Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KULIAH LAPANGAN

KAMPUS ITB JL. GANESHA NO. 10 BANDUNG

MINGGU, 3 MARET 2019

Kelompok Praktikum:

MAHDA NUR NAHJATUN N (10060318016)

ADINDA DEWANI S (10060318018)

SALSABILA SOEDRADJAT (10060318020)

SALMA AZIZAH (10060318023)

Dosen Pembimbing Kulap:


REZA RAIHAN, S.T.

Asisten Pembimbing Kulap:


NABILA DEWI ALYA, S.Farm
FATHAN SAID RAMADHAN

Tanggal Pengumpulan Laporan:


Jumat, 4 April 2019.

LABORATORIUM TERPADU FARMASI - B


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2019
No. Tumbuhan: 91 Deskripsi Morfologi:
Stepanot Jingga
(Pyrostegia venusta) Habitus: Perdu

Batang: sedikit berkayu dengan panjang 2 – 8 m


Klasifikasi:
Kerajaan: Plantae Daun: Majemuk Pinnatus, panjang 4 – 6,5 cm dan
Divisi: lebarnya 3 – 4 cm
Kelas:
Bangsa: Lamiales Bunga/Perbungaan:
Suku: Bignoniaceae
Marga: Pyrostegia Bunganya berupa bunga majemuk, berwarna
Jenis: Pyrostegia venusta orange, dan berbentuk tabung.
Sinonim: Bignonia ignea Vell
Buah & Biji:

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Kandungan senyawa kimia tanaman Farmakologi: 1. Departemen kehutanan. (2002). Pedoman
jalaran api (keluarga Bignoniaceae) Bunganya mempunyai sifat kimiawi dengan rasa Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta:
umumnya adalah Naphthoquinones. manis dan netral yang berfungsi menguatkan Depatermen Kehutanan RI.
Jenis senyawa lapachol, iridoid paru-paru dan menghilangkan batuk. Daunnya 2. Dinata, A. (2005). Tanaman sebagai Pengusir
glucosides, alkaloid, flavon, mempunyai sifat kimiawi pahit, sedikit Nyamuk. Koran Pikiran Rakyat.
triterpen, polifenol, tanin dan astringen, dan netral yang berfungsi sebagai 3. Pramono. (2013). Fenologi Surian (Toona
minyak biji. Pyrostegia C.Presl anti radang dan menyejukkan tenggorok. sinensis) di Beberapa Lokasi Hutan Rakyat
(Bignoniaceae) merupakan salah 4. Suhaendah E.,et al. (2006). Uji Ekstrak Daun
satu genus dari empat spesies yang Suren dan Beauveria bassiana terhadap Mortalitas
seluruhnya berasal dari Amerika Ulat Kantong pada Tanaman Sengon
Selatan. Termasuk spesis Pyrostegia (Paraserianthes falcataria). Jurnal Pemuliaan
venusta (Ker Gawl.) Miers, tanaman Tanaman
hias yang populer di dunia dan Hutan. Yogyakarta: Balai Besar Penelitian
dibudidayakan di seluruh daerah Bioteknologi dan Pemuliaan Hutan Tanaman.
tropis. Tanaman ini berasal dari 5. Zanzibar, M. (2010). Peningkatan Mutu
Cerrado Brasil, yang disebut Cipo- Fisiologis Benih Surian dengan Cara Priming.
desao-joao Jurnal Standardisasi.

No. Tumbuhan: 92 Deskripsi Morfologi:


Kemuning
(Murraya paniculata (L.) Jack) Habitus: Pohon

Batang: Tanaman kemuning memiliki batang


Klasifikasi: keras, beralur, dan berkayu
Kerajaan: Plantae
Divisi: Spermatophyta Daun: Majemuk, anak daun empat sampai tujuh,
Kelas:Magnoliopsida permukaan licin, bentuk corong, ujung dan
Bangsa:Sapindales pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip,
Suku: Rutaceae hijau.
Marga: Murayya
Jenis: Murayya Paniculata Bunga/Perbungaan: Majemuk, bentuk tandan,
Sinonim: kelopak 2-25 mm, benang sari bentuk jarum,
putih, putik satu, mahkota panjang 6-27 mm,
lebar 4-10 mm, putih.
Buah & Biji: Buni, jorong, diameter ± 1 cm, masih
muda hijau selelah tua merah.
Biji: Kecil, lanset, putih. Akar: Tunggang, kuning
keputih-putihan.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Tanaman kemuning pada bagian Farmakologi: 1. Backer, C.A., et al. (1965). Flora of Java,
daunnya mengandung zat cadinene, Spermatophytes only, Volume I, N.V.P. The
menthly anthranilate, bisabolene, p- 1. Tanaman kemuning untuk Netherlands: Noordhoff, Gronigen.
earyophyllene, geraniol, carene-3, menyembuhkan sakit radang saluran 2. Gupta et al. (2006). The Role of Free Radicals and
eugenol, citronellol, methyl- napas (bronkhitis). Antioxidant in Reproduction. Lippincott Wiliams &
salicylate, s-guaiazulene, osthole, 2. Tanaman kemuning berguna untuk Wilkins.
mengobati radang buah zakar
paniculatin, tanin. Pada bagian kulit 3. IPTEK. (2017). Balai Jaringan Informasi dan
(orchitis).
batang tanaman kemuning 3. Tanaman kemuning digunakan Komunikasi.
mengandung mexotioin dan 5-7- sebagai obat infeksi saluran kencing. 4. Livia Syafnir, et al. (2011). Botani Farmasi.
dimethoxy-8-2-3-dihydroxyisopentyl 4. Tanaman kemuning berkhasiat untuk Bandung: Universitas Islam Bandung.
coumarin. Pada bagaian bunga mengobati penyakit kencing nanah. 5. Pramata, N. (2015). Kamboja (Plumeria
tanaman kemuning mengandung 5. Tanaman kemuning bermanfaat untuk acuminata). Jurnal Kreatifitas.
scopeletin, sedangkan pada bagaian obat keputihan dan haid tidak teratur. 6. Susanto. (2010). Hindari Hipertensi, Konsumsi
buah tanaman kemuning 6. Tanaman kemuning sebagai obat sakit Garam 1 Sendok per Hari. Jakarta: Gramedia.
mengandung semi-ec-carotenone. gigi. 7. Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J. R. (1991).
7. Tanaman kemuning untuk mengobati Inventaris Tanaman Obat Indonesia I. Jakarta:
8. Tanaman kemuning berguna untuk Departemen Kesehatan RI.
menurunkan lemak yang berlebihan 8. Tampubolon, A.S. (1967). Obat Asli Indonesia.
atau obat pelangsing tubuh. Jakarta: Dian Rakjat.
9. Tanaman kemuning digunakan untuk
nyeri tukak (ulkus).
10. Tanaman kemuning untuk obat memar
akibat berbenturan dan luka terbuka
pada kulit.
11. Tanaman kemuning berkhasiat
sebagai rematik.
12. Tanaman kemuning bermanfaat
sebagai obat keseleo.
13. Tanaman kemuning sebagai obat
penyakit digigit serangga dan ular.
14. Tanaman kemuning digunakan untuk
mengobati penyakit eksim, bisul, dan
koreng.

No. Tumbuhan: 93 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Amargo
(Quassia amara L) Habitus:Perdu

Klasifikasi: Batang: Batang tanaman amargo ini tegak


Kerajaan:Plantae percabangan banyak
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida Daun: daun yang ukurannya agak panjang dengan
Bangsa:Sapindales cabang daun ada tiga sampai lima berwarna hijau
Suku:Simaroubaceae dengan bunga berwarna merah
Marga:Quassia
Jenis:Quassia amara Bunga/Perbungaan: Bunga tanaman amargo ini
Sinonim: majemuk muncul pada ujung percabangan,
memiliki ukuran sekitar 20-30 cm. Bunga tanaman
amargo berwarna keunguan.
Buah & Biji: Buah tanaman amargo bentuknya
bulat berwarna putih kecokelatan. Biji tanaman
amargo bentuknya membulat dengan warna
putih.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Tanaman amargo mengandung Farmakologi: 1. Astawan, M. (2008). Sehat dengan Hidangan
senyawa beta-carbolines, beta- Hewani. Jakarta: Penebar Swadaya.
sitostenon, beta-sitosterol, 1. Tanaman amargo untuk mengobati 2. Kira. (2017). Bayam dan Manfaatnya. Artikel
dehydroquassins, asam galat, asam sakit perut. kreasi.
gentisic, hydroxyquassins, isoparain, 2. Tanaman amargo sebagai obat 3. Lestari, et al. (2008). Galeria Tanaman Hias
isoparaines, isoquassins, asam malat, penyakit gangguan usus. Lanskap. Jakarta: Penebar Swadaya.
3. Tanaman amargo bermanfaat untuk
methylcanthins, methoxycanthins, 4. Lingga, L. (2010). Cerdas Memilih Sayuran.
menyembuhkan sakit demam
methoxycantins, nigakilactone A, 4. Tanaman amargo berkhasiat sebagai Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
neo quassins, atau-neoquassin, obat sakit malaria. 5. Mutiah, S. (2014). Laman 2.
parain, paraines, quassialactol, 5. Tanaman amargo sebagai obat 6. Rachma, N. (2014). Katalog Bayam Merah.
quassimarin, quassins, quassinol, antibakteri dan antijamur. Yayasan KEHATI.
quassol, dan D. simalikalactone. 6. Tanaman amargo digunakan sebagai
obat penenang.
7. Tanaman amargo bermanfaat sebagai
obat analgesik (pereda nyeri),
antipiretik (penurun panas),
danantiinflamasi (anti radang).
8. Tanaman amargo berguna untuk obat
asam lambung.

No. Tumbuhan: 94 Deskripsi Morfologi:


Lobi-lobi
(Flacourtia inermis) Habitus: Pohon

Batang:berkayu ketinggian 3 m hingga 10 m


Klasifikasi:
Kerajaan:Plantae Daun: Daun tunggal, duduk berseling, dan
Divisi:Magnoliphyta bertangkai pendek. Helaian daun bentuknya
Kelas:Magnoliopsida lonjong, panjang 8-20 cm, lebar 3-15 cm.
Bangsa:Malpighiales
Suku:Salicaceae Bunga/Perbungaan: bunga berwarna putih
Marga:Flacourtia inermis berkelopak 5
Jenis: Flacourtia inermis
Sinonim: Buah & Biji: Buah buni, bulat, berbiji banyak,
diameter 1-3 cm. Kulit buah lunak, permukaan
licin. Buah muda berwarna hijau kekuningan, bila
sudah masak kulit buah berwarna merah tua
hingga ungu kehitaman

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Buah tome-tome merah memiliki Farmakologi: 1. Gunamawan, Didik. (2004). Ilmu Obat Alam.
kadar air sebesar 82,55%, kadar Lobi-lobi dianggap sebagai buah minor, buah Bogor: Penebar Swadaya.
lemak sebesar 5,6%, dan kandungan yang dianggap tidak bernilai ekonomis, dan 2. Juni, Prianto. (2001). Atlas Parasitologi
vitamin C sebesar 148 mg/100 g. Hal cenderung diabaikan. Pemanfaatannya selama Kedokteran. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
ini menunjukkan tome-tome merah ini sebatas pada kayunya untuk bahan Utama.
sangat potensial dikembangkan bangunan, terutama di wilayah Maluku. Namun, 3. Redaksi Agro Media. (2008). Buku Pintar
sebagai pangan lokal sumber vitamin lobi-lobi ternyata mengandung khasiat obat. Tanaman Obat. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
C. Situs tropical.thefrens.info menyebutkan buah 4. Saraswati, Rasti. (2007). Metode Analisis Biologi
Mengingat buah tome-tome lobi-lobi kaya akan asam dihidroksibenzoat yang Tanah. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian dan
mengandung komponen vitamin C memiliki khasiat agen antimikroba. Pengembangan Sumber Daya lahan Pertanian.
yang tinggi, disarankan dilakukan Di dalam buku yang disusun Sidik 5. Sylvia T. Pratiwi. (2008). Mikrobiologi Farmasi.
penelitian mengenai kandungan Raharjo, Rangkuman Fungsi dan Khasiat Jakarta: Erlangga.
antioksidan dan potensi bioaktif Tanaman Obat yang diterbitkan Merapi Farma
yang terkandung dalam buah tome- Herbal, daun, buah, dan akar lobi-lobi memiliki
tome, sehingga dapat dikembangkan khasiat sebagai obat antidiare dan obat untuk
menjadi pangan fungsional. nyeri haid.

No. Tumbuhan: 95 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Cabai
(Capsicum annum) Habitus: perdu tegak, tinggi 1-2,5 m,

Batang: batang berkayu


Klasifikasi:
Kerajaan:Plantae Daun: Daun tunggal, bertangkai silindris
Divisi:Spermatophyta (panjangnya 0,5-2,5 cm), letak tersebar
Kelas:Magnoliopsida
Bangsa:Solanales Bunga/Perbungaan: Diameter bunga antara 5 —
Suku:Solanaceae 20 mm. Bunga tanaman cabai merupakan bunga
Marga:Capsicum sempuma, artinya dalam satu tanaman terdapat
Jenis:Capsicum annum bunga jantan dan bunga betina.
Sinonim:
Buah & Biji: Buah cabai merupakan bagian
tanaman cabai yang paling banyak dikenal dan
memiliki banyak varias
Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:
Secara umum cabe memiliki banyak Farmakologi: 1. Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan
kandungan gizi dan vitamin. Buah berkhasiat stimulan, meningkatkan nafsu Kimia Makanan Ternak. (2006). Bandung: Fakultas
Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, makan (stomakik), peluruh keringat (diaforetik), Peternakan Universitas Padjajaran.
Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 perangsang kulit, dan sebagai obat gosok. cabai 2. Redaksi Agro Media. (2008). Buku Pintar
dan Vitamin C. Buahnya mengandung antioksidan yang berfungsi untuk Tanaman Obat. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
mengandung kapsaisin, karotenoid, menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. 3. Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J. R. (1991).
alkaloid asiri, resin, minyak kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada Inventaris Tanaman Obat Indonesia I. Jakarta:
menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap Departemen Kesehatan RI
memberikan rasa pedas pada cabai, orang, namun harus di konsumsi secukupnya 4. Tijtrosoepomo, Gembong. (1996). Taksonomi
berkhasiat untuk melancarkan aliran untuk menghindari nyeri lambung. Cabai juga Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: UGM.
darah serta pemati rasa kulit. mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang 5. Tijtrosoepomo, Gembong. (2009). Morfologi
Biji mengandung solanine, berperan sebagai zat anti kanker. Tumbuhan. Yogyakarta: UGM.
solamidine, solamargine, solasodine,
solasomine dan steroid saponin
(kapsisidin) sebagai antibiotik.

No. Tumbuhan: 96 Deskripsi Morfologi:


Nona Makan Sirih
(Clerodendrum speciosum) Habitus: liana

Batang: Tanaman ini mempunyai ranting muda


Klasifikasi: yang bentuknya persegi empat
Kerajaan:Plantae
Divisi:Spermatophyta Daun: dengan daun oval sampai memanjang 8-17
Kelas:Magnoliopsida cm
Bangsa:Lamiales
Suku:Verbenaceae Bunga/Perbungaan: Bunganya tersusun sebagai
Marga:Clerodendrum cymosa, dengan 8-20 kuntum; kelopak bunga
Jenis: Clerodendrum specosum berwarna putih atau ungu pucat, mahkota bunga
Sinonim: berwarna merah, panjang 2 cm

Buah & Biji: Buah bulat warnanya hijau dengan 2-


4 biji, bila masak warnanya coklat hitam.
Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji, stek
atau pemecahan akar

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Farmakologi:
1. Ekstrak etanol daun nona makan Selain digunakan sebagai tanaman hias yang 1. Departemen kehutanan. (2002). Pedoman
sirih positif mengandung flavonoid, dapat memberikan kepuasan psikologis, rasa Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta:
fenolik, tanin, dan steroid nyaman dan senang, ternyata si “Nona Makan Depatermen Kehutanan RI.
2. Parameter spesifik daun nona Sirih” ini pun memiliki fungsi sebagai tanaman 2. Redaksi Agro Media. (2008). Buku Pintar
makan sirih meliputi kadar sari larut obat. Penyakit yang dapat diobati dengan Tanaman Obat. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
air sebesar 12,66%, kadar sari larut menggunakan tanaman ini adalah radang 3. Rosanti, Dewi. (2013). Morfologi Tumbuhan.
etanol 96% sebesar 6% dan kadar selaput gendang telinga yang biasanya Jakarta: Erlangga.
sari larut etanol 70% sebesar 2,68%. menyerang anak-anak. 4. Tjitrosoepomo, Gembong. (1995). Morfologi
3. Parameter non spesifik ekstrak Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
etanol daun nona makan sirih 5. Tjitrosomo, Siti Sutarmi dkk. (1983). Botani
meliputi bobot Umum I. Bandung: Angkasa.
.jenis sebesar 1,016 susut
pengeringan sebesar 23,332%,
cemaran bakteri sebesar 2,6 × 104
koloni/g, dan cemaran kapang
sebesar 3,8 × 103 koloni/g.

No. Tumbuhan: 97 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Landep
(Barleria prioritis L.) Habitus: Tanaman landep ini termasuk tanaman
perdu dengan tinggi 1,5 – 2 m

Klasifikasi: Batang: memiliki batang yang berkayu dengan


Kerajaan:Plantae bentuk segi empat
Divisi:Spermatophyta
Kelas: Daun: Daun tanaman landep ini tunggal, daun
Bangsa:Solanales muda tanaman landep ini berambut, letaknya
Suku:Achantaceae saling berhadapan, dengan panjang tangkai daun
Marga:Barleria dari 4 sampai 8 mm
Jenis:Barleria prioritis
Sinonim: Bunga/Perbungaan: Tanaman landep ini bunganya
tunggal, berbentuk simetris dengan dua sisi pada
ketiak daun.
Buah & Biji: Buah tanaman landep berbentuk
kotak, bulat telur, pipih, dengan ujung buah agak
lancip, bertekstur keras, terbagi dua dan berwarna
hijau. Biji tanaman landep berbentuk bulat telur,
pipih, mengilap seperti beludu, berwarna cokelat

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Tanaman landep Farmakologi: 1. Departemen kehutanan. (2002). Pedoman
mengandung saponin, flavonoida, 1. Tanaman landep untuk mengobati sakit Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta:
polifenol, tanin, garam kalium, dan rematik. Depatermen Kehutanan RI.
silikat. 2. Tanaman landep sebagai obat sakit 2. Lestari, Ana. (2010). Pemanfaatan Daun
pinggang. Kacapiring. Jakarta: Gramedia.
3. Tanaman landep berkhasiat untuk 3. Nurachman, Zeily. (2003). Flavonoid, Saponin
menyembuhkan sakit demam dan Terpenoid Untuk Antitumor. Yogyakarta:
4. Tanaman landep digunakan untuk UGM.
mengurangi kadar gula atau diabetes. 4. Suharsini, Arikunto. (1998). Prosedur Penelitian.
5. Tanaman landep bermanfaat untuk Jakarta: Rineka Cipta.
antioksidan. 5. Tjitrosomo, Siti Sutarmi dkk. (1983). Botani
6. Tanaman landep berguna untuk Umum I. Bandung: Angkasa.
mengobati penyakit cacingan.
7. Tanaman landep sebagai antimikroba,
diuretik.
No. Tumbuhan: 98 Deskripsi Morfologi:
Daun Sirih
(Piper betle) Habitus: herba

Klasifikasi: Batang: Batang sirih berwarna coklat


Kerajaan: Plantae kehijauan,berbentuk bulat, beruas
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida Daun: Daunnya yang tunggal berbentuk jantung,
Bangsa:Piperales berujung runcing, tumbuh berselang-seling,
Suku:Piperaceae bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap
Marga:Piper bila diremas
Jenis:Piper betle
Sinonim: Bunga/Perbungaan: Bunganya majemuk
berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1
mm berbentuk bulat panjang.

Buah & Biji: Buahnya buah buni berbentuk bulat


berwarna hijau keabu-abuan.
Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:
Minyak atsiri dari daun sirih Farmakologi: 1.Arief, H. (2008). Tumbuhan Obat dan
mengandung minyak terbang Sirih dipercaya dapat digunakan untuk Khasiatnya. Jakarta: Swadaya.
(betIephenol), seskuiterpen, mengobati: 2.Kunandar. (2013). Penelitian Autentik. Jakarta:
pati, diatase, gula dan zat samak 1. Batuk Raja Grafindo Persada.
dan kavikol yang memiliki daya
2. Sariawan 3.Lay, B.W. (1994). Mikrobiologi. Jakarta:
mematikan kuman, antioksidasi
dan fungisida, anti jamur. Sirih 3. Bronchitis Rajawali.
berkhasiat menghilangkan bau 4. Jerawat 4.Ndebia, E.J, dkk. (2007). Analgesic and anti-
badan yang ditimbulkan bakteri dan 5. Keputihan inflammatory properties of aqueous extract from
cendawan. 6. Sakit gigi karena berlubang the leaves of Solanum torvum. Afrika: Fruit Coat
7. Demam berdarah Int J Biol Chem.
8. Bau mulut 5.Tjay, dkk. (2002). Obat-obat Penting, Khasiat
9. Haid tidak teratur Penggunaannya, dan Efek Sampingnya. Jakarta:
10. Asma Gramedia
11. Radang tenggorokan (daun dan
minyaknya)
12. Gusi bengkak (getahnya)
13. Membersihkan Mata
14. Bau ketiak
15. Bau Mulut
No. Tumbuhan: 99 Deskripsi Morfologi:
Tanaman Cabean
(Piper sarmentosum) Habitus: Herba

Klasifikasi: Batang: batang halus berukuran 2,5-5 cm panjang,


Kerajaan:Plantae cabang-cabang panjang menjalar, tinggi 0,3-0,8 m,
Divisi:Spermatophyta dioecious
Kelas:Magnoliopsida
Bangsa:Piperales Daun: Daun biasa berselang-seling, lembut bentuk
Suku:Piperaceae jantung. Ukuran daun 5-10 cm, lebar 7-15 cm,
Marga:Piper hijau
Jenis:Piper sarmentosun
Sinonim: Bunga/Perbungaan: majemuk

Buah & Biji: Buah berry, berbentuk bujur, 1,5 cm x


1 cm dan, manis

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Eugenol; Metil eugenol; Farmakologi: 1.Arham, Z.U,dkk. (2004). Evaluasi Mutu Markisa.
Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Bogor: IPB.
Kalribetol; Sineol; Estragol; Antiseptik 2.Barus, A. (2008). Agroekoteknologi Tanaman
Karoten; Tiamin; Riboflavin; Menurut penelitian, daun sirih mengandung zat Buah-Buahan. Medan: USU.
Asam nikotinat; Vitamin C; antibiotic, yang dalam dunia kedokteran sangat 3.Rukmana, R. (2007). Usaha Tani Markisa.
Tanin; Gula; Pati; Asam amino efektif untuk melawan infeksi dan menutup Yogyakarta: Kanisius.
luka. 4.Surianta. (2011). Sifat Fisik dan Daya Simpan
Buah Markisa. Bogor: IPB.
5.Verheij, E. (1997). Buah-Buahan yang Dapat
Dimakan. Jakarta: Gramedia Utama
No. Tumbuhan: 100 Deskripsi Morfologi:
Kapulaga
(Amomum cardamomum) Habitus: Tumbuhan berupa herba tahunan,
tingginya dapat mencapai 1 – 5 mete

Klasifikasi: Batang: Semu, bulat, membentuk anakan, hijau.


Kerajaan:Plantae
Divisi:Spermatophyta Daun: Daun tunggal, tersebar, berwarna hijau tua.
Kelas:Liliopsida
Bangsa:Zingiberales Bunga/Perbungaan: Perbungaan berupa bulir
Suku:Zingiberaceae (bongkol) yang kecil terletak di ujung batang,
Marga:Amomum berwarna putih atau putih kekuningan.
Jenis: Amomum cardamomum
Sinonim: Buah & Biji: Buahnya berupa buah kotak,
terdapat, dalam tandan kecil-kecil dan pendek.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Buahnya mengandung minyak atsiri Farmakologi: 1. Aththorick, T.A. (2006) Taksonomi
yang terutama mengandung sineol, Semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan Tumbuhan. Medan: Departemen Biologi
terpineol, dan borneol. Kadar sineol mulai dari batang, buah, FMIPA USU.
dalam buah lebih kurang 12%. Di hingga rimpang. Buah Amomum 2. Cronquist, A. (1981). An Integrated System
samping itu buah kapulaga banyak cardamomum berkhasiat sebagai obat batuk of Classification of Flowering Plant. New
mengandung saponin, dan obat perut kembung. York: Columbia University Press.
flavonoida, senyawa-senyawa 1. Obat batuk 3. Subrahmanyam, N.S. (2002). Laboratoty
polifenol, mangan, pati, gula, lemak, 2. Batuk pada anak-anak Manual of Plant Taxonomy. New Delhi:
protein, dan silikat. 3. Perut kembung Universitas of Delhi.
Biji mengandung 3 – 7% minyak atsiri 4. Mual 4. Tjitrosoepomo, G. (2007). Morfologi
yang terdiri atas terpineol, 5. Radang tenggorok Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada
terpinil asetat, sineol, alfa borneol, 6. Bau mulut University Press.
dan beta kamfer. Di samping itu biji 7. Perut mulas karena kedinginan 5. Van S,C.G.G.J. (2003). Flora. Jakarta: PT.
juga mengandung minyak lemak, Pradnya Paramita.
protein, kalsium oksalat, dan asam
kersik. Dengan penyulingan dari biji
diperoleh minyak atsiri yang
disebut Oleum Cardamomi yang
digunakan sebagai stimulans dan
pemberi aroma.
.

No. Tumbuhan: 101 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Patah Tulang
(Euphorbia Tirucalli) Habitus: Tanaman patah tulang termasuk jenis
tanaman semak perdu yang tumbuh tegak.
Klasifikasi:
Kerajaan:Plantae Batang: berkayu
Divisi:Streptophyta
Kelas:Magnoliopsida Daun: Tanaman patah tulang daunnya berbentuk
Bangsa:Malpighiales lanset, dengan ukuran panjangn 7-22 mm, dan
Suku:Euphorpiaceae mudah rontok.
Marga:Euphorbia
Jenis:Euphorbia tirucalli Bunga/Perbungaan: Bunga tanaman patah tulang
Sinonim: uniseksual, tersusun dalam mangkuk, berwarna
kuning kehijauan, dan bunganya muncul dari
ujung ranting.
Buah & Biji: Tanaman iler diperbanyak secara
generatif dengan biji dan secara vegetatif dengan
cara stek batang.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Farmakologi: 1.Bhandari, M.R. (2005). Bitterness and Toxicity In
Kandungan dalam tanaman patah 1. Manfaat tanaman daun patah tulang Wild Yam (Dioscorea spp.). Nepal: Plant Foods
tulang ini adalah glikosid, menyembuhkan diuretik (peluruh air Hum.
sapogenin, terpenoid.Kandungan seni). 2.Flach, M. dkk. (1996). Plant Resources of South-
getah tanaman patah tulang
2. Tanaman patah tulang dapat East Asia. Bogor: Prosea.
ialah senyawa euforbon,
taraksasterol, α-laktuserol, eufol, menyembuhkan penyakit sakit gigi. 3.IPGRI/IITA. (1997). Descriptor for Yam
senyawa damar yang 3. Pohon patah tulang dan (Dioscorea spp.). Italy: International Plant Generic
menyebabkan rasa tajam ataupun khasiatnya batang atau kulitnya dapat Resources Institute.
kerusakan pada lendir, kautschuk dipergunakan untuk menyembuhkan 4.Purmono, B.S. (2012). Studi Etnobotani
(zat karet), dan zat pahit. patah tulang. Dioscorea spp (Dioscoreaceae). Yogyakarta: J
4. Khasiat getah tanaman patah tulang Natur Indonesia.
mengeluarkan bisa ular. 5.Solikin. (2009). Dioscorea Sebagai Bahan
5. Manfaat getah tanaman patah tulang Pangan. Bali: UNUD.
membuat insektisida, dan mengusir
nyamuk
6. kegunaan tanaman obat patah tulang
7. Pohon patah tulang untuk mengobati
penyakit kulit seperti kutil.
8. pohon patah tulang obat kanker

No. Tumbuhan: 102 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Iler
(Plectranthus scutellarioides) Habitus: termasuk tumbuhan semak, herba tegak
dan merayap
Klasifikasi:
Kerajaan:Plantae Batang: tinggi batang pohonnya berkisar 30 cm
Divisi:Spermatophyta sampai 150 cm
Kelas:Magnoliopsida
Bangsa:Lamiales Daun: Daunnya berbetuk hati dan pada setiap
Suku:Lumiaceae tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-
Marga: Plectranthus lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh
Jenis: Plectranthus scutellarioides tangkai daun
Sinonim:
Bunga/Perbungaan: Bunganya muncul pada pucuk
tangkai batang berbentuk untaian bersusun.

Buah & biji : Walaupun tumbuhan ini memiliki


buah dan biji, untuk membudidayakannya lebih
baik dan lebih mudah dengan stek pucuk.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Dari segi khasiat, daun iler Farmakologi: 1. Departemen kehutanan. (2002). Pedoman
mempunyai komposisi kandungan Untuk obat ambeien, Sebagai obat diabetes Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta:
senyawa kimia yang bermanfaat, mellitus, Sebagai obat sakit perut, Sebagai obat Depatermen Kehutanan RI.
antara lain alkaloid, etil salisitas, bisul, Untuk mengobati penyakit abses, 2. Dinata, A. (2005). Tanaman sebagai Pengusir
metil eugenol, eugenol, timol, Mengobati luka borok, Untuk mengatasi Nyamuk. Koran Pikiran Rakyat.
karvakrol dan mineral. masalah datang bulan terlambat. 3. Pramono. (2013). Fenologi Surian (Toona
sinensis) di Beberapa Lokasi Hutan Rakyat
4. Suhaendah E.,et al. (2006). Uji Ekstrak Daun
Suren dan Beauveria bassiana terhadap Mortalitas
Ulat Kantong pada Tanaman Sengon
(Paraserianthes falcataria). Jurnal Pemuliaan
Tanaman
Hutan. Yogyakarta: Balai Besar Penelitian
Bioteknologi dan Pemuliaan Hutan Tanaman.
5. Zanzibar, M. (2010). Peningkatan Mutu
Fisiologis Benih Surian dengan Cara Priming.
Jurnal Standardisasi.

No. Tumbuhan: 103 Deskripsi Morfologi:


Tanaman Adas
(Foeniculum vulgare P.Mill) Habitus: Bentuk tanaman adas ini merumpun.

Batang: Batang tanaman adas ini dalam satu


Klasifikasi: rumpun tanaman adas biasanya mempunyai 3 – 5
Kerajaan:Plantae buah batang
Divisi:Magnoliphyta
Kelas:Magnoliopsida Daun: Daun tanaman adas ini letak daunnya
Bangsa:Apiales berseling dan majemuk
Suku:Apiaceae
Marga: Foeniculum Bunga/Perbungaan: Bunga tanaman adas ini
Jenis: Foeniculum vulgare memiliki bunga yang berbentuk seperti payung
Sinonim: majemuk dengan diameter 5 cm sampai dengan
15 cm

Buah & Biji: Buah tanaman adas berbentuk biji


kering yang mempunyai panjang 4 sampai 9 mm,
lebar biji 3 samapai 4 mm, jika masih berumur
muda buah tanaman adas mempunyai warna biru
kemudian akan berwarna coklat ketika biji
berumur tua. Bentuk biji tanaman adas lonjong
serta memiliki bau yang kuat dan manis.

Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:


Kandungan kimia tanaman adas Farmakologi: 1. Backer, C.A., et al. (1965). Flora of Java,
adalah 50-60% anetol, minyak asiri 1. Menyejukkan saluran cerna Spermatophytes only, Volume I, N.V.P. The
(Oleum Foeniculi) 1-6%, 20% 2. Perangsang napsu makan Netherlands: Noordhoff, Gronigen.
fenkon, felandren, metilchavikol, 3. Mengobati mulas (sakit perut), 2. Gupta et al. (2006). The Role of Free Radicals
pinen, limonen, dipenten,
kembung, mual, muntah dan diare and Antioxidant in Reproduction. Lippincott
anisaldehid, asam anisat, dan 12%
minyak lemak. Akar dan biji 4. Meningkatkan penglihatan Wiliams & Wilkins.
tanaman adas mengandung 5. Sakit Kuning dan sakit yang beranjak 3. IPTEK. (2017). Balai Jaringan Informasi dan
stigmasterin (serposterin). menjadi penyaki lever atau hati Komunikasi.
6. Tanaman adas untuk memperbesar 4. Livia Syafnir, et al. (2011). Botani Farmasi.
payudara Bandung: Universitas Islam Bandung.
7. Melancarkan ASI 5. Pramata, N. (2015). Kamboja (Plumeria
8. Diuretik (pelancar air seni) acuminata). Jurnal Kreatifitas.
9. Memacu pengeluaran keringat 6. Susanto. (2010). Hindari Hipertensi, Konsumsi
10. Obat batuk Garam 1 Sendok per Hari. Jakarta: Gramedia.
11. Mengobati ambeien 7. Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J. R. (1991).
12. Obat sesak napas Inventaris Tanaman Obat Indonesia I. Jakarta:
13. Mengobati batu ginjal dan mengurangi Departemen Kesehatan RI.
rasa sakitnya akibat kencing batu. 8. Tampubolon, A.S. (1967). Obat Asli Indonesia.
14. Mengobati rematik Jakarta: Dian Rakjat.
15. Mengobati susah tidur (insomnia)
16. Sariawan
17. Mengobatu batu empedu
18. Menghilangakan bau mulutObat
menstruasi atau haid

No. Tumbuhan: 104 Deskripsi Morfologi:


Kembang atau bunga telang
(Clitoria ternatea) Habitus: melata atau tak beraturan dengan
rimpang berkayu

Klasifikasi: Batang:berkayu
Kerajaan:Plantae
Divisi:Spermatophyta Daun: menyirip dengan 5-7 helai, berbentuk
Kelas:Magnoliopsida menjorong, lonjong, lonjong-melanset
Bangsa:Fabales
Suku:Fabaceae Bunga/Perbungaan: bunga tunggal berwarna
Marga: Clitoria putih atau putih kehijauan seringkali dengan
Jenis: Clitoria ternatea pinggiran biru atau seluruhnya biru
Sinonim: Buah & Biji: berjumlah 8-10, menjorong, lonjong
atau lonjong-mengginjal, berwarna hijau zaitun,
coklat muda atau coklat kemerahan tua dengan
loreng gelap atau hampir gelap.
Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai Farmakologi: 1. Astawan, M. (2008). Sehat dengan Hidangan
kandungan kimia yang sudah Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat Hewani. Jakarta: Penebar Swadaya.
diketahui, yaitu: Saponin, flavonoid, pengalaman secara turun-temurun dari 2. Kira. (2017). Bayam dan Manfaatnya. Artikel
alkaloid, ca-oksalat dan sulfur berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat kreasi.
menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai 3. Lestari, et al. (2008). Galeria Tanaman Hias
berikut : Lanskap. Jakarta: Penebar Swadaya.
1. Abses, bisul. 4. Lingga, L. (2010). Cerdas Memilih Sayuran.
2. Radang mata merah Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
3. Busung perut 5. Mutiah, S. (2014). Laman 2.
4. Sakit telinga 6. Rachma, N. (2014). Katalog Bayam Merah.
5. Menghilangkan dahak pada bronkhitis Yayasan KEHATI.
kronis
6. Demam
7. Iritasi kandung kemih dan saluran
kencing.

No. Tumbuhan: 105 Deskripsi Morfologi:


Lavender
(Lavandula angustifolia) Habitus: Bunga Lavender merupakan tumbuhan
semak pendek
Klasifikasi:
Kerajaan:Plantae Batang: batangnya bunga lavender ini berongga
Divisi:Tracheophyta pada bagian batang bawah, bercabang , tegak,
Kelas:Magnoliopsida dan bertunas
Bangsa:Lamiales
Suku:Lamiaceae Daun: bagian daun atas bunga lavender ini
Marga: Lavandula berwarna abu-abu hijau dan keperakan pada
Jenis:Lavandula angustifolia bagian bawah
Sinonim:
Bunga/Perbungaan: berwarna ungu

Buah & Biji: Bunga kecil berwarna ungu kebiruan,


tersusun dari beberapa buah kuntum
Kandungan Kimia: Pemanfaatan/Khasiat Obat/Aktivitas DAFTAR PUSTAKA:
Farmakologi: 1.Dalimartha S. (2009). Atlas Tumbuhan Obat
1. Linalool asetat Indonesia Jilid 1. Jakarta: Trubus Agriwidya
2. Monoterpene Hidrokarbon. 1. insomnia, 2. Hastuti, R.T. (2008). Faktor- faktor Risiko Ulkus
3. Camphene. 2. Alopecia (kerontokan rambut) Diabetika Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal
4. Alokasi-ocimene. 3. Kecemasan, Keperawatan
5. Limonene. 4. Depresi 3. Rahayu, S.E., Handayani, S., (2008),
6. Geraniol. 5. Kelelahan
7. Lavandulol. Keanekaragaman Morfologi dan Anatomi
6. Stres,
8. Nerol. 7. Bau mulut Pandanus (Pandanaceae) di Jawa Barat, Vis Vitalis,
8. Nyeri pasca operasi. 01(2): 29-44.
9. Antibakteri 4.Rohmawati E. (1995). Skrining Kandungan Kimia
10. Antivirus. Daun Pandan serta Isolasi dan Identifikasi
11. Obat penenang ringan Alkaloidnya. Jogjakarta: Fakultas Farmasi,
12. Mengendorkan dan melemaskan Universitas Gajah Mada.
sistem kerja urat-urat syaraf dan otot- 5. Van Steenis. (2008). Flora, Cetakan ke-12.
otot yang tegang Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

DAFTAR PUSTAKA

Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants, The New York Botanical
Garden. Takhtajan, A. (2009). Flowering Plants, Second Edition, Springer Science-Business Media B.V.,
LAMPIRAN

No. Suku Nama Jenis Nama Lokal Bentuk Hidup


1 Fabacaeae Inocarpus fagifer Gayam Pohon

2 Sapindaceae Dimocarpus longan Dukuh Pohon

3 Rutaceae Melicope denhamii Kisampang Pohon

4 Phyllantaceae Antidesma buninus Buni Pohon

5 Asteraceae Ageratum conyzoides Babadotan Herba

6 Moraceae Ficus septica Awar-awar / Kuciat Perdu

7 Anacardiaceae Anacardium occidentale Jambu mete Pohon

8 Commelinaceae Rhoeo discolor Adam hawa Semak

9 Euphorbiaceae Excoecaria cochinchinensis Sambaing darah Perdu

10 Piperaceae Piper aduncum Kiseureuh Liana

11 Urticacea Pilea microphylla Katumpangan air Herba

12 Asteraceae Crassocephalum crepidioides Sintrong Herba

12 Moraceae Ficus lyrata Ketapang badak Pohon

13 Solanaceae Solanum verbascifolium Terong Teter Herba


14 Amaranthaceae Iresine herbstii Jawer hayam Herba

15 Pandanaceae Pandanus tectorius Pandan tikar / Pandan duri Perdu

16 Dioscoreaceae Dioscorea bulbifera Gadung / Gembolo Liana

17 Phytolaccaceae Rivina humilis Darah-darahan Herba menahun

18 Pinaceae Pinus merkusii Pinus Pohon

19 Rubiaceae Morinda citrifolia Mengkudu Pohon / Perdu

20 Moraceae Ficus benjamina Pohon beringin Pohon

21 Euphorbiaceae Homalanthus populneus Kareumbi Semak / Pohon

22 Fabaceae Maniltoa grandiflora Pohon sapu tangan Perdu / Pohon

23 Lauraceae Persea americana Alpukat Pohon

24 Combretaceae Terminalia mantaly Ketapang kencana Pohon

25 Meliaceae Azadirachta indica Nimba Perdu / terna

26 Acanthaceae Sericocalyx crispus Kejibeling Semak

27 Moraceae Artocarpus heterophyllus Nangka Pohon

28 Lythraceae Lagerstroemia speciosa Bungur Pohon

29 Moringaceae Moringa oleifera Kelor Pohon

30 Asteraceae Vernonia cinerea Sawi langit Herba


31 Platycericeae Platycerium bifurcatum Paku tanduk rusa Pohon

32 Rubiaceae Coffea canephora Kopi robusta Pohon

33 Solanaceae Cestrum nocturnum Kembang dayang Perdu

34 Myrtaceae Syzigium aromaticum Cengkeh Perdu

35 Fabaceae Caesalpinia pulcherima Kembang merak Perdu

36 Apocynaceae Alstonia scholaris Pulai Pohon

37 Apiaceae Centella asiatica Pegagan Herba

38 Asteraceae Youngia japonica Polen Perdu

39 Apocynaceae Thevetia peruviana Burahul Semak

40 Apocynaceae Catharanthus roseus Tapak dara Perdu

41 Rubiaceae Cinchona pubescens Kina Pohon

42 Annonaceae Annona muricata Sirsak Pohon

43 Myrtaceae Syzigium polyanthum Salam Pohon

44 Arecaceae Cocos nucifera Kelapa Pohon

45 Annonaceae Polyalthia logifolia Glodokan Pohon

46 Passifloraceae Passiflora sp Passiflora vitifolia Herba

47 Amaryllidaceae Zephyranthus candida Kembang cokelat Herba


48 Fabaceae Arachis pintoi Kacang hias Herba

49 Poaceae Axonopus compressus Rumput pait Rumput menahun

50 Rubiaceae Ixora javanica Bunga soka Perdu

51 Amaryllidaceae Hymenocallis littoralis Lili laba-laba Herba

52 Sapindaceae Filicium decipiens Kisabun Pohon

53 Fabaceae Pterocarpus indicus Angsana Pohon

54 Magnoliaceae Magnolia alba Cempaka putih Pohon

55 Asteraceae Galinsoga parviflora Jakut minggu Semak

56 Asteraceae Sonchus arvensis Tempuyung Herba

57 Myrtaceae Syzygium myrtifolium Pucuk merah Perdu

58 Asteraceae Tagetes erecta Marigold Herba

59 Oxalidaceae Oxalis corymbosa Calincing ungu Herba

60 Oxalidaceae Oxalis corniculata Calincing kuning Herba

61 Oxalidaceae Oxalis intermedia Calincing ungu Herba

62 Anacardiaceae Mangifera indica Manga Pohon

63 Apocynaceae Nerium deander Bunga mentega Perdu

64 Myrtaceae Psidium guajava Jambu biji Pohon


65 Asteraceae Pseudelephantopus scaber Tapak liman palsu Liana

66 Fabaceae Leucaena leucocephala Petai cina Pohon

67 Myrtaceae Eucalyptus sp Tanaman Kehutanan Eukaliptus Pohon

68 Aristolochiaceae Aristolochia ringens Arei Liana

69 Fabaceae Pterocarpus indicus Angsana Pohon

70 Combretaceae Terminalia catappa Ketapang Pohon

71 Piperaceae Peperomia pellucida Sasaladahan Semak perdu

72 Heliconiaceae Heliconia psittacorum Pisang kuali Herba

73 Rubiaceae Gardenia jasminoides Kaca piring Perdu

74 Fabaceae Erythrina cristagalli Dadap merah Pohon

75 Bignoniaceae Pyrostegia venusta Stepanot Herba

76 Rutaceae Murraya paniculata Kemuning Pohon

77 Simaroubaceae Quassia amara Amargo Perdu

78 Salicaceae Flacourtia inermis Lobi-lobi Pohon

79 Solanaceae Capsicum annum Cabai merah Perdu

80 Clerodendrum speciosum Nona makan sirih Liana


Verbenaceae
81 Acanthaceae Barleria prioritis Landep Semak
82 Piperaceae Piper betle Sirih Herba

83 Piperaceae Piper sarmentosum Daun karuk Herba

84 Zingiberaceae Amomum cardaomum Kapulaga Herba

85 Euphorbiaceae Euphorbia tirucalli Patah tulang Semak

86 Lamiaceae Plectranthus scutellarioides Jawer kotok Semak

87 Apiaceae Foeniculum vulgare Adas Herba

88 Fabaceae Clitoria ternatea Telang Herba

89 Lamiaceae Lavandula spicata Lavender Semak

90 Fabaceae Erythria crista galli Dadab Merah Pohon

91. Bignoniaceae Pyrostegia venusta Stepanot Jingga Perdu

92. Rutaceae Murraya paniculata (L.) Jack Kemuning Pohon

93. Simaroubaceae Quassia amara L Tanaman Amargo Perdu

94. Salicaceae Flacourtia inermis Lobi-lobi Pohon

95 Solanaceae Capsicum annum Tanaman Cabai Perdu

96. Verbenaceae Clerodendrum speciosum Nona Makan Sirih Liana

97. Achantaceae Barleria prioritis L. Tanaman Landep Perdu

98. Piperaceae Piper betle Daun sirih Herba


99. Piperaceae Piper sarmentosum Tanaman Cabean Herba

100. Zingiberaceae Amomum cardamomum Kapulaga Herba

101. Euphorbiaceae Euphorbia Tirucalli Tanaman Patah Tulang Perdu

102. Lumiaceae Plectranthus scutellarioides Tanaman Iler Herba

103. Apiaceae Foeniculum vulgare P.Mill Tanaman Adas Liana


104. Fabaceae Clitoria ternatea Kembang Telang Liana
105. Lamiaceae Lavandula angustifolia Lavender Liana