Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH UNSUR HARA TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG

DAUN
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN

Disusun oleh:
Akhmad Suryadi 18714001
Andi Saputro 18714006
Enggal Kurnia 18714010
Febri Sanjaya 18714012
Nengah Dayuning Sari 18714025
Puji Zaitun 18714027

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA


BUDIDAYA TANAMAN PANGAN

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG


BANDAR LAMPUNG
2019

i
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1


1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktikum ................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................. 3
BAB III METODE PRAKTIKUM .............................................................. 4
3.1 Tempat dan Waktu ................................................................................. 4
3.2 Alat dan Bahan ....................................................................................... 4
3.3 Prosedur Kerja ........................................................................................ 4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 5
4.1 Hasil Pengamatan ................................................................................... 5
4.2 Pembahasan ............................................................................................ 5
BAB V KESIMPULAN ............................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bawang daun adalah salah satu jenis tanaman sayuran yang berpotensi
dikembangkan secara intensif dan komersil. Pemasaran produksi bawang daun
segar tidak hanya untuk pasar dalam negeri melainkan juga pasar luar negeri.
Jenis bawang daun yang diekspor ke Singapura dan Belanda adalah bawang prei.
Selain itu, permintaan bawang daun akan semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya laju pertumbuhan penduduk. Peningkatan permintaan terutama
berasal dari perusahaan mie instant yang menggunakan bawang daun sebagai
bumbu bahan penyedap rasa (Sutrisna et al., 2003).
Bawang daun banyak mengandung saponin, tanin, dan minyak atsiri.
Dengan kandungannya tersebut bawang daun berkhasiat untuk meredakan perut
kembung,batuk, flu, sesak nafas karena flu, diuretick, diaforetik, nyeri sendi dan
anti radang, menghilangkan bengkak karena bisul serta menghilangkan bekas
gigitan serangga. Pertumbuhan produksi rata-rata bawang daun selama periode
1989-2003 adalah sebesar 3,9% per tahun. Komponen pertumbuhan areal panen
(3,5%) ternyata lebih banyak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan
produksi bawang merah dibandingkan dengan komponen produktivitas (0,4%).
Bawang merah dihasilkan di 24 dari 30 propinsi di Indonesia (Susanto, 2006).
Menyimak pemberitaan beberapa media masa akhir-akhir ini tentang semakin
Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya petani dan harga pangan yang makin
meningkat dapat meruntuhkan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi dimana
harga bahan pangan dan komoditi lain yang tinggi tentu saja berakibat pada
peningkatan inflasi.
Semakin rawannya ketahanan pangan di Indonesia merupakan akibat
semakin menurunnya luas lahan pertanian dan produktivitas lahan yang tidak
mungkin ditingkatkan. Artinya beberapa upaya untuk meningkatkan hasil
produksi pertanian sudah tidak ekonomis lagi. Peningkatan kebutuhan terhadap

1
produksi pertanian akibat peningkatan jumlah penduduk di satu sisi, dan semakin
terbatasnya jumlah sumber daya pertanian
disisi lain, menuntut perlunya optimalisasi seluruh sumber daya pertanian,
terutama lahan dan air. Oleh sebab itu, sistem usahatani yang selama ini lebih
berorientasi komoditas (commodity oriented) harus beralih kepada sistem
usahatani yang berbasis sumber daya (commodity base), seperti halnya sistem
usahatani agribisnis. Salah satu aspek penting dalam pengembangan agribisnis
adalah bahwa kualitas hasil sama pentingnya dengan kuantitas dan kontinuitas
hasil. Di samping faktor tanah, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan air dan berbagai unsur iklim. Namun dalam kenyataannya,
iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi. Hal tersebut
disebabkan kekurangan keselarasan sistem usahatani dengan iklim akibat kurang
kemampuan dalam memahami karakteristik dan menduga iklim, sehingga upaya
antisipasi resiko dan sifat ekstrimnya tidak dapat dilakukan dengan baik.
Akibatnya, sering tingkat rawannya ketersediaan pangan di Indonesia tentunya
sangat memprihatinkan.

1.2 Tujuan Praktikum


Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk urea yang
diaplikasikan pada tanaman bawang daun.

2
BAB II
LANDASAN TEORI
perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor
utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktorling kungan
yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan daproduksi suatu
tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah.
Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur
yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikansiklus
hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makrodan 7
unsur mikro.
9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur
esensial. Menurut ARNON dan STOUT ada tiga kriteria yang harus dipenuhi
sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial
Macam-macam unsur hara esensial Adapun unsur hara esensial tersebut adalah: 
Unsur hara makro, terdiri atas unsur C, H, O, N, P, K, S, Ca, dan Mg.  Unsur
hara mikro, terdiri atas unsur Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl 13

3
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum ini di lakukan di Lahan Praktikum Hortikultura Politeknik Negeri
Lampung, dilaksanakan pada saat praktikum hari kamis pukul 07.00-09.00
WIB.

3.2 Alat dan bahan


Alat : cangkul, gembor, ember, penggaris, timbangan
Bahan : Bibit bawang daun, Pupuk kandang, polybag, tanah, urea

3.3 Cara Kerja


1. siapkan 10 polybag berukuran besar.
2. campurkan pupuk kandang dengan tanah dengan perbandingan 1:1.
3. bibit yang dipakai adalah bibit dengan ukuran seragam, dengan
menghitung jumlah daun , tinggi daun dan anakan bibit yang ditanam.
4. Tanam bibit bawang daun pada polybag.
5. Kelompokan menjadi 2 kelompok, 5 polybag untuk perlakuan pupuk
NPK 5 g dan 5 polybag untuk perlakuan pupuki NPK 2.5 g.
6. Siram bibit yang telah ditanam hingga tanah basah .
7. Tanaman bawang daun diberi pupuk NPK dengan 2 perlakuan pada
minggu ke 2 setelah tanam.
8. Pengamatan dilakukan pada tiap 2 minggu sekali dengan mengukur
jumlah anakan dan jumlah daun serta tinggi.

4
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
4.1.1 Tabel hasil pengamatan tanaman daun bawang
Dosis N (g) Sample Tinggi tanaman (cm) Jumlah daun Jumlah anakan
13/06/2019 04/07/2019 13/06/2019 04/07/2019 13/06/2019 04/07/2019
2,5 1
2
3 30,9 58 7 8 0 0
4 30 58 13 17 2 2
5 34,6 55 14 17 3 3
jumlah 95,5 171 34 42 5 5
rata-rata 31,8333333 57 11,33333333 14 1,66666667 1,66666667
5 1 29 59 12 16 3 3
2 22,5 53 19 21 5 5
3 20 51 21 25 4 4
4 19 63 8 9 1 1
5 21 54 21 24 2 2
jumlah 111,5 280 81 95 15 15
rata-rata 22,3 56 16,2 19 3 3

4.2 Pembahasan

Dalam percobaan ini akan dilihat bagaimana pengaruh unsur hara N


terhadap pertumbuhan tanaman. Tanaman yang digunakan yaitu bawang daun dan
unsur hara yang digunakan adalah unsur hara N pada pupuk urea. berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan pada aplikasi urea 2.5g tinggi tanaman
mencapai 57 cm junmlah daun 14 daun, jumlah anakan 1.6 anakan dan pada
pengaplikasian urea 5g didapat hasil tinggi tanaman 56 cm, jumlah daun 19 dan
jumlah anakan 3 anakan. hal ini megalami peningatan dibandingkan pada
pengamatan pertama dengan pengaplikasi urea 2.5g tinggi tanaman 31.8 cm
jumlah daun 11.3 daun, jumlah anakan 1.6 anakan dan pada pengaplikasian urea
5g didapat hasil tinggi tanaman 22.3 cm, jumlah daun 16.2 dan jumlah anakan 3
anakan .

5
Hal ini menunjukan penggunaan urea pada tanaman bawang daun kami
mempengaruhi pertumbuhan jumlah daun dan banyaknya anakan pada bawang
daun kami, pertumbuhan paling besar terjadi pada pengaplikasian urea 5g dengan
tinggi dan jumlah daun bertambah sangaat signifikan seperti pada tabel diatas. Hal
ini dikarenakan peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman yaitu untuk merangsang
pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu,
nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat
berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein,
lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

Gejala tanaman yang kekurangan unsur Nitrogen :


1. Pertumbuhan tanaman berjalan lambat
2. Tanaman kurus dan kerdil
3. Daun hijau kekuningan, pendek, kecil dan tegak
4. Daun yang sudah tua berwarna hijau muda, kemudian berubah kuning dan
layu.
5. Bila sempat berbuah, buahnya akan kerdil, cepat masak lalu rontok.
Pengaruh kelebihan unsur Nitrogen pada tanaman antara lain :
1. Menghasilkan tunas muda yang kurang baik/lemah.
2. Produksi biji-bijian berkurang
3. Memperlambat pemasakan / penuaan buah dan biji-bijian
4. Mengasamkan reaksi tanah, menurunkan PH tanah, dan merugikan tanaman,
sebab akan mengikat unsur hara lain, sehingga unsur nitrogen menjadi sulit
diserap tanaman.
5. Pemupukan jadi kurang efektif dan tidak efisien

6
BAB V
KESIMPULAN
1. Unsur hara N mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada daun
bawang.
2. Merupakan unsur hara makro, dan mutlak dibutuhkan oleh tanaman.
3. Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman secara keseluruhan, khususnya
pertumbuhan akar, batang dan daun.
4. Berperan dalam pembentukan zat hijau daun (klorofil) yang sangat penting
untuk melakukan proses fotosintesis.

7
DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2018.https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/52-unsur-hara-
kebutuhan-tanaman.html.pontianak (diakses 15 Juli 2019)
Irfan,Mokhamad,2013.http://ejournal.uin-
suska.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/86.Riau. (diakses 15 Juli
2019)
Wikipedia, https://id.wikipedia.org/wiki/Zat_Hara. (diakses 15 Juli 2019)