Anda di halaman 1dari 6

Mahasiswa dapat mengetahui ASKEP

Jawab:
I. DATA
DO DS
Batuk Ibu mengatakan anak mengalami riwayat
diare lebih dari 1 bulan
Sesak nafas Ibu mengatakan anak demam lebih dari 1
bulan
Bercak putih pada mulut Anak mengatakan jarang masuk sekolah
karena sering diolok – olok oleh
temannya
Kulit mengalami dermatitis Anak tidak mau minum ARV
Hb 8 mg/dl Anak merasa takut dan malu terhadap
diri nya sendiri

II. ANALISA DATA


No DATA PROBLEM ETIOLOGI
1. DO: - Isolasi social Gangguan kesehatan

DS:
- Anak merasa takut dan
malu terhadap diri nya
sendiri
- Anak mengatakan
jarang masuk sekolah
karena sering diolok –
olok oleh temannya
- Anak tidak mau minum
ARV
2. DO: Kerusakan integritas Imunodefisiensi
- Kulit mengalami kulit
dermatitis
DS: -

3. DO : Ketidakefektifan Infeksi
- Pasien mengalami batuk bersihan jalan nafas
- Pasien mengalami sesak
nafas
- Mulut anak dijumpai
bercak putih
DS :
- Anak tidak mau sekolah
karena malu dan takut
pada dirinya sendiri.
Prioritas Diagnosa:
1. Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan Imnunodefisiensi
2. Isolasi social yang berhubungan dengan Gangguan kesehatan
3. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan infeksi

III. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NIC&NOC)


No DIAGNOSA TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NOC)
KEPERAWATAN
1. Kerusakan integritas kulit Setelah dilakukan Pencegahan luka
yang berhubungan dengan tindakan tekan:
Imnunodefisiensi yang keperawatan 3 x 24 - Monitor
ditandai dengan tanda/gejala: jam klien dapat kemampuan
DO: - melakukan bergerak dan
integritas jaringan: aktivitas pasien
DS: kulit & membrane - Hindari pemijatan
- Anak merasa takut dan mukosa: pada area yang
malu terhadap diri nya - Lesi pada kulit menonjol
sendiri dari skala 2 - Monitor ketat area
- Anak mengatakan (banyak yang mengalani
jarang masuk sekolah terganggu) kemerahan
karena sering diolok – menjadi skala 4 - Jaga linen pasien
olok oleh temannya (sedikit agar tetap
- Anak tidak mau terganggu) bersihpasang
minum ARV - Integritas kulit perlak dari bahan
dari skala 2 yang aman
(banyak - Hindari air panas
terganggu) dan sabun yang
menjadi skala 4 lembut saat mandi
(sedikit
terganggu)
- Pengelupasan
kulit dari skala 2
(banyak
terganggu)
menjadi skala 4
(sedikit
terganggu)
2. Isolasi social yang Setelah dilakukan Peningkatan
berhubungan dengan tindakan sosialisasi:
Gangguan kesehatan yang keperawatan 3 x 24 - Berikan umpan
ditandai dengan tanda/gejala: jam klien dapat balik positif saat
DO: melakukan pasien menjangkau
- Kulit mengalami keterlibatan social: orang lain
dermatitis - Berinteraksi - Tingkatkan
DS: - dengan teman keterlibatan dalam
dekat dari skala minat yang sama
2 (jarang sekali baru
menunjukkan) - Anjurkan kegiatan
menjadi skala 4 social dan
(sering masyarakat
menunjukkan) - Anjurkan
- Berinteraksi kesabaran dalam
dengan anggota pengembangan
keluarga dari hubungan
skala 2 (jarang
menunjukkan)
menjadi skala 4
(sering
menunjukkan)
- Berinteraksi
dengan
tetangga dari
skala 2 (jarang
menunjukkan)
menjadi skala 4
(sering
menunjukkan)
3. Ketidakefektifan bersihan Setelah dilakukan Manajemen Jalan
jalan nafas berhubungan tindakan Nafas :
dengan infeksi yang ditandai keperawatan 3 x 24 - Buka jalan nafas
tanda dan gejala : jam klien dapat dengan teknik
DO : melakukan Status chin lift atau
- Pasien mengalami batuk Pernafasan: jaw thrust,
- Pasien mengalami sesak Kepatenan Jalan sebagaimana
nafas Nafas dengan mestinya.
- Mulut anak dijumpai kriteria sebagai - Pastikan pasien
bercak putih berikut : memaksimalkan
DS :
a. Ansietas dari ventilasi
- Anak tidak mau
skala 1 - Lakukan
sekolah karena malu
(deviasi berat fisioterapi dada,
dan takut pada
dari kisaran sebagaimana
dirinya sendiri.
normal) mestinya
menjadi - Instrusikan
skala 3 ( bagaimana agar
deviasi bias melakukan
sedang dari batuk efektif.
kisaran
normal)
b. Ketakutan
skala 1
(deviasi berat
dari kisaran
normal)
menjadi
skala 3 (
deviasi
sedang dari
kisaran
normal)
c. Batuk skala 1
(deviasi berat
dari kisaran
normal)
menjadi
skala 3 (
deviasi
sedang dari
kisaran
normal)
d. Dyspnea saat
istirahat
skala 1
(deviasi berat
dari kisaran
normal)
menjadi
skala 3 (
deviasi
sedang dari
kisaran
normal)

IV. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN
Kerusakan integritas kulit - Memonitor Kamis, 21 November
yang berhubungan dengan kemampuan bergerak 2019
Imnunodefisiensi dan aktivitas pasien 13.00 WIB
- Menghindari
pemijatan pada area S:
yang menonjol - Anak merasa takut
- Memonitor ketat area dan malu terhadap
yang mengalani diri nya sendiri
kemerahan - Anak mengatakan
- Menjaga linen pasien jarang masuk
agar tetap sekolah karena
bersihpasang perlak sering diolok –
dari bahan yang aman olok oleh
temannya
- Menghindari air panas - Anak tidak mau
dan sabun yang minum ARV
lembut saat mandi
O: -

A: Masalah keperawatan
Kerusakan integritas
kulit sudah teratasi
sebagian

P: Lanjutkan tindakan!
- Memonitor ketat
area yang
mengalani
kemerahan
- Memonitor
kemampuan
bergerak dan
aktivitas pasien

Ttd

Shinta Dyah Utami


Isolasi social yang - Memberikan umpan Kamis, 21 November
berhubungan dengan balik positif saat 2019
Gangguan kesehatan pasien menjangkau 13.00 WIB
orang lain
- Meningkatkan S: -
keterlibatan dalam
minat yang sama O:
sekali baru - Kulit mengalami
- Mengajurkan kegiatan dermatitis
social dan masyarakat
- Mengajurkan A:
kesabaran dalam - Masalah keperawatan
pengembangan Isolasi social sudah
hubungan teratasi sebagian

P: lanjutkan tindakan!
- Mengajurkan
kegiatan social dan
masyarakat
Ttd

Shinta Dyah Utami


Ketidakefektifan bersihan - Membuka jalan Kamis, 21 November
jalan nafas berhubungan nafas dengan 2019
dengan infeksi teknik chin lift atau 13.00 WIB
jaw thrust,
sebagaimana S:
mestinya. - Pasien masih
- Memastikan pasien mengatakan
memaksimalkan bahwa dirinya
ventilasi takut untuk pergi
- Melakukan kesekolah.
fisioterapi dada,
sebagaimana O:
mestinya - Mulut terdapat
- Menginstrusikan bercak putih
bagaimana agar
bias melakukan A:
batuk efektif. - Masalah
keperawatan
Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas
berhubungan dengan
infeksi

P: lanjutkan tindakan!
- Menginstrusikan
bagaimana agar bias
melakukan batuk
efektif.

Ttd

Elfira Wahyuningsih