Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS PELANGGARAN SIARAN TELEVISI “RUMAH UYA” TERHADAP

PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN (P3) DAN STANDAR PROGRAM


SIARAN (SPS)

DISUSUN OLEH :

ZOE FEBIRAY (180904070)

PRODI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Media penyiaran merupakan sarana dalam memperoleh informasi serta hiburan,
tetapi terkadang hal yang disiarkan kurang mendidik, tidak bertanggung jawab dan
tidak mencerminkan nilai moral, tata susila, budaya bangsa yang berlandaskan kepada
Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Jika hal ini tidak
diperhatikan maka mungkin akan berdampak negatif atau bahkan akan menimbulkan
masalah yang berupa kejahatan, yang dikarenakan meniru adegan yang disiarkan di
media elektronik.
Banyaknya media penyiaran yang ada, terkadang menimbulkan persaingan dalam
menggapai pelanggan yang berakibat banyaknya media penyiaran yang mulai
menyimpang dari asas dan tujuan penyiaran yang tercantum dalam Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Alasan yang ada dikarenakan agar siarannya
lebih bersifat menarik perhatian khalayak banyak. Salah satu bentuk
penyimpangannya yaitu disiarkannya unsur-unsur pelecehan secara verbal maupun
non verbal.
Disiarkannya hal yang dianggap tidak pantas, seperti adanya unsur pelecehan
verbal mapun non verbal terhadap ketertiban umum di televisi menimbulkan banyak
perspektif negatif dari beberapa kalangan, karena akan berdampak negatif pula pada
kalangan yang menkonsumsinya terutama anak- anak. Lembaga penyiaran seharusnya
lebih selektif dalam menyiarkan sesuatu hal yang akan dikonsumsi oleh masyarakat,
karena jika tidak begitu maka akan berdampak negatif bagi mereka yang belum
mengerti benar tentang hal yang akan disiarkan.
Seperti telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang
Penyiaran dalam Pasal 3 tentang Tujuan Penyiaran:"Penyiaran diselenggarakan
dengan tujuan memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa
yang beriman danbertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan
kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri,
demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia."
Media yang menjadi kosumsi publil secara meluas adalah Televisi.
Televisi merupakan salah satu media massa yang dapat meyampaikan pesan dan
informasi kepada masyarakat. Televisi termasuk media massa yang paling luas
dikonsumsi oleh masyarakat luas dibanding dengan media massa yang lain, karena
merupakan salah satu media massa yang paling efektif dalam menyampaikan pesan.
Pada dasarnya televisi berfungsi sebagai media komunikasi untuk medapatkan
informasi, pendidikan dan hiburan, tentu tidak ada permasalahan yang kontroversial
dengan fungsi tersebut. Barulah pada sisi televisi sebagai media bisnis banyak muncul
program acara yang mengabaikan isi acara yang berdampak negatif. Namun ketika
demi bisnis terjadi banyak eksploitasi yang berlebihan untuk menarik pengiklan
sebanyak-banyaknya tanpa mempersoalkan ruang publik. Media televisi adalah media
yang menggunakan ruang publik dan seharusnya menghormati hak pihak atau individu
lain yang juga termasuk di wilayah itu. Dengan kondisi seperti itu, untuk menarik
pemirsa dan para pengiklan yang sebanyak-banyaknya, stasiun televisi membuat
program acara yang mencerminkan masyarakat pada umumnya.
Namun uang adalah segalanya, segala peraturan dan kode etik penyiaran lebih
diabaikan. Akan tetapi peraturan dan kode etik dibuat untuk melindungi masyarakat
dari program acara yang merugikan pemirsa. Akibatnya banyak terjadi kekerasan
terjadi pada masyarakat karena dampak dari cerminan acara televisi.
B. Identifikasi Masalah
1. Adanya pelanggaran terhadap Pedoma Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar
Program Siaran (SPS) dalam tayangan acara Rumah Uya.
2. UU penyiaran terkait pelanggaran dalam tayangan Rumah Uya.
3. Etika penyiaran dalam tayangan Rumah Uya yang berlebihan.

C. Fokus Permasalahan
Permasalahan dipicu oleh banyaknya komentar para konsumen terhadap tayangan
Rumah Uya yang dinilai sangat tidak bermutu dan diperkirakan acara yang
dipersiapkan secara matang, atau setiing-an. Tayangan Rumah Uya juga sangat
bertele-tele dan banyak menayangkan kata-kata yang kurang pantas didengar oleh
para konsumen, dan acara ini juga membuka aib-aib orang lain yang tidak seharusnya
menjadi konsumsi para penonton. Hal-hal tersebut yang menjadi dasar analisa pada
tugas ini.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Etika penyiaran

Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran ini pada dasarnya
dirancang dengan merujuk pada serangkaian prinsip dasar yang harus diikuti setiap
lembaga penyiaran di Indonesia, yakni:

1. Lembaga penyiaran wajib taat dan patuh hukum terhadap segenap peraturan
perundangan yang berlaku di Indonesia.
2. Lembaga penyiaran wajib menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan Negara
Republik Indonesia
3. Lembaga penyiaran wajib menjunjung tinggi norma dan nilai agama dan budaya
bangsa yang multikultural
4. Lembaga penyiaran wajib menjunjung tinggi Hak-hak Asasi Manusia dan Hak
Privasi
5. Lembaga Penyiaran harus menjujung tinggi prinsip ketidakberpihakan dan
keakuratan
6. Lembaga penyiaran wajib melindungi kehidupan anak-anak, remaja dan kaum
perempuan
7. Lembaga penyiaran wajib melindungi kaum yang tidak diuntungkan
8. Lembaga penyiaran wajib melindungi publik dari kebodohan dan kejahatan
9. Lembaga penyiaran wajib menumbuhkan demokratisasi.
Selanjutnya sebagaimana diamanatkan dalam pasal 48 (4) UU Penyiaran,
dinyatakan pula bahwa Pedoman Perilaku Penyiaran menentukan Standar Isi Siaran yang
sekurang-kurangnya berkaitan dengan:

1. rasa hormat terhadap pandangan keagamaan


2. rasa hormat terhadap hal pribadi
3. kesopanan dan kesusilaan
4. pembatasan adegan seks, kekerasan dan sadisme
5. perlindungan terhadap anak-anak, remaja dan perempuan
6. penggolongan program dilakukan menurut usia khalayak
7. penyiaran program dalam bahasa asing
8. ketepatan dan kenetralan program berita
9. siaran langsung; dan
10. siaran iklan

Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran wajib dipatuhi semua
lembaga penyiaran di Indonesia. Seandainya ditemukan ada pelanggaran dilakukan
lembaga penyiaran terhadap Standar dan Pedoman ini, UU sebenarnya memberikan
wewenang bagi KPI untuk mencabut izin siaran lembaga bersangkutan, setelah adanya
keputusan pengadilan yang tetap. Namun KPI menetapkan bahwa dalam kasus
ditemukannya pelanggaran, sebelum tiba pada tahap pencabutan izin, KPI akan mengikuti
tahap-tahap sanksi administratif sebagai berikut:

1. Teguran tertulis
2. Penghentian sementara mata acara yang bermasalah
3. Pembatasan durasi dan waktu siaran
4. Denda administratif
5. Pembekuan kegiatan siaran lembaga penyiaran untuk waktu tertentu
6. Penolakan untuk perpanjangan izin
7. Pencabutan izin penyelenggaran penyiaran

Pihak yang harus bertanggungjawab dalam hal terjadinya pelanggaran adalah


lembaga penyiaran yang menyiarkan program yang mengandung pelanggaran tersebut.
Dalam hal ini, walaupun lembaga penyiaran memperoleh atau membeli program dari
pihak lain (misalnya Rumah Produksi), tanggungjawab tetap berada di tangan lembaga
penyiaran. Demikian pula, kendatipun sebuah program yang mengandung pelanggaran
sebenarnya adalah program yang disponsori pihak tertentu, tanggungjawab tetap berada
di tangan lembaga penyiaran.

Dalam hal program bermasalah yang disiarkan secara bersama oleh sejumlah lembaga
penyiaran yang bergabung dalam jaringan lembaga penyiaran, tanggung jawab harus
diemban bersama oleh seluruh lembaga penyiaran yang menyiarkan program bermasalah
tersebut.
A. Televisi
 Definis Televisi
Media Televisi adalah suatu bentuk media barang yang di buat dari
berbagai delevopment / pengembang perusahaan yang berbeda dan dengan
pencipta yang berbeda, yang terus ada suatu pembaharuan dari media televisi dari
yang dulunya televisi tabung dan sekarang menjadi LED televisi adalah sebuah
media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gamabr
bergerak beserta suara baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun berwarna
televisi sebagai media komunikasi masa karena setiap orang yang memiliki
televisi bisa melihat dari media penyiaran yang ada, mayoritas media televisi di
gunakan oleh kalangan masyarakat umum tapi lebih dominan oleh orang tua
karena media televisi banyak tayangan untuk orang tua tapi sekarang banyak
tayangan yang untuk kalangan remaja karena sekarang tayangan yang lebih
dominan dari televisi yaitu acara sinetron tetapi acara sinetron sekarang banyak
yang berhubungan dengan cinta cintaan mungkin itu yang lagi ngetren saat ini.

 Dampak positif dan negatif Televisi

Dampak positifnya adalah sebagai manusia pasti membutuhkan


informasi --informasi penting yang terjadi di Negara Indonesia, dengan adanya
media televisi ini pasti semua orang bisa saling sharing informasi-informasi
penting, jadi tidak ketinggalan informasi terbaru, sekarang pada zaman globalisasi
dan zaman semakin canggih dengan adanya media massa kita bisa berhubungan
jarak jauh dengan waktu yang tidak terbatas, Namun media masa terbatas oleh
data.

Dampak negatifnya adalah kebanyakan orang-orang sekarang


menggunakan media televisi hanya sekedar untuk hiburan semata tetapi dari
media televisi ada dampak negatif dari yang menonton contonya acara sinetron,
sekarang banyak acara sinetron yang temanya tetntang percintaan seperti Anak
Jalanan, Anak Langit dll acara tersebut banyak mengandung unsur kekerasan coba
bila yang melihat acara tersebut adalah anak-anak dengan kepolosannya apa yang
mereka sukai dari acara tersebut pasti di tirunya seperti adegan balap montor atau
perkelahian antar genk, dari sebab itu sebagai orang tua kita harus mengajari dan
mengarahkan anak-anak kita dalam hal kebaikan.

B. Etika

 Definisi Etika

Etika adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam
berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Ada juga yang menyebutkan pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan
dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut
prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika adalah
kewaijban dan tanggungjawab moral setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “Ethikos” yang
artinya timbul dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini etika memiliki sudut pandang
normatif dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya.

 Ciri-ciri Etika

Terdapat beberapa karakteristik etika yang membedakannya dengan norma


lainnya. Adapun ciri-ciri etika adalah sebagai berikut:

 Etika tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan.
 Etika sifatnya absolut atau mutlak.
 Dalam etika terdapat cara pandang dari sisi batiniah manusia.
 Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Dengan mengetahui ciri-ciri etika ini maka kita dapat membedakannya dengan jenis
norma yang lainnya.
BAB III

ANALISIS DATA

A. Deskripsi Pelanggaran etika penyiaran pada tayangan Rumah Uya

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-


Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), berwenang
mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar
Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap
pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat
telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Rumah Uya” yang
ditayangkan oleh stasiun Trans 7 pada tanggal 19 Oktober 2017 pukul 17.20 WIB.

Program siaran tersebut menayangkan muatan dua orang wanita yang bertengkar
karena saling mengaku sebagai pasangan seorang pria. Pria tersebut kemudian
mengungkap bahwa wanita yang berkacamata memiliki pria lain selain dirinya.
KPI Pusat menilai muatan privasi demikian tidak layak ditampilkan, terutama bila
menjadi materi yang disajikan dalam seluruh isi mata acara. Jenis pelanggaran ini
dikategorikan sebagai pelanggaran atas kewajiban program siaran untuk
menghormati hak privasi dalam kehidupan pribadi objek siaran.

B. Ranah Pelanggaran
KPI Pusat memutuskan bahwa tayangan tersebut telah melanggar
Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 13
dan Pasal 14 serta Standar Program Siaran Pasal 13 Ayat (1), (2), Pasal 14 huruf
a, b, c, dan Pasal 15 Ayat (1). Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat
memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis. Sebelumnya kami juga
menemukan muatan serupa pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 17.01 WIB.
Terdapat muatan seorang pria yang marah dan merusak properti serta dua pasang
pria dan wanita yang saling berselisih terkait perilaku wanita berambut panjang.
BAB IV
KESIMPULAN

Dizaman sekarang televisi bukan lagi menjadi barang mewah, hampir semua rumah pasti
telah mempunyai media yang satu ini. Media inipun mempunyai kemampuan begitu kuat
dalam mempengaruhi masyarakat karna sifatnya yang merakyat tersebut, nah karna itulah
seharusnya ada tindakan serius untuk memfilter konten dari tayangan-tayangan televisi
agar lebih mendidik dan bermanfaat serta memberikan dampak yang positifbagi para
pemirsanya.

Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI sebagai lembaga induk dalam kontrol penyiaran
diIndonesia seharusnya lebih bijak dan tegas dalam menangani masalah ini, mereka
harusnya memblokir acara-acara yang kurang bermanfaat atau bahkan acara yang dapat
menyebabkan masyarakat menjadi resah, selain itu mereka juga harus bisa mengontrol
letak jam tayang dari jenis acara yang akan ditayangkan, tidak asal tayang yang akan
menyebabkan acara menjadi salah sasaran.

KPI harus juga mengontrol jam tayang dari acara TV dan menyesuaikan dengan kondisi
dan waktunya, acara kartun atau yang berbau anak-anak harusnya ditempatkan pada jam-
jam dimana anak kecil bermain bukan diwaktu belajar, acara berkonten dewasa
ditempatkan pada jam-jam malam karna diwaktu tersebut banyak anak kecil atau dibawah
umur telah tidur ini bertujuan mengurangi acara yang “salah sasaran”.
Daftar Pustaka

http://www.kpi.go.id/index.php/id/edaran-dan-sanksi/34160-teguran-tertulis-untuk-
program-siaran-rumah-uya-trans-7

https://www.kompasiana.com/argamochyufrisalwiji/59701623880ecd2297299152/tenta
ng-media-televisi?page=all

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-etika.html

http://www.kpi.go.id/index.php/id/regulasi/peraturan-kpi