Anda di halaman 1dari 4

INVENTARISASI INSECTA PADA KEBUN KAKAO (Theobroma cacao) DI

KELURAHAN CENGKEH TURI KECAMATAN BINJAI UTARA

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan pada bulan juli 2019 di Kelurahan Cengkeh Turi. Cengkeh Turi
adalah kelurahan di Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, sumatera utara. Luas wilayah
Cengkeh Turi 10,08 km2.

Alat dan bahan, Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan alat dan bahan.
Adapun alat yang digunakan terdiri dari gelas plastik 220 ml, insect net, botol killing jar,
kamera hp, alat tulis, papan perentang atau triplek, amplop segitiga dan buku identifikasi
sedang kan bahan yang digunakan terdiri dari alkohol 70%, formalin, deterjen, air

Penentuan dan desain plot, Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019, luas kebun
Kakao 1500 m2, lahan dibagi menjadi 3 plot dengan luas 10 m2.

Pengambilan sampel, Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan 2


perangkap yaitu:

Perangkap sumuran atau pitfall trap, perangkap sumuran atau pitfall trap digunakan
untuk menangkap arthropada yang aktif pada permukaan tanah. Perangkap terbuat dari gelas
plastik dengan volume 220 ml, diameter mulut 7 cm dan tinggi 10 cm, yang diisi dengan
larutan deterjen sebanyak 30 ml. Perangkap dipasang sebanyak 10 buah setiap plot.
Pemasangan perangkap dilakukan pada pukul 10.00 WIB pagi hari dan pengambilan insecta
dilakukan pada esok harinya pada jam yang sama.

Sweeping net, Teknik ini digunakan untuk serangga yang bersayap. Caranya dengan
mengikuti garis transek yang akan dijelajahi. Serangga ditangkap dengan menggunakan
insect net yang diayunkan sebanyak 20 kali ayunan dan dicatat jumlah jenis serangga yang
didapat setelah itu dimasukkan kedalam botol penampung yang telah diberikan formalin atau
kloroform. Serangga yang telah mati diambil secara hati-hati dan dimasukkan kedalam
amplop segitiga dan diletakan pada papan perentang atau triplek, kemudian diidentifikasi
setiap jenis dengan menggunakan buku identifikasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Serangga yang ditemukan di perkebunan kakao (Theobroma cacao) di kelurahan


Cengkeh Turi selama penelitian terperangkap 8 ordo serangga. Serangga-serangga yang
terperangkap dengan perangkap sweeping net adalah ordo Lepidoptera (Famili Pieridae dan
Crambidae), ordo odonata (Famili Libelullidae), ordo Hymenoptera (Famili Vesvidae dan
Formicidae), ordo Diptera (Challiporidae dan Asilidae), ordo Hemiptera (Famili
Pentatomoidea), ordo Mantodea. Dengan perangkap sumuran, serangga yang terperangkap
adalah ordo Hymenoptera (Famili formicidae), ordo Coleoptera (Famili Coccinilidae) , ordo
Orthoptera (Famili Grylludae). Jenis insekta yang di temukan di perkebunan kakao
(Theobroma cacao) disajikan dalam bentuk tabel 1 berikut:

Tabel 1. Serangga yang berhasil di tangkap

No. Ordo Famili Perangkap Perangkap


Pitfall Trap Sweeping Net
1 Lepidoptera Pieridae 16
Crambidae 43
2 Odonata Libelullidae 5
Chlorocyphidae 8
3 Hymenoptera Vespoidae 5
Formicidae 189
4 Diptera Asilidae 3
Challiphoridae 35
Culicidae 105
5 Hemiptera Pentatomoidae 64
6 Mantodea Mantinae 12
7 Coleoptera Coccinilidae 9
8 Orthoptera Grylludae 32
Gryllotalpidae 7
Total 533

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka ditemukan 8 Ordo serangga yang dapat
dilihat pada tabel 1.

1. Identifikasi Serangga
a. Spesimen 1 (Lepidoptera)
Lepidoptera adalah serangga yang memiliki sayap bersisik. Kata Lepidoptera
berasal dari Lepido= sisik ptera= sayap (bahasa yunani). Serangga dari Ordo ini
memliki 2 pasang sayap yang sepasang sayap belakang nya lebih kecil. Jika dilihat
dari tabel satu di temukan dua famili dari Ordo ini yaitu Pieridae dan Crambidae.
b. Spesimen 2 (Odonata)

Odonata yang berarti bergigi (bahasa yunani), jenis serangga ini memiliki
tubuh yang panjang , memiliki antena pendek, sayap dua pasang yang ukurannya
hampir sama besar. Dalam penelitian ini di temukan 2 famili yaitu Libelullidae dan
Chlorocyphidae .

c. Spesismen 3 (Hymenoptera)
Hymenoptera adalah serangga yang memiliki sayap membran, Hymeno yang
artinya selaput. Serangga yang di temukan dari ordo ini meliputi 2 Famili yaitu
Vespidae dan formicidae. Vespidae atau yang dikenal dengan tawon merupakan
serangga yang sebagian besar serangga predator. Formicidae atau seranga semut
merupakan salah satu Famili dari Ordo Hymenoptera. Biasanya serangga ini hidup di
tanah .
d. Spesimen 4 (Diptera)

Serangga dari Ordo merupakan serangga yang memliki sayap sepasang, di=
dua, ptera sayap. Serangga yang di temukan dari Ordo ini ialah dari Famili Asilidae,
Cucilidae, dan Challiphoridae. Famili Asilidae dikenal dengan serangga predator yang
memangsa hewan lain.

e. Spesimen 5 ( Hemiptera)
Hemiptera berasal dari bahasa yunani yaitu Hemi= setengah, ptera= sayap.
Serangga dari Ordo ini bertubuh pipih ukuran dari kecil sampai besar, sayap menebal
dari pangkal depan dan menipis pada ujungnya.
f. Spesimen 6 (Mantodea)
Serangga dari Ordo ini merupakan serangga predator yang memangsa
serangga lainnya yang lebih kecil dari nya, serangga ini dikenal dengan belalang
sembah. Mantodea adalah serangga-serangga yang bergerak lambat, besar
memanjang, pada bagian femura depan dan tibia nya memiliki duri-duri tajam yang
berguna untuk menangkap mangsanya.
g. Spesimen 7 (Coleoptera)
Coleoptera berasal dari kata coleo yang berarti selubung dan ptera sayap.
Serangga ini memliki sayap, sepasang saypa depan menebal menyelubungi atau
sebagai pelindung sayap belakangnya.
h. Spesimen 8 ( Orthoptera)
Serangga ini yang di temukan terdapat 2 famili yaitu dari famili Grylludae dan
Gryllotalpidae. Serangga ini sebagian besar merupakan pemakan daun pada tanaman
dan yang lain sebagai predator. Orthoptera ini ada yang bersayap dan ada yang tidak
bersayap. Tubuh pada serangga ini memanjang, bagian mulut tipe penguyah