Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

PERESEPAN PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA


No. Dokumen : Ditetapkan Oleh

SPO No. Revisi : 00 Apoteker


PELAYANAN Penanggung Jawab
INFORMASI Tanggal Terbit :
OBAT Bonang Raditya
APOTEK BINTARA HUSADA Halaman : 1/1 S.Farm.,Apt.

1. Pengertian Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika baik alamiah maupun
sintesis yang memiliki khasit psikoaktif melalui pengaruh siliktif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
normal dan prilaku.
Narkotikaadalah zat atau obat yang berasal dari tanaman dan bahan
tanaman, baik sintesis maupun bahan sintesis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa, zat ini akan
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan.

2. Tujuan Sebagai acuan untuk memastikan semua proses dalam pelayanan obat
golongan narkotika memenuhi Undang-Undang yang berlaku dan
memastikan pengeluaran obat golongan narkotika dan psikotropika aman
dan akurat.
3. Kebijakan Sesuai Surat Keputusan
4. Referensi 1. UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika
2. UU RI No. 5 tahun 1987 tentang Psikotropika
5. Prosedur/Langkah- 1. Peresepan obat psikotropika dan narkotika hanya boleh ditulis oleh
langkah
dokter/ dokter gigi/ dokter spesialis
2. Petugas memberikan resep asli dan di tanda tangani langsung oleh
dokter pemeriksa/ pemberi resep
3. Petugas memeriksa kembali resep yang hendak diberikan kepada
pasien dan jika resep tersebut tidak di tanda tangani resep bisa ditolak
atau dikonfirmasi ke dokter yang menulis resep
4. Petugas harus menulis resep dengan jelas, baik jenisnya, jumlahnya
dan cara penggunaannya
5. Petugas memberi garis merah di bawah nama obat narkotika dan di
tanda tangani sejajar garis merah tersebut
6. Petugas menulis nama pasien dan alamat yang lengkap dibelakang
resep
7. Petugas menyimpan resep psikotropika dan narkotika dalam lemari
obat, menjadi satu dengan obat psikotropika dan narkotika dalam
keadaan terkunci.

6. Unit Terkait  Apoteker dan Asiaten Apoteker

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)


PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN OBAT
No. Dokumen : Ditetapkan Oleh

SPO No. Revisi : 00 Apoteker


PELAYANAN Penanggung Jawab
INFORMASI Tanggal Terbit :
OBAT Bonang Raditya
APOTEK BINTARA HUSADA Halaman : 1/1 S.Farm.,Apt.

1. Pengertian
2. Tujuan Sebagai acuan untuk memastikan semua proses dalam pelayanan obat
golongan narkotika memenuhi Undang-Undang yang berlaku dan
memastikan pengeluaran obat golongan narkotika dan psikotropika aman
dan akurat.
3. Kebijakan Sesuai Surat Keputusan
4. Referensi 3. UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika
4. UU RI No. 5 tahun 1987 tentang Psikotropika
5. Prosedur/Langkah- 8. Peresepan obat psikotropika dan narkotika hanya boleh ditulis oleh
langkah
dokter/ dokter gigi/ dokter spesialis
9. Petugas memberikan resep asli dan di tanda tangani langsung oleh
dokter pemeriksa/ pemberi resep
10. Petugas memeriksa kembali resep yang hendak diberikan kepada
pasien dan jika resep tersebut tidak di tanda tangani resep bisa ditolak
atau dikonfirmasi ke dokter yang menulis resep
11. Petugas harus menulis resep dengan jelas, baik jenisnya, jumlahnya
dan cara penggunaannya
12. Petugas memberi garis merah di bawah nama obat narkotika dan di
tanda tangani sejajar garis merah tersebut
13. Petugas menulis nama pasien dan alamat yang lengkap dibelakang
resep
14. Petugas menyimpan resep psikotropika dan narkotika dalam lemari
obat, menjadi satu dengan obat psikotropika dan narkotika dalam
keadaan terkunci.

6. Unit Terkait  Apoteker dan Asiaten Apoteker