Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Medan Jurusan Kesehatan Lingkungan
merupakan institusi pendidikan yang akan menghasilkan tenaga professional di bidang sanitasi
dan kesehatan lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka mahasiswa tentunya perlu
dibekali berbagai macam proses belajar mengajar baik teori yang diberikan di ruang kelas,
maupun praktek di laboratorium maupun praktikum yang diberikan di bengkel kerja atau
workshop dan pengalaman belajar lapangan di berbagai institusi/perusahaan yang berhubungan
dengan kurikulum yang ada di jurusan kesehatan lingkungan.
Salah satu mata kuliah yang perlu mendapatkan pengalaman belajar lapangan adalah sanitasi
tempat tempat umum dan pariwisata. Praktek kerja Institus (PKI) bidang STTU ini dilaksanakan
agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan dan dapat memahami serta
membandingkan teori yang di peroleh nya di bangku kuliah dengan kenyataan yang didapatkan
di lapangan. Agar mahasiswa dapat praktek dengan benar dan terarah, mereka di bina dan di
bimbing oleh dosen pembimbing institusi dan pembimbing dari pengelola STTU agar mahasiswa
mampu mengetahui, menganalisa permasalahan yang ditemui serta dapat memberikan
alternative pemecahannya dengan baik.
Menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik
secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomi (Dikutip dari UU Kesehatan No. 36 tahun 2009, 2009:4).
Kegiatan PKI dilaksanakan disebuah hotel pada kabupaten/kota dan diharapkan terus berlanjut
sesuai dengan kerjasama antara Politeknik Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah Daerah.
PKI dilaksanakan dengan pendekatan Sientifik, Partisipative dan Komprehensif dalam
memecahkan masalah khususnya Kesehatan Lingkungan.
Dalam Rangka menjalankan tugas nantinya maka PKI di Semester V di Jurusan Kesehatan
Lingkungan Politeknik Kesehtan mutlak harus dilaksanakan secara komprehensif melalaui
kegiatan pemecahan masalah (Problem solving) di masyarakat yang mencakup kegiatan
identiikasi masalah, melakukan evaluasi kegiatan dan pembuatan laporan.

B. Tujuan Praktek Kerja Institusi


a. Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen dan kualitas lingkungan hotel yang
dapat mempengaruhi kesehatan manusia.
2. Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan pengawasan dan pencacatan hasil
pemeriksaan sanitasi hotel.
3. Mampu memberikan alternative pemecahan masalah yang ditimbulkan oleh
penyimpangan persyaratan sanitasi hotel.

b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu melaksanakan persiapan sebelum melakukan Peraktek Kerja
Institusi Di TTU.
2. Mahasiswa mampu membuat “planning of action” POA dalam kegiatan Peraktek
Kerja Institusi di TTU.
3. Mahasiswa mampu menentukan komponen dan kualitas lingkungan hotel yang
memenuhi syarat.
4. Mahasiswa mampu mengadakan penilaian dengan menggunakan alat ppengukur
atau standart ukuran tertentu yang di syaratkan.
5. Mahasiswa mampu memberikan saran-saran perbaikan apabila setelah
diadakannya penilaian, ditemukannya masalah kepada pengelolah tempat-tempat
umum.
6. Mahasiswa mampu memberikan penyuluhan sebagai upaya penanggulangan
masalah yang ditimbulkan oleh penyimpangan persyaratan sanitasi tempat-
tempat umum.
7. Mahasiswa mampu memberikan bimbingan sebagai upaya penanggulangan yang
ditimbulkan oleh penyimpangan persyaratan sanitasi tempat-tempat umum.

C. Ruang Lingkup

Peraktek kerja Institusional di KKP dan Tempat-Tempat Umum (TTU) mahasiswa prodi D-
III Kesehatan Lingkungan tahun 2019 dirumuskan oleh tim penyusun pedoman peraktek kerja
Institusi Jurusan Kesehatan Lingkungan, berlokasi di Hotel dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Pengetahuan dan Keterampilan khusus ynang diharapkan setelah melakukan kegiatan praktek kerja
institusi, mahasiswa dapat memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan khusus dari tempat sebagai
berikut :
1. Mengetahui cara-cara pelaksanaan Sanitasi House Keeping meliputi :
 Keberhasilan ruangan atau kamar hotel
 Keberhasilan fasilitas dan perabotan dalam kamar hotel
 Kebersihan dan bangunan hotel
 Keberhasilan lingkungan sekitar hotel dan tempat parkir
2. Mengetahui cara-cara pelaksanaan sanitasi dasar hotel :
 Penyehatan air di hotel (Penyediaan air minum, air panas, dan air bersih)
 Pengelolaan sampah di hotel
 Pengelolaan air limbah di hotel
 Pemberantasan tikus dan serangga di hotel
3. Mengetahui cara-cara pelaksanaan sanitasi makan dan minuman (Food and Beverange)
di hotel meliputi :
 Kesehatan dan personal hygiene penjamah makanan
 Kebersihan tempat pengolahan makanan
 Cara pengolahan makanan yang bersih dan saniter
 Kebersihan tempat penyajian makanan
4. Mengetahui sanitasi khusus hotel :
 Pengelolaan Laundry
 Ruang khusus karyawan
 Sanitasi Kolam Renang
 Coffe Shop
 Gedung Pertemuan
 dll
5. Mengetahui cara inspeksi sanitasi hotel
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 1.Pengertian Hotel

Hotel merupakan suatu industri atau usaha jasa yang dikelola secara komersial.Artinya dalam
menyediakan jasa yang biasa juga dsebut sebagai “product” kepada calon konsumen dengan tujuan
untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Produk jasa yang disediakan hotel umumnya
terdiri dari dua bentuk yaitu
1. Produk nyata (Tangible Product) yang meliputi fasilitas hotel seperti kamar tidur, restoran, bar,
swimming poll, coffee shop, binatu/loundry dan lain sebagainya
2. Produk tidak nyata (Intangible Product) yang meliputi pelayanan jasa seperti layanan makanan
dan minuman, layanan kebersihan kamar, layanan kantor depan dan lain sebagainya. Tangible
product lebih menekankan kepada penyediaan sarana dan prasarana pendukung (fasilitas fisik hotel),
sedang Intangible product lebih menekankan pada penyelenggaraan layanan jasa yang dilakukan
oleh petugas-petugas atau pegawai hotel kepada tamu.
Terkait hal tersebut di atas, Soekadijo (1995:92) mengemukakan bahwa :untuk melaksanakan
pemberian jasa yang demikian itu hotel menyediakan fasilitas-fasilitas dan pelayanan-pelayanan
yang pokok-pokoknya berupa :

a. Tempat untuk beristirahat dan kamar tidur,


b. Tempat dan ruangan untuk makan dan minum; restoran, Kolam Renang.
c. Toilet dan kamar mandi
d. Pelayanan umum untuk memenuhi segala macam kebutuhan lain dari para tamu

Hotel sebagai suatu usaha jasa merupakan sarana pendukung kegiatan pariwisata, dimana
pengelolaannya dilakukan secara profesional dan didukung oleh tenaga-tenaga yang memiliki
kompetensi/keterampilan baik dalam bidang perhotelan.Dengan keterlibatan hotel sebagai sarana
pendukung pariwisata ini diharapkan dapat membuka dan memperluas lapangan kerja bagi
masyarakat.

2.1.1 Pengertian Dan Peranan Higiene Dan Sanitasi Hotel

1. Pengertian Sanitasi dan Hygiene

Sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik manusia yang
mempengaruhi atau mungkin dipengaruhi, sehingga merugikan perkembangan fisik, kesehatan, dan
kelangsungan hidup.
Hygiene (ilmu kesehatan) adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang berguna bagi
kesehatan.Secara garis besar perbedaan antara hygiene dan sanitasi adalah terletak pada hal bahwa
hygiene lebih mengarahkan keaktifannya kepada manusia (perseorangan atau masyarakat umum)
sedangkan sanitasi lebih menitik beratkan pengendalian faktor-faktor lingkungan hidup manusia.
Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan
makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan
perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima
tanpa adanya perjanjian khusus.
Sedangkan pengertian yang dimuat oleh Grolier Electronic Publishing Inc.(1995) yang
menyebutkan bahwa : Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan,
dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum.

Selanjutnya dijelaskan oleh United State Lodging Industri bahwa, yang utama hotel terbagi
menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :
1. Transient Hotel, adalah hotel yang letak / lokasinya ditengah kota dengan jenis tamu yang
menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
2. Residential Hotel, adalah hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk
apartemen dengan kamar-kamarnya dan disewakan secara bulanan atau tahunan. Residential Hotel
juga menyediakan kemudahan-kemudahan, seperti : layaknya hotel, seperti : restoran, pelayanan
makanan yang diantar ke kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.
3. Resort Hotel, adalah hotel yang pada umumnya berlokasi dan juga ruang serta fasilitas
konfrensi untuk tamu-tamunya.
Hotel merupakan sektor industri yang bergerak dalam bidang jasa dan sangat berpengaruh
terhadap perkembangan kepariwisataan, dimana hotel dituntut dapat memberikan kepuasan kepada
tamu baik dari fasilitas yang disediakan dalam memenuhi kebutuhan tamu.Oleh sebab itu, pihak
hotel harus mampu menciptakan suasana yang di butuhkan oleh tamu, salah satu caranya
meningkatkan Higiene dan Sanitasi.
Hotel yang saniter akan sangat menunjang dalam memberikan kepuasan kepada para
pengunjung. Dalam hal ini sanitasi dapat mempunyai peranan Phisik dan Psikologi.
1. Peranan Phisik
Sanitasi diharapkan dapat memberikan jaminan kebersihan umum di luar atau di dalam bangunan
hotel. Pengertian kebersihan disini dalam arti luas yang meliputi : kebersihan air, makanan-
minuman, kuman – kuman dapur, WC, peralatan serta bebas dari ganguan serangga dan binatang
pengerat (Tikus).
2. Peranan Psikologis
Peranan sanitasi hotel disini adalah dapat menjamin rasa kepuasan dari para tamu/pengunjung hotel
tersebut maupun para karyawan/pengelolaan hotel.Kepuasan tersebut dalam arti memberikan rasa
“relax”, comfort, security, safety dan Privacy.

2. Manfaat Sanitasi Hotel

Sanitasi hotel mempunyai manfaat yaitu :


a. Manfaat dari segi kesehatan.
b. Menjamin lingkungan kerja yang saniter.
c. Melindungi tamu maupun karyawan hotel dari gangguan faktor lingkungan yang merugikan
kesehatan fisik maupun mental.
d. Mencegah terjadinya penularan penyakit dan penyakit akibat kerja.
e. Mencegah terjadinya kecelakaan.
f. Manfaat dari segi “Business Operational’ Hotel.
g. Keadaan hotel yang saniter sangat berguna untuk “Sales Promotion” yang secara tidak
langsung dapat meningkatkan jumlah tamu.
h. Meningkatkan nilai peringkat dari hotel tersebut.

3. Sasaran Sanitasi Hotel

1. Sasaran sanitasi di wilayah luar bangunan hotel


Adapun tempat-tempat diluar bangunan hotel yang perlu diperhatikan dalam penerapan higiene dan
sanitasi hotel, antara lain :
a. Tempat parkir
· Cukup luas untuk menampung kendaraan tamu hotel sebagai patokan untuk setiap 5 kamar perlu
disediakan 1 tempat parkir.
· Lantai parkir harus keras, sebaiknya diaspal atau dibeton, sehingga tidak becek pada waktu
hujan dan tidak berdebu pada waktu musim kemarau.
· Diberikan lampu penerangan sesuai luas tempat parkir.
· Perlu dipasang rambu – rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya ketidak teraturan
kendaraan.
· Perlu disediakan gardu parkir lengkap dengan WC dan urinoir.
b. Pertamanan dan pertanaman
Yang dimaksud disini ialah sebidang tanah yang ditanami oleh berbagai macam tanaman dengan
maksud untuk memperindah pemandangan, mencegah terjadinya erosi, menjaga kesegaran udara.
c. Penyediaan air
Penyediaan air untuk hotel perlu mendapat perhatian dan harus memenuhi persyaratan standart
sesuai peraturan yang berlaku (Permenkes No. 416/Menkes/PU/IX/1990).Penyediaan air untuk hotel
dapat diperoleh dari :
· Air ledeng ( PAM)
· Air tanah (Sumur bor)

d. Pembuangan Sampah
Secara umum cara – cara penanganan sampah meliputi 4 kegiatan, yaitu :
· Penampungan.
· Pengumpulan.

· Pengangkutan.
2. Sasaran sanitasi di wilayah dalam bangunan hotel
Sasaran sanitasi di wilayah dalam bangunan hotel meliputi sanitasi umum, sanitasi kamar dan lain-
lain.
a. Sanitasi umum
Sasaran sanitasi umum ini meliputi bangunan/gedung hotel.
· Harus kuat/kokoh, tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan
tikus.
· Penggunaan ruangan dipergunakan sesuai dengan fungsinya.
· Konstruksi lantai bersih dan tidak licin.
· Bagian yang selalu kontak dengan air dibuat miring ke arah saluran pembuangan air agar tidak
membentuk genangan air.
· Dinding bersih permukaan yang selalu berkontak dengan air harus kedap air.
· Atap harus kuat dan tidak bocor serta tidak memungkinkan terjadinya genangan air.
· Tinggi langit-langit dari lantai minimal 2,5 meter.
· Pintu dapat dibuka dan ditutup serta dikunci dengan baik serta dapat mencegah masuknya
binatang pengganggu.
· Pencahayaan.
Adapun pembagian-pembagiannya sebagai berikut :
- Ruang untuk kegiatan dengan resiko kecelakaan tinggi > 300 lux
- Lampu tamu > 60 lux.
- Lampu tidur > 5 lux.
- Lampu baca > 100 lux .
- Lampu relax> 30 lux.
- Fasilitas hotel meliputi kebersihan tirai, karpet, furniture, elevator dan lain-lain.
b. Sanitasi kamar

Kamar merupakan suatu bagian dari hotel yang sangat penting agar para tamu bebas dapat
beristirahat dan melakukan apa saja tanpa terganggu. Syarat sanitasi kamar hotel meliputi :

1. Kebersihan umum
Kamar harus selalu dibersihkan setiap hari karena kamar dapat dikotori oleh debu, zat kimia bahkan
lumut, jamur atau kuman.Pengotoran oleh debu dapat dihilangkan dengan jalan menyapu dan
membersihkan ruangan termasuk perabotan kamar yang ada secara rutin.Pengotoran oleh zat kimia
misalnya noda-noda pada lantai, dinding, taplak meja dan lain-lain dibersihkan dengan memakai zat
kimia tertentu yang dapat dipakai untuk menghilangkan noda-noda tersebut.Sedangkan pengotoran
oleh lumut atau cendawan dapat terjadi apabila dalam keadaan lembab, ini dapat dicegah dengan
mencari sumber terjadinya kelembaban tersebut kemudian diperbaiki.
2. Kebersihan dan persyaratan fasilitas dan peralatan kamar
a. WC/Urinoir
Pada umumnya, disuatu hotel terutama yang bertaraf internasional WC biasanya tidak berdiri sendiri
tetapi bersama-sama dengan urinoir dan kamar mandi berada dalam satu unit ruangan tersendiri yang
disebut toilet room dan biasanya berada dalam kamar. Persyaratan untuk WC/urinoir :
· Bersih dan tidak berbau.
· Tipenya harus water seal (closet) dan dilengkapi tempat cuci tangan.
· Pada hotel yang bertaraf internasional perlu dilengkapi kertas toilet.
· Harus di disinfeksi baik di lantai maupun bagian luar dari howl toiletnya tiap kali tamu check
out.
b. Kamar Mandi
Persyaratan untuk kamar mandi :
· Bersih dan tidak berbau.
· Lantai tidak boleh licin.
· Dibuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak merembeskan air.
· Dinding kamar mandi harus dari bahan kedap air.
· Bila memakai bath tubo perlu di lengkapi dengan shower, kran air dingin dan panas, tirai
penutup dan keset kaki serta di lengkapi kaca toilet.
c. Tempat Tidur
Secara umum, persyaratan untuk kamar tidur sebagai berikut :
· Kondisi ruangan tidak pengap dan berbau.
· Bebas dari kuman-kuman patogen.
· Bersih dan tertata rapi.
· Suhunya sekitar 18-28 0 c.
· Kelembaban sekitar 40-70 %.
· Dinding, pintu, jendela yang tembus pandang atau cahaya dilengkapi dengan tirai.
d. Penerangan
Persyaratan untuk penerangan kamar :
· Harus dapat memberikan suasana tenang.
· Tidak menyilaukan.
· Untuk beberapa jenis lampu tetentu perlu dipasang kop lampu agar sinarnya tidak langsung
menyinari tempat tidur. Intensitas cahaya yang diperlukan adalah sebagai berikut :
1. Lampu untuk pintu masuk : 25-40 watt.
2. Lampu langit-langit kamar : 100 watt.
3. Lampu untuk tirai : 40 watt.
4. Lampu meja kamar : 40-60 watt.
5. Lampu baca : 40 watt.
6. Lampu tidur pojok : 25 watt.
C. Klasifikasi Hotel

Di Indonesia pada tahun 1970 oleh pemerintah menentukan klasifikasi hotel berdasarkan
penilaian-penilaian tertentu sebagai berikut :
· Luas Bangunan.
· Bentuk Bangunan.
· Perlengkapan (fasilitas)
· Mutu Pelayanan.
Namun pada tahun 1977 ternyata sistem klasifikasi yang telah ditetapkan tersebutdianggap tidak
sesuai lagi.Maka dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No.PM.10/PW. 301/Pdb –
77tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum
didasarkan pada :

· Jumlah Kamar yang tersedia.


· Fasilitas yang tersedia.
· Peralatan yang digunakan.
· Mutu Pelayanan ( yang dimiliki ).
Pada tahun 1970-an sampai dengan tahun 2001, penggolongan kelas hotel bintang 1sampai dengan bintang 5
lebih mengarah ke aspek bangunannya seperti luas bangunan, jumlah kamar dan fasilitas penunjang hotel dengan
bobot penilaian yang tinggi. Tetapi sejak tahun 2002 berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata No.KM 3/HK 001/MKP 02 tentang penggolongan kelas hotel, bobot penilaian aspek
mutu pelayanan lebih tinggi dibandingkan dengan aspek fasilitas bangunannya.

Pengelompokan hotel menurut standard hotel yaitu :

· Hotel international standard.


· Hotel semi international standard.
· Hotel national standard.
· Hotel non national standard ( non claccipied ).
Penentuan standard hotel tersebut didasarkan atas beberapa system yaitu :
· Management system ( sistem pengelolaan ).
· Room capacity system ( sistem kapasitas kamar ).
· Facilities system ( sistem fasilitas yang dimiliki ).
· Employment system ( sistem penempatan pegawai ).
· Administration system ( sistem administrasi ).
Pengelompokan jenis hotel menurut ukuran besar / kecilnya hotel yaitu :
· Hotel kecil ( small hotel ) : jumlah kamarnya kurang dari 26 kamar tamu.
· Hotel rata – rata kecil sedang ( small average size hotel ): jumlah kamar 26 – 99 kamar tamu.
· Hotel rata – rata sedang menengah ( medium average size hotel ) : jumlah kamar 100– 299
kamar tamu.
· Hotel besar ( large hotel ) : jumlah kamar 300 – 3000 kamar tamu.
Pengelompokan hotel menurut sistem perencanaan / penentuan tarifnya yaitu :
· European Plan ( EP ) : sistem penentuan tarif yang dicantumkan hanya harga sewa kamarnya
tidak termasuk makan – minum dan lainnya.
· American Plan ( AP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar ala Amerika dimana hargayang
ditawarkan termasuk sewa kamar + 3 kali makan.
· Full American Plan ( FAP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang ditawarkan
termasuk sewa kamar + 3 kali makan + 3 extras.
· Modified American Plan ( MAP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang
ditawarkan termasuk sewa kamar + 2 meals.
· Bermuda Plan atau Dual Plan ( BP / DP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga
yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 1 breakfast.
· Continental Plan ( CP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang ditawarkan
termasuk sewa kamar + 1 breakfast ala continental.
Pengelompokan hotel menurut lokasi yaitu :
· City Hotel atau Business Hotel.
· Highway hotel atau motor hotel.
· Mountain hotel.
· Resort hotel atau beach hotel.
Pengelompokan hotel menurut ukuran mayoritas tamunya yang menginap yaitu :
· Hotel yang mayoritas tamunya “ businessman “ disebut business hotel.
· Hotel yang mayoritas tamunya remaja disebut youth hotel ( hostel ).
· Hotel yang mayoritas tamunya adalah wanita disebut woman hotel.
· Hotel yang mayoritas tamunya adalah orang tua yang ingin istirahat ( cure hotel ).
Pengelompokan hotel yang ditinjau dari segi hari – hari operasinya yaitu :
· Seasonal hotel , hotel yang hanya beroperasi secara musiman.
· Year around operating days hotel , hotel yang beroperasi sepanjang tahun.

D.Persyaratan Hotel

Menurut Keputusan Direktrur Jenderal Pariwisata No. 14/U//88 Tentang Pelaksanaan


Ketentuan Usaha dn Penggolongan Hotel Persyaratan Kelas Hotel Berbintang 4 yaitu sebagai berikut
:
a) Lokasi dan Lingkungan
· Mudah dicapai kendaraan umum/pribadi roda empat langsung ke area hotel.
· Bebas polusi.
b) Taman
Di dalam atau di luar ruangan.
c) Tempat Parkir
Kapasitas 1 : 6 dengan jumlah kamar hotel.
d) Olahraga Dan Rekreasi
· Tersedia sarana kolam renang untuk dewasa dan untuk anak-anak dengan fasilitasnya.
· Tersedia 2 sarana olahraga dan rekreasi lainnya yang merupakan pilihan :
a. Fitness centre
b. Sauna
c. Squash
d. Game Room
e. Bowling
f. Tennis
e) Bangunan
· Unsur dekorasi Indonesia harus tercermin dalam :
a. Lobby
b. Kamar tidur
c. Restaurant
d. Function room
· Peralatan teknis bangunan :
Transportasi mekanis/elevator : kapasitas minimal 6 orang, elevator tamu dengan pelayanan
terpisah.
· Utilitas
a. Air : tersedia instalasi air dingin dan panas.
b. Listrik : tersedia genset dengan kapasitas minimal 50% kapasitas PLN.
c. Tata Udara : pendinginan dengan AC, untuk ruang yang tidak mempergunakan AC, ventilasi
harus baik.
d. Tersedia ruang mekanik dan workshop.
e. Komunikasi :
· tersedia telepon 4 saluran untuk sambungan lokal, interlokal dan interlokal,
· tersedia house phone dan PABX,
· tersedia Telex, sentral TV, Radio dan Paging Sistem.
· Pencegahan bahaya kebakaran :
a. Alat deteksi dini (asap/panas)
b. Alat pencegahan/pemadam kebakaran (Fire Extinguisher, Fire Hydrant, Sprinkler Sistem).
c. Pintu dan Tangga darurat.
d. Pintu kamar tahan api (bangunan diatas 4 lantai).
· Keamanan (pos jaga pada tiap pintu keluar masuk).
· Pembuangan limbah.
f) Kamar Tamu
· Jumlah kamar minimal : dalam 50 kamar standard terdapat 3 kamar suite semua kamar
dilengkapi kamar mandi di dalam.
· Luas minimal kamar standard : 24 m2 dan kamar suite : 48 m2.
· Tinggi kamar minimal : 2,60 m.
· Perlengkapan kamar tidur :
a. Tempat tidur untuk 1 atau 2 orang.
b. Almari pakaian, meja kecil disamping tempat tidur, meja rias dengan kursi, meja dengan 2 buah
kursi sofa, koper dan TV.
· Perlengkapan kamar mandi : Bathtub, tempat cuci tangan dan kaca rias, dan WC (+ bidet untuk
kamar suite).
· Tersedia alat pengatur AC di kamar tidur dan ventilasi/exhaust fan di kamar mandi.
· Sebagian interior kamar mencerminkan suasana Indonesia.
g) Ruang Makan
· Tersedia minimal 2 restaurant yang berbeda jenisnya.
· Standard luas 1,5 m2/tempat duduk.
· Tinggi restaurant > tinggi kamar tidur (2,60 m).
· Restaurant yang letaknya tidak bersampingan dengan lobby harus dilengkapi dengan toilet.
· Letak restaurant berhubungan langsung dengan dapur (induk/tambahan).
h) Function Room
· Tersedia minimal 1 function room dengan pintu masuk terpisah dari lobby.
· Function room yang tidak terletak 1 lantai dengan lobby harus dilengkapi dengan toilet umum.
j) Area Publik
· Lobby : luas minimal 100 m2 dan tata udara diatur dengan atau tanpa pengatur suhu.
· Lounge : perlengkapan meja dan kursi sofa.
· Telepon umum : tersedia telepon umum yaitu 2 extern dan 2 intern.
· Toilet umum : toilet pria yaitu 4 urinoir, 2 WC dan wastafel.
k) Area Adminitrasi
· Tersedia tempat penerimaan tamu, information, kasir, ruang penitipan barang berharga, ruang
penitipan barang tamu, ruang pemesanan kamar hotel, ruang pimpinan front office, ruang operator
telepon.
· Tersedia kantor pimpinan hotel, wakil pimpinan, pemasaran, personalia, pembelian, keuangan.
l) Area Tata Graha
· Tersedia uniform room.
· Tersedia ruang lona dengan luas minimal 50 m2.
· Tersedia ruang pelayanan kamar tamu minimal 1 buah untuk setiap kamar.
· Tersedia area lost and found dengan luas minimal 20 m2.
m) Area Binatu
Luas minimal ruang binatu 60 m2.
n) Area Dan Ruang Operasional
· Tersedia ruang bahan makanan dan minuman, gudang peralatan dan perlengkapan, gudang
engineering, gudang botol kososng, gudang barang bekas.
· Tersedia ruang locker dan kamar mandi untuk pria minimal 3 WC, 3 Urinoir, dan 5 shower, 2
WC dilengkapi dengan air panas dan air dingin.
· Tersedia ruang makan karyawan yag berdekatan dengan dapur karyawan.
BAB III
HASIL SURVEY/PENGAMATAN

3.1 Hasil

1. Data Umum

1) Nama Tempat Hotel : Cottage Hotel


2) Alamat :Jl.Gundaling no 65, Berastagi, Kabupaten
Karo, Sumatra Utara 22156,Indonesia
3) Waktu dan Tanggal : 01 Oktober - 05 2019

Sinabung Cottage merupakan sarana penginapan yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti
tempat parker, restoran/ruang makan, Toilet umum, Ruang ibadah, ruang istirahat karyawan
,Blliyar , lapangan futsal ,karoke dan fasilitas lainnya

2. Data Khusus

Penilaian komponen pada pemeriksaan sanitasi hotel Cottage adalah sebagai berikut
PEMERIKSAAN SANITASI HOTEL

Permenkes No. 80/Menkes/Per/II/1990 Tentang Persyaratan Kesehatan Hotel

A. DATA UMUM
1. NamaHotel : Hotel brastagi cottage Berastagi
2. AlamatHotel /No. Telp : :Jl.Gundaling no 65, Berastagi, Kabupaten
Karo,Sumatra Utara 22156,Indonesia
3. NamaPenanggungJawabHotel :
4. Jumlah Kamar : 74
5. JumlahKaryawan :sekitar orang
6. NamaPengambil Data : - Armiel irianto tambunan
-Agnes angela br sitepu
-Asri yuni pratiwi saragih
-Ayu syahfrina fahmi
-Christin panduwinta br siboro
-Fahrul rozi
- Maideliene elizabet
7. TanggalPengambilan Data : 01 okteber – 05 2019
B. DATA KHUSUS
a. Cheklist Pengambilan Data Sanitasi Hotel

VARIABEL KOMPONEN YANG Memeunihi syarat


DIPERIKSA
I Persyaratan Kesehatan dan Bagunan Umum YA TIDAK Keterangan
A. Lingkungan 1. Bersih √
dan bangunan
2. Lingkungan dan bangunan √
sebagai tempat bersarang dan
berkembang biak serangga
dan hewan pengerat
3. Bangunan utuh, kuat, dan √
mencegah penularan penyakit

B. Lokasi 1. Terhindardaripencemaranfisik √
2. Terhindardaripencemaran
kimia
3. Terhindardaripencemaran
biologi
4. Tidakterletak di daerah
banjir
II Kontruksi bangunan Type equation here.
A. Lantai 1. Bersih √
2. Kuat, kedap air, permukaan √
rata,
tidaklicindanmudahdibersihkan
3. lantai yang kontak dengan air √
kemiringan 2-3 % ke SPAL
B. Dinding 1. Dinding sebelah dalam mudah √
dibersihkan
2. Kuat dan kedap air √
C. Ventilasi 1. Menjamin peredaran udara √
dengan baik
2. Ventilasi buatan √
D. Atap 1. Tidak bocor √
2. Tidak memungkinkan terjadi √
genangan air
E. Langit-langit 1. Mudah dibersihkan √
2. Tinggi minimal 2,5 m dari √
lantai
F. Pintu 1. Kuat √
2. Padasaatditutup dapat √
mencegah masuknya serangga
dan tikus
G. Pencahayaan 1. Kamar tidur < 5 √
2. Kamar relaks minimal 30 √
3. Bercakap-cakap minimal 60 √
4. Kamar membaca > 100 √
5. Untuk kegiatan yang √
memerlukan sedikit
ketelitian> 200
6. Untuk kegiatan dengan resiko √
kecelakaan yang tinggi> 300
7. Untuk kegiatan yang √
memerlukan ketelitian yang
tinggi> 500
III PersyaratanKesehatanKamar / Ruang HotelUmum

A. Keadaan 1. Bersih √
kamar/ ruangan
hotel
2. Tersedia tempat sampah √
3. Bebas dari gangguan √
Serangga √
B. Keadaan 1. Tidak berbau (terutama untuk √
suhu H2S dan amoniak )
kamar/ruangan
hotel
2. Tidak berdebu atau berasap / √
berasap (kadar debu kurang
dari 0,26 mg / m3)
3. Mempunyaisuhu 18 – 28 √
derajatCelcius
4. Mempunyaikelembaban 40 – √
70 %
C. Tingkat 1. Kegiatan tidur < 40 √
kebisingan
2. Kegiatan kantor < 70 √
3. Kegiatan dapur < 80 √
IV PersyaratanKesehatanKamar / Ruang
HotelKhusus
A. Kamar tidur 1. Dinding, √
pintudanjendelakamartidur
yang
tembuspandangdilengkapiden
gantirai yang
tidaktembussinardariluar
2. Jumlah tempat tidur 1 luas √
2
lantai minimal 4,5 m √
3. Jumlah tempat tidur 2 luas √
lantai minimal 8 m2 √
4. Jumlah tempat tidur 3 luas √
lantai minimal 12 m2 √
5. Jumlah tempat tidur 4 luas √
2
lantai minimal 17 m
6. Jumlah tempat tidur 5 luas √
lantai minimal 20 m2
B. Ruang 1. √
karyawan Ruangkaryawanwanitaharuste
rpisahdenganruangkaryawanp
ria
2. Tersedialemari (locker) yang √
amanuntukpenyimpananpakai
ankaryawansesuaidengankebu
tuhan
3. Dilengkapidengankamarmandi, √
jambandanpeturasaan yang
terpisahantarapriadanwanita
C. RuangCuci 1. √
Tidakmemungkinkantercampu
rnyalenabersihdankotor
D. Gudang 1. √
Gudanguntukmenyimpanbaha
nmakanan, bahanberbahaya,
alatkantor, alatrumahtangga,
dllterpisah
2. Dilengkapirak – √
rakdengantinggi minimal 20
cm
darilantaidantanggasertaperala
tan lain
sesuaidengankebutuhan
V. PersyaratanKesehatanFasilitas Hotel

A. Penyediaan 1.Tersedia air √


air dengankualitassesuaidenganke
tentuanperaturanperundang –
undangan yang berlaku
2. Distribusi air di hotel √
menggunakansistemperpipaan
danmengalirdengantekananpo
sitifsertaterhindardaricemaran
silang
B.Pembuangan 1. Tertutup √
Air Limbah

2. Kedap air √
3. Mengalir dengan lancar √
C.Toilet 1. Tersediajamban, peturasan, √
danKamarMand Dantempatcucitangan √
i

2. Bersih √
3. Lantaiterbuatdaribahan yang √
kuat, kedap air, tidaklicin,
danmudahdibersihkan
4. Toilet tenaga kerjaterpisah √
dengan toilet pengunjung
5. Tersedia kaca rias, tempat √
sampah, tempat abu rokok,
tissue, gantungan baju,
pengharum ruangan, ember,
dan alat pengering tangan
D. Tempat 1. Terbuatdaribahan yang kuat, √
sampah cukupringan, tahan karat,
kedap air
danmempunyaipermukaanhal
usbagiandalamnya
2. Mempunyaitutup yang √
mudahdibukaatauditutuptanpa
mengotoritangan
3. Dibuang setiap hari √
4. TPS terjangkau dengan √√√
kendaraan pengangkut √
sampah
E.Peralatan 1. Saranapenyimpanan air √
pencegahan harustertutupdanbebasjentikny
masuknya amuk
serangga
2. Pada titik tembus pipa dengan √
dinding rapat

Pembahasan :
a. Sanitasi Cottage Lokasi
Hotel Cottage brastagi berlokasi ditempat yang terindah dari pencemaran kimia,
terhindar dari pencemaran fisika, pencemaran bakteri, dan tidak terletak di daerah yang
banjir.
b. Lingkungan dan bangunan
Lingkungan adalah di hotel Brastagi bersih namun dalam kebersihannya masih dalam
kebersihan yang normal yang juga masih memudahkan serangga seperti lalat masih
dapat bersarang terutama di ruang utama bangunan pada hotel.
1. Penggunaan Ruangan
a. Pembagian ruangan
Pembagian ruangan dapat digunakan sebagai fungsi dan dengan peralatan yang baik
dan tepat.
2. Konstruksi
a. Lantai
Lantai yang ada pada hotel bersih dan kedap air. Memiliki lantai yang kuat dan
permukaan rata
b. Dinding
Dinding dalam hotel berwarna hotel dan bersih permukaan dinding kedap air. Tidak
menjadi tempat sarangnya nyamuk.
c. Atap
Atap yang digunakan yaitu kuat dan tidak mudah bocor, yang tidak memungkinkan
terjadinya genangan air
d. Langit-langit
Langit-langit dalam ruang hotel bersih dan terbebas dari kotoran yang memungkinkan
menjadi tempat sarang vektor.
e. Pintu
Bagian pintu ruang utama pada hotel terbuat dari kaca, yang tidak kedap dengan air dan
dengan pintu utama kaca yang memberikan kesan mewah pada hotel. Sedangkan
bagian bagian pintu kamar yang digunakan adalah pintu yang berbahan dasar kayu
yang berwarna gelap (coklat), pintu yang digunakan mudah dibuka tutup dan pintu
yang digunakan dapat mencegah masuknya binatang pengganggu.
f. Pencahayaan
Pencahayaan yang ada di ruang tamu atau ruang utama tepat >60 lux.Lampu tidur yang
digunakan tepat sekitar 5 lux tidak akan menganggu tamu untuk istirahat.
3. Persyaratan kesehatan kamar atau ruang
a. Umum
1. Kondisi ruang
Ruangan dalam tidak pengap dan bagian ruang tamu sudah saniter karena jarang
terdapat binatang vektor pengganggu seperti lalat dan nyamuk. Ruangan tidak bau
dan nyaman, tidak terdapat bau kadar gas beracun kemudia tingkat kebisingan tidak
melebihi persyaratan (kamar tidur)40dba, kantor <75dba, dapur <80dba ruang
pertunjukan atau lapangan <90dba.
b. Khusus
2. Kamar tidur
Keadaan kamar bersih dan nyaman dengan fasilitas yang baik.
Luas ruangan kamar hotel bintang 2 =
Peralatan dalam kamar tertata rapi
Suhu yang optimal 18-28 ͦ C
Kelembaban optimal 40-70%
Dinding pintu jendela tidak tembus pandang

3. Kamar mandi, jamban dan peterusan


Kamar mandi dan hotel bersih aliran air lancar dan sarana pembuangan air limbah
kedap air dan tertutup.
Kamar mandi antara karyawan dan pengunjung sama dan tidak dipisahkan
4. Ruang Ibadah
Bersih dan tidak memungkinkan adanya debu dan kotoran
5. Gudang
Gudang dalam hotel dipisahkan dan jauh dari para tamu dan kamar tidur
4. Persyaratn kesehatan fasilitas sanitasi.
a. Kualitas air
1. Air yang digunakan memenuhi syarat fisik yaitu tak berwarna tak berbau dan jernih
2. Memenuhi syarat kimia
3. Memenuhi syarat bakteriologis
4. Memenuhi radioaktifitas
b. Kuantitias air
Untuk hotel Sinabung Brastagi bintang 4 tersedia air minimum 759 L/kamar tidur.
c. Pembuangan air
Dalam sistem pembuangan akhir air memiliki sarana pengelolahan namun dalam
praktek yang kami lakukan hotel Sinabung Brastagi tidak ditunjukkan tempat
pembuangan dari air limbah tsb.
d. Toilet untuk umum
Toilet dengan keadaan bersih nyaman dan juga dilengkapi dengan sarana pencuci
tangan, tissue dan pengering tangan
e. Tempat sampah
Terbuat dari bahan yang kuat, ringan tahan karat, kedap air, memiliki tutup yang mudah
dibuka atau ditutup tanpa mengotori tangan. Tetapi volume tampat sampah tidak sesuai
dengan produksi sampah.
6.Karyawan
a. Pakaian kerja
karyawan dalam hotel dilengkapi dengan seragam yang berwarna biru dengan berwarna hitam
(restoran) dipakai saat bekerja dalam keadaan bersih.
PEMERIKSAAN KELAIKAN HYGIENE SANITASI RUMAH RESTORAN
1. Nama rumah makan/restoran : Restoran Berastagi Cottage Hotel
2. Alamat : Jl.Gundaling no 65, Berastagi, Kabupaten
Karo,Sumatra Utara 22156,Indonesia
3. NamaPengusaha/penanggungjawab : Soewarno Sigit
4. Jumlahkaryawan : orang
5. Jumlah penjamah makanan : orang
6. Nomorizinusaha :-
8. 7. Namapemeriksa : : - Armiel irianto tambunan
-Agnes angela br sitepu
-Asri yuni pratiwi saragih
-Ayu syahfrina fahmi
-Christin panduwinta br siboro
-Fahrul rozi
-Maideliene elizabet

Cara pengisian :
a. Kolom 3, beri tanda lingkaran Θ pada salah satu nilai yang paling sesuai dengan petunjuk dan
penilaian RM.
b. Kolom 4, adalah hasil perkalian kolom 2 dengan nilai yang dipilih pada kolom 3.
c. Nilai 0, adalah wujud fisik sarana tidak ada.
d. Batas skore tingkat mutu/laik hygiene sanitasi minimal 700.
Variabel Bobot Nilai Skore

1 2 3 4

A. LokasidanBangunan

1. Lokasi 2 4, 6, 10 12
2. Bangunan 2 2, 4, 6, 8, 10 16
3. Pembagianruang 1 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 7
10
4. Lantai 0,5 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 4
10
5. Dinding 0,5 0,4,6,7,10 3
6. Ventilasi 1 2, 3, 5, 7, 8, 10 8
7. Pencahayaan/penerangan 1 2, 3, 5, 7, 8, 10 5
8. Atap 0,5 2, 3, 5, 7, 8, 10 4
9. Langit-langit 0,5 0, 2, 4, 6, 8, 10 4
10. Pintu 1 0, 3, 4, 6, 7, 10 7
B. FasilitasSanitasi

11. Air bersih 3 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 27


10
12. Pembuangan air 2 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 16
9, 10
13. Toilet 1 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
9, 10
14. Tempatsampah 2 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 18
9, 10
15. Tempatcucitangan 2 0, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 20

16. Tempatmencuciperalatan 1 0, 2, 4, 6, 8, 10 8
17. Tempatmencucibahanmakanan 1 0, 2, 3, 5, 7, 8, 10 8
18. Locker karyawan 1 0, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 10 0
19. Peralatanpencegahmasuknyaseranggadantikus 2 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 16
C. Dapur, RuangMakandanGudangBahanMakanan
20. Dapur 7 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 56
10
21. Ruangmakan 5 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 40
10
22. Gudangbahanmakanan 3 0, 2, 4, 6, 8, 10 18
D. BahanMakanandanMakananJadi
23. Bahanmakanan 5 5 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 35

24. Makananjadi 6 3, 4, 6, 7, 10 42
E. PengolahanMakanan
25. Proses pengolahan 5 2, 3, 5, 7, 8, 10 40
F.
TempatPenyimpananBahanMakanandanMakananJadi
26. Penyimpananbahanmakanan 4 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 32
10
27. Penyimpananmakanan 5 4, 6, 10 30

G. PenyajianMakanan
28. Cara penyajian 5 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 40

H. Peralatan
29. Ketentuanperalatan 15 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 105
10
I. TenagaKerja
30. Pengetahuan/sertifikat Hygiene sanitasimakanan 4 0, 2, 4, 6, 8, 10 16
31. Pakaiankerja 2 0, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 16
10
32. Pemeriksaankesehatan 2 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 16
9, 10
33. Personal hygiene 7 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 56
Pembahasan :
a. Dapur
Dalam dapat tersedia tempat pencucian peralatan namun dalam hal tempat pencucian peralatan ,
kami melihat bahwa tempatnya kecil yang tidak dapat menampun barang-barang bekas pakai dalam
kegiatan masak
Tempat pengolahan makanan tersedia dengan ruangan yang pengap dan secara saniter belum
memenuhi syarat sanitasi tempat pengolahan makanan yang seharusnya , yaitu harus luas dan
dalam melakukan kegiatan pengolahan makanan dan tidan berhimpitan atau sempit
Dalapur hotel tersedia tmpat penyimpanan makanan panas dan dingin .
b. Ruang makan dan makanan jadi
Ruang makan dalam hotel minimalis yang masih memungkinkan terjadinya himpitan bagi para
tamu yang ingin menyantap hidangan yang tersedia secar prasmanan .
Dalan rungan tersedia tempat untuk membersihkan tangan / cuci tangan dan di lingkapi dengan
pembersih dengan air yang lancar
c. Peralatan dan perlangkap
Alat yang digunakan tahan karat dan tidak mengandung logam beracun, utuh tidak retak dan tak
memungkinkan sebagi tempat bersarang /berkembang biak kuman
BAB IV
PEMBAHASAN

A. Pembahasan Temuan Dibandingkan Teori


1) Ditinjau dari segi Kesehatan Lingkungan yakni Lokasi, Lingkungan dan Bangunan.
Lokasi Hotel Horizon Pematang Siantar terhindar dari pencemaran fisik, kimia, bakteri dan
tidak terletak pada daerah banjir. Lingkungan Hotel Horizon Pematang Siantar juga termasuk
bersih dan tidak memungkinkan tempat bersarangnya vektor dan binatang penganggu ( Tikus,
nyamuk, kecoak ).

2) Ditinjau dari segi Penggunaan Ruang


Ruangan di Hotel Horizon Pematang Siantar sudah dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Hal
tersebut sesuai dengan permenkes No. 80/Menkes/Per/II/1990 tentang Inspeksi Sanitasi Hotel.

3) Konstruksi
Lantai pada Hotel Horizon Pematang Siantar terbuat dari bahan keramik yakni bahan yang
kedap air, rata dan tidak licin. Dinding yang terdapat di hotel ini bersih dan bewarna terang.
Atap hotel juga terlihat bersih dan kuat. Langit-langit pada hotel ini cukup bersih dan tinggi
dari lantai 2,50 m sehingga memiliki sirkulasi udara yang baik. Konstruksi Hotel Horizon
Pematang Siantar sudah memenuhi syarat sesuai dengan permenkes
No.80/Menkes/Per/II/1990 tentang Inspeksi Sanitasi Hotel.

4) Persyarat Kesehatan Kamar/ruang

Kondisi di kamar tidur memiliki hawa yang segar, bersih, tersedia jamban serta memiliki luas
kamar yang sesuai dengan permenkes No.80/Menkes/Per/II/1990 tentang Inspeksi Sanitasi
Hotel menurut tipe kamar. Pembagian ruang sudah baik, antara ruang kerja setiap
departemennya dan antara pekerjaan dan tugas karyawan yang ada. Ruang perkantoran secara
keseluruhan memiliki kondisi yang baik, tidak lembab, dan memliki pencahayaan yang cukup
untuk melakukan aktifitas terutama membaca dan menulis. Ruang kantor memiliki fasilitas
kerja yang memperlancar pekerjaan. Untuk kursi dan meja kerja, jumlahnya mencukupi sesuai
jumlah pegawai dan tugas yang ditanggung para karyawan. Ruangan kerja dan kantor

24
memiliki suasana yang tenang sehingga para karyawan dapat berkonsentrasi dalam
mengerjakan tugasnya. Dan terlihat komunikasi yang baik antara para karyawan.

5) Persyarat Fasilitas Sanitasi


Hotel ini memiliki air yang sudah memenuhi syarat baik kualitas dan kuantitas. Serta memiliki
saluran air limbah yang tertutup. Memiliki jamban dan toilet sesuai dengan jumlah karyawan.
Memiliki tempat sampah yang terbuat dari bahan kuat, ringan, tahan karat serta kedap air.

6) Pelayanan Makanan dan Minuman


Dapur pada hotel ini memiliki tempat pencucian peralatan, tempat penyimpanan bahan
makanan, tempat pengolahan, dan tempat administrasi serta dilengkapi dengan sungkup asap.
Ruang makanan juga selalu dalam keadaan bersih, tersedianya fasilitas cuci tangan. Bahan
makanan yang disajikan dalam keadaan baik, cara penyajian makanan juga baik dan juga
penjamah makanan yang kurang baik karena pada saat memasak tidak menggunakan APD
sesuai saat penyajian serta peralatan dan perlengkapan baik sebelum dan sesudah dipergunakan
dalam keadaan bersih, tahan karat dan tidak beracun serta utuh. Hal ini sesuai dengan
permenkes No.80/Menkes/Per/II/1990 tentang Inspeksi Sanitasi Hotel.

25
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pemeriksaan kesehatan hotel yang mengacu pada persyaratatan kesehatan lingkungan
dan bangunan, konstruksi bangunan, persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi serta faktor-faktor lainnya
maka dapat disimpulkan bahwa
HOTEL COTTAGE mendapatkan kriteria penilaian yaitu “BAIK ” dari hasil yang sudah
diperhitungkan dengan nilai konstruksi bangunana secara keseluruhan memiliki konstruksi yang
kokoh,kuat dan aman dari kecelakaan.
Pelaksanaan sanitasi hotel telah dilakukan dengan baik dilihat dari komponen-komponen penilaian yang
memenuhi syarat.

5.2 Saran

 Diharapkan seluruh kariyawan penjama makanan wajib menggunakan alat pelindung diri saat
mengolah makanan seperti: celemek, ,topi, dan sarung tangan, akan tetapi ada baiknya di
lengkapi dengan masker agar tidak terjadi kontak silang.
 Di bagian londri sudah menerapkan sanitasi kebersihan nya tetapi ada baik nya
konstruksi bangunan bagian atap lebi di perhatiakan agar tidak menimbulkan
kecelakaan kerja.
 Fasilitas toilet peria ada baik nya disediakan peturasan.

26
DOKUMENTASI

A. Loundry

B. Dapur

27