Anda di halaman 1dari 9

Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

Perilaku Membuang Sampah Sembarangan oleh Warga Desa Cinta


Mulya RW02 RT04 Jatinangor

Rifky Putra Pratama 260110160101


Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor

Abstrak
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia seiring peningkatan
populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini, pengelolaan
sampah masih menimbulkan permasalahan yang sulit dikendalikan. Sampah erat
kaitannya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampah-sampah tersebut akan
hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit (bacteri pathogen), dan juga
binatang serangga pemindah/penyebar penyakit (vektor). Sampah banyak dibuang
sembarangan, khususnya bagi masyarakat Desa Cintamulya yang masih menjadi
budaya yang tidak bisa ditinggalkan meskipun sudah terfasilitasi dengan adanya
tempat sampah umum disetiap rumah. Penelitian ini untuk mengetahui permasalahan
yang masih sering dijumpai di Desa Cintamulya dengan melihat dari berbagai macam
kacamata di Desa Cintamulya sebagai salah satu faktor.

Kata Kunci : Desa Cintamulya, Sanitasi, Sampah.

Abstract
Waste is a consequence of human activities with increasing population and economic
growth in Indonesia at this time, the waste management still poses problems that are
difficult to control. Trash is closely related to public health because of the waste will
live many disease-causing microorganisms (bacterial pathogens), and also animals
insects mover / spreader of disease (vector). Carelessly discarded trash are many,
especially for the Village Cintamulya is still a culture that can not be abandoned
despite being facilitated by the presence of municipal waste in every home. This
research is to find out the problems that are still often found in the village Cintamulya
with a view of a wide variety of glasses in the village as one of the factors
Cintamulya.

1
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

Keys : Cintamulya Village, Sanitation, Trash.

Pendahuluan sendiri adalah menciptakan sebuah


lingkungan yang sehat sehingga tidak
gampang terserang atau terkena
Pemukiman adalah bagian dari
berbagai macam penyakit yang kapan
lingkungan hidup diluar kawasan hutan
saja bisa menyerang kita seperti
lindung, baik yang berupa kawasan
demam berdarah, muntaber dan lain-
perkotaan atau pedesaan. Pemukiman
lain. Ini dapat dicapai dengan
berfungsi sebagai lingkungan tempat
menciptakan suatu lingkungan yang
tinggal atau hunian dan tempat
bersih indah dan nyaman. Kebersihan
kegiatan yang mendukung
lingkungan meliputi kebersihan tempat
perikehidupan dan penghidupan (UU
tinggal, tempat bersekolah, tempat
RI No. 4,1992).
bekerja, dan berbagai sarana umum
Kebersihan Lingkungan adalah
lainnya. Kebersihan adalah salah satu
upaya manusia dala menjaga tempat
tanda dari keadaan higiene atau jauh
berinteraksi mereka dari kotor dan keji
dari kotor baik dalam diri sendiri,
dalam rangka mewujudkan dan
lingkungan keluarga maupun
melestarikan kehidupan yang nyaman
lingkungan sekitar.
dan sehat. Lingkungan secara umum
Manusia perlu menjaga
diartikan sebagai suatu tempat yang
kebersihan lingkungan dan kebersihan
dapat mempengaruhi pertumbuhan
diri agar sehat tidak menyebabkan
manusia, sedangkan menurut kamus
kotoran atau menularkan penyakit bagi
environment diartikan sebagai suatu
diri sendiri maupun orang lain karena
yang berhubungan dengan lingkungan
itu kita harus pandai pandai menjaga
atau suasana (Mariyana, 2010).
kebersihan. Tidak sulit menjaga
Kebersihan lingkungan
kebersihan lingkungan ada banyak
merupakan hal yang tidak dapat
macam cara untuk menjaga kebersihan
dijauhkan dari sebuah kehidupan
lingkungan misalnya dengan
manusia dan merupakan unsur yang
membuang sampah pada tempatnya,
pasti atau tetap dalam ilmu kesehatan
selalu membersihkan selokan air,
dan pencegahannya. Yang dimaksud
memisahkan sampah kering dan
dengan kebersihan lingkungan itu
sampah basah, rajin menyapu halaman
2
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

rumah, mendaur ulang barang yang sangat ditakuti oleh masyarakat seperti
tidak terpakai dan masih banyak lagi. cacar dan kolera. Dalam kesehatan
Jika kita tidak menjaga kebersihan masyarakat mempunyai batasan-
lingkungan maka lingkungan menjadi batasan dari mulai yang sangat sempit
tidak sehat dan dapat mengganggu ke yang sangat luas. Seperti dimulai
kegiatan sehari hari juga dapat dari batasan yang paling tua, dikatakan
menyebabkan penyakit yang bahwa kesehatan adalah upaya-upaya
menganggu masyarakat. Lingkungan untuk mengatasi masalah-masalah
yang bersih menjadikan hidup lebih sanitasi yang mengganggu kesehatan.
sehat, udara terasa sejuk, tempat Dengan kata lain kesehatan masyarakat
tinggal menjadi bersih dan terhindar adalah sama dengan sanitasi. Upaya
dari segala penyakit. Maka dari itu kita memperbaiki dan meningkatkan
harus selalu menjaga kebersihan sanitasi lingkungan merupakan
lingkungan karena banyak sekali kegiatan kesehatan masyarakat (baca
manfaatnya untuk kehidupan. selengkapnya di (Notoatmojo, 2007).
Kesehatan lingkungan pada Sampah dapat didefinisikan
hakikatnya adalah suatu kondisi atau sebagai semua buangan yang
keadaan lingkungan yang optimum dihasilkan dari aktivitas manusia dan
sehingga berpengaruh positif terhadap hewan yang berupa padatan, yang
terwujudnya status kesehatan yang dibuang karena sudah idak berguna
optimal pula. Mengingat bahwa atau diperlukan lagi. Pengertian
masalah kesehatan lingkungan di sampah menurut SK SNI T-13-1990-F
negara-negara yang sedang adalah limbah yang bersifat padat
berkembang adalah berkisar pada terdiri dari zat organic dan zat
sanitasi (jamban), penyediaan air anorganik yang dianggap tidak berguna
minum, perumahan (housing), lagi dan harus dikelola agar tidak
pembuangan sampah, dan pembuangan membahayakan lingkungan dan
air limbah (air kotor). Sejarah melindungi investasi pembangunan.
perkembangan kesehatan masyarakat Sedangkan menurut WHO, sampah
di Indonesia dimulai sejak adalah sesuatu yang tidak digunakan,
pemerintahan Belanda abad ke-16. tidak dipakai, tidak disenangi atau
Kesehatan masyarakat di Indonesia sesuatu yang dibuang berasal dari
pada waktu itu di mulai dengan adanya kegiatan manusia dan tidak terjadi
upaya pemberantasan penyakit yang dengan sendirinya (Chandra, 2007).
3
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

Berdasarkan komposisi sampah. Faktor yang mempengaruhi


kimianya, maka sampah dibagi jumlah sampah selain aktivitas
menjadi sampah organic dan sampah penduduk antara lain adalah : jumlah
anorganik. Penelitian mengenai atau kepadatan penduduk, sistem
sampah padat di Indonesia pengelolaan sampah, keadaan geografi,
menunjukkan bahwa 80% merupakan musim dan waktu, kebiasaan
sampah organik, dan diperkirakan 78% penduduk, teknologi serta tingkat
dari sampah tersebut dapat digunakan sosial ekonomi (Depkes RI., 1987).
kembali (Outerbridge,1991). Berdasarkan komposisi
Sampah adalah sisa kegiatan kimianya, maka sampah dibagi
sihari-hari maunisa dan/atau dari menjadi sampah organik dan sampah
proses alam yang berbantuk padat anorganik. Penelitian mengenai
(Suyoto,2008). Laju produksi sampah sampah padat di Indonesia
terus meningkat, tidak saja sejajar menunjukkan bahwa 80% merupakan
dengan laju pertumbuhan penduduk sampah organik, dan diperkirakan 78%
tetapi juga sejalan dengan dari sampah tersebut dapat digunakan
meningkatnya pola konsumsi kembali (Outerbridge,1991).
masyarakat. Di sisi lain kapasitas Kebiasaan masyarakat yang
penangan sampah yang dilakukan berperilaku hidup bersih dan sehat
masyarakat maupun pemerintah daerah (PHBS) salah satunya tidak membuang
belum optimal. Sampah yang tidak sampah secara sembarangan. Menurut
dikelola dengan baik akan berpengaruh Susilo (2008), terdapat dua jenis
terhadap lingkungan dan kesehatan bencana akibat rusaknya daya dukung
masyarakat kesekitarnya. lingkungan. Pertama, kerusakan karena
Sumber sampah bisa faktor internal yakni kerusakan yang
bermacam-macam, diantaranya adalah berasal dari alam sendiri. Kedua,
: dari rumah tangga, pasar, warung, kerusakan karena faktor eksternal yaitu
kantor, bangunan umum, industri, dan kerusakan lingkungan yang berasal
jalan. Perkembangan dan pertumbuhan dari perilaku manusia, seperti limbah
penduduk yang pesat di daerah rumah tangga yang dibuang di sungai-
perkotaan mengakibatkan daerah sungai. Menurut Hadiwiyoto (1983),
pemukiman semakin luas dan padat. sikap mental atau perilaku merupakan
Peningkatan aktivitas manusia, lebih salah satu faktor yang menimbulkan
lanjut menyebabkan bertambahnya

4
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

masalah sampah, sehingga sukar untuk kegiatan yang tanpa akhir. Oleh karena
dikendalikan. itu diperlukan sistem pengelolaan
Sampah yang dibuang di sungai sampah yang baik. Sementara itu,
dapat menyebabkan pencemaran air. penanganan sampah perkotaan
Menurut (Wardhana,2009) Komponen mengalami kesulitan dalam hal
pencemaran air di kelompokan sebagai pengumpulan sampah dan upaya
berikut: bahan buangan padat, bahan mendapatkan tempat atau lahan yang
buangan organik, bahan buangan benar-benar aman (Suryani et al,
anorganik, 1997).
bahan buangan olahan bahan makanan,
bahan buangan cairan berminyak, Tujuan Penelitian
bahan buangan zat kimia, dan bahan
buangan berupa panas. Air yang tidak Untuk mengetahui
dapat dimanfaatkan lagi akibat permasalahan yang masih sering
pencemaran air merupakan kerugian dijumpai di Desa Cipacing dengan
yang terasa secara langsung oleh melihat keadaan di Desa Cipacing.
manusia. Bentuk kerugian langsung ini
berupa: air tidak dapat digunakan lagi
Metode
untuk keperluan rumah tangga, air
tidak dapat digunakan untuk keperluan
Wawancara dengan masyarakat
industri, dan air tidak dapat digunakan
Desa Cipacing dan melihat langsung
untuk keperluan pertanian..
keadaan di Desa Cipacing.
Menurut Hadiwiyoto (1983),
kebodohan merupakan salah satu
faktor yang menimbulkan masalah
Hasil dan Pembahasan
sampah. Jalan yang ditempuh dalam
upaya meningkatkan kesadaran Masalah sampah tidak kunjung
masyarakat agar mengelola sampah bisa diselesaikan dengan tuntas.
hasil produksinya setiap hari salah Meskipun sudah banyak upaya-upaya
satunya dengan meningkatkan yang dilakukan oleh pemerintah.
pengetahuan masyarakat melalui Sampah tetap saja terlihat menumpuk
pendidikan formal maupun non formal. di mana-mana. Masyarakat masih suka
Kegiatan atau aktivitas membuang sampah sembarangan.
pembuangan sampah merupakan Dengan pertambahan penduduk yang

5
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

semakin meningkat, maka timbunan Tempat sampah organik isinya plastik,


sampah yang dihasilkanpun juga sandal, dan sampah-sampah lain
meningkat. Bukan hal baru, masalah campur jadi satu. Seperti yang
sampah yang dibuang tidak pada diketahui bersama, setiap kegiatan
tempatnya menjadi boomerang bagi yang dilakukan oleh manusia akan
manusia. Sampah dapat didefiniskan menimbulkan zat buang. Baik berupa
sebagai semua buangan yang gas, cair, maupun padat. Buangan
dihasilkan dari akitivitas manusia dan berbentuk padat biasa kita sebut
hewan yang berupa padatan, yang sebagai sampah. Dengan pertambahan
dibuang karena sudah tidak berguna penduduk Indonesia yang semakin
atau diperlukan lagi. (Fadhilah, 2011). meningkat, maka timbulan sampah
yang dihasilkanpun juga meningkat.
Menyusuri Desa Cintamulya, berarti
harus menyiapkan diri untuk
menyusuri jejak-jejak pemukiman
sampah di tengah pemukiman warga.
Bukan hal baru, masalah sampah yang
dibuang tidak pada tempatnya menjadi
Gambar Sampah yang boomerang bagi umat manusia.
berserakan di got di Desa Cintamulya Kesadaran yang sangat penuh dari tiap-
RT 04/02 tiap insan terkadang jarang tercermin
Masalah sampah rasanya tidak dari kesehariannya. Oleh karena itulah,
kunjung bisa diselesaikan dengan belakangan ini banyak grup, lembaga
tuntas. Meskipun sudah banyak upaya- profit maupun non-profit bahkan
upaya yang dilakukan oleh pemerintah. pribadi-pribadi yang “ringan tangan”
Sampah tetap saja terlihat menumpuk dan “ramah” mulai menggerakkan
di mana-mana. Masyarakat masih suka komunitasnya untuk turun secara aktif
membuang sampah sembarangan. membersihkan sampah. Caranya
Tempat sampah khusus sudah bermacam-macam, mulai dari orang
disediakan seperti tempat sampah yang diam-diam mengelola sampah
khusus bahan organik, tempat sampah pribadi di rumah maupun ketika
khusus plastik, dan tempat sampah dimana saja, sampai teriakan lantang
khusus logam. Anehnya tempat dan sapaan ramah penggiat lingkungan
sampah itu sepertinya tidak berfungsi. memberikan selebaran untuk dibaca
6
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

orang banyak. Mirisnya, hal itu belum maka perilaku membuang sampah
menyentuh semua lapisan masyarakat. sembarangan akan menjadi suatu
Penyebab Warga Cintamulya bentukan perilaku yang terinternalisasi
membuang sampah di dalam pikiran bahwa membuang
Penyebab utama bagaimana sampah sembarangan bukanlah hal
perilaku membuang sampah yang salah. Perlu diingat, cara
sembarangan ini bisa terbentuk dan seseorang manusia belajar yang paling
bertahan kuat di dalam perilaku kita mudah adalah dengan imitasi dan
adalah: (a) Sistem kepercayaan sebagain besar masyarakat belajar
masyarakat terhadap perilaku suatu perilaku adalah dengan imitasi.
membuang sampah. Kemungkinan di (c) Perceived behavior control
dalam pikiran alam bawah sadar, Seseorang akan melakukan suatu
masyarakat menganggap bahwa tindakan yang dirasa lebih mudah
membuang sampah sembarangan ini untuk dilakukannya karena tersedianya
bukan sesuatu hal yang salah dan wajar sumber daya. Jadi, orang tidak akan
untuk dilakukan. Sangatlah mungkin membuang sampah sembarangan bila
masyarakat merasa bahwa perilaku tersedia banyak tempat sampah di
membuang sampah sembarangan ini pinggir jalan.
bukan suatu hal yang salah dan tidak
berdosa. (b) Norma dari lingkungan Kesimpulan dan Saran
sekitar seperti keluarga, tetangga,
sekolah, lingkungan kampus, atau Pengelolaan sampah rumah

bahkan di tempat-tempat pekerjaan. tangga di Desa Cintamulya RT.04

Pengaruh lingkungan merupakan suatu belum dilaksananakan secara optimal.

faktor besar di dalam munculnya suatu Masih banyak warga yang membuang

perilaku. Perilaku membuang sampah sampah sembarangan dan tidak

sembarangan ini tentu tidak akan menyadari bahwa hal tersebut dilarang

pernah lepas dari pengaruh lingkungan dan terdapat aturan yang mengikat.

sekitar. Saat ini, dalam menangggapi Faktor dari perilaku ini adalah

masalah pembuangan sampah kurangnya kesadaran, kurangnya

sembarangan sudah menjadi pola pendidikan, dan keadaan ekonomi.

perilaku di masyarakat yang “biasa” Sebaiknya sampah tersebut bisa

atau legal karena semua orang diolah contohnya sampah organik

melakukannya. Secara tidak sadar dijadikan kompos dan sampah

7
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

anorganik dijadikan sebuah kerajinan. memiliki pengetahuan lebih


Disini peran dari masyarakat yang dibutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar,Asrul.1990. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan.Jakarta: Mutiara Sumber


Widya.

Chandra, Dr. Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit


Buku Kedokteran. Hal. 124, dan 144-147.

Depkes,RI.1987.Pedoman Bidang Studi Pembuangna Sampah, Akademi Penilik


Kesehatan Teknologi Sanitasi (APKTS).Jakarta: Proyek Pengembangan
Pendidikan Tenaga Sanitasi Pusat Departemen Kesehatan.

Fadhilah, Arief,Sugianto ,Heri,Hadi,Kuncoro,Firmandhani,Satriya,Mutrini,Titin, dan


Pandelaki, Edward.Kajian Pengelolaan Sampah Kamus Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.2011.Jurnal Lingkungan.Vol.11.No.2

Hadiwiyoto,S.1983.Penanganan dan Pemanfaatan Sampah.Jakarta : Yayasan Idayu.

Mariyana, dkk. 2010. Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta Rencana Srenada


Media Group

Murtadho,Djuli dan Said Gumbira.1987.Penanganan dan Pemanfaatan Limbah


Padat.Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa.

Notoatmojo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Outerbridge, Thomas.1991.Limbah Padat di Indonesia : Masalah atau sumber


Daya.Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

8
Artikel Ilmiah 17 Desember 2016

Suryani,M.Ahmad R., dan Mudi R.1997. Lingkungan Sumber Daya Alam dan
Kependudukan Dalam Pembangunan. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Shiklomanov,IA.1998. A Summary of The Monograph World Water Resources.Rusia

Susilo, Rachmad K. Dwi.2008.Sosiologi.Jakarta : PT Grafindo Persada

Suyoto,Bagong.2008.Rumah Tangga Peduli Lingkungan.Jakarta : Prima Media

Undang-undang RI No 41 Tahun 1992.Perumahan dan Pemukiman.Jakarta :


Departemen Kesehatan R.I

Wardhana,Wisnu.2009.Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta : Andi Offset