Anda di halaman 1dari 27

KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA

BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kusta masih menjadi masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi
medis tetapi meluas hingga masalah social, ekonomi dan budaya karena masih
terdapat stigma di masyarakat terhadap kusta dan disabilitas yang ditimbulkan.
Eliminasi kusta dapat dicapai dengan penemuan dini, pengobatan teratur untuk
menurunkan transmisi dan kecacatan yang diakibatkan oleh penyakit kusta serta
penyuluhan yang benar tentang penyakit kusta di masyarakat.
Dalam Program Nasional penanggulangan Kusta, dilakukan upaya
berkesinambungan untuk menurunkan beban kusta. Sejak Multi Drug Therapy
MDT) diperkenalkan 3 dekade yang lalu, masalah kusta turun secara signifikan,
perkampungan kusta dihampir seluruh tempat ditutup dan kusta bisa diobati di
rumah sakit dan puskesmas.
Kenyataan, Indonesia telah mencapai eliminasi di tingkat nasional ( angka
prevalensi <1/10.000 penduduk ) pada tahun 2000, sesuai target Eliminasi Kusta
Global yang diamanatkan WHA ( World Health Assembly) tahun 1991. Angka
prevalensi Kusta di Indonesia telah menurun dari 5,2 per 10.000 penduduk pada
tahun 1981 menjadi 0,9 per 10.000 penduduk pada tahun 2000. Namun sejak
2001 samapai sekarang, situasi epidemiologi Kusta di Indonesia statis dengan
angka penemuan penderita kusta baru pada kisaran 17.000 – 20.000 penederita
kusta baru per tahunnya dan ernjadi Peningkatan tren penderita kusta disabilitas
tingkat 2, dengan proporsi diatas 10%.
Sampai dengan tahun 2017 masih terdapat 10 ( sepuluh) provinsi dan 142
(seratus empat puluh dua) kabupaten/ kota yang belum mencapai Eliminasi
Kusta. Pencapaian eliminasi kusta di provinsi tidak selalu berbanding lurus
dengan kabupaten/kota di provinsi tersebut karena penularan kusta setempat
masih tinggi dan adanya stigma terhadap kusta. Dengan adanya kantog-kantong
kusta di Kabupaten/kota tersebut maka Pencapaian angka prevalensi menuju
eliminasi kusta di tingkat kabupaten / kusta masih belum terwujud.
Di sisi lain tingginya mutasi petugas pengelola program P2 Kusta di tingkat
puskesmas, mempengaruhi rendahnya kemampuan pengelola kusta puskesmas.
Kondisi ini meningkatkan kebutuhan akan peningkatan kapasitas bagi pengelola
kusta puskesmas. Peningkatan kapasitas bagi mereka akan mempengaruhi
terjadinya peningkatan penemuan kasus baru serta kelangsungan program
pengendalian penyakit kusta.
Dalam rangka peningkatan kegiatan program kusta, program membutuhkan
peningkatan kapasitas bagi pengelola program di tingkat puskesmas dalam tata
laksana program dan tata laksana pasien kusta. Dinas KesehatanProvinsi NTB
berencana melatih penanggungjawab program kusta di puskesmas untuk
menjadi pengelola program P2 Kusta di wilayah kerjanya masing-masing.

B. Filosifi pelatihan

Filosofi Pelatihan Program Pengendalian Penyakit Kusta bagi Petugas


Puskesmas adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan ini berkaitan dengan TUPOKSI Pengelola Program
Pengendalian Penyakit Kusta di puskesmas sebagai penanggungjawab
dan pelaksana teknis di puskesmas tempatnya bekerja.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


1
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

2. Materi pelatihan adalah materi yang berkaitan dengan pemahaman dan


ketrerampilan yang diperlukan untuk melaksanakan upaya
penanggulangan penyakit kusta di puskesmas.
3. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran orang
dewasa (andragogi) yang merupakan kegiatan interaktif yang diikuti oleh
setiap peserta latih dengan di fasilitasi oleh fasilitator.
4. Pelatihan ini dilaksanakan berdasar azas manfaat artinya setelah
menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami
epidemiologi penyakit kusta, menegakkan diagnosis dan klasifikasi
penyakit kusta,melakukan pemeriksaan dan charting, melakukan
pengobatan kusta, mengelola penderita kusta dalam keadaan reaksi,
menentukan tingkat cacat pada pasien kusta, mengajarkan perawatan diri
bagi pasien kusta, melakukan pencatatan dan pelaporan dengan benar,
mengelola program pengendalian penyakit kusta di Indonesia dan
melaksanakan penyuluhan tentang penyakit kusta.
5. Pelatihan ini merupakan suatu bagian dari sistem pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM) sehingga dapat meningkatkan kinerja secara
perorangan, tim maupun institusi, khususnya di bidang Pengendalian
Penyakit Kusta.
6. Pada akhirnya pelatihan peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai
bukti bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan secara lengkap.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


2
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB II
PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI

A. Peran

Setelah mengikuti pelatihan, peserta berperan sebagai pengelola program


pengendalian penyakit Kusta di Puskesmas.

B. Fungsi

Dalam melaksanakan perannya, peserta mempunyai fungsi untuk mengelola


program pengendalian penyakit kusta di puskesmas

C. Kompetensi

Untuk menjalankan fungsinya peserta memiliki kompetensi dalam :


1. Memahami epidemiologi penyakit kusta
2. Menegakkan diagnosis dan klasifikasi penyakit kusta
3. Melakukan pemeriksaan dan charting
4. Melakukan pengobatan kusta
5. Mengelola penderita kusta dalam keadaan reaksi
6. Menentukan tingkat cacat pada pasien kusta
7. Mengajarkan perawatan diri bagi pasien kusta
8. Melakukan pencatatan dan pelaporan dengan benar
9. Mengelola program pengendalian penyakit kusta di Indonesia
10. Melaksanakan penyuluhan tentang penyakit kusta

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


3
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB III
TUJUAN PELATIHAN

A. Tujuan Umum

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu mengelola program


pengendalian penyakit kusta di puskesmas.

B. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:


1. Memahami epidemiologi penyakit kusta
2. Menegakkan diagnosis dan klasifikasi penyakit kusta
3. Melakukan pemeriksaan dan charting
4. Melakukan pengobatan kusta
5. Mengelola penderita kusta dalam keadaan reaksi
6. Menentukan tingkat cacat pada pasien kusta
7. Mengajarkan perawatan diri bagi pasien kusta
8. Melakukan pencatatan dan pelaporan dengan benar
9. Mengelola program pengendalian penyakit kusta di Indonesia
10. Melaksanakan penyuluhan tentang penyakit kusta

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


4
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB IV
STRUKTUR PROGRAM

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, maka disusun materi pelatihan yang
akan diberikan secara rinci seperti pada tabel di bawah ini:

WAKTU JML
No. MATERI
T P PL
A. MATERI DASAR
Kebijakan Nasiona P2 Kusta dan Evaluasi 2 - - 2
Program P2 Kusta di Indonesia dan Provinsi NTB

B. MATERI INTI
1. Epidemiologi Kusta 2 1 - 3
2. Diagnosis dan Klasifikasi 1 2 1 4
3. Pemeriksaan dan Charting 2 2 1 5
4. Pengobatan 2 1 1 4
5. Reaksi Kusta 1 2 1 4
6. Kecacatan Kusta 1 2 - 3
7. Pencegahan Cacat dan Perawatan Diri 2 2 2 6
8. Pencatatan dan Pelaporan 1 1 - 2
9. Program Pengendalian Penyakit Kusta 1 1 - 2
10. Penyuluhan dan Konseling Kusta 1 2 1 4

C. MATERI PENUNJANG
1. BLC ( Building Learning Commitment ) - 2 - 2
2. Anti Korupsi 2 - - 2
3. Rencana Tindak Lanjut - 1 - 1
JUMLAH 18 19 7 44

Keterangan:
T = Penyampaian Teori
P = Penugasan
PL/OL = Praktik Lapangan/Observasi Lapangan
1 JPL @ 45 menit

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


5
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB V
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN
(GBPP)

Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) menjelaskan uraian setiap


materi pelatihan. Umumnya komponen GBPP meliputi tujuan pembelajaran
umum, tujuan pembelajaran khusus, pokok bahasan/sub pokok bahasan,
metode pembelajaran, alat bantu dan media serta jumlah waktu jam pelajaran
(JPL). Berikut ini ditampilkan GBPP dari materi Pelatihan Program Pengendalian
Penyakit Kusta Bagi Petugas Pusesmas dengan yang ada pada struktur program
pelatihan.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI


6
NTB 2019
KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

I. MATERI DASAR
Nomor : MD.1
Materi : Kebijakan Nasional P2 Kusta dan Evaluasi Program P2 Kusta di Indonesia dan Provinsi NTB
Waktu : 2 JPL (T = 2 Jpl; P = 0 Jpl; PL = 0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami Kebijakan Nasional P2 Kusta dan situasi penyakit kusta di
Indonesia dan Provinsi NTB

Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat Referensi


Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Sub Pokok Bahasan Bantu
Setelah mengikuti materi, peserta mampu: - Permenkes Nomor 11
1. Menjelaskan situasi penyakit Kusta di 1. Situasi penyakit Kusta di Indonesia - Ceramah - Bahan Tahun
Indonesia dan Provinsi NTB. dan Prop. NTB Tanyajawab tayang 2019,Penanggulangan
2. Menjelaskan kebijakan nasional program 2. Kebijakan dan strategi program - Curah - Laptop Kusta
pengendalian Kusta di Indonesia pengendalian Kusta di Indonesia pendapat - LCD - Guideline Leprosy
a. Visi, misi WHO 2011-2015
b. Tujuan
c. Kebijakan
d. Strategi
3. Menjelaskan kegiatan pengendalian Kusta 3. Kegiatan pengendalian Kusta di
di Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
4. Menjelaskan integrasi dan rujukan Kusta 4. Integrasi dan Rujukan Kusta

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 7


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

II. MATERI INTI

Nomor : MI 1
Materi : Epidemiologi Kusta
Waktu : 3 JPL (T: 2 JPL; P: 1 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi peserta mampu menjelaskan epidemiologi penyakit kusta

Pokok Bahasan dan Metode Media dan Referensi


Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan Alat Bantu
Setelah menyelesaikan materi ini, peserta
mampu:
1. Menjelaskan pengertian epidemiologi 1. Epidemiologi Kusta - Ceramah - Bahan - Permenkes
tayang Nomor 11 Tahun
penyakit kusta. Tanya jawab
- Modul 2019,Penanggula
2. Menjelaskan distribusi penyakit kusta. 2. Distribusi Penyakit Kusta - Diskusi Study ngan Kusta
3. Menjelaskan faktor-faktor yang 3. Faktor-Faktor yang Menentukan Kasus - Laptop
- Modul UPK
- LCD
menentukan terjadinya penyakit kusta. Terjadinya Sakit Kusta Pelatihan Kusta
- Lembar
4. Menjelaskan upaya pengendalian atau 4. Upaya Pengendalian atau Pemutus
Study edisi 2018
pemutus mata rantai penularan penyakit Mata Rantai Penularan Kasus
kusta.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 8


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 2
Materi : Diagnosis dan klasifikasi
Waktu : 4 JPL (T:1 JPL ; P: 2 JPL; PL: 1).
Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah mempelajari materi, peserta mampu menegakkan diagnosis dan klasifikasi penyakit kusta

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat Bantu Referensi
(TPK) Sub Pokok Bahasan
Setelah menyelesaikan materi ini,
peserta mampu:
1. Menjelaskan dasar diagnosis 1. Diagnosis Kusta - Ceramah - Bahan tayang - Permenkes no 11
- Modul
kusta - Tanyajawab tahun 2019,
- Laptop
2. Menjelaskankan tanda-tanda 2. Tanda-Tanda Tersangka - Brainstorming Penanggulangan
- LCD
tersangka (suspek) kusta (Suspek) Kusta - Diskusi - ATK Kusta
3. Menjelaskan diagnosa banding 3. Diagnosis Banding Kusta - Penugasan - Flipchart - Buku kusta
kusta study kasus - Spidol terbitan FKUI
4. Menjelaskan dasar klasifikasi 4. Dasar Klasifikasi penyakit kusta - Praktik - Kit pemeriksaan - Atlas Kusta
penyakit kusta Lapangan kusta
5. Menentukan klasifikasi penyakit 5. Klasifikasi penyakit kusta - form pencatatan
kusta Kusta (kartu
6. Menjelaskan hubungan antara 6. Hubungan antara kekebalan penderita, form
kekebalan seluler dan klasifikasi seluler dan klasifikasi kusta POD)
kusta - Lembar penugasan

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 9


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 3
Materi Pelatihan : Pemeriksaan dan charting
Waktu : 5 JPL (T: 2 JPl, P: 2 JPl,PL: 1JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi peserta mampu melakukan pemeriksaan dan charting

Tujuan Pembelajaran Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat Bantu Referensi
Khusus (TPK) Sub Pokok Bahasan
Setelah menyelesaikan
materi ini, peserta
mampu:
1. Menjelaskan tahapan 1. Tahapan pemeriksaan - Ceramah - Bahan Tayang/ Slide - Permenkes no
pemeriksaan - Tanyajawab - Modul 11 tahun 2019,
2. Melakukan tes pada 2. Tes Bercak dikulit - Brainstorming - Laptop Penanggulanga
- LCD
bercak dikulit - Praktik n Kusta
- ATK
3. Melakukan perabaan 3. Teknik Perabaan Saraf pemeriksaan - Flipchart - Buku kusta
(palpasi) saraf pasien di kelas - Spidol terbitan FKUI
4. Melakukan 4. Pemeriksaan Fungsi Saraf - Praktik Lapangan - Kit pemeriksaan - Atlas Kusta
pemeriksaan fungsi kusta
saraf (VMT/ST) - form pencatatan
5. Menggambarkan 5. Charting Kusta (kartu
simbol kelainan penderita, form
penyakit kusta POD)
(Charting)

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 10


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 4
Materi Pelatihan : Pengobatan
Waktu : 4 JPL (T: 2 JPL: P: 1 JPL:PL: 1 JPL )
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi, peserta mampu melakukan pengobatan kusta
Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Referensi
(TPK) Bantu
Setelah menyelesaikan materi ini,
peserta mampu:
1. Menyebutkan tujuan 1. Tujuan pengobatan kusta - Ceramah - Bahan tayang - Permenkes
- Modul
pengobatan 2. Regimen pengobatan kusta tanyajawab no 11 tahun
- Laptop
2. Menentukan regimen 3. Pengobatan Kusta - Brainstorming 2019,
- LCD
pengobatan kusta sesuai tipe 4. Reaksi Kusta dan Efek samping - Penugasan study - ATK Penanggulan
kusta MDT kasus - Flipchart gan Kusta
3. Memberikan pengobatan kusta 5. Evaluasi hasil pengobatan - Praktik Lapangan - Spidol - Buku kusta
(jangka waktu pengobatan, terbitan FKUI
macam obat) - Atlas Kusta
4. Menangani reaksi kusta dan
efek sampingnya
5. Melakukan hasil evaluasi
pengobatan

Nomor : MI 5

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 11


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Materi : Reaksi Kusta


Waktu : 5 JPL (T: 1 JPL: P: 3 JPL PL: 1 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi, peserta mampu mengelola penderita kusta dalam keadaan reaksi
Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu Referensi
(TPK)
Setelah menyelesaikan materi ini,
peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian 1. Pengertian reaksi - Ceramah - Bahan tayang - Permenkes no
- Modul
reaksi 2. Jenis reaksi tanya jawab 11 tahun 2019,
- Laptop
2. Menjelaskan jenis reaksi 3. Kecendrungan tipe reaksi dan - Brainstorming tentang
- LCD
3. Menjelaskan hubungannya dengan klasifikasi - Study kasus - ATK Penanggulanga
kecenderungan tipe reaksi 4. Pencatatan pemantauan fungsi saraf - Praktik - Flipchart n Kusta.
dan hubungannya dengan 5. Protokol penatalaksanaan reaksi Lapangan - Spidol - Buku kusta
klasifikasi 6. Evaluasi pengobatan prednison - Lembar Study kasus terbitan FKUI
4. Melakukan pemeriksaan 7. Rujukan pasien reaksi - Kit pemeriksaan kusta - Atlas Kusta
fungsi saraf dan mengisi - Form pencegahan cacat
form pemantauan fungsi (= form Pemantauan
saraf fungsi saraf )
5. Melakukan penanganan - Form evaluasi
penderita reaksi pengobatan prednison
6. Melakukan evaluasi - Contoh
pengobatan prednison prednison/prednipac
7. Melakukan rujukan pasien
reaksi sesuai indikasi

Nomor : MI 6

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 12


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Materi : Kecacatan Kusta


Waktu : 3 JPL (T: 1 JPL; P: 2 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah mempelajari materi, peserta mampu menentukan tingkat cacat pada penderita kusta.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Referensi
(TPK) Bantu
Setelah menyelesaikan materi ini, 
peserta mampu: - Permenkes no 11
1. Mengetahui proses terjadinya 1. Proses terjadinya cacat kusta - Ceramah - Bahan tayang tahun 2019, tentang
cacat - Brainstorming - Modul Penanggulangan
2. Menentukan dan mencatat 2. Tingkat cacat kusta - Demonstrasi - Laptop Kusta.
tingkat cacat - Study kasus - LCD - Buku kusta terbitan
- ATK FKUI
- Flipchart - Atlas Kusta
- Spidol
- Petunjuk
Demonstrasi
- Lembar study
kasus
- Kartu penderita

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 13


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 7
Materi : Pencegahan Cacat dan Perawatan Diri
Waktu : 6 JPL (T: 2 Jpl; P: 2 Jpl PL: 2 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi ini Peserta mampu mengajarkan perawatan diri kepada penderita kusta

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Pokok dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Referensi
Bantu
Setelah menyelesaikan materi ini, peserta
mampu:
1. Menjelaskan proses terjadinya 1. Proses terjadinya cacat/luka - Ceramah - Bahan - Permenkes no
cacat/luka pada penderita pada penderita - Brainstorming tayang 11 tahun 2019,
2. Mengajarkan peserta untuk melakukan 2. Perawatan diri sendiri sesuai - Demonstrasi - Modul tentang
perawatan diri sendiri sesuai kecacatannya (mata, tangan, - Praktik - Laptop Penanggulangan
kecacatannya (mata, tangan, kaki) kaki) lapangan - LCD Kusta.
3. Mendemonstrasikan penggunaan alat- 3. Penggunaan alat-alat - ATK - Buku Saku
alat pelindung dan perawatan mata, pelindung dan perawatan - Flipchart Perawatan diri
tangan , kaki, yang sederhana dan mata, tangan , kaki, yang - Spidol - Buku
mudah ditemukan di sekitar penderita sederhana dan mudah - Petunjuk pencegahan
4. Mampu memberikan saran cara memilih ditemukan di sekitar penderita Demonstrasi cacat &
alat pelindung diri dan perawatan yang 4. Alat pelindung diri dan - Alat- alat perawatan diri
tepat untuk mata, tangan dan kakai. perawatan yang tepat untuk perawatan (Jane Watson)
5. Menjelaskan pentingnya monitoring mata, tangan dan kaki. diri
kemajuan penderita dalam hal merawat 5. Monitoring kemajuan - Leaflet
diri. penderita dalam hal merawat perawatan
diri. diri

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 14


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI. 8
Materi : Pencatatan dan Pelaporan
Waktu : 2 JPL (T: 1 JPL ; P : 1 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari materi, peserta mampu melakukan pencatatan dan pelaporan program P2Kusta dengan
benar
Tujuan Pembelajaran Pokok dan Sub Pokok Metode Media dan Alat Referensi
Khusus (TPK) Bahasan Bantu

Setelah menyelesaikan materi


ini, peserta mampu:
1. Melakukan pencacatan 1. Pencacatan kartu - Ceramah - Bahan - Permenkes no
pada kartu penderita penderita tanyajawab tayang 11 tahun 2019,
2. Melakukan pengisian form 2. Formulir pemantauan - Brainstorming - Modul tentang
pemantauan fungsi saraf fungsi saraf pengobatan - Penugasan - Laptop Penanggulang
pengobatan penderita penderita - LCD an Kusta.
3. Melakukan pengisian form 3. Formulir evaluasi reaksi - ATK
evaluasi reaksi berat berat (prednison) - Flipchart
(Prednison) 4. Regiter kohort penderita - Spidol
4. Melakukan pencatatan - Form
dan pelaporan register Evaluasi
kohort penderita reksi
- Register
Kohort
- Kartu pasien

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 15


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 9
Materi : Program P2 Kusta
Waktu : 2 Jpl (T = 1 Jpl; P = 1 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu mengelola program pengendalian penyakit kusta di Indonesia

Tujuan Pembelajaran Pokok dan Sub Pokok Metode Media dan Alat Referensi
Khusus (TPK) Bahasan Bantu

1. Menjelaskan Visi dan Misi 1. Visi dan Misi P2 Kusta - Ceramah - Bahan - Permenkes no 11
P2 Kusta 2. Tujuan, kebijakan dan tanyajwab tayang tahun 2019,
2. Menjelaskan tujuan, strategi serta Kegiatan - Latihan study - Modul tentang
kebijakan dan strategi serta Pokok Program P2Kusta Kasus - Laptop Penanggulangan
kegiatan pokok program 3. Monitoring dan evaluasi - LCD Kusta.
P2Kusta program pengendalian - ATK
3. Melakukan monitoring dan penyakit Kusta - Flipchart
evaluasi program - Spidol
Pengendalian Penyakit - Lembar
Kusta. study kasus

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 16


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MI 10
Materi : Penyuluhan Kusta
Waktu : 4 JPL ( T: 1 jpl; P : 2 jpl, PL : 1 jpl )
Tujuan pembelajaran umum : setelah mengikuti materi ini peserta mampu melaksanakan penyuluhan program P2 Kusta

Pokok Bahasan / Sub Pokok Media dan Alat Bantu Referensi


Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Metode
Bahasan
Setelah menyelesaikan materi ini, peserta
mampu:
1. Menjelaskan Prinsip-Prinsip 1. Prinsip-prinsip - Ceramah - Bahan tayang - Permenkes no 11
Penyuluhan penyuluhan interaktif - Modul tahun 2019, tentang
2. Menentukan Pesan Penyuluhan Yang 2. Pesan penyuluhan yang - Curah - Laptop Penanggulangan
Sesuai dengan Sasaran dan sesuai sasaran dan pendapat - LCD Kusta.
Perubahan Perilaku yang Diharapkan perubahan perilaku yang - Penugasan - ATK
3. Memahami Dasar-Dasar Konseling diharapkan - Flipchart
3. Dasar-dasar konseling - Spidol
- Poster
- Leaflet
- Lembar penugasan
membuat pesan
penyuluhan

III.MATERI PENUNJANG

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 17


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MP.1
Materi : Membangun Komitmen Belajar (BLC)
Waktu : 2 Jpl (T = 0 Jpl; P = 2 Jpl; PL: 0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum:
Setelah mempelajari materi, peserta fasilitator dan penyelenggara/panitia saling mengenal serta menyepakati apa yang akan dilakukan selama
pelatihan berlangsung

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat Referensi
Sub Pokok Bahasan Bantu
Setelah menyelesaikan materi ini,
peserta mampu:
1. Melakukan perkenalan dan 1. Perkenalan pencairan - Ceramah - Bahan tayang - Buku Panduan Dinamika
pencairan diantara peserta, diantara peserta, fasilitator dan interaktif - Modul Kelompok (LAN 2010 dan
fasilitator dan panitia panitia - Curah pendapat - Laptop Pusdiklat Aparatur)
2. Merumuskan kesepakatan tentang - Diskusi Kelompok - LCD - Depkes RI, Pusdiklat
harapan peserta terhadap 2. Kesepakatan tentang - ATK Kesehatan, 2004,
pelatihan, nilai, norma, harapan peserta terhadap - Flipchart Kumpulan Games dan
kekhawatiran mencapai harapan pelatihan, nilai, norma, - Spidol Energizer, Jakarta.
dan control kolektif yang disepakati kekhawatiran mencapai - Meta plan - Munir, Baderel, 2001,
bersama sebagai komitmen belajar. harapan dan control kolektif - Jadual dan alur Dinamika Kelompok,
yang disepakati bersama pelatihan Penerapannya Dalam
3. Menetapkan organisasi kelas. sebagai komitmen belajar. - Norma/tata tertib Laboratorium Ilmu
3. Organisasi kelas. standar pelatihan. Perilaku, Jkt

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 18


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Nomor : MP. 2
Materi : Anti Korupsi
Waktu : 2 Jpl (T = 2 Jpl; P = 0 Jpl; PL = 0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU): Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami anti korupsi

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan dan Media dan


Metode Referensi
(TPK) Sub Pokok Bahasan Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini, peserta
mampu menjelaskan: - Republik
1. Menjelaskan pengertian korupsi 1. Pengertian korupsi - Ceramah - Bahan tayang Indonesia, 2013,
2. Menjelaskan berbagai dampak tanyajawab - Modul Instruksi Presiden
dari perilaku dan tindak pidana - Curah - Laptop Nomor 1 Tahun
2. Dampak dari perilaku dan tindak
korupsi pendapat - LCD 2013
pidana korupsi
3. Menjelaskan cara membangun 3. Cara membangun semangat - Kementerian
semangat dan komitment dan komitment melakukan Kesehatan RI,
melakukan pemberantasan pemberantasan korupsi 2013, Keputusan
korupsi 4. Cara melakukan perubahan Menteri
4. Menjelaskan cara melakukan dan langkah perbaikan Kesehatan Nomor
perubahan dan langkah perbaikan 232/MENKES/SK/
VI/2013

Nomor : MP3
Materi : Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Waktu : 1 Jpl (T = 0 Jpl; P = 1 Jpl; PL: 0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum:

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 19


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Setelah mempelajari materi, peserta mampu menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pelaksanaan Program P2 Kusta

Tujuan Pembelajaran Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat bantu Referensi
Khusus (TPK) Sub Pokok Bahasan

Setelah menyelesaikan materi


ini, peserta mampu: - Pusdiklat SDM Kesehatan
1. Menjelaskan pengertian 1. Pengertian dan tujuan - Ceramah interaktif - Bahan tayang BPSDM Depkes RI,
dan tujuan penyusunan penyusunan RTL - Curah pendapat - Modul bekerja sama dengan
RTL 2. Format penyusunan RTL - Latihan menyusun - Laptop Subdit PTML Ditjen P2P,
2. Menjelaskan format RTL - LCD Depkes RI, Modul
penyusunan RTL 3. Penyusunan RTL - ATK Pelatihan Pengendalian
3. Menyusun RTL - Flipchart Kusta bagi Pengelola
- Spidol Program Kusta di
- Lembar/format RTL Indonesia.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 20


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB VI
PROSES DAN METODE PEMBELAJARAN

A. PROSES PEMBELAJARAN

PEMBUKAAN

PRE - TEST

BLC

WAWASAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAM

Kebijakan Program P2 Epidemiologi Kusta


Kusta dan Evaluasi Diagnosis dan Klasifikasi
Program P2 Kusta Pemeriksaan dan Charting
Provinsi NTB Pengobatan
Reaksi Kusta
Metode : Kecacatan Kusta
Ceramah Tanyajawab Pencegahan Cacat dan Perawatan Diri
Curah Pendapat Pencatatan dan Pelaporan
Program Pengendalian Penyakit Kusta
Penyuluhan dan Konseling Kusta
Metode :
Ceramah Tanyajawab
Curah Pendapat
Diskusi kelompok
Study kasus
Latihan
Demonstrasi
Role Play
Praktik Lapangan

PRAKTIK LAPANGAN

RTL, POST TEST , EVALUASI PENYELENGGARAAN

PENUTUPAN

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 21


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

Proses pembelajaran dimulai dari Pembukaan kemudian dilaksanakan beberapa tahapan


sebagai berikut:
1. Dinamisasi dan penggalian harapan peserta serta membangun komitmen belajar
diantara peserta.
2. Penyiapan peserta sebagai individu atau kelompok yang mempunyai pengaruh
terhadap perubahan perilaku dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam
melaksanakan tugas.
3. Penetapan organisasi kelas/kelompok PKL
4. Pembahasan materi.
Dalam pembahasan materi inti kelas akan dibagi menjadi 3 kelompok belajar yang terdiri
dari 6 – 7 peserta dan difasilitasi oleh 1 orang fasilitator. Setiap pembahasan materi,
peserta dilibatkan secara aktif baik dalam teori maupun penugasan, dimana:

Fasilitator mempersiapkan peserta untuk siap mengikuti proses pembelajaran.

1. Fasilitator menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap
materi.
2. Fasilitator dapat mengawali proses pembelajaran dengan:
a. Penjelasan singkat tentang isi materi yang akan disampaikan
b. Penugasan dalam bentuk individual atau kelompok.
3. Setelah semua materi disampaikan, fasilitator dan atau peserta dapat memberikan
umpan balik terhadap isi keseluruhan materi yang diberikan.
4. Sebelum penyampaian materi berakhir, fasilitator dan peserta dapat merangkum
dan atau melakukan pembulatan.

B. METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran ini berdasarkan pada prinsip:

1. Orientasi kepada peserta meliputi latar belakang, kebutuhan dan harapan yang
terkait dengan tugas yang dilaksanakan.
2. Peran serta aktif peserta sesuai dengan pendekatan pembelajaran.
3. Pembinaan iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya komunikasi dari
dan ke berbagai arah.

Oleh karena itu metode yang digunakan selama proses pembelajaran diantaranya adalah:

1. Ceramah dan tanya jawab.


2. Curah pendapat, untuk penjajakan pengetahuan dan pengalaman peserta terkait
dengan materi yang diberikan.
3. Penugasan berupa latihan/exercise, diskusi kelompok, study kasus, praktik
pemeriksaan pasien, demonstrasi dan roleplay.
4. Praktik Lapangan

C. RINCIAN RANGKAIAN ALUR PROSES PELATIHAN

Rangkaian alur proses pelatihan dijelaskan sebagai berikut:


1. Pembukaan
Proses pembukaan Pelatihan meliputi beberapa kegiatan berikut:
a. Laporan ketua penyelenggara Pelatihan.
b. Pengarahan sekaligus pembukaan oleh pejabat yang berwenang tentang
latar belakang perlunya pelatihan.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 22


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

2. Pre Test
Kegiatan ini bertujuan untuk penjajagan pengetahuan awal peserta terkait materi
dalam pelatihan ini.
3. BLC ( Building Learning Commitment )
Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan peserta dalam mengikuti proses
pelatihan. Kegiatannya antara lain:
a. Penjelasan oleh fasilitator tentang tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan
dilakukan dalam materi membangun komitmen belajar.
b. Perkenalan antara peserta dan para fasilitator dan panitia penyelenggara
pelatihan, dan juga perkenalan antar sesama peserta. Kegiatan perkenalan
dilakukan dengan permainan, dimana seluruh peserta terlibat secara aktif.
c. Mengemukakan kebutuhan/harapan dan komitmen masing-masing peserta
selama pelatihan.
d. Kesepakatan antara fasilitator, penyelenggara pelatihan dan peserta dalam
berinteraksi selama Pelatihan berlangsung, meliputi pengorganisasian kelas,
pembagian kelompok, kesepakatan kelas, kenyamanan kelas, dan keamanan
kelas.
3. Pengisian wawasan
Setelah materi BLC, diberikan materi dasar untuk mengembangkan wawasan yang
tergabung dalam materi dasar yaitu Kebijakan Program P2 Kusta dan Evaluasi
Program P2 Kusta
4. Pemberian pengetahun dan keterampilan
Pemberian pengetahun dan keterampilan merupakan bentuk dari aplikasi dari
kompetensi yang akan dicapai oleh peserta pelatihan. Penyampaian materi
dilakukan dengan menggunakan berbagai metode yang melibatkan semua peserta
untuk berperan serta aktif dalam mencapai kompetensi melalui metode ceramah
tanya jawab, curah pendapat, penugasan berupa latihan/exercise, diskusi
kelompok, study kasus, praktik pemeriksaan pasien, demonstrasi, roleplay dan
praktik lapangan
5. Perencanaan progam kerja Keluarga Sehat
(RTL)
Perencanaan program kerja program pengendalian penyakit kusta, diberikan pada
akhir proses pembelajaran dengan tujuan peserta mampu menyusun perencanaan
program pengendalian penyakit kusta.
6. Penutupan
Acara penutupan pelatihan dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa
peserta pelatihan telah mencapai kompetensi yang diharapkan. Selain itu, pada
acara penutupan penyelenggara pelatihan akan memperoleh masukan dari
berbagai pihak yang terlibat untuk perbaikan pelatihan yang akan datang.

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 23


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB VII
PESERTA DAN PELATIH

A. PESERTA
1. Kriteria

Peserta Pelatihan adalah pengelola program P2 Kusta di Puskesmas


Dengan kriteria sebagai berikut:
a. Minimal pendidikan D III nakes.
b. Bekerja di puskesmas dan mempunyai wilayah binaan di tingkat
desa/kelurahan.
c. Mampu mengoperasikan komputer

2. Jumlah Peserta
Dalam 1 (satu) kelas, peserta berjumlah maksimal 20 orang.

B. PELATIH/FASILITATOR
Pelatih/fasilitator pada Pelatihan program pengendalian penyakit Kusta ini memiliki
kriteria sebagai berikut:

1. Pejabat struktural/fungsional, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota.
2. Tenaga pelatih/fasilitator di atas diutamakan yang telah mengikuti TOT Kusta
3. Menguasai substansi yang akan dilatihkan (profesional dibidangnya).
4. Memahami dan melaksanakan kurikulum Pelatihan Program Pengendalian
Penyakit Kusta, terutama Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).

BAB VIII

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 24


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN

A. PENYELENGGARA

Penyelenggara Pelatihan adalah Bapelkes/ Institusi pelatihan yang terakreditasi.

B. TEMPAT PENYELENGGARAAN

Pelatihan Program Pengendalian Penyakit Kusta dapat diselenggarakan di Balai


Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) atau Institusi Diklat lainnya yang terakreditasi

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 25


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

BAB IX
EVALUASI DAN SERTIFIKASI

A. EVALUASI

1. Evaluasi terhadap peserta

Pengukuran terhadap hasil belajar dari aspek kognitif dapat dilihat dari
kenaikan nilai hasil pre dan post test dan evaluasi formatif untuk setiap materi
yang bertujuan meningkatkan keterampilan melalui pengamatan terhadap
proses dan hasil penugasan.

2. Evaluasi terhadap pelatih/fasilitator

Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilaian yang


menggambarkan tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan
pelatih/fasilitator dalam menyampaikan pengetahuan dan atau keterampilan
kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap oleh peserta,
meliputi:
a. Penguasaan materi
b. Ketepatan waktu
c. Sistematika penyajian
d. Penggunaan metode
e. Penggunaan alat bantu
f. Penggunaan bahasa
g. Hubungan interpersonal dengan peserta
h. Pemberian motivasi kepada peserta

3. Evaluasi terhadap penyelenggara pelatihan

Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan Pelatihan. Obyek


evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliputi:
a. Pencapaian tujuan pelatihan
b. Relevansi program pelatihan dengan tugas
c. Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat kerja
d. Manfaat pelatihan bagi peserta/instansi
e. Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan
f. Pelayanan sekretariat terhadap peserta
g. Pelayanan akomodasi dan lainnya
h. Pelayanan konsumsi
i. Pelayanan komunikasi dan informasi

B. SERTIFIKAT

Setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan ketentuan kehadiran minimal
95% dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran akan mendapatkan sertifikat
pelatihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan angka kredit
1(satu). Sertifikat ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan oleh panitia
penyelenggara

BALAI PELATIHAN KESEHATAN DIKES PROVINSI NTB 2019 26


KURIKULUM PELATIHAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
BAGI PETUGAS PUSKESMAS

27