Anda di halaman 1dari 8

PEMANDANGAN UMUM

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TERHADAP
RANCANGAN PERATURAN DAERAH
TENTANG
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN ANGGARAN 2020
PEMANDANGAN UMUM
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TERHADAP
RANCANGAN PERATURAN DAERAH
TENTANG
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN ANGGARAN 2020

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI. WABARAKATUH.

YANG KAMI HORMATI,

PIMPINAN RAPAT DAN PIMPINAN DPRD PROVINSI SULAWESI TENGAH

GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI SULAWESI TENGAH

REKAN-REKAN ANGGOTA DPRD PROVINSI SULAWESI TENGAH

PARA PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

REKAN-REKAN WARTAWAN SERTA SEGENAP UNDANGAN YANG BERBAHAGIA

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN PUJI SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT ATAS


SEGALA NIKMAT YANG TELAH DIANUGERAHKAN KEPADA KITA, SEHINGGA
PADA HARI INI KITA DAPAT MENGHADIRI SIDANG PARIPURNA DALAM
KEADAAN SEHAT WAL AFIAT. SHALAWAT DAN SALAM KITA HATURKAN
KEPADA SURI TELADAN KITA NABI MUHAMMAD SAW BESERTA KELUARGA,
SAHABAT DAN PENGIKUTNYA HINGGA AKHIR ZAMAN.
SELANJUTNYA KAMI SAMPAIKAN UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA PIMPINAN
RAPAT YANG TELAH MEMBERI KESEMPATAN KEPADA FRAKSI PKS DPRD
SULAWESI TENGAH UNTUK MENYAMPAIKAN PEMANDANGAN UMUM TERHADAP
RANPERDA TENTANG APBD PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN ANGGARAN
2020.

UCAPAN TERIMAKASIH JUGA KAMI SAMPAIKAN PULA KEPADA GUBERNUR


YANG TELAH MENYAMPAIKAN SAMBUTAN PENGANTAR NOTA KEUANGAN
ATAS RANPERDA APBD TAHUN 2020

SIDANG PARIPURNA YANG KAMI HORMATI.

SELANJUTNYA TERHADAP RANPERDA APBD 2020 INI, FRAKSI PARTAI KEADILAN


SEJAHTERA DPRD SULAWESI TENGAH MENYAMPAIKAN DELAPAN (8) CATATAN
SEBAGAI BERIKUT:

1. DALAM NOTA KEUANGAN YANG DISAMPAIKAN OLEH GUBERNUR, BAHWA


SECARA MAKRO PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH
MEGALAMI KENAIKAN PADA SEMESTER II TAHUN 2019 YAITU 6,62 PERSEN
DIBANDING DENGAN SEMESTER 11 2018 YANG HANYA 6,20 PERSEN .
YANG KAMI KETAHUI BAHWA INDIKATOR PERTUMBUHAN EKONOMI
ATAU ECONOMIC GROWTH TERJADI APABILA PENDAPATAN DAERAH RIIL
NAIK ATAU MENINGKAT DARI PERIODE SEBELUMNYA, PENDAPATAN
MASYARAKATNYA MENINGKAT DARI WAKTU KE WAKTU,
MENINGKATNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SELURUH WILAYAH,
DAN TINGKAT PEMAKAIAN TENAGA KERJA DENGAN MAKSIMAL ATAU
KESEMPATAN KERJA PENUH JIKA TINGKAT PENGANGGURAN KURANG
DARI 4 PERSEN. SEMENTARA DALAM NOTA KEUANGAN DISAMPAIKAN,
BAHWA ANGKATAN KERJA BERKURANG 21.747 ORANG. INI
MENUNJUKKAN BERTAMBAHNYA PENGANGGURAN SEBANYAK 54.843
ORANG ATAU MENGALAMI KENAIKAN PENGANGGURAN 4,7 RIBU DAN
PENDAPATAN DAERAH MENURUN. OLEHNYA ITU, KAMI MOHON
PENJELASAN.

2. DISAMPAIKAN BAHWA JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI SULAWESI TENGAH


SEBANYAK EMPAT RATUS SEPULUH KOMA TIGA PULUH ENAM (410,36)
RIBU ORANG DAN TERJADI PENURUNAN PENDUDUK MISKIN SEBANYAK
TIGA KOMA TIGA BELAS (3,13) RIBU ORANG JIKA DIBANDING SEPTEMBER
2018. INI ADALAH PRESTASI DALAM KONDISI SULIT PASCA GEMPA
PEMERINTAH DAPAT MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN. KAMI
PENASARAN. OLEHNYA ITU, FRAKSI PKS, INGIN MENGETAHUI LANGKAH-
LANGKAH APA YANG DILAKUKAN PEMERINTAH UNTUK MENURUNKAN
ANGKA KEMISKINAN? DAN LANGKAH-LANGKAH APA YANG AKAN
DITEMPUH PEMERINTAH DAERAH, UNTUK MENURUNKAN ANGKA
KEMISKINAN YANG MASIH CUKUP BESAR YAITU SEBANYAK EMPAT
RATUS SEPULUH KOMA TIGA PULUH ENAM (410,36) RIBU ORANG?
3. DALAM HAL MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH, FRAKSI PARTAI
KEADILAN SEJAHTERA DPRD SULAWESI TENGAH, MEMBERIKAN
MASUKAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENAIKKAN RASIO
PAJAK 15 PERSEN MELALUI OPTIMALISASI PAJAK DAN PENERAPAN PAJAK
PROGRESIF, KHUSUSNYA UNTUK PEMBAYAR PAJAK BESAR,
MENINGKATKAN PENERIMAAN DAERAH MELALUI SUMBER SUMBER
PENERIMAAN BARU, SERTA MENINGKATKAN PENERIMAAN DARI HASIL
PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH YANG DIPISAHKAN, BAIK HASIL DARI
PENYERTAAN MODAL PADA BUMD MAUPUN HASIL DARI PENYERTAAN
MODAL PADA PERUSAHAAN MILIK SWASTA.
DALAM HAL PENYERTAAN MODAL, BAIK KEPADA BUMD MAUPUN
PERUSAHAAN MILIK SWASTA, DARI DOKUMEN DALAM NOTA PENGANTAR
RANPERDA APBD, F-PKS DPRD SULAWESI TENGAH, MELIHAT FENOMENA
BESAR PASAK DARIPADA TIANG. KONTRIBUSI YANG DIBERIKAN BUMD
BELUM SEIMBANG DENGAN PENYERTAAN MODAL YANG DISUNTIKKAN
PEMERINTAH PROVINSI. SEBAGAI CONTOH, BANK SULTENG YANG TELAH
BERUSIA SETENGAH ABAD (BERDIRI TAHUN 1969), BARU MAMPU
MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAGI PAD SULAWESI TENGAH, SEBESAR RP16
MILIAR. LALU PADA APBD 2020, DIUSULKAN PENYERTAAN MODAL
SEBESAR RP 61 MILIAR.

4. PERMASALAHAN UTAMA BELANJA DAERAH TAHUN 2019 ADALAH


KESIAPAN SDM DALAM MENERJEMAHKAN TARGET KINERJA DARI
PRIORITAS ANGGARAN SERTA ORIENTASI PROGRAM YANG MASIH
SPASIAL, SEHINGGA KURANG MEMPERHATIKAN KEBERLANJUTAN DAN
DAMPAK YANG DITIMBULKAN. FRAKSI PKS MEMINTA PENJELASAN
KEBIJAKAN APA YANG AKAN DITEMPUH UNTUK MENGATASI
PERMASALAHAN INI. FRAKSI PKS KHAWATIR APABILA MASALAH INI
TIDAK DISELESAIKAN AKAN BERDAMPAK PADA CAPAIAN BELANJA TIDAK
SEBANDING DENGAN CAPAIAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH.
5. FRAKSI PKS SANGAT MENDUKUNG BELANJA DAERAH YANG
DIALOKASIKAN UNTUK KEGIATAN PENANGGULANGAN DAMPAK
BENCANA. DALAM LAMPIRAN RANPERDA APBD, ADA PERINCIAN
TENTANG BANTUAN KEPADA KABUPATEN /KOTA, ADA EMPAT
KABUPATEN YANG MENDAPAT BANTUAN LEBIH BESAR DARI DAERAH
LAIN YAITU KOTA PALU SEBESAR RP 3,8 MILIAR, DAN KABUPATEN PARIGI
MOUTONG RP 2,8 MILIAR. YANG JADI PERTANYAAN KAMI, KENAPA
KABUPATEN DONGGALA YANG TERKENA DAMPAK BENCANA,
MENDAPATAN BANTUAN YANG LEBIH KECIL, YAKNI HANYA RP 240 JUTA.
DI SISI LAIN, KABUPATEN BANGGAI LAUT YANG BUKAN MERUPAKAN
DAERAH TERDAMPAK BENCANA, BAHKAN MERUPAKAN KABUPATEN
DENGAN JUMLAH PENDUDUK PALING SEDIKIT DI ANTARA KABUPATEN
SE-SULAWESI TENGAH, JUSTRU MENDAPATKAN ALOKASI RP 3,1 MILIAR.
TERKAIT PENANGANAN BENCANA, F-PKS DPRD SULTENG JUGA
MEMBERIKAN CATATAN, ADA DUA ASPEK UTAMA DALAM PENANGANAN
PASCA BENCANA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH, YAKNI
PEMULIHAN TEMPAT TINGGAL DAN PEMULIHAN SUMBER PENGHIDUPAN
6. DALAM HAL ALOKASI ANGGARAN UNTUK PILKADA, JUGA TERDAPAT
INFORMASI YANG TIDAK SAMA ANTARA YANG DISAMPAIKAN WAKIL
GUBERNUR, PENGANTAR NOTA RANPERDA DAN DOKUMEN SEBAGAI
BAGIAN TAK TERPISAHKAN DALAM PENGAJUAN RANPERDA APBD 2020.
SAAT MEMBACAKAN NOTA PENGANTAR, WAKIL GUBERNUR YANG
MEWAKILI GUBERNUR SULAWESI TENGAH, MENYAMPAIKAN BAHWA
ALOKASI ANGGARAN PILKADA SEBESAR RP 126 MILIAR, SEDANGKAN
DALAM PENGANTAR DISEBUTKAN RP 122 MILIAR KEMUDIAN DALAM
DOKUMEN RANPERDA DISEBUTKAN RP 127 MILIAR. UNTUK DANA
PENYELENGGARAAN PEMILU, FRAKSI PKS MEMBERIKAN CATATAN AGAR
PENGGUNAANNYA EFEKTIF DAN EFISIEN.
7. FRAKSI PKS DPRD SULAWESI TENGAH, JUGA MEMBERIKAN CATATAN
TERKAIT ALOKASI BANTUAN PARTAI POLITIK. DALAM DOKUMEN
RANPERDA YANG DIAJUKAN PEMERINTAH PROVINSI, TAMPAKNYA MASIH
MENGGUNAKAN DATA HASIL PEMILU LIMA TAHUN YANG LALU. HAL INI
DAPAT DILIHAT DARI ALOKASI BANTUAN PARPOL, DIMANA PARTAI
NASDEM SEBAGAI PEMENANG PEMILU DI SULAWESI TENGAH, MESTINYA
MENDAPAT ALOKASI BANTUAN PALING BESAR. SEDANGKAN DI
DOKUMEN RANPERDA, YANG DISEBUTKAN PARPOL YANG MENDAPATKAN
ALOKASI BANTUAN PALING BESAR ADALAH PARTAI GOLKAR. DEMIKIAN
JUGA, MASIH ADA PARPOL YANG PADA PEMILU KALI INI TIDAK LAGI
MENDAPATKAN KURSI DI DPRD SULTENG, NAMUN MASIH MENDAPAT
ALOKASI BANTUAN. SEDANGKAN PERINDO YANG MEMILIKI KURSI DI
DPRD SULTENG, TIDAK DISEBUTKAN SEBAGAI SALAH SATU PARPOL YANG
MENDAPATKAN BANTUAN DALAM APBD SULAWESI TENGAH.
8. DALAM PERDA APBD TAHUN 2020, FRAKSI PKS DPRD SULTENG, JUGA
BERHARAP AGAR BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) SULAWESI
TENGAH MENDAPAT BANTUAN DALAM BENTUK HIBAH, SEPERTI HALNYA
LEMBAGA-LEMBAGA LAIN. HAL INI DALAM RANGKA MENDUKUNG
KEGIATAN PEMBERANTASAN NARKOBA YANG DILAKUKAN BNN. HAL INI
PENTING DILAKUKAN, MENGINGAT PEREDARAN DAN PENYALAHGUNAAN
NARKOBA SUDAH KIAN MENGKHAWATIRKAN, TIDAK LAGI MELIHAT USIA
DAN SUDAH MASUK KE PELOSOK-PELOSOK DESA.

DI SAMPING DELAPAN CATATAN DI ATAS, FRAKSI PKS DPRD SULTENG DALAM


PANDANGAN UMUM INI MEMBERIKAN MASUKAN TERKAIT PEMBAHASAN
RANPERDA APBD SULTENG TAHUN 2020, YAKNI;

1. MEMBANGUN SISTEM PANTI ASUHAN TERPADU BAGI ANAK-ANAK MISKIN


DAN TERLANTAR, MINIMAL 1 (SATU) PERKOTA DAN PERKABUPATEN.
2. DALAM RANGKA MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA, PERLU
DIGALAKKAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DAN KETAHANAN KELUARGA.
3. MENGUSULKAN TERBENTUKNYA KOMISI PENDIDIKAN, SEBAGAI
LEMBAGA INDEPENDEN YANG MENGAWAL DAN MENGAWASI MUTU
PENDIDIKAN.
4. MENYELENGGARAKAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN YANG BERKUALITAS
SECARA MERATA DAN KONSISTEN, MELALUI DUKUNGAN TENAGA GURU
DAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN YANG MEMADAI, BAIK
PENDIDIKAN YANG DIKELOLA NEGERI MAUPUN SWASTA.

SIDANG PARIPURNA YANG KAMI HORMATI.

DEMIKIAN PANDANGAN UMUM FRAKSI PKS DPRD PROVINSI SULAWESI TENGAH


TERHADAP RAPERDA TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
DAERAH TAHUN 2019. HAL-HAL YANG BELUM KAMI SAMPAIKAN DALAM RAPAT
PARIPURNA INI AKAN KAMI SAMPAIKAN DALAM RAPAT KERJA SELANJUTNYA.
DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA DIUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI. WABARAKATUH.

PALU, 15 OKTOBER 2019


FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH

KETUA SEKRETARIS

HJ. WIWIK JUMATUL ROFI’AH.S.AG.M.H. H.M. TAHIR H. SIRI, SE, MH