Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

EFEKTIVITAS ATORVASTATIN PADA PENDERITA


HIPERLIPIDEMIA

TUGAS FARMAKOLOGI III

Oleh :
Edi Hartono
NPM : 12700301

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2017
BAB I

PENDAHULUAN

Hiperlipidemia (hiperkolesterolemia) adalah keadaan yang ditandai oleh


adanya peningkatan kadar lemak darah, salah satunya dengan peningkatan nilai
kolesterol ≥ 240 mg/dL (Goodman dan Gilman, 2008). Hiperlipidemia merupakan
suatu kejadian dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol dengan atau tanpa
peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Hiperlipidemia atau
hiperkolesrerolemia termasuk salah satu abnormalitas fraksi lipid dalam darah
atau lebih dikenal dengan dislipidemia. Pada dislipidemia terdapat kenaikan kadar
Low Density Lipoprotein (LDL) dan penurunan kadar Haigh Density Lipoprotein
(HDL). Sedangkan pada hiperlipidemia hanya terdapat kenaikan LDL tanpa
penurunan HDL.
Data epidemiologi menunjukkan dengan jelas bahwa pada sebagian
populasi masyarakat terdapat fenomena peningkatan kadar lipid, yang dikaitkan
dengan peningkatan penyakit kardiovaskular dan mortalitas (kematian).
Kebanyakan negara maju berhasil menurunkan resiko kardiovaskular melalui
promosi kesehatan sehingga terjadi perubahan gaya hidup. Di Indonesia sendiri
belum ada data mengenai hal ini. Pengaturan diet makanan saja sebenarnya sangat
bermanfaat untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Namun, pada
sebagian orang diperlukan strategi farmakologis menggunakan obat untuk dapat
mencapai kadar kolesterol yang ditargetkan. Pada pasien yang secara genetik
cenderung mempunyai kadar kolesterol tinggi bahkandiperlukan pengobatan yang
lebih agresif. Terdapat beberapa obat pilihan untuk menurunkan kadar
lipid/kolesterol. Pemilihan obat yang tepat tergantung pada faktor/mekanisme
yang menyebabkan abnormalitas lipid/kolesterol tersebut (Walangare T, 2012).
Untuk menurunkan kadar lipid agar resiko kardiovaskular berkurang,
mayoritas data mendukung pemberian atau atorvastatin 40 mg/hari. Beberapa data
yang lebih baru mendukung penggunaa atorvastatin dosis tinggi , tetapi ada
kekhawatiran mengenai keamanan dan pertimbangan biaya, terutama jika
digunakan untuk masyarakat luas. Manfaat nyata terapi statin jelas terlihat pada
pasien yang beresiko tinggi mengalami kejadian gangguan fungsi jantung, yaitu
pasien dengan kadar lipid yang tinggi, pasien dengan penyakit koroner dengan
beberapa penyakit penyerta (ko‐morbid) atau beberapa faktor resiko sekaligus
(Diana, 2008).
Dalam makalah ini saya membahas tentang efektifitas pemberian
atorvastatin pada penderita hiperlipidemia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. HIPERLIPIDEMIA
1. Definisi
Hiperlipidemia (Hyperlipoproteinemia adalah tingginya kadar lemak
(kolesterol,trigliserida maupun keduanya) dalam darah. Lemak (disebut juga
lipid) adalah zatyang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi
utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau
dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel
lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi
tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak
merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang
membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah
adalah kolesterol dantrigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein
tertentu sehingga bisa mengikuti aliran darah; gabungan antara lemak dan
protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein yang utama adalah :
- Kilomikron
- VLDL (very low density lipoproteins)
- LDL (low density lipoproteins)
- HDL (high density lipoproteins)
Setiap jenis lipoprotein memiliki fungsi yang berbeda dan dipecah serta
dibuang dengan cara yang sedikit berbeda. Misalnya, kilomikron berasal dari
usus dan membawa lemak jenis tertentu yang telah dicerna dari usus ke dalam
aliran darah. Serangkaian enzim kemudian mengambil lemak dari kilomikron
yang digunakan sebagai energi atau untuk disimpan di dalam sel-sel lemak.
Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil)
dibuang dari aliran darah oleh hati. Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui
beberapa cara :
a) Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein
yang masuk ke dalam darah.
b). Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari
dalam darah.
Kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah (terutama kolesterol) bisa
menyebabkan masalah jangka panjang. Risiko terjadinya aterosklerosis dan
penyakit arteri koroner atau penyakit arteri karotis meningkat pada seseorang
yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi. Kadar kolesterol rendah
biasanya lebih baik dibandingkan dengan kadar kolesterol yang tinggi, tetapi
kadar yang terlalu rendah juga tidak baik. Kadar kolesterol total yang ideal
adalah 140-200 mg/dL atau kurang. Jika kadar kolesterol total mendekati 300
mg/dL, maka resiko terjadinya serangan jantung adalah lebih dari 2 kali.
Tidak semua kolesterol meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.
Kolesterol yang dibawa oleh LDL disebut juga kolesterol jahat
menyebabkan meningkatnya risiko; kolesterol yang dibawa oleh HDL disebut
juga kolesterol baik menyebabkan menurunnya risiko dan menguntungkan.
Idealnya, kadar kolesterol LDL tidak boleh lebih dari 130 mg/dL dan kadar
kolesterol HDL tidak boleh kurang dari 40 mg/dL. Kadar HDL harus meliputi
lebih dari 25 % dari kadar kolesterol total. Sebagai faktor resiko dari penyakit
jantung atau stroke, kadar kolesterol total tidak terlalu penting dibandingkan
dengan perbandingan kolesterol total dengan kolesterol HDL atau
perbandingan kolesterol LDL dengan kolesterol HDL. Apakah kadar
trigliserida yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung atau
stroke, masih belum jelas. Kadar trigliserida darah diatas 250 mg/dL
dianggap abnormal, tetapi kadar yang tinggi ini tidak selalu meningkatkan
risiko terjadinya aterosklerosis maupun penyakit arteri koroner. Kadar
trigliserid yang sangat tinggi (sampai lebih dari 800 mg/dL) bisa
menyebabkan pankreatitis. (UPT- Balai Informasi Tekhnologi LIPI, 2009)
2. Penyebab
Kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan
dengan bertambahnya usia. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang
lebih tinggi, tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai
meningkat. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar lemak tertentu
(misalnya VLDL dan LDL) adalah :
a) Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
b) Obesitas
c) Diet kaya lemak
d) Kurang melakukan olah raga
e) Penggunaan alkohol
f) Merokok sigaret
g) Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
h) Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Sebagian besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol
total bersifat sementara dan tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari
makan lemak. Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki
kecepatan yang berbeda. Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani
dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dL,
sedangkan yang lainnya menjalani diet rendah lemak yang ketat dan tidak
pernah memiliki kadar kolesterol total dibawah 260 mg/dL. Perbedaan ini
tampaknya bersifat genetik dan secara luas berhubungan dengan perbedaan
kecepatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran darah.
Tabel 2.1. Penyebab tingginya kadar lemak
Kolesterol Trigliserida
Diet kaya lemak jenuh & Diet kaya kalori
kolesterol
Sirosis Penyalah-gunaan alcohol akut
Diabetes yang tidk terkontrol Diabetes yang sangat tidak terkontrol
dengan baik
Kelenjar tyroid yang kurang aktif Gagal ginjal
Kelenjar hypopise yang terlalu Obat-obatan tertentu :
aktif - Estrogen
- Pil KB
- Kortikosteroid
- Diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)
- Keturunan
Gagal ginjal
Porfiria
Keturunan

3. Gejala
Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadang-
kadang, jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk suatu
pertumbuhan yang disebut xantoma di dalam tendo (urat daging) dan di
dalam kulit. Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg/dL atau
lebih) bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa serta gejala - gejala dari
pancreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat). (UPT- Balai Informasi
Tekhnologi LIPI, 2009)

4. Diagnosa
Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total.
Untuk mengukur kadar kolesterol LDL, HDL dan trigliserida, sebaiknya
penderita berpuasa dulu minimal selama 12 jam.
Tabel 2.2 Kadar lemak darah
Pemeriksaan laboratorium Kisaran yg ideal (mg/dL darah)
Kolesterol total 120-200
Kilomikron Negatif (setelah berpuasa selama 12
VLDL jam)
1 – 30
LDL 60 – 100
HDL 35 – 65
Perbandingan LDL dengan HDL < 3,5
Trigliserida 10 – 160

5. Klasifikasi Hiperlipidemia
Ada dua jenis hiperlipidemia, yaitu hiperlipidemia primer dan
sekunder.
1) Hiperlipidemia Primer
Hiperlipidemia primer banyak yang disebabkan oleh karena kelainan genetik.
Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium
secara kebetulan, yaitu waktu chekcup. Ini disebabkan karena pada umumnya
tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya
xantoma.
2) Hiperlipidemia Sekunder
Hiperlipidemia sekunder adalah peningkatan kadar lipid darah yang
disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misalnya diabetes melitus, gangguan
tiroid, penyakit hepar dan penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder
merupakan suatu hal yang reversibel. Bila kelainan primernya baik,
hiperlipidemia akan hilang (Arjatmo dan Utama, 2004).
6. Terapi
a. Non farmakologi
 Pengaturan Diet
 Penurunan berat badan
 Peningkatanaktifitas fisik
b. farmakologi
1) Golongan Resin
Obat golongan resin ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di
usus halus dan mengeluarkannya melalui tinja sehingga sirkulasi
enterohepatik obat ini menurun. Akibatnya, terjadi peningkatan fungsi
reseptor LDL dan peningkatan bersihan LDL plasma. Obat golongan ini
terutama berpengaruh pada kadar kolesterol LDL dan sedikit atau tidak
ada pengaruhnya pada kadar TG (trigliserida) dan kolesterol HDL.
Pemakaian obat ini pada pasien hipertrigliseridemia berat (>500 mg/dl)
bahkan akan lebih meningkatkan kadar TG. Efek samping utamanya ialah
pada saluran cerna sehingga perlu perhatian khusus pada pasien viseropati
diabetik. Sediaan yang ada di Indonesia adalah kolestiramin dan kolestipol
(Munaf, 2009).
2) Golongan Asam Nikotinat
Asam nikotinat (niasin) menurunkan kadar kolesterol dan trigliserid
plasma. Kemampuan niasin untuk mengurangi pembentukan trigliserid
dalam hepar dapat disebabkan oleh penurunan konsentrasi asam lemak
bebas dalam darah, dan hampir seluruh asam lemak dalam darah berasal
dari jaringan lemak. Asam lemak bebas dalam sirkulasi merupakan sumber
utama dari asam lemak yang digunakan untuk sintesis trigliserid dalam
hepar. Karena itu, penurunan kadar asam lemak bebas dalam darah dapat
menurunkan sintesis trigliserid (Munaf, 2009).
3) Obat Golongan Statin
Obat-obat golongan inhibitor HMG-CoA reduktase disebut juga sebagai
golongan statin merupakan golongan antihiperlipidemia yang terbaru.
Obatobat golongan statin ini bekerja sebagai inhibitor kompetitif enzim
HMGCoA reduktase yang reversibel. Karena aktivitasnya yang kuat
terhadap enzim, semua statin ini efektif sebagai antihiperlipidemia dengan
cara berkompetitif menempati reseptor HMG-CoA reduktase. HMG-CoA
reduktase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk konversi HMG-
CoA menjadi asam mevalonat yang merupakan tahap awal dalam jalur
biosintesis kolesterol. Penghambatan biosintesis kolesterol hati oleh
inhibitor HMG-CoA reduktase meningkatkan ekspresi reseptor LDL
dalam mengikat partikel LDL dalam hepar dan mengeluarkannya dari
sirkulasi. Jadi, efek obat ini adalah menurunkan sintesis kolesterol dalam
sel hati dengan cara meningkatkan jumlah reseptor LDL sehingga
katabolisme kolesterol semakin banyak terjadi, serta meningkatkan
bersihan LDL plasma yang mengakibatkan penurunan kadar kolesterol
LDL dan kolesterol total dalam darah. Obat golongan ini hanya sedikit
mempengaruhi kadar TG darah sehingga digunakan terutama pada pasien
hiperkolesterolemia, dan tidak efektif untuk hiperkolesterolemia familial
homozigot, yang tidak terdapat reseptor LDL fungsional (Munaf, 2009).
4) Asam Lemak Omega-3
Minyak ikan, kaya akan sam lemak omega-3 yaitu asam eicosapentaenoic
(EPA) dan asam docasahexaenoic (DHA). Minyak ikan menurunkan
sintesis VLDL dengan demikian dapat juga menurunkan kadar kolesterol.
Obat ini dipasarkan dalam bentuk kapsul dengan dosis yang tergantung
dari jenis ikan asam lemak omega-3. Dosis obat terantung dari jenis
kombinasi asam lemak, dengan contoh Maxepa yang terdiri dari atas 18%
asam eicosapentaenoic (EPA) dan 12 % asam docasahexaenoic diberikan
dengan dosis 10 kapsul sehari (Sudoyo et al, 2008).
Tabel 2.3. Obat-obat yang digunakan untuk menurunkan kadar lemak darah
Jenis Obat Contoh Cara kerja
Penyerap asam Kolestiramin Mengikat asam pempedu di
empdu Kolestipol usus
Meningkatkan pembuangan
LDL dari aliran darah

Penghambat Niasin Mengurangi kecepatan


sistesa pembentukan VLDL
lipoprotein (VLDL merupakan
prekursos dari LDL)
Penghambat Adrenalin fluvastatin Menghambat pembentukan
koenzim Lovastatin kolesterol
reduktase Pravastatin Meningkatkan pembuangan
Simvastin LDL dari aliran darah
Atorvastatin

B. ATORVASTATIN
1. Struktur

Gambar 1: Struktur kimia bebeapa obat golongan statin (Barrios-Gonzales, 2010).


2. Definisi
Atorvastatin merupakan golongan obat dari Statin yang dapat
menghambat secara kompetitif koenzim 3-hidroksi-metilglutaril (HMG
CoA) reduktase, yakni enzim yang berperan pada sintesis kolesterol,
terutama dalam hati. Obat-obat ini lebih efektif dibandingkan obat-obat
hipolipidemia lainnya dalam menurunkan kolesterol-LDL tetapi kurang
efektif dibanding fibrat dalam menurunkan triglisetida (Barrios-Gonzales,
2010).
3. Indikasi
Sebagai terapi tambahan pada diet untuk mengurangi peningkatan
kolesterol total, c-LDL, apolipoprotein B dan trigliserida pada pasien
dengan hiperkolesterolemia primer, kombinasi hiperlipidemia,
hiperlipidemia hiterezigous dan homozigous familialketika respon
terhadap diet dan pengukurn non farmakologi lainnya tidak mencukupi.
Pada pasien pediatrik (10-17 tahun) sebagai terapi tambahan padadiet untuk
mengurangi kadar kolesterol total, c-LDL dan Apo-B pada laki-laki dan
wanita yang telah mengalami menstruasi, usi 10-17 tahun dengan
hiperkolesteolemia heterozigous familial jika setelah trial yang cukup dari
terapi diet, diketahui :
 c-LDL tersisa ≥ 190 mg/dl atau
 c-LDL tersisa ≥ 160 mg/dl atau
 atau positiof mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit
kardiovaskuler
 dua atau lebih faktor resiko CDV terdapat pada pasien pediatrik
4. Interaksi
Antasid, Antipirin, Kolestipol, Digoksin, Eritromisin/klaritromisin,
Kontrasepsi oral, Inhibitor protease
5. Efeksamping
Atorvastatin dapat menyebabkan efek samping :

• diare
• Mulas
• gas
• nyeri sendi
• lupa atau kehilangan ingatan
• kebingungan
Beberapa efek samping bisa serius. Gejala berikut jarang terjadi, tapi jika
Anda mengalami salah satu dari mereka, hubungi dokter Anda atau segera
dapatkan bantuan medis darurat:
• nyeri otot, nyeri tekan, atau kelemahan
• kekurangan energi
• demam
• sakit dada
• mual
• kelelahan ekstrim
• kelemahan
• pendarahan yang tidak biasa atau memar
• kehilangan selera makan
• Nyeri di bagian kanan atas perut
• Gejala mirip flu
• urine berwarna gelap
• menguningnya kulit atau mata
• ruam
• gatal
• kesulitan bernafas atau tertelan
• Bengkak pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki,
pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah
• suara seraka
6. Dosis
Hiperkolesterolemia primer dan hiperlipidemia campuran, biasanya 10
mg sekali sehari, bila perlu ditingkatkan dengan interval 4 minggu hingga
hingga maksimal 80 mg sehari.
Hiperkolesterolemia turunan, dosis awalnya 10 mg sehari tingkatkan
dengan interval 4minggu sampai 40 mg sekali sehari, bila perlu tingkatkan
lebih lanjut sampai maksimal 80 mg sekali sehari, (atau dikombinasi
dengan resin penukar anion pada hiperkolesterolemia turunan heterozigot).
Anak 10-17 tahun hingga 20 mg sekali sehari.
7. Kandungan
1) Zat aktif adalah atorvastatin. Setiap tablet berlapis atorvastatin 10, 20,
40, mg mengandung masing-masing atorvastatin 10,20, 40 mg dari
atorvastatin.
2) Bahan lainnya adalah natriun hidroksida, natriun laurilsulfat,
hidroksipropilselulosa, laktosa monohidrat, selulosa mikrokristalin,
natrium krosermelat, crospovidon, magnesium stearat dalam inti tablet
dan polivinil alkohol, titanium dioksida (E171), macrogol 3000 dan talc
dalam lapisan
3) Tablet berlapis 10, 20, dan 40 mg berwarna putih, bulat sedikit cembung
(Pionas Pom, 2011).
BAB III
PEMBAHASAN

Hiperlipidemia (hiperkolesterolemia) adalah keadaan yang ditandai oleh


adanya peningkatan kadar lemak darah, salah satunya dengan peningkatan nilai
kolesterol ≥ 240 mg/dL (Goodman dan Gilman, 2008). Hiperlipidemia di bagi
menjadi dua yaitu primer dan skunder.
 Hiperlipidemia skunder yaitu monogenik (disebabkan oleh efek genetik
tunggal)&poligenik (disebabkan oleh efek genetik & dan faktor lain).
 Hiperlipidemia skunder yaitu disebabkan oleh penyakit lain yaitu (
diabetes, bulimia, gagal ginjal kronis, hipotiroid, sindroma nifotik,
abstruksi sel empedu).
Definisi oprasiaonal + total kolesterol + LDL, HDL, TG, bila TG > 400 mg/dl, rumus
menjadi tidak akurat sehingga LDL harus di ukur secara langsung.
Lipoprotein mempunyai fungsi sebagai :
 Kilomikron : mentranport TG dari lumen usu ke plasma melalui sistem
limfe
 LDL : transport utama kolesterol.
 VLDL : membawa kolesterol & TG hasil sintesi endogen
 HDL : mediasi tranport balik kolesterol dari jaringan perifer ke hepar

Atorvastatin merupakan bagian dari statin yang berfungsi untuk


treatment untuk hiperlipidemia, yang mempunyai mekanisme kerja inhibitor
kompot itif dari enzim HMG coA reduktase (enzim dalam biosintesis kolesterol).
Dan berperan sebagai penurun sintesi kolesterol. Atorvastatin mempunyai efek
paling poten dalam golongan statin, dapat menurunkan TG.
Dosis Hiperkolesterolemia primer dan hiperlipidemia campuran,
biasanya 10 mg sekali sehari, bila perlu ditingkatkan dengan interval 4 minggu
hingga hingga maksimal 80 mg sehari.
Hiperkolesterolemia turunan, dosis awalnya 10 mg sehari tingkatkan dengan
interval 4minggu sampai 40 mg sekali sehari, bila perlu tingkatkan lebih lanjut
sampai maksimal 80 mg sekali sehari,
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad H, 2011. Penatalaksanaan Hiperlipidemia. Berkala Ilmu Kedokteran Jilid


XXIII. Jakarta : Pionas Pom.
Barrios-Gonzales, Marinda RU, 2010. Biothecnological prodoction and
application of statin. Appl Microbiol Biotechnol 85:869-883.
Diana Lyrawati, 2008, Jurnal Of Dislipidemia Terapi Obat
Goodman dan Gilman, 2008. new cholesterol‐lowering drug. Drugs and
Therapeutics. ADLN_Perpustakaan Universitas Airlangga.
UPT- Balai Informasi Tekhnologi LIPI, 2009 Journal of Medicine