Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENSTRUASI

Topik : Menstruasi sebagai Awal Berfungsinya Alat Reproduksi Wanita


Penyuluh : Sofianita
Waktu : 30 Menit
Sasaran : Remaja
Hari/tanggal : Desember 2019
Tempat : STIKes Perintis Padang

I. Latar Belakang
Perempuan sepanjang daur hidupnya akan mengalami masa dimana ia akan
memasuki usia akil balig yang ditandai dengan keluarnya darah menstruasi. Pada
masa sekarang ini masih banyak para remaja perempuan menganggap hal itu
adalah suatu hal yang tabu dan bahkan merupakan suatu penyakit. Hal ini dapat
disebabkan oleh kurangnya informasi yang diterima baik dari orang tua, sekolah,
dan lain sebagainya mengenai hal-hal yang dapat terjadi sepanjang daur hidupnya
khususnya masalah kesehatan reproduksi. Hal ini menuntut perlunya peran
seorang tenaga kesehatan untuk aktif dalam membantu mengatasi masalah-
masalah tersebut. Namun tidak terbatas hanya pada seorang tenaga kesehatan yang
terampil dan kompeten tapi masyarakat juga harus tahu kemungkinan berbagai
masalah yang dapat terjadi pada manusia.

II. Tujuan Umum


Setelah mendapatkan penyuluhan, remaja diharapkan dapat mengetahui hal-hal
menstruasi (haid), fisiologi haid dan reproduksi wanita, kelainan masa haid,
perilaku yang sehat berkaitan dengan masa haid.
III. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan, ibu hamil diharapkan dapat :
1. Menyebutkan pengertian menstruasi (haid)
2. Menyebutkan proses masa haid dan fungsi dari alat reproduksi wanita
3. Menyebutkan kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4. Menyebutkan perilaku yang sehat pada masa haid.

IV. Materi
Terlampir

V. Mitode
a. Ceramah
b. Tanya jawab

VI. Media
a. Infocus
b. power point
c. liflet

VII. Setting Tempat

Keterangan gambar:

: Dosen pembimbing

:Penyaji

:Media

:Peserta

:Observer

:Meja dosen
VIII. Kegiatan Penyuluhan

Tahap Kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Remaja


Pembukaan 3 menit 1. Memberi salam,perkenalan. 1. Menjawab salam
2. Menjelaskan tujuan, apersepsi
2. Mendengarkan
Isi 12 menit 1. Menjelaskan tentang penegrtian1. Mendengarkan
menstruasi
2. Menjelaskan tentang proses 2. Mendengarkan
masa haid dan fungsi alat
reproduksi
3. Menjelaskan tentang kelainan- 3. Mendengarkan
kelainan yang muncul saat masa
haid
4. Menjelaskan perilaku yang sehat
4. Mendengarkan
pada masa haid
5. Memberi kesempatan pasien
untuk bertanya 5. Bertanya
6. Menjawab pertanyaan
6. Mendengarkan

Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan materi 1. Mendengarkan


2. Memberi evaluasi pada remaja 2. Menjawab pertanyaan
3. Menutup penyuluhan dan 3. Mendengarkan dan
memberi salam menjawab salam
IX. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
 Audiens menepati kontrak waktu yang telah disepakati
 Audiens menepati kontrak bahasa yang telah disepakati
 Audiens menepati kontrak tempat yang telah disepakati
 Alat-alat dan media tersedia
b. Evaluasi Proses
 Penyuluhan berjalan sesuai dengan rencana
 Lingkungan dan suasana tenang dan nyaman
 Audien kooperatif dalam penyuluhan

c. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama ± 30 menit audiens mampu:
 Di harapkan Audient dapat Menyebutkan pengertian menstruasi (haid)
 Di harapkan Audient dapat Menyebutkan proses masa haid dan fungsi dari
alat reproduksi wanita
 Di harapkan Audient dapat Menyebutkan kelainan-kelainan yang muncul
saat masa haid
 Di harapkan Audient dapat Menyebutkan perilaku yang sehat pada masa
haid.
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan secara periodic dan siklik dari uterus, disertai
pelepasan deskuamasi endometrium. Menstruasi adalah siklus alami yang terjadi
secara regular untuk mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya terhadap
kehamilan.
Menstruasi merupakan cirri kedewasaan wanita, terjadi pertama kali pada usia 9-12
tahun. Cepat atau lambatnya usia untuk mulai menstruasi sangat dipengaruhi oleh
berbagai faktor misalnya kesehatan remaja, nutrisi, gizi, berat badan, kondisi
psikologis remaja.

B. Fungsi Menstruasi
Fungsi siklus menstruasi ialah menghasilkan telur (ovum) yang matang dan
menyediakan lapisan dalam rahim untuk penempelan embrio. Jika sel telur dan
sperma tidak bertemu maka telur akan mengalami degenerasi atau peluruhan dan
dibuang bersama bahan-bahan lain yang keluar dari tubuh wanita melalui saluran
vagina.

C. Proses Menstruasi dan Fungsi Alat Reproduksi


1. Siklus menstruasi
Siklus menstruasi adalah jaraj antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu
sampai menstruasi berikutnya. Hari pertama mulainya perdarahan adalah hari
mulainya siklus haid. Hari terakhir menstruasi adalah waktu berakhir sebelum
mulai siklus menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase, yaitu :
a. Fase Menstruasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma sehingga terjadilah
penurunan kadar esptrogen dan progesterone yang menyebabkan robek atau
luruhnya endometrium dan terjadilah perdarahan. Darah yag keluar selama
menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.

b. Fase Pra-ovulasi
Fase pra ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Hormon pembebas
gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk
mengeluarkan FSH (folikel stimulating hormone) FSH memacu pematangan
folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan estrogen. Adanya
estrogen menyebabkan pembentukan kembali dindig endometrium.
Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan
lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasan asam
pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma

c. Fase Ovulasi
Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada
hari ke 14. Peningkatan kadar estrogen menghambat pengeluaran FSH
kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing hormone). Peningkatan kadar
LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut
ovulasi.

d. Fase Pasca ovulasi


Fase pasca ovulasi yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de
graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan
menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormone progesterone
dan masih mengeluarkan estrogen namun tidak sebanyak ketika berpentuk
folikel. Progesteron mendukung kesrja estrogen untuk mempertebal dan
mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi
kehamilan. Ika tidak terjadi pembuahan korpus luteum akan berubah menjadi
korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormone, sehingga kadar
estrogen dan progesterone menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan
terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

D. Waktu Terjadinya Menstruasi


Menstruasi biasa terjadi pertama kali sejak usia 12-13 tahun. Menstruasi
berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45-50 tahun.
Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga
40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang
berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada
berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi dan nutrisi wanita tersebut.

E. Gejala yang Timbul Selama Menstruasi


Selama menstruasi maupun sebelum atau sesudahnya wanita akan mengalami
masalah seperti sakit kepala, pengumpulan cairan, ketegangan payudara, mudah
marah, keresahan, sakit tulang belakang, kesakitan dan kekejangan pada bagian
abdomen atau perut serta tekanan perasaan.
Rasa tidak nyaman ini terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh wanita,
namun hal ini adalah keadaan normal dan tidak membahayakan selama gejala
tersebut tidak mengganggu maupun menghalangi aktivitas sehari-hari.
F. Gangguan Menstruasi dan Siklusnya
1. Amenorea / tidak ada haid
Amenorea bukan suatu penyakit tetapi merupakan suatu gejala. Amenorea adalah
tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.
Penyebab amenorea antara lain:
 Selaput dara yang buntu/ tidak berlubang
 Kelainan fungsi dari kelenjar-kelenjar penghasil hormon dalam tubuh
 Kelainan fungsi dari indung telur akibat kelainan kongenital, maupun akibat
adanya tumor di indung telur
 Penyakit kronis seperti TBC, kurang gizi, kelainan hati dan ginjal serta kelainan
metabolik

2. Hipermenorea
perdarahan yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari
8 hari) Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam rahim, misalnya adanya
mioma uteri dari permukaan endometrium lebih luas dari biasanya dan dengan
kontraktilitas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan
endometrium pada waktu menstruasi dan lain sebagainya.

3. Hipomenorea
Hipomenorea adalah perdarahan menstruasi yang lebih pendek dan atau lebih
kurang dari biasanya. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

4. Polimenorea
Polimenorea yaitu siklus menstruasi lebih pendek dari biasanya (kurang dari 21
hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari biasanya. Polimenorea
dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan
ovulasi, atau terjadi pendeknya masa luteal.
5. Oligomenorea
Oligomenorea adalah siklus menstruasi lebih panjang, lebih dari 35 hari. Pada
kebanyakan kasus oligomenorea, kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilitas
cukup baik. Siklus menstruasi biasanya juga ovulatoar dengan proliferasi lebih
banyak dari biasanya.

6. Dismenorea
Dismenorea adalah nyeri sewaktu menstruasi. Nyeri ini terasa pada perut bagian
bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis. Nyeri dapat terasa sebelum,
selama dan sesudah menstruasi, dapat bersifat kolik atau terus-menerus. Nyeri
diduga karena adanya kontraksi. Terapi disesuaikan dengan penyebab rasa nyeri.

G. Perilaku yang Sehat pada saat Menstruasi


1. Pemakaian pembalut wanita
Pemakaian pembalut saat haid digunakan untuk menampung darah haid, agar
remaja tetap dapat melakukan aktifitas dengan maksimal. Cara yang benar dalam
penggunaan pembalut adalah minimal 3 kali ganti dalam 24 jam. Penggunaan
pembalut yang terlalu lama tidak direkomendasikan. Hal ini dikarenakan
penggunaan pembalut terlalu lama dapat menyebabkan kebocoran dan
meninggalkan noda darah di pakaian yang akan menurunkan rasa percaya diri
remaja. Selanjutnya vagina akan menjadi lembab dan meningkatkan resiko
terjadinya infeksi. Disarankan untuk menggunakan pembalut yang tidak terlalu
tebal tapi mampu menyerap dan menampung darah haid dalam jumlah yang
banyak.
2. Pemakaian sabun sirih pembersih vagina
Pemakaian sabun sirih yang bertujuan untuk membersihkan daerah kewanitaan