Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ETIKA DAN HUMANIORA

SEMESTER GANJIL 2016 - 2017

“Liberalisme, Sekularisme dan Komunisme”

Disusun Oleh:

RIFKY PUTRA PRATAMA

260110160101

KELAS C

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha


Penyayang, puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya sehingga saya dapat
merampungkan penyusunan makalah pendidikan agama islam dengan judul
"Liberalisme, Saskarsme dan Komunisme" tepat pada waktunya.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin saya upayakan dan didukung


bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya.
Untuk itu tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu saya dalam merampungkan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa
masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan serbagai macam
aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada saya membuka selebar-
lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi
memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana


ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan saya dapat menginspirasi para
pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-
makalah selanjutnya.

Jatinangor, 17 Desember 2016

Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Tujuan
a) Mendeskripsikan pengertian liberalisme, sekularisme dan komunisme.
b) Menjelaskan kelebihan dan kekurangan liberalisme, sekularisme dan
komunisme.
c) Mengetahui contoh liberalisme, sekularisme dan komunisme.

1.2.Rumusan Masalah
a) Apa itu pengertian liberalisme, sekularisme dan komunisme ?
b) Bagaimana kelebihan dan kekurangan liberalisme, sekularisme dan
komunisme ?
c) Bagaimana contoh liberalisme, sekularisme dan komunisme ?

1.3.Latar Belakang

Ideologi merupakan pengertian yang positif, karena menunjuk pada keseluruhan


pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam
kenyataan hidup yang mutlak.

Demikianlah istilah ideologi yang diyakini mampu memeberikan semangat dan


arahan yang positif, bagi kehidupan masyarakat yang harus berjuang melawan
berbagai bentuk penderitaan dan kemiskinan.

Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang dimiliki oleh tanah air tercinta yaitu
Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tak lain adalah cerminan
hidup dan cita-cita bangsa Indonesia. Pancasila juga tidak dengan sengaja
hadir,melainkan harus dengan usaha keras dan waktu yang sangat lama bagi para
pendiri bangsa untuk bisa meremuruskannya.

Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan memiliki


sifat yang universal, yaitu Pancasila. Dalam perjalanan sejarahIndonesia, telah
disepakati bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.

Sehubungan dengan hal ini, bangsa Indonesia harus memahami makna dan arti
yang terkandung dalam setiap sila-sila Pancasila. Dimulai dari Ketuhanan yang
maha esa sampai dengan Keadilan yang adil dan beradab. Maka dari itu, setiap
orang bisa disebut sebagai warga Indonesia jika telah menghayati dan memahami
makna yang terkandung dalam Pancasila. Kalau mereka hanya sekedar tahu tanpa
memahami, mereka dianggap tak pantas menjadiwarga negara Indonesia.

Sedangkan komunis, walaupun ideologi tersebut pernah ada di Indonesia,namun


tidak bertahan lama dikarenakan sifatnya yang dianggap tidak cocokdengan
karakter bangsa.

Setelah memahami makna tersebut, dapat dilihat perbedaan yang jelas antara
ideologi Pancasila dibandingkan dengan ideologi-ideologi lain di muka bumi.
Seperti ideologi liberal, komunis, kapitalis, sosialisme, fasisme, dan lain
sebagainya.

Oleh karenanya, tujuan pembuatan makalah ini adalah ditujukan kepada


mayarakat tentang betapa hebatnya ideologi Pancasila dibandingan dengan
ideologi yang lain, khususnya ideologi komunis. Untuk mengetahuinya, maka kita
perlu memahami kedua ideologi tersebut. Dimulai dari sifat, karakteristiknya, dan
tujuan utamanya. Serta di negara mana saja ideologi tersebut dapat berkembang.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN LIBERALISME, SEKULARISME Dan
KOMUNISME

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, liberal secara sederhana bisa


diartikan sebagai bersifat bebas atau berpandangan bebas (luas dan terbuka).
Sementara secara detail, liberal bisa dimaknai sebagai sebuah ideologi
pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa
kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.

Secara umum, faham liberal atau liberalisme memiliki suatu cita-


cita masyarakat yang bebas, yang dicirikan oleh kebebasan berpikir masing-
masing individu. Faham liberalisme ini menolak adanya pembatasan, khususnya
dari pemerintah maupun agama.

Ada tiga hal mendasar dari ideologi liberal, yaitu kehidupan (life), kebebasan
(liberty), dan hak milik (property). Nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga
nilai dasar liberal, antara lain:

 Kesempatan yang sama (Hold the Basic Equality of All Human Being),
bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama di dalam segala
bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
 Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, maka dalam
setiap penyelesaian masalah yang dihadapi, baik dalam kehidupan politik,
sosial, ekonomi, kebudayaan, dan kenegaraan, dilakukan secara diskusi
dan dilaksanakan dengan persetujuan untuk menghilangkan egoisme
individu (Treat the Others Reason Equally).
 Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah
tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak
menurut kehendak rakyat (Government by the Consent of The People or
The Governed).
 Hukum yang berjalan (The Rule of Law). Untuk menciptakan rule of law,
harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (undang-undang), persamaan
di muka umum, dan persamaan sosial.
 Individu merupakan pemusatan kepentingan (The Emphasis of Individual).
 Negara hanyalah alat (The State is Instrument), negara itu sebagai suatu
mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar
dibandingkan negara itu sendiri.
 Dalam liberalisme, tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse
Dogatism), yang disebabkan semua pengetahuan itu didasarkan pada
pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.

Menurut Ensiklopedi Britania, menyebutkan bahwa “sekularisme” adalah


sebuah gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan dari kehidupan
akhirat dengan semata-mata berorientasi kepada dunia. Gerakan ini dilancarkan
karena pada abad-abad pertengahan, orang sengat cenderung kepada Allah dan
hari akhirat dan menjauhi dunia. Sekularisme tampil untuk menghadapinya dan
untuk mengusung kecendrungan manusiayang pada abad kebangkitan,
orangmenampakkan ketergantungan yang besar terhadap aktualisasi kebudayaan
dan kemanusiaan dankemungkinan terealisasinya ambisi mereka terhadap dunia.
Lalu orientasi kepada sekularisme yang merupakan gerakan perlawan terhadap
agama dan ajaran Masehi terus berlanjut di celah-celah sejarah modern
seluruhnya.

Di Kamus Dunia Baru oleh Wipster merinci makna Sekularisme dengan


menyebutkan sebagai berikut, Yaitu:

Semangat Keduniaan atau orientasi “duniawi” dan sejenisnya. Secara khusus


adalah undang-undang dari sekumpulan prinsip dan prakterk (practices) yang
menolak setiap bentuk keimanan dan ibadah.Keyakinan bahwa agama dan urusan-
urusan gereja tidak ada hubungannya sama sekali dengan soal-soal pemerintahan,
terutama soal pendidikan umum.

Di Kamus Oxford menyebutkan sebagai berikut,

Sekularisme artinya bersifat keduniaan atau materialisme, bukan keagamaan atau


keruhaniaan. Seperti pendidikan sekuler, seni atau musik sekuler pemerintahan
sekuler, pemerintahan yang bertentangan dengan gereja. Sekularisme adalah
pendapat yang mengatakan bahwa agama tidak layak menjadi fondasi ahlak dan
pendidikan.

Sementara di Kamus Internasional Modern ketiga menyebutkan:

Sekularisme ialah suatu pandangan dalam hidup atau dalam satu masalah yang
berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa agama tidak boleh masuk ke
dalam pemerintahan, atau Sekularisme ialah memisahkan agama dari kehidupan
individu atau sosial dalam artian agama tidak boleh ikut berperan dalam
pendidikan, kebudayaan maupun dalam hukum.

Dengan kata lain: Sekularisme ialah memisahkan Allah Ta’ala dari hukum dan
undang-undang mahluk-Nya. Allah tidak boleh ikut mengatur mereka seakan-
akan tuhan mereka adalah diri mereka sendiri, berbuat sesukanya dan membuat
hukum sesuai seleranya.

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest
der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels,
sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21
Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan
kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi
kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling
berpengaruh dalam dunia politik.

Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap


paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa
kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih
mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan
selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut
komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori
dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk
menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional.


Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan
oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional
merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula
disebut "Marxisme-Leninisme".

Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat
produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan
sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy
Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui
perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat
diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai


alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi
modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai
milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh
negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan
penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai
komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang
bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme
tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

2.2 KELEBIHAN Dan KEKURANGAN LIBERALISME,


SEKULARISME Dan KOMUNISME

Kelebihan liberalisme :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur
kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari
pemerintah.
2. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya
produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi
sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.
4. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang
kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi
didasarkan atas motif mencari keuntungan
6. Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas.
Berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat
mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan
lembaga atau pemerintah.
7. Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari
siapapun.
Kelemahan liberalisme :
1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan
bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan.
Sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari
pendapatan.
2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja,
sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
3. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan
alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi.
5. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta,
pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga
pers sebagai media komunikasi dan media masa sangat efektif
menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan mereka.
Kelebihan Serkularisme :

1. Negara akan makmur karena tidak ada batasan yang menyimpang dari aturan
agama.
2. Negara bebas berkreasi tanpa mengikuti aliran agama yang dianut.
3. Negara bebas melakukan apapun karena tidak ada batasan untuk itu.
4. Perekonomian meningkat, karena Negara semakin merajalela berkuasa
melakukan apapun untuk mendapat perekonomian yang diinginkan.
5. Menekan pada pembangunan phisik
6. Teknologi maju pesat
7. Fasilitas hdup modern.
8. Kekurangan dari Sekularisme

Kekurangan Sekularisme :
Apabila paham atau ideologi ini masuk kedalam ranah pemikiran di dunia
Islam maka akan terjadi pemisahan otoritas Khaliq dan Makhluq yang akan
mengakibatkan urusan-urusan duniawi manusia hanya diurus oleh manusia saja
dan tidak lagi mementingkan keberadaan Tuhan atau kehidupan setelah dunia, dan
juga apabila negara berpisah jauh dari agama, maka negara akan kehilangan etika
sebagai pemasok moralitas masyarakat didalamnya.

Sekularisme melahirkan pemisahan agama dari politik dan negara. Ujungnya,


agama hanya mengatur secuil aspek kehidupan, dan tidak mengatur segala aspek
kehidupan. Padahal Islam mewajibkan penerapan Syariat Islam pada seluruh
aspek kehidupan, seperti aspek pemerintahan, ekonomi, hubungan internasional,
muamalah dalam negeri, dan peradilan. Tak ada pemisahan agama dari kehidupan
dan negara dalam Islam.

Sekularisme adalah ide yang tidak memuaskan akal. Dengan kata lain,
sekularisme tidak sejalan dengan akal (nalar) sehat manusia. Tapi lebih didasarkan
pada sikap jalan tengah, dan melahirkan berbagai ide yang gagal dalam praktik
yang malah menimbulkan penderitaan pedih pada manusia. Misalkan ide
demokrasi dan kapitalisme.

Kelebihan Komunisme :
1. Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik
dalam hal perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan
maka pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau
berbagai keburukan ekonomi lainnya.
2. Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan
perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.
3. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
4. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi
direncanakan oleh pemerintah.
5. Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada
Kelemahan Komunisme :
1. Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk
menyebarkan nilai – nilai komunis
2. Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan
diatur oleh pusat
3. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
4. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber
daya.

2.3 CONTOH LIBERALISME, SEKULARISME DAN


KOMUNISME
Contoh dari liberalisme :

1. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas,


dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.
2. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah
dan agama.
3. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi
pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan
suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan
terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut
menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Contoh dari sekularisme :

1. pada suatu ketika ada seorang anak muda perempuan yg akan melakukan
ibadah sholat. Pada saat ia akan memulai sholatnya, ada seorang ibu-ibu
mengingatkan agar jangan memulai sholatnya dahulu, dikarenakan masih
ada satu helai rambut yg menjuntai keluar dari mukenanya. Dengan
segera, ia membenarkan rambutnya, karena ia takut jika rambut itu masih
keluar, maka sholatnya tidak sah, dan ia akan berdosa dan berujung masuk
neraka.
Tetapi setelah perempuan muda itu selesai sholat, dengan PD-nya ia
melepas mukena, menjuntaikan rambut panjangnya memamerkan tangan
dan pahanya, kemudian melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
2. Ada seorang pedagang. Dia berjualan menjajakan dagangannya di daerah
asrama orang2 yg akan melaksanakan ibadah haji. Dia berjualan hanya
dengan meletakkan daganganyya, memberi label harga, dan menyediakan
tempat untuk membayar dan mengambil uang kembalian. Kemudian
setelah itu ia tinggal pergi dagangannya. Ketika ia ditanya mengapa
melakukan hal tersebut? Apa ia tidak takut rugi? Tidak takut kemalingan?
Ia hanya menjawab, “Ah, tidak apa. Toh mereka adalah calon haji.
Tentunya mereka tidak ingin hajinya sia2 hanya karena uang seribu
duaribu.” Tetapi saudaraku, ketika mereka pulang dari melaksanakan
ibadah haji, dengan enaknya, dengan santainya, ia korupsi, ia mengambil
hak rakyat yg berjumlah milyaran tanpa rasa beban.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pengertian dari liberalisme adalah memiliki suatu cita-
cita masyarakat yang bebas, yang dicirikan oleh kebebasan berpikir masing-
masing individu. Sedangkan sekularisme ialah suatu pandangan dalam hidup atau
dalam satu masalah yang berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa
agama tidak boleh masuk ke dalam pemerintahan, atau Sekularisme ialah
memisahkan agama dari kehidupan individu atau sosial dalam artian agama tidak
boleh ikut berperan dalam pendidikan, kebudayaan maupun dalam hukum. Dan
komunisme adalah sebuah ideologi

3.2 Saran

Pemakaian daripada idologi harus berdasarkan keputusan rakyatnya. Karena


negara ada karena rakyat dan ideologi juga harus berpegang pada Ketuhanan
Yang Maha Esa