Anda di halaman 1dari 5

JENIS-JENIS KELAINAN DALAM SISTEM GERAK

1. Rakhitis
Rakhitis adalah penyakit tulang Rakhitis ialah penyakit tulang karena kekurangan
vitamin D. Vitamin D berfungsi membantu proses penimbunan zat kapur pada waktu
pembentukan tulang. Jadi, jika kekurangan vitamin D menyebabkan tulang anggota
gerak berbentuk X atau O.

2. Mikrosefalus
Mikrosefalus ialah pertumbuhan tulang tengkorak yang terhambat karena
abnormalitas tirosin sehingga ukuran kepala menjadi kecil. Mikrosefalus merupakan
salah satu kelainan tulang tengkorak yang cukup langka. Ukran tulang tengkorak
akan berhenti berkembang pada usia tertentu. Untuk penyebabnya belum
sepenuhnya diketahui. Namun para ahli dari kalangan dokter dan spesialis tulang,
kemungkinan besar kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan.

3. Hidrosefalus
Hidrosefalus ialah suatu kelainan yang ditandai dengan pengumpulan abnormal
cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala
membesar. Beberapa pemicu terjadinya hidrosefalus di antaranya adalah buruknya
mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak. Terhambatnya
aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf tersebut. Infeksi janin
saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak
janin.

4. Akromegali
ialah penyakit pada tulang pipa yang menebal karena kelebihan somatotropin yang
bersifat lokal. Penyebab paling sering dari penyakit akromegali ini adalah tumor jinak
di kelenjar hipofisis, yang terletak di bawah otak. Jika tidak segera di tangani dengan
serius, penyakit ini akan menjadi lebih parah dan berpengaruh pada organ-organ
lainnya seperti tulang tengkorak yang melindungi otak.

5. Osteoporosis
Osteoporosis ialah penurunan berat tulang karena osifikasi dan terjadi
penghambatan reabsorpsi bahan tulang. Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan
fungsi hormon parahormon. Secara umum penyakit osteoporosis diakibatkan oleh
kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara
kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Osteoporosis ini
biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan dua kali lebih sering menyerang
wanita.

6. fraktura
Fraktura adalah apabila tulang yang retak tidak sampai menyebabkan organ lain
terluka atau dapat pula menyebabkan otot dan kulit terluka. Fraktura merupakan
suatu kondisi terputusnya tulang yang utuh beserta jaringan yang berada
disekitarnya akibat tekanan yang teralu berlebihan pada tulang. Sehingga struktur
tulang mengalami perubahan dan krusakan yang dapat menimbulkan rasa sakit. Hal
ini dapat menimbulkan tulang kehilangan fungsinya.

7. Greenstick
Grenstick adalah apabila tulang mengalami retak sebagian dan tidak sampai
memisah. Hal ini dapat terjadi karena faktor penyakit, seperti penyakit diabetes.
Pada umumnya bagian tulang yang terkena penyakit ini akan mengalami
pembengkokan.

8. Komminudet
Komminudet apabila tulang mengalami retak menjadi beberapa bagian tetapi tidak
sampai keluar dari otot.

9. Lordosis
Lordosis adalah kelainan jika tulang pinggang melengkung ke depan sehingga
kepala tertarik ke belakang. Berikut ini adalah gambar dari tulang yang mengalami
gangguan lordosis.

10. Kifosis
Kifosis adalah kelainan tulang belakang jika tulang punggung melengkung ke
belakang sehingga orang menjadi bungkuk. Berikut ini adalah gambar tulang yang
mengalami gangguan kifosis.
11. Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang jika tulang belakang melengkung ke kiri
atau ke kanan. Berikut ini adalah gambar tulang yang mengalami kelainan skoliosis.

12. Dislokasi
Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena perubahan ligamen. Dislokasi
merupakan cedera pada kaki. Cedera dislokasi ini terjadi ketika tulang bergeser dan
keluar dari posisi normalnya pada sendi. Sebagian besar kasus dislokasi terjadi
akibat benturan yang dialami oleh sendi. Contohnya saat bermain basket atau jatuh
dari sepeda. Diskolasi pada umumnya terjadi pada jari dan bahu. Meskipun
demikian, persendian lain seperti lutut, pinggul, siku tangan, maupun pergelangan
kaki juga bisa mengalami cedera dislokasi ini.

13. Ankilosis
Ankilosis persendian yang tidak dapat digerakkan. Ankilosis merupakan
gangguan/penyakit pada sendi yang menyebabkan sendi menjadi kaku atau bahkan
tulang-tulang saling melekat satu dengan yang lainnya. Ankilosis merupakan
penyakit kronis yang cukup sulit untuk disembuhkan. Jika terserang penyakit
ankilosis, maka pada bagian tungkai dan lengan akan sulit digerakkan pada mulanya
dan kemudian tidak dapat digerakkan sama sekali saat ankilosis bertambah
parah. Ankilosis disebabkan oleh radang pada jaringan ikat di sekitar sendi atau
penumpukan asam urat. Ankilosis paling sering menyerang lutut, namun juga dapat
menyerang pergelangan tangan, pergelangan kaki dan leher.

14. Artritis
Artritis adalah peradangan pada persendian yang disertai dengan rasa sakit untuk
digerakkan. Arthritis dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
(a) Reumatoid, yang merupakan penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
(b) Gout arthritis, yaitu gangguan persendian karena metabolisme asam urat yang
gagal.
(c) Osteoartritis, ialah penyakit sendi karena menipisnya tulang rawan.
15. Kejang Otot
Kejang otot atau lebih sering disebut keram dapat terjadi apabila otot terus-menerus
melakukan
aktivitas sampai akhirnya tidak mampu lagi berkontraksi karena kehabisan
energi. Kram otot/kejang otot, baik yang terjadi pada bagian kaki atau bagian
lainnya, merupakan menegangnya atau kontraksi otot dengan kuat dan secara tiba-
tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan
sering kali terjadi pada kaki. Kram kaki di malam hari sering kali mengenai otot betis.
Kondisi ini sering terjadi ketika Anda baru saja tertidur atau baru terbangun.

16. Tetanus
Tetanus yaitu otot terus menerus mengalami ketegangan karena infeksi bakteri
Clostridium tetani yang menghasilkan toksin. Kaku otot yang dialami ketika
mengalami titanus berawal dari rahang dan leher. Clostridium tetani juga dapat
menyerang saraf pda manusia melalui luka kotor yang di bawanya. Clostridium
tetani merupakan bakteri yang dapat bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk
spora untuk waktu yang relatif sangat lama. Mislanya, dalam debu, tanah, serta
kotoran hewan maupun kotoranmanusia. Spora Clostridium tetani umumnya masuk
ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka akibat cedera, digigit hewan, paku
berkarat, dan luka bakar

17. Atrofi (Otot Mengecil)


Atrofi yaitu keadaan otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuan otot untuk
berkontraksi. Hal ini menyebabkan otot mengalami kelumpuhan. Atrofi dapat terjadi
karena disebabkan oleh mutasi gen (yang dapat merusak gen untuk membangun
organ), selain itu penyakit ini dapat terjadi karena nutrisi yang buruk, sirkulasi yang
buruk, hilangnya dukungan hormon, hilangnya pasokan saraf ke organ target, jumlah
apoptosis sel yang berlebihan, dan kurangnya gerakan atau penyakit intrinsik pada
jaringan itu sendiri.

18. Supertrofi (Otot Membesar)


Supertrofi adalah volume otot membesar karena otot setiap hari dilatih secara
berlebihan. Hal ini dapat trjadi akibat dari peningkatnya jumlah filamen-filamen aktin
dan miosin dalam setiap serat otot, jadi menyebabkan pembesaran pada otot yang
melebihi batas rata-rata.

19. Hernia abdominalis


Hernia abdominalis yaitu otot dinding perut yang lemah tersobek sehingga letak
usus menurun.

Penyebab penyakit hernia adalah karena adanya titik lemah yang terjadi di dalam
dinding perut. Adanya suatu kombinasi dari kedua gejala hernia yang terjadi
tadi. Penyebab hernia akibat mengejan dengan berlebihan seperti menekan saat
buang air besar dan melahirkan. Selain itu penyakit hernia dapat terjadi akibat selalu
mengangkat beban yang berat.
20. Stiff atau kaku leher
Stif atau kaku leher yaitu otot leher yang mengalami peradangan akibat gerakan
atau hentakan yang salah sehingga leher terasa kaku. Sakit leher atau kaku leher
dapat terjadi karena banyak hal. Seperti salah posisi saat tidur, memikul beban yang
terlalu berat, dan pengaruh tulang cedera sehingga dapat menyebabkan leher
terrasa sangat kaku dan terasa sakit.