).

Pemerian :

Eritromisin merupakan antibiotik golongan makrolida. Antibiotika golongan


makrolida mempunyai persamaan yaitu terdapatnya cincin lakton yang besar dalam
rumus molekulnya. Eritromisin dihasilkan oleh suatu strain Streptomyces erythreus. Zat
ini berupa kristal berwarna kekuningan, larut dalam air sebanyak 2 mg/ml. Eritromisin
larut lebih baik dalam metanol atau pelarut organik. Antibiotik ini tidak stabil dalam
suasana asam, kurang stabil pada suhu kamar tetapi cukup stabil pada suhu rendah.
Aktivitas in vitro paling besar dalam suasana alkalis. Larutan netral eritromisin yang
disimpan pada suhu kamar akan menurun potensinya dalam beberapa hari, tetapi bila
disimpan pada suhu 5˚ biasanya tahan sampai beberapa minggu.