Anda di halaman 1dari 8

PANCASILA

TUGAS

DOSEN PEMBIMBING
Nazaruddin Khuluk. ST, M.SiL

DISUSUN OLEH
Krisno Febriyanto.
( NIM : 1870121038 )

UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA FAKULTAS


TEKNIK
PRODI TEKNIK ARSITEKTUR
2018/1019
PANCASILA

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Ideologi bangsa yang


menjadi landasan berdirinya bangsa ini. Pancasila merupakan penentu bagi
arah dan sikap yang akan dijalani oleh negara. Pancasila berasal dari tradisi,
adat dan kebudayaan dari masyarakat Indonesia. Sehingga pancasila tidak
bertentangan dengan kebudayaan masyarakat

Pancasila merupakanideologi yang bersifat universal. Dalam pancasila


kedudukan manusia sevara individu dan sosial seimbang. Pancasila mengakui
bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang perlu berhubungan dengan
orang lain. Sehingga dalam pancasila mengatur bagaimana sebaiknya hubungn
antar individu.

Menurut Soediman Kartohadiprodjo dalam bukunya Beberapa Pekiraan


Sekitar Pancasila (1980) mengemukakan bahwa: Pancasila itu adalah filsafat
bangsa Indonesia. Kelima sila itu merupakan inti-inti soko guru dari pemikiran
yang bulat. Sedangkan Notonagoro, dalam berbagai tulisannya berpendapat
bahwa kedudukan pancasila dalam negara RI sebagai dasar negara dalam
pengertian filsafat. Sifat kefilsafatan dari dasar negara tersebut terwujudkan
dalam rumusan abstrak umu universal dari kelima sila pancasila (Rukiyati, dkk:
2008, 84).

Pancasila merupakn sumber dari segala sumber. Peraturan yang dibuat


harus sesuai dengan filsafat bangsa dan tidak boleh bertentangan. Pancasila
merupakan serangkaian nilai yang tentu dianggap baik. Nilai-nilai tersebut yaitu
ketuhanan, kemanusian, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut
merupakan suatu sistem yang utuh sebagai suatu tujuan.

Pancasila mengakui adanya Tuhan dan memberi kebebasan setiap warga


negara untuk memeluk agama. Menghendaki adanya persatuan dalam negara
yang multikultur seperti Indonesa ini. Demokrasi yang berdasakan pada
musayawarah yang menghadirkan mufakat. Dan terciptanya keadilan untuk
semua orang tanpa memandang agama, budaya, suku, dan warna kulit.

Dalam kehidupan masyarakat maupun kehidupan berbangsa dan


bernegara, pancasila merupakan suatu pedoman tingkah laku untuk bertindak.
Pancasila mengandung nilai-nilai kebaikan bersama yang tidak bisa diabaikan.
Untuk itu perlu adanya semangat pancasila agar nilai-nilai yang terkandung
dalam pancasila dapat di implementasikan.

Namun ketika kita lihat dalam dunia nyata saat ini, konsep pancasila
yang indah itu belum juga dapat terealisasi. Pancasila hanya dijadikan sebuah
ideologi yang dianggap tidak realistis. Ketika seseorang dihadapkan untuk
memilih kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan bersama.

Jiwa pancasila dan semangat pancasila saat ini bisa dikatakan semakin
memudar. Dalam setiap bidang pancasila tidak bisa menjadi raja dalam
pemikirannya.Seperti kita ketahui kemiskinan di Indonesia belum juga bisa
teratasi. Yang ada si miskin semakin miskin dan si kaya semakin kaya. Masih
ada daerah-daerah yang bisa dikatakan tertinggal.

Saat ini masyarakat lebih berorientasi pada uang. Siapapun yang


memiliki uang atau modal semua keinginannya akan tercapai. Maka tidak heran
ada yang mengatakan sila pertama pancasila di ubah dalam
pancasial (guyonan) yaitu keuangan yang maha kuasa. Ini merupakan sebuah
sindiran mengenai sistem yang ada selalu berorientasi pada uang.
Selain itu akhir-akhir ini banyak kasus korupsi yang mulai terungkap.
Adanya persekongkolan yang terjadi pada pejabat negara dengan para
pengusaha akan berakibat buruk bagi rakyat. Pejabat negara bisa saja menjual
peraturan kepada pengusaha. Dengan begitu peraturan yang dibuat tidak lagi
mencerminkan kepentingan dan pemecahan maslah dari warga. Yang ada
hanyalah peraturan yang dibuat untuk kepentingan para pemilik modal.

Anggota DPR lebih suka mengunjungi luar negeri atau dikatakan study
banding dibandingkan melihat langsung keadaan rakyatnya. Dan nyatanya hasil
dari study banding yang mereka lalukan tidak memberikan hasil yang berarti
untuk rakyat.

Adanya kasus yang mencuat akhir ini tentang penyekapan buruh alat
masak di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten
Tangerang menggambarkan masih minimnya jiwa kemanusiaan. Mereka tega
memperlakukan orang lain yang telah membantunya untuk mengembangkan
usaha pemilik. Kejadian ini tentu menjadi kita pelajatran untuk selalu Wilayah
Indonesia yang sangat luas membutuhkan tenaga yang ekstra untuk dapat
mengorganisir setiap wilayah.

Kesejahteraan masyaraka tyang terdapat pada sila kelima dalam


pancasila, tampaknya belum juga bisa terealisasikan. Daerah Indonesia yang
begitu luas dan memiliki karakter yang berbeda tampaknya masih menjadi
tembok besi untuk bisa meloncatinya.

Papua merupakan salah satu wilayah yang perlu perhatian khusus.


Masyarakat Papua masih merasakan adanya penjajahandan tidak ada
kesejahteraan yang bisa dirasakan. Mereka harus melawan kemiskinan,
kebodohan, dan kesehatan yang buruk. Adanya perusahaan yang besar tidak
menjamin kelangsungan hidup mereka. Hanya bisa melihat kerusakan-
kerusakan lingkungan yang ada, melihat kendaraan berat yang terus mengguras
kekayaan mereka tanpa ikut menikmatinya.

Pemerintah hanya memberikan peraturan atau penyelesaian yang


berasal dari perspektif mereka yang tentu tidak sama dengan orang Papua.
Adanya ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap orang Papua memberikan
dampak yang membuat mereka terbelenggu oleh aturan yang tidak pasti.
Penyelesaian Papua ini bisa dilakukan dengan dialog, seperti penyelesaian
konflik di Aceh. Menemukan pemerintah dengan Papua salah satu cara yang
strategis. Masyarakat Papua bisa mmenyampaikan keluh kesahnya langsung
kepada pemerintah. Dan dapat menyelesaikan masalah denagn perspektif
orang Papua.

Berikut adalah arti dari simbol pancasila :

1. Sila ke 1

Bunyi Sila ke 1 Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbol


pancasila sila pertama ini digambarkan sebagai Bintang yang memiliki lima
sudut

Gambar bintang pada simbol Pancasila sila pertama memiliki arti sebagai
sebuah cahaya, yaitu cahaya rohani yang dipancarkan oleh Tuhan kepada umat
manusia. Lambang Pancasila berbentuk Bintang ini juga diartikan sebagai suatu
cahaya yang menerangi Dasar Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945
alinea 4), Sifat Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945 alinea 2), dan
tujuan Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945 alinea 4).

Warna hitam pada latar belakang Bintang tersebut melambangkan warna


alam. Warna latar belakang tersebut juga dapat dimaknai bahwa berkat rahmat
Allah merupakan sumber segala yang ada di dunia ini.

2. Sila ke 2
Bunyi Sila ke 2 Pancasila adalah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Simbol Pancasila sila kedua ini digambarkan dengan mata rantai emas
berbentuk lingkaran dan persegi yang saling berkaitan hingga membentuk suatu
lingkaran.

Mata rantai berbentuk segi empat merupakan lambang laki-laki,


sedangkan mata rantai berbentuk bulat melambangkan perempuan. Mata
rantai yang saling berkaitan pada simbol tersebut melambangkan hubungan
setiap manusia, dimana laki-laki dan perempuan saling membutuhkan dan
harus bersatu agar dapat menjadi kuat seperti rantai.

Dengan kata lain, makna lambang Pancasila ini adalah hubungan antar
individu di masyarakat Indonesia (baik laki-laki maupun perempuan) yang
dilakukan secara adil dan beradab sehingga hubungan masyarakat secara
keseluruhan menjadi lebih kuat.

3. Sila ke 3
Bunyi Sila ke 3 Pancasila adalah Persatuan Indonesia. Simbol Pancasila
sila ke 3 ini digambarkan dengan Pohon Beringin yang memiliki akar dan sulur.
Lambang Pohon Beringin di sini memiliki makna bahwa Pancasila
merupakan tempat berteduh/ berlindung bagi seluruh rakyat Indonesia agar
merasa aman dan nyaman meskipun terdapat banyak perbedaan antar suku
bangsa.

Sulur dan akar pada gambar Pohon Beringin tersebut adalah lembang
dari keberagaman suku bangsa di Indonesia. Dengan kata lain, arti simbol
Pancasila sila ke 3 adalah keanekaragaman suku bangsa di Indonesia yang
bersatu dan berlindung di bawah Pancasila.

4. Sila ke 4

Bunyi Sila ke 4 Pancasila adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh


Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sila ke 4 ini
dilambangkan dengan gambar Kepala Banteng.

Banteng dikenal sebagai mahluk yang berjiwa sosial dan suka berkumpul
dengan sesamanya sehingga kelompok Banteng menjadi semakin kuat dan
dapat terhindar dari terkaman hewan pemangsa.

Simbol Kepala Banteng pada sila ke 4 Pancasila memiliki makna bahwa


rakyat Indonesia merupakan mahluk sosial yang suka berkumpul dan
bermusyawarah untuk bermufakat dan mengambil suatu keputusan. Dengan
kata lain, segala keputusan yang diambil adalah hasil musyawaran dan mufakat
bersama.
5. Arti Lambang Pancasila, Sila ke 5

Bunyi Sila ke 5 Pancasila adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat


Indonesia. Sila ke 5 ini dilambangkan dengan gambar Padi dan Kapas.

Simbol Padi dan Kapas pada sila ke 5 melambangkan kebutuhan dasar


semua manusia untuk hidup, yaitu kebutuhan akan pangan dan sandang.

Kebutuhan pangan dan sandang rakyat yang terpenuhi dengan baik


merupakan syarat utama agar suatu negara dapat mencapai kemakmuran.

Hal inilah yang menjadi cita-cita pada sila ke 5 Pancasila tersebut.