Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM DISKUSI IMMUNOLOGI

MATERI : IMUNISASI

Kelompok 2

Kelas : A.15.4

Nama Kelompok :

1.

Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan berdasarkan pada literature terpercaya seperti
jurnal, buku, artikel ilmiah lainnya! Tuliskan sitasi pada setiap jawaban dan sertakan literature
pada bagian daftar pustaka!

1. Jelaskan apa itu vaksin dan peranannya bagi kesehatan tubuh


Jawab :
Imunisasai berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Anak diimunisasi, berarti
diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap
suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi adalah
suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap
suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan
sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi
dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme
yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang apabila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi
tertentu. Vaksin adalah bahan yang digunakan dalam menstimulus atau merangsang
pembentukan antibody yang dimasukan dalam tubuh manusia melalui mulut seperti
vaksin polio yang berguna untuk merangsang zat antibody atau melalui suntikan seperti
vaksin campak, DPT dan BCG.
Vaksin adalah produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen kuman yang
telah dilemahkan atau dimatikan yang berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Semua vaksin merupakan produk biologis
yang rentan, memiliki karakteristik tertentu sehingga memerlukan penanganan khusus.
Penyimpangan ketentuan yang ada dapat mengakibatkan kerusakan vaksin sehingga
potensi vaksin akan berkurang atau bahkan hilang. Sekali potensi vaksin berkurang atau
hilang tidak dapat diperbaiki. Kualitas vaksin tidak hanya ditentukan dengan test
laboratorium (uji potensi vaksin), namun juga sangat tergantung pada kualitas
pengelolaannya
Peranan kesehatan bagi manusia vaksin dapat bertahan apabila terserang oleh zat
pathogen seperti serangan bakteri, virus maupun toxic.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan vaksin DPT ditinjau dari sudut pandang
Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
penyakit difteri. Imunisasi DPT ini merupakan vaksin yang mengandung racun, kuman
difteri yang telah. Dihilangkan sifat racunnya akan tetapi masih dapat merangsang
pembentukan zat anti toxic.
a. Jenis vaksin/ sumber vaksin (misalnya : dibuat dari vaksin yang dilemahkan/ vaksin
dalam bentuk senyawa antigen, dll)
Jawab :
Vaksin juga merupakan antigen yang besarnya diperoleh dari usus/bakteri yang
dilemahkan dengan tujuan menimbulkan kekebalan spesifik terhadap antigen virus
tersebut.
b. Peranan dan mekanisme kerja vaksin DPT dalam tubuh, termasuk reaksi yang muncul
setelah pemberian vaksin ini
Jawab :
Vaksin DPT-HB-Hib digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus,
pertussis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenze tipe b secara
simultan. Vaksin jerap DPT adalah vaksin yang terdiri dari toxoid difteri dan tetanus
yang dimurnikan serta bakteri pertusis yang telah diinaktivasi dan teradsorbsi ke
dalam 3 mg/ml alumunium fosfat. Vaksin DPT digunakan untuk memberikan
kekebalan secara simultan terhadap difteri, tetanus, dan batuk rejan. Vaksin
berrbentuk cairan dalam kemasan vial. Satu buah vial berisi 10 dosis.
Mekanisme kerja setelah pemberian imunisasi DPT dapat mengakibatkan organ-
organ tubuh membuat zat antigen atau perlindungan.
Reaksi imunisasi ini adalah biasanya terjadi demam ringan, pembekalan dan rasa
nyeri ditempat suntikan. Jika tidak ditangani dengan cepat maka dapat menyebabkan
kesakitan, kesedaran menurun, terjadi kejang, kerusakan otak dan syok. Kejadian
ikutan yang paling serius adalah terjadinya kejadian ikutin yang paling serius adalah
terjadinya enzefalopati akut reaksi ana viksasis sistemik dengan resiko kematian.
c. Rekomendasi dan implementasi pemberian vaksin DPT (misalnya untuk anak usia…
bulan, diberikan berapa kali, dll)
Jawab :
Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak 5 kali sejak anak berusia 2
bulan hingga 6 tahun. 3 pemberian pertama pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.
Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan dengan
booster 1 kali dengan jarak 1 tahun setelah DPT3. Pada usia 5 tahun (sebelum masuk
SD) diberikan imunisasi DPT (DPaT/Tdap) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi
Td. Pada wanita, imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali
pada ibu hamil, yang bertujuan untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir.
Apabila Imunisasi DPT terlambat diberikan, maka berapa pun interval
keterlambatannya jangan mengulang dari awal, namun langsung lanjutkan imunisasi
sesuai jadwal. Bila anak Anda belum pernah diimunisasi dasar pada usia < 12 bulan,
maka imunisasi dasar DPT dapat diberikan pada usia anak sesuai jumlah dan interval
yang seharusnya.
DAFTAR PUSTAKA

Ali. 2003. Imunisasi pada anak. http://www.library.usu.ac.id

Biofarma. 2014. Mengejar Keterlambatan Imunisasi Anak.


http://www.bumn.go.id/biofarma/berita/3152. 19 Desember 2019

Depkes RI. 2005. Modul pelatihan pengelolaan rantai vaksin. Program imunisasi. Jakarta :
Dinkes Jawa Timur

Hadianti, Dian Nur. Mulyati, Elis dkk. 2014. Buku Ajar Imunisasi. Jakarta : Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.

Kristini, Dewi Tri. 2008. FAKTOR-FAKTOR RISIKO KUALITAS PENGELOLAAN VAKSIN


PROGRAM IMUNISASI YANG BURUK DI UNIT PELAYANAN SWASTA. Semarang.