Anda di halaman 1dari 5

ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN

RAWAT INAP DENGAN HBSAG


No. Dokumen No. Revisi: Halaman

1/5
ARK/ANNISA/IV/2019

Tanggal terbit
Ditetapkan
STANDAR DIREKTUR RSKIA ANNISA
PAYAKUMBUH,
PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. LollyGusvita Reni MARS

PENGERTIAN Tata cara dalam melakukan asesmen awal keperawatan dari seorang
pasien rawat inap dengan kepentingan untuk mengidentifikasi
kebutuhan pasien yang menderita penyakit membahayakan dirinya /
lingkungan (Hbsag) dan untuk memulai asuhan keperawatan pasien
di rawat inap yang dilakukan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap
lebih cepat sesuai kondisi pasien.

TUJUAN Memberikan acuan dalam melakukan asesmen awal keperawatan


pada pasien di rawat inap dengan penyakit yang membahayakan
dirinya/ lingkungan (Hbsag) agar didapatkan data yang cukup untuk
memulai asuhan keperawatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan
pasien.

KEBIJAKAN Keputusan Direktur RSKIA Annisa Payakumbuh No. 009/ARK-


RSKIA/IV/2018 tentang asesmen awal keperawatan pasien rawat
inap
PROSEDUR 1. Pasien baru telah diantarkan ke ruang perawatannya.
2. Perawat mempelajari rekam medis pasien baru tersebut secara
lengkap terutama tentang asesmen awal yang telah dilakukan staf
klinis di bagian rawat jalan dan dokter ruangan yang dilakukan
dalam 24 jam pertama sejak rawat inap lebih cepat sesuai kondisi
pasien serta riwayat penyakit yang dideritanya.
3. Perawat mendatangi pasien di ruang perawatannya, pasien dapat
didampingi keluarga jika diperlukan kecuali jika pasien tidak
mengizinkan adanya keluarga saat dilakukan asesmen. Dalam
keadaan ini asesmen terhadap keluarga dilakukan terpisah.
4. Perawat melakukan kontak awal secukupnya untuk memahami
masalah keperawatan pasien dan melakukan identifikasi dengan
benar.
ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN
RAWAT INAP DENGAN HBSAG
No. Dokumen No. Revisi: Halaman

2/5
ARK/ANNISA/IV/2019

5. Perawat melakukan asesmen awal dengan mengevaluasi masalah


keperawatan pasien sesuai prosedur anamnesa meliputi riwayat
penyakit saat ini (RPS), riwayat penyakit dahulu (riwayat
kesehatan/RPD) dan riwayat penyakit keluarga (RPK) termasuk
kemampuan pasien dalam memenuhi kebutuhan ADLs (activity
daily living) dengan memperhatikan keterangan yang telah
diberikan di UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
6. Perawat melakukan asesmen psikologis dan spiritual jika
diindikasikan oleh hasil temuan dalam anamnesa atau jika pasien
membutuhkan/menginginkannya untuk menetapkan status
emosional pasien (contoh: pasien depresi, ketakutan atau agresif
dan potensial menyakiti diri sendiri atau orang lain) dengan
memperhatikan keterangan yang telah diberikan di
UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
7. Perawat melakukan asesmen sosial jika diindikasikan oleh hasil
temuan dalam anamnesa atau jika pasien
membutuhkan/menginginkannya. Pengumpulan informasi social
pasien tidak dimaksudkan untuk mengelompokkan pasien namun
karena konteks sosial, budaya, keluarga, dan ekonomi pasien
merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi respon
pasien terhadap penyakit dan pengobatan. Dalam hal ini anggota
keluarga dapat sangat menolong untuk memahami keinginan dan
preferensi pasien dengan memperhatikan keterangan yang telah
diberikan di UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
8. Perawat melakukan asesmen faktor ekonomi jika diindikasikan
oleh hasil temuan dalam anamnesa atau jika pasien
membutuhkan/menginginkannya. Asesmen faktor ekonomis
dinilai sebagai bagian dari asesmen sosial jika pasien membiayai
dirinya sendiri dan dinilai secara terpisah (melibatkan
penanggung jawab biaya), bila pasien tidak bertanggung jawab
atau hanya bertanggung jawab terhadap sebagian dari biaya
perawatan dengan memperhatikan keterangan yang telah
diberikan di UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN
RAWAT INAP DENGAN HBSAG
No. Dokumen No. Revisi: Halaman

3/5
ARK/ANNISA/IV/2019

9. Perawat melakukan asessmen kebutuhan pendidikan dan


hambatan komunikasi pada pasien. Hal ini dimaksudkan untuk
memperoleh data tentang kemampuan klien dalam menerima
informasi dan kebutuhan terhadap informasi.
10. Perawat melakukan evaluasi hasil asessmen lebih lanjut
melalui pemeriksaan fisik sesuai prosedur pemeriksaan fisik dan
membandingkannya dengan hasil pemeriksaan staf klinis di
UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
11. Perawat menyimpulkan masalah keperawatan pasien dan
menegakkan diagnose awal keperawatan serta
membandingkannya dengan diagnose staf klinis di
UGD/poliklinik dan dokter ruangan.
12. Perawat menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan
diagnosa keperawatan awal sesuai dengan prioritas masalah.
13. Perawat melakukan pendokumentasian asesmen awal pada
catatan pengkajian awal keperawatan di rekam medis.
14. Perawat melakukan dokumentasi diagnose dan rencana
asuhan keperawatan yang telah dibuat pada catatan rencana
asuhan keperawatan di rekam medis pasien.
15. Data dan informasi pasien yang diperoleh dintegrasikan
dalam pemberian pelayanan.

Bagan Alur :

MULAI

Perawat mempelajari rekam medis


pasien baru
ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN
RAWAT INAP DENGAN HBSAG
No. Dokumen No. Revisi: Halaman

4/5
ARK/ANNISA/IV/2019

Perawat datang keruangan pasien dengan


didampingi keluaraga dan melakukan kontak
awal secukupnya

Perawat melakukan asesmen awal dengan


melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan,
riwayat kesehatan keluarga, kebutuhan sosial,
ekonomi, psikologi dan spritual.

Perawat melakukan asesmen kebutuhan dan


informasi yang harus didapat oleh pasien

Perawat menyimpulkan masalah keperawatan,


menegakkan diagnosa awal, asuhan keperawatan,
sesuai dengan prioritas masalah

Perawat mendokumentasikan semua asesmen


awal serta mengintegrasikan pemberian
pelayanan

SELESAI
ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN
RAWAT INAP DENGAN HBSAG
No. Dokumen No. Revisi: Halaman

5/5
ARK/ANNISA/IV/2019

UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap


2. DPJP
3. Dokter Umum
4. Komite Medik
5. Komite Keperawatan