Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS OENUNTONO
Desa Oenuntono, Kec. Amabi Oefeto
Timur, Kode Pos : 85363
Email : pkmoenuntono@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO


NOMOR: 445 / / III / SK-POT / 2019

TENTANG
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS OENUNTONO

KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkan perubahan Kebijakan


Puskesmas yang tertuang dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, agar dalam pelaksanaan
kegiatan operasional kegiatan teknis penunjang
Puskesmas Oenuntono menjadi lebih optimal dalam
pelayanan pada masyarakat;
b. bahwa untuk maksud tersebut pada huruf a diperlukan
adanya Struktur Organisasi Puskesmas yang
memperlihatkan tata hubungan kerja antar bagian,
garis kewenangan, tanggung jawab dan komunikasi
dalam penyelenggaraan pelayanan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan b, perlu ditetapkan
Keputusan Kepala Puskesmas Oenuntono;

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 33


Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan
Daerah;
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktik Kedokteran;
4. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang
Kesehatan;
5. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2014 tentang Tenaga Kesehatan;
6. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintah Daerah;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat;
8. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
922/Menkes/SK/X/2008 tentang Pedoman teknis
Pembagian Urusan Pemerintah Bidang Kesehatan
antara Pemerintah, Pemerintah daerah propinsi, dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas,
Klinik Pratama, Tempat praktek dokter mandiri, dan
tempat praktek dokter gigi mandiri;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 38
tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah
antara Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/ Kota;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 32
tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 58
tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO TENTANG


STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS OENUNTONO.

Kesatu : Menetapkan Struktur Organisasi Puskesmas Oenuntono


sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Kedua : Dalam memberikan pelayanan puskesmas sebagaimana
dimaksud dalam diktum Kesatu keputusan ini berpedoman
pada tugas pokok dan fungsi puskesmas sesuai dengan
Peraturan Perundang Undangan yang berlaku.
Ketiga : Segala biaya yan dikeluarka sebagai akibat ditetapkan
keputusan ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, maka akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Oenuntono
pada Tanggal 02 Maret 2019

PLH. KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

BUDI USODO
LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALAPUSKESMAS OENUNTONO
NOMOR : 445 / / III / SK-POT / 2019
TENTANG : STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS OENUNTONO

PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI

I. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:


a. Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas sebagai pejabat Fungsional
b. Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha sebagai pejabat Struktural
c. Koordinator Tim Manajemen Mutu
Adalah pendekatan manajemen yang merupakan suatu sistem yang terstruktur untuk
menciptakan partisipasi menyeluruh di seluruh jajaran Puskesmas dalam
merencanakan dan melaksanakan fungsi Puskesmas agar sesuai dengan standar.
Manajemen Mutu meliputi:
 Pembentukan Tim Manajemen Mutu
 Survey Indeks Kepuasan Masyarakat dan Indeks Kepuasan Masyarakat.
 Prosedur Pengelolaan Pengaduan Pengguna Layanan.
 Pemantauan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi.
 Penilaian Standar Puskesmas.
 Penilaian Kinerja Puskesmas.
d. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) terdiri dari :
1) Koordinator UKM Essensial :
 KIA-KB berupa kegiatan
 Perbaikan Gizi
 Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat berupa kegiatan Desa siaga,
Posyandu, Poskestren, SBH, Toga, Taman Posyandu, PHBS.
 Kesehatan lingkungan berupa kegiatan Klinik Sanitasi, Inspeksi Sanitasi dll.
 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
 Keperawatan Kesehatan Masyarakat (CHN) berupa kunjungan/ pembinaan
keluarga, kelompok dan masyarakat.
2) Koordinator UKM Pengembangan :
 Imunisasi
 Penyakit Tidak Menular (PTM)
 Surveilans Penyakit dan KLB
 Kesehatan Gigi dan Mulut
 Kesehatan Jiwa / Napza
 Kesehatan Kerja
 Kesehatan Indera
 Pengobat Tradisional
 Kesehatan Usila
 Dan upaya pengembangan lainnya berdasarkan permasalahan kesehatan
masyarakat yang berkembang dan hasil identifikasi kebutuhan serta harapan
masyarakat di wilayah Puskesmas.
e. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
1. Koordinator UKP Perseorangan Rawat jalan :
 Poli Umum
 Poli KIA-KB
 Poli Gigi
 UGD
 Laboratorium
 Kamar obat
 Gudang Obat
2. Koordinator UKP Perseorangan Rawat Inap :
 Rawat Inap

II. Jaringan pelayanan Puskesmas meliputi:


 Unit Puskesmas Pembantu, yang mengkoordinir bidan atau perawat yang menjadi
wilayah binaannya.
 Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) sebagai UKBM tetapi bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Puskesmas.
 Polindes (Pondok Bersalin Desa) sebagai UKBM yang bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Puskesmas.

Mengetahui

PLH. KEPALA PUSKESMAS OENUNTONO,

BUDI USODO