Anda di halaman 1dari 14

KLIMATOLOGI PERTANIAN

LAPORAN KUNJUNGAN ALAT-ALAT KLIMATOLOGI


DI BMKG PESAWARAN

Oleh :
Lendra Saputra 18714019
Lili Nur Indah Sari 18714020
Lilis Ropiqoh 18714021
Mahfud Muzakin 18714022
Maudy Sugesti Junior 18714023
Nadia Tria Sendari 18714024
Nengah Dayu Ningsari 18714025
Pretty Aulia Dewi Fortuna 18714026

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA


JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pengelolaan cuaca (iklim) untuk bidang pertanian
data cuaca yang benar sangat dibutuhkan. Penyasuaian tanaman
dengan cuaca (iklim) suatu daerah, peramalan awal dan akhir
musim hujan atau kemarau untuk kegiatan pertanian, pengubah
(modifikasi) cuaca (iklim) dan penggantian satu atau beberapa
unsur cuaca dibutuhkan data cuaca yang benar dan dari hasil
pengamatan yang panjang. Data yang benar tentunya dihasilkan
dari peralatan yang baku, cara, dan waktu pengamatan yang
mengikuti aturan yang disepakati secara nasional. Pearalatan
meteorologi haruslah dapat menghasilkan data yang benar dan
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian data ini
dapat dibandingkan dengan data di tempat lain, sehingga kita
dapat menilai cuaca dan iklim.
Peralatan yang digunakan dalam pengamatan cuaca sangat
banyak jumlah dan jenisnya. Peralatan – peralatan tersebut terdiri
atas alat pengukur curah hujan, pengukur kelembaban udara,
pengukur suhu udara, pengukur suhu tanah, pengukur hujan,
pengukur panjang penyinaran matahari, pengukur kecepatan
angin, dan pengukur evaporasi.
Pengenalan alat dalam praktikum sangat penting karena
akan berpengaruh terhadap kemampuan praktikan itu sendiri.
Seorang praktikan akan merasa kesulitan untuk memahami setiap
kegiatan praktikum apabila belum mengenal alat-alat praktikum
itu sendiri.

1.2 Tujuan Praktikum


untuk melatih mahasiswa agar mengenal dan mengetahui
alat-alat yang pada umumnya digunakan dalam bidang
klimatologi pertanian ( Agroklimatologi) dan memahami
pentingnya mengetahui unsure-unsur iklim dalam hubungannya
dengan dunia pertanian terutama dalam hal budidaya tanaman
hortikultura.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan
dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di
bawahnya.Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan
hukum dan teknik matematik.Pengamatan cuaca atau
pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan
stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun
meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah
menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan
atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan
antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan.
Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan
keadaan alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi
meteorogis yang secara rutin diamati antara lain ialah keadaan
lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan kelengasan tanah
pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya,
durasi penyinaran dan reaksi matahari.
Dalam bidang pertanian, ilmu prakiraan penentuan kondisi iklim
atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah pengembangan
tanaman.Iklim mempengaruhi dunia pertanian.Presipitasi,
evaporasi, suhu, angin, dan kelembaban nisbi udara adalah unsur
iklim yang penting. Dalam dunia pertanian, air, udara, dan
temperatur menjadi faktor yang penting. Kemampuan
menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air
meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan
drainase.
Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim,
mempunyai arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang
pertanian. Prakiraan cuaca 24 jam yang dilakukan oleh BMG,
mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya untuk
pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya
pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi
hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan
lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting
dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah.Jadi, bidang
pertanian ini memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim
mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya.
Stasiun meteorologi mengadakan contoh penginderaan setiap 30
detik dan mengirimkan kutipan statistik (sebagai contoh, rata-
rata dan maksimum).Untuk yang keras menyimpan modul-modul
setiap 15 menit.Hal ini dapat menghasilkan kira-kira 20 nilai dari
hasil rekaman untuk penyimpanan akhir disetiap interval
keluaran.Ukuran utama dibuat di stasiun meteorologi danau vida,
pemakaian alat untuk temperatur udara, kelembaban relatif,
temperatur tanah.
III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu : Selasa, 9 Juli 2019 pukul 14.00 s.d. selesai
Tempat : Stasiun Klimatologi Pesawaran

3.2 Alat dan Bahan


Alat : Alat tulis, Handphone
Bahan :-

3.3 Prosedur kerja


1. Petugas stasiun menjelaskan satu persatu alat-alat
klimatologi dan kegunaan serta cara kerja alat-alat
tersebut
2. Mahasiswa mengamati dan mendengarkan penjelasan
dari petugas
3. Diselingi dengan Tanya jawab antara petugas dan
mahasiswa
4. Mengambil gambar berupa photo maupun video bila
diperlukan
IV. PEMBAHASAN
1. Campbell Stokes
Campbell Stokes adalah salah satu alat yang untuk
mendapatkan data tentang iklim dan cuaca pada stasiun-stasiun
klimatologi yang berfungsi untuk mengukur lama penyinaran
matahari. Campbell Stokes merupakan alat ukur analog durasi
harian penyinaran matahari yang menggunakan satuan
jam/prosentase (%) pias harian. Campbell Stokes terdapat
komponen penyusunnya. Campbell Stokes terdiri dari 2
komponen penyusun utama yaitu bola kaca berfungsi sebagai
lensa cembung yang mempunyai titik fokus dan kertas pias yang
mempunyai tiga macam jenis yaitu lengkung panjang (11
Oktober – 28 Februari), lurus (11 September – 10 Oktober) (1
Maret – 10 April) dan lengkung pendek (11 April – 10 Agustus)
(Romanyaga, 2016). Cara kerja Campbell Stokes adalah sebagai
berikut cahaya matahari akan dikumpulkan bola kaca pada titik
fokusnya yang terdapat lempengan baja dengan ukuran lebar
kira-kira 10 cm tempat kertas pias diletakkan, jika sinar matahari
memiliki kekuatan lebih dari 120 W/m2 maka dapat membakar
kertas pias sehingga meninggalkan jejak terbakar pada kertas
pias dapat berupa lubang panjang/pendek, terputus-putus atau
bintik terbakar yang menunjukkan lama waktu penyinaran
matahari.

2. Thermometer Tanah Bervegetasi


Thermometer tanah bervegetasi mempunyai prinsip yang
hampir sama dengan termometer biasa yang berfungsi mengukur
suhu dan kelembaban tanah. Thermometer pengukur suhu
tanah ada dua yaitu thermometer permukaan dan thermometer
bawah permukaan. Pengukuran suhu tanah diatas 20 cm
menggunakan termometer tanah bengkok, pengukuran suhu
tanah dibawah 20 cm menggunakan termometer tanah
berselubung. Cara mengukur suhu tanah dengan thermometer
adalah dengan membuat lubang tanah mencapai kedalaman yang
akan diukur, setelah itu thermometer dimasukkan kedalam lubang
dan ditimbun dengan tanah, beberapa menit kemudian diambil
dan dibaca suhunya. Kedalaman tanah yang biasa diukur suhunya
yaitu kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm
dari permukaan tanah. Suhu dan kelembaban sangat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan aktivitas organism.

3. Thermometer Tanah Gundul


Thermometer tanah gundul mempunyai prinsip yang
sama dengan termometer tanah bervegetasi yang berfungsi
sebagai pengukur suhu dan kelembaban tanah. Thermometer
tanah gundul dapat mengetahui suhu tanah yang tidak
bervegetasi. Pengukuran suhu tanah dengan menggunakan
thermometer dilakukan pada kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm, 20
cm, 50 cm dari permukaan tanah. Cara kerja thermometer tanah
gundul hampir sama dengan cara kerja thermometer tanah
bervegetasi yaitu apabila suhu naik maka air raksa dalam resevoir
akan naik dan menunjukkan skala pada pipa.

4. Cup counter anemometer


Fungsi: Pengukur Kecepatan Angin Rata-rata harian
Cara Pengamatan: Prinsip kerja seperti gerakan Spedometer
sepeda motor dalam satuan km/jam Kecepatan angin rata-rata
harian selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

5. High Volume Sampler


Alat untuk mengambil sampel kualitas udara, terdapat
kertas pias dikaitkan pada tempatnya dan diikat, dipasang jam
08.00 WIB. Yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan
antara lain keadaan cuaca, suhu, dan tekanan udara karena
untuk mengetahui dia termasuk ke dalam udara tercemar atau
tidak. Sistem kerja hamper sama seperti penyedot debu.
Pengamatan dilakukan serentak yang sudah ditentukan tanggal
tanggal tertentu untuk pengamatan.
High Volume Sampler adalah alat yang digunakan untuk
mengukur kualitas udara di suatu wilayah yang memiliki
kemampuan untuk menghisap debu dengan ukuran 2,5 micron
dan 10 micron yang ditampung pada kertas filter dengan motor
putaran berkecepatan tinggi. Alat ini pada umumnya berada di
stasiun pemantau BMKG. High Volume Sampler memiliki bagian
– bagian dengan fungsinya masing – masing filter fiberglass
untuk menampung motor pompa vakum berfungsi untuk
menghisap debu yang mengapung di udara. High Volume
Sampler digunakan untuk mengukur konsentrasi debu (SPM),
konsentrasi SO2, NO2, dan ozon permukaan yang bertujuan untuk
mengukur kualitas udara di suatu wilayah pada periode
tertentu.

6. Penakar Hujan tipe Hellmann


Penakar hujan Hellman merupakan alat klimatologi yang
digunakan untuk mengukur curah hujan. Alat pengukur curah
hujan tipe Hellman digunakan untuk mengukur curah hujan
dengan sistem air hujan tersebut ditampung yang kemudian air
akan mendorong pelampung yang terhubung langsung dengan
pena, secara otomatis pena yang terdapat didalam akan
menggores kertas pias yang sudah di pasang pada tabung berputar
. Penakar hujan otomatis tipe Hellman merupakan alat penakar
hujan berjenis recording yang terdiri dari dari jam pencatat,
tabung gelas, pelampung dan alat ukur curah hujan tipe Hellman
sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan sehingga
mengakibatkan hilangnya data curah hujan .
7. Penakar Hujan tipe Observatorium
Observatorium atau penakar hujan adalah instrumen
yang berbentuk silindris yang digunakan untuk mendapatkan dan
mengukur curah hujan pada satuan waktu tertentu dan prinsip
kerjanya yaitu mengukur tinggi hujan seolah-olah air hujan yang
jatuh ke tanah menumpuk ke atas merupakan kolom air dan air
yang tertampung, volumenya dibagi dengan luas corong
penampung kemudian menghasilkan tinggi atau tebal dengan
satuan millimeter. Alat penakar hujan yang biasa dipakai di
Indonesia adalah tipe Observatorium atau Ombrometer yang
biasanya diletakkan ditempat terbuka dan tidak dipengaruhi
pohon-pohon dan gedung-gedung disekitarnya.

8. Panci Penguapan/evaporasi
adalah alat yang berfungsi untuk mengukurevaporasi
(Siswanti, 2011). Alat ini digunakan setiap hari dan
hasilnyadiakumulasikan dalam jangka waktu satu bulan. Air
dalam unsur mengibaratkan jumlah penguapan udara yang terjadi
Evaporimeter adalah alat yang digunakanuntuk mengukur kadar
penguapan yang terjadi selama 24 jam (Muldawati, 2013).

9. Piche Evaporimeter
adalah suatu alat untuk mencatat jumlah
penguapanevaporimate menggunakan perubahan tinggi air dalam
unsur (Rayner, 2006).Psikrometer standar terdiri dari termometer
bola basah dan termometer bolakering, termometer maksimum
dan termometer minimum, serta picheevaporimeter (Arief, 2012).
Air dalam unsur mengibaratkan jumlah penguapanudara yang
terjadi. Evaporimeter adalah alat yang digunakan untuk
mengukurkadar penguapan yang terjadi selama 24 jam
(Muldawati, 2013).
10. Psycrometer Standar
Terdiri dari 4 buah thermometer:
Thermometer Bola Kering
Thermometer Bola Basar
Thermometer Maksimum
Thermometer Minimum
Fungsi Alat: Untuk mengukur suhu udara dan kelembaban udara
dengan satuan derajat celciun serta persen
Cara Pengamatan:
Thermometer BK menunjukan suhu udara
Thermometer BB digunakan mencari kelembaban udara dengan
bantuan Table.
Thermometer BB, bola air raksa harus selalu basah dengan
menggunakan Kain muslin yang selalu basah oleh air murni
Thermometer maksimum digunakan untuk mencari suhu
maksimum dalam sehari.
Thermometer minimum digunakan untuk mencari suhu minimum
dalam sehari.

11. Thermometer Apung Maksimum dan Minimum


Fungsi: Mencatat suhu maksimum dan minimum air
yang terjadi selama 24 jam.
Cara Pengamatan:
Suhu maksimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dlam
thermometer atas dan suhu minimum ditunjukkan oleh ujung
kanan indeks dalam tabung bawah. Untuk menyetel kedudukna
indeks kembali, setelah suhu dibaca di gunakan magnet batang.

12. Automatic Rain Gauge (ARG)


Alat ini digunakan untuk mengukur curah hujan secara
otomatis. Kelebihan :
- Dapat menampilkan jumlah data hujan setiap menit,
setiap jam dan atau setiap hari.
- Dapat mendownload data yang berada di memori logger
sesuai kapasitas memori yang disediakan di logger.

13. Automatic Rain Sampler (ARS)


Berfungsi mengambil sample air hujan.
Cara Kerja :
Jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada
sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air
yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan penutup
tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka
penutup akan bergerak ke posisi semula posisi semula.
V. KESIMPULAN

Pengukuran unsur cuaca dan iklim dilakukan dengan berbagai

jenis peralatan.Alat ukur unsur cuaca dan iklim antara lain

Campbell Stokes untuk mengukur lama penyinaran

matahari,Psikrometer Standar untuk mengukur kelembaban relatif

udara, TermometerTanah Gundul dan Bervegetasi untuk mengukur

suhu tanah gundul dan berumput,Anemometer digunakan untuk

mengukur kecepatan dan tekanan angin, CupCounter untuk mengukur

rata-rata kecepatan angin dalam suatu periode pengamatan, Open Pan

Evaporimeter untuk mengukur evaporasi, Piche Evaporimeter untuk

mencatat jumlah penguapan, Ombrometer Observatium untuk

mengukur curahhujan secara manual, Ombrometer tipe Hellman

merupakan alat penakar hujanotomatis, Automatic Rain Sampler untuk

mengambil sampel air hujan secaraotomatis, dan High Volume Sampler

digunakan untuk pengumpulan kandungan partikel.

Pemasangan alat ukur pada umumnya dilakukan di tempat yang sudahdi

pertimbangkan letaknya agar memperoleh hasil pengukuran yang

akurat.
DAFTAR PUSTAKA

https://nursidqon.blogspot.com/2014/11/alat-alat-klimatologi-bmkg-

semarang.html (diakses 13 Juli 2019 pukul 15.24 WIB)

https://www.tagar.id/17-peralatan-klimatologi-yang-digunakan-bmkg (diakses

13 Juli 2019 pukul 14.40 WIB)