Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kolon (termasuk rectum) merupakan tempat keganasan tersering dari saluran
cerna.Kanker kolon menyerang individu dua kali lebih besar dibandingkan kanker rectal.
Kanker kolon merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker di Amerika
Serikat,baik pada pria maupun wanita. Ini adalah penyakit budaya barat. Diperkirakan
bahwa 150.000 kasus baru kanker kolorektal didiagnosis dinegara ini setiap tahunnya.
Insidensnya meningkat sesuai dengan usia, kebanyakan pada pasien yang berusia lebih
dari 55 tahun. Kanker ini jarang ditemukan di bawah usia 40 tahun, kecuali pada orang
dengan riwayat kolitis ulseratif atau poliposis familial. Kedua kelamin terserang sama
seringnya, walaupun kanker kolon lebih sering pada wanita, sedangkan lesi pada rektum
lebih sering pada pria. Distribusi tempat kanker pada bagian – bagian kolon adalah
sebagai berikut : Asendens : 25% Transversa : 10% Desendens : 15% Sigmoid : 20 %
Rectum : 30 %. Namun pada tahun – tahun terakhir, diketemukan adanya pergeseran
mencolok pada distribusinya. Insidens kanker pada sigmoid & area rectal telah menurun,
sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat. Lebih dari 156.000
orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira – kira setengah dari jumlah tersebut meninggal
setiaptahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan
diagnosis dini dan tindakan segera. Angka kelangsungan hidup di bawah 5 tahun adalah
40– 50 %, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep teori dari colorectal cancer?
2. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan colorectal cancer?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Tujuan Umum
Mengetahui dan memahami bagaimana membuat asuhan keperawatan
masalah pencernaandengan gangguan colorectal cancer.

1
2. Tujuan Khusus
a) Mengetahui dan memahami definisi colorectal cancer.
b) Mengetahui dan memahami etiologi colorectal cancer.
c) Mengetahui dan memahami patofisiologi colorectal cancer.
d) Mengetahui dan memahami manifestasi klinis yang dapat ditemukan pada klien
dengancolorectal cancer.
e) Mengetahui dan memahami penatalaksanaan klien dengan colorectal cancer.
f) Mengetahui dan memahami komplikasi dari colorectal cancer.
g) Mengetahui dan memahami pencegahan dari colorectal cancer.
h) Mengetahui dan memahami prognosis dari colorectal cancer.
i) Mengetahui dan memahami klasifikasi dari colorectal cancer.
j) Mengetahui dan memahami asuhan keperawatan pasien dengan colorectal
cancer.

1.4 Manfaat
Manfaat yang ingin diperoleh dalam penyusunan makalah ini adalah:
1. Mendapatkan pengetahuan tentang colorectal cáncer.
2. Mendapatkan pengetahuan dan mampu membuat perencanaan asuhan keperawatan
pada kasus colorectal cancer.

2
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Definisi
Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang
tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis
lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan
(invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA,
menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi
lainnya (Gale, 2000 : 177).
Kanker kolon adalah suatu bentuk keganasan dari masa
abnormal/neoplasma yang muncul dari jaringan epithelial dari colon
(Brooker, 2001 : 72).
Kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di
dalam permukaan usus besar atau rektum (Boyle & Langman, 2000 : 805).
Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh
pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000 : 143).
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker
kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas dan merusak sel
DNA dan jaringan sehat disekitar kolon (usus besar).

2.2 Etiologi
Terdapat empat etiologi utama kanker (Davey, 2006 : 334) yaitu
1. Kelainan Colon
a) Adenoma di kolon : degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma.
b) Familial poliposis : polip di usus mengalami degenerasi maligna
menjadi karsinoma. Padagolongan ini penderita pasti akan menderita
karsinoma (100%)
c) Kondisi ulserative :mereka yang telah menderita colitis ulserativa
menahun (50%) apalagi dideritanya sejak usia muda

3
d) Mereka yang telah diobati untuk karsinoma kolon.
e) Mereka dengan ureterosigmoidestomi (8%)
2. Genetik
Anak yang berasal dari orangtua yang menderita karsinoma kolon
mempunyai frekuensi 3 ½ kali lebih banyak daripada anak – anak yang
orangtuanya sehat (FKUI, 2001 : 207).
3. Diet
Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rendah serat (sayur-
sayuran buah-buahan) seperti makanan yang sering dikonsumsi oleh orang
eropa dan amerika, kebiasaan makan makanan berlemak tinggi dan sumber
protein hewani. Sebaliknya makanan orang afrika dan asia mengandung
sedikit lemak dan banyak dietary fibre.
Lemak dalam kolon-rektum dipecah oleh bakteri dan menghasilkan
beberapa asam empedu yang merupakan ko-karsinogen atau promotor
dalam proses karsinogenesis, berarti membantu mempercepat timbulnya
karsinoma. Selain itu makanan dengan sedikit dietary fibre, akan lebih
lama berada dalam saluran cerna sebelum dikeluarkan dari badan sebagai
tinja. Ini disebut transit-time atau waktu transit yang panjang. Dengan
demikian, kontak kedua asam empedu dengan mukosa kolon rectum
berlangsung lama.sebaliknya makanan dengan banyak dietary fibre
membuat tinja lunak dan lebih volumineus, sehingga transit pendek. Ini
berarti kontak zat-zat yang merangsang mukosa adalah pendek.Dan dietary
fibre juga menyerap kedua empedu tersebut selain menyerap air, sehingga
konsentrasi asam empedu yang dapat merangsang menjadi rendah. Dengan
kata lain dietary fibre dapat melindungi dan mencegah timbulnya
karsinoma atau mengurangi kemungkinan timbulnya karsinoma.
Makanan-makanan yang pasti di curigai mengandung zat-zat kimia
yang menyebabkan kanker pada usus besar. Makanan tersebut juga
mengurangi waktu peredaran pada perut,yang mempercepat usus besar
menyebabkan terjadinya kanker. Makanan yang tinggi lemak terutama
lemak hewan dari daging merah,menyebabkan sekresi asam dan bakteri

4
anaerob, menyebabkan timbulnya kanker didalam usus besar. Daging yang
di goreng dan di panggang juga dapat berisi zat-zat kimia yang
menyebabkan kanker.Diet dengan karbohidrat murni yang mengandung
serat dalam jumlah yang banyak dapat mengurangi waktu peredaran dalam
usus besar. Beberapa kelompok menyarankan diet yang mengadung sedikit
lemak hewan dan tinggi sayuran dan buah-buahan(e.g Mormons.seventh
Day Adventists)
Makanan yang harus dihindari :
a) Daging merah
b) Lemak hewan
c) Makanan berlemak
d) Daging dan ikan goreng atau panggang
e) Karbohidrat yang disaring(example:sari yang disaring)

2.3 Klasifikasi
1. Klasifikasi kanker kolon menurut modifikasi DUKES adalah sebagai
berikut (FKUI, 2001 : 209) :
a) A: kanker hanya terbatas pada mukosa dan belum ada metastasis.
b) B1: kanker telah menginfiltrasi lapisan muskularis mukosa.
c) B2: kanker telah menembus lapisan muskularis sampai lapisaN propria.
d) C1: kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening
sebanyak satu sampai empat buah.
e) C2: kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening lebih
dari 5 buah.
f) D: kanker telah mengadakan metastasis regional tahap lanjut dan
penyebaran yang luas & tidak dapat dioperasi lagi.
2. Stadium kanker kolon
Terdapat beberapa macam klasifikasi staging Dukes pada kanker
kolon
a) Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon.
b) Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon.

5
c) Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa.
d) Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain.

2.4 Patofisiologi
Kanker terjadi ditempat yang berada dalam colon mengikuti kira-kira pada
bagian ( Sthrock 1991 a ) :
1. 26 % pada caecum dan ascending colon.
2. 10 % pada transfersum colon.
3. 15 % pada desending colon.
4. 20 % pada sigmoid colon.
5. 30 % pada rectum.
Karsinoma Colon sebagian besar menghasilkan adenomatus polip.
Biasanya tumor ini tumbuh tidak terditeksi sampai gejala-gejala muncul
secara berlahan dan tampak membahayakan.Penyakit ini menyebar dalam
beberapa metode.Tumor mungkin menyebar dalam tempat tertentu pada
lapisan dalam di perut,mencapai serosa dan mesenterik fat. Kemudian tumor
mulai melekat pada organ yang ada disekitarnya,kemudian meluas kedalam
lumen pada usus besar atau menyebar ke limpa atau pada sistem sirkulasi.
Sistem sirkulasi ini langsung masuk dari tumor utama melewati pembuluh
darah pada usus besar melalui limpa,setelah sel tumor masuk pada sistem
sirkulasi,biasanya sel bergerak menuju liver. Tempat yang kedua adalah
tempat yang jauh kemudian metastase ke paru-paru. Tempat metastase yang
lain termasuk Kelenjar Adrenalin, Ginjal, Kulit, Tulang Otak.
Penambahan untuk infeksi secara langsung dan menyebar melalui limpa
dan sistem sirkulasi,tumor colon juga dapat menyebar pada bagian peritonial
sebelum pembedahan tumor belum dilakukan. Penyebaran terjadi ketika
tumor dihilangkan dan sel kanker dari tumor pecah menuju ke rongga
peritonial.

6
2.5 Tanda dan Gejala
Mula-mula gejalanya tidak jelas, seperti berat badan menurun (sebagai
gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya.Setelah
berlangsung beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang
berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus
besar.Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin
banyak.Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar, gejala tersebut
terbagi tiga, yaitu gejala lokal, gejala umum, dan gejala penyebaran
(metastasis).
1. Gejala Lokal
a) Perubahaan kebiasaan buang air
1) Perubahan frekuensi buang air, berkurang (konstipasi) atau
bertambah (diare)
2) Sensasi seperti belum selesai buang air, (masih ingin tapi sudah
tidak bisa keluar) dan perubahan diameter serta ukuran kotoran
(feses). Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal.
3) Perubahan wujud fisik kotoran/feses
b) Timbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar,
terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa
tumor.
c) Adanya benjolan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita.
d) Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar lokasi tumor, karena kanker
dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut,
seperti kandung kemih (timbul darah pada air seni, timbul gelembung
udara, dll), vagina (keputihan yang berbau, muncul lendir berlebihan,
dll). Gejala-gejala ini terjadi belakangan, menunjukkan semakin besar
tumor dan semakin luas penyebarannya.
2. Gejala Umum
a) Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang
paling umum di semua jenis keganasan).
b) Hilangnya nafsu makan.

7
c) Anemia, pasien tampak pucat.
d) Sering merasa lelah.
e) Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang.
3. Gejala Penyebaran
a) Penyebaran ke Hati, menimbulkan gejala.
b) Penderita tampak kuning.
c) Nyeri pada perut, lebih sering pada bagian kanan atas, di sekitar lokasi
hati.
d) Pembesaran hati, biasa tampak pada pemeriksaan fisik oleh dokter.

2.6 Pemeriksaan Diagnostik


1. Anamnesis
Anamnesis yang cermat sering sudah dapat menentukan
dignosis.Yang harus ditanyakan adalah perubahan pola defekasi, frekuensi,
dan konsistensi tinja.
Dalam anamnesis tentang nyeri perut, perlu dibedakan antara nyeri
kolik dan nyeri menetap, serta hubungannya dengan makan atau dengan
defekasi. Perlu pula ditanyakan warna tinja, terang atau gelap, bercampur
lendir atau bercampur darah, dan warna darah segar atau tidak. Juga harus
ditanyakan ada rasa puas atau tidak setelah defekasi, bagaimana nafsu
makan, adakah penurunan berat badan, dan rasa lelah.Gejala dan tanda
yang sering ditemukan pada kelainan kolon ialah dispepsia, hematokesia,
anemia, benjolan, dan obstruksi karena radang atau keganasan.
2. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosisnya dilakukan
serangkaian pemeriksaan berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
Tidak semua organ dpat diperiksa dengan cara ini. Jenis pemeriksaan
dipilih sesuai dengan kelainan yang diperkirakan berdasarkan anamnesis
atau diplih menurut informasi yang diinginkan.
3. Pemeriksaan Laboratorium

8
Anemia dapat dibbuktikan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin
dan hematokrit. Pemeriksaan bensidin untuk darah samar bukan
pemeriksaan yang khas, tetapi memberi petunjuk adanya perdarahan
didalam saluran cerna. Pemeriksaan fungsi hati sering memberi
keterangan yang cukup berguna.Perlu disadari bahwa hasil laboratorium
tidak memberikan gambaran yang khas tentang kelainan tertentu di kolon
atau rectum.
4. Pemeriksaan Radiologi
Foto kolon dilakukan dengan kontras barium yang dimasukkan
melalui rektum. Dengan memasukkan udara setelah defekasi bubur
barium ini, akan tampak lapisan tipis bubur barium pada mukosa kolon
lebih mudah dilihat. Pemeriksaan ini disebut foto kontras ganda , yaitu
kontras negatif udara dan kontras positif bubur barium. Sayangnya, pada
foto kolon ini kelainan rektum dibagian dua pertiga distal tidak dapat
dinilai.
a) Proktoskopi
Pemeriksaan kolon dubur dapat disusul dengan proktoskopi
(tindakan meriksa endoskopik/melihat dalam) dengan cara dan alat
yang sederhana ini dapat dilihat kelainan pada anus, kanalisanalis, dan
bagian distal rectum.
b) Rektosigmoidoskop
Rektosigmoidoskop adalah pipa kaku sepanjang 25-30cm. Dengan
alat ini, rektum dan sikmoid dapat dilihat setelah usus dibersihkan
secara mekanis.Pemeriksaan dengan alat yang kaku ini kadang
menemui kesulitan pada sudut rektosigmoid.Pada setiap kelainan yang
terlihat harus dilakukan biopsimultiple untuk pemeriksaan patologi.
c) Kolonoskopi
Pada kolonoskopi dipakai fiberskop lentur untuk melihat dinding
kolon dari dalam lumen sampai ileum terminalis.Dengan alat ini dapat
dilihat seluruh kolon, termasuk yang tidak terlihat pada foto kolon.

9
Fiberskop juga dapat dipakai untuk biopsi setiap jaringan yang
mencurigakan, evaluasi, dan tindakan terapi misalnya polipektomi.

2.7 Komplikasi
Komplikasi terjadi sehubungan dengan bertambahnya pertumbuhan pada
lokasi tumor atau melelui penyebaran metastase yang termasuk :
1. Perforasi usus besar yang disebabkan peritonitis
2. Pembentukan abses
3. Pembentukan fistula pada urinari bladder atau vagina
Biasanya tumor menyerang pembuluh darah dan sekitarnya yang
menyebabkan pendarahan.Tumor tumbuh kedalam usus besar dan secara
berangsur-angsur membantu usus besar dan pada akirnya tidak bisa sama
sekali. Perluasan tumor melebihi perut dan mungkin menekan pada organ
yang berada disekitanya ( Uterus, urinary bladder,dan ureter ) dan penyebab
gejala-gejala tersebut tertutupi oleh kanker.

2.8 Penatalaksanaan
Bila sudah pasti karsinima kolon, maka kemungkinan pengobatan adalah
sebagai berikut :
1. Pembedahan (Operasi)
Operasi adalah penangan yang paling efektif dan cepat untuk tumor
yang diketahui lebih awal dan masih belum metastatis, tetapi tidak
menjamin semua sel kanker telah terbuang.Oleh sebab itu dokter bedah
biasanya juga menghilangkan sebagian besar jaringan sehat yang
mengelilingi sekitar kanker.
2. Penyinaran (Radioterapy)
Terapi radiasi memakai sinar gelombang partikel berenergi tinggi
misalnya sinar X, atau sinar gamma, difokuskan untuk merusak daerah
yang ditumbuhi tumor, merusak genetic sehingga membunuh
kanker.Terapi radiasi merusak sel-sel yang pembelahan dirinya cepat,
antara alin sel kanker, sel kulit, sel dinding lambung & usus, sel

10
darah.Kerusakan sel tubuh menyebabkan lemas, perubahan kulit dan
kehilangan nafsu makan.
3. Kemotherapy
Khemotherapy memakai obat antikanker yang kuat , dapat masuk
ke dalam sirkulasi darah, sehingga sangat bagus untuk kanker yang
telah menyebar. Obat chemotherapy ini ada kira-kira 50 jenis.
Biasanya di injeksi atau dimakan, pada umumnya lebih dari satu
macam obat, karena digabungkan akan memberikan efek yang lebih
bagus (FKUI, 2001 : 211

11
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian
1. Biodata
a) Identitas Pasien
Nama : Ny.M
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama :29 tahun
Pekerjaan : Islam
Pend. Terakhir : SMA
Gol. Darah :A
Alamat : Astanagarib Selatan, Pekalipan. Cirebon
Diagnosa Medis : Gastritis
Tgl. Masuk : 2 Febuari 2018
Tgl. Pengkajian : 4 Febuari 2018
b) Identitas Penanggung Jawab
Nama : Wahyu Santoso
Umur : 30 tahun
Alamat : Astanagarib Selatan, Pekalipan. Cirebon
Pekerjaan : Buruh

2. Keluhan utama
Nyeri pada bagian abdomen disertai dengan BAB bercampur dengan darah.

3. Riwayat kesehatan saat ini


pasien mengatakan Kegiatan spiritual berdoa

4. Dukungan Emosional
Keluarga mendukung dan memotivasi untuk kesembuhan pasien.

5. Riwayat kesehatan masa lalu

12
Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami gejala seperti ini.

6. Riwayat kesehatan keluarga


Pasien mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami sakit seperti ini.

7. Pemeriksaan Fisik
a) Pengkajian umum
Pasien tampak lemas/compos metis
b) Tanda – Tanda Vital
TD : 110/70 mmHg
N : 84 x/menit
R : 21 x/menit
S : 36,7 oC

8. Riwayat Psikososial
a) Kemampuan pasien mengenal masalah kesehatan :
Pasien tidak mengetahui masalah kesehatannya saat ini.
b) Kebiasaan dan pengaruh budaya :
Kegiatan keagamaan solat
Kegiatan spiritual berdoa

9. Dukungan Emosional
Keluarga mendukung dan memotivasi untuk kesembbuhan pasien.

10. Pemeriksaan Fisik


Inspeksi Palpasi Auskultasi Perkusi
Kepala - Rambut tampak - Tidak ada nyeri - -
bersih tekan
- Bentuk kepala
simetris

13
Wajah - Mata simetris, - -
konjungtiva
anemis, skelera
anlektrik
- hidung simetris,
tidak ada kotoran
- telinga simetris,
tidak ada serumen
- mulut tidak ada
sariawan, tampak
bersih
Leher - bentuk simetris - tidak tampak - -
pembesaran
kelenjar tiroid
Dada - dada dan abdomen - terdapat nyer - suara -
dan simetris, tidak ada tekan pada bagian napas
abdomen ruam abdomen normal
Ekstermi - bentuk simetris, - tidak ada edema - -
tas atas tidak ada ruam
dan
bawah

14
11. Analisa Data

Tanggal Data fokus Masalah


22 maret 2018 DS : nyeri pada Nyeri akut
bagian abdomen
disertai dengan
BAB bercampur
dengan darah.
DO : pasien
terlihat meringis
kesakitan dengan
skala nyeri Pasien
terlihat lemas dan
pucat. Dengan
hasil TTV yang di
dapat :
TD : 110/70
mmHg
N : 84 x/menit
R : 21 x/menit
S : 36,7 oC

DS : pasien Resiko terjadinya infeksi


mengatakan rasa
nyeri pada bagian
post OP
DO : luka post OP
tampak memerah.

15
3.2 Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan nyeri.
2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka post OP.

3.3 Intervensi Keperawatan


No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
keperawatan

1. Gangguan rasa Nyeri dapat - Observasi - Untuk


nyaman berkurang/teratasi. TTV mengetahui
berhubungan Kriteria hasil : - Kaji skala keadaan umum
dengan nyeri Nyeri dapat nyeri pasien.
teratasi. - untuk
mengetahui skala
nyeri pasien.
2. Resiko tinggi Mencegah - Observasi - Untuk
infeksi terjadinya infeksi. TTV mengetahui
berhubungan Kriteria hasil : - Ganti keadaan umum
dengan luka post Tidak terjadi balutan pasien.
OP. infeksi. secara rutin. - Mengganti
balutan agar
mencegah
terjadinya infeksi.

16
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kanker kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas dan
merusak sel DNA dan jaringan sehat disekitar kolon. kanker kolon ini
termasuk penyakit yang berbahaya di dunia karena dapat menyebabkan
kematian apabila tidak segera di tangani dengan cepat mengenali gejala dan
melakukan pemeriksaan diagnostik adalah cara untuk mengetahui apakah kita
terserang kanker kolon atau tidak,dengan demikian kita dapat segera
melakukan tindakan pengobatan apabila kita memang di nyatakan terserang
kanker kolon

4.2 Saran
Menurut kelompok kami, jika anda atau anggota keluarga anda terkena
kanker kolon hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Jangan tunda pengobatan Anda, siapa tahu Anda masih termasuk dalam
kategori stadium dini.
2. Jangan berputus asa, di setiap kesulitan selalu ada jalan keluar.
3. Jangan berlama-lama mencoba terapi-terapi alternatif dan menggagalkan
terapi medis yang sudah teruji.

17
DAFTAR ISI

Marilynn E. Doenges. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman


untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien, ed.3.EGC. Jakarta.

R. Sjamsuhidayat, Wim de jong. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, ed 2. EGC.


Jakarta.
Sudoyo W.Aru dkk.2006.Bukur Ajar Penyakit Dalam, Jilid 1.Departemen
Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta

Carpenito, Lynda Juall. (1999). Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan.


Edisi 2. (terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarata.

Carpenito, Lynda Juall. (2000.). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8.


(terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3.


(terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Engram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Volume


2, (terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Junadi, Purnawan. (1982). Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media


Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan).


Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.

Mansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran


UI : Media Aescullapius.

18