Anda di halaman 1dari 6

HAL : KEBERATAN HASIL PLENO KABUPATEN

Kepada yang terhormat


1. KPU RI di JAKARTA
2. DKPP Provinsi NTB di MATARAM
3. KPU Provinsi NTB di MATARAM
4. BAWASLU Provinsi NTB di MATARAM
5. KPU Kabupaten Lombok Tengah di PRAYA
6. BAWASLU Kabupaten Lombok Tengah di PRAYA
7. Kapolres Lombok tengah di PRAYA

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum, wr,wb

Sehubungan dengan telah selesainya rekapitulasi penghitungan suara ditingkat


kabupaten oleh KPU Kabupaten Lombok Tengah dan ditingkat Provinsi oleh KPU
provinsi NTB yang mana hasil rekapitulasi tersebut sebagaimana tertuang dalam
Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Setiap Kecamatan di
Kabupaten Lombok Tengah Pemilu DPRD Provinsi atau disebut Model DB1-DPRD
Provinsi. Maka saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : M. Samsul Qomar, S.Sos.
Alamat : Mesaleng Bagu Pringgarata
Pekerjaan : ANGGOTA DPRD LOTENG
Bertindak utuk dan atas nama pribadi selaku calon Anggota DPRD povinsi NTB dapil 8
dari Partai Demokrat. Mengajukan Gugatan/keberatan atas hasil penetapan pleno KPU
Kabupaten Lombok Tengah.

DASAR DASAR GUGATAN


Adapun poin poin keberatan kami antara lain :

1. Hasil Rekapitulasi KPU Lombok Tengah sebagaimana yang tertuang dalam Model
DB1 DPRD Kabupaten Lombok Tengah, menurut kami belum sepenuhnya valid
Karena KPU tidak cermat dalam meneliti Dokumen Model DA1 yang
disampaikan oleh PKK Kecamatan. Hal ini kami sampaikan atas dasar sebagai
berikut :

a. PPK Kecamatan Pujut

(1) Model DA1 Kecamatan Pujut tidak sepenuhnya ditandatangi oleh


seluruh personil PPK Kecamatan Pujut. Yaitu dari 5 (lima) orang
personil PPK Kecamatan Pujut yang bertandatangan hanya 3 orang
saja sementara 2 orang lainnya abstain dan menurut wawancara kami
dengan 2 (dua) orang personil PPK Kecamatan Pujut tersebut tidak
berani bertanggung jawab terhadap hasil Pleno PPK Kecamatan Pujut
yang tertuang dalam Model DA1 provinsi NTB Kecamatan Pujut Dapil
8 (Dokumen Bukti terlampir)
(2) Pleno PPK kecamatan Pujut tidak sepenuhya dipantau oleh Pihak
Panwascam, berdasarkan informasi yang kami terima dari saksi kami
bahwa Panwascam hanya hadir pleno pada 5 desa saja, selebihnya
panwascam tidak pernah terlihat.
(3) Adanya Insiden pencurian C1 Plano oleh Oknum PPK Kecamatan
Pujut, adanya kejadian ini tentu sangat mencederai proses demokrasi
terlebih lagi bahwa pelaku pencurian tersebut adalah penyelenggara
Pemilu yang seharusnya punya integitas untuk menjadikan Pemilu
2019 bersih, jujur dan adil. Atas dasar hal tersebut kami menyatakan
bahwa PPK Pujut tidak memiliki integritas dan kejujuran dalam
melaksanakan tahapan tahapan pemilu dan adapun hasil pleno
tersebut sangat patut untuk kami tolak.
(4) Adanya interpensi dari camat Pujut dan Kepala Desa Ketara yang
mengganggu proses jalannya rekapitulasi suara ditingkat Kecamatan
menngindikasikan bahwa proses rekapitulasi suara tidak berjalan
sebagaimana mestinya seperti yang disyaratkan dalam PKPU Nomor
4 tahun 2019, dan proses rekapitulasi tidak bersih jujur dan adil
sebagaimana prinsip penyelenggaraan pemilu 2019.
(5) Model DAA1 Desa Ketara adalah merupakan cerminan buruk Kwalitas
penyelenggara pemilu dalam hal ini PPK Pujut karena dalam DAA 1
tersebut tidak satupun yang sama dengan Formulir C1 yang dipegang
oleh saksi, terutama pada perolehan Calleg Partai Demokrat DPRD
Provinsi dimana salah satu caleg perolehannya meningkat sementara
caleg lain menurut. Adapun penggelembungan sauara tersebut
terdapat pada caleg Partai Demokrat DPRD Provinsi NTB Nomot urut
1 atas nama Lalu Raidi. Jumlah penggelembungan suara total
mencapai 182 suara. (perincian perubahan dan Bukti Model DAA1
dan C1 terlampir).
(6) saksi-saksi yang hadir sudah mengajukan keberatan dan minta PPK
Pujut untuk membuka Kotak untuk mengkonfirmasi hasil Formulir C1
KWK ke Formulir C1 Plano. Namun keberatan tersebut tidak
diindahkan dan pleno tetap berlangsung meski tanpa adanya
panwascam dan saksi. Saksi hanya diminta untuk mengisi Model DA2.
(7) Model DAA 1 Desa ketara hanya ditandatangani oleh satu orang saksi
saja, saksi-saksi lain tidak ada yang berani bertandatangan karena
hasil pleno tidak sesuai dengan salinan Form C1 yang dipegang oleh
saksi.
(8) Tidak hanya itu Model DAA1 Desa desa lain seperti Tumpak,
Pengembur dan tanak Awu pun demikian.
(9) Berdasarkan hasil pencoocokan kami antara Form C1 dengan DAA
terdapat penggelembungan suara yang terstruktur sistematis dan
massif pada perolehan suara caleg DPRD provinsi NTB nomor urut
1(satu) Partai Demokrat atas nama Lalu Riadi di beberapa Desa
kecamatan Praya Timur sebagai berikut :
- Desa Ketara : TPS 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15.
Dengan total penggelembungan suara sebanyak 182 suara
(rincian per TPS dan Bukti Form C1 dan Model DAA1 terlampir).
- Desa Tumpak : TPS 2, 6, 9, 13.. Dengan total penggelembungan
suara sebanyak 15 suara (rincian per TPS dan Bukti Form C1 dan
Model DAA1 terlampir).
- Desa tanak Awu : TPS 12, 13, 14,. Dengan total penggelembungan
suara sebanyak 17 suara (rincian per TPS dan Bukti Form C1 dan
Model DAA1 terlampir)..

b. PPK Kecamatan Praya Timur

Berdasarkan hasil pencoocokan kami antara Form C1 dengan Model DAA 1


terdapat manipulasi penggelembungan suara yang terstruktur, sistematis
dan masif pada perolehan suara caleg DPRD provinsi NTB nomor urut
1(satu) Partai Demokrat atas nama Lalu Riadi di beberapa Desa kecamatan
Praya Timur sebagai berikut :
(1) Desa Beleka : TPS 1, 2, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 31, 32. Dengan total
manipulasi penggelembungan suara sebanyak 34 suara (rincian per TPS
dan Bukti Form C1 dan Model DAA1 terlampir).
(2) Desa Mujur : TPS 2, 5, 6, 8, 12, 21, 22, 28. Dengan total penggelembungan
suara sebanyak 21 suara (rincian per TPS dan Bukti Form C1 dan Model
DAA1 terlampir.
(3) Desa Sengkerang : TPS 1, 4, 12, 13, 17, 24, 25. Dengan total
penggelembungan suara sebanyak 21 suara (rincian per TPS dan Bukti
Form C1 dan Model DAA1 terlampir.
(4) Desa Semoyang : TPS 4, 11, 13, 22. Dengan total penggelembungan suara
sebanyak 10 suara (rincian per TPS dan Bukti Form C1 dan Model DAA1
terlampir.

c. KPU Kabupaten Lombok Tengah

(1) Pada Rapat Pleno Rekapitulasi hasil pemilu 2019 di tingkat kecamatan
Pujut saksi kami telah mengajukan keberatan atas hasil Pleno rekapitulasi
suara di kecamatan Pujut dengan meminta untuk dilakukan rekapitulasi
ulang di seluruh TPS se Desa Ketara, Tumpak dan Tanak Awu dengan
memakai Model C1 Plano sebagai acuan rekapitulasi. Keberatan tersebut
telah dituangkan dalam Form Model DA2 Keberatan, Form Model DA2
tersebut telah disampaikan ke Rapat Pleno di tingkat kabupaten. Namun,
KPU tidak menyelesaikan persoalan ini secara rigid dan jelas dan kami
seaku pihak yang berkeberatan tidak mendapat kepastian jawaban atas
keberatan tersebut sampai saat ini. Padahal dalam PKPU No 4 tahun2019
pasal 52 ayat 2 Dijelaskan bahwa “Dalam hal terdapat keberatan Saksi
dan/atau Bawaslu kabupaten/kota, KPU/KIP Kabupaten/Kota wajib
menjelaskan prosedur dan/atau mencocokkan selisih Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Perolehan Suara dengan formulir Model DA1.Plano-PPWP,
Model DA1.Plano-DPR, Model DA1.Plano-DPD, Model DA1.Plano-DPRD
Provinsi, Model DA1.Plano-DPRD Kab/Kota.
(2) Ketika Model DA2 keberatan saksi kami tidak ditanggapi maka Pada
Rapat Pleno Rekapitulasi hasil pemilu 2019 di tingkat kabupaten Lombok
tengah saksi kami juga telah mengajukan Model DB2 keberatan yang
isinya meminta untuk dilakukan rekapitulasi ulang di seluruh TPS se Desa
Ketara, Tumpak dan Tanak Awu dengan memakai Model C1 Plano sebagai
acuan rekapitulasi.
(3) Pada saat rapat pleno rekapitulasi tingkat provinsi saksi kami diprovinsi
berharap Model DB2 yang telah diajukan di Pleno kabupaten tersebut
untuk dibahas pada rapat pleno tingkat provinsi. Namun ternyata Model
DB2 yang saksi kami telah ajukan ternyata tidak dimasukkan dalam kotak
hasil rekapitulasi kabupaten yang disampaikan ke provinsi. Hal tersebt
sangat kami sayangkan Karen kami sangat berharap persoalan yang
belum terselesaiakan dipleno kecamatan dan kabupaten dapat
terselesaikan di provinsi. Hilangnya form DB2 yang diajukan saksi kami
kami anggap hal ini sebagai sabotase dan penggelapan yang dilakukan
oleh oknum KPU. Karena hal ini jelas jelas telah melanggar Pasal 52 ayat
8,9 dan 10 PKPU No. 4 tahun 2019.
2. Proses Rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan Pujut dan Rekapitulasi di tingkat
kabupaten Lombok Tengah telah tercederai dengan adanya interfensi dari
Kepala Desa Ketara yang menolak untuk dibukanya Kotak suara TPS-TPS se Desa
Ketara dengan mengintimidasi saksi-saksi dan PPK agar kotak suara TPS-TPS
sedesa Ketara tidak dibuka. Intervensi tersebut telah mempengaruhi hasil
rekapitulasi secara maksimal dan merugikan banyak pihak.
3. BAWASLU Kabupaten Lombok Tengah dan Panwascam tidak menjalankan
tugasnya secara maksimal sehingga memberikan ruang intervensi yang sangat
jauh sehingga mempengaruhi hasil rekapitulasi suara dan merugikan banyak
pihak.
4. Proses Rekapitulasi suara di TPS, dan Kecamatan tidak dilakukan secara
Transfaran dan terbuka sebagaimana diamanatkan oleh PKPU No.4 tahun 2019.
Yang mana seharusnya setiap proses rekapitulasi selesai dilaksanakan maka
hasil rekapitulasi diumumkan secara terbuka kepada public. Namun, pada
praktiknya dokumen Form C1 hasil rekapitulasi di tingkat TPS tidak diumukan
secara terbuka ke public, begitu juga DAA1 hasil rekapitulasi ditingkat
kecamatan pun tidak diumumkan secara terbuka kepublik.
KEBERATAN DAN TUNTUTAN

Atas dasar berbagai persoalan yang telah kami ungkap diatas maka kami
mengajukan keberatan dan tuntutan sebagai berikut
1. Kepada KPU RI kami memohon untuk menunda penetapan hasil
rekapitulasi DPRD provinsi Dapil 8 NTB
2. Kepada DKPP kami memohon agar menindak dengan tegas pelanggaran
pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu
2019 di semua jenjang dan tingkatan.
3. Kepada BAWASLU kabupaten Lombok tengah dan BAWASLU PROVINSI
NTB untuk menerima segala Tuntutan dan kebaratan kami serta
Merekomendasikan kepada KPU untuk Rekapitulasi ulang dengan
memaka1 Form C1 Plano sebagai acuan di beberapa desa :
a. Kecamatan Pujut
- Desa Ketara Semua TPS
- Desa tanak Awu semua TPS
- Desa Tumpak semua TPS
- Desa Pengembur semua TPS
b. Kecamatan Praya Timur
- Desa Beleka : TPS 1, 2, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 31, 32.
- Desa Mujur : TPS 2, 5, 6, 8, 12, 21, 22, 28.
- Desa Sengkerang : TPS 1, 4, 12, 13, 17, 24, 25.
- Desa Semoyang : TPS 4, 11, 13, 22.
4. Kepada KPU kabupaten Lombok tengah kami menuntut untuk dilakukan
rekapitulasi ulang dengan memaka1 Form C1 Plano sebagai acuan di
beberapa desa :
c. Kecamatan Pujut
- Desa Ketara Semua TPS
- Desa tanak Awu semua TPS
- Desa Tumpak semua TPS
- Desa Pengembur semua TPS
d. Kecamatan Praya Timur
- Desa Beleka : TPS 1, 2, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 31, 32.
- Desa Mujur : TPS 2, 5, 6, 8, 12, 21, 22, 28.
- Desa Sengkerang : TPS 1, 4, 12, 13, 17, 24, 25.
- Desa Semoyang : TPS 4, 11, 13, 22.
5. Kepada KPU kabupaten Lombok tengah kami menuntut agar mencabut
hasil pleno rekapitulasi kabupaten yang menetapkan perolehan
a. Lalu Riadi, S.Sos, MH Calon Anggota DPRD provinsi NTB dapil 8 nomor
urut 1 (satu) Partai Demokrat sebanyak 6, 335 suara
b. M. samsul Qomar, S.Sos. Calon Anggota DPRD provinsi NTB dapil 8
nomor urut 4 (empat) Partai Demokrat sebanyak 6, 054 suara
Karena hasil tersebut tidak didapatkan dari hasil pilihan rakyat yang
sebenar-benarnya dan hal tersebut masih perlu mendapat koreksi
seperlunya sesuai dengan hasil rekapitulasi suara berdasarkan C1
Plano diTPS-TPS yang telah kami sebutkan diatas.
6. Kepada aparat kepolisan untuk menindak pihak penyelenggara pemilu
yang telah menyalahgunakan wewenang sehingga mencederai hasil
pemilu 2019 yang bersih, jujur dan adil. Dan menindak pihak pihak lain
yang terlibat mengintervensi hasil pemilihan dan hasil rekapitulasi suara
serta mengganggu proses tahapan pemilu 2019.

DATA PENDUKUNG
1. Model C1 TPS bersangkutan terlampir
2. Model DAA1 DPRD Povinsi Desa bersagkutan
3. Model DA1 DPRD Povinsi Kecamatan Pujut
4. Model DA1 DPRD Povinsi Kecamatan Praya timur
5. Model DA2 - PPK
6. Model DB1 DPRD Povinsi KABUPATEN Lombok Tengah dapil NTB 8
7. Model DB2 - KPU
8. Video
9. Photo
10. Keterangan saksi
(semua data pendukung terlampir)

Demikian Tuntutan dan keberatan ini kami sampaikan kepada berbagai


pihak sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing untuk diindahkan
agar kami mendapatkan keadilan seadil-adilnya.

Praya, 13 Mei 2019


PIHAK YANG MENGAJUKAN TUNTUTAN/ KEBARATAN

M. SAMSUL QOMAR, S. Sos.