Anda di halaman 1dari 2

Tepat Meskipun Terlambat

Cerpen Karangan: Hafizha Suharti


Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 December 2019

Seorang lelaki yang sering kulihat saat masih semester


satu selintas membuatku bingung dan terdiam
menatapnya saat dia lewat di depan mataku. Entah
mengapa aku menatapnya begitu terpaku, padahal hatiku
tidak merasakan gelora yang bergejolak seperti aku
sedang jatuh cinta dulu.

“Hey!”, Rina menyapaku dengan tegas. Aku tersadar dan


pandanganku kembali normal. Saat itu, aku langsung
pergi jauh untuk menjauhi pandanganku dari lelaki itu.
“Dia telalu terkenal, aku tidak suka itu!” gumamku dalam
hati.

Sebulan, dua bulan, bahkan tiga bulan akhirnya berlalu.


Waktunya kami berpergian bersama senior-senior yang
tidak kusuka. Mungkin tidak semua, sebagian ada yang
tidak kuketahui apakah mereka baik atau tidak sama
sekali.

Lelaki itu ternyata seniorku. Terkejut? Tidak! Aku sudah


mengenalnya saat teman-temanku membicarakannya
setiap hari. Bahkan di mataku, dia hanya seorang lelaki
yang disukai banyak wanita dan bisa saja dia adalah
pecinta banyak wanita tapi tidak untuk menjadi pacarnya.

Tiba-tiba saja handphoneku bergetar. Aneh! Seorang


lelaki yang sering dibicarakan teman-temanku
mengirimkan pesan padaku. Kurasa ini tanda bahwa dia
memperhatikanku. Aku masih tidak ingin memikirkannya.
Dia masih belum bisa menembus dinding hatiku.

Seiring waktu, lelaki itu terus saja mengirimkan pesan


padaku. Aku juga merasa nyaman jika berbicara padanya.
Aku masih merasakan hal yang sama, dia masih belum
bisa menembus dinding hatiku.
Sudah beberapa hari berlalu, hampir seminggu. Akhirnya
aku merasakan rasa “suka” padanya. Mungkin karena
kenyamanan yang ia ciptakan saat berbicara.

Akhirnya aku menerimanya dalam hidupku. Menjalani


proses dengan pacaran, meskipun hatiku belum
sepenuhnya mencintainya.

Ulang tahunnya pun tiba, apa yang terjadi? Aku akhirnya


bisa mencintainya. Apa ia menginginkan hal itu?
Bukankah itu aneh? Tidak! Aku yang meminta.

Kali ini aku sangat bahagia. Akhirnya aku mencintainya


setelah aku menjadi pacarnya. Mungkin ini terbilang
terlambat, tapi ini benar-benar tepat sasaran. Aku tidak
lagi merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan
seperti dulu. Kini aku merasakan indahnya mencintai
seseorang yang benar-benar mencintaiku.

Cerpen Karangan: Hafizha Suharti


Blog / Facebook: Hafiizha Suharti

Cerpen Tepat Meskipun Terlambat merupakan cerita


pendek karangan Hafizha Suharti, kamu dapat
mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca
cerpen cerpen terbaru buatannya.