Anda di halaman 1dari 24

PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIMALUNGUN


UPTD PUSKESMAS HATONDUHAN
KECAMATAN HATONDUHAN
Jl. Besar Pematangsiantar-BP.Mandoge Km.25
NagoriSaribuasihKecamatanHatonduhan
KodePos 21174

NOTULEN

1. Hari/Tanggal : Senin, 08 Januari 2018


2. Tempat : Puskesmas Hatonduhan
3. Jumlah Peserta : 61 Orang
4. Hal Yang dibahas : Sosialisasi tata nilai yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan
UKM
I. Pembukaan
- Kata Pembukaan dari Protokol
- Doa Pembuka
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
- Kata Sambutan dari Kepala Puskesmas Hatonduhan
- Kata Sambutan dari Kepala Tata Usaha Puskesmas Hatonduhan
- Penyampaian Materi
- Penyampaian Kegiatan Program dari Setiap Pemegang Program

II. Penyampaian Materi


1. Sosialisasi uraian tugas dan uraian peran masing – masing Lintas Program.
2. Sosialisasi Tentang Penilaian Diri Sendiri (Self Assessment).
3. Pemilihan Indikator UKP Layanan Klinis.
4. Komunikasi Internal.
5. Sosialisasi Hak dan Kewajiban Sasaran.
6. Tujuan, Sasaran, Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan Puskesmas.
7. Sosialisasi pelayanan kesehatan dan rumah tungggu kelahiran (RTK).

III. Pembahasan
1. Sosialisasi uraian tugas dan uraian peran masing – masing Lintas Program
 Uraian Tugas Penanggungjawab UKM (DONNARIS SINAGA)
 Uraian Tugas Pelaksana
Program Promkes
a. Menyusun rencana kegiatan pelayanan promosi kesehatan berdasarkan data
program Puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
b. Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan meliputi penyuluhan kesehatan,
pembinaan UKBM, pembinaan PHBS dan fasilitator desa siaga serta koordinasi
lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.
c. Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan promosi kesehatan secara keseluruhan.
d. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan
informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Puskesmas.

Program Kesling
a. Menyusun perencanaan dan evaluasi di unit kesling.
b. Mengurangi bahkan menghilangkan semua unsur fisik dan lingkungan yang
memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat melalui penyuluhan
kesling.
c. Penyehatan air bersih.
d. Pengawasan depot isi ulang air minum.
e. Penyehatan pembuangan sampah.
f. Penyehatan lingkungan dan pemukiman.
g. Penyehatan pembuangan air limbah.
h. Penyehatan makanan dan minuman.
i. Pengurasan sanitasi tempat umum (TTU).
j. Pengamatan tempat pengelola pestisida.
k. Melaksankan perundang-undangan di bidang kesling.
l. Pembakaran sampah medis dan pengelolaan sampah non medis.
m. Pengawasan pemisahan sampah di puskesmas dan jejaringnya.
n. Perencanaan pencatatn dan pelaporan.

Program KIA
a. Melaksanakan kegiatan pemeriksaan, pembinaan kepada ibu hamil, ibu bersalin,
ibu nifas dan ibu menyusui.
b. Bertanggungjawab atas pemeliharaan alat medis dan non medis di Pelayanan KIA.
c. Menentukan pemeriksaan dan tindakan penunjang.
d. Melaksanakan rujukan.
e. Melaksanakan pelayanan persalinan di unit pelayanan sesuai prosedur dengan
bidan penanggungjawab unit pelayanan persalinan di puskesmas.
f. Perencanaan, pencatatan dan pelaporan.

Program KB
a. Melakukan pendataan terhadap WUS.
b. Melakukan pendataan terhadap akseptor KB aktif dan tidak.
c. Melakukan penyuluhan tentang KB kepada masyarakat.
d. Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lintas sektoral terkait.
e. Perencanaan, pencatatan dan pelaporan.
Pelaksana UKM Pengembangan Kesehatan Mata
a. Mempersiapkan semua perangkat akademik yang diperlukan sesuai dengan
panduan serta menyusun dan mengkoordinasi jadwal kegiatan intern di bagian.
b. Menyelenggarakan semua jenis kegiatan pendidikan yang ditetapkan dalam buku
panduan pendidikan termasuk penyelenggaraan ujian thesis dan ujian lain.
c. Memantau dan menangani permasalahan dalam melaksanakan kegiatan
pendidikan di bagian.
d. Merencanakan atau mengarahkan kegiatan pelaksanaan pelayanan medis
keahlian di bidang ilmu penyakit mata.
e. Menetapkan pedoman standar pelayanan di bidang ilmu penyakit mata.
f. Menetapkan prosedur tetap untuk pelaksanaan pelayanan medik di bidang ilmu
penyakit mata.
g. Merencanakan arahan kegiatan pelaksanaan pendidikan kedokteran, keperawatan
di bidang ilmu penyakit mata.
h. Melakukan koordinasi dan menyelaraskan kerja dan hubungan kerja di dalam
kelompok disiplin ilmu masing-masing.

Program P2P
a. Menyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit P2P.
b. Mengkoordinasi dan berperan aktif terhadap kegiatan di unitnya.
c. Ikut serta aktif mencegah dan mengawasi terjadinya peningkatan kasus penyakit
menular serta menindaklanjuti terjadinya KLB.
d. Pencatatan dan pelaporan.

Program Gizi Masyarakat


UpayaPerbaikanGiziKeluarga (UPGK).
a. Penimbangan Bayi & menginventaris jumlah dan sarana posyandu.
b. Pemetaan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI).
c. Penggunaan ASI Ekslusif.
d. Pengukuran LILA WUS.
e. Penyuluhan UPGK.

Penanggulangan Anemia GiziBesi


a. Distribusi Tablet Fe.
b. Penyuluhan.
c. Pengadaan Bahan dan Obat Fe.

Penanggulangan GAKI
a. Monitoring Garan Beryodium.
b. Koordinasi LS / LP.
c. Penyuluhan.
d. Pengadaan bahan Iodina Test.
PenanggulanganDefisiensiVit. A
a. Balita.
b. Ibu Nifas.
c. Penyuluhan.
d. Pengadaan Obat.

PengembanganPojokGizi (POZI)
Penanganan GIZI BURUK
a. Penemuan Kasus.
b. Pengelolaan balita gizi buruk.
c. Pengobatan gizi buruk umum dan spesialistik serta rujukan.
d. Melakukan pemantauan berkala perkembangan balita gizi buruk.
e. Perencanaan dan penyedian PMT dan Obat.
f. Pelaporan dan pedokumentasian.
g. Pembinaan dan Evaluasi.
h. Pemeliharaan alat dan mutu pelayanan serta mutu alat ukur gizi.
i. Perencanaan, Pencatatan dan pelaporan.

Program Kesehatan Jiwa


a. Mengkoordinir kegiatan kesehatan jiwa.
b. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan kesehatan jiwa.
c. Melakukan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektoral dalam
penanganan kesehatan jiwa.
d. Melakukan skrining dan konseling penderita sakit jiwa dibantu petugas yang
lain.

Program Batra
a. Peningkatan pembinaan kader Asman Toga & Akupressone
b. Pembinaan kelompok binaan Asman Toga & Akupressone
c. Pembinaan pengobat tradisional.

Program Perkesmas
a. Menyusun rencana Puskesmas berdasarkan data program Puskesmas dan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
b. Melaksanakan kegiatan puskesmas meliputi: pengumpulan data puskesmas,
pengkajian kasus dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan
prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
c. Mengevaluasi hasil kegiatan puskesmas secara keseluruhan.
d. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan
informasi dan pertanggungjawaban kepada kepala puskesmas.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas.

Program K3
a. Pengelola lingkungan.
b. Pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja.
c. Pencegahan dan pengendalian penyakit akibat kerja (TAK).
d. Peningkatan komitmen manajemen K3.
e. Pembinaan K3 dan lingkungan:
 Promosi kesehatan
 Promosi K3
 Peningkatan kompetensi

Program UKGS/UKS
a. Inventaris jumlah sekolah, jumlah murid dan sarana UKS.
b. Melaksanakan program UKS melalui pendidikandan pelayanan kesehatan di
sekolah.
c. Aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah sekolah yang sehat.
d. Penjaringan kesehatan peserta didik baru kelas I.
e. Pengobatan ringan, pertolongan dan rujukan.
f. Pelatihan dokter kecil.
Program Imunisasi
a. Menyusun rencana kegiatan imunisasi berdasarkan data program puskesmas.
b. Pelaksanaan imunisasi Hb0, BCG, DPT, Pelayanano, Campak pada bayi di
tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas, Posyandu).
c. Pelaksanaan imunisasi D.T pada bumil di tempat pelayanan kesehatan
d. Penyuluhan imunisasi dan ke nagori-nagori di kecamatan Hatonduhan yang
tidak datang ke tempat pelayanan kesehatan.
e. Pelaksanaan BIAS di tiap SD oleh tim puskesmas.
f. Pengambilan vaksin ke Dinas Kesehatan Daerah.
g. Pemeliharaan Cold Chain dan pemantauan suhu Cold Chain di puskesmas.
h. Merencanakan persediaan dan kebutuhan vaksin secara teratur.
i. Monitoring / evaluasi PWS.
j. Perencanaan, pencatatan, dan pelaporan.

Uraian Peran masing-masing Lintas Program


1. UKM Esensial
a. Program KIA/KB
Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan untuk menjarangkan
kehamilan.
b. Program Gizi
Untuk menurunkan angka kejadian gizi buruk, kurang dan ibu hamil KEK.
c. Program Kesling
Untuk meningkatkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) di lingkungan
masyarakat.
d. Program Promkes
Untuk mempromosikan informasi kesehatan yang disediakan di Puskesmas.
e. Program P2P (Diare, Ispa, TB, Diare, Rabies, Malaria, Kecacingan, Campak,
Thypoid).
Untuk mengetahui jenis penyakit dan bagaimana cara penanggulangannya.
2. UKM Pengembangan
a. Kesehatan Jiwa
Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan dalam memelihara
kesehatan jiwa.
b. Kesehatan Mata
Menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutuhan secara dini,
memfasilitasi pemerataan pelayanan kesehatan mata.
c. Kesehatan Batra
Pembinaan terhadap pelayanan pengobatan tradisional, pengobatan
tradisional dan cara pengobatan.
d. Kes. Lansia
Melakukan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan lansia.
e. K3
Melakukan pelayanan kesehatan yangditujukan untuk masyarakat pekerja
informal maupun formal dalam rangka pencegahan dan pemberantasan
penyakit serta kecelakaan.
f. Perkesmas
Melakukan pelayanan penanganan kasus tertentu dan kunjungan dan akan
ditindak lanjuti atau dikunjungi.
g. UKS/UKGS
Untuk melakukan pelayanan kesehatan yang diadakan di setiap sekolah
untuk meningkatkan kesehatan dilingkungan sekolah.

2. Sosialisasi Tentang Penilaian Diri Sendiri (Self Assessment)


Penilaian diri adalah suatu tehnik penilaian dimana peserta diminta untuk menilai
dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi
yang dikerjakan. Penilaian diri dilakukan berdasarka kriteria yang jelas dan objektif.
Oleh karena itu penilaian diri perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut
:
1. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
2. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
3. Merumuskan format penilaian, dapat berupa daftar tanda cek atau skala penilaian.
4. Petugas melakukan penilaian diri sendiri.
5. Pimpinan mengkaji sampel hasil penilaian secara acak untuk mendorong petugas
supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
6. Pimpinan menyampaikan umpan balik kepada petugas berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang dilakukan.
Puskesmas Hatonduhan akan melaksanakan penilaian diri sendiri untuk menilai
kinerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab agar penetapan indikator kinerja
dapat tercapai.
3. Pemilihan Indikator UKP Layanan Klinis
Jenis pelayanan
A. Pelayanan Gawat Darurat
Indikator :
1. Pemberi pelayanan kegawat daruratan yang besertifikat
(ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/GELS) yang masih berlaku (Target 50%).
2. Jam buka pelayanan gawat darurat (Target 24 jam).
3. Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat darurat (Segera setelah pasien
datang).
Pertimbangan Penetapan Target :
1. Indikator ini
dipilih
untuk mengetahui apakah pemberi pelayanan kegawat daruratan sudah
bersertifikat kegawatdaruratan. Persentase target berdasarkan angka petugas
pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah jam buka pelayanan sesuai
peraturan Puskesmas.Persentase target berdasarkanangka pelayanan
kegawatdaruratan.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah petugas kegawat daruratan
segera tanggap segera pasien datang. Persentase target berdasarkanwaktu
kedatangan pasien dan waktu pelayanan.
B. Pelayanan Umum
Indikator :
1. Ketersediaan dokter sesuai standar permenkes Nomor 75 Tahun 2014 (Target
100%).
2. Jam buka pelayanan dengan ketentuan (Target 08.00 s/d 14.00 setiaphari).
3. Waktu tunggu rawat jalan (Target ≤60 menit).
Pertimbangan Penetapan Target :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah tersedia dokter umum di
Pelayanan Umum. Persentase target berdasarkan angka kehadiran dokter
umum.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah jam buka pelayanan sesuai
dengan peraturan di Puskesmas. Persentase target berdasarkan jadwal buka
pelayanan.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah waktu tunggu rawat jalan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Persentase target berdasarkanwaktu tunggu
rawat jalan.

C. Pelayanan Gigi
Indikator
1. Ketersediaan peralatan cabut gigi dan kebersihan mulut dan gigi (Target 40%).
2. Ketersediaan ruang tindakan cabut gigi dan kebersihan mulut dan gigi (Target
50% SesuaidenganPermenkes 75 Tahun 2014).
3. Ketersediaan doktergigiuntukmelakukancabut gigi dan kebersihan mulut dan
gigi (Target Sesuai denganPermenkes 75 Tahun 2014).

PertimbanganPenetapanTarget :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah tersedia alat bedah minor di
ruamgan sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Persentase target
berdasarkan jumlah alat yang tersedia. Jumlah alat di Pelayanan gigi sangat
terbatas.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah ruangan yang tersedia sesuai
dengan Permenkes 75 Tahun 2014. Persentase target berdasarkan angka
infeksi luka. Pelayanan harus meminimalkan terjadinya infeksi.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah dokter gigi tersedia di Puskesmas.
Persentase target berdasarkan angka kehadiran dokter gigi.

D. Pelayanan Persalinan
Indikator:
1. Ketersediaan tenaga dokter dan bidan untuk pertolongan persalinan normal
(Target 100%)
2. Pertolongan persalinan normal (Target sesuai dengan APN).

Pertimbangan PenetapanTarget :
1. Indikator ini diplih untuk mengetahui apakah tenaga dokter dan bidan tersedia
untuk melakukan persalinan normal. Persentase target berdasarkan
ketersediaan jumlah tenaga dokter dan bidan yang tersedia di Puskesmas.
2. Indikator ini dipilh untuk mengetahui apakah tim tersedia saat ada persalinan
normal.Persentase target berdasarkan ketersediaan tim.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah persalinan normal sudah sesuai
APN.Persentase target berdasarkan instrumen yang tersedia dan tindakan
yang dilakukan di Puskesmas.

E. Pelayanan KB
Indikator :
1. Konseling peserta KB mantap oleh bidan terlatih (Target 100%).
2. Kepuasan pasien (Target ≥80%).
PertimbanganPenetapanTarget :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahuiapakah bidan sudah memberikan
konseling KB mantap kepada setiap ibu yang melahirkan.Persentase target
berdasarkan jumlah ibu yang mendapat konseling dari bidan.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah pasien puas dengan pelayanan
yang diberikan. Persentase target berdasarkan angka survey kepuasan pasien.

F. Pelayanan KIA
Indikator :
1. Angka cakupan K1 (Target 100%).
2. Angka cakupan K4 (Target 100%).
3. Ketersediaan dokter sesuai standar Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 (Target
100%)
Pertimbangan PenetapanTarget :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah angka cakupan K1 tercapai.
Persentase target berdasarkan jumlah angka cakupan K1 perbulan.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah angka cakupan K4 tercapai.
Persentase target berdasarkan jumlah angka cakupan K4 perbulan.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah tersedia dokter umum di
Pelayanan KIA. Persentase target berdasarkanangka kehadiran dokter umum.

G. Pelayanan Laboratorium/TB Paru


Indikator :
1. Penanggung jawab laboratorium sesuai dengan permenkes No 75 Tahun 2014
(Target 100%).
2. Fasilitas dan peralatan laboratorium sesuai permenkes 75 Tahun 2014 (Target
100%).
3. Ketersediaan dokter sesuai standar permenkes Nomor 75 Tahun 2014 (Target
100%).
Pertimbangan Penetapan Target :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah penanggung jawab laboratorium
sudah sesuai dengan Permenkes No 75 Tahun 2014. Persentase target
berdasarkan jumlah penanggung jawab laboratorium.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah fasilitas dan peralatan lab sudah
sesuai Permenkes. Persentase target berdasarkan jumlah fasilitas dan
peralatan yang tersedia.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah tersedia dokter umum di
Pelayanan TB. Persentase target berdasarkan angka kehadiran dokter umum.
H. Pelayanan Ruang Obat
Indikator :
1. Pemberian pelayanan farmasi (Target Sesuai persyaratan permenkes Nomor
75 Tahun 2014).
2. Fasilitas dan peralatan pelayanan farmasi (Target Sesuai persyaratan
permenkes Nomor 75 Tahun 2014).
3. Ketersediaan formularium (Target Tersedia dan updated paling lama 3 thn).
Pertimbangan PenetapanTarget :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah pemberi pelayanan farmasi sesuai
persyaratan Permenkes No 75 Tahun 2014. Persentase target berdasarkan
menit pelayanan obat racikan.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah fasilitas dan peralatan pelayanan
yang tersedia. Persentase target berdasarkan jumlah fasilitas dan peralatan
farmasi yang tersedia.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui formularium yang tersedia. Persentase
target berdasarkan jumlah formularium yang ada.

I. Pelayanan Gizi
Indikator :
1. Pemberi pelayanan gizi (Target Sesuai dengan penghitungan pola
ketenagaan).
2. Ketersediaan pelayanan konsultasi Gizi (Target Tersedia).
3. Ketepatan waktu pemberian makanan tambahan pada pasien (Target ≥90%).
Pertimbangan PenetapanTarget :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah pemberi pelayanan gizi
tersedia.Persentase target berdasarkan jumah petugas gizi.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah waktu pemberian makanan
tambahan tepat waktu. Persentase target berdasarkan angka ketepatan waktu
dibandingkan keseluruhan waktu pemberian makanan tambahan.

J. Rekam medis
Indikator :
1. Pemberian pelayanan rekam medis (Target Sesuai dengan persyaratan
permenkes No 75 Tahun 2015).
2. Waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan (Target ≤10 Menit).
3. Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan (Target
90%).
Pertimbangan Penetapan Target :
1. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah petugas yang memberikan
pelayanan rekam medis sudah sesuai dengan persyaratan Permenkes 75
Tahun 2014. Persentase target berdasarkan angka kehadiran petugas rekam
medis.
2. Indikator ini dipilih untuk mengetahui berapa lama dokumen rekam medis
disediakan. Persentase target berdasarkan waktu penyediaan.
3. Indikator ini dipilih untuk mengetahui apakah pengisian rekam medis sudah
lengkap. Persentase target berdasarkan jumlah rekam medis yang sudah
lengkap diisi.

4. Komunikasi Internal
Kepala Puskesmas sebagai penanggungjawab Puskesmas memastikan tersedianya
mekanisme komunikasi dan konsultasi dua arah dengan sistem manajemen mutu dan
lingkungan. Dimana komunikasi dapat dijalin dengan menggunakan informasi. Kepala
Puskesmas yang menjadi pimpinan puskesmas menyerahkan pelaksanaan
komunikasi internal dengan penanggungjawab upaya puskesmas agar dapat
dilaksanakan oleh pelaksana puskesmas dimana komunikasi internal ini dapat
dilakukan melalui lokakarya mini bulanan, pertemuan-pertemuan dan konsultasi
melalui sms, whatsApp dan email, sehingga tetap menjalin komunikasi yang baik
antara satu sama lain.
Pengarahan dari Kepala Puskesmas
Himbauaan kepada seluruh staf puskesmas (penanggungjawab program dan
pelaksana kegiatan) dapat melakukan komunikasi yang baik dimana sebagai sarana
komunikasi internal secara timbal balik yang dipergunakan dalam suatu organisasi
untuk menghilangkan kesalah pahaman/hambatan komunikasi antara kepala dan
bawahan. Disamping itu sebagai sarana saluran atau alat komunikasi dalam upaya
menjelaskan tentang peraturan dan tatakerja dalam suatu organisasi.

5. Sosialisasi Hak dan Kewajiban Sasaran


1. Hak Pasien
a. Memperolah informasikan mengenai tata tertib, dan peraturan yang berlaku.
b. Memperoleh informasi tentang Hak dan Kewajiban Pasien.
c. Memperoleh layanan yang Manusiawi, Adil, Jujur dan tanpa Deskriminasi.
d. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien.
e. Memperoleh privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data
medis.
f. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis.
g. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh
tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
h. Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan yang diterima.

2. Kewajiban Pasien
a. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya.
b. Mematuhi nasehat dan petunjuk kesehatan.
c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di Puskesmas.
d. Membayar retribusi bagi pasien yang tidak memiliki sistem jaminan kesehatan.

6. Tujuan, Sasaran, TugasPokok, FungsidanKegiatanPuskesmas


1. TujuanPuskesmas
Untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang
bertempat tinggal diwilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2020.

2. SasaranPuskesmas
a. Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.
b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar.

3. TugasPokokdanFungsiPuskesmas
a. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat diwilayahnya.
b. Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat diwilayah kerjanya.

7. Sosialisasipelayanankesehatandanrumahtungggukelahiran (RTK)
1. Pertolongan persalinan hanya dilaksanakan di fasilitas kesehatan (milik
pemerintah / swasta).
2. Bahwa pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan dan
sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontra sepsi, serta pelayanan
kesehatan seksual, maka dengan ini pemerintah kabupaten simalungun
menghimbau kepada masyarakat khususnya ibu hamil agar :
a. Memeriksakan kehamilan secara rutin kepada tenaga kesehatan 4x yaitu 1 x
trimester pertama (0 - 28 minggu), 1 kali trimester ke 2 ( 28- 32 minggu ) dan 2
kali pada trimester ke tiga ( 32 – 42 minggu ).
b. Pertolongan persalinan hanya dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang
kopeten fasilitas kesehatan yang di maksud adalah tempat praktik mandiri
tenaga kesehan, pusat kesehatan masyarakat, klinik , Rumah Sakit ( pp no. 47
Tahun 2016 ayat 4), dan sebaiknya di tolong minimal 2 orang bidan.
c. Apabila terjadi komplikasi pada saat persalinan, agar segera dirujuk ke fasilitas
kesehatan yang lebih tinggi dengan terlebih dahulu dilakukan stabilisasi.
d. Untuk menghindari terjadinya komplikasi pada saat persalinan ibu hamil/
bersalin di tempat dirumah tungggu kelahiran ( RTK) menjelang dan sesudah
persalinan.

 Diskusi
Untuk termin pertama diberikan kesemapatan kepada 3 orang penanya
1. Pertanyaan dari Donnaris Sinaga:
Bagaimana jika uraian tugasnya lebih dari satu program, apakah tidak
berpengaruh pada pencapaian kinerja program?
Jawaban dari Kepala Puskesmas :
Setiap tugas yang diperintahkan oleh saya sebagai pimpinan di Puskesmas ini
hak mutlak adalah tanggungjawab orang yang ditunjuk dan ditetapkan SK oleh
Kepala Puskesmas, akan tetapi jika terjadi masalah seperti itu akan diadakan
pergantian tugas secara periodik.

2. Pertanyaan dari Nurdiana Tindaon :


Adakah jadwal khusus untuk pergantian tugas jika terjadi masalah rendahnya
pencapaian kinerja program?
Jawaban dari Penanggungjawab UKM :
Dalam sistem manajemen UKM ada jadwal khusus untuk memonitoring uraian
tugas pelaksana program yaitu sekali dalam 6 bulan dan bisa juga mengikuti
jadwal rapat tinjauan manajemen oleh tim manajemen mutu. Saya sebagai
penanggungjawab UKM akan memonitoring uraian tugas pelaksana UKM,
apakah kegiatan berjalan dengan baik dan ada atau tidak kendala selama
pelaksanaan kegiatan.
3. Pertanyaan dari Ibu Kristina Sumbayak:
Apa dasar kita untuk menilai kinerja kita sendiri?
Jawaban dari Penanggungjawab UKM:
Dasar kita adalah dari indikator yang telah ditetapkan (SPM).
Termin kedua diberi kesempatan kepada 3 penanya
1. Pertanyaan dari Bapak Sion Siagian
Bagaimana cara meningkatkan terget pemberi layanan kegawatdaruratan dari
50% menjadi 100% ?
Jawaban dari Penanggungjawab UKM :
Dengan mengadakan pelatihan kegawatdaruratan bagi petugas IGD. Pelatihan
dapat dilakukan di Puskesmas atau diluar Puskesmas.

2. Pertanyaan dari Bapak Fajar


Apakah penetapan indikator ini yang menjadi acuan penilaian kinerja petugas?
Jawaban dari Penanggungjawab UKM :
Ya. Indikator mutu klinis ini nantinya akan menjadi acuan dalam penilaian kinerja
puskesmas.
Setelah ditunggu selama 10 menit ternyata tidak adalagi yang bertanya maka
diskusi ditutup selanjutnya kepala Puskesmas memberikan arahan dan
bimbingan kepada pengelola program Puskesmas agar melaksanakan kegiatan
sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing – masing.

IV. Kesimpulan
a. Uraian tugas merupakan rangkaian kewajiban dan tanggungjawab pelaksana UKM
dalam menjalankan programnya. Jadi tugas dan tanggungjawab itu harus
dijalankan.Semua kegiatan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur, kerangka
acuan yang telah disusun.
b. Penilaian diri sendiri dilakukan untuk menilai kinerja sesuai dengan tugas dan
tanggungjawab agar penetapan indikator kinerja dapat tercapai.
c. Penetapan indikator layanan klinis telah ditetapkan untuk meningkatkan kinerja
petugas.
d. Komunikasi yang baik dimana sebagai sarana komunikasi internal secara timbal balik
yang dipergunakan dalam suatu organisasi untuk menghilangkan kesalahpahaman
/hambatan komunikasi antara kepala dan bawahan.

V. Saran
Diharapkan kepada seluruh pegawai Puskesmas agar melaksanakan kegiatan/program
Puskesmas yang telah kita rencanakan dan kita susun sesuai dengan tugas dan
tanggungjawab setiap pemegang program Puskesmas dan apabila ada permasalahan
dalam melaksanakan kegiatan Puskesmas yang di dalam gedung maupun diluargedung
segeram emberikan informasi kepada penaggungjawab program, Kasubag dan Kepala
Puskesmas supaya permasalahan tersebut ditindaklanjuti.
VI. Penutup
- Doa
- Snack

Hatonduhan, Januari 2018


KepalaPuskesmasHatonduhan Notulen

dr. Marsintauli Nainggolan Ronti Simarmata


NIP. 19790815 200801 2005 NIP. 12620621 199703 2001
Sesi Tanya Jawab
1. Pertanyaan dari Mewakili UPTD Pendidikan :
Dari semua program yang telah dijelaskan, bagaimana cara agar siswa/siswi mengetahui
dan menjalankan program di kegiatan khusunya di UKS/UKGS?
Jawaban dariIrda Parangi-angin :
Cara agar adek siswa/siswi tahu dan mau menjalankan kegiatan tersebut dengan cara
kami akan melakukan pembinaan mengenai UKS/UKGS ke setiap sekolah dan
memberikan penyluhan-penyuluhan seputar kesehatan yang berjalan disekolah dan
membentuk UKS/UKGS di tiap sekolah.

2. Pertanyaan dari Ibu Dameria Saragi :


Apa sajakah yang media komunikasi kepada masyarakat selain dari alat komunikasi
seluler?
Jawaban:
Menggunakan brosur, flitplat, LCD dan buku-buku kesehatan.

3. Pertanyaan dari Januar Saragih


Apakah dengan pemberian buku PINK pada ibu hamil sudah menjawab komunikasi internal
antara petugas dengan masyarakat khususnya kesehatan Ibu dan Anak?
Jawaban:
Tentu itu sudah merupakan media komunikasi kesehatan antara petugas dengan ibu bayi.

4. Pertanyaan dari Bapak Lambok Sidabutar:


Apa pengertian dari Privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data
medis?
Jawaban: Sion Siagian
Yang dimaksud dari point tersebut ialah bahwa setiap identitas dan penyakit yang dialami
oleh pasien tidak boleh disebarluaskan atau diberikan kepada sembarang orang tanpa ada
persetujuan dari pasien itu sendiri.

5. Pertanyaan dari Bapak Pangulu Buntu Bayu


Ada masyarakat yang ingin melahirkan, apakah boleh langsung dibawa oleh keluarga ke
Rumah sakit tanpa melalui puskesmas, dikarenakan pasien mempunyai kartu?
Jawaban dari dr. Marsintauli Nainggolan :
Tidak boleh, karena persalinan mengikuti sistem rujukan berjenjang, diharapkan tetap
melahirkan di puskesmas dan apabila ada penyulit maka pasien akan dirujuk oleh pihak
puskesmas keRumah Sakit.
6. Pertanyaan dari kader
Apakah USG di tanggung BPJS ?
Jawaban dari Ibu Donnaris Sinaga :
Jika berdasarkan indikasi medis yang jelas dari dokter maka diperbolehkan USG dengan
menggunakan rujukan dan apabila tidak dengan indikasi penyulit maka biaya tidak
ditanggung BPJS.

7. Pertanyaan dari masyarakat Nagori Jawa Tongah II


Mengapa ibu hamil harus mempunyai buku pink ( buku KIA) ?
Jawaban dari Ibu Donnaris Sinaga :
Buku KIA adalah buku panduan ibu hamil dan untuk mengetahui tentang perkembangan
kehamilannya. Buku KIA adalah persyaratan pemakaian kartu BPJS dan Jampersal.

8. Pertanyaan dari kader?


Mengapa stiker p4k itu harus di tempelkan di pintu rumah bagi ibu yang sedang hamil,
sementara ibu hamil kebanyakan merasa tidak nyaman jika di ketahui orang dalam situasi
hamil?
Jawaban dari Ibu Donnaris :
Tujuan pemasangan stiker P4k :
 Di pahaminya setiap persalinan yang beresiko oleh suami, keluarga, dan masyarakat
luas.
 Meningkatnya keterampilan SPK 8 saat ANC oleh bidan.
 Penempelan stiker P4K disetiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu hamil terdata
unsur- unsur masyarakat seperti kader, dukun dan toko masyarakat. Yang di data dari
ibu hamil tersebut yaitu:
1. Lokasi tempat tinggal hamil.
2. Identitas ibu hamil.
3. Tafsiran persalinan.
4. Penolonng persalian, pendamping persalinan dan fasilitas tempat persalinan.
5. Calon donor darah, transfortasi yang akan digunakan serta pembiayaan.
6. Adanya perencanaan persalinan termasuk pemakaian metode KB paska melahirkan
yang sesuai dan disepakati ibu hamil, suami, keluarga dan bidan.
7. Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi
selama kehamilan, persalinan, dan nifas.
8. Suami, keluarga dan masyarakat paham tentang biaya persalinan.
9. Adanya rencana persalinan aman yang disepakati antara ibu hamil, suami dan
keluarga dengan bidan.
10. Adanya rencana alat kontrasepsi setelah melahirkan yang disepakati antara ibu
hamil, suami dan keluarga, dengan bidan.
11. Adanya dukungan dari toko masyarakat, tokoh agama, kader, dukun bayi,dll dalam
perencanaan persalinan dan KB setelah melahirkan, sesuai peran masing –
masing.
12. Adanya dukungan suka rela dari keluarga dan masyarakat dalam perencanaan
persiapan persalinan ibu hamil dalam hal biaya, transfortasi, donor darah untuk
proses peralinan termasuk menghadapi kegawat darurtan ibu hamil,ibu bersalin dan
bayi baru lahir.
13. Masyarakat sekitar tempat tinggal ibu mengetahui ada ibu hamil, dan apabila
sewaktu – waktu membutuhkan pertolongan, masyarakat siap sedia untuk
membantu. Dengan demikian, ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak terlambat
untuk mendapat penanganan yang tepat dan cepat.
14. Memantapkan kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader.

9. Pertanyaan dari bapak panggulu Parhondalian


Mengapa ibu melahirkan itu harus melalui RTK?
Jawab :
Kita menganjurkan ibu bersalin khususnya nagori yang jauh dari fasilitas kesehatan maka
dianjurkan harus menginap di RTK sebelum pembukaan lengkap baik yang punya kartu
dan tidak memiliki kartu.
10. Pertanyaan dari masyrakat Saribu Asih
Apakah bayi dalam kandungan bisa menjadi peserta BPJS?.
Jawab:
Bisa, orang tua langsung mendaftarkan janin dalam kandungan untuk menjadi peserta
BPJS, Sehingga sewaktu bayi lahir dan jerjadi hal yang tidak di inginkan bisa dapat
langsung mendapatkan perawatan dengan menggunakan kartu BPJS.
PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIMALUNGUN
UPTD PUSKESMAS HATONDUHAN
KECAMATAN HATONDUHAN
Jl. Besar Pematangsiantar-BP.Mandoge Km.25
NagoriSaribuasihKecamatanHatonduhan
KodePos 21174

DaftarHadir :
PadaTanggal :
TANDA
NO NAMA NIP/NRPTT JABATAN
TANGAN
DiketahuiOleh, Hatonduhan, 16 Maret 2018
KepalaPuskesmashatonduhan Yang MembuatDaftar,
Kepala TU PuskesmasHatonduhan

dr. MarsintauliNainggolan Dra. Ronti G. Simarmata


NIP. 197908152008012005 NIP. 196206211997032001
PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIMALUNGUN
UPTD PUSKESMAS HATONDUHAN
KECAMATAN HATONDUHAN
Jl. Besar Pematangsiantar-BP.Mandoge Km.25
NagoriSaribuasihKecamatanHatonduhan
KodePos 21174

NOTULEN

1. Hari/Tanggal : Senin, 08 Januari 2018


2. Tempat : Puskesmas Hatonduhan
3. Jumlah Peserta : Terlampir
4. Hal Yang dibahas : Sosialisasi Tata Nilai yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan
UKM
I. Pembukaan
- Kata Pembukaan dari Protokol
- Doa Pembuka
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
- Kata Sambutan dari Kepala Puskesmas Hatonduhan
- Kata Sambutan dari Kepala Tata Usaha Puskesmas Hatonduhan
- Penyampaian Materi
- Penyampaian Kegiatan Program dari Setiap Pemegang Program

II. Penyampaian Materi


1. Sosialisasi uraian tugas dan uraian peran masing – masing Lintas Program.
2. Sosialisasi Tentang Penilaian Diri Sendiri (Self Assessment).
3. Pemilihan Indikator UKP Layanan Klinis.
4. Komunikasi Internal.
5. Sosialisasi Hak dan Kewajiban Sasaran.
6. Tujuan, Sasaran, Tugas Pokok, Fungsi dan Kegiatan Puskesmas.
7. Sosialisasi pelayanan kesehatan dan rumah tungggu kelahiran (RTK).

III. Pembahasan
1. Menjelaskan Tentang Kebijakan dan Tata Nilai
Tata Nilai Puskesmas dalam Pengelolaan dan Pelaksanaan Kegiatan adalah
Berorientasi pada kepuasan pelanggan, meliputi nilai nilai sebagai berikut:
a. Santun
Melaksanakan pekerjaan dengan ramah, bersahabat dan tidak bersungut-sungut.
b. Ikhlas
Senantiasa melakukan tindakkan pelayanan dengan ikhlas tanpa menunggu
perintah.
c. Profesional
Melaksanakan pekerjaan sesuai standar dan wewenangnya dan meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan secara dinamissesuaidengan SOP yang
telahditetapkan.

IV. Kesimpulan
Seluruh Puskesmas hatonduhan mengetahui tentang pemahaman kebijakan dan tata
nilai.

V. Saran
Dengan adanya Sosialisasi tentang Pemahaman terhadap Kebijakan dan Tata Nilai
Dapat meningkatkan Mutupelayanan.
PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIMALUNGUN
UPTD PUSKESMAS HATONDUHAN
KECAMATAN HATONDUHAN
Jl. Besar Pematangsiantar-BP.Mandoge Km.25
NagoriSaribuasihKecamatanHatonduhan
KodePos 21174

BUKTI
SOSIALISASI TENTANG PEMAHAMAN TERHADAP KEBIJAKAN DAN TATA NILAI
PUSKESMAS HATONDUHAN