Anda di halaman 1dari 5

Pengertian bakat

Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus
dalam sesuatu bidang atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang
bahasa
sedang yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam
sejarah,dan sebagainya. Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi bakat. Diantaranya
adalah menurut W. B Michael bakat merupakan suatu kapasitas atau potensi yang belum
dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar, bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai
sesuatu pola tingkah laku dalam
aspek kehidupan tertentu. Guillford memberikan definisi sedikit berbeda, menurutnya bakat
banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas individu. Ada tiga komponen dari bakat
menurut Guillford, yaitu komponen: Intelektual, perseptual dan psikomotor. Komponen
intelektual terdiri atas beberapa aspek, yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi.
Komponen perseptual juga meliputi beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian, ketajaman
indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan dan kecepatan mempersepsi. Komponen
psikomotor terdiri atas aspek-aspek rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan,
koordinasi gerak dan kelenturan. Bakat dapat diartikan sebagi kemampuan bawaan yang
merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah daya
untuk melakukan suatu tindakan sebagai
hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat
dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu
tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat memungkinkan seseorang mencapai prestasi tertentu dalam bidang tertentu. Akan
tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar dapat
tersebut dapat terwujud. Misalnya seseorang memiliki bakat menggambar, jika ia tidak
pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut tidak akan tampak.
Jika orang tuanya menyadari bahwa ia mempunyai bakat menggambar dan mengusahakan
agar ia dapat pengalaman yang sebaik-baiknya untuk mengembangkan bakatnya, dan
anak itu juga
menunjukkan minat yang besar untuk mengikuti pendidikan menggambar, maka ia akan
dapat mencapai prestasi unggul untuk bidang tersebut. Dalam kehidupan di sekolah sering
tampak bahwa seseorang yang bakat dalam olah raga,
umumnya prestasi mata pelajarannya juga baik, tetapi sebaliknya dapat terjadi prestasi semua
mata pelajarannya tidak baik. Keunggulan dalam salah satu bidang apakah bidang sastra, seni
atau matematika, merupakan hasil interaksi dari bakat yang dibawa sejak lahir dan faktor
lingkungan yang menunjang, termasuk minat dan motivasi.
B. Faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi bakat anak
1. Faktor Genetik dan Biologis Lainnya
Pendapat bahwa intelegensi dan kemampuan yang berkualitas adalah diturunkan kurang
dapat diterima di masayarakat yang memandang bahwa semua orang itu sama. Penelitian
dalam genetika perilaku menyatakan bahwa setiap jenis dalam perkembangan perilaku
dipengaruhi secara signifikan melalui gen/keturunan. Namun demikian faktor biologis juga
tidak dapat diingkari, faktor biologis yang belum bersifat genetik yang berpengaruh pada
intelegensi adalah faktor gizi dan neurologik. Kekurangan nutrisi dan gangguan neurologik
pada masa kecil dapat
menyebabkan keterbelakangan mental. Studi dari Terman terhadap orang-orang yang
memiliki IQ tinggi menunjukkan keunggulan fisik seperti: tinggi, berat, daya tarik dan
kesehatan, dibandingkan mereka yang intelegensinya lebih rendah. Penekanannya adalah,
individu tidak mewarisi IQ atau bakat. Yang diwariskan adalah sekumpulan gen yang
bersama dengan Pengalaman-pengalaman akan menentukan kapasitas dari intelegensi
dan kemampuan- kemampuan lainnya (Zigler & Ferber, dalam Hallahan & Kauffman,
1994).
2. Faktor Lingkungan
Stimulasi, kesempatan, harapan, tuntutan, dan imbalan akan berpengaruh pada proses
belajar seorang anak. Penelitian tentang individu-individu berbakat yang sukses menunjukkan
masa kecil mereka di dalam keluarga memiliki keadaan sebagai berikut:
a. Adanya minat pribadi dari orang tua terhadap bakat anak dan memberikan dorongan
Orangtua sebagai panutan.
b. Ada dorongan dari orangtua untuk menjelajah.
c. Pengajaran bersifat informal dan terjadi dalam berbagai situasi, proses belajar awal lebih
bersifat eksplorasi dan bermain.
d. Keluarga berinteraksi dengan tutor/mentor.
e. Ada perilaku-perilaku dan nilai yang diharapkan berkaitan dengan bakat anak dalam
keluarga.
Anak-anak yang disadari memiliki potensi perlu dikembangkan, perlu memiliki keluarga
yang penuh rangsangan, pengarahan, dorongan, dan imbalan-imbalan untuk kemampuan
mereka. Penelitian lain menunjukkan bahwa kelompok budaya atau etnik-etnik
tertentu menghasilkan lebih banyak anak-anak berbakat walaupun tingkat sosial ekonominya
berbeda. Hal ini dikaitkan dengan mobilitas sosial dan nilai yang tinggi pada prestasi di
dalam bidang-bidang tertentu yang ada dalam kelompok budaya dan etnik tertentu yang
menjadi kontribusi dalam keberbakatan. Jadi lingkungan memiliki pengaruh yang
banyak terkait bagaimana genetik anak diekspresikan dalam kesehariannya. Faktor
keturunan lebih menentukan rentang di mana seseorang akan berfungsi, dan faktor
lingkungan menentukan apakah individu akan berfungsi pada pencapaian lebih rendah atau
lebih tinggi dari rentang tersebut.
C. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat pada anak
Adapun sebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat pada anak terletak
pada anak itu sendiri dan lingkungan.
1) Anak itu sendiri
Misalnya anak tersebut tidak atau kurang berminat untuk mengembangakn bakat-
bakat yang ia miliki, atau kurang termotivasi untuk mencapai prestasi yang tinggi, atau
mungkin pula mempunyai kesulitan atau masalah pribadi sehingga ia mengalami hambatan
dalam pengembangan diri dan berprestasi sesuai dengan bakatnya.
2) Lingkungana anak
Misalnya orang tua si anak kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dan
sarana pendidikan yang ia butuhkan, atau ekonominya cukup tinggi tetapi kurang memberi
perhatian terhadap pendidikan anak. Pada dasarnya setiap orang memiliki bakat-bakat
tertentu. Dua anak bisa sama-sama mempunyai bakat melukis, tetapi yang satu lebih
menonjol daripada yang lain bahkan saudara sekandung dalam satu keluarga bisa memiliki
bakat yang berbeda-beda. Anak yang satu berbakat untuk bekerja dengan angka-angka, anak
yang lain dalam bidang olah raga, serta yang lainnya lagi berbakat menulis (mengarang).
D. Pengembangan bakat
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang
pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian
serius. Karena itulah, bakat perlu perhatian serius dan jangan dianggap remeh. Bila bakat
seorang anak diperhatikan dengan serius, akan sangat baik demi kemajuan masa depannya.
Apalagi bila si anak anak sudah dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil. Sebagai guru
yang bertanggung jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa
saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak. Berikut ini adalah beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :
1. Perhatian
Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus.
Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk digunakan.
Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada
anak.
2. Motivas
Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya
diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
3. Dukungan
Dukungan sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan
mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak untuk
mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
4. Pengetahuan
Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang
tersebut.
5. Latihan
Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang
dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan dengan ekstra
kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus latihan dengan bakatnya tersebut.
6. Penghargaan
Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
7. Sarana
Sediakan fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.
8. Lingkungan
Lingkungan juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan
anak
selalu dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak.
9. Kerjasama
Kerja sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak
di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak.
10. Teladan yang baik
Mengingat sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan.
Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam bidang bulu
tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dsb.