Anda di halaman 1dari 17

BAB II Dasar Teori 5

BAB II
DASAR TEORI

2.1 EPON (Ethernet Passive Optical Network)


2.1.1 Deskripsi Jaringan EPON
Ethernet in the First Mile PON (EFMP) dibangun dengan jaringan fiber point-
to-multipoint yang mendukung kecepatan transfer data simetris 1-10 Gbps dengan
jarak akses maksimum 20 km dari CO (Central Office). Sementara pelanggan
terhubung dengan menggunakan fiber yang terdistribusi secara dedicated ke setiap
pelanggan / ONU (Optical Network Unit). Tempat pendistribusian fiber dinamakan
ODN (Optical Distribution Network). Kunci dari jaringan akses EPON adalah
eleminasi dari peralatan elektrik pada jaringan akses. Sehingga penggunaan fiber yang
digunakan semakin sedikit dibandingkan dengan topologi jaringan P2P (Point-to-
Point).

2.1.2 Sistem Jaringan EPON


EPON dikonfigurasikan dalam mode full duplex (tanpa CSMA/CD). ONU
atau sisi pelanggan hanya dapat menerima trafik dari head-end; sehingga pelanggan
tidak dapat melihat trafik yang ditransmisikan oleh pelanggan lain dan koneksi peer-
to-peer dapat dilakukan melewati OLT atau head-end. OLT hanya mengijinkan satu
pelanggan pada saat satu waktu untuk men-transmit-kan data menggunakan protokol
Time Division Multiplex access (TDMA).

Gambar 2.1 Sistem pada jaringan akses EPON [11]

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 6

Sistem EPON menggunakan arsitektur splitter optik, sehingga multiplexing


sinyal dengan panjang gelombang (λ) yang berbeda. Untuk downstream
menggunakan 1490 nm serta 1550 nm dan untuk upstream menggunakan 1310 nm.

Gambar 2.2 Implementasi EPON [6]

2.1.3 Komponen EPON


Komponen terpenting dari EPON adalah OLT (Optical Line Terminal) yang
mewakili dari sisi operator atau CO. Sedangkan di sisi pelanggan terdapat ONU.

• OLT

OLT bertempat di CO dan menghubungkan jaringan akses optik dengan WAN


(Wide Area Network) yang juga lebih dikenal dengan backbone atau
distribution . OLT memiliki chip yang mengintegrasikan fungsi Ethernet
Media Access Control (MAC) dan Central Processor Unit (CPU) embedded.
OLT yang berasal dari vendor terkemuka biasanya memiliki beberapa fungsi
tambahan, yaitu :

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 7

• Fungsi EPON OLT IEEE 802.3ah yang terintegrasi dengan CPU dan
paket software-nya.
• Advance classification engine yang mendukung VLAN, layanan video
dengan IP multicast, IPv4 atau IPv6.
• Mesin enkripsi yang terintegrasi sebagai tambahan dari sisi keamanan
dan privasi.
• Embedded frame buffer.
• Hardware yang terprogram dengan Dynamic Bandwidth Allocation
(DBA).
• Chip pengendali managemen link ONU (saat ini sampai 127 ONU per
OLT).

Gambar 2.3 Block Diagram ONU [5]

• ONU
ONU dilokasikan pada end-user (FTTH, FTTB atau Curb). ONU memiliki
802.3ah WAN interface dan 802.3 subscriber interface. Fungsi utama dari
ONU adalah menerima trafik dalam format optik lalu mengubahnya ke format
yang diinginkan oleh pengguna (Ethernet, IP multicast, POTS dan T1). Fungsi
dan kegunaan dari ONU diantaranya adalah :

§ Interface pelanggan untuk POTS, T1, DS-3, 10/100 Base-T, IP


multicast, dan layanan panjang gelombang (wavelength) yang tetap.
§ Kemampuan routing dan switch layer 2 dan 3.
§ Penetapan (provisioning) data dalam 64 kbps sampai 1 Gbps.
§ Meringankan cost start-up dan ekspansi plug-and-play.

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 8

§ Sebagai interface ethernet standar untuk mengeliminasi penggunaan


tambahan DSL dan kabel modem.
§ Fungsi EPON OLT IEEE 802.3ah yang terintegrasi dengan CPU dan
paket sofware-nya.
§ Advance classification engine yang mendukung VLAN, layanan video
dengan IP multicast, IPv4 atau IPv6.
§ Coding FEC untuk meningkatkan link budget.

Gambar 2.4 Penggunaan ONU seri-PAS6201(PCM-Sierra) [6]

• EMS (Element Management System)


EMS mengatur elemen-elemen yang berbeda dari PON dan menyediakan
interface ke jaringan operasi dari core provider. Fungsi-fungsi tambahan EMS
adalah:

§ Memiliki fungsi fault, configuration, accounting, performance dan


security (FCAPS) via modern Graphical User Interface (GUI).
§ Mendukung ratusan GUI user secara bersamaan (simultan).

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 9

Gambar 2.5 ONU Pada Pelanggan dan OLT Pada Cetral Office [13]

2.2 Proses Aliran Data Pada Jaringan EPON


Pada EPON, proses transmit data downstream dari OLT ke multiple ONU
secara fundamental berbeda dengan proses upstream dari multiple ONU ke OLT.
Berikut penjelasan detail dari proses keduanya.

2.2.1 Proses Downstream


Pada trafik downstream menggunakan proses TDM (Time Division
Multiplexing) dimana data di broadcast dari OLT ke multiple ONU dengan panjang
paket bervariasi sampai dengan 1.518 byte, sesuai dengan protokol IEEE 802.3. setiap
paket membawa identitas yang unik dinamakan LLID (Logical Link Identifiers) yang
diletakkan pada preamble dari frame ethernet. Sehingga diketahui bahwa data
diperuntukkan bagi ONU_1, ONU_2, atupun ONU_3. Sebagai tambahan tidak
menutup kemungkinan beberapa paket diperuntukkan untuk semua ONU dalam grup
LAN (Local Area Network) tertentu. Sesampai di splitter, trafik akan dibagi menjadi
beberapa sinyal, setiap sinyal membawa semua paket spesifik ONU. Ketika data
sampai pada ONU, maka akan diterima paket data yang memiliki LLID sesuai dengan
ONU yang bersangkutan dan membuang paket data yang memiliki LLID ONU
lainnya.

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 10

Gambar 2.6 Proses Downstream EPON [11]

2.2.1.1 Format Frame Downstream


Trafik downstream di-segmentasi menjadi frame-frame tetap yang panjang
paket bervariasi. Informasi clock terdapat pada synchronization maker yang terdapat
pada awal masing-masing frame. Synchronization maker ditransmisikan antara ONU
dan OLT setiap 2 ms.
Setiap paket yang bervariasi di alamatkan kepada spesifik ONU yang
diindikasikan dengan nomor 1 sampai N. paket diformat berdasarkan standar IEEE
802.3 dan ditransmitkan pada 1 Gbps.

Gambar 2.7 Format Frame Downstream [12]

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 11

2.2.2 Proses Upstream


Trafik diatur oleh teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) dimana
timeslot didedikasikan pada masing-masing ONU. Timeslot tersinkronisasi, jadi
paket-paket upstream tidak akan mengganggu data yang lainnya pada saat masuk ke
kanal fiber optik. Berdasarkan gambar, ONU_1 mentransmisikan paket 1 pada
timeslot pertama, ONU_2 mentransmisikan paket 2 dalam non-overlapping timeslot
kedua, dan ONU_3 mentransmit paket 3 dalam non-overlaping timeslot ketiga.

Gambar 2.8 Proses Upstream EPON [11]

2.2.2.1 Format Frame Upstream


Trafik disegmentasi menjadi beberapa frame dan setiap frame disegmentasi
menjadi beberapa timeslot. Frame ditransmisikan secara berkesinambungan dengan
interval 2 ms. Frame header merupakan identitas dari setiap frame. Spesifik timeslot
dari ONU ditransmisikan secara interval dan dedicated. Setiap frame upstream dibagi
menjadi N timeslot dan setiap timeslot berkorespondensi dengan ONU-nya masing-
masing, 1 sampai N.
TDMA controller di setiap ONU terhubung dengan informasi waktu pada
OLT sehingga akan mengontrol waktu transmisi upstream dari paket yang memiliki
timeslot tetap. Overhead timeslot terdiri dari guard band, timing indicator, dan signal

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 12

power indicator. Kasus dimana tidak ada trafik yang ditransmisikan dari ONU,
timeslot akan terisi dengan sinyal idle.

Gambar 2.9 Format Frame Upstream [12]

2.3 Disain Sistem Optik


EPON dapat diimplementasikan dengan dua panjang gelombang atau dengan
tiga panjang gelombang. Dua panjang gelombang diperuntukkan untuk mengirimkan
data, voice dan IP-switched digital video (SDV). Tiga panjang gelombang
diperuntukkan bagi radio frequency (RF), video services (CATV), atau dense
wavelength division multiplexing.

Tabel 2.1 Alokasi Wavelenght pada layanan EPON


Panjang gelombang (nm)
Peralatan Terminal Layanan
Tipical Jarak

Video 1550 1550-1560


OLT Downstream

Voice 1490 1480-1500

ONU Upstream 1310 1260-1360


Data

2.4 Multi Point Control Protocol (MPCP)


PON seharusnya memiliki mekanisme dalam membagi kapasitas kanal tanpa
terjadinya benturan data pada saat transmisi upstream. MPCP memiliki performansi
dalam bentuk bandwidth assignment, bandwidth polling, auto discovering dan
ranging. MPCP menggunakan MAC message control untuk mengkoordinasikan trafik

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 13

multipoint-to-point upstream. Hal ini diimlentasikan pada MAC layer, yang dikenal
dengan message control 64-byte yaitu :

• GATE dan REPORT, digunakan untuk menugaskan dan meminta alokasi


bandwidth
• REGISTER digunakan untuk mengontrol proses auto-discovery.

Arbitrasi transmisi pada jaringan EPON membutuhkan sebuah metode tertentu


yang berbeda dengan metode flow control, yaitu suatu operasi yang mengizinkan
suatu terminal untuk mengaktifkan transmisi pada terminal tersebut agar tidak terjadi
tabrakan antar paket dengan memprediksi dan mengantisipasi interval waktu paket
yang akan ditransmisikan. Sehingga OLT hanya mengizinkan satu ONU untuk
mengirimkan data pada waktu yang diberikan. Metode MPCP memiliki beberapa
mode yang memiliki ciri-ciri tertentu yaitu mode Bandwidth Assignment (alokasi
bandwidth) dan Auto discovery.

Gambar 2.10 Flowchart Proses Bandwidth Assigment ( ) dan Auto Discovery ( )


[8]

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 14

2.4.1 Alokasi Bandwidth (Bandwidth Assignment)


Mekanisme pada mode Bandwidth Assignment terdiri dari pesan Grant dan
Request. Dalam MPCP lebih dikenal dengan pesan GATE dan REPORT. Pesan GATE
adalah pesan yang dikirim dari OLT kepada ONU tertentu yang digunakan untuk
proses mentransmisikan timeslot kepada ONU yang bersangkutan. timeslot tersebut
diidentifikasikan dengan pasangan nilai {starttime, length}. Nilai dari starttime dan
length ditentukan oleh DBA agent yang terletak di MAC control client pada OLT
(gambar 2.10). Kemudian nilai starttime dan length diteruskan ke gating process
umtuk membentuk pesan GATE dan ditransmisikan ke ONU. Di dalam ONU, pesan
GATE diuraikan dan di-multiplexed ke gating process, yang mana bertanggungjawab
untuk memperbolehkan transmisi dimulai dengan timeslot yang sudah ditentukan dari
penerimaan pesan GATE. Kemudian pesan GATE diteruskan ke DBA agent yang ada
di ONU untuk membentuk fungsi spesifik dari DBA, misalnya penentuan frame yang
ingin dikirim.
Pesan REPORT adalah mekanisme feedback yang digunakan ONU untuk
memberi informasi mengenai kondisinya kepada OLT yang berguna untuk membantu
penentuan alokasi secara tepat. Informasi tersebut seperti panjang antrian yang ada di
ONU dan status ONU yang tidak terhubung dengan MPCP. Kemudian pesan
REPORT diinisialisasi oleh DBA agent, lalu diteruskan ke reporting process untuk
membentuk dan mengirim frame REPORT. Di OLT, pesan REPORT diterima lalu
diuraikan dan di-demultiplexed ke reporting process. Kemudian diteruskan ke DBA
agent untuk mengalokasikan timeslot (sesuai informasi yang diterima dari pesan
REPORT) pada transmisi selanjutnya. Optimasi pada mode bandwidth assignment
adalah pipeline timeslot assignment, decoupler waktu downstream / upstream, serta
sinkronisasi clock MPCP.

2.4.1.1 Pipeline Timeslot Assigment


Untuk mengeleminasi walk-time (kanal akan idle untuk waktu Round Trip
Time (RTT)), maka MPCP menggunakan metode pipeline timeslot assignment.

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 15

Gambar 2.11 Proses terjadinya Walk-Time [8]

Gambar 2.12 Optimasi Kanal dengan Pipeline Timeslot Assignment [8]

2.4.1.2 Decoupled Downstream dan Upstream Timing


Untuk mengatasi masalah tabrakan frame antara data ONUk dan ONU k+1,

maka dibutuhkan decoupler waktu streaming. Agar skema ini dapat berjalan, maka
dibutuhkan sinkronisasi clock waktu antara ONU dan OLT.

GATE k tertunda Tabrakan Data

GATE k GATE k

GATE k+1 GATE k+1

Gambar 2.13 Tabrakan Data (Data Collision) akibat GATE k terlambat [8]

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 16

Gambar 2.14 Decoupler waktu Streaming [8]

2.4.1.3 Sinkronisasi Clock MPCP


Untuk terwujudnya skema decoupled dari transmisi waktu pesan GATE, OLT
dan masing-masing ONU harus dapat menyelaraskan clock lokal yang dinamakan
clock MPCP. Clock MPCP adalah counter 32-bit dimana setiap waktu hitungnya di
setiap unitnya disebut time quanta (TQ). Time quanta memiliki interval 16-ns untuk
mentransmitkan 2 byte data pada line rate 1 Gbps. Untuk mensinkronkan clock MPCP
pada ONU dan OLT, setiap pesan MPCP memuat timestamp.

2.4.2 Auto Discovery


Mekanisme mode auto-discovery digunakan untuk mendeteksi koneksi ONU
yang baru, mempelajari delay round-trip-nya, dan MAC address dari ONU tersebut.
Mode ini memiliki empat jenis pesan MPCP, yaitu : GATE, REGISTER,
REGISTER_REQ, REGISTER_ACK.

2.5 Round-Trip Time (RTT)


RTT adalah perbedaan waktu dari proses pengiriman pesan dari OLT kepada
ONU dan request ONU kembali ke OLT. Bagaimanapun, masalah pada skema simpel
dalam perhitungan RTT menyangkut :

• Kemungkinan pertukaran waktu dalam proses generate respon di ONU adalah


bagian dari RTT
• Penggabungan waktu dari proses transmisi downstream dan upstream

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 17

• Apabila ada dua ONU yang memiliki jarak yang sama dari OLT, kedua ONU
akan menerima pesan discovery GATE secara simultan dan REGISTER_REQ
dalam satu waktu. Tanpa dilakukan random delay, maka akan terjadi tabrakan
(persistent collision)

Sebagai solusi atas persoalan di atas, maka standar IEEE 802.3ah menerapkan
skema perhitungan RTT yang canggih. Diagram waktu dari perhitungan RTT dapat
dilihat di gambar 1.6

Gambar 2.15 Round Trip-Time [8]

Saat discovery GATE melewati control multiplexer di OLT, maka waktu akan
di timestamp oleh MPCP clock (t0) pada OLT. Referensi dari timestamp adalah byte
pertama dari pesan discovery GATE. Saat discovery GATE sampai di ONU, ONU
akan men-set counter lokal MPCP sesuai dengan nilai timestamp yang diterima.
Referensi seharusnya adalah byte pertama dari Destination Address (DA) saat
diterima oleh ONU. Setelah inisiasi nilai clock local MPCP di-set, clock akan berjalan
lagi secara continue secara sinkron dengan clock yang merupakan pemulihan dari
streaming data yang diterima.
Saat clock MPCP mencapai nilai start time, ONU akan melakukan random
delay, lalu setelah itu akan mengirimkan pesan REGISTER_REQ. Saat
REGISTER_REQ melewati contol multiplexer di ONU, maka waktu tersebut akan di
timestamp dengan clock MPCP ONU (t1). Pada gambar 1.6 jarak waktu antara

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 18

diterimanya pesan discovery GATE dan pengiriman REGISTER_REQ ditandai dengan


Twait (t1-t0).

Terakhir, saat pesan REGISTER_REQ sampai di OLT, OLT akan menandai


nilai dari clock MPCP pada DA. Nilai ini ditandai dengan t2. Waktu antara OLT
mengirim discovery GATE dengan menerima REGISTER_REQ ditandai dengan
Tresponse (t2-t0). Maka dapat ditulis dalam persamaan :

2.6 Features dari EPON


EPON merupakan solusi dari keterbatasan dan kekurangan dari jaringan akses
ini, baik dari segi deployment, penyediaan bandwidth, biaya rendah dan menghasilkan
pendapatan yang besar. Berikut adalah kesimpulan dari kelebihan teknologi EPON :

Tabel 2.2 Features dari EPON


Hal yang ditawarkan Manfaat dan kelebihan
ONU menyediakan internal IP address Perubahan konfigurasi pada konsumen dapat
translation dimana dapat mengurangi nomor dilakukan lebih fleksibel yaitu tanpa
IP address , interface dengan PC dan peralatan mengkoordinasikan dengan skema pengalamatan
data untuk interface ethernet ATM
ONU menawarkan beberapa feature untuk Memperkuat fungsi dari peralatan, jaringan lebih
router, switch dan hub tanpa biaya tambahan simpel dan mengurangi biaya.
VLAN Memungkinkan provider dalam membentuk
layanan baru
Installasi firewall pada ONU Memungkinkan provider dalam membentuk
layanan baru
Full system redudansi pada ONU menyediakan Memungkinkan provider menggaransi level
ketersediaan dan kehandalan layanan dan menghindari biaya tak terduga
Self indentification peralatan secara otomatis Memfasilitasi restorasi layanan pada saat recovery
peralatan atau pemindahan card
Pengaturan secara jarak jauh dan upgrade penyederhanaan pengaturan jaringan, mengurangi
software waktu staff dan memotong biaya
Status dari layanan voice, data, maupun video Menyediakan layanan pelanggan yang lebih baik
dari grup pelanggan dapat dipantau secara

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 19

bersamaan

Masing-masing ONU memiliki standar Menghilangkan kebutuhan akan DSL dan kabel
interface pelanggan ethernet modem di sisi pelanggan dan mengurangi biaya

2.7 Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA)


Dalam pengalokasian bandwidth untuk seluruh ONU, digunakan algoritma
DBA berdasarkan mekanisme Interleaved Polling with Adaptive Cycle Time (IPACT).
Sebelum OLT mengalokasikan timeslot ke ONUi+1, maka OLT memeriksa (polling)
kedaaan state ONUi+1 (jumlah data yang ingin ditransmisikan dan panjang antrian
data) dari report message yang terletak pada frame yang diterima sebelumnya dari
ONUi. Dalam prosesnya, IPACT menggunakan control message (GATE and
REPORT) yang telah ditambahkan pada frame data. Sama dengan control message
yang digunakan pada skema decoupled downstream dan upstream timing, sehingga
dapat mengurangi waktu untuk sinkronisasi ONU dengan OLT dan overhead dari
control message tersebut. Berikut ini diberikan gambar yang mempresentasikan
proses IPACT , yaitu:

Gambar 2.16 Skema Interleaved Polling with Adaptive Cycle Time


(IPACT) [8]

Ketika REPORT dari ONU1 tiba, OLT mengalokasikan timeslot berukuran


400 bytes. Ketika ONU kedua meminta timeslot berukuran 21000 bytes, maka OLT
hanya mengalokasikan 15500 bytes (termasuk panjang GATE message) yang mana

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 20

angka ini adalah ukuran maksimal bandwidth yang ditentukan untuk setiap ONU.
Proses IPACT ini ditujukan untuk limited service (salah satu scheduling discipline
yang akan dijelaskan selanjutnya).
Jika kondisi buffer pada ONU adalah kosong (Lihat ONU1), maka ONU akan
mengirim 0 byte melalui pesan REPORT yang dikirim ke OLT. Maka pada siklus
waktu selanjutnya, OLT akan mengalokasikan timeslot yang kecil, yang cukup untuk
mengirimkan pesan REPORT (tanpa data).

2.7.1 IPACT (Interleaved Polling with Adaptive Cycle Time ) Allocation Discipline
Jika DBA agent memperbolehkan satu ONU untuk mengirim seluruh isi
buffer (antrian data yang panjang dan volume data yang besar) dalam satu siklus
transmisi, maka akan terjadi monopoli keseluruhan bandwidth oleh satu ONU. Untuk
mencegah hal ini terjadi, maka OLT akan membatasi ukuran maksimal bandwidth
(timeslot) yang ditentukan untuk setiap ONU. Proses ini disebut scheduling discipline
dengan jenis limited service. Jadi OLT mengalokasikan bandwidth kepada setiap
ONU dengan menggunakan beberapa cara (scheduling discipline), yaitu:

Tabel 2.3 Grant Scheduling Service yang digunakan dalam Simulasi [8]

Service Formula Deskripsi


Fixed Scheduling discipline ini mengabaikan ukuran
timeslot yang diminta oleh ONUi dan selalu
mengalokasikan batas maksimal bandwidth
yang ditentukan untuk setiap ONU.

Limited OLT mengalokasikan bandwidth sesuai yang


diminta oleh ONU tetapi tidak lebih dari
W MAX.

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)
BAB II Dasar Teori 21

Elastic Layanan ini berusaha mencapai batas


maksimal bandwidth yang ditentukan.
Faktor yang membatasi yaitu siklus waktu
maksimal (TMAX). Batas maksimal
bandwidth dihitung dengan cara
mengakumulasikan ukuran grant dari N
(jumlah ONU) terakhir dan hasilnya tidak
mencapai NWMAX. Jika hanya satu ONU
yang memiliki data untuk ditransmisikan,
maka bandwidth yang dialokasikan sama
dengan NWMAX.

Analisis Performansi Algoritma Dynamic Bandwidth Allocation (DBA) Pada Ethernet


Passive Optical Network (EPON)