Anda di halaman 1dari 6

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH PROVINSI BALI


UPT LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA KEROBOKAN
Jl. G. Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta, Badung, Bali
Telepon (0361) 730193 Fax (0361) 730192
Email : denpasarlapas@yahoo.co.id

PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DI LAPAS KLAS IIA KEROBOKAN


TAHUN ANGGARAN 2019

I. LATAR BELAKANG
Perkembangan kejahatan narkotika pada saat ini telah meresahkan kehidupan
masyarakat. Narkotika merupakan kejahatan internasional karena tindak kejahatan tersebut
dilakukan melewati batas negara. Penyebarluasan peredaran narkotika di berbagai negara
merupakan bentuk kejahatan yang terorganisir. Sebagai salah satu negara maritim,
Indonesia menjadi sasaran yang sangat potensial sebagai tempat untuk memproduksi dan
mengedarkan narkotika secara ilegal.
Permasalahan narkotika saat ini tidak mudah untuk ditangani karena antara
produsen, pengedar, dan pengguna sulit untuk terdeteksi. Peningkatan tindak pidana
narkotika berimplikasi pada meningkatnya jumlah penghuni Lapas/Rutan. Berdasarkan data
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terjadi peningkatan jumlah Narapidana dan Tahanan
kasus narkotika yang cukup signifikan, pada akhir tahun 2016 tercatat 81.948 orang, akhir
tahun 2017 tercatat 100.396 orang, dan akhir tahun 2018 mencapai 116.063 orang. Sehingga
peran rehabilitasi dalam pemulihan ketergantungan bagi penyalahguna narkotika sangat
penting, baik rehabilitasi medis ataupun sosial karena semakin bertambahnya pecandu
narkotika di Indonesia. Sehingga saat ini rehabilitasi terhadap pecandu dan korban
penyalahgunaan narkotika di Lapas dan Rutan menjadi salah satu strategi yang
dikembangkan. Masalah gangguan penggunaan NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat
adiktif lain) merupakan masalah komplek yang penatalaksanaannya melibatkan banyak
bidang keilmuan (medis dan non-medis). Penatalaksanaan seseorang dengan
ketergantungan NAPZA merupakan suatu proses panjang yang memakan waktu relatif
cukup lama dan melibatkan berbagai pendekatan dan latar belakang profesi. Gangguan
penggunaan NAPZA merupakan masalah bio-psiko-sosio-kultural yang sangat rumit
sehingga perlu ditanggulangi secara multidisipliner dan lintas sektoral dalam suatu program
yang menyeluruh (komprehensif) serta konsisten.
Rehabilitasi narkoba adalah tempat yang memberikan pelatihan keterampilan dan
pengetahuan untuk menghindarkan diri dari narkoba. Program rehabilitasi narkotika
merupakan serangkaian upaya yang terkoordinasi dan terpadu, terdiri atas upaya-upaya
medik, bimbingan mental, psikososial, keagamaan, konseling, pendidikan kesehatan dan
latihan vokasional untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri, kemandirian, dan
menolong diri sendiri serta mencapai kemampuan fungsional sesuai dengan potensi yang
dimiliki, baik fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Pada akhirnya mereka diharapkan dapat
mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba, kembali berinteraksi dengan masyarakat
secara wajar, serta dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar
sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.
Program rehabilitasi sosial yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA
Kerobokan merupakan sebuah program yang memadukan berbagai metode meliputi aspek
medis, sosial, kerohanian, pendidikan kesehatan dan keterampilan. Program ini merupakan
salah satu bentuk kegiatan pengobatan dan perawatan bagi warga binaan yang mengalami
ketergantungan narkoba. Rehabilitasi sosial merupakan suatu proses kegiatan pemulihan
secara terpadu, baik fisik, mental, ataupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat
kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.

II. TUJUAN
A. Tujuan Umum :
1. Untuk memulihkan WBP pengguna narkoba dari kondisi ketergantungannya.
2. Agar WBP menyadari kesalahannya, tidak mengulangi tindak pidananya dan dapat
kembali menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi diri sendiri,
keluarga, masyarakat serta berguna bagi nusa dan bangsa.
B. Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan WBP tentang cara-cara mengatasi
adiksi.
2. Melakukan strategi untuk pencegahan slip dan relaps.
3. Meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi kesehatan.
4. Menjaga kondisi “bersih” dari segala pengaruh penyalahgunaan narkoba.

III. TAHAPAN KEGIATAN REHABILITASI


Adapun rencana program rehabilitasi sosial yang akan dilaksanakan di Lapas Klas IIA
Kerobokan meliputi skrining dan asesmen, konseling adiksi, case conference/siding kasus,
terapi kelompok, family support group, bimbingan rohani, dan recreational hour.
IV. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
A. Waktu Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial di Lapas Klas IIA Kerobokan dilaksanakan
selama 6 bulan dari minggu ketiga bulan Mei 2019 sampai dengan minggu kedua bulan
November 2019.
B. Tempat Kegiatan
Seluruh proses pembinaan peserta rehabilitasi sosial dilaksanakan di Klinik Lapas Klas
IIA Kerobokan, dengan tempat karantina peserta rehabilitasi sosial bertempat di lantai
1 gedung Klinik Lapas Klas IIA Kerobokan. Hal ini bertujuan agar lebih mudah
mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para WBP peserta rehabilitasi sosial
dan menjaga kondisi “bersih” dari segala pengaruh penyalahgunaan narkoba.

V. SASARAN
WBP kasus penyalahgunaan narkoba yang belum pernah mengikuti kegiatan rehabilitasi,
dimana sebanyak 10 orang WBP akan mengikuti skrining dan asesmen awal untuk
mengikuti seluruh kegiatan rehabilitasi sosial di Lapas Klas IIA Kerobokan.

VI. HASIL YANG DIHARAPKAN


A. WBP peserta rehabilitasi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang
cara mengatasi adiksi.
B. WBP peserta rehabilitasi diharapkan mampu melakukan upaya-upaya pencegahan slip
dan relaps.
C. WBP peserta rehabilitasi memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi
kesehatan.
D. WBP peserta rehabilitasi mampu mempertahankan kondisi “bersih” dari segala
tindakan penyalahgunaan narkoba.

VII. SUMBER DANA


Pendanaan program rehabilitasi sosial di Lapas Klas IIA Kerobokan menggunakan dana dari
DIPA.
Tabel 1. Rancangan Biaya Rehabilitasi Sosial
Harga Jumlah
No Kegiatan Volume
Satuan Biaya
1 Skrining & Asesmen
Tes Urine 10 org x 2 keg 150.000 3.000.000
ATK 1 paket 1.000.000 1.000.000
Transport Petugas Asesmen 1 org x 1 keg 150.000 150.000
2 Asesmen Lanjutan
Tes Urine 10 org x 1 keg 150.000 1.500.000
Transport Petugas Asesmen 1 org x 1 keg 150.000 150.000
3 Konseling Adiksi
Transport Petugas Konseling 1 org x 6 keg 150.000 900.000
4 Extra Voeding
Konsumsi Snack 10 org x 30 hr x 6 bln 5.000 18.000.000
x 2 kali
5 Case Conference/Sidang Kasus
Konsumsi 5 org x 2 kali x 1 keg 65.000 650.000
6 Terapi Kelompok
Transport Petugas Terapi 1 org x 6 bln x 4 keg 150.000 3.600.000
7 Family Support Group
Konsumsi 10 org x 1 keg 14.000 140.000
Transport Petugas 2 org x 1 keg 150.000 300.000
8 Bimbingan Rohani
Transport Petugas 1 org x 6 keg 150.000 900.000
9 Recreational Hour
Konsumsi 10 org x 6 bln x 1 keg 14.000 840.000
10 Asesmen Akhir
Tes Urine 10 org x 1 keg 150.000 1.500.000
Transport Petugas Asesmen 1 org x 1 keg 150.000 150.000
JUMLAH 32.780.000

Mangupura, 6 Februari 2019


Program Manager

Ni Nyoman Budi Utami


NIP. 19800827 200012 2 001
LAMPIRAN
Tabel 2. Jadwal Kegiatan Rehabilitasi Sosial
BULAN
KEGIATAN MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
Skrining & Asesmen
Asesmen Lanjutan
Konseling Adiksi
Extra Voeding
Case Conference/Sidang Kasus
Terapi Kelompok
Family Support Group
Bimbingan Rohani
Recreational Hour
Asesmen Akhir
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH PROVINSI BALI
UPT LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA KEROBOKAN
Jl. G. Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta, Badung, Bali
Telepon (0361) 730193 Fax (0361) 730192
Email : denpasarlapas@yahoo.co.id

SURAT PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN


PROGRAM REHABILITASI SOSIAL

Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : …………………………………………………………………………….
No Register : …………………………………………………………………………….
Tempat tanggal lahir : …………………………………………………………………………….
Alamat : …………………………………………………………………………….
Menyatakan bahwa saya bersedia untuk mengikuti seluruh kegiatan Rehabilitasi Sosial
yang diselenggarakan oleh Lapas Klas IIA Kerobokan.
Selama mengikuti program tersebut saya bersedia untuk :
1. Mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dalam program.
2. Mematuhi dan mentaati semua instruksi petugas dalam meningkatkan kelancaran dan
keberhasilan program.
3. Bersikap sopan santun serta menjaga tata tertib selama mengikuti program.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan penuh tangguh jaawab tanpa
paksaan dari pihak manapun.

Mengetahui Mangupura, ……………………………


Kasi Binadik Yang membuat pernyataan

Ni Nyoman Budi Utami (……………………………………)


NIP. 19800827 200012 2 001