Anda di halaman 1dari 17

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN OTITIS

Disusun Oleh :

Petrona surlily

NIM : 007.01.31.17

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) TARUMANAGARA

JAKARTA

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-
NYA penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai “Asuhan Keperawatan pada Klien
dengan OTITIS MEDULA”. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami makalah ini,
penulis menyusun makalah ini dengan bahasa, materi, dan penyajian secara sederhana.
Dengan demikian, pembaca akan dapat mempelajari dan memahami makalah ini dengan
mudah.

Dengan selesainya makalah ini penulis mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mambantu
dan berpartisipasi, terutama kepada pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca
makalah ini. Semoga isi makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................1

1. Latar Belakang..........................................................................................................1
2. Tujuan.......................................................................................................................1
3. Rumusan Masalah ....................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................2

A. Konsep Dasar..........................................................................................................2
1) Definisi.........................................................................................................2
2) Anatomi dan fisiologi...................................................................................3
3) Patofisiologi..................................................................................................15
4) Manifestasi Klinis..........................................................................................16
5) Tanda dan gejala...................................................................................................16

B. Bagan Asuhan Keperawatan Otitis.......................................................................20

BAB III PENUTUP DAN SARAN.............................................................................21

Daftar Pustaka............................................................................................................22

3
BAB 1

PENDAHULUHAN

1 . LATAR BELAKANG

Otitis media akut adalah suatu infeksi pada telinga tengah yang disebabkan karena
masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah

OTITIS media akut ( OMA ) dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab, seperti
sumbatan tuba ( merupakan penyebab utama dari kejadian otitis media yang menyebabkan
pertahanan tubuh pada silia mukosa tuba terganggu ),

Faktanya, ditemukan bahwa otitis,media menjadi penyebab 22,7% anak anak pada usia
dibawah 1 tahun dan 40% anak anak pada usia 4 sampai dengan 5 tahun yang datang
berkunjung ke dokter anak.

Anak anak mengalami OMA dalam tahun pertama kehidupannya dan sekitar 50 \84%
anak anak mengalami paling sedikit.

Terjadi penyakit OMA dijabarkan melalui beberapa tahap yaitu efusi pada telinga
tengah yang akan berkembang menjadi pus yang disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme disertai tanda – tanda inflamasi akut, demam,dan iritabilitas. (WHO) 2010
. Adapun bakteri penyebab otitis media pneumococcus. Meskipun sering terjadi, kasus
OMA pada anak – anak umumnya dapat membaik dengan perhatian khusus tanpa perlu
diberikan antibiotic tertentu, kecuali terdapat adanya indikasi lain. ( Byland,ddk,2007).
Otitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh telinga tengah ,
tuba eustachi , antrum mastoid, dan sel- sel mastoid. ( Djaafar, Z,A, 2007). OMA biasanya
terjadi karena peradangan saluran napas atas dan sering mengenai bayi dan anak –
anak . kecenderungan menderita OMA pada anak – anak berhubungan dengan belum
matangnya system imun. Pada anak – anak , makin tinggi frekuensi , makin besar resiko
terjadinya OMA.Bayi dan anak – anak mudah terkena OMA karena anatomi saluran
eustachi yang masih relative pendek, lebar , dan letaknya lebih horizontal. ( Djaafar,
Z.A., 2007)

4
2 TUJUAN

1. Apa saja masalah keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan otitis media akut

2. Apa defenisi otitis media akut

3. Apa saja etiologi otitis media akut

3 RUMUSAN MASALAH

1. Untuk mempelajari defenisi otitis media akut

2. Untuk mempelajari apa saja etiologi otitis media akut

3. Untuk mempelajari tanda dan gejalah otitis media akut

5
BAB 11

PEMBAHASAN

1 . DEFENISI

Otitis media adalah pendengaran sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba
eustakhius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid

Otitis Media Akut (OMA) adalah infeksi a

kut telinga tengah. (Brunner and Sudath. :2010).

Otitis Media Akut (OMA) adalah penyakit yang disebabkan oleh serangan mendadak dari
infeksi bakteri dalam telinga bagian tengah. (CharleneJ.Reevas.2010 )

Infeksi saluran telinga meliputi,infeksi saluran telinga luar ( Otitis eksternal ),saluran
telinga tengah ( Otitis media), mastoid (mastoiditis) dan telinga bagian dalam . Otitis
media, suatu inflamasi telinga tengah berhubungan dengan efusi telinga tengah , yang
merupakan penumpukan cairan ditelinga tengah . ( Rahajoe,2012)

Klasifikasi otitis media : ( Efiaty,2007)

1. Otitis media akut terjadi karena faktor pertahanan tubuh

2. Otitis media sub akut

3. Otitis media kronik terjadi infeksi dengan peforasi membran timpani dan secret yang
keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. Secret mungkin encer atau
kental, bening atau berupa nanah. Otitis media akut menjadi otitis media kronik apabila
proses infeksi lebih dari 2 bulan

6
B. Pembagian Otitis Media

Otitis media terbagi atas :

a. Otitis media supuratif, terdiri dari :

• Otitis Media Supuratif akut = otitis media akut (OMA)

• Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK/OMP)

b. Otitis media non supuratif, terdiri dari :

• Otitis Media Serosa Akut (barotraumas)

• Otitis Media Serosa Kroni

A. Etiologi

Otitis media (OM) sering terjadi setelah infeksi saluran nafas atas oleh bakteri atau virus
yang menyebabkan peradangan di mukosa, gangguan drainase telinga tengah dan
menyebabkan penumpukan cairan steril. Bakteri atau virus masuk ke telinga tengah melalui
tuba eustachius, yang menyebabkan infeksi telinga tengah. Kuman penyebab utama otitis
media akut adalah bakteri piogenik seperti streptococcus hemolitikus, stapilococcus
aureus,diplococcus pneumokukus. Selain itu kadang ditemukan juga hemofilius influens
sering ditemukan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun , Escherichia colli,
streptokukus ( Efiaty, 2007 )

Penyebab utama Otitis Media Akut (OMA):

 Masuknya bakteri patogenik ( Streptococcus Pnemoniae, Hemophillus


Influenza, Moraxella Catarrhalis) ke dalam telinga tengah.
 Disfungsi tuba eustakhius , seperti obstruksi yang diakibatkan infeksi saluran
Pernapasan atas, inflamasi jaringan disekitar (Sinusitis,hipertropi adenoid),atau reaksi
alergi (rhinitis alergi

7
Pathway

Perubahan
Pppptekanan udara Gangguan tube eustachius
tiba – tiba (alergi,infeksi
sumbatan )- secret
Kuman masuk ke telinga
Pencegahan invasi kuman
tengah
terganggu

Terjadi erosi pada


kanalisiskuralis Peradangan Tekanan udara negatif
ditelinga tengah

Resiko cedera Efusi

Meningkatkan produksi Reaksi membran upani


Tindakan mastoidektomi
cairan serosa

Akumulasi cairan mukosa


Nyeri akut resiko infeksi
serosa

Ruktur membran tipani Hantara udara yang


karena desakan diterima menurun
Resiko infeksi

Gangguan persepsi sensori


Sekret keluar dan berbau
Pengobatan tidak tuntas / tidak enak
episode berulang

Gangguan citra tubuh

Kurangnya informasi Infeksi berlanjut dpt


sampai ke telinga dalam

Defesiensi pengetahuan Keseimbangan tubuh


menurun 8

Resiko cedera
ANATOMI

4 MANIFESTASI KLINIS

Gejalah otitis media bervariasi tergantung dari tingkat keparahan infeksi . kondisi
tersebut bisasanya unilateral pada orang dewasa & dapat disertai oleh rasa sakit terjadi
setelah perforasi spontan / terapeutik dari membran timpani gejala lainnya adalah arainase
dari setel otoskopik. Saluran pendengaran eksternal tampak normal.

Membran timpani menyebabkan adanya eritema & pembengkakan. Namun demikian ,pasien
melaporkan tidak adanya rasa sakit dengan gerakan daun telinga. (Smelt zet dkk, 2010)

9
a. Tanda dan gejala
Tergantung berat ringannya infeksi
 Otlagia (nyeri telingah), akan hilang secara spontan jika terjadi
perforasi spontan membrane timpani.
 Keluarnya cairan dari telinga
 Demam
 Kehilangan pendengaran
 Tinitus
b. Stadium Otitis Media Akut
Perubahan mukosa telinga tengah sebagai akibat infeksi dapat dibagi atas 5
stadium yaitu :
 Stadium oklusi tuba eustakhius
adanya gambaran retraksi akibat terjadinya tekanan negative di
dalam tekanan tengah, karena adanya absorbs udara. Efusi mungkin
telah terjadi, tetapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sukar dibedakan
dengan Otitis Media Serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi.
 Stadium hiperemesis (stadium presupurasi)
Stadium ini tampak pembuluh daerah yang melebar di
membrane timpani atau seluruh membrane timpani tampak
hiperemesis serta edema. Secret yang telah terbentuk mungkin masih
bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar terlihat.
 Stadium supurasi
Edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya
sel epitel superficial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di
kavum timpani, menyebabkan membrane timpani menonjol kea rah
liang telinga luar. Pada keadaan ini pasien tampak sakit, suhu
meningkat, rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Apabila tekanan
nanah di cavum timpani tidak berkurang, maka terjadi ischemia akibat
tekanan pada kapiler dan timbulnya trombophlebitis pada vena kecil
dan nekrosis mukosa, dan submukosa. Nekrosis terlihat sebagai daerah

10
yang lebih lembek dan berwarna kekuningan dan di tempat ini akan
terjadi ruptur.
 Stadium perforasi
Akibat terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi
kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani dan
nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar, pada
keadaan ini anak yang tadinya gelisah menjadi tenang, suhu badan
turun dan anak tidur nyenyak. Keadaan ini disebut Otitis Media Akut
Stadium Perforasi.
 Stadium resolusi
Bila membran timpani utuh maka perlahan-lahan akan normal
kembali, bila sudah perforasi maka secret akan berkurang dan akhirnya
kering. Bila daya tahanm tubuh baik atau virulensi kuman reda, maka
resolusi dapat terjadi, walaupun tanpa pengobatan.

c. Komplikasi
 Sukar menyembuh
 Cepat kambuh kembali setelah nyeri telingaa berkurang
 Ketulian sementara atau menetap
 Penyebaran infeksi ke struktur sekitarnya yang menyebabkan
mastoiditis akut, kelumpuhan saraf facialis, komplikasi
intracranial(meningitis, abses otak), thrombosis sinus lateralis.
d. Tes diagnostic
 Pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit
 Audiometric impedans, Audiometri Nada Murni
 Kultur organism
e. Penatalaksanaan ( Reeves,2001)

Pengobatan OMA tergantung pada stadium penyakitnya

 Stadium oklusi
Pengobatan bertujuan untuk membuka kembali tuba eustachius,
sehingga tekanan negative di telinga tengah hilang. Pemberian obat tetes

11
hidung : HCl efedrin 0,5% dalam larutan fisiologis (usia di atas 12 tahun)
sumber infeksi harus diobati, antibiotika diberikan bila penyebab penyakit
adalah kuman bukan virus atau alergi
 Stadium presupurasi
Pemberian antibiotika, obat tetes hidung dan analgetika. Bila
membran timpani terlihat hiperemis difus dilakukan Miringotomi.
Antibiotika yang diajurkan golongan Penicillin diberikan Eritromisin.
 Stadium supurasi
Pemberian antibiotika dan tindakan miringotomi jika membran
timpani masih utuh untuk menghilangkan gejala klinis dan ruptur dapat
dihindari.
 Stadium resolusi
Pemberian antibiotika dilanjutkan sampai 3 minggu jika tidak
terjadi resolusi

f. Proses Keperawatan Pada Pasien dengan Otitis Media Akut


 Pengkajian
Pengumpulan pengkajian data melalui riwayat kesehatan dan
pemeriksaan fisik seperti di bawah ini :
 Riwayat kesehatan : adakah baru-baru ini infeksi pernafasan atas
ataukah sebelumnya klien mengalami ISPA, ada nyeri daerah
telinga, perasaan penuh atau tertekan di dalam telinga, perubahan
pendengaran.
 Pemeriksaan fisik : tes pendengaran, memeriksa membran timpani.
 Data yg muncul pada saat pengkajian
 Sakit telinga/nyeri
 Penurunan/tak ada ketajaman pendengaran pada satu atau
kedua telinga
 Tinitus
 Perasaan penuh pada telinga
 Suara bergema dari suara sendiri
 Bunyi “letupan” sewaktu menguap atau menelan
 Vertigo, pusing, gatal pada telinga

12
 Penggunaan minyak, kapas lidi, peniti untuk membersihkan
telinga
 Penggunanaan obat (streptomisin, salisilat, kuirin,
gentamisin)
 Tanda-tanda vital (suhu bisa sampai 40o C), demam

Kemampuan membaca bibir atau memakai bahasa isyara

 Reflek kejut
 Toleransi terhadap bunyi-bunyian keras
 Tipe warna 2 jumlah cairan
 Cairan telinga; hitam, kemerahan, jernih, kuning
 Alergi
 Dengan otoskop tuba eustacius bengkak, merah, suram
 Adanya riwayat infeksi saluran pernafasan atas, infeksi
telinga sebelumnya, alergi
 Diagnosa dan Intervensi

NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

1 Nyeri berhubungan dengan proses Tindakan 1. Beri posisi


peradangan pada telinga keperawatan nyaman ; dengan
dilakukan dengan posisi nyaman
tujuan nyeri dapat
berkurang atau mengurangi
hilang nyeri.
2. Kompres panas
di telinga bagian
luar ; untuk
mengurangi
nyeri.

13
3. Kompres dingin ;
untuk
mengurangi
tekanan telinga
(edema)
Kolaborasi pemberian
analgetik dan antibiotik
2 Resiko tinggi infeksi berhubungan Tindakan 1. Kaji tanda-tanda
dengan tidak adekuatnya pengobatan keperawatan perluasan infeksi,
dilakukan dengan mastoiditis,
tujuan tidak terjadi vertigo ; untuk
tanda - tanda infeksi mengantisipasi
perluasan lebih
lanjut.
2. Jaga kebersihan
pada daerah liang
telinga ; untuk
mengurangi
pertumbuhan
mikroorganisme
3. Hindari
mengeluarkan
ingus dengan
paksa/terlalu
keras (sisi) ;
untuk
menghindari
transfer
organisme dari
tuba eustacius ke
telinga tengah.
4 . Kolaborasi pemberian
antibiotik

14
3 Resiko tinggi injury berhubungan Tindakan 1. Pegangi anak
dengan penurunan persepsi sensori keperawatan atau dudukkan
dilakukan dengan anak di pangkuan
tujuan tidak terjadi saat makan ;
injury atau meminimalkan
perlukaan anak agar tidak
jatuh
2. Pasang restraint
pada sisi tempat
tidur ;
meminimalkan
agar anak tidak
jatuh.
3. Jaga anak saat
beraktivitas ;
meminimalkan
agar anak tidak
jatuh
4 . Tempatkan perabot
teratur ; meminimalkan
agar anak tidak terluka

15
BAB III

PENUTUP DAN SARAN

KESIMPULAN

Menurut saya bawah merupakan suatu infeksi pada telinga tengah yang disebabkan karena
masuknya bakteri ke dalam telinga tengah .

Penyebabnya adalah tersumbatnya saluran / tuba yang bisa disebabkan oleh peradangan
akibatinfeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh tersebut .

Dan berhubungan pada anak juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya OMA

SARAN

Perawatan tidak kalah pentingnya dengan pengobatan karena bagimanapun teraturnya


pengobatan tanpa perawatan yang sempurna maka penyembuhan yang diharapkan
tidak tercapai .

16
DAFTAR PUSTAKA

Ari, Elizabeth. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem
Pendengaran dan Wicara. Editor : Dr. Ratna Anggraeni., Sp THT-KL., M.Kes. STIKes Santo
Borromeus. Bandung.

Brunner & Sudath . 2010. Keperawatan Medikal Bedah. Buku II Edisi 9, Alih Bahasa :
Agung Waluyo dkk. EGC. Jakarta.

Efiaty Arsyad, S, Nurbaiti Iskandar, Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan,
Edisi III, FKUI,1997.

Hadi Sujono , 2002. Gastroenterologi. Bandung : P.T Alumni

Handoko,R.P. (2010), Penyakit Virus, ln : A .Djuanda,M.Hamzah,& S. Aisah (Eds.),ilmu


penyakit.

17