Anda di halaman 1dari 14

BAB V

ALAT PAMPAT TANAH


(COMPACT'OR)

k UMUM
Untuk pekejaan-peke j a a n landasan pesawat terbang, jalan
raya dan tanggul-tanggul, stabilitas tanah mutlak diperlukan. Sehing-
ga segala usaha hams dilakukan untuk mendapathan kestabilan atau
kepampatan tanah, ialah secara alami atau dengan alat. Secara alami
misalnya dengan menggenangi dan membiarkan tanah menyusut dan
oleh pengaruh maca lambat laun tanah akan pampat dengan sendiri-
nya. Namun cara tersebut memerlukan waktu yang lama dan hasil-
nya m a s h kurang sempurna, sehingga untuk memampatkan tanah
digunakan alat-alat yang sesuai dengan keadaan tanah yang hams di-
pampatkan.
Berbagai cara yang dilakukan dalam usaha pemampatan tanah
secara mekanis yang u m u m dilakukan ialah dengan cara penggilasan
menggunakan roller (penggilas). Klasifikasi rouer yang banyak dike-
nal antara lain seperti berikut ini.
1. Berdasar cara bergeraknya, ada yang bergerak sendiri (self pro-
pelled) dan ada yang ditarik traktor (towed).
2. Berdasar bahan roda-roda penggilasnya, ada yang terbuat dari
baja (steelwhU) dan ada yang terbuat dari karet fpneumatic).
3. Dilihat dari bentuk permukaan mda ada yang bentuk permuka-
annya halus @lain), segment, grid, sheepfwt (kaki domba) dan
lain-lain.
4. Dilihat dari susunan roda-roda gilas aila yang beroda tiga (three
wheU), tundem mlkr (roda dua) dan three ark tundem mlkr.
5. Alat penggilas khusus, misalnya vibrating mUer bekej a m e w -
nakan getaran sebagai unsur utama dalam usaha pemampatan
tanah.
Pemampatan adalah usaha penyusunan butir-butir bahan yang
dipampatkan sehingga rongga-rongga udara dan air yang semula ada
di antara butir-butir dapat dihilangkan atau dibatasi pada proporsi
dan syarat-syarat yang ditentukan dalam pereobaan-percobaan labo-
ratorium tanah. Salah eatu ukuran yang digunakan di Indonesia ada-
lah seperti yang digunakan di Amerika atas dasar ketentuan AASHO
(American Association of State Highway Officials), yang digunakan
untuk standar kepampatan tanah sebagai badan jalan.

Gambar N-1.
Three Whell Roller

B. PENGGILAS RODA TIGA


Penggilas roda tiga (three whell roller) m e ~ p a k a nalat penggi-
las yang tertua dan m p a i sekarang masih digunakan dalam peker-
jam-pekejaan pemampatan. Three Whell Roller ini digunakan untuk
usaha-usaha pemampatan lapisan yang terdiri dari bahan-bahan yang
berbutir kasar, misalnya untuk pembuatan jalan macadam, sehingga
alat ini wring disebut sebagai macadam Roller.
F. SEGMENTROLLER
Untuk tanah yang banyak mengandung lempung (tanah liat),
terutama tanah yang basah, Grid Roller kurang memberi hasil yang
baik, karena tanah akan tertinggal diantara batang-batang besi
anyaman roda Untuk menghindari ha1 tersebut dapat digunakan Seg-
ment Roller yang mdanya tersusun dari lempengan-lempengan baja
kecil-kecil, yang akan memberi tekanan persatuan luas cukup be-
dan dapat masuk ke dalam tanah, sehingga terjadi pemampatan lang-
sung dari bawah.

Sheepfwt Rdler ini termasuk dalam alat pampat yang melindas


dari bawah. Bagian utama roller ini bempa drum yang sekelilingnya
diberi kaki-kaki, sehingga tekanan roller dapat terpusat pada kepala
kaki yang mempakan bidang-bidang kecil, dan memberikan tekanan
persatuan luas yang besar.
Sheepfoot Roller ini mempakan alat pampat yang ditarik, dan
pada waktu ditarik kaki-kaki domba akan maauk kedalam lapisan
tanah, dan dinding drum yang ada pada permukaan lapisan akan
memberikan kernampatan sementara. Sehingga tebal lapisan yang
efektif untuk pemampatan dengan sheepfoot roller ini antara 20 - 25
centimeter, dan bahan tanah yang coeok untuk sheepfoot roller ini
adalah tanah yang banyak mengandung lempung.

Gambar V-7. Sheepfoot Roller


Garnbar V-8. Mesh Grid Roller

Gambar V-9. Segment Roller

H. PNEUMATIC TIRED ROLLER


Roller jenis ini mempunyai roda-roda dari ban karet @neumaticie)
dengan permukaan yang dibuat rata Susaan rodanya dibuat sedemi-
kian rupa sehingga jalur yang dilewati roda depan jatuh diantara
jalur-jalur mda belakang, dengan demikian gil- dapat merata
(b). Jalan membelok

Gambar V-13. Pola penggilasan dengan Compactor

Untuk menjaga kemiringan pada potnngan melintang badan


j a l q . m a k a pekerjaan dimulai dengan jalur-jalur tepi yang terendah
Hal ini karena bahan yang digilas mempunyai kecenderungan untuk
menggeser (melorot) ke tepi bawah. Dengan memampatkan lebih da-
hulu bagian bawah, penggeseran tanah akan tertahan oleh jalur-jalur
yang sudah dipampatkan.
Untuk berpindah jalur sangat dianjurkan pada waktu roller ber-
jalan maju, ha1 ini untuk menghindari agar guide roll tidak t e r t d
menggeser ke arah jalamya driw roll dan merusak permukaan lapis-
an-lapisan yang sudah dibentuk permukaannya
Pada gambar V-13a. seluruh lebar jalan dapat dijalani dalarn 8
pass (lintasan). pada pass ke 9 roller kembali menuju ke jalur yang
pertama. Pengulangan ini dilakukan terus menerus sampai jumlah