Anda di halaman 1dari 7

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI

KANTOR WILAYAH BALI


LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II B TABANAN
Jalan Gunung Agung No. 21 Tabanan
Telp./Faksimili : (0361) 811030 / 812223
Email : lapastabanan@yahoo.co.id

PROGRAM REHABILITASI NARKOBA DI LAPAS KLAS IIB TABANAN


TAHUN ANGGARAN 2018

I. LATAR BELAKANG
Perkembangan kejahatan narkotika pada saat ini telah meresahkan kehidupan
masyarakat. Narkotika merupakan kejahatan internasional karena tindak kejahatan tersebut
dilakukan melewati batas negara. Penyebarluasan peredaran narkotika di berbagai negara
merupakan bentuk kejahatan yang terorganisir. Sebagai salah satu negara maritim,
Indonesia menjadi sasaran yang sangat potensial sebagai tempat untuk memproduksi dan
mengedarkan narkotika secara illegal.
Peningkatan tindak pidana narkotika berimplikasi pada meningkatnya jumlah
penghuni Lapas/Rutan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terjadi
peningkatan jumlah Narapidana dan Tahanan kasus narkotika yang cukup signifikan, pada
akhir tahun 2012 tercatat 54.107 orang sedangkan akhir 2013 tercatat 58.476 orang, dan
sampai pertengahan (Juni) 2014 mencapai 63.473 orang. Karenanya, penanganan terhadap
korban penyalahgunaan Napza tidak saja cukup hanya melalui pendekatan pemberantasan
dan penegakan aspek hukum pidana semata (supply reduction), arah saat ini dan ke depan
penanganan masalah Napza lebih mengutamakan kepada pendekatan pencegahan dan
terapi rehabilitasi (demand reduction) terhadap para korban penyalahgunaan
Napza.Tindakan pemenjaraan yang dilakukan hasilnya tidak menjadikan kasus korban
Napza menjadi sedikit tetapi semakin meningkat.Sehingga saat ini rehabilitasi terhadap
pecandu dan korban penyalahgunaan Napza di Lapas dan Rutan menjadi salah satu strategi
yang dikembangkan. Masalah gangguan penggunaan NAPZA (narkotika, psikotropika dan
zat adiktif lain) merupakan problema kompleks yang penatalaksanaannya melibatkan
banyak bidang keilmuan (medis dan non-medis). Penatalaksanaan seseorang dengan
ketergantungan napza merupakan suatu proses panjang yang memakan waktu relatif cukup
lama dan melibatkan berbagai pendekatan dan latar belakang profesi. Gangguan
penggunaan NAPZA merupakan masalah biopsiko-sosio-kultural yang sangat rumit
sehingga perlu ditanggulangi secara multidisipliner dan lintas sektoral dalam suatu
program yang menyeluruh (komprehensif) serta konsisten.
Program rehabilitasi narkotika merupakan serangkaian upaya yang terkoordinasi
dan terpadu, terdiri atas upaya-upaya medik, bimbingan mental, psikososial,
keagamaan,konseling, pendidikan kesehatan dan latihan vokasional untuk meningkatkan
kemampuan penyesuaian diri, kemandirian dan menolong diri sendiri serta mencapai
kemampuan fungsional sesuai dengan potensi yang dimiliki, baik fisik, mental, sosial dan
ekonomi. Pada akhirnya mereka diharapkan dapat mengatasi masalah penyalahgunaan
narkoba dan kembali berinteraksi dengan masyarakat secara wajar. Lembaga
permasyarakatan diharapkan menjalankan sistem pemasyarakatan agar terpidana narkotika
(atau yang dikenal sebagai warga binaan pemasyarakatan/WBP) menyadari kesalahan,
memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga, dapat diterima kembali oleh
lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara
wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab, dan tidak menjadi residivis.
Sistem Pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara
pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berdasarkan Pancasila yang
dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk
meningkatkan kualitas WBP agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak
mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat,
dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga
yang baik dan bertanggung jawab.
Program rehabilitasi terpadu yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas
II Tabanan merupakan sebuah program yang memadukan berbagai metode yang meliputi
aspek medis, sosial, kerohanian, pendidikan kesehatan dan keterampilan. Program ini
dibuat untuk membantu para warga binaan agar lepas dari ketergantungan narkotika dan
psikotropika. Program ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengobatan dan
perawatan bagi warga binaan yang mengalami ketergantungan narkoba. Rehabilitasi sosial
merupakan suatu kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk membimbing narapidana
mengembangkan sikap kemasyarakatan dan menanamkan sikap prososial, sehingga
mereka nantinya dapat kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi tindakan
penyalahgunaan narkoba setelah bebas.
II. TUJUAN
A. Tujuan Umum :
1. Untuk memulihkan WBP pengguna narkoba dari kondisi ketergantungannya.
2. Agar WBP menyadari kesalahannya, tidak mengulangi tindak pidananya dan
dapat kembali menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi diri
sendiri, keluarga, masyarakat serta berguna bagi nusa dan bangsa.
B. Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan WBP tentang cara-cara mengatasi
adiksi
2. Melakukan strategi untuk pencegahan slip dan relaps
3. Menjaga kondisi “bersih” dari segala pengaruh penyalahgunaan narkoba

III. TAHAPAN KEGIATAN REHABILITASI


Adapun rencana program rehabilitasi yang akan dilaksanakan di Lapas Klas II B Tabanan
menekankan pada pembekalan materi tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan
kesehatan, konseling, baris-berbaris, dinamika kelompok, kesenian, dan perubahan
perilaku serta yoga.

IV. WAKTU KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi di Lapas Klas II B Tabanan dilaksanakan pada 26 Juni
s/d 31 Juli 2018, dimana pembukaan program rehabilitasi dilakukan pada hari Selasa, 26
Juni 2018.

V. SASARAN
WBP kasus penyalahgunaan narkoba yang belum pernah mengikuti kegiatan rehabilitasi
di Lapas yaitu sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 4 orang WBP wanita dan 26 orang
WBP laki-laki.

VI. SUMBER DANA


Pendanaan program rehabilitasi narkoba di Lapas Klas II B Tabanan menggunakan dana
dari DIPA.

VII. HASIL YANG DIHARAPKAN


A. WBP peserta rehabilitasi diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang
cara mengatasi adiksi.
B. WBP peserta rehabilitasi diharapkan mampu melakukan upaya-upaya pencegahan slip
dan relaps.
C. WBP peserta rehabilitasi memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi
kesehatan.
D. WBP peserta rehabilitasi mampu mempertahankan kondisi “bersih” dari segala
tindakan penyalahgunaan narkoba.

VIII. Lampiran
1. Jadwal Kegiatan

No Kegiatan MEI 18 JUNI 18 JULI 18


1 Asesement dan Minggu III Minggu I
pemeriksaan & IV
kesehatan
2 Tes urine (pra rehab) 26 Juni 2018
3 Pembukaan : 26 Juni 2018
a. Pengarahan
Kalapas
b. Pengarahan
dari BNNP
c. Pengarahan
dari Bupati
Tabanan/yg
mewakili
d. Pengarahan
dari Kakanwil
Kemenkumha
m/yg mewakili
4 Penyuluhan Minggu I
“Wawasan
Kebangsaan”
5 Penyuluhan Kesehatan a. Mg I : Narkoba
bagi kesehatan
b. Mg II : HIV &
AIDS
c. Mg III : IMS
d. Mg IV : TBC
e.
6 Baris - berbaris Minggu I, II, III
dan IV

7 Dinamika kelompok Minggu I, II, III


(team building) dan IV

8 Kesenian dan olah Minggu I, II, III


raga dan IV

9 Konseling Minggu I, II,


III&IV
10 Penutupan dan test 31 Juli 2018
urine (pasca rehab)

Kepala

I Putu Murdiana
NIP. 19750503 199703 1 001
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
KANTOR WILAYAH PROVINSI BALI
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II B TABANAN
Jalan Gunung Agung No. 21 Tabanan, Telp. (0361) 811030

SURAT PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN


PROGRAM REHABILITASI TERPADU

Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ……………………………………………………………………………
No Register : …………………………………………………………………………….
Tempat tanggal lahir : …………………………………………………………………………….
Alamat : …………………………………………………………………………….
Menyatakan bahwa saya bersedia untuk mengikuti seluruh kegiatan Rehabilitasi Terpadu
yang diselenggarakan oleh Lapas Klas II B Tabanan.
Selama mengikuti program tersebut saya bersedia untuk :
1. Mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dalam program
2. Mematuhi dan mentaati semua instruksi petugas dalam meningkatkan kelancaran dan
keberhasilan program
3. Bersikap sopan santun serta menjaga tata tertib selama mengikuti program.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan penuh tangguh jaawab
tanpa paksaan dari pihak manapun.

Tabanan, …………………………...
Yang membuat pernyataan

(……………………………………)
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R I

K A N T O R W I L A Y A H P R O V I N S I B A L I

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II B TABANAN

Jalan Gunung Agung No. 21 Tabanan, Telp. (0361) 811030

DAFTAR PESERTA REHABILITASI TERPADU


TAHUN : 2018

NO NAMA REGISTER LAMA E


PIDANA