Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,


taufiik, dan hidayah-Nya. Shalawat salam semoga tetap terlimpahkan kepada
Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan
menuju zaman yang terang benderang yakni agama islam, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Indonesia”.
Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu mata kuliah Bahasa
Indonesia for Scientific Writing. Makalah ini juga digunakan untuk menambah
kemampuan literasi anggota yang sudah menyampaikan ide pikirannya. Dalam
penyusunannya, tidak lupa penyusun mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I selaku Dekan IAIN TULUNGAGUNG
2. Arina Shofiya, M.Pd.I selaku Kepala Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN
Tuungagung.
3. Dosen pengampu Bapak Mustofa Arif, S.S, M.Pd. mata kuliah Bahasa
Indonesia for Scientific Writing yang telah memberikan pengarahan bagi
penyusunan makalah ini.
4. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah masih banyak
kekurangan. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca
demi perbaikan dan pengembangan makalah ini. Penyusun berharap makalah ini
dapat bermanfaat bagi penyusun khusunya dan bagi pembaca umumnya.
Demikianlah makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi penyusun
khususnya dan pembaca pada umumnya.

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan Pembahasan ....................................................................................... 1
1.4 Manfaat .......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 2
2.1 Konsep Dasar Bahasa Indonesia ................................................................... 2
2.2 Fungsi Bahasa Indonesia ............................................................................... 3
2.2.1 Fungsi Bahasa Dipandang dari Penggunaan ........................................... 3
2.2.2 Fungsi bahasa berdasarkan tujuan penggunaan ...................................... 6
2.2.3 Fungsi Bahasa Dalam Konteks Ilmiah ................................................... 7
2.3 Kedudukan Bahasa Indonesia........................................................................ 8
2.3.1 Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional ....................... 8
2.3.2 Kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa negara ........................... 10
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12

iii
BAB I

PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan
pembahasan serta manfaat pembuatan makalah.

1.1 Latar Belakang


Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik
secara lisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak
dihubungankan dengan status dan nila-nilai sosial. Setelah dihubungkan
dengan kehidupan sehari-hari bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu
mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku
maupun bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi
label secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi
tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya perlu
dirumuskan secar eksplisit, sebab kejelasan label yang diberikan akan
memengaruhi masa depan bangsa yang bersangkutan. Pemakainya akan
menyikapinya sesuai dengan label yang dikenakan padanya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa konsep dasar Bahasa Indonesia ?
2. Apa fungsi Bahasa Indonesia ?
3. Apa kedudukan dari Bahasa Indonesia ?

1.3 Tujuan Pembahasan


1. Mengetahui konsep dasar Bahasa Indonesia.
2. Mengetahui fungsi dari Bahasa Indonesia.
3. Mengetahui kedudukan dari Bahasa Indonesia.

1.4 Manfaat
1. Agar mahasiswa lebih mengetahui tentang pentingnya Bahasa Indonesia.
2. Memberi wawasan lebih kepada pembaca.

1
BAB II

PEMBAHASAN
Pada bab ini dibahas mengenai konsep dasar bahasa indonesia, fungsi
bahasa indonesia, kedudukan bangsa indonesia.

2.1 Konsep Dasar Bahasa Indonesia


Istilah kedudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah
kita pakai. Misalnya dalam kalimat,”Bagaimana kedudukan dia sekarang?”,
“Apa fungsi baut yang saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya.
Kalau kita pernah memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah
mengerti maknanya. Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai
menggunakan kedua istilah itu. Kalau demikian halnya, apa sebenarnya
pengertian kedudukan dan fungsi bahasa? Samakah dengan pengertian yang
pernah kita pakai?
Bagi masyarakat yang dwibahasa (dwilingual), akan dapat memilah-
milahkan sikap kedua atau lebih bahasa yang digunakannya. Mereka tidak
akan memakai secara sembarangan. Mereka mengetahui kapan dan dalam
situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula
bahasa yang lain dipakai. Dengan demikian, perkembangan bahasa (-bahasa)
itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan berusaha mempertahankan
kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, antara lain,
menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur
yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur
yang dianggap merugikannya akan ditolak.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan
kapan, misalnya, suatu unsur yang mengetahuinya secara layak diterima, dan
kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk
kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut
Politik Bahasa Nasional, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi

2
perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai
dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah bahasa.1

2.2 Fungsi Bahasa Indonesia

2.2.1 Fungsi Bahasa Dipandang dari Penggunaan


Fungsi bahasa dapatdibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa
secara umum dan secara khusus. Dalam literatur bahasa, fungsi bahasa
dipandang dari penggunaannya dirumuskannya sebagai berikut,
a. Fungsi bahasa secara umum
Secara umum bahasa mempunyai empat fungsi, yaitu sebagai :
(1) Alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri,
(2) Alat komunikasi,
(3) Alat berintegrasi dan beradaptasi sosial, dan
(4) Alat kontrol sosial.
Fungsi pertama bermakna bahwa dengan bahasa kita mampu
mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Melalui
bahasa kita dapat menyatukan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat
didalam hati dan pikiran kita. Ada dua unsur yang mndorong kita untuk
mengekspresikan diri, yaitu: (a) agar menarik perhatian orang lain
terhadap diri kita, dan (b) sebagai bentuk keinginan untuk membebaskan
diri kita untuk tekanan emosi.
Fungsi kedua menyatakan bahwa bahasa merupakan saluran
maksud seseoran, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan
masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang lebih
jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat
komunikasi, berartimemiliki tujuan agar para pembaca atau pendangar
yang menjadi sasaran utama perhatian seseorang dapat memahami maksud
dan perasaan penulis atau pembicara.
Dalam fungsinya sebagai alat komunikasi, bahasa menunjukkan
hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu memerlukan orang
lain sebagai mitra berkomunikasi. Ada dua cara yang dipakai manusia
1
Muslich Masnur, Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi: Kedudukan, Fungsi, Pembinaan, dan
Pengembangan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2012), Hlm. 3-4

3
untuk berkomunikasi, yaitu secara verbal dan non verbal. Berkomunikasi
secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahasa (lisan dan
tulisan), sedangkan berkomunikasi secara non verbal dilakukan
menggunakan median berupa simbol, isyarat, kode, dan bunyi.
Fungsi ketiga bahasa adalah sebagai alat berintegrasi dan
beradaptasi sosial. Fungsi ini menyatakan bahwa pada saat beradaptasi di
lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan
tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan
menggunakan bahasa non-standar pada saat berbicara dengan teman-
teman, dan menggunkan bahasa standart pada saat berbicara dengan orang
tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa, seseorang akan
mudah untuk berbaur untuk menyesuaikan diri dengan orang lain,
kelompok masyarakat, bahkan bangsa lain.
Fungsi keempat menyatakan bahwa sebagai alat kontrol sosial,
bahasa mempengaruhi sikap, tingkah laku serta tutur kata seseorang.
Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat.
Contohnya buku-buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti
diskusi, serta iklan layanan masyarakat akan memengaruhi diri sendiri atau
kelompok masyarakat tertentu. Contoh lain yang menggambarkan fungsi
bahasa sebagia alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah
sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang
sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.2
Bahasa Indonesia di dalam kedudukannya sebagai bahasa
nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1. Lambang kebanggaan kebangsaan
Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, bahasa Indonesia
mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan
kita. Atas dasar kebangsaan ini, bahasa indonesia kita pelihara dan
kita kembangkan serta rasa kebanggaan pemakainya senantiasa kita bina.
2. Lambang identitas nasional

2
Eko Kuntarto, Materi Kuliah : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Hlm. 27-28

4
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita
junjung disamping bendera dan lambang bendera kita. Di dalam
melaksanakan fungsi ini bahasa Indonesia tentulah harus memiliki
identitasnya sendiri pula sehingga ia serasi dengan lambang
kebangsaan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki
identitasnya hanya apabila masyarakat pema kainya membina dan
mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur
bahasa lain.
3. Alat perhubungan antarwarga, antardaerah dan antarbudaya
Fungsi bahasa Indonesia sebagai alat perhubungan antarwarga,
antardaerah, antarsuku bangsa ini adala h sebagai bahasa nasional.
Berkat adanya bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan
yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman sebagai akibat
perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu
dikhawatirkan. Kita dapat bepergian dari pelosok yang satu ke
pelosok yang lain di Tanah Air kita dengan hanya memanfaatkan
bahasa Indonesia sebagai satu -satunya alat komunikasi.
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan
latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing ke dalam
kesatuan kebangsaan Indonesia
Di dalam hubungan ini, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai
suku bahasa ini mencapai keserasian hidup sebagai bahasa yang
bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan da
kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa
daerah yang bersangkutan. Lebih dari itu, dengan bahasa nasional itu kita
dapat meletakan kepentingan nasional jauh di atas kepentingan daerah atau
golongan.3
b. Fungsi bahasa secara khusus
Fungsi bahasa secara khusus adalah sebagai alat untuk :
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari

3
Ngalimun Syahroni, dkk. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta : Aswaja
Pressindo 2013), Hlm.15

5
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan
komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung
dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2. Mewujudkan seni (sastra)
Bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan melalui
karya seni sastra, seperti syair, puisi, cerita dan lain-lain. Bahasa yang
digunakan dalam mewujudkan dan mengekspresikan perasaan dalam karya
seni sastra sering kali memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat.
Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa
mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3. Mempelajari bahasa-bahasa kuno
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui
peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Manusia perlu melakukannya
untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali
dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa
keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk
mengetahui asal dari suatu budaya dapat ditelusuri melalui naskah kuno
atau penemuan-penemuan prasasti-prasasti.
4. Mengeksploitasi ilmu pengetahuan
Dengan jiwa dan rasa keingintahuan yang dimiliki, serta akal dan
pikiran yang sudah diberikan Tuhan, maka manusia akan selalu
mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akanselalu didokumentasikan
supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan
melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

2.2.2 Fungsi bahasa berdasarkan tujuan penggunaan


Dipandang dari tujuan penggunaannya, fungsi bahasa juga dapat
dibedakan menjadi 5 bagian. Menurut Budiman (1987:1), berdasarkan
tujuan penggunaanya fungsi bahasa dapat dibedakan menjadi:
1) Fungsi praktis, bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interaksi antara
anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.

6
2) Fungsi kultural, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan,
menyebarkan, dan mengembangkan kebudayaan.
3) Fungsi artistik, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa
estetis (keindahan) mansia melalui seni sastra.
4) Fungsi edukatif, bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5) Fungsi politis, bahasa digunakan sebagai alat untuk memusatkan bangsa
dan untuk menyelenggarakan administrasi pemerintah.4

2.2.3 Fungsi Bahasa Dalam Konteks Ilmiah


Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang
mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan,
penilitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut
metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan
kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah,
yaitu makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis dan
disertasi. Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang sangat
penting, karena itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya.
Kehati-hatian penggunaan bahasa dalam konteks ilmiah, antara lain
terkait dengan :
a. Penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam
kaidah tulis menulis yang distandarisasikan, yaitu EYD; yang meliputi
pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan unsur serapan, dan
pemakaian tanda baca.
b. Penulisan kata, imbuhan, singkatan dan akronim. Penulisan kata dasar,
kata imbuhan, bentuk ulanag, kata ganti, kata depan, kata sandang,
gabungan kata, imbuhan, singkatan, dan akronim hendaknya mengikuti
kaidah Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI).
Penggunaan partikel lah, kah, tah, pun, misalnya, telah di atur
dengan regid. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata
mendahuluinya. Contoh: pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun
4
Eko Kuntarto, Materi Kuliah : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Hlm.27-30

7
ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: jika kau akan
pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu tulis
serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun,
walaupun, meskipun,sekalipun.
c. Pemakaian ragam bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa
memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan,
serta ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam
lisan tak baku; 5

2.3 Kedudukan Bahasa Indonesia


Sesuai ikrar sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928, bahasa
indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai UUD 45, Bab,XV,
Pasal 36, bahasa indonesia dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini berarti
bahasa indonesia mempunyai kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa
negara. Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa
sebagai sistem lambang nilai budaya, yang dirumuskan atas dasar nilai sosial
nya; sedangkan fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebut di dalam
kedudukan yang di berikan.

2.3.1 Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional


Hasil perumusan seminar politik bahasa indonesia yang
diselenggarakan di jakarta pada 25-28 februari 1975 antara lain.
Menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa
indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebangsaan nasional, (2)
lambang identitas nasional, (3) alat pemersatu bagian-bagian masyarakat
yang berbeda-beda latat belakang sosial budaya dan bahasanya, dan (4)
alat perhubungan antar budaya antar daerah.

Dalam fungsinya sebagai lambang identitas nasional. Bahasa


indonesia merupakan ‘lambang ‘ bangsa indonesia. Ini berarti dengan
bangsa indonesia akan dapat di ketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan
watak kita sebagai bangsa indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu,
maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak

5
Eko Kuntarto, Materi Kuliah : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Hlm.34-35

8
dicerminkan di dalamnya jangan sampai bahasa indonesia tidak
menunjukan gambaran bangsa indonesia yang sebenarnya.

Dengan fungsi sebagai pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang


berbeda-beda latar belakang sosial budayadan bahasanya, memungkinkan
masyarakat indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan
berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan,
cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa indonesia, bangsa
indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa
bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain.
Apalagi dengan adanya kenyataan nya bahwa dengan menggunakan
bahasa indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah nasib
tercermin dalam bahasa daerah masing –masing. Kedudukan dan fungsi
bahasa daerah masih tegar dan tidak goyah sedikitpun. Bahkan, bahasa
daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa indonesia.

Dengan fungsi sebagai sebagai alat perhubungan antar budaya antar


daerah, bahasa indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan
seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa
berbeda, mungkin kita tidak dapat bertukar pikiran dan saling bertukar
informasi?. Bagaimana seandainya kita tersesat di jalan di daerah yang
masyarakatnya tidak mengenal bahasa indonesia?. Bahasa indonesialah
yang dapat menanggulangi semua itu. Dengan bahasa indonesia kita dapat
saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan, bagi pemerintah, segala
kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan idiologi, politik,ekonomi,
sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (disingkat:
ipoleksosbudhankam) mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya,
apabila apanila arus informasinya antar kita meningkat akan meningkat
berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan kita. Apabila
pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat
tercapai.

9
2.3.2 Kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, indonesia berfungsi
sebagai:

a. Bahasa resmi negara


b. Bahasa penghantar resmi di lembaga-lembagapendidikan
c. Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
d. Bahasa resmi di dalam perkembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu
pengetahuan serta teknologi.

Dalam fungsinya sebagai bahasa resmi, bahasa indonesia digunakan


sebagai bahasa penghantar dalam komunikasi resmi. Pidato presiden di
hadapan rakyat indonesia dalam bahasa indonesia adalah perwujudan
kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa resmi negara. Komunikasi resmi
di sekolah dan perguruan tinggi dalam bahasa indonesia adalah perwujudan
fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa penghantar resmi. Penggunaan bahasa
indonesia dalam rapat DPR adalah perwujudan fungsi bahasa indonesia
sebagai bahasa penghantar perhubungan tingkat nasional; sedangkan
penggunaan bahasa indonesia dalam buku-buku di sekolah adalah
perwujudan fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa resmi di dalam
perkembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta
teknologi.6

6
Eko Kuntarto, Materi Kuliah : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Hlm.30-33

10
BAB III

PENUTUP

Pada bab ini dibahas tentang kesimpulan dan saran makalah.

4.1 Kesimpulan
Bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia yang
menjadi identitas tentang sifat, perangai dan watak sebagai bangsa
Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan alat pemersatu dan
penghubung keberagaman latar belakang social budaya yang dimiliki
masyarakat di masing-masing wilayah.
Kedudukan Bahasa Indonesia adalah sebagai Bahasa Negara yang
merupakan Bahasa resmi untuk kepentingan perncanaan dan pelaksanaan
pengembangan serta pemerintahan guna tercapai cita-cita nasional sebagai
bangsa yang berkarakter dan selalu menjunjung persatuan bangsa.
4.2 Saran
Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan.
Harapan kami dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih
menyadari bahwa pengetahuan bahasa yang sangat dalam untuk
mengembangkan potensi dan membuka cakrawala keilmuan kita, agar kita
menjadi seorang yang bijak sekaligus intelek. Kritik dan saran sangat kami
harapkan dari para pembaca, khususnya dari Dewan Guru yang telah
membimbing kami dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini.
Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon
maaf yang sebesar-besarnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Kuntoro, Eko. Materi Kuliah Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi.

Mansur, Muslich. 2012. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedudukan,


Fungsi, Pembinaan dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Syahroni, Ngalimun, dkk. 2013. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi.


Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

12