Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

“BELAJAR DAN PEMBELAJARAN”


“KARAKTERISTIK BELAJAR SISWA AUDITORI, VISUAL DAN KINESTETIK”

DISUSUN
OLEH :

NAMA KELOMPOK 5 / NPM : - AYU AISYAH FADILLAH / 5018130


- NURIA ZAFIRA / 5018012
- ADE MAHARANI FEBRITA / 5018106

JURUSAN : ILMU PENDIDIKAN


PRODI : PGSD
DOSEN PENGAMPU : YUNI KRISNAWATI, M.Pd

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU
2019
KATA PENGANTAR

Alamdulilah, atas rahmat dan hidayah kepada Tuhan yang Maha Esa kami

dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Karakteristik Belajar Siswa Auditori,

Visual dan Kinestetik” ini. Dengan karya tulis ini, kita dapat belajar dan memahami

tentang karakteristik belajar siswa auditori, visual dan kinestetik sebagai ilmu

pengetahuan.

Upaya penulisan makalah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan

efektifitas pelaksanaan belajar mengajar dan untuk memberikan dorongan untuk para

mahasiswa agar dapat mengembangkan wawasan dan kemampuan terhadap disiplin

ilmu yang diajarkan.

Segala kritik dan saran penulis harapkan dari teman-teman dan dosen

pembimbing yang sifatnya membangun demi penyempurnaan makalah ini di masa

yang akan datang, demikian harapan penulis. Semoga makalah yang kami susun

dapat bermanfaat bagi kita semua.

Lubuklinggau, November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... i

DAFTAR ISI .............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ..................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Gaya Belajar ..................................................... 3


B. Macam-Macam Gaya Belajar ............................................. 4
C. Cara Untuk Mengetahui Gaya Belajar Siswa ..................... 14

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .......................................................................... 17
B. Saran .................................................................................... 17

Daftar Pustaka ............................................................................................

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar merupakan aktivitas mental dan psikis sehingga adanya
perubahan tingkah laku kearah yang positif dari tidak tahu menjadi
tahu. Namun, dalam pembelajaran terdapat beberapa siswa yang
mengalami hambatan dalam perubahan tingkah laku tersebut sehingga
informasi yang disampaikan oleh guru tidak bisa diterima sesuai tujuan
pembelajaran. Hal ini terjadi karena metode atau strategi dalam
pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak sesuai dengan kondisi
dan tujuan pembelajaran.
Setiap manusia memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda
sehingga ketika melakukan sesuatu hal apapun juga dengan cara yang
berbeda, termasuk dalam hal belajar dan guru seharusnya
menggunakan metode atau strategi belajar yang disesuaikan dengan
karakter belajar yang dimiliki siswa sehingga informasi yang
disampaikan guru dapat diterima oleh siswa.
Ketika siswa telah mengenali gaya belajar yang dimilikinya,
maka siswa dapat menerapkan cara belajar yang baik dansesuai
dengan gaya belajarnya, sehingga siswa dapat memaksimalkan
prestasi belajar akademik maupun non-akademik.
Didalam proses belajar tidak ada cara belajar yang dianggap
benar atau salah karena setiap orang mempunyai gaya belajar yang
berbeda-beda dan memberikan keuntungan serta kekurangan masing-
masing. Ketika siswa mampu memahami gaya belajarnya maka, proses
belajar siswa akan lebih efisien dan efektif. Untuk mengetahui masing-
masing gaya belajar individu maka diperlukan pembahasan lebih lanjut
mengenai gaya belajar yang lebih detail dan mempelajari langkah-
langkah apa yang dapat siswa ambil untuk memilih strategi belajar
yang sesuai dengan gaya belajar yang mereka miliki. Oleh karena itu,

1
kelompok kami memutuskan untuk membahas topik tersebut untuk
dilakukan pembahasan secara lanjut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan gaya belajar ?
2. Apa saja macam-macam gaya belajar siswa ?
3. Bagaimana cara mengetahui gaya belajar siswa ?

C. Tujuan Penulisan
1. Dapat mendeskripsikan tentang apa gaya belajar
2. Mengetahui macam-macam gaya belajar siswa
3. Mengetahui bagaimana cara dalmengetahui gaya belajar siswa

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Gaya Belajar


Gaya belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dalam
melaksanakan tugas belajar baik dirumah, masyarakat maupun sekolah.
Ketika seseorang dalam proses belajar sudah menemukan gaya belajar
yang sesuain dengan dirinya maka akan memudahkan anak untuk
memahami materi yang disampaikan guru.
Menurut Munif Chatib (2012:100) menyatakan bahwa gaya belajar
adalah respons yang paling cepat diterima dalam otak seseorang untuk
menerima informasi dari orang lain ataupun lingkungannya. Respon
tersebutlah yang merupakan suatu karakteristik seseorang dalam belajar.
Informasi akan lebih cepat diterima oleh otak apabila sesuai dengan gaya
belajar seseorang atau penerima informasi. Jika informasi yang berisi
materi belajar sudah diterima oleh otak, dapat dikatakan indikator hasil
belajar seseorang tersebut telah tuntas. Artinya, anak sebagai penerima
informasi telah mamahami materi yang disampaikan oleh gurunya dengan
baik.
Menurut DePorter dan Hernacki dalam Septian (2014:60) , gaya
belajar adalah “kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah
informasi”. Proses dalam mengkombinasikan informasi kedalam otak
tersebut merupakan aktivitas seseorang ketika belajar. Jika hal tersebut
dapat dilakukan dengan baik, hal itu akan membuat seseorang mudah
dalam menerima informasi.
Menurut Fleming dan Mills dalam Nikmawati (2014) “gaya belajar
merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu
dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan
satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di
kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.”

3
Dari ketiga definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar
adalah respon siswa dalam menerima informasi yang dalam prosesnya
siswa menyerap, mengatur, dan mengolah informasi sebagai bentuk
kecenderungan siswa dalam mengadaptasi suatu pendekatan belajar
tertentu.
Setiap peserta didik mempunyai karakteristik gaya belajar yang
berbeda-beda karena mempunyai latar belakang yang beraneka ragam,
bergaul, dan dibesarkan pada lingkungan yang tidak sama. Aneka macam
sifat, kepribadian anak akan mempengaruhi cara atau gaya belajar mereka.
Oleh karena itu sebagai seorang pendidik seharusnya mampu mengenali
gaya belajar peserta didiknya. Jadi, dengan pendidik mengetahui gaya
belajar peserta didiknya maka merka siswa diberi meteri yang sama
dengan cara yang sama namun kadang masih ada anak yang tidak
memahami materi, nilai ulangan belum memenuhi kriteria minimal, hal
tersebut bukan karena siswa bodoh tapi tingkat pemahaman dan gaya
belajar siswa yang berbeda-beda.

B. Macam-Macam Gaya Belajar


Menurut Sugembong (2009) macam –macam gaya belajar yaitu
diantaranya gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar
kinestetik.
1. Gaya Belajar Visual
Seseorang yang memiliki gaya belajar visual cenderung belajar
melalui hubungan visual (penglihatan). Dengan demikian dalam gaya
belajar visual yang sifatnya eksternal, ia menggunakan materi atau
media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera
penglihatan. Materi atau media yang bisa digunakan adalah buku,
poster, majalah, rangka tubuh manusia, peta, dan lain-lain. Sedangkan
gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan
imajinasi sebagai sumber informasi.

4
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, penglihatan (mata)
merupakan peranan yang sangat penting dalam hal ini metode
pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak /
dititikberatkan pada peragaan atau media, ajak mereka ke obyek-obyek
yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara
menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau
menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya
belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya
untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di
depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan
gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan
menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku
pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka
mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
a. Ciri-ciri gaya belajar visual
Menurut Armansyah (2015) beberapa ciri-ciri seseorang
yang memiliki gaya belajar visual, diantaranya :
1) Berbicara dengan cepat
2) Senantiasa melihat bibir guru yang sedang mengajar
3) Saat petunjuk untuk melakukan sesuatu diberikan biasanya kan
melihat teman-teman lainnya baru dia sendiri bertindak
4) Cenderung menggunakan gerakan tubuh untuk
mengekspresikan atau mengganti sebuah kata saat
mengungkapkan sesuatu
5) Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
6) Memiliki konsentrasi yang baik
7) Lebih mudah mengingat yang dilihat
8) Pembaca cepat dan tekun
9) Tidak pandai dalam merangkai kata-kata
10) Lebih suka melakukan kegiatan langsung (praktik)
11) Menyukai musik

5
12) Mengalami kesulitan dalam mengingat intruksi verbal, kecuali
jika ditulis
13) Lebih suka membaca.
14) Kurang menyukai berbicara di depan kelompok dan kurang
menyukai untuk mendengarkan orang lain
15) Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan
secara lisan
16) Menyukai diagram, kalender maupun grafik time-line untuk
mengingat bagian peristiwa
17) Selalu mengamati seluruh elemen fisik dari lingkungan belajar
18) Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
19) Biasanya tipe ini dapat duduk tenang di tengah situasi yang
ribut atau ramai tanpa merasa terganggu
20) Mengorganisir materi belajarnya dengan hati-hati
21) Berusaha mengingat dan memahami menggunakan diagram,
table dan peta
22) Mempelajari materi dengan membaca catatan dan membuat
ringkasan

b. Media atau bahan yang cocok


Menurut Diah (2012) beberapa media atau bahan yang
cocok untuk pembelajar visual yaitu:
1) Guru yang menggunakan bahasa tubuh atau gambar dalam
keadaan menerangkan
2) Media gambar, video, poster dan sebagainya
3) Buku yang banyak mencantumkan diagram atau gambar
4) Flow chart
5) Grafik
6) Menandai bagian-bagian yang penting dari bahan ajar dengan
menggunakan warna yang berbeda
7) Symbol-simbol visual

6
c. Strategi untuk mempermudah gaya belajar visual
Berikut ini beberapa strategi-strategi kita sebagai calon
guru dalam menyesuaikan cara mengajar dengan gaya belajar
visual di antaranya adalah :
1) Menggunakan media dalam pembelajaran, seperti diagram,
gambar, atau video.
2) Menggunakan warna-warna untuk menunjukkan hal-hal
penting.
3) Mengajak untuk membaca buku dengan banyak gambar.
4) Melakukan praktik lapangan.

Dalam gaya belajar visual ini tentunya mempunyai kelemahan dan


kelebihan. Oleh karena itu anak akan mempunyai kelebihan di bidang
tertentu.

Kelebihan :

- Rapi dan teratur


- Mempunyai sifat yang teliti dan detail ketika mengerjakan sesuatu.
- Biasanya tidak terganggu jika harus belajar di dalam keributan atau
keramaian, anak tetap akan berkonsentrasi ketika harus belajar di tempat
ramai.
- Tulisan tangan relative rapi dan bagus.
- Cenderung suka membaca

Kekurangan :

- Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai
dalam memilih kata-kata.
- Mengingat dalam instruksi verbal.
- Kurang menyukai berbicara.
- Biasanya sukar menginggat suatu informasi yang diberikan secara lisan.

7
2. Gaya Belajar Auditori (Auditory Learners)
Gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/audio
sebagai sarana mencapai keberhasilan dalam belajar. Gaya belajar
auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara
atau ada suara. Mereka dapat membaca keras, mendengarkan rekaman
kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik, kerja kelompok,
dan lain-lain. Gaya auditori yang bersifat internal adalah memerlukan
suasana yang tenang-hening sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu
diperlukan perenungan beberapa saat terhadap materi apa saja yang
telah dikuasai dan yang belum.
Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya
melalui telinga (alat pendengarannya), untuk itu maka guru sebaiknya
harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak
yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan
menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru
katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan
melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan
hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai
makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-
anak seperti ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca
teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

a. Ciri-ciri gaya belajar audiotori


Menurut Nurati (Quantum Learning,2007) beberapa Ciri-
ciri seseorang yang memiliki gaya belajar auditori:
1) Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan
kelas atau materi yang didiskusikan dalam kelompok atau
kelas
2) Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan atau
lagu di televisi atau radio
3) Cenderung banyak omong

8
4) Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca
yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa
yang baru saja di bacanya.
5) Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang atau
menulis
6) Senang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan
sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan
pengumuman di pojok kelas, dan sebagainya. (buku arini)
7) Sangat menyukai diskusi kelompok
8) Menyukai diskusi yang lebih lama terutama untuk hal-hal
yang kurang mereka pahami
9) Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan
dalam kelompok atau kelas
10) Suka tugas membaca (dan pada umumnya bukanlah pembaca
yang baik
11) Sukar bekerja dengan tenang tanpa menimbulkan suara
12) Mudah terganggu konsentrasi karena suara dan juga susah
berkonsentrasi bila tidak ada suara sama sekali

b. Media atau bahan yang cocok


Menurut Diah (2012) beberapa media atau bahan yang
cocok untuk pembelajar auditori yaitu:
1) Menghadiri kelas
2) Diskusi
3) Membahas suatu topic bersama dengan teman
4) Membahas suatu topic bersama dengan guru
5) Menjelaskan ide-ide baru kepada orang lain
6) Menggunakan perekam
7) Mengingat cerita, contoh atau lelucon yang menarik
8) Menjelaskan bahan yang didapat secara visual (gambar,
power point dsb)

9
c. Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori:
1) Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di
dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2) Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3) Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4) Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5) Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan
dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

Kelebihan ketika menggunakan gaya belajar ini :

- Ketika harus mempresentasikan hasil pekerjaannya maka dapat


melaksanakannya dengan baik.
- Mudah menirukan ucapan oranglain dengan waktu yang relatif
cepat.
- Mempunyai tata bahasa yang baik.
- Mudah menginggat nama orang.
- Suka berbicara.
- Tidak takut ketika harus berbicara didepan kelas, akan menonjol
ketika terjadi diskusi dikelas.
- Berbicara dalam irama yang berpola

Kelemahan ketika menggunakan gaya belajar ini :

- Kurang baik ketika membaca (membaca relatif pelan).


- Kurang bisa menginggat ketika dibacakan tidak dengan disuarakan.
- Kurang baik ketika menulis karangan.
- Sulit diam untuk waktu yang relatif lama.
- Mudah terganggu oleh keributan.

10
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh
Orang yang bergaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan-
gerakan sebagai sarana memasukkan informasi ke dalam
otaknya.Penyentuhan dengan bidang objek sangat disukai karena
mereka dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Gaya belajar jenis ini
yang bersifat eksternal adalah melibatkan kegiatan fisik, membuat
model, memainkan peran, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan gaya
belajar kinestetika yang bersifat internal menekankan pada kejelasan
makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu hal.
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui
bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk
duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas
dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini
belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
a. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik
Menurut jurnal Diah, beberapa ciri-ciri untuk seseorang yang
memiliki gaya belajar Kinestetik, diantaranya yaitu:
1) Berbicara perlahan dan hati-hati
2) Menanggapi perhatian fisik
3) Sering menyentuh orang agar mendapatkan perhatian mereka
4) Posisi sangat dekat dengan orang yang di ajak bicara
5) Banyak bergerak
6) Belajar melalui demonstrasi dan praktek
7) Saat membaca menggunakan jari sebagai penunjuk
8) Banyak menggunakan bahasa tubuh
9) Tulisan kurang bagus
10) Menyukai games/permainan
11) Ketika berbicara dengan seseorang biasanya ia menyentuh
atau memegang orang yang diajak
12) Berbicara atau tangannya sibuk dengan memainkan sesuatu
umpama pena

11
13) Berorientasi pada fisik dan banyak gerak
14) Mengahafal sambil berjalan dan melihat
15) Senang berkreasi
16) Dapat duduk diam dalam waktu yang lama
17) Tertantang dengan suatu aktivitas yang menyibukkan dan
selalu ingin mencoba atau bereksperimen sendiri
18) Senang dengan aktivitas fisik, olahraga atau kerja praktik
19) Suka menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu
belajar, dan
20) Sangat sulit mempelajari hal-hal yang abstrak (simbol
matematika, peta, dan sebagainya).

b. Media/ bahan yang cocok


Menurut Diah (2012) beberapa media atau bahan yang
cocok untuk pembelajar kinestetik yaitu:
1) Menggunakan seluruh panca indera : penglihatan, sentuhan,
pengecap, penciuman, pendengaran
2) Laboratorium
3) Kunjungan lapangan
4) Yang memberikan contoh kehidupan nyata
5) Pengaplikasian
6) Pameran, sampel, fotografi

c. Strategi untuk mempermudah gaya belajar kinestetik


Berikut ini beberapa strategi-strategi kita sebagai calon
guru dalam menyesuaikan cara mengajar dengan gaya belajar
kinestetik di antaranya adalah :
1) Gunakan alat bantu saat mengajar untuk menimbulkan rasa
ingin tahu dan menekankan konsep-konsep yang akan
dipelajari, misalnya bisa alat peraga benda-benda konkrit

12
2) Ciptakan simulasi konsep atau melakukan demontratif agar
siswa mengalaminya.
3) Jika membimbing siswa secara perorangan, guru hendaknya
duduk disebelah mereka bukan dibelakang atau didepan siswa
4) Cobalah berbicara dengan setiap siswa secara pribadi setiap
hari, sekalipun hanya salam kepada para siswa saat mereka
masuk atau “ibu senang kamu berpartisipasi” atau mereka
keluar kelas
5) Penjelasan konsep yang memberikan kesempatan siswa
memahami langkah demi langkah
6) pengalaman pribadi mengenai wawasan belajar anda kepada
siswa, dan dorong mereka untuk melakukan hal yang sama.
7) Izinkan siswa berjalan-jalan di kelas jika situasi memungkinkan

Dalam pelaksanaannya penggunaan gaya belajar ini tentunya


akan menimbulkan suatu kelebihan dan kekurangan. Adapun
kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut :

Kelebihan :
- Biasanya anak cenderung berpenampilan rapi.
- Mempunyai kelebihan dalam bidang olahraga.
- Menyukai pekerjaan di laboraturium.
- Koordinasi antara mata dan tangan bagus.

Kekurangan
- Cenderung frustasi dan gelisah bila harus duduk mendengarkan
kuliah dalam jangka waktu yang relatif lama, oleh karena itu
mereka break (istirahat) dalam waktu kuliah berlangsung
- Kemampuan kurang dalam mengeja atau spelling.
- Menggunakan jari telunjuk ketika membaca
- Tidak dapat mengerti geografi, kecuali sudah berkali-kali dating
ketempat tersebut.

13
Menurut Sugembong (2009) mengenai contoh dari ketiga gaya
belajar tersebut dalam kehidupan sehari-hari yaitu :
1. Visual
Misalnya, untuk menerangkan suatu proses pembuatan baju,
akan mudah bagi orang yang tipe ini untuk diberikan contoh baju yang
akan dibuat daripada diceritakan secara rinci proses pembuatannya.
Demikian juga, kalau bertanya suatu tempat yang akan dituju, lebih
mudah menjelaskan dengan peta daripada diterangkan secara verbal.
2. Auditori
Misalnya, seseorang yang langsung bisa mengerti penjelasan
yang baru saja diterangkan oleh gurunya. Dengan cara mendengar saja,
dia bisa langsung materi dan mampu mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan. Orang auditori akan lebih mudah kalau diterangkan daripada
membaca suatu instruksi. Lebih suka bertanya daripada membaca
dalam menyerap instruksi atau materi pelajaran.
3. Kinestetik
Misalnya, dalam mempelajari suatu gerakan tari atau senam,
seseorang bisa dengan mudah meniru gerakan seseorang hanya sekali
lihat. Demikian juga dalam olahraga. Namun ada yang berusaha
menirukan suatu gerakan selalu salah atau tidak pas, baru bisa tepat
setelah dibetulkan atau diberitahu secara lisan atau gambar. Seseorang
yang dengan mudah meniru atau mempelajari sesuatu dengan
melakukan atau meniru suatu gerakan.

C. Cara Untuk Mengetahui Gaya Belajar Siswa


Menurut Diah (2012) ada beberapa cara yang bisa kita lakukan
untuk mengetahui gaya belajar ini :
1. Cara Pertama
Dengan melakukan observasi selama proses pembelajaran dikelas
yang kita menggunakan metode ceramah secara umum, catatlah siswa
yang mendengarkan dengan tekun hingga akhir pembelajaran.

14
Perhatikan siswa-siswa yang dapat bertahan lama dalam mendengar
materi yang disampaikan guru. Dari hal ini kita dapat
mengklasifikasikan siswa yang memiliki gaya belajar auditori yang
menonjol.
Metode lain bisa digunakan, misalnya dengan memutar film,
menunjukkan gambar atau poster, dan juga menunjukkan peta ataupun
diagram. Dengan proses belajar mengajar seperti ini, kita bisa melihat
para siswa yang mempunyai kecenderungan belajar secara visual dan
juga mempunyai kecerdasan visual-spasial akan lebih tertarik dan
antusias.
Selain itu metode pembelajaran menggunakan praktek atau
simulasi. Para pembelajar kinestetik tentu saja akan sangat antusias
dengan model belajar mengajar semacam ini. Begitu seterusnya kita
melihat bagaimana reaksi siswa terhadap setiap model pembelajaran
sehingga lambat laun kita akan lebih mudah memahami dan
mengetahui kecenderungan gaya belajar yang mereka.
2. Cara Kedua
Dengan memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan
pekerjaan yang membutuhkan proses penyatuan bagian-bagian yang
terpisah, misalnya menyatukan model rumah yang bagian-bagiannya
terpisahkan. Ada tiga pilihan cara yang bisa dilakukan dalam
menyatukan model rumah ini, pertama adalah melakukan praktek
langsung dengan mencoba menyatukan bagian-bagian rumah ini
setelah melihat potongan-potongan yang ada, kedua adalah dengan
melihat gambar desain rumah secara keseluruhan, baru mulai
menyatukan; dan ketiga adalah petunjuk tertulis langkah-langkah yang
diperlukan untuk membangun rumah tersebut dari awal hingga akhir.
Tipe Pembelajar visual akan melihat gambar desain rumah secara
keseluruhan, baru ia kan mulai menyatukan. Sedangkan untuk
pembelajar audio ia akan mengikuti petunjuk tertulis terkait langkah-
langkah untuk menyatukan potongan-potongan bangunan rumah, dan

15
untuk pembelajar kinestetik pastinya ia akan melakukan praktek
langsung dengan melakukan percobaan untuk menyatukan potongan-
potongan rumah.
3. Cara Ketiga
Cara yang lebih komprehensif yaitu dengan melakukan survey atau
tes gaya belajar. Tes gaya belajar atau psikologi ini menggunakan
metodologi yang sudah cukup teruji sehingga biasanya survey atau tes
psikologi semacam ini mempunyai akurasi yang tinggi sehingga
memudahkan bagi guru untuk segera mengetahui gaya belajar siswa.

16
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yaitu
ada yang memiliki gaya belajar visual yang mengandalkan
indera penglihatan, auditori yang mengandalkan indera
pendengaran, dan kinestetik yang mengandalkan indera
peraba. Ketiga gaya belajar tersebut dapat terlihat dari ciri-
ciri yang disebutkan pada pembahasan sebelumnya. Dari
ciri-siri tersebut, guru dapat mengidentifikasi gaya belajar
yang dimiliki siswa sehingga setelah itu guru dapat mencari
strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi gaya
belajar tersebut agar siswa dapat menerima informasi yang
disampaikan guru dengan mudah yang sesuai dengan
kondisinya.

B. Saran
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih
banyak terdapat kesalahan dan kekeliruan, serta masih banyak
data-data yang kurang akurat, untuk itu penulis berharap
kepada para pembaca dapat memberikan masukan yang
mendukung sehingga menjadi masukan yang positif dalam
penulisan.
Atas kritikan dan sarannya penulis mengucapkan terima kasih.

17
DAFTAR PUSTAKA

Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta


Bahri, Syaiful. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
De Porter, Bobbi. 2003. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan. Bandung: Kaifa