Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“ Ilmu Lughoh An- Nafsy ”

Disusun Oleh :

Maya Shofiya An- Naja (D92216071)

Miftahur Rohmah (D92216040)

Roisatul Islamiyah (D92216083)

Dosen Pengampu:

Dr. H. Muhammad Thohir, S.Ag. M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB


FAKULTAS TARBIYAH dan KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yangmana telah
melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas makalah tentang “Pemberdayaan Masyarakat Melalui
Pariwisata.”
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Dosen pengampu mata kuliah
Al- Manatiq As- Siyahiyah yang telah membimbing kami. Karena keterbatasannya
pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam
makalah ini, maka kami mohon maaf sebesar- besarnya.
Dan harapan kami semoga tugas makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, agar kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Surabaya, Senin 22 April, 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Cover
Kata Pengantar ............................................................................................... i

Daftar Isi ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Bahasa ...................................................... 3
B. Tugas- Tugas Perkembangan Bahasa ................................................. 4
C. Aspek- Aspek Perkembangan Bahasa ............................................... 5
D. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa............. 7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ......................................................................................... 9
Daftar Pustaka .................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berpikir adalah salah satu ciri yang khas untuk membedakan manusia dengan
hewan. Manusia dapat berpikir karena manusia mempunyai bahasa, sedangkan
hewan tidak. Bahasa hewan bukanlah bahasa seperti yang dimiliki manusia.
Bahasa hewan adalah bahasa insting yang tidak perlu dipelajari dan diajarkan.
Sedangkan bahasa manusia adalah hasildari kebudayaan yang harus dipelajari
dan diajarkan.
Bahasa adalah alat terpenting bagi setiap manusia. dengan bahasa, Manusia
dapat memberikan nama kepada segala sesuatu baik yang kasat mata maupun
yang tidak kasat mata. Semua benda, nama sifat, pekerjaan, dan hal- hal yang
abstrak, diberi nama.
Dalam hal ini setiap manusia, khususnya peserta didik akan mengalami
berbagai perkembangan dalam fase kehidupannya. Diantaranya, perkembangan
biologis, perkembangan perseptual, perkembangan kognitif, perkembangan
bahasa dan perkembangan kemandirian.
Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan salah satu dari perkembangan-
perkembangan tersebut yaitu perkembangan bahasa.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari perkembangan bahasa ?
2. Apa saja tugas- tugas perkembangan bahasa ?
3. Apa saja yang termasuk aspek- aspek perkembangan bahasa ?
4. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari perkembangan bahasa
2. Untuk mengetahui tugas-tugas perkembangan bahasa
3. Untuk mengetahui aspek- aspek perkembangan bahasa
4. Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perkembangan Bahasa


Perkembangan secara khusus diartikan sebagai perubahan- perubahan yang
bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek- aspek mental psikologi
manusia. Perkembangan juga bisa diartikan sebagai perubahan-perubahan yang
dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau
kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis, progresif dan
berkesinambungan, baik menyangkut fisik maupun psikis (Yusuf : 2005)
.Perkembangan juga berkaitan dengan belajar khususnya mengenai isi proses
perkembangan.1
Sedangkan yang dimaksud dengan bahasa adalah alat komunikasi yang
digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang
lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu penggunaan bahasa
menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang
lain. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula
bahasa diperlukan. Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial, maka
perkembangan bahasa seorang dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa
arti) dan diikuti dengan bahasa atau suku kata, dua suku kata, menyusun kalimat
sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa
yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa adalah
meningkatkannya kemampuan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi.

1
Desmita. PsikologiPerkembangan. (Bandung : PT RemajaRosdakarya, 2007) hal.15

3
B. Tugas- Tugas Perkembangan Bahasa
Bahasa dapat dibagi menjadi tiga komponen utama, diantaranya :
1. Bentuk, yang mencakup:
a. Morfologiyaitu ilmu yang membicarakan morfem dan bagaimana morfem
itu dibentuk menjadi kata (Mar’at, 2001:61). Sedangkan morfem adalah
bentuk linguistik yang paling kecil. Misalnya: tidur, jalan, ber-, ke-, -an,
dingin dan sebagainya.
b. Sintaksis yaitu bagian dari tata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan
proses-proses pembentukan kalimat dalam suatu bahasa.
c. Fonologi yaitu salah satu bagian dari tata bahasa yang mempelajari bunyi-
bunyi bahasa pada umumnya.
2. Isi mencakup:
a. Semantik yaitu studi mengenai arti atau makna suatu perkataan atau
kalimat.
3. Penggunaanmencakup:
a. Pragmatik yaitu penggunaan bahasa untuk mengekspresikan intention dan
agar seseorang mengerjakan sesuatu. Dalam hal ini kita melihat interaksi
bahasa dan sosialisasi.
Semua komponen bahasa tersebut digunakan manusia untuk mencapai tujuan
komunikasi tertentu, seperti memperoleh informasi, menyampaikan ucapan
selamat, atau merespon.
Adapun Tugas- tugas perkembangan bahasa itu sendiri ada empat,
diantaranya:
1. Pemahaman, yaitu kemampuan memahami makna ucapan orang lain. Bayi
memahami bahasa orang lain, bukan memahami kata-kata yang
diucapkannya, tetapi dengan memahami gerakan bahasa tubuhnya.
2. Pengembangan Perbendaharaan Kata. Perbendaharaan kata-kata anak
berkembang dimulai secara lambat pada usia dua tahun pertama, kemudian

4
mengalami tempo yang cepat pada usia pra-sekolah dan terus meningkat
setelah anak masuk sekolah.
3. Penyusunan Kata-kata Menjadi Kalimat, kemampuan menyusun kata-kata
menjadi kalimat pada umumnya berkembang sebelum usia dua tahun. Bentuk
kalimat pertama adalah kalimat tunggal (kalimat satu kata) dengan disertai
gerak tubuh untuk melengkapi cara berpikirnya. Contohnya, anak menyebut
“Bola” sambil menunjuk bola itu dengan jarinya. Kalimat tunggal itu berarti
“Tolong ambilkan bola untuk saya”.
4. Ucapan. Kemampuan mengucapkan kata-kata merupakan hasil belajar
melalui peniruan terhadap suara-suara yang didengar anak dari orang lain
(terutama dari orang tuanya). Pada usia bayi, antara 11-18 bulan, pada
umumnya mereka belum dapat berbicara atau mengucapkan kata-kata secara
jelas, sehingga sering tidak dimengerti maksudnya. Kejelasan ucapan itu baru
tercapai pada usia sekitar tiga tahun.2

C. Aspek- Aspek Perkembangan Bahasa


Dalam perkembangan bahasa ada tiga aspek yang sangat berpengaruh
didalamnya, diantaranya: aspek biologis, aspek kognitif, dan aspek afektif.
1. Aspek Biologis Dalam Perkembangan Bahasa
Aspek Biologis merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap
perkembangan bahasa. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk
mempelajari pemerolehan bahasa karena pengaruhnya yang sangat penting. Akan
tetapi banyaknya faktor tersebut dapat disarikan menjadi dua yaitu faktor linguistik
dan non linguistik. Lebih khusus tentang permasalahan non linguistik yang
dianggap sangat mempengaruhi, bagaimana seorang pemeroleh bahasa dapat
berhasil dengan baik atau tidak adalah dapat dilihat dari ranah fisik, kogmitif, dan
afektif dalam dirinya.

2
Rochmat,Wahab.
PerkembangandanBelajarPesertaDidik.(DepartemenPendidikandanKebudayaan,1998).hal.23

5
Dengan tanpa mengabaikan aspek psikologis dan sosial, sebuah ujaran dapat
diungkapkan sebagai fenomena fisik (Syama’,1995)3. Dengan kata lain,
munculnya bahasa tidak dapat dipisahkan dari keberadaan fisik seseorang. Dalam
belajar ataupun memperoleh bahasa, anak sangat didukung oleh dua kelenturan
(plastisitas) bagian tubuhnya. Keduanya mempunyai peranan sangat penting dalam
meraih kemampuan berbahasa. Pertama adalah kelenturan otak yang disertai
kepekaan bahasa karena sebab proses lateralisasi, yang kedua adalah kelenturan
otot- otot alat bicara.
2. Aspek Afektif Dalam Perkembangan Bahasa
Empati, penghargaan diri, ketertarikan dunia luar, malu, takut, dan
kegelisahan pada umumnya digolongkan dalam ranah afektif. Pengaruh faktor-
faktor afektif tersebut berbeda- beda pada setiap individu. Seorang anak yang
masih sangat kecil biasanya begitu egosentris. Semakin bertambahnya usia,
semakin besar kesadaran akan identitas dirinya sebagai pribadi yang benar- benar
ada, terpisah, dan dapat dikenali. Dia menjadi merasa membutuhkan
perlindungan, karena itulah dia membuat hambatan- hambatan emosional tentang
identitas dirinya yang pada usia pubertas semakin meningkat akibat trauma
ketika mengalami perubahan- perubahan yang terjadi pada dirinya baik dari fisik,
pemikiran, dan emosi yang kritis.
3. Aspek Kognitif Dalam Perkembangan Bahasa
Pada tahap ini, seseorang memiliki kemampuan berpikir yang lebih tinggi
tentang konsep abstrak dan hepotetik disamping konsep “ kongkret ”, sehingga
memungkinkan kemampuan pembelajar yang berusia lebih tua untuk lebih
berhasil dalam aspek bahasa kedua (asing) yang lebih kompleks dan abstrak
daripada individu yang lebih muda.4

3
Saleh Syama’, Irtiqo’ Al- lughoh ‘inda al-tifl Min al-Milad ila al-Sadisah (Kairo: Darul
Ma’arif,1973), hal.18
4
Soeparno, Dasar-dasar Linguistik (Yogyakarta: Mitra Gama Media, 2005), hal. 47

6
D. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
1. Faktor Kesehatan
Apabila pada usia dua tahun pertama, anak mengalami sakit terus-menerus,
maka anak tersebut cenderung akan mengalami kelambatan atau kesulitan dalam
perkembangan bahasanya.
2. Intelegensi
Anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai
intelegensi normal.
3. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan status
sosial ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga
miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan
dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik. Kondisi ini terjadi
mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan atau kesempatan belajar (keluarga
miskin diduga kurang memperhatikan perkembangan bahasa anaknya) atau kedua-
duanya.
4. Jenis Kelamin
Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam vokalisasi antara
pria dengan wanita. Namun mulai usia dua tahun, anak wanita menunjukkan
perkembangan yang lebih cepat dari anak pria.
5. Hubungan Keluarga
Proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan
keluarga, terutama dengan orang tua yang mengajar, melatih dan memberikan
contoh berbahasa kepada anak. Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak
(yang penuh perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya) akan memfasilitasi
perkembangan bahasa anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat mengakibatkan
anak akan mengalami kesulitan/kelambatan dalam perkembangan bahasanya.
6. Umur Anak

7
Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya,
bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan
berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya.
7. Kondisi Lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil yang cukup
besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa di lingkungan perkotaan akan
berbeda dengan lingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah
pantai, pegunungan dan daerah-daerah terpencil dan di kelompok sosial yang lain.
8. Kondisi Fisik
Seseorang yang cacat akan terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi
seperti bisu, tuli, gagap atau organ suara tidak sempurna akan menggangu
perkembangan berkomunikasi dan tentu saja akan menggangu perkembangannya
dalam berbahasa.
Sedangkan dalam perkembangan berbahasanya, potensi anak untuk berbicara
didukung beberapa hal, diantaranya:
1. Kematangan alat berbicara
2. Kesiapan berbicara
3. Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak
4. Kesempatan berlatih
5. Motivasi untuk belajar dan ber alih
6. Bimbingan5

5
Yusuf, Syamsu LN. PsikologiPerkembanganAnak&Remaja. (Bandung: PT RemajaRosdaKarya:2005)
hal.28

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkembangan bahasa adalah meningkatkannya kemampuan
penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi.
Tugas- tugas perkembangan bahasa :
1. Pemahaman
2. Pengembangan Perbendaharaan Kata
3. Penyusunan Kata-kata Menjadi Kalimat
4. Ucapan
Aspek- aspek Perkembangan Bahasa :
1. Aspek Biologis
2. Aspek Afektif
3. Aspek Kognitif
Faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa :
1. Faktor Kesehatan
2. Intelegensi
3. Status Sosial Ekonomi Bahasa
4. Jenis Kelamin
5. Hubungan Keluarga
6. Umur Anak
7. Kondisi Lingkungan
8. Kondisi Fisik

9
DAFTAR PUSTAKA

Desmita, 2007 . Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya


Wahab, Rochmat, 1998. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Syama’, Saleh, 1973. Irtiqo’ Al- lughoh ‘inda al-tifl Min al-Milad ila al-
Sadisah. Kairo: Darul Ma’arif
Soeparno, 2005. Dasar-dasar Linguistik. Yogyakarta : Mitra Gama Widya

10