Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS SWOT PELAYANAN KEPERAWATAN DI RS

FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL


STRENGTH WEAKNESS OPPRTUNITY THREAT
 SDM yang masih  Jumlah SDM kurang  Manajemen di  Turnover perawat
Muda dan mencukupi (belum luar keperawatan  Perkembangan RS
Mempunyai sesuai dengan standart) terbuka untuk yang semakin
keinginan untuk  Belum semuanya perubahan kompetitif
berkembang mendapat pelatihan bagi  Diklat (oelatihan  Ruang HCU yang
 Pendidikan S1 = perawat di ruang khusus internal) IHT belum maksimal
8 orang D III = 31 (IGD,IBS,HCU,VK,PERINA)  Adanya reward penggunaannya
orang  Banyak mengerjakan  Penambahan SDM 
 Mau bekerja pekerjaan medik  Standar akreditasi
kerassudah  Dokumentasi askep terus berkembang
terakreditasi masih manual kertas dan berubah –
program khusus belum komputerisasi ubah sesuai
  Metode asuhan standart
keperawatan masih  Supervisi
fungsional  Kerjasama dengan
 Supervisi belum vendor yang legal
maksimal
 Pemeliharaan alkes
kurang maksimal
 Peraltan yang
dibutuhkan masih sangat
terbatas(belum lengkap)
 BOR Rendah 20 – 30%
Matrix SWOT
INTERNAL STRENGTH WEAKNESS
 SDM yang masih Muda dan Mempunyai  Jumlah SDM kurang mencukupi (belum
keinginan untuk berkembang sesuai dengan standart)
 Pendidikan S1 = 8 orang D III = 31 orang  Belum semuanya mendapat pelatihan
 Mau bekerja kerassudah terakreditasi bagi perawat di ruang khusus
program khusus (IGD,IBS,HCU,VK,PERINA)
 Banyak mengerjakan pekerjaan medik
 Dokumentasi askep masih manual kertas
belum komputerisasi
 Metode asuhan keperawatan masih
fungsional
 Supervisi belum maksimal
 Pemeliharaan alkes kurang maksimal
 Peraltan yang dibutuhkan masih sangat
terbatas(belum lengkap)
EKSTERNAL
 BOR Rendah 20 – 30%
OPPORTUNITY STRATEGI S – O STRATEGI W – O
 Manajemen di luar keperawatan terbuka  Meningkatkan loyalitas dan keterampilan  Menambahn jumlah SDM agar
untuk perubahan karyawan berkoordinasi dengan SDM, mencukupi sesuai dengan standart
 Diklat (oelatihan internal) IHT komite mutu dan etik keperawatan dengan mencari tenaga baru
 Adanya reward  Mendorong karyawan untuk terus maju  Memberi kesempatan kepada karyawan
 Penambahan SDM dan mempunyai semangat bekerja untuk mengikuti pelatihan khusus
dengan memberikan reward misalnya (IGD,IBS,HCU,VK,PERINA)
 Standar akreditasi terus berkembang dan
dengan pemilihan karyawan teladan  Meningkatkan keterampilan perawat
berubah – ubah sesuai standart
 Penerapan metode asuhan keperawatan dengan mengadakan pelatihan internal
 Supervisi metode Tim dan eksternal
 Kerjasama dengan vendor yang legal  Mengikuti akreditasi rumah sakit sesuai  Penerapan metode asuahan
standart yang berlaku keperawatan secara Tim
 Melakukan supervisi asuhan  Melakukan supervisi keperawatan secara
keperawatan secara teratur berkelanjutan
 Penambahan alat secara bertahap  Melengkapi peralatan yang dibutuhkan
dengan bekerjasama dengan vendor dengan bekerjasama dengan vendor
yang legal  Meningkatkan BOR ruangan dengan
meningkatkan mutu asuhan
keperawatan
THREATS STRATEGI S – T STRATEGI W – T
 Turnover perawat  Meningkatkan pengetahuan,  Penambahan dan peningkatan jumlah
 Perkembangan RS yang semakin keterampilan dan membuat karyawan SDM pemberian reward
kompetitif merasa kerasan dengan memberikan  Melaksanakan model asuhan
 Ruang HCU yang belum maksimal reward keperawatan dengan metode TIM
penggunaannya  Meningkatkan mutu layanan dengan  Memaksimalkan ruang HCU
meningkatakan keterampilan SDM serta  Melengkapi peraltan secara bertahap
memberikan reward
 Meningkatkan kemampuan dan
keterampilan perawat untuk
memaksimalkan Ruang HCU
TABEL PERENCANAAN BIANG KEPERAWATAN Tahun 2020
Kegiatan Ukuran Targer (Waktu P.J BIAYA Realisasi Keterangan
Keberhasilan atau %)
Pelatihan baik internal 50% perawat 1 Tahun Bidang Di tanggung Pelatihan yang
ataupun external mengikuti keperawatan/komite RS mendukung
pelatihan mutu keperawatan akreditasi dan
asuhan
keperawatan
(pelatihan
manajemen
ka.Ruangan)
Penerapan metode Satu ruangan Ruang Mawar Karu ruang Mawar
asuhan keperawatan berhasil menjadi dan Anggrek dan Anggrek dan
metode TIM dengan tempat untuk bidang keperawatan
pelatihan penerapan
metode TIM
Melakukan supervisi Supervisi Bidang keperawatan
secara teratur terlaksana 80%
Melakukan penambahan Alat – alat di Jumlah alat Bagian
alat – alat ruangan sesuai sesuai standart pengadaan/gudang
standart obat
Memaksimalkan ruang Ruang HCU Januari 2020 Bidang keperawatan
HCU beroperasi lancar
Rencana Pola Ketenagaan Keperawatan Rsu Bungsu Bandung Tahun 2020

Perhitungan tenaga di hitung berdasarkan kebutuhan di masing – masing unit kerja. Bidang
keperawatan masih menggunakan rumus dari DEPKES 2005

ANALISA TENAGA BID.KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN SAAT INI.

NO Kategori SDM Saat ini Tenaga yang ada jumlah Ket


1 Kabid Keperawatan D III Keperawatan 1 Orang Untuk pendidikan belum
memenuhi standart
2 Karu/Pj Ruangan D III Keperawatan 4 Orang Belum memenuhi
standart
D III Kebidanan 2 Orang
3 HCU Belum ada 5 Orang Sedang dalam proses
4 Perawat pelaksana D III kEPERAWATAN 4 Orang Belum memenuhi
perinatologi Standart
NERS 1 Orang
D III Kebidanan 1 Orang
5 Perawat IGD D III Keperawatan 4 Orang Belum memenuhi
standart
NERS 3 Orang
6 Perawat IBS D III Keperawatan 4 Orang Belum memenuhi
standart
NERS 1 Orang
7 Perawat Rajal D III Keperawatan 3 Orang Belum memenuhi
standart
D III Kebidanan 1 Orang
8 Perawat Gigi D III Keperawatan Gigi 1 Orang
9 Perawat ranap D III Keperawatan 8 Orang Belum memebuhi
standart
NERS 2 Orang
10 Bidan Pelaksana D III Kebidanan 9 0rang

Rata – rata jam ketergantungan pasien

Penyakit Bedah : 3,5 Jam

Penyakit Kandugan dan kebidanan : 3 Jam

Bayi/Neonatus : 2 Jam

Penyakit Dalam : 3,5 Jam

Penyakit Anak : 4 Jam

Perinatologi : 7 Jam

HCU : 7 Jam

IGD : 3 Jam