Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRATIKUM KIMIA LINGKUNGAN

EMISI GAS BUANG

Disusun Oleh :

(Kelompok 3)
1.Lia Hestika

2.Luvi Sherina Ariyani

3.Melsi Wilandri

4.Monika Nengsih

5.Thesa Anggela

6.Yolanda Frisilia Utami

Dosen pembimbing:

Agus Widada, SKM,M.Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KEMENKES BENGKULU
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR

Assalammu`alaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan
kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini
yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan laporan tentang praktikum
“Emisi Gas Buang”.
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita curahkan untuk junjungan nabi
besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam
jahiliyah ke alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.
Kami juga ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya
untuk Bapak Agus Widada, SKM.M.Kes, selaku dosen mata kuliah Kimia
Lingkungan yang telah menyerahkan kepercayaannya kepada kami guna
menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu.
Selain itu kami juga sadar bahwa pada makalah kami ini dapat ditemukan
banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami benar-
benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat kami revisi dan kami tulis di
masa yang selanjutnya.

Bengkulu, Juli 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Cara Kerja Instruktur Emisi Gas Buang

2.2. Hasil Data Praktik Emisi Gas Buang

2.3. Dampak Emisi Gas Buang Terhadap Lingkungan

2.4. Dampak Emisi Gas Buang Terhadap Kesehatan

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

DOKUMENTASI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran dari suatu proses pembakaran
bahan bakar di dalam mesin. Komposisi emisi gas buang kendaraaan bermotor
berupa gas karbon monoksida (CO), sulfur (Sox), senyawa nitrogen oksida (Nox),
senyawa hidro carbon (HC) dan partikel debu termasuk timbal (Pb). Hal ini tentunya
menimbulkan polusi udara. Polusi udara kota di beberapa kota besar di Indonesia
telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan
segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang
disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi
saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru- paru akibat polusi udara kota.
Meskipun sesekali telah turun hujan langit di kota-kota besar di Indonesia tidak biru
lagi. Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi
kesehatan manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi
peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan
hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam
pola penyakit diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah
penderita penyakit asma dan kanker paru-paru. Di kota-kota besar, kontribusi gas
buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%.
Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%,
sisanya berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga,
pembakaran sampah, kebakaran hutan, dll.
1.2.Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara instruktur kerja?

2.Bagaimana hasil data praktik emisi gas buang?

3.Bagaimana dampak bahaya emisi gas buang terhadap lingkungan?

4.Bagaimana dampak bahaya gas buang terhadap tubuh?

1.3. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui bagaimana cara instruktur kerja emisi gas buang

2. Untuk mengetahui hasil data dari pratik yang telah di lakukan

3. Untuk mengetahui dampak dari bahaya emisi gas buang terhadap


lingkungan

4. Untuk mengetahui dampak dari bahaya gas buang terhadap kesehatan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Instruktur Kerja Emisi Gas Buang

A.Hubungkan gas analiyzer ke sumber listrik\stop kontak yang teralir listrik


dan hidupkan ,lalu tunngu beberapa saat kurang lebih 6 menit untuk proses
pemanasan alat.

B.Setelah pemanasan selsai timbul tulisan “gas ready”

C.Masukkan exhaust pronle ke knalpot dan tekan tombol enter.

D.Amati pembacaan SO2,NO2,HC,CO,F,CldanSO4.

F.Untuk mencetak hasil pengukuran tekan tombol print 3x

G.Untuk menghentikan proses pengukuran ,cabut exhaust probedan tekan esc

2.2. Hasil Data Praktik Emisi Gas Buang

1. Keadaan stabil

a) HC : 25

b) CO2 :0

c) Nox :0

d) CO : 00

e) O2 : 20.9

f) AFR : 00
2. Keadaan tekanan gas 2600 – 3100 rpm

a) HC : 169

b) CO2 : 11.2

c) Nox :2

d) CO : 2.48

e) O2 : 20.9

f) AFR : 28.95

Dengan cara, gas yang berasal dari asap kendaraan bermotor di hidupkan
dengan keadaan normal selama 1 menit. Kemudian, dinaikkan menjadi 2600-3100
rpm yang ditahan selama 1 menit juga. Baru yang terakhir masukkan exhaust probe
ke dalam knalpot selama 20 detik.

2.3. Dampak Terhadap Lingkungan

Tidak semua senyawa yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor
diketahui dampaknya terhadap lingkungan selain manusia.

Beberapa senyawa yang dihasilkan dari pembakaran sempurna seperti CO2


yang tidak beracun, belakangan ini menjadi perhatian orang. Senyawa CO2
sebenarnya merupakan komponen yang secara alamiah banyak terdapat di udara.
Oleh karena itu CO2 dahulunya tidak menepati urutan pencemaran udara yang
menjadi perhatian lebih dari normalnya akibat penggunaan bahan bakar yang
berlebihan setiap tahunnya. Pengaruh CO2 disebut efek rumah kaca dimana CO2
diatmosfer dapat menyerap energi panas dan menghalangijalanya energi panas
tersebut dari atmosfer ke permukaan yang lebih tinggi. Keadaan ini menyebabkan
meningkatnya suhu rata -rata di permukaan bumi dan dapat mengakibatkan
meningginya permukaan air laut akibat melelehnya gununggunung es, yang pada
akhirnya akan mengubah berbagai sirklus alamiah. Pengaruh pencemaran SO2
terhadap lingkungan telah banyak diketahui. Pada tumbuhan, daun adalah bagian
yang paling peka terhadap pencemaran SO2, dimana akan terdapat bercak atau noda
putih atau coklat merah pada permukaan daun. Suspensi asam di udara ini dapat
terbawa turun ke tanah bersama air hujan dan mengakibatkan air hujan bersifat asam.
Sifat asam dari air hujan ini dapat menyebabkan korosif pada logam-logam dan
rangka -rangka bangunan, merusak bahan pakian dan tumbuhan. Oksida nitrogen,
NO dan NO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Pengaruh NO yang utama
terhadap lingkungan adalah dalam pembentukan smog. NO dan NO2 dapat
memudarkan warna dari serat-serat rayon dan menyebabkan warna bahan putih
menjadi kekuning-kuningan.

2.4. Dampak Emisi Gas Buang Terhadap Kesehatan

Senyawa-senyawa di dalam gas buang terbentuk selama energi diproduksi


untuk mejalankan kendaraan bermotor. Beberapa senyawa yang dinyatakan dapat
membahayakan kesehatan adalah berbagai oksida sulfur, oksida nitrogen, dan oksida
karbon, hidrokarbon, logam berat tertentu dan partikulat. Pembentukan gas buang
tersebut terjadi selama pembakaran bahan bakar fosil-bensin dan solar didalam
mesin. Dibandingkan dengan sumber stasioner seperti industri dan pusat tenaga
listrik, jenis proses pembakaran yang terjadi pada mesin kendaraan bermotor tidak
sesempurna di dalam industri dan menghasilkan bahan pencemar pada kadar yang
lebih tinggi, terutama berbagai senyawa organik dan oksida nitrogen, sulfur dan
karbon. Selain itu gas buang kendaraan bermotor juga langsung masuk ke dalam
lingkungan jalan raya yang sering dekat dengan masyarakat, dibandingkan dengan
gas buang dari cerobong industri yang tinggi. Dengan demikian maka masyarakat
yang tinggal atau melakukan kegiatan lainnya di sekitar jalan yang padat lalu lintas
kendaraan bermotor dan mereka yang berada di jalan raya seperti para pengendara
bermotor, pejalan kaki, dan polisi lalu lintas, penjaja makanan sering kali terpajan
oleh bahan pencemar yang kadarnya cukup tinggi. Gangguan kesehatan lain diantara
kedua pengaruh yang ekstrim ini, misalnya kanker pada paru-paru atau organ tubuh
lainnya, penyakit pada saluran tenggorokan yang bersifat akut maupun khronis, dan
kondisi yang diakibatkan karena pengaruh bahan pencemar terhadap organ lain sperti
paru, misalnya sistem syaraf. Karena setiap individu akan terpajan oleh banyak
senyawa secara bersamaan, sering kali sangat sulit untuk menentukan senyawa mana
atau kombinasi senyawa yang mana yang paling berperan memberikan pengaruh
membahayakan terhadap kesehatan. Bahaya gas buang kendaraan bermotor terhadap
kesehatan tergantung dari toksiats (daya racun) masing-masing senyawa dan
seberapa luas masyarakat terpajan olehnya.

Berdasarkan sifat kimia dan perilakunya di lingkungan, dampak bahan


pencemar yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor digolongkan
sebagai berikut :

1. Bahan-bahan pencemar yang terutama mengganggu saluran pernafasan. Yang


termasuk dalam golongan ini adalah oksida sulfur, partikulat, oksida nitrogen, ozon
dan oksida lainnya.

2. Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh racun sistemik, seperti


hidrokarbon monoksida dan timbel/timah hitam.

3. Bahan-bahan pencemar yang dicurigai menimbulkan kanker seperti hidrokarbon.


4. Kondisi yang mengganggu kenyamanan seperti kebisingan, debu jalanan, dll.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka kami menyimpulkan bahwa gas emisi buang
adalah sisa hasil pembakaran dari suatu proses pembakaran bahan bakar di dalam
mesin. Komposisi emisi gas buang kendaraaan bermotor berupa gas karbon
monoksida (CO), sulfur (Sox), senyawa nitrogen oksida (Nox), senyawa hidro
carbon (HC) dan partikel debu termasuk timbal (Pb). Hal ini tentunya menimbulkan
polusi udara. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor adalah pencemaran udara
paling besar.

B. Saran

Penulis menyadari bahwa laporan diatas banyak sekali kesalahan dan jauh
dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki laporan tersebut dengan berpedoman
pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di
atas.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.slideshare.net/SyahMauliqieNajmaari/makalah-emisi-gas-buang

https://multimeter-digital.com/alat-uji-emisi-gas-buang-kendaraan-bermotor-
nha506en.html

https://www.scribd.com/doc/105001931/Pengertian-Emisi-Gas-Buang

http://ainazeni.blogspot.com/2016/01/laporan-praktikum-uji-emisi-kendaraan.html
DOKUMENTASI