Anda di halaman 1dari 4

PENGANTAR MANAJEMEN

“Mengelola Lingkungan Eksternal dan Budaya Organisasi”


A. Manager

Manajer adalah seorang anggota organisasi yang bertugas mengarahkan,


memadukan, mengawasi dan mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan oleh anggota organisasi yang lain. ... Secara umum organisasi bisa
diartikan sebagai pengaturan orang-orang secara sengaja untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.

Seorang manager dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi,


manager bekerja tidak secara langsung namun dengan dibantu pihak-pihak
di bawah manager . Seorang manager di kalangan masyarakat umumnya
adalah seeorang yang bertanggung jawab secara langsung terhadap
keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi yang mereka pimpinan.

1) Pandangan Mumpuni

Seorang manager yang baik dapat mengantisipasi perubahan,


memanfaatkan peluang, memperbaiki kinerja yang buruk, dan memimpin
organisasi dengan baik. Dalam pandangan mumpuni seorang manager secara
langsung bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam
organsasinya.

2) Pandangan Simbolis
Pandangan ini berpendapat bahwa keberhasilan dan kegagalan suatu
organisasi ditentukan bukan oleh manager tetapi yang berperan paling besar
adalah faktor-faktor di luar kekuasaan manager. Dalam hal ini
seorang manager dibatasi oleh budaya dan lingkungan organisasi.
Seorang pemimpin simbolis mendefinisikan dan menggunakan sinyal-
sinyal untuk mempengaruhi budaya dengan cara berikut:
a) Pemimpin simbolis mengartikulasikan sebuah visi bagi budaya
perusahaan yang menciptakan gairah dan diyakini para karyawan.
Artinya pemimpin itu mendefinisikan dan mengkomunikasikan
nilai-nilai pusat yang diyakini dan akan di dukung karyawan.
b) Pemimpin simbolis memperhatikan aktivitas sehari-hari yang
memperkuat visi budaya. Sang pemimpin simbolis memastikan
bahwa simbol, upacara, dan slogan sesuai dengan nilai-nilai yang
baru. Bahkan yang lebih penting lagi, tindakan lebih berarti dari
pada ucapan. Para pemimpin simbolis “ menjalankan ucapan
mereka”.

B. Lingkungan Eksternal

a. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi meliputi, suku bunga,inflasi, perubahan


penghasilan yang dapatdibelanjakan,gejolak pasar modal, dan siklus bisnis
secara umum adalahbeberapa faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi
praktik pengelolaan(manajemen) di sebuah organisasi. Contoh ; banyak toko
ritel khusus sepertiIKEA, Gap, dan Williams-Sonoma menyadari
betul dampak perubahan penghasilan dapat dibelanjakan para konsumen
terhadap kinerja penjualannya.

b. Lingkungan Demografi

Kondisi Demografis (kependudukan) : meliputi berbagai karakteristik


kependudukan seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lokasigeografis,
penghasilan , dan komposisi keluarga . Perubahan karakteristik ini dapat
membatasi cara para manajer menjalankan perencanaan, penataan,
kepemimpinan,dan pengandalian dalam organisasi.

c. Pengaruh Lingkungan Terhadap Para Manajer

1) Memperhitungkan ketidak pastian lingkungan.


Dimana lingkungan yang satu berbeda dengan yang lainnya dalam hal
ketidak pastianyang dikandung masing-masing yang kita sebut sebagai
ketidak pastian lingkungandan merupakan tingkat (laju) perubahan serta
kompleksitasyang terjadi di lingkungan.

2) Mengelola Hubungan dengan Para Pemangku Kepentingan


(Stakeholders)

Para pemangku kepentingan (stakeholders) adalah sembarang pihak


yang ada dalam lingkungan organisasi,yang terkena dampak dari
keputusan tindakan organisasi.Kelompok ini berkepentingan (have a stake
in) atau terpengaruh kuat oleh apa yang dilakukan organisasi contohnya
pihak-pihak yang akan terpengaruh oleh berbagai keputusan dan tindakan
Starbuck : para petani kopi, para karyawan, para pesaing di bidang ritel
khusus kopi, masyarakat lokal, dan sebagainya. Sebagian dari para
pemangku kepentingan ini gilirannya juga mempengaruhi berbagai
keputusan tindakan para manajer Starbuck . Gagasan bahwa setiap
organisasi memiliki pemangku kepentingan (stakeholders) kini telah
diterima luas baik oleh kalangan akademis manajemen maupun oleh para
praktisi.