Anda di halaman 1dari 76

IMUT Area Klinik

Kategori Klinik

Judul Indikator Kelengkapan asesmen medis dalam waktu


24 jam setelah pasien masuk rawat inap

Defenisi Operasional Yang dimaksud asesmen medis lengkap


dalam waktu 24 jam setelah pasien masuk
rawat inap adalah :

1. proses kegiatan mengevaluasi


pasien
2. oleh tenaga medis
3. paling lambat 24 jam setelah
pasien masuk rawat inap
4. meliputi mengumpulkan informasi,
menganalisa informasi dan
membuat rencana pelayanan untuk
memenuhi semua kebutuhan pasien
yang telah diidentifikasi

Kriteria Inklusi
Kriteria Ekslusi Pasien yang meninggal dalam waktu 24
jam setelah pasien masuk rawat inap atau
pasien APS atau dirujuk sebelum waktu 24
jam

Sumber Data Rekam Medis

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Ruang rawat inap

Frekwensi M

Standar 100
Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidakpatuhan pendokumentasian asesmen


nyeri secara kontinyu di status pasien
Defenisi Operasional Terjadinya ketidakpatuhan perawat dalam
pendokumentasian asesmen nyeri secara
kontinyu di status pasien baik asesmen awal
maupun ulang
Kriteria Inklusi Semua pasien dengan keluhan nyeri

Kriteria Ekslusi
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap, Instalasi Pelayanan Intensif

Frekwensi M

Standar 5
Kategori Klinik

Judul Indikator Kerusakan sampel darah

Defenisi Operasional Terjadinya lisis atau pembekuan darah yang


tidak sesuai dengan syarat sampel darah yang
baik

Kriteria Inklusi Semua darah yang lisis atau beku

Kriteria Ekslusi Sampel pasien dengan kelainan darah yang


menyebabkan lisisnya eritrosit, contoh : AIHA
(Auto Imune Hemolitic Anemia ), PMN
(Paroximal Nocturnal Hematuria), DIC,
(DCSSDeminated Intravascular Coagulation),
perdarahan dengan obat anti koagulan, misalnya
heparin post dialisa

Sumber Data Catatan spesimen yang rusak

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi laboratorium

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Tidak terlaporkannya hasil kritis

Defenisi Operasional Keterlambatan melaporkan / tidak


terlaporkannya hasil kritis, yaitu hasil laborat
yang nilainya menurut patofisiologi penyakit
berpotensi mengancam jiwa penderita
sehingga membutuhkan penanganan medis
secepat mungkin.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Catatan pelaporan hasil kritis

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi Laboratorium dan Instalasi Rawat


Inap
Frekwensi M

Standar 0
Kategori Klinik

Judul Indikator Penolakan expertise

Defenisi Operasional Kejadian yang menunjukkan banyaknya


penolakan expertise oleh dokter pengirim
Kriteria Inklusi Semua perbedaan pandangan baik verbal
maupun tertulis mengenai hasil radiologi
antara dokter pengirim dengan dokter radiologi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat jalan, Instalasi rawat inap, ICU,


IGD
Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Keterlambatan hasil foto rawat jalan

Defenisi Operasional Angka yang menunjukkan keterlambatan


penerimaan hasil foto oleh pasien rawat jalan
lebih dari tiga jam.jalan lebih dari tiga jam.
Kriteria Inklusi Hasil foto diterima lebih dari 3 jam setelah
dilakukan tindakan radiologi
Kriteria Ekslusi Hasil pemeriksaan USG

Sumber Data Catatan pelayanan radiologi

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat jalan, IGD

Frekwensi M

Standar 3
Kategori Klinik

Judul Indikator Tidak dilakukannya asesmen awal radiologi

Defenisi Operasional Asesmen awal radiologi adalah pemeriksaan


pendahuluan yang dilakukan bagi semua
pasien radiologi sebelum tindakan radiologi,
serta didokumentasikan secara benar dan
lengkap.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis (Form asesmen awal radiologi)

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi radiologi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Tidak dilakukannya asesmen awal radiologi

Defenisi Operasional Asesmen awal radiologi adalah pemeriksaan


pendahuluan yang dilakukan bagi semua
pasien radiologi sebelum tindakan radiologi,
serta didokumentasikan secara benar dan
lengkap.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis (Form asesmen awal radiologi)

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi radiologi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Tidak dilakukannya penandaan lokasi


operasi

Defenisi Operasional Tidak dilakukannya penandaan lokasi


operasi oleh operator

Kriteria Inklusi Tidak dilakukannya penandaan lokasi


operasi pada semua kasus operasi beda sisi /
perbedaan kanan kiri (laterality), multiple
struktur (jari tangan, jari kaki, lesi) atau
multiple level (tulang belakang)

Kriteria Ekslusi Operasi yang tidak memerlukan penandaan


lokasi operasi antara lain :

1. Terdapat luka atau lesi yang jelas


dimana luka atau lesi tersebut
menjadi bagian yang akan ditindak.
2. Kasus organ tunggal (contoh
operasi caesar, jantung, TUR,
sirkumsisi)
3. Kasus yang melibatkan gigi, mulut.
(untuk penandaan gigi akan
dilakukan di rontgent gigi)
4. Prosedur yang melibatkan bayi
prematur di mana penandaan akan
menyebabkan tato permanen.

Secara klinis atau anatomi tidak


memungkinkan untuk diberi tanda :
permukaan mukosa, perineum, amandel,
hemoroid)

Sumber Data Status rekam medis pasien

Tipe Indikator Input


Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 2
Kategori Klinik

Judul Indikator Tidak dilakukannya penandaan lokasi


operasi
Defenisi Operasional Tidak dilakukannya penandaan lokasi
operasi oleh operator
Kriteria Inklusi Tidak dilakukannya penandaan lokasi
operasi pada semua kasus operasi beda sisi /
perbedaan kanan kiri (laterality), multiple
struktur (jari tangan, jari kaki, lesi) atau
multiple level (tulang belakang)

Kriteria Ekslusi Operasi yang tidak memerlukan penandaan


lokasi operasi antara lain :

1. Terdapat luka atau lesi yang jelas


dimana luka atau lesi tersebut
menjadi bagian yang akan ditindak.
2. Kasus organ tunggal (contoh
operasi caesar, jantung, TUR,
sirkumsisi)
3. Kasus yang melibatkan gigi, mulut.
(untuk penandaan gigi akan
dilakukan di rontgent gigi)
4. Prosedur yang melibatkan bayi
prematur di mana penandaan akan
menyebabkan tato permanen.

Secara klinis atau anatomi tidak


memungkinkan untuk diberi tanda :
permukaan mukosa, perineum, amandel,
hemoroid)

Sumber Data Status rekam medis pasien

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 2

Kategori Klinik
Judul Indikator Operasi ulang dengan diagnosa sama dan atau
komplikasinya

Defenisi Operasional Dilakukannya operasi ulang (operasi dengan


prosedur yang sama) dengan kasus / diagnosa
yang sama dengan operasi sebelumnya dan /
atau karena komplikasinya, dalam waktu 7 hari
atau kurang.

Kriteria Inklusi
Kriteria Ekslusi
Sumber Data Status rekam medis pasien (laporan operasi)

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan Prosedur Operasi


Defenisi Operasional Terjadi insiden kesalahan prosedur operasi
pada saat pasien dilakukan tindakan operasi
Kriteria Inklusi Semua kesalahan prosedur operasi pada
pasien yang mendapat tindakan pembedahan
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan Lokasi Operasi


Defenisi Operasional Terjadinya insiden kesalahan lokasi pada saat
pasien dilakukan tindakan operasi
Kriteria Inklusi Semua kesalahan lokasi operasi pada pasien
yang mendapat tindakan pembedahan
Kriteria Ekslusi
Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Instalasi Kamar Operasi, Instalasi Rawat Inap

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan Diagnosa Pre dan post operasi


Defenisi Operasional Terjadinya insiden kesalahan diagnosis pada
pasien pra operasi, yang baru diketahui oleh
operator pada saat durante operasi (diagnosis
pra dan post operasi berbeda)
Kriteria Inklusi Terjadinya kesalahan/ perbedaan
antara diagnosis pra dengan post operasi yang
disebabkan oleh apapun
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Instalasi Kamar Operasi, Instalasi Rawat Inap

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan Diagnosa Pre dan post operasi

Defenisi Operasional Terjadinya insiden kesalahan diagnosis pada


pasien pra operasi, yang baru diketahui oleh
operator pada saat durante operasi (diagnosis
pra dan post operasi berbeda)
Kriteria Inklusi Terjadinya kesalahan/ perbedaan
antara diagnosis pra dengan post operasi yang
disebabkan oleh apapun
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Instalasi Kamar Operasi, Instalasi Rawat Inap

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaktepatan pemberian obat (5 benar)

Defenisi Operasional Ketidaktepatan pemberian obat kepada pasien


yang dinilai berdasarkan 5 benar, yaitu
1. Benar pasien
2. Benar obat
3. Benar dosis
4. Benar waktu pemberian
5. Benar cara pemberian

Kriteria Inklusi Kesalahan / ketidaktepatan pemberian


obat (5 Benar)
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi Farmasi, instalasi rawat inap,


Instalasi rawat jalan, IGD, ICU, HD, Endoskopi
Frekwensi M

Standar

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan asesmen pre anestesi

Defenisi Operasional Ketidaklengkapan asesmen pre


anestesi meliputi : dokter anestesi tidak
visite pada saat pasien masih di ruang
perawatan (pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang, KIE / Informed Consent), dan
rekam medis tidak terisi secara lengkap
sebelum pasien dilakukan anestesi.
Kriteria Inklusi Semua pasien yang akan dilakukan operasi
dengan pembiusan
Kriteria Ekslusi

• Pasien operasi dengan anestesi


lokal
• Pasien anestesi bukan untuk
tindakan operasi melainkan untuk
pemeriksaan diagnostic

Sumber Data Status rekam medis pasien

Tipe Indikator Input

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Kejadian Reaksi Transfusi

Defenisi Operasional Yang dimaksud kejadian reaksi transfusi adalah


reaksi yang timbul akibat dilakukannya transfusi
darah yang tidak sesuai dengan golongan darah
pasien. (Reaksi incompatibilitas)
Kriteria Inklusi Transfusi darah yang diberikan tidak cocok
dengan golongan darah pasien.

Kriteria Ekslusi Kelainan pada darah atau sepsis yang bukan


disebabkan oleh transfusi darah.

Sumber Data Status rekam medis pasien, laporan insiden

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi rawat inap

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan informed


consent
Defenisi Operasional Informed Concent adalah
persetujuan tindakan
kedokteran yang diberikan
oleh pasien/keluarga
terdekatnya setelah
mendapatkan penjelasan
secara lengkap mengenai
tindakan kedokteran yang
akan dilakukan terhadap
pasien tersebut serta risiko
yang akan terjadi terhadap
pasien.
Ketidaklengkapan informed
consent adalah tidak terisinya
form informed consent secara
lengkap, data maupun tanda
tangan, baik pada lembar
informasi maupun pada
lembar consent.

Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Input dan outcome

Area Monitoring Instalasi rekam medis

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan catatan


medis pasien (KLPCM)
Defenisi Operasional Ketidaklengkapan pengisian
catatan medis yang berisi
seluruh informasi tentang
pasien sesuai dengan formulir
yang disediakan, khususnya
resume medis dan resume
keperawatan termasuk seluruh
hasil pemeriksaan penunjang,
dalam waktu 14 hari setelah
pasien keluar dari Rumah Sakit
Kriteria Inklusi Identitas pasien, data
perjalanan penyakit
(anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang,
diagnosis, terapi, tindakan
yang dilengkapi dengan
informed consent, laporan),
tanda tangan dokter
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rekam medis

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Infeksi Daerah Operasi (IDO)

Defenisi Operasional Infeksi pasca operasi adalah


adanya infeksi rumah sakit
(HAIs) pada semua kategori
luka sayatan operasi yang
dilaksanakan di rumah sakit
dan ditandai oleh rasa panas
(kalor), nyeri (dolor),
kemerahan (rubor), bengkak
(tumor) gangguan fungsi
(fungsiolesa) dan keluarnya
nanah (pus) yang muncul
dalam waktu lebih 3 x 24 jam
sampai dengan 30 hari pasca
operasi, atau sampai dengan 1
tahun jika terdapat implant
Kriteria Inklusi Semua infeksi pada daerah
operasi yang terjadi minimal 3
x 24 jam pasca operasi sampai
dengan 30 hari atau satu
tahun jika dipasang implant.
Kriteria Ekslusi Jejunostomy, ileostomy,
colostomy
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Intalasi rawat inap, ICU,


Instalasi Rawat Jalan
Frekwensi M

Standar 2

Kategori Klinik

Judul Indikator Sepsis

Defenisi Operasional Sepsis yang terjadi setelah


pasien dirawat di rumah sakit
Kriteria Inklusi Gejala yang timbul : panas,
hiperventilasi,
alkalosis respiratoris,
perubahan status mental,
hipotensi, shock (Sepsis
ditentukan oleh dokter yang
merawat)
Kriteria Ekslusi Pasien masuk rumah sakit
dengan sepsis
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Intalasi rawat inap, ICU

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Infeksi Luka Infus (ILI / Plebitis)

Defenisi Operasional Keadaan infeksi yang terjadi disekitar tusukan


atau bekas tusukan jarum infus di pembuluh
darah perifer dan timbul minimal 48 jam setelah
pemasangan (sesuai pedoman surveilans infeksi
Kemenkes RI tahun 2011).
Kriteria Inklusi Pada daerah bekas tusukan dan daerah
sekitarnya terdapat peradangan yang ditandai
dengan salah satu dari gejala ini : rasa panas,
pengerasan/ bengkak, kemerahan, dan terasa
sakit bila ditekan (kalor, dolor, tumor, rubor dan
functiolaesa) dengan atau tanpa nanah (pus)
tanpa dilengkapi pemeriksaan kultur.
Kriteria Ekslusi

• Infeksi kulit karena sebab-sebab lain


• Adanya bakteremia dengan
pemeriksaan kultur
• Usia ≤ 1 tahun

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Intalasi rawat inap, ICU

Frekwensi M

Standar 20

Kategori Klinik

Judul Indikator Infeksi Luka Infus (ILI / Plebitis)

Defenisi Operasional Keadaan infeksi yang terjadi disekitar tusukan


atau bekas tusukan jarum infus di pembuluh
darah perifer dan timbul minimal 48 jam setelah
pemasangan (sesuai pedoman surveilans infeksi
Kemenkes RI tahun 2011).
Kriteria Inklusi Pada daerah bekas tusukan dan daerah
sekitarnya terdapat peradangan yang ditandai
dengan salah satu dari gejala ini : rasa panas,
pengerasan/ bengkak, kemerahan, dan terasa
sakit bila ditekan (kalor, dolor, tumor, rubor dan
functiolaesa) dengan atau tanpa nanah (pus)
tanpa dilengkapi pemeriksaan kultur.
Kriteria Ekslusi
• Infeksi kulit karena sebab-sebab lain
• Adanya bakteremia dengan
pemeriksaan kultur
• Usia ≤ 1 tahun

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Intalasi rawat inap, ICU

Frekwensi M

Standar 20

Kategori Klinik

Judul Indikator Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Defenisi Operasional Keadaan infeksi yang terjadi disekitar uretra


atau selang kateter dan timbul setelah 3 kali 24
jam dilakukan pemasangan kateter di rumah
sakit.
Kriteria Inklusi Pada daerah uretra terjadi iritasi, gatal-gatal,
rasa sakit atau panas, pus, dan urine berwarna
merah atau keruh
Kriteria Ekslusi Jika keadaan tersebut timbul oleh suatu
tindakan lain atau oleh karena penyakitnya.
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome


Area Monitoring Intalasi rawat inap, Instalasi Pelayanan Intensif

Frekwensi M

Standar 10

Kategori Klinik

Judul Indikator Pneumonia akibat pemakaian ventilator


(Ventilator Associated Pneumonia /VAP)

Defenisi Operasional Ventilator Associated Pneumonia (VAP)


adalah pneumonia yang terjadi akibat
pemasangan ventilator di rumah sakit.

Kriteria Inklusi Gejala pneumonia muncul minimal 2 x 24


jam setelah pemasangan Endotracheal Tube
(ETT)

Kriteria Ekslusi
• Pasien yang telah terpasang Endo
Trakeal Tube sebelum pasien
masuk rumah sakit
• Gejala pneumonia muncul kurang
dari 2 x 24 jam setelah
pemasangan Endotracheal Tube
(ETT)

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Pelayanan Intensif

Frekwensi M

Standar 20

Kategori Klinik

Judul Indikator Kejadian dekubitus selama


masa perawatan

Defenisi Operasional Kerusakan/kematian kulit


sampai jaringan dibawah kulit,
bahkan menembus otot
sampai mengenai tulang
akibat adanya penekanan
pada suatu area secaraterus
menerus sehingga
mengakibatkan gangguan
sirkulasi darah setempat, yang
timbul minimal 3 x 24 jam
setelah rawat inap
Kriteria Inklusi Luka lecet pada bagian-
bagian tubuh pasien yang
terkena tekanan karena tirah
baring
Kriteria Ekslusi

• Luka lecet yang


terjadi diluar area
pada pasien tirah
baring
• Pasien yang sudah
mengalami dekubitus
sebelum rawat inap

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rawat Inap dan


Instalasi Pelayanan Intensif,
Unit stroke
Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaktepatan identifikasi pasien

Defenisi Operasional Ketidaktepatan identifikasi adalah


kesalahan penentuan identitas pasien
sejak awal pasien masuk sampai
dengan pasien keluar,terhadap semua
pelayanan yang diterima oleh pasien
Kriteria Inklusi

• Ketidaktepatan penulisan
identitas (nama, tanggal
lahir, nomor RM)
• Ketidaktepatan pemilihan
gelang identitas
• Ketidaktepatan prosedur
konfirmasi identitas pasien
(antara lain konfirmasi
dengan pertanyaan terbuka)
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Semua unit

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden keamanan


obat yang perlu
diwaspadai
Defenisi Operasional Obat yang perlu
diwaspadai (High allert
) adalah obat yang
memiliki risiko lebih
tinggi untuk
menyebabkan /
menimbulkan adanya
komplikasi atau
membahayakan pasien
secara signifikan jika
terdapat kesalahan
penggunaan dan
penyimpanan.
Kriteria Inklusi

• Penyimpanan
obat high
allert tidak
dilakukan
secara benar
(prosedur
penyimpanan
yang benar :
obat High
Allert
disimpan
terpisah;
elektrolit
konsentrat
diberi stiker
orange;
NORUM /
LASA diberi
stiker hijau ;
insulin dan
nutrisi
parenteral
diberi stiker
kuning; obat
sedasi,
heparin, agen
radiokntras IV
diberi stiker
merah; agen
kemoterapi
diberi stiker
ungu)
• Pemberian
obat High
Allert tidak
menggunakan
prosedur 5
(lima) Benar
• Tidak ada
daftar obat
High allert di
masing-
masing unit
• Prosedur
ejaan tidak
digunakan
untuk obat
yang bersifat
LASA /
NORUM

Kriteria Ekslusi Obat-obatan yang


tidak tergolong High
Allert
Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Semua unit pelayanan

Frekwensi M
Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Kejadian pasien jatuh

Defenisi Operasional Pasien jatuh di lingkungan rumah sakit oleh


sebab apapun
Kriteria Inklusi Semua insiden pasien jatuh di lingkungan
rumah sakit
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Laporan insiden

Tipe Indikator Proses-outcome

Area Monitoring Seluruh area Rumah sakit

Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik
Judul Indikator Pasien stroke ischemic yang tidak
mendapatkan terapi anti trombotik pada saat
KRS.
Defenisi Operasional

• Pemberian obat anti trombotik kepada


pasien stroke ischemic
• Preparat anti trombotik yang berisi:
asam asetil salisilat, clopidogrel
• Diisi oleh unit yang memulangkan
pasien

Kriteria Inklusi Semua pasien stroke ischemic yang KRS

Kriteria Ekslusi Pasien stroke non ischemic

Sumber Data Rekam medis

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Unit Stroke, Instalasi Rawat Inap dan Instalasi


Pelayanan Intensif
Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Pasien stroke yang tidak mendapatkan


edukasi selama masa perawatan di rumah
sakit

Defenisi Operasional
• Edukasi pasien stroke adalah
pemberian informasi dan
pendidikan seputar stroke terhadap
pasien dan / atau keluarga yang
dilakukan oleh dokter penanggung
jawab / perawat / fisioterapis / ahli
gizi / apoteker atau tenaga
kesehatan lainnya.
• Diisi oleh unit yang pertama kali
menerima pasien

Kriteria Inklusi Semua pasien stroke yang dirawat di Rumah


sakit

Kriteria Ekslusi
Sumber Data Rekam medis
Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Unit Stroke, Instalasi Rawat Inap dan


Instalasi Pelayanan Intensif
Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Pasien IMA yang tidak mendapatkan terapi


aspirin (anti trombotik) dalam waktu 24 jam
sejak datang ke Rumah Sakit.
Defenisi Operasional

• Pemberian terapi aspirin kepada


pasien Infark Miokard Akut dalam
waktu 24 jam sebelum atau sesudah
tiba di rumah sakit .
• Preparat anti trombotik yang berisi:
asetil salisilat, clopidogrel

Kriteria Inklusi Semua pasien Infark Miokard Akut (IMA)

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M

Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Pasien IMA yang tidak mendapatkan terapi


aspirin (anti trombotik) dalam waktu 24 jam
sejak datang ke Rumah Sakit.
Defenisi Operasional

• Pemberian terapi aspirin kepada


pasien Infark Miokard Akut dalam
waktu 24 jam sebelum atau sesudah
tiba di rumah sakit .
• Preparat anti trombotik yang berisi:
asetil salisilat, clopidogrel

Kriteria Inklusi Semua pasien Infark Miokard Akut (IMA)

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M
Standar 0

Kategori Klinik

Judul Indikator Pasien IMA yang tidak mendapatkan terapi


aspirin (anti trombotik) dalam waktu 24 jam
sejak datang ke Rumah Sakit.
Defenisi Operasional

• Pemberian terapi aspirin kepada


pasien Infark Miokard Akut dalam
waktu 24 jam sebelum atau sesudah
tiba di rumah sakit .
• Preparat anti trombotik yang berisi:
asetil salisilat, clopidogrel

Kriteria Inklusi Semua pasien Infark Miokard Akut (IMA)

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M

Standar 0
Kategori Klinik

Judul Indikator Pasien IMA yang tidak mendapatkan terapi


aspirin (anti trombotik) dalam waktu 24 jam
sejak datang ke Rumah Sakit.
Defenisi Operasional

• Pemberian terapi aspirin kepada


pasien Infark Miokard Akut dalam
waktu 24 jam sebelum atau sesudah
tiba di rumah sakit .
• Preparat anti trombotik yang berisi:
asetil salisilat, clopidogrel

Kriteria Inklusi Semua pasien Infark Miokard Akut (IMA)

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M

Standar 0
Kategori Klinik

Judul Indikator Proporsi pasien TB paru terkonfirmasi


bakteriologis diantara terduga TB
Defenisi Operasional Terduga TB : adalah semua pasien
yang diduga menderita tuberkulosis
Terkonfirmasi bakteriologis : minimal 1 (satu)
dari 3 (tiga) spesimen pemeriksaan dahak
adalah BTA(+
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data TB 04, TB 06

Tipe Indikator Input, proses

Area Monitoring Laboratorium, Poli DOTS

Frekwensi M

Standar 5-15
Kategori Klinik

Judul Indikator Angka konversi

Defenisi Operasional Angka konversi adalah prosentase pasien TB


paru terkonfirmasi bakteriologis yang
mengawali perubahan menjadi BTA negatif
setelah menjalani masa pengobatan tahap
awal diantara pasien TB paru terkonfirmasi
bakteriologis yang diobati.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data TB 03, TB 04

Tipe Indikator Proses, outcome

Area Monitoring Poli DOTS

Frekwensi M

Standar 80
Kategori Klinik

Judul Indikator Angka kesembuhan

Defenisi Operasional Angka kesembuhan adalah angka yang


menunjukkan prosentase pasien TB paru
terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh setelah
selesai masa pengobatan diantara pasien TB
paru terkonfirmasi bakteriologis yang tercatat.

Kriteria Inklusi
Kriteria Ekslusi
Sumber Data TB 01 dan TB 03

Tipe Indikator Proses, outcome

Area Monitoring Poli DOTS

Frekwensi M

Standar 85
Kategori Klinik

Judul Indikator Kematian ibu melahirkan karena eklampsi

Defenisi Operasional Insiden yang menunjukkan banyaknya ibu


yang meninggal karena eklampsia
Eklampsia adalah suatu kelainan akut yang
terjadi pada wanita hamil, bersalin, atau nifas
yang ditandai dengan pre-eklampsia serta
timbulnya kejang-kejang atau komplikasi
lainnya, yang bukan disebabkan karena
kelainan neurologi
Kriteria Inklusi Semua ibu hamil / bersalin / nifas yang
mengalami eklampsia.
Kriteria Ekslusi Hipertensi menahun (kronik)

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5

Kategori Klinik

Judul Indikator Kematian ibu melahirkan karena eklampsi

Defenisi Operasional Insiden yang menunjukkan banyaknya ibu


yang meninggal karena eklampsia
Eklampsia adalah suatu kelainan akut yang
terjadi pada wanita hamil, bersalin, atau nifas
yang ditandai dengan pre-eklampsia serta
timbulnya kejang-kejang atau komplikasi
lainnya, yang bukan disebabkan karena
kelainan neurologi
Kriteria Inklusi Semua ibu hamil / bersalin / nifas yang
mengalami eklampsia.
Kriteria Ekslusi Hipertensi menahun (kronik)

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5

Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidakmampuan menangani BBLR 1500-


2500gr
Defenisi Operasional BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat
badan 1500 – 2500 gr
Kriteria Inklusi Berat badan bayi < 2500 gram, dengan usia
kehamilan ≥ 32 minggu
Kriteria Ekslusi Berat badan bayi < 1500 gram, usia
kehamilan < 32 minggu
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Keterlambatan operasi sectio caesarea

Defenisi Operasional Sectio caesarea adalah suatu tindakan


pembedahan untuk mengeluarkan janin dari
perut ibu.
Keterlambatan SC adalah penundaan
pelaksanaan SC > 30 menit dari waktu yang
telah dijadwalkan

Kriteria Inklusi
Kriteria Ekslusi
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar Bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Keterlambatan penyediaan darah

Defenisi Operasional Adalah keterlambatan waktu menyediakan


labu darah sesuai pesanan > 60 menit
terhitung mulai form permintaan darah
diterima oleh petugas Bank darah rumah sakit
sampai dengan labu darah diterima oleh
perawat ruangan.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar Bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Keterlambatan penyediaan darah

Defenisi Operasional Adalah keterlambatan waktu menyediakan


labu darah sesuai pesanan > 60 menit
terhitung mulai form permintaan darah
diterima oleh petugas Bank darah rumah sakit
sampai dengan labu darah diterima oleh
perawat ruangan.
Kriteria Inklusi

Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Unit Kamar Bersalin

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Angka perawatan ulang

Defenisi Operasional Jumlah pasien rawat inap ulang dengan


penyakit yang sama dalam kurun waktu kurang
dari tujuh hari setelah pasien pulang dari
rumah sakit
Kriteria Inklusi Semua pasien yang mengalami rawat ulang
dengan masalah kesehatan yang sama
Kriteria Ekslusi Pasien pulang atas permintaan sendiri, rawat
ulang yang direncanakan, kehamilan aterm,
penyakit kronik
Sumber Data Status rekam medis

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Angka perawatan ulang

Defenisi Operasional Jumlah pasien rawat inap ulang dengan


penyakit yang sama dalam kurun waktu kurang
dari tujuh hari setelah pasien pulang dari
rumah sakit
Kriteria Inklusi Semua pasien yang mengalami rawat ulang
dengan masalah kesehatan yang sama
Kriteria Ekslusi Pasien pulang atas permintaan sendiri, rawat
ulang yang direncanakan, kehamilan aterm,
penyakit kronik
Sumber Data Status rekam medis

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Angka perawatan ulang

Defenisi Operasional Jumlah pasien rawat inap ulang dengan


penyakit yang sama dalam kurun waktu kurang
dari tujuh hari setelah pasien pulang dari
rumah sakit
Kriteria Inklusi Semua pasien yang mengalami rawat ulang
dengan masalah kesehatan yang sama
Kriteria Ekslusi Pasien pulang atas permintaan sendiri, rawat
ulang yang direncanakan, kehamilan aterm,
penyakit kronik
Sumber Data Status rekam medis

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap

Frekwensi M

Standar 0.5
Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan tindakan rehabilitasi medis

Defenisi Operasional Kesalahan tindakan rehabilitasi medis adalah


memberikan atau tidak memberikan tindakan
rehabilitasi medis yang diperlukan yang tidak
sesuai dengan rencana asuhan dan/atau tidak
sesuai dengan pedoman standar pelayanan
rehabilitasi medis
Kriteria Inklusi Kesalahan tindakan oleh dokter spesialis
rehabilitasi medis dan petugas rehabilitasi
medis
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Proses Instalasi rehabilitasi medis

Frekwensi M

Standar 0
Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan pengisian resume medis


rawat jalan
Defenisi Operasional Resume rawat jalan adalah ringkasan
pengobatan pasien rawat jalan yang terdiri dari
diagnosa medis, riwayat alergi, pengobatan
terakhir, prosedur bedah, dan riwayat
perawatan
Kriteria Inklusi Pasien rawat jalan dengan kasus yang
memerlukan pengisian resume rawat jalan

1. Kunjungan pertama pasien di IRJ,


IGD, RM, IKO
2. Kunjungan pasien dengan diagnosa
yang sama selama 3 kali dalam
sebulan
3. Pasien dengan diagnosa kronis yang
dirangkum setiap 3 bulan sekali
4. Terdapat diagnosa baru dan
mendapat pengobatan baru
5. Ditemukan diagnosa yang
memerlukan rujukan ke bagian lain

Kriteria Ekslusi Pasien yang tidak memenuhi kriteria


pengisisan resume rawat jalan.
Sumber Data Rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi Rekam Medis

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Sisa makan siang pasien non diit

Defenisi Operasional Porsi makan siang yang tidak habis dimakan


oleh pasien non diit ≥ ½ porsi makan yang
disediakan.
Kriteria Inklusi Sisa makan siang yang tidak habis dimakan
oleh pasien non diit ≥ ½ porsi makan yang
disediakan.
Kriteria Ekslusi Pasien dengan diit

Sumber Data Catatan petugas pantry ruang rawat inap

Tipe Indikator Outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap, Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M

Standar 5
Kategori Klinik

Judul Indikator Kesalahan diit pasien

Defenisi Operasional Kesesuaian jenis diit antara yang diminta oleh


dokter dengan yang disajikan pada saat
makan.
Kesesuaian diit meliputi jumlah kalori, jenis
makanan, volume diit cair.
Kriteria Inklusi Petugas diit menyajikan makanan yang tidak
sesuai dengan jenis diet yang diminta pada
saat makan.
Kriteria Ekslusi Diet bebas

Sumber Data Catatan petugas pantry ruangan

Tipe Indikator Proses dan outcome

Area Monitoring Instalasi rawat inap, Instalasi Pelayanan


Intensif
Frekwensi M

Standar 0
Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan Laporan Operasi

Defenisi Operasional Ketidaklengkapan penulisan laporan operasi


setelah pasien keluar dari kamar operasi
Kriteria Inklusi Semua laporan tindakan operasi

Kriteria Ekslusi
Sumber Data Status rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Ketidaklengkapan Laporan Anestesi

Defenisi Operasional Ketidaklengkapan penulisan laporan anestesi


setelah pasien keluar dari kamar operasi
Kriteria Inklusi Semua tindakan operasi dengan anestesi

Kriteria Ekslusi Tindakan operasi dengan anestesi lokal

Sumber Data Status rekam medis pasien

Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik
Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda
lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi
Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan
insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses
Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi


Frekwensi M

Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M
Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M
Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M
Standar 1

Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1
Kategori Klinik

Judul Indikator Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda


lain saat operasi
Defenisi Operasional Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi adalah tertinggalnya benda-benda
tersebut pada saat operasi yang diketahui
beberapa waktu setelah operasi dilakukan.
Kriteria Inklusi Tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
operasi
Kriteria Ekslusi

Sumber Data Status rekam medis pasien dan laporan


insiden
Tipe Indikator Proses

Area Monitoring Instalasi kamar operasi

Frekwensi M

Standar 1