Anda di halaman 1dari 17

Pengertian

Prinsip dan Tujuan


Metode
Metode
Maserasi
Nilai (+) dan (-)

Contoh aplikasi
Metode Maserasi
Salah satu teknik
pembuatan preparat
yang digunakan untuk melihat kenampakan sel
secara utuh

Metode Jeffery Metode Harlow Metode Schultz

(Hidayat, 2002)

Pembahasan
Prinsip dan Tujuan. .
Sel 1
Prinsip kerja dari teknik ini
adalah dengan cara
memutuskan lamella tengah
Lamela Tengah
dari sel tumbuhan
Sel 2

Bertujuan untuk memisahkan


bagian sel dengan sel lainnya
sehingga sel bisa dilihat
Sel 3
secara satuan utuh
(Campbell, 2002)
Metode. .
Membuat preparat dengan cara pembusukan
buatan (melunakkan jaringan tertentu)
dengan menggunakan
cairan maserator

Metode Jeffery Metode Schultz

Cara pelunakan Cara pelunakan


dengan cara perebusan dengan cara perendaman

(Hidayat, 2009)

Pembahasan
Macam-macam
Maserator

Asam Kromat 10%


Asam Nitrat 10%
KOH 20%

Pembahasan
Kelebihan
Objek yang diamati dapat terlihat dengan jelas
secara utuh
dalam bentuk sel-sel yang berdiri sendiri

Kelemahan
Pengerjaan dengan metode ini
membutuhkan waktu yang lama

Proses pengerjaannya
relatif kurang sederhana

(Fathiyawati 2008)

Pembahasan
Contoh Aplikasi. .
1. Kayu tanaman Pinus (Pinus merkusii)
Objek penelitian
2. Kayu tanaman bunga Kupu-kupu
(Bauhinia sp)

1. Memiliki serabut yang banyak


Alasan
2. Terlihat jelas perbedaan antara
gymnospermae dan angiospermae

Mengetahui perbedaan struktur


Tujuan pembuluh batang pada tanaman
gymonspermae dan angiospermae

Pembahasan
Alat Bahan

1. Pisau atau cutter


2. Tabung atau toples kaca 1. Batang tanaman Pinus sp
3. Pipet tetes dan Bauhinia sp
4. Sendok pengaduk 2. Xylol
5. Sentrifuse 3. Alkohol 100%
6. Hotplate 4. Air
7. Oven 5. Cairan maserator
8. Object glass dan cover glass 6. Safranin
9. Mikroskop 7. Entelan
10. Label

Pembahasan
Langkah 1
1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
2. Ambil bagian batangnya pada tanaman yang dijadikan sample
3. Potong kayu dengan ukuran ± 5 mm
Langkah 2
1.1. Rebuslah potongan
Rendamlah kayu
potongan di dalam
kayu air, sampai
ke dalam KOH 10 potongan
% tersebut
mengendap di dasar (Metode
selama 25 menit (MetodeJeffery)
Schultz)
2. Kemudian rendam potongan kayu tersebut ke dalam campuran
Asam kromat 10% dan Langkah
Asam nitratKerja
10% (1:1)
3. Segera masukkan ke dalam oven dengan suhu 60°C selama 2 jam,
sampai bahan berwarna putih dan lunak (tekan dengan sendok
pengaduk untuk mengetahui kelunakannya)
4. Setelah itu, cuci di bawah air mengalir selama 2 menit
5. Lakukan pewarnaan dengan safranin 1% selama 24 jam
(lebih lama, lebih baik)
(Iswanto, 2008)

Pembahasan
Langkah 3
1. Setelah 1 hari, sentrifugasi bahan dengan air selama 10 menit
kemudian ambil endapannya dan buang cairannya
2. Dehidrasikan bahan dengan alkohol bertingkat (berturut-turut
30%, 50%, 70%, 95%, dan 100%) sambil disentrifugasi, masing-
masing selama 10 menit
3. Selanjutnya, dealkoholisasikan bahan menggunakan campuran
alkohol dan xilol bertingkat dengan perbandingan 3:1, 1:1, 1:3
dan larutan xilol murni masing-masing selama 5 menit
4. Kemudian, ambil hasil endapan bahan dan letakkan di atas object
glass
5. Oleskan entelan pada pinggiran cover glass, kemudian tempelkan
di atas object glass (no. 4)
6. Beri label di ujung object glass tadi, kemudian beri nama preparat
tersebut
7. Lalu lihat di bawah mikroskop

Pembahasan
Pada tanaman Pinus merkusii

Hasil Preparat

www.biology-community.blogspot.com

Keterangan gambar:
Serat batang Pinus merkusii berbentuk jarum dengan (perbesaran 40 x)
Pada tanaman Pinus merkusii

Trakhea

Trakheida

www.biology-community.blogspot.com

Keterangan gambar:
Trakhea dan trakheid batang Pinus merkusii yang menyatu (perbesaran 100 x)
Pada tanaman Bauhinia sp

www.biology-community.blogspot.com

Keterangan gambar:
Serat batang Bauhinia sp besar (perbesaran 40 x)
Pada tanaman Bauhinia sp
Trakheid
Trakhea

www.biology-community.blogspot.com

Keterangan gambar:
Trakhea dan trakheidBauhinia sp yang terputus-putus (perbesaran 100 x)
Trakheid Trakhea

www.biology-community.blogspot.com

Keterangan gambar:
Trakhea dan trakheid(perbesaran 100 x)
Faktor keberhasilan metode maserasi
1. Batang yang dijadikan sample, sebaiknya berasal dari tanaman
yang sudah dewasa

2. Pada tahap perendaman atau perebusan, jika terlalu lama maka


bahan akan rusak, sebaliknya jika terlalu sebentar maka bahan
akan sulit dipisahkan dari serat-seratnya

3. Pada saat pemanasan, jika terlalu lama maka bahan akan


mengeras sebaliknya jika terlalu sebentar maka serat-serat
pada bahan tidak terpisah sepenuhnya

4. Pada saat pewarnaan, semakin lama maka warna yang dihasilkan


akan semakin
bagus

Pembahasan
1. Metode maserasi merupakan metode untuk membuat preparat
dari organ-organ yang sifatnya keras

2. Metode maserasi yang sering digunakan adalah metode jeffry dan


metode schultz

3. Perbedaan struktur batang yang terlihat melalui proses maserasi


antara batang tanaman gymnospermae dan angiospermae adalah
pada bentuk serat dan susunan trakhea-trakheidnya

4. Faktor keberhasilan dalam metode maserasi adalah


pada sample batang yang diambil, pada tahap fiksasi, tahap
clearing, dan tahap staining

Simpulan